5 IMPORTANT WILLS FROM WARREN BUFFETT, THAT CAN CHANGE YOUR LIFE!!
LmmOcP4mI8g • 2025-11-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, sedih banget ini, Guys. Ini
betul-betul momen-momen yang sangat
menyedihkan sih buat gua. Betul-betul
terharu ya. [musik] Ya, gimana, Guys?
Ternyata akhirnya setiap segala sesuatu
itu ada masanya lah, ada eranya. And I
think this is the end of Warren Buffett
era. Setelah tahun lalu [musik] kita
sedih karena Charlie Manger akhirnya
meninggal dunia, sepertinya kita juga
harus kembali bersedih karena mentor
investasi ya yang gua suka pelajari,
yang gua berguru banyak, Mr. Warren
Buffett akhirnya menyatakan pensiun.
[musik]
Jadi resmi dia undur diri ya. Dia
katakan ini ya di surat resminya Warren
Buffett yang mengatakan [musik] dia
sudah tidak akan datang lagi ke acara
tahunannya Berkshire Headway. Ya, buat
teman-teman yang belum tahu ya di dunia
[musik]
ini perusahaan yang GCG-nya paling bagus
namanya Berkshire Raway. Lu bisa datang
ke RUPS-nya setahun [musik] sekali di
Omaha dan lu bisa tanya apapun yang lu
mau. Ini benar-benar direksi nomor
wahid. Gua belum pernah [musik] ketemu
direktur yang seperti ini. Belum pernah.
seumur hidup gua. Betul. Sampai detik
ini gua belum pernah ketemu direktur
yang seperti ini. Begitu ramahnya,
begitu [musik] baiknya, begitu
memperhatikan kepentingan pemegang
saham. Bahkan berkali-kali dia bilang
dia [musik] kalau dia jalanin perusahaan
tuh dia selalu berpikir pemegang saham
gua ada yang udah usia 70 tahun, ada
yang taruh dana pensiunnya, uang
pensiunnya di [musik] Brer Headway.
Kalau gua enggak mengelola perusahaan
ini dengan baik, akan banyak orang yang
kecewa. Akan banyak orang yang hancur
keluarganya, akan banyak orang yang bisa
gagal menyekolahkan anak dan cucunya
mereka. Jadi itu selalu bikin si Waren
Buffet juga susah tidur karena ya
sebagai direktur yang baik ya tentu dia
pengin memberikan [musik] value yang
terbaik bagi para pemegang sahamnya. Dan
jarang bahkan mungkin hampir enggak ada
direktur seperti itu di [musik] kolong
langit ini, Guys. Ya, gua udah berulang
kali ikut meeting RUPS di Indonesia yang
bahkan memikirkan [musik]
sedetik pun pemegang saham kayaknya cuma
satu dari [musik] 10 lah yang sebaik itu
ya. Salah satunya Pak Sugeng lah,
direktur utama IPCC ya. Lu bisa lihat di
video ini.
Jadi sebetulnya kan kalau katanya Waren
VVE kan tugasnya direksi, tugasnya
pengurus persuran itu kan memberikan
value yang optimal kepada pemegang
saham. Jadi itu juga kita pahami. Jadi
mana strategi yang paling optimum kepada
pemegang saham, kita akan lakukan ee
kajiannya dan ee eksekusinya.
Dia ngasih pelajaran quot dari Warren
Buffet. Sumur itu gua juga enggak pernah
lihat ada orang yang sebegitunya
memikirkannya pemegang saham ya. Seperti
Pak Sugeng ini dari IPCC BUMN lagi.
Siapa nyangka direktur utama BUMN lagi
bisa sebegitu pedulinya sama pemegang
sahamnya.
Eh takjub gua. takjub gua merinding lah
gua ngelihatnya warun dan ya Warun
Buffet ini akhirnya bersama dengan
pengumuman itu akhirnya resmi menyatakan
selesai hilang dari dunia investasi dan
kita bakal ketemu dia lagi bukan di TV
kita akan ketemu dia lagi lewat
surat-suratnya jadi dia bilang gua tidak
akan mau lagi datang lagi ke RUPS gua
tidak akan lagi datang ke acara-acara
interview TV segala macam tapi jangan
khawatir gua masih akan datang melalui
surat dia udah janji akan ngirim surat
buat kita setahun sekali guys sedih sih
ya tapi gua juga paham karena beliau
juga usianya bentar lagi udah 90
tahunan, Guys. Bukan usia muda lagi. Dan
kalau ikut RUPS Berkshire Hway itu
berjam-jam, Guys. Lu bayangin RUPS-nya
berjam-jam beda dengan Indonesia. Orang
itu pengin rups Indonesia. Ada yang
nanya, ada yang nanya enggak ada. Ya
ketok palu selesai. [tertawa]
Kalau bisa sama sekali enggak ada yang
nanya, Guys. Ngeri lah. Tapi kalau BKS
right away lu bayangin ini orang lu mau
nanya, Mr. Warren Buffett, kamu tadi
pagi makan apa? Boleh dijawab bahkan
sama dia. Kenapa Mr. Warren Buffet
pilihnya makan burger bukan makan
rendang? Boleh enggak nanya itu? Boleh.
Dan dia akan jawab. Dan enggak heran
setiap RUPS-nya Warren Buffet Brier Hway
ini para direktur utama Tbk yang hobi
nontonin BENX. Gua tahu banyak
menteri-menteri juga yang nonton BENX.
Sampai ada loh orang nanya ke Warren
Buffett dan bahkan sering bilang gini di
Warren Buffett, "Mr. Warren Buffett,
saya sudah pegang saham Anda selama 40
tahun." Lu bayangin 40 tahun dia pegang
sahamnya Warren Buffet.
Pegang sahamnya Berkshire Hway, Guys.
Bayangin 40 tahun pegang satu saham. Dan
saya bersyukur saya mau menyatakan
terima kasih kepada Mr. Warren Buffet
and Charlie Manger. Karena berkat Anda,
saya bisa menyekolahkan anak saya,
berkat Anda juga saya bisa menguliahkan
cucu saya. So, can you imagine dampak
sebuah direktur yang profesional GCG dan
berpikir untuk memberikan value yang
terbaik bukan cuma buat dirinya atau
keluarganya, tapi buat pemegang sahamnya
sampai sedemikian diapresiasi sama warga
planet bumi sampai kalau dia bikin RUPS
yang datang, Guys, bukan cuma orang
Amerika, orang Kazakhstan, orang
Filipina, orang Indonesia, orang
Malaysia, orang Afrika, orang Eropa,
Pak, orang Jepang semua datang dari
seluruh dunia mau menyampaikan rasa
terima kasihnya. Terima kasih Mr. Warren
Buffet. Saya sudah 20 tahun pegang saham
kalian. Saya sudah cuan ribuan persen.
Saya tidak akan jual saham saya. Saya
mau bilang saya dan keluarga saya, istri
saya, anak saya, cucu saya berterima
kasih dengan Anda. Can you imagine,
Guys? sebegitu luar biasanya loh. Bisa
ada ya manusia kayak begitu di dunia ini
yang begitu berpikir keras gimana
caranya mensejahterakan pemegang saham
dia, gimana caranya memberikan value
terbaik ke pemegang sahamnya, gimana
caranya memperkaya pemegang sahamnya,
gimana caranya supaya pemegang sahamnya
tetap percaya sama dia. W ini sih luar
biasa ya. Gua juga sih kalau gua sebagai
investor, gua pasti pengin banget punya
direktur yang seperti itu yang
betul-betul ya memikirkan kita. Tapi ya
kita udah memasuki era baru nih guys dan
era Warren Buffet sudah berakhir secara
fisik. Tapi ya kita berharap ya jiwanya,
tekadnya, ajarannya itu bakal tetap
hidup. Dan bukan cuma di Amerika ya,
kita berharap makin banyak lagi
direktur-direktur yang sehebat ini,
seprofesional ini di Indonesia yang
betul-betul mau menerapkan prinsip
hidup, prinsip pikiran, prinsip
menjalankan perusahaan, prinsip
berinvestasi seperti Warren Buffett. So,
hal ini gua mau memberikan hal yang
menurut gua sangat penting, Guys. Yaitu
apa? Salam perpisahan Warren Buffett.
Karena sebelum dia berpisah dengan kita
semua, apa yang dia lakukan? Dia
memberikan lima wejangan penting, lima
pesan penting Warren Buffet yang pasti
akan mengubah hidup lu. Pesan yang
pertama, pesan perpisahan pertama Warren
Buffet. Lu bayangin ya, ini orang udah
hidup usianya hampir 90-an tahun masih
mau kasih wujangan terakhir dia buat
kita semua. Ada lima. Yang pertama apa?
Jangan terlalu menyalahkan diri lu
sendiri atas kesalahan yang ada di masa
lalu. Tapi lu harus ambil pelajaran dari
sana dan lu lanjutkan hidup lu. Ini
maksudnya apa, Guys? Banyak orang itu
hidup di masa lalu. Gua banyak ketemu
orang-orang yang sebetulnya punya
potensi bagus, pintar, brilan. Tapi
karena dia terlalu menyalahkan dirinya
sendiri atas kesalahan dia di masa
lampau, apa yang terjadi? Dia gagal move
on dan hidupnya stuck bahkan enggak
berkembang. Jadi, gua boleh ambil contoh
nih. Ada salah satu karyawan gua yang
lama ya, dia salah ambil keputusan di
kantor lama gua dan dia buat sebuah
proyek dan proyeknya rugi. Ruginya
miliaran. Perusahaan kita rugi miliaran.
Dan sejak saat itu apa? Dia terpukul,
dia kapok, dia jadi minder. Dia merasa
dirinya tidak kompeten, Guys. Dan
akhirnya ketika ada peluang-peluang
baru, projek-projek baru, dia enggak
berani ambil projek itu. Dia menolak
karena dia takut mengulang kesalahan
yang sama. Akhirnya apa? Padahal orang
ini pintar banget, Guys. Pintar banget.
Pintar, jujur, integritas, kerjanya
gesit. Cuma ternyata karena dia trauma,
dia enggak bisa move on. Yang terjadi
apa? Akhirnya dia stuck bertahun-tahun
di posisi yang sama. gagal upgrade,
gagal naik level, gagal promosi karena
dia tidak bisa move on di dunia karirnya
dia. Padahal kalau dia mau benar, ya
kalau dia mau berpikir sehat, harusnya
dia ambil pelajaran dari situ. Orang
lain bikin kesalahan yang sama, lu bisa
evaluasi dari kesalahan orang lain.
Kalaupun lu melakukan kesalahan yang
sama, lu juga harus mau pelajari
kesalahan gue di mana supaya lu tidak
ulangi itu. Di bagian mana sih gue
salah, apa sih yang seharusnya gua
lakukan? Atau kalaupun lu enggak bisa
mengevaluasi diri lu sendiri, tanya sama
orang. sebaiknya gua lakukan apa ya?
Kalau lu jadi gua, apa yang lu akan
lakukan? Ya, makanya lu harus selalu
mengambil pelajaran. Lu harus selalu
bisa evaluasi sehingga nanti lu bisa
perbaikin. Oh, ternyata gua salah metode
komunikasinya. Oh, gua salah manajemen
waktu gua. Oh, gua salah karena gua
tidak verifikasi data. Oh, gua salah
karena gua tidak komunikasikan ini
dengan divisi lain. So, semua itu ada
ilmunya, Guys. Lu harus ambil ilmunya
dan lu harus move on. Berani jalani
hidup lu. Ambil proyek baru, ambil
kerjaan baru, ambil kegiatan baru. Dan
orang-orang yang berhasil move on ini,
by the way, gua salah satu contohnya
juga lu jangan kira ya, gua di kantor
lama itu enggak pernah dilempar gelas,
enggak pernah dimaki-maki. Oh, enggak.
Gua juga karyawan sama kayak lu. Gua
memulai ini semua dari jalur karyawan,
Guys. Gua bukan anak kolomat. No, gua
bahkan mulai dari suir truk. Dulu gua
nyetir truk di Bekasi Barat. Jadi gua
tahu permainan
logistik itu seperti apa,
kecurangan-kecurangannya seperti apa.
No, let's talk about the truth here. Gua
juga mantan sopir truk dan gua tahu tapi
gua mau move on. Gua ambil selalu
kesalahan-kesalahan gua, gua pelajari,
gua evaluasi dan itu gua bawa. Bukan
artinya gua lupa itu mah orang belagu
lupa daratan. Enggak. Lu harus bawa itu
sebagai bagian dari perjalanan hidup. Lu
ambil pelajarannya, bawa itu, move on.
Makanya ya sampai detik ini ya gua itu
dekat, kenal dekat banget sama semua
mantan bos gua. Gua udah kerja di lebih
dari mungkin 14 perusahaan di planet
bumi ini. Dan ya gua kenal baik sama
mereka. Mayoritas dari mereka masih
sering WhatsApp-an juga sama gua.
Kenapa? pertama ya gua juga punya
integritas juga lah. Gua kalau bisa
enggak nyusahin orang lain malah bantu
mereka supaya bisa lebih bagus lagi. Dan
kedua kalaupun gua ada melakukan
kesalahan ya gua berusaha untuk
memperbaiki dan terus improve ke at the
end of the day kalau gua bisa
memperbaiki diri gua, bisa mengevaluasi
diri gua, bisa upgrade diri gua at the
end of the day organisasi yang akan
diuntungkan, ya perusahaan tempat gua
bekerja. Makanya ya bisa dibilang
mayoritas bos gua happy lah sama gua.
Bahkan mungkin sangat happy ya sampai
detik ini aja masih telepon nawarin
kerjaan buat balik ke kantor [tertawa]
dia. Bahkan sampai ada yang maksa buat
nitip duit ya mau invest sama gua ya.
Tapi begitulah itu story-nya guys. Kalau
lu berani ya merekoleksi diri lu,
merefleksi diri lu dan ambil pelajaran
dari kesalahan-kesalahan lu, gua yakin
ya dalam beberapa tahun lu pasti justru
naik jabatan karena lu berani
berkembang. Dan gua yakin ya kalau
perusahaan tempat lu bekerja itu sehat,
dia juga enggak akan ungkit-ungkit masa
lalu lu. Kenapa? Karena kalau gua itu
terjadi di perusahaan gua dan itu juga
gua lakukan ketika gua dulu gua punya
karyawan pas gua di Bali bikin
perusahaan itu rugi 2 miliar dan dia mau
resign terus gua bilang sama dia,
"Kenapa lu resign ya Pak? Saya udah
bikin rugi perusahaan miliaran." Terus
gua bilang sama dia, "Kalau lu resan
kita tambah rugi lagi dong." Kenapa
rugi, Pak? Ya lu udah bikin perusahaan
rugi miliaran. Lu tahu biaya kuliah S2
aja itu paling cuma puluhan atau ratusan
juta. Lu sekarang udah bikin perusahaan
miliaran, lu resign. Gila aja lu. Lu
udah dapat pelajaran senilai miliaran.
Terus lu mau gua menerima surat
pengunduran diri lu. Dih, enggak
mungkin. Yang lu harus lakukan justru lu
ambil pelajarannya. Jangan lu ulangi
lagi. Akhirnya apa ya? Karyawan itu
enggak jadi gua pecat, enggak jadi
mengundurkan diri juga. Malah dia ambil
pelajaran dari situ. Benar juga ya. Gua
udah dapat uang kuliah nih senilai 2
miliar. harusnya gua bisa ambil
pelajaran dong dari situ. Dan ternyata
ya orang yang tersebut yang mengajukan
pengunduran diri karena dia punya rasa
malu terhadap perusahaan. Dia mau
mengundurkan diri sama gua. Kantor pusat
udah nyuruh gua pecat dia. Gua belain
enggak jangan. Ini orang pintar, ini
orang mau berkembang, dia lakukan itu
bukan karena dia tricky atau culas. No.
Enggak. Gua yakin dia bisa ambil
pelajaran itu. Dia bakal bermanfaat. Dia
justru bakal memberikan kontribusi yang
berlipat-lipat bagi perusahaan kalau
kita pertahankan. Jadi gua bilang sama
dia, "Lu anggap aja itu S3 lu, gua gak
bakal pecat lu." Dan apa yang terjadi
guys? Ternyata dia bawa perusahaan OMZ
ratusan kali lipat dibandingkan kerugian
itu. Lu bayangin kalau waktu itu gua
kasih dia resign kan rugi banget
perusahaan. Walaupun waktu itu ya bos
gua di pusat Jakarta ya marahin gua.
Tapi gua bilang gua tetap dengan
pendirian gua. Gua yakin dengan
penilaian gua. So, kenapa pesan Waren
Buffet ini penting buat kamu semua di
rumah ya, yang lagi perjalanan juga,
yang lagi nyetir, yang lagi naik
komputer line di Jakarta, yang lagi naik
pesawat atau ngantri di terminal,
mayoritas orang itu gagal bukan karena
kesalahannya loh, tapi mayoritas orang
yang gagal itu karena tidak mau bergerak
setelah dia salah, tidak mau berjalan,
tidak mau melangkah, tidak mau move on
setelah dia bikin kesalahan. Jadi banyak
orang gagal bukan karena kesalahan yang
dia lakukan. Enggak. Banyak orang gagal
karena tidak bisa move on. Bayangin ya.
Bukan karena kesalahan yang dia bikin,
tapi karena tidak bisa move on. Padahal
ya mungkin orang lain udah lupa dengan
kesalahan lu. Padahal mungkin perusahaan
juga udah lupa dengan kesalahan lu. Tapi
dia udah gagal move on. Dan Warren
Buffet pesan terakhir dia yang pertama
ini, dia mau kita sadar bahwa masa depan
kita itu lebih panjang daripada masa
lalu. Makanya lu jangan hidup di masa
lalu. Apapun yang lu pernah lakukan di
masa lalu lu, hello. Umur lu berasa udah
tua, lu 40 tahun.
Lu mungkin masih hidup, Guys, sampai 30
tahun lagi, sampai 40 tahun lagi. Who
knows? Masa depan lu itu jauh lebih
panjang dibandingkan masa lalu lu. Jadi,
lu harus segera sadar apa yang sudah
terjadi di masa lalu lu. Sudah berlalu.
Ambil pelajaran dari situ. Bukan artinya
lu pura-pura pikun, enggak. Lu ambil
pelajaran dari situ. Refleksi diri lu
dan pakai itu ya buat memotivasi lu
menjadi lebih baik lagi di masa depan.
Ingat, masa depan lu lebih panjang
daripada masa lalu lu. Jadi, jangan
sampai lu tinggal di masa lalu, Guys.
Hebat nih pesan perpisahan yang pertama
dari Warren Buffet. Terus yang kedua.
Ini ini penting nih pesan perpisahan
dia. Yang kedua, tidak pernah ada kata
terlambat untuk memperbaiki diri. Enggak
ada, Guys. Enggak ada yang namanya wah
ini udah too late, it's too late. Udah
terlalu telat, udah terlalu terlambat,
udah terlalu lama, udah terlalu tua.
Udah enggak mungkin buat memperbaiki
diri. Enggak. Enggak. Jangan begitu,
Guys. Banyak orang umur 30-an, umur
40-an berpikir, "Wah, ini udah telat
buat belajar skill baru. Wah, gua udah
telat buat kuliah. Wah, gua udah telat
buat bisnis baru. Wah, gua udah telat
buat investasi. Wow, gua udah telat buat
join sama bisnis teman gua."
Ujung-ujungnya apa? Orang-orang ini
tidak meningkatkan dirinya, tidak
upgrade dirinya. Padahal industri sudah
berubah cepat, enggak ada kata telat.
Hari ini lu merasa lu udah canggih gitu
pakai Microsoft Excel. Enggak, enggak,
enggak, Guys. Dan lu merasa ah telat.
Enggak, enggak juga. Bakal terus kepakai
itu ilmu lu, ilmu editing lu, ilmu
desain grafis lu, ilmu komunikasi lu,
ilmu manajemen lu, lu pasti kepakai. Lu
upgrade itu. Enggak ada kata telat kalau
lu mau memperbaiki diri lu. Apalagi ke
depan akan makin banyak teknologi baru.
Lu hari ini belajar AI Gemini, udah ada
lagi Deepsik, belum sebentar lagi deep
muncul lagi saingannya chat GPT. Jadi,
selalu industri ini berubah cepat, dunia
ini berubah cepat. Yang parah adalah
kalau lu berhenti belajar, lu berhenti
memperbaiki diri, artinya lu tertinggal
dan akibatnya lu tidak relevan. Sama
kayak ini hari-hari ini. Sekarang ini
kalau lu lihat orang tua lu enggak
ngerti pakai Gmail, sedih. Berarti udah
enggak relevan dengan perkembangan
zaman. Lu teman-teman di rumah yang
masih umur 30 tahun, 40 tahun, jangan
sampai lu tidak relevan. Lu harus ikut
perkembangan zaman. Ya, kalau
perkembangan zaman orang menggunakan AI,
mulai belajar dari sana pakai AI. Jangan
hidup pakai Excel terus belajar coba.
Oh, ada Google Sheet. Oh, ada Google
Doc. Oh, ada Kanva. Bukan lagi Adobe
Photoshop. Oh, ada chat GPT. Pakai itu
semua. Pelajari itu. Enggak ada kata
terlambat, Guys. Tidak pernah ada kata
terlambat buat memperbaiki diri. Ya, gua
ada contoh ya. Ada orang kenalan gua ya,
umurnya udah 45 tahun. Dia belajar skill
baru. Dia belajar skill digital sekitar
2 tahun yang lalu lah. Jadi umur 43
tahun dia belajar skill digital. sempat
ketemu gua ng meeting di kantor dan
akhirnya dia memutuskan buat ambil
kursus online karena enggak ada waktu
juga dia ambil kerja di perusahaan
tambang terbesar di Indonesia. Dia
bilang, "Ben, gua udah bosan nih kerja
di perusahaan tambang. Gua harus keluar
masuk site. Sekali pergi ke Kalimantan
tinggal bisa sampai 2 3 bulan di sana
tinggal sama hantu dan buaya. Enggak
enak. Gua pengin upgrade ilmu, gua
pengin pelajari hal baru, apa udah
telat?" Menurut gua tidak. sehingga dia
mempelajari ilmu baru online. Ternyata
dalam satu du tahun ya dia berhasil
pindah karir. Karena ketika gua ketemu
lagi dia udah bekerja di salah satu
perusahaan teknologi yang terkenal di
Singapura. Lu bayangin ini orang ketika
gua ketemu jangankan coding program no
ini namanya orang tambang, Guys. Dia
ngertinya pakai Microsoft Excel sama
Microsoft Word. Udah itu doang. Tapi
ternyata ketika gua ketemu lagi, dia
udah kerja di Google di Singapura. Hebat
enggak? Ya hebat. dia udah berhasil
pelajari hal baru. Dia move on, dia
pindah karir dan akibatnya apa? Gajinya
naik dua kali lipat, Guys. Hebat loh.
Umurnya 45 tahun tapi masih berani untuk
mempelajari hal baru. Gila. Nah, ini
enggak bakal terjadi, Guys, kalau dia
masih hidup dengan penuh rasa takut dan
dia selalu merasa terlambat untuk
memperbaiki diri dia. Dia bisa dapatkan
hal yang lebih baik ini karena dia
berani memulai meskipun telat. Tapi
ingat kata Warren Buffet, pesan dia yang
kedua sebelum berpisah dengan kita
semua, tidak pernah ada kata terlambat
untuk memperbaiki diri. So, kalau hari
ini lu masih ada peluang buat kursus,
buat ambil S1, S2, S3, lu ada peluang,
lu ada kesempatan, coba beasiswa,
lakukan itu karena biayanya gratis.
Apalagi sekarang banyak beasiswa, ada
LPDP lah, ada beasiswa inilah, beasiswa
itulah. Enggak ada lagi lu
alasan-alasan. Gua enggak ada kuliah,
gua enggak ada gelar, gua enggak ada
ini. Aduh, lu cuma cari alasan. Enggak.
Kalau lu memang pengin memperbaiki
hidup, lu maksimalkan kesempatan yang
ada, Guys. Dan kenapa pesan ini penting?
Terutama buat teman-teman yang usianya
udah 30 40 tahun. Kenapa enggak ada kata
terlambat? Karena lu kalau lihat Warren
Buffet sebagai salah satu orang terkaya
di dunia, lu tahu dia itu mulai sukses
aja setelah umurnya di atas 50 tahun.
Meskipun memang dia udah belajar
investasi dari umur belasan tahun,
trading sih umur belasan tahun, tapi
kalau dibilang dia benar-benar jadi
orang sukses, ternyata itu di hari
tuanya. Jadi enggak ada kata terlambat,
Guys. Enggak ada sama sekali enggak ada.
Ada orang bilang sudah telat buat
investasi. Enggak, enggak ada, Guys.
Enggak ada. Even Warren Buffet aja baru
sukses di umur 50 tahun loh. Dan satu
yang pasti dunia ini bergerak cepat,
Guys. Perkembangan zaman itu begitu
masif. 20 tahun yang lalu, siapa yang
sangka kita bisa video call sama orang
tua kita? Hari ini hal yang biasa.
Mungkin lu enggak tahu ya, Gen yang baru
lahir. Tapi zaman dulu jangankan video
call sama orang tua kita, 20 tahun yang
lalu lu kirim SMS aja udah hebat, Guys.
Jangankan video call. Jadi, kalau
hari-hari ini lu lihat dunia itu
bergerak terlalu cepat dan lu merasa
tertinggal, jangan ketinggalan. Lu harus
mau belajar, lu harus mau move on. Lu
harus mau berpikir untuk terus
memperbaiki diri lu. Tidak peduli
berapapun usia lu, tidak peduli apa yang
terjadi di masa lampau, perbaiki diri
lu. Tidak ada kata terlambat. Karena di
dunia yang cepat ini hanya yang mau
berubahlah yang akan bertahan. Sebentar
guys, bentar guys sebelum kita lanjut
videonya. Halo goodis guys. Teman-teman
investor Benix Investor Summit 2025 akan
segera diselenggarakan di bulan Desember
2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu, dan interaksi langsung ya,
karena kita bakal membahas tiga sektor
penting. Yang pertama terkait energi,
yang kedua terkait bisnis logistik, dan
yang ketiga ada sektor spesial nih
dengan pembicara yang spesial juga
karena ya cuannya gede banget nih, Guys.
Nah, buat lu yang penasaran dan pengin
segera ikutan di event acara offline
spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali
yang namanya Benix Investor Summit 2025.
Yuk, segera daftar sekarang juga nih
sebelum terlambat. Dan ingat, kursinya
juga terbatas karena cuman ada 50 kursi,
Guys. Total kursi yang kita sediakan.
Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi
banyak sekali membuka wawasan baru,
terutama banyak bocoran-bocoran mengenai
ee kebijakan maupun emiten yang akan
terbang selanjutnya. Jadi puas sekali
sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di
YouTube sendiri kan lebih apa ya ee
pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah
ini.
Mengikuti BIC [musik] investor Samet ini
setelah dua kali saya mendapatkan
manfaat bahwa kalau kita bisa memahami
fundamental atas perusahaan dan forecast
untuk perusahaan ke depannya kita pasti
dapat akan mendapatkan hasil yang jauh
lebih baik. Dan itu yang saya rasakan
selama setahun ini. Dan saya harapin
kalau e untuk Benik Investor Summit 2025
diadakan, saya pasti akan ikut lagi.
Salam cuan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025 segera datang
lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara
eksklusif yang kita selenggarakan
private dan sangat intim. Kita bisa
berinteraksi full nih selama 24 jam
karena acaranya diselenggarakan selama 2
hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu
dari jam 09.00 pagi sampai malam. So,
tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada
di bawah ini. Sampai ketemu di Solo,
Guys. Bye bye. Nah, yang ketiga, Warum
Buffet itu bilang bahwa lu harus
menemukan role model pahlawan yang
tepat. Lu harus tiru. Mereka wajib punya
role model. Kenapa ya? Warren Buffet
punya role model namanya Benjamin
Graham. Jadi, dia mengajarkan kita hal
yang sama juga. Lu juga harus punya role
model. Gua selalu bilang begitu. 12
tahun yang lalu gua pernah ketemu sama
orang yang pengin menjadi pelaut paling
sukses di dunia ini. Terus gua bilang
yang sama juga sih. Lu harus cari role
model sih. Salah kalau ngobrol sama gua.
Gua enggak tahu dunia laut, gua enggak
tahu dunia ABK. Gua enggak tahu chief
engineer itu kerjanya apa, kapten itu
kerjanya apa. Gua enggak tahu gimana
cara navigasi bintang-bintang yang ada
di langit kalau seandainya instrumen
kapal lu rusak. Gua enggak tahu gimana
caranya lu melewati gunung-gunung es
ketika lu berlayar di perairannya Rusia.
Enggak tahu gua. Itu ilmu yang gua gak
bisa ketahu. Lu harus cari mentor yang
tepat. Ya, orang ini ketika memulai
karirnya lulusannya cuma STM pelayaran
lah. Gaji awal dia cuman sekitar R
jutaan waktu itu. Tapi dia mau dan dia
cari mentor yang tepat dan dia upgrade
terus dirinya ya. Akhirnya dia jadi
kapten yang paling terkenal. Kalau gua
sebut namanya pun lu pasti tahulah
terkenal di mana-mana. Sering masuk
koran juga. Gajinya ya ratusan juta
setiap bulan. Dan itu dia udah berhasil
peroleh ketika bahkan umurnya belum
nyampai 35 tahun deh. Hebat ini orang
mau move on. Lu bayangin orang STM
pelayaran sekarang title-nya udah S2
atau udah S3 bahkan. Nah, lu jangan
makanya dan ini penting guys jangan
sampai ya khususnya buat teman-teman
yang masih muda, jangan sampai lu salah
pilih role model. Lu pilih role model
orang-orang yang viral padahal enggak
punya nilai hidup yang tepat.
orang-orang yang gayanya konsumtif,
boros, gaya hidup flexing, atau bahkan
ngajarin lu cara-cara kaya, cepat jadi
kaya tapi enggak realistis. Lu hati-hati
loh dengan rela, yang lu percayai di
dunia online atau di dunia pergaulan lu.
Ujung-ujungnya apa? Nanti lu frustrasi,
kehilangan arah. Bahkan kemarin gua
habis teleponan sama orang kena tipu
kripto, dia percayakan duitnya pakai
salah satu exchange. Ternyata duitnya
dibawa kabur orang tersebut, Pak. Saya
enggak nyangka duit saya dibawa kabur.
Padahal orang itu sangat sering muncul
di Instagram. Kelihatannya sangat baik,
kelihatannya sangat dermawan. Ternyata
banyak duit orang hilang dibawa kabur
dan dia tidak tanggung jawab. Ngeri
enggak? Hati-hati loh lu. Hati-hati loh.
Padahal seharusnya lu pilih role model
yang benar lah ya. model-model kayak
Warren Buffett, Charlie Manger, ya
mungkin Jackma atau tokoh-tokoh lokal
lain lah yang lu tahulah yang etis
karena penting punya etika, penting
punya integritas, Guys. Dan lu harus
pelajari bukan gaya hidupnya hobi narko,
hobi miras pakai mobil mewah. No no no.
Lu pelajari pola pikirnya, cara kerja
dia, bagaimana dia konsisten bekerja,
komitmen dengan pekerjaannya, investasi
untuk jangka panjang, bukan investasi
jangka pendek, hitungan detik. Bahkan
itu trading seperti orang-orang yang
hobinya trading goblok kagak ada otak.
Percaya candlestick, percaya lilin.
Kerjanya jaga lilin. Emang lu babi
ngepet, bodoh. Padahal bukan itu. Lu
harus juga tahu yang lu lakukan dan lu
juga harus tahu yang namanya investor.
Karena dia selalu berpikir jangka
panjang, hidupnya enggak mungkin hidup
mewah, tapi hidup sederhana.
Selesai. Dan yang lu harus tiru yaitu
kebiasaan-kebiasaan yang baik yang
terbukti menghasilkan value nilai yang
positif dalam jangka panjang. karena
umur lu masih panjang. Pikirkan soal
integritas lu mulai dari hari ini.
Jangan lu aneh-aneh. Jangan lu konyol
apalagi jahat. Jangan. Dan teman-teman
tahulah justru paling gampang namanya
ATM ya. Amati, tiru, modifikasi. Makanya
dibanding lu belajar semuanya dari nol,
jauh lebih baik buat lu pilih mentor,
pilih orang yang lu respect, orang yang
lu pengin belajar dari dia. Kalau perlu
enggak pakai di gaji. Dulu gua lakukan
itu. Dulu gua pengin banget belajar
tentang bagaimana cara melayani,
bagaimana caranya membela kepentingan
anak-anak yang dizalimi. Makanya gua
sampai ikut Kak Seto di Komnas Anak. Gua
pengin belajar sama Aris Bonar Merdeka
si Raid karena dia punya hati untuk
melindungi anak-anak di Indonesia. Gua
pengin belajar sama dia. Gua sampai
melamar kerja di situ. Enggak digaji
waktu itu. Tapi ya itu gua lakukan
karena menurut gua dia role model di
bidang itu ya. Sayangnya dia udah
almarhum ya. Begitu brutalnya hidup dia.
Ditembak, diteror, ditusuk sampai
mobilnya ditusuk-tusuk pisau. Itu udah
hal yang biasa. Kalau main ke coalu gua
lihat, "Bang, mobil lu kempes tuh bannya
yang sebelah kanan belakang ada pisau
dua di situ." Itu hal yang biasa karena
dia diteror sepanjang hidupnya. Luar
biasa, Guys. Tapi ya udah itulah orang
di dunia NGO, terutama yang membela
kaum-kaum kecil, ya. Dan apapun yang lu
lakukan, mungkin lu seorang koki,
jurumasak, teknisi, engineer, akuntan,
investor, atau pengusaha di bidang
mabel, furniture atau alat kecantikan,
sama aja semuanya. sebaiknya lu meniru
orang yang sudah ya benar-benar terbukti
tepatlah di industri itu, di sektor itu.
Karena kalau lu bisa meniru mereka, lu
bisa pelajari mereka, yaitu metode
tercepat. Itu cara yang paling bijak dan
paling mudah payari membuat
kesalahan-kesalahan yang besar di
kemudian hari. Enak nih, Guys. Ini
barnya lu sekolah tapi enggak keluar
biaya karena uang sekolahnya yang
bayarin orang lain. Oh, ternyata kalau
lu ekspor coklat ke Jepang enggak bisa
sembarangan. bareng lu kalau enggak
lolos karantina, kalau enggak punya
sertifikat AB C D bisa dibuang ke laut.
Fakta gitu loh. Untungnya lu belajarnya
dari orang lain yang sudah mengalami itu
dibandingkan el. Makanya sangat penting
mau belajar dari orang lain. Sangat
penting mempelajari kesalahan orang
lain. Sangat penting lu punya mentor,
Guys. Nah, yang keempat, dari sekarang
lu udah harus menentukan nih lu pengin
jadi seperti apa, lu pengin dikenang
sebagai apa, siapa. Lu harus menentukan
seperti apa kamu ingin dikenang. Kenapa?
Karena banyak ya orang yang gua temuin,
anak muda maupun orang tua, banyak orang
itu bekerja tanpa arah karena dia tidak
tahu tujuan hidupnya dia dilahirkan di
dunia ini mau jadi apa, untuk melakukan
apa, bikin karya apa. Enggak ada yang
tahu. Dia tidak tahu mau jadi apa.
Akibatnya hidupnya cuma mengikuti arus
sedih. Lu hidup cuma sekali di bumi ini,
tapi lu jadi kayak seonggok bakwan yang
mengalir di selokan mengikuti arus God.
Karena lu tidak tahu apa yang lu harus
lakukan. Lu tidak tahu apa tujuan hidup
lu. Lu tidak tahu lu pengin dikenang
sebagai apa. Akhirnya hidup lu yang
singkat itu tidak membuat dampak yang
berarti. Artinya ada enggak ada lu dunia
ini sama aja dalam skopi yang lebih
kecil. Kecamatan lu sama-sama aja,
kelurahan lu sama-sama aja, negara ini
sama-sama aja, rumah tangga lu sama-sama
aja, hidup lu sama-sama aja. Artinya lu
hidup selama ini cuma buat buang-buang
oksigen yang ada di planet bumi. Lu
harus pikirkan itu. Jangan-jangan lebih
baik oksigennya lu kasih orang lain. Ya,
airnya lu kasih orang lain dibanding lu
yang konsumsi. Enggak ada gunanya, Guys.
Jadi cuma debu, enggak ada kontribusinya
bagi lingkungan lu, masyarakat lu,
negara lu, keluarga lu, alam. Lu
hati-hati. Kenapa? Karena seharusnya lu
itu sudah mulai berpikir lu mau dikenang
sebagai siapa? sebagai orang yang jujur,
sebagai orang yang bermanfaat, sebagai
orang yang berhasil membesarkan
keluarganya dengan baik. Dan ini penting
kalau lu punya mindset seperti itu,
jangka panjang seperti itu. Kenapa ini
penting? Karena di sini artinya lu mau
mulai belajar mengatur kehidupan lu
berdasarkan nilai-nilai yang lu tuju
tersebut. Apakah lu mau dikenal sebagai
orang yang berguna, orang yang pintar,
orang yang jujur, orang yang dermawan,
orang yang bekerja dengan integritas,
itu penting dan itu akan membantu lu
mengarahkan lu menjadi lebih baik lagi.
Gimana cara lu berelasi? Gimana cara lu
membuat karya yang lebih berdampak?
Karena segala apapun yang lu lakukan
menjadi ada goalnya, yaitu apa? Lu
pengin dikenang sebagai apa? Ayah yang
baik, pengusaha yang bijak, atau
pemimpin yang berani? Lu harus tentukan
lu mau dikenang sebagai apa dan lu
ujung-ujungnya mentalitas lu, alam bau
sadar lu akan mengarahkan lu ke arah itu
supaya lu menjadi tujuan yang lu
inginkan lu dikenang sebagai apa. Nah,
kenapa pesan ini penting, Guys? Ketika
lu udah tahu bagaimana lu pengin
dikenang, lu otomatis jadi tahu apa yang
lu harus lakukan dan apa yang lu harus
tidak lakukan alias hal-hal yang wajib
lu hindarin. Hidup lu jadi punya arah
dan bukan sekedar berjalan tanpa tujuan,
Guys. Jadi, mulai dari sekarang lu
pikirkanlah lu pengin meninggalkan
legasy seperti apa. Lu pengin dikenang
sebagai apa? Oleh anak lu, oleh istri
lu, mungkin oleh rekan kerja lu, mungkin
untuk lingkungan lu, keluarga lu. Coba
mulai pikirin dari sekarang. legasy apa,
kenangan apa yang pengin lu tinggalkan,
jejak apa yang pengin lu tinggalkan.
Nah, yang kelima guys, nasehat terakhir
nih dari Warren Buffett sebelum berpisah
dengan kita semua. Dia bilang di
ujung-ujung hidupnya ternyata kehebatan
itu bukan soal uang atau kekuasaan.
Menurut Buffet yang bikin hidup
benar-benar bernilai adalah kebaikan,
Guys. Ternyata ini kata-kata terakhir
dia loh buat kita. Ternyata yang penting
itu bukan uang atau kekuasaan, tetapi
menurut Warren Buffet yang bikin hidup
ini benar-benar bernilai adalah
kebaikan. Ya, ini gua punya banyak
contoh sih. Ada orang kaya raya, banyak
aset. Asetnya di mana-mana. Kalau lu ke
Sudirman, minimal ada tujuh gedung dia
di pinggir jalan itu. Tapi orangnya
sombong, enggak peduli sama orang lain.
Berlagu. Bahkan bisa dibilang akhir
hidupnya apa? Sepi, Guys. Tidak
dihormati. Bahkan enggak ada yang
benar-benar peduli. Dia sakit dirawat di
Malaysia, meninggal di sana. Terus
banyak orang yang ngelayat. Ya lu udah
tahulah yang melayat adalah para
penjilat semua.
Anak-anak dia yang saling berebut harta,
manajer-manajer perusahaan yang dia
punya. Tapi apakah ada yang benar-benar
peduli sama dia? Enggak, Guys. Lu mau
tahu buktinya? Karena ternyata triliuner
ini, by the way, dia dikubur di San
Diego Hills. Hari ini kalau lu datang ke
kuburannya, enggak ada juga yang nengok,
Guys. Enggak ada juga yang peduli,
karyawannya, anaknya, keluarganya. Udah
enggak ada asyik sendiri. Jadi kalau lu
lihat ke Santiago Hills, ada kuburan
gede banget, mewah banget. Tapi
betul-betul tidak terawat, tidak ada
bunga yang pernah ke sana. Ya, lu udah
tahulah itu kuburannya siapa.
Ujung-ujungnya apa? Hidupnya sepi. Dan
itu memang akhir hidupnya itu
sangat-sangat sepi, Guys. Bahkan ya gua
terakhir ketemu ketika dia masih hidup,
ya orangnya malah cenderung halu,
percaya halusinasi lah. Gua baru masuk
langsung dikasih kalung bunga lah, harus
cipratin air inilah atau jadi percaya
tahu jadi aneh lah orang-orangnya. Aneh
lah, aneh banget lah. Keluarganya
sendiri enggak mau kenal sama dia.
Karena makin tua makin absurd, makin
enggak jelas. Namanya juga ini orang
udah terlalu kaya, triliuner tapi
sombong, belagu, enggak peduli sama
orang. Ujung-ujungnya di hari tuanya ya
sepi sendiri sih. Dan ya anak-anak
kandungnya juga ya enggak ada yang
benar-benar peduli sama dia. Karena di
akhir hidupnya dia cuman tinggal sama
pembantunya doang dan anjing dia satu.
Lu mungkin tahulah siapa yang gua
maksud. Kalau lu orang perbankan, pasti
tahulah siapa yang gua maksud. Tapi di
sisi lain, gua juga pernah ketemu orang
yang benar lah, orang yang sederhana.
Tapi dia suka membantu. Dia sering
menolong temannya nih ketika lagi susah.
Dia hobinya berbagi ilmu dan suka
mengangkat orang lain. Mengangkat orang
lain ya ngangkat derajatnya, ngangkat
secara pujian, angkat secara koneksi,
pokoknya memberikan dampak positif lah
buat orang lain. Dan hidupnya ya
dihormatin, dicintai, dan dikenang ya
dalam kebaikan. Nah, orang ini enggak
kaya-kaya amat. Cuma ternyata hidupnya
berdampak bagi orang lain. Sangat
berdampak bagi orang lain. Dan menurut
orang buffet, ya inilah sebetulnya yang
harusnya kita jadi tujuan hidup kita.
Bukan jadi penipu, pengusaha, tapi nipu
orang, menghalalkan segala cara. Enggak
begitu deh. Menurut Waron Buffet, Edian
Ud kehebatan itu bukan soal uang ataupun
kekuasaan, tetapi soal kebaikan lu,
Guys. Bukan arti lu manjain orang juga
itu juga enggak benar tuh. Itu ngajarin
yang enggak benar. Banyak keluarga
hancur juga karena bapaknya terlalu
royal, mertuanya terlalu baik. Enggak
boleh. Enggak boleh. Banyak keluarga
hancur kayak begitu. Gua sering lihat
ada keluarga yang hancur karena dia
punya kakek nih. Bayangin kakeknya hobi
banget ngirim uang ke orang tuanya.
Akibatnya anaknya jadi manja, anaknya
enggak bisa kerja, sekarang jadi parasit
di mana-mana. Wah parah. Jangan. Uang
itu bisa jadi kebaikan kalau lu tahu
cara spendnya, tapi bisa juga jadi hal
yang buruk. Jadi kutukan kalau lu tidak
tahu cara mengeluarkannya. Hati-hati
juga dengan duit lu. Dan pesan ini
kenapa penting banget, Guys? Waron
Buffet itu mau bilang bahwa lu itu harus
mengukur hidup lu bukan dari jumlah uang
yang lu milikin, tapi dari berapa banyak
orang yang berhasil lu bikin hidupnya
menjadi lebih baik. Itu makanya ya
ketika kita berhasil mencapai 1 juta
subscriber di YouTube, apa yang kita
luncurkan di kantor, kita luncurkan
program beasiswa. Bagi karyawan-karyawan
kita yang belum S1 atau yang belum S2,
silakan lu bisa ambil beasiswa, enggak
usah pusing soal bayaran ke kantor yang
bayarin. Ya, itu yang gua lakukan dan
itu yang gua harapkan bahwa ya at the
end of the day kalau lu jadi lebih baik
juga pasti perusahaan juga tambah lebih
baik lah. Kalau lu bisa naikin value,
naikin knowledge lu, skill lu gua yakin
ED and udah perusahaan juga diuntungkan.
So, ya kenapa enggak gua pengin banget
bisa naikin skill lu, naikin value lu.
Dan ingat sekali ya, lu jangan pernah
mengukur hidup lu dari berapa banyak
uang yang lu hasilkan.
No. Tapi dari berapa banyak orang yang
lu berhasil buat hidupnya menjadi lebih
baik. Ingat itu, Guys. So, pada akhirnya
nasehat terakhir Warren Buffet, dia mau
mengatakan bahwa reputasi dan kebaikan
adalah investasi yang paling tahan lama.
Ingat ya, investasi yang paling tahan
lama bukan emas, bukan perak. Bisa
hilang tuh diambil maling di lemari
bezilu. Tapi investasi yang paling tahan
lama adalah reputasi dan kebaikan. Dan
lima pesan Warren Buffet ini bukan
sekedar teori ya, Guys. Banyak yang udah
gua buktikan. Ini adalah kompas hidup
yang kalau kamu bisa ikutin, gua yakin
hidupmu pasti lebih tenang, pasti lebih
fokus, dan pasti lebih bermakna. Ingat,
hidup ini singkat, Guys. Make sure lu
hidup lu itu bermakna. Please, Guys.
Please. Lu harus punya purpose driven
life. Hidup di bumi ini pasti ada
tujuannya. Kenapa lu diciptakan pasti
ada tujuannya. Buat itu jadi bermakna,
Guys. Jangan lu juga terlalu sibuk
ngejar angka-angka sampai lu lupa
mengejar buat jadi manusia yang lebih
baik lagi. Dan Buffet juga pengin
ngingetin kita juga nih sebenarnya ya.
Kita tidak bisa memilih berapa lama
hidup kita. Charlie Manger umurnya
hampir 100 tahun, Guys. Tapi dia pun gak
tahu dia bakal hidup selama itu. Memang
kita tidak bisa memilih hidup kita bakal
hidup sepanjang apa, tapi lu bisa
memilih dan memutuskan bagaimana cara
menjalani hidup lu. So, make sure lu
lakukan yang terbaik, memberikan makna
yang terbaik buat hidup lu sendiri. So,
terima kasih guys sudah nonton video
kita dan sekali lagi terima kasih juga
sama Warren Buffet yang sebelum pensiun
masih sempat-sempatnya ngasih kita lima
nasihat yang sangat bermakna. Kalau
menurut teman-teman sekalian di sini,
menurut kalian ya, dari lima nasehat
terakhir Warren Buffet yang diberikan
secara terbuka gratis apa adanya sama
kita semua. Menurut lu mana sih yang
paling penting dan mana sih yang paling
sulit buat dijalanin buat lu sendiri?
So, guys, jangan lupa like, share, and
subscribe channel Benix. Semoga video
kita bermanfaat. Salam sehat, salam
cuan. Bye bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:07:06 UTC
Categories
Manage