AMRAN KETETERAN! 2,6 Juta Ton Kedelai Impor Bikin RI Rugi 20 Triliun  Sampai Kapan?
8n7IAdg4v_Q • 2025-12-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[musik]
memalukan. Lu tahu enggak rakan
Indonesia hobinya makan tahu dan makan
tempe? Eh, tapi ternyata tahu tempe kita
tiap tahun impor. Impor ya lebih dari 2
juta ton loh setiap tahunnya. Dan ini
bahkan sampai dimention oleh anggota DPR
RI. E, lu penasaran enggak sih
sebenarnya kita mau bahas apa kali ini?
Apakah ada hubungan dengan kacang
kedelai atau dengan bisnis kalian atau
ada hubungannya juga dengan emiten
kesayangan kalian. Makanya lu jangan
skip video ini karena ini video yang
sangat seru sekali khususnya buat
teman-teman yang bergerak di bidang
pertanian. So, kalau lu penasaran kita
mau bahas apa, jangan dikip video ini.
Let's check this out.
Import kita 2,6 juta ton, Pak. Banyak
sekali tuh. Kalau dirupiahin berapa tuh?
Dulu Bapak punya program Pajale ya. Coba
dihidupkan lagi gimana itu supaya ke
depan jangan impor 2,6 juta itu malu Pak
kita makan tempe masuk setiap tahun
impor segitu malu Pak. Malu Pak malu
Pak.
Jadi ini sebetulnya udah berulang kali
gua bilang Indonesia ini aneh ya.
Berulang kali lu bilang kita harus cinta
Indonesia. Bangga dengan produk-produk
khas Indonesia. Tapi kalau mau jujuyuan
kita ngobrol aja deh makanan khas
tradisional yang lu tahu apa? Misalkan
Jogja bilang, "Oh, ada bakpia makanan
khas Jogja." Bakpia bahan bakunya apa?
terigu, Guys. Itu kita impor. Terus lu
bilang lagi di Aceh roti cane itu bahan
bakunya terigu, Guys. Jadi makanan
khasnya dari mana? Ini makanan khas
Amerika. Iya kali. Terus ada martabak
telur, martabak manis. Itu semua
bahannya tepung terigu ya. Kita impor
juga. Terus orang Bandung bilang odading
khas Bandung. Apanya yang khas? Odading
bahan bakunya dari Amerika Serikat juga,
Guys. Tepung terigu. Terus ada lagi bolu
kukus, roti gambang, tuh khas Betawi.
Khas dari mana, Guys? Panasnya tepung
terigu. Tepung terigu dari mana? Dari
Amerika Serikat. Terus orang Medan
bilang kita punya oleh-oleh khas. Bik
Ambon. Bik Ambon bahan bakunya apa,
Guys? Tepung terigu. Jadi enggak ada tuh
yang lu bilang sebetulnya makanan khas
Indonesia kalau lu basisnya masih tepung
terigu, lu itu sebetulnya cuma makan
barang impor. Lu tidak makan makanan
khas Papua, makanan khas Jawa Tengah.
Enggak. Oh, gua kalau gua sih orang
Sumedang. Kita punya makanan khas tahu
Sumedang atau di Semarang tahu Pong.
Atau di Kediri tahu takwa atau kalau
orang Medan makan tahu sutra. Kagak ada,
Guys. Enggak ada
tradisional-tradisional. Itu semua bahan
bakunya kacang kedelai. Dan kita impor
kacang kedelai. Lu mau bilang lu dari
Bandung sukanya makan oncom, makan
taucho di Cianjur, lu makan tempe
gembus, lu makan pakai kecap manis,
makan ketoprak, lu minum susu kedelai,
lu makan tahu tek di Surabaya, itu semua
adalah bahan impor. Karena Indonesia
importir kacang kedelai. Dan ini udah
gua bilang selama bertahun-tahun,
sebetulnya yang makanan asli Indonesia
yang mana, Guys? Kemungkinan semua
makanan yang gua sebut itu lu pasti
enggak tahu bahwa ternyata makanan
sehari-hari lu adalah barang impor. Dan
ini sebetulnya bukan salah lu juga
karena lu udah dicuci otak sejak tahun
98. Aduh, kok bisa, Guys? Makanya lu
jangan skip video ini. Kita bakal bahas
nanti di bagian akhir video. Tapi satu
hal yang gua mau address di sini bahwa
betul yang dibilang sama si anggota DPR
ini bahwa Indonesia itu adalah net
importir kacang kedelai. Karena kalau
kamu lihat tahun 2024 data menunjukkan
kita memang impor 2,6 juta ton kacang
kedelai. itu valuasi rupiahnya setara 23
triliun, Guys. So, this is a lot of
money. Dan kenapa gua bilang kita net
importer? Karena produksi kita cuman
320.000
ton. Artinya hampir 90% kacang kedela
yang lu konsumsi dalam bentuk tahu pong,
oncom, tahu semedang, dan lain
sebagainya itu semua adalah barang
ngimpor. Kenapa? Karena mayoritas bahan
bakunya yang kacang kedela itu ya kita
impor. Dan memang gua setuju penting
buat kita ya namanya kita mau sowas
sembada pangan ya dan karena udah
terlanjur orang Indonesia kena tipu,
kita wajib makan kacang kedelai impor.
Ya mau enggak mau selain padi, beras ya
kita juga harus genjot produksi kacang
kedelai sama gandum buat mengganti
tepung terigut. Tapi jadi pertanyaan ya
kenapa kemudian sampai anggota DPR
bertanya itu seolah-olah kita enggak mau
nanam kacang kedelai. Sebenarnya enggak
karena gua yakin juga Menteri Pertanian
punya program untuk nanam kacang
kedelai. Tapi kenapa sampai harus
dicicar sama anggota DPR? Ya harus by
data. Kenapa? Hidup ini ada prioritas,
Guys. Mayoritas orang Indonesia tetap
makanan pokoknya adalah nasi. Makanya
kalau lu dengar yang namanya sowas
semada pangan kemarin-kemarin memang
fokusnya buat beras. Melindungi stok
beras kita. Artinya cetak sawah biar
bisa produksi padi sebanyak-banyaknya.
Nah, harusnya kacang ngedele dong.
Enggak juga. Karena kalau data
menunjukkan impor kacang ngedele kita
memang banyak 2,6 jutaan ton. Tetapi
impor gandum kita tepung terigu itu
lebih banyak lagi itu sekitar 12 juta
ton. Jadi memang ini soal skala
prioritas sih, Guys. Bukan artinya
enggak penting sih kacang kedelai.
Enggak penting juga, tapi ini skala
prioritas ya. Mayoritas kemarin kita
impor beras ya itulah yang kita tackel
duluan. Habis itu next impor kita yang
gila-gilaan ya berhubungan dengan
terigu, berhubungan dengan gandum.
Itulah yang kita harus prioritaskan.
Jadi memang gua setuju juga bahwa ya lu
enggak bisa kerjain semuanya terus nanti
gagal semuanya kan bahaya. Lu memang
harus bikin skala prioritas, selesaikan
satu-satu. Memang gua setuju dengan
Menteri Pertanian kita. Dibanding kita
coba nyerang di mana-mana, hadir di
mana-mana, ujung-ujungnya malah gagal
semua. Lebih baik fokus di satu
komoditas utama tertentu bikin prioritas
itu yang kita tackel. So anyway, kita
hari ini mau bikin video bukan tentang
gandum, bukan tentang tepung terigu,
bukan tentang martabak favorit lu atau
odading favorit lu. Enggak. Kita juga
bukan mau bikin video tentang biko, no.
Tapi kita mau bikin video kenapa sih
kita itu sampai impor kedelai. Soalnya
kalau lu lihat data ya, flashback kita
ke 30 tahun lalu ketika Soeharto masih
berkuasa, sebetulnya Indonesia itu
produksinya gila-gilaan loh. Kita itu
memproduksi sampai sekitar 2 juta ton
kacang kedelai loh setiap tahunnya. Hari
ini kita cuman produksi 300.000 ton.
Jahu berkurang. Kok bisa? Itu yang lu
harus jadi pertanyaan. Kenapa Indonesia
dulu bisa nanam kacang kedelai tetapi
sekarang malah impor gila-gilaan?
Seolah-olah kita ini enggak ngerti
caranya. Ternyata ini ada hubungannya
dengan agenda neoliberal, Guys. Ya,
politik lagi ternyata. Ternyata ini ada
hubungannya dengan oligarki dunia yang
pengin Indonesia ini menjadi negara
miskin. Indonesia menjadi negara
importir, Indonesia jadi budak mereka.
Kenapa? Karena ketika Indonesia collaps
di tahun 1998 terjadi krisis moneter.
Indonesia dijebak sama IMF. Indonesia
disuruh buka pasar. Indonesia disuruh
impor gila-gilaan dari luar negeri. Maka
sejak tahun 1998 data menunjukkan
produksi kacang kedelai kita terus
menurun. Pada saat yang sama impor
kacang kedelai kita melonjak drastis.
Indonesia resmi sejak tahun 1998 dijajah
oleh IMF, Guys. Ini sadis dan ini data
yang berbicara. Kita menjadi importir
kacang kedelai dalam skala besar
semenjak tahun 1998. Ngeri sih. Ini
memang udah permainannya tingkat global,
Guys. Ini udah mafia yang bicara. Ini
mafia internasional. So, lu jangan heran
ya kalau Amran itu semangat memang dia
mau sawas pangan dan dia juga gak diam
aja sih sebetulnya buat teman-teman yang
hobinya jadi pengrajin tahu atau
pengrajin tempe ya saat ini memang lagi
ada rencana ini negara buat menyulap ya
1 juta hektar lahan menjadi lahan
kedelai memang itu agenda besarnya oh
sih hopefully dilakukan secara bertahap
lah jangan langsung gila-gilaan tapi
kalau kita bikin perhitungan lah let's
say berhasil ya negara itu nanam 1 juta
hektar lahan kedelai dan produktivitas
lahan kedelai itu minim aja 1,6 ton per
hektar, maka 1,6 ton per hektar
juta hektar itu setara 1,6 juta ton.
Nah, kalau kita sudah berhasil buka
lahan 1 juta hektar ke delay bisa
berhasil produksi 1,6 juta ton. By the
way, ini masih kalah sama eranya
Soeharto. Soharto itu sekitar 1,9 juta
ton. But anyway, kalau kita berhasil
buka sampai 1 juta hektar aja, itu
artinya kita sudah bisa menutup 57%
kebutuhan kacang kedelai kita dari
produksi dalam negeri. So, that's a very
good news, Guys. Tapi pertanyaannya,
mampu enggak sih Indonesia itu
swasembada kedelai? Kenapa? Karena
jujur-jujuran aja kita udah
bertahun-tahun ditekan dengan barang
impor dari Amerika Serikat dan itu
harganya sangat-sangat murah. Wajar aja
karena mereka nanam pakai mesin. Luas
lahannya berhektar-hektar. Petani kacang
kedelai di Indonesia lahannya
kecil-kecil paling 1000 m, paling 3.000
m. Akibatnya apa tidak menguntungkan
buat menanam kedelai di Indonesia? Dan
lu bisa lihat data di layar kaca. Lu
kalau nanam kedelai produktivitas 1 ton
per hektar, harga jual sekitar Rp5.000
per kilo, berarti Rp5 juta* 1 ton
penghasilan lu adalah Rp5 juta ya. Dan
biaya produksi sekitar Rp3 juta, artinya
profit lu itu cuman Rp2 juta, Guys, per
hektar. Gila sih, sedih banget. Kenapa?
Karena kalau ikut-ikutungan ekonomi ya
harus ekonomis. Lahan yang sama 1 hektar
yang sama kalau lu pakai buat nanam
jagung aja ya di Probolinggo, lu tuh
bisa dapat sampai 6 ton jagung setiap
hektarnya. Nah 6 ton jagung lu kali
harga jagung katakan 5.000 perak per
kilo berarti lu dapat R30 juta, Guys. Om
Z lu biaya nanam lu ya katakan R juta
lah. Artinya net profit lu sekitar 24
juta per hektar. Ya, pakai logika
berpikir itu artinya lebih cuan nanam
jagung. Iya dong, namanya teori ekonomi,
orang harus menghasilkan profit
sebesar-besarnya dengan biaya
sekecil-kecilnya. Atau janganlah ke
jagung, kita pindah aja ke beras. Kalau
lu nanam padi, lu bisa menghasilkan 5,2
ton per hektar. Katakan harga gaba
Rp4.000 per kilo. Walaupun realitasnya
sekarang gua lihat banyak yang Rp6.000
per kilo. Ya, katakan harga gabah R.000
per kilo itu tetap lebih untung
dibanding kedelai. Kenapa? Karena kalau
produksi gabaluya sekitar 6 ton aja per
hektar. Rp4.000 aja itu aja udah 24 juta
per hektar ya. Kalau cost lu sekitar R
jutaan berarti lu udah cuan sekitar 13
juta per hektar. Jadi dari perbandingan
yang sama, satu petak lahan yang sama,
lu kan harus berpikir mana yang lebih
efisien. Kedelai atau jagung, kedelai
atau padi. Ya, dengan rasio berpikir
seperti itu, makanya akibatnya jangan
kaget kalau lahan kedelai di Indonesia
semakin berkurang. Pertama ya karena
produktivitasnya sangat kecil. Yang
kedua karena harganya juga enggak
menarik dan wajar aja harganya enggak
menarik. Kenapa? Karena mafia impor
kedelai banyak banget di Indonesia dan
mereka bisa impor dengan harga yang jauh
lebih murah dari luar negeri. Kenapa?
Simpel. Karena kalau lu impor dari luar
negeri harganya itu cuman Rp7.000-an
guys per kilo. Kalau harga kedelai lokal
itu bisa Rp10.000 per kilo. Enggak
kompetitif. Kok bisa, Guys? Ya, simpel
aja tadi di awal udah bilang Amerika itu
lebih canggih. Produktivitas kajang
kedalan mereka sangat tinggi karena
melakukan mekanisasi. Orang nanam bukan
pakai kacul, orang nanam pakai mesin. Lu
tahu produktivitas kacang kedelai di
Amerika Serikat per hektar itu bisa
sampai 3,8 ton per hektar, ya. Di Brazil
3,5 ton per hektar. Di Cina itu bisa 2,3
ton per hektar. Tapi di Indonesia
menunjukkan produktivitas kedalai kita
cuman sekitar 1,5 sampai 1,7 ton per
hektar. Jadi memang petani kita tidak
produktif, petani kita tidak efisien.
Wajar karena metodenya masih
konvensional. Dan kalau dipikir-pikir
lagi sebetulnya ya iklim Indonesia juga
enggak memadai sih buat nanam kacang
kedelai karena kacang kedelai itu
tanaman subtropis. Sementara Indonesia
iklimnya tropis. Kan kita dilalui garis
katolistiwa, Guys. So, bukan artinya di
Indonesia enggak bisa ditanam sih, tapi
teman-teman petani pasti tahu jauh lebih
sulit nanam di Indonesia. butuh ilmu
baru, update ilmu, butuh metode baru,
dan butuh teknologi baru. Wajib ini kita
lakukan supaya kita bisa sasembada
kedelai. Jadi, gua sih setuju banget ya
kalau kita bisa mencapai itu supaya
Indonesia enggak ketergantungan impor
lagi. Tapi satu hal yang perlu kita
waspadai. Kemarin kan kita sudah sepakat
nih sama Amerika Serikat bahwa untuk
menghentikan perang dagang ya Indonesia
akan impor kedelai dan susu kedelai.
Kita bakal impor produk pertanian dari
Amerika Serikat. nilainya 73 triliun,
Guys. Di situ ada gandum, ada kedelai.
Nah, ini seru nih. Ini dinamika yang
seru sih. Gua sebetulnya sih
setuju-setuju aja dengan itu. Kenapa?
Karena kalau kita bisa impor dengan
harga yang lebih murah, malah bisa nekan
inflasi. So, this is a good news. Tapi
other than that, kita juga harus
siap-siap. Kalau seandainya mereka
mendadak stop perang dunia pecah, mereka
enggak mau kasih kacang kedelai ke kita.
Lu udah siap emang puasa tahu tempe? Lu
udah siap gak bisa makan tahu? Lu gak
apa-apa gak bisa makan bakmie favorit lu
lagi. Karena mie Ace bahan bakunya
tepung terigu, Guys. Martabak terang
bulan favorit lu juga bahan bakunya
tepung terigu. Lu siap dengan itu semua?
Kalau gua sih siap-siap aja, Guys.
Karena gua hobinya makan sayur dan pare
jadi gua sehat. Ya, tapi lu gimana sih?
Amerika aja sampai tahu lu itu senang
banget makan tahu tempe. Lu hobi banget
makan makanan impor dari Amerika
Serikat. Lu gaya elit lu memang lu
kenapa? Soalnya lu tahu lembaga Amerika
Serikat aja sampai kirim surat
peringatan loh ke Indonesia. Dia ngasih
warning, "Hei, warning bakal terjadi
lonjakan harga kedelai di Indonesia."
Kenapa? Karena ada lonjakan permintaan
terhadap kedelai di Indonesia. Kenapa
bisa terjadi lonjakan permintaan? Karena
ada MBG. Lu bayangin ya, Amerika Serikat
diam-diam bae di luar negeri dari
Washington. Ternyata dia neropong kita,
Guys. Intelnya itu berkeliaran sampai ke
daerah-daerah di Indonesia sampai mereka
bisa bikin laporan, "Indonesia siap-siap
ya akan terjadi lonjakan permintaan
kedelai karena program MBG." Gila.
Dengan kata lain ya, Ca ini udah masuk
ke dapur-dapur MBG, Guys. Sehingga
mereka bisa lihat menu anak Indonesia di
berbagai daerah banyak untuk mengejar
target protein itu menggunakan tahu atau
tempe. Wah, ini sih seru sih. Makanya
enggak heran kalau anggota DPR sampai
nyecer ya Kementerian Pertanian buat
bikin program swasembada kedelai. Ya,
gua sih setuju itu dilakukan dan gua
harap memang dilakukan berdasarkan
ngobrolan terakhir kita dengan Menteri
Pertanian. Pak Amran memang udah ada
rencana buat uji coba 50.000 R000 hektar
kedelai. Dan gua setuju kenapa? Ya
namanya juga uji coba masa langsung R
juta R juta tunggu dulu lah uji coba
dulu 50.000 hektar kalau berhasil
produktivitas tinggi baru kita
ekstensifikasi. Iya dong. Dan satu yang
menarik ya tapi ini kayaknya enggak
jangan dikasih tahu ya ini rahasia
negara soalnya guys. Kalau berdasarkan
data terakhir kan produktivitasnya cuma
sekitar 1 ton per hektar ya. Kalau pakai
metode baru kayaknya negara
mengembangkan bibit baru sih sehingga
produktivitas kita enggak kalah nih sama
Cina atau Brazil. Berarti kita enggak
butuh sampai 1 juta hektar sebetulnya
untuk menghasilkan sas sembada kedelai.
Kenapa? Karena gini, Guys. Karena kalau
lu bayangin ya, kita kan tadi
produktivitas sangat rendah ya,
gara-gara si IMF sialan ini, ya. Kita
jadi importir, jadi enggak ahli lah
nanamin kedelai. Akibatnya produktivitas
kita juga sangat rendah dan metode kita
masih tradisional. Let's say kita bisa
upgrade naik kelas selevel Brazil lah
ya, enggak usah selevel Tiongkok atau ya
udahlah sampai ke level 3 ton per
hektar. Artinya kalau kita bisa buka
lahan 1 juta hektar, let's say, itu udah
3 juta ton, Guys. Artinya kita udah
sasembada kedelai. Makanya menurut gua
ini menarik juga, tapi menurut gua
enggak prioritas lah. Atau menurut lu
harusnya jadi prioritas, Guys. Karena
kan lu hobinya makan tahu co, tahu
tempe, tahu pong, dan tahu semedang. Lu
setuju enggak sih kalau Indonesia itu
sasembada kedelai juga? Atau mendingan
kita sas sembada gandum dulu nih,
sorgum. Menurut kalian lu pilih yang
mana nih? Padi udah kelar nih,
diselesaikan nih sama menteri amran
kita. betul-betul luar biasa nih. Next.
Menurut lu sebaiknya terigu dulu gandum
atau langsung ke kedelai nih? Kalau gua
sih setuju sih, mendingan gandum dulu
lah. Karena banyak orang Indonesia
senangnya makan bakmie, makan mie rebus,
makan martabak, makan bik Ambon,
semuanya bareng impor. Menurut gua
prioritas yang dibikin sama Menteri
Amran udah benar atau harusnya ikutin
kata anggota DPR, fokus ke kedelai juga.
Menurut kalian gimana, Guys, yang benar?
Dan yang paling penting menurut kalian,
Indonesia bisa ggak sih mencapai
swasembada kedelai ini. Soalnya ini
bisnis gede, Guys. Dan mafianya pasti
banyak. Lu lihat aja impor kedelai kita
bisa sampai 20 triliun per tahunnya.
Kalau komisinya 1% aja itu udah setara
200 miliar loh. Ini bisnis gede loh. Gua
yakin bakal banyak serangan nih ke
menteri favorit kita nih, Andi Amran
nih. Gimana nih? Tapi tetap kita harus
tackle sih isu ini sih supaya Indonesia
benar-benar bisa berdikari ya. Bisa
betul-betul independen, enggak
bergantung sama negara manapun. Jadi, lu
mau ngomong beras kek, lu mau ngomong
gandum kek, lu mau ngomong tempe kek,
kedela kek, kita sudah merdeka, Guys.
Gua sih pengen lihat itu ya. Makanya lu
setuju enggak sih kalau kita kejar
suasembada pangan itu. Dan satu lagi nih
yang perlu dipikirkan ya, kalau
Indonesia berhasil swasembada kedelai,
swasembada terigu, gandum, sorgum,
menurut lu Amerika bakal marah-marah
enggak? Menurut lu IMF itu bakal
berontak enggak? Dan kalau pikir-pikir
lagi, menurut lu mereka bakal cawe-caw
enggak? Karena lu tahu ya, mayoritas
petani yang ada di Amerika itu bukan
nanam padi, Guys. Mayoritas petani yang
ada di Amerika itu nanam soibin sama
gandum. Dan Amerika punya kepentingan
membela petani mereka. Mereka tidak akan
tinggal diam kalau ada negara yang
berani mengurangi impor makanan dari
mereka. Menurut lu strategi yang paling
jitu apa nih? Supaya Indonesia bisa sua
sembah panganan, tapi di saat yang
bersamaan kita juga bisa menghadapi
komplain yang sudah pasti masuk dari
Amerika Serikat. Lu ada saran enggak
gimana sih sebaiknya keputusan yang kita
ambil? Ditunggu ya, Guys. Pandangan
kalian seperti apa? Strategi apa yang
paling bagus yang harus kita lakukan?
Dan sekali lagi yang paling penting
jawab dong pertanyaannya. Menurut lu
lebih penting Indonesia swasembada
gandum dulu atau mendingan sasembada
kedelai? Kasih tahu jawaban kalian
sekarang di kolom komentar di bawah ini
dan alasannya kenapa menurut lu itu yang
lebih penting. Ditunggu komentar kalian
sekarang juga. Segera subscribe channel
Benix karena lebih dari 50% masih belum
subscribe. Dan jangan lupa segera like
dan share video ini sebanyak-banyaknya.
Semoga video kita bermanfaat. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:34 UTC
Categories
Manage