Transcript
_eoahVaLlL0 • PURBAYA IS ANGRY! Customs is Threatened with Freezing!! Costing the State 388 Trillion?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0508__eoahVaLlL0.txt
Kind: captions Language: id Saya Benix dengan ini ingin menyampaikan rasa dukacita yang sedalam-dalamnya kepada rakyat Indonesia, khususnya kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana hujan badai sikl tropis yang mengakibatkan longsor dan banjir di Aceh, di Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat. Dan saya dengan ini juga turut merasakan kesedihan dan bela sungkawa atasanya lebih dari 400-an jiwa ya manusia yang terdampak bencana ini. Dan di tengah musibah ini saya juga mau mengingatkan buat teman-teman sekalian bahwa kekuatan terbesar bangsa kita itu adalah solidaritas. Jadi saya mau minta untuk kepada kita semua, rekan-rekan semua untuk saling terus tolong-menolong, bahu-membahu, gotong-royong dalam memberikan bantuan, dalam memberikan dukungan, baik dari segi materi, dari segi tenaga, waktu, dan yang terpenting dukungan dalam bentuk doa supaya saudara-saudara kita di wilayah yang terdampak bisa segera dipulihkan. Semoga masa yang sulit ini dapat segera kita lewati bersama, Guys. Ngeri banget nih, Guys. Bea Cukai mau dibubarkan sama Purbaya. Wah, ini sebetulnya berita yang sangat-sangat heboh dan mungkin ditunggu-tunggu juga bagi begitu banyak pelaku usaha yang ada di Indonesia. Khususnya kalau lu orang Jepang, kalau orang Jepang udah capek kena palak. Wah, lu penasaran enggak sih kenapa Be CU sampai mau dibubarin nih sama si Purbaya nih? So, kalau lu penasaran dan lu memang sering ya bisnis ekspor impor di Indonesia ini begitu jelimetnya, begitu ngerinya, makanya lu jangan skip video ini karena bisa jadi lu setuju sama Purbahaya. So, let's check this out. Jadi, Teman-teman, sepertinya sejarah mau berulang nih. Tapi nanti aja gua mau ceritakan karena sebetulnya Indonesia bukan untuk pertama kalinya itu membekukan Bea cuka. Indonesia pernah lakukan ini bertahun-tahun yang lalu. Tetapi yang paling penting adalah kenapa ya Purba ya, Menteri Keuangan favorit kita ini kok bisa-bisanya ngomel-ngomel dan mendadak marah sama Bea Cukai. Makanya lu jangan skip video ini. Daripada penasaran lu cek aja deh videonya yang satu ini. Image bea cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita. Beri waktu saya untuk memperbaiki bea cukai karena ancaman serius. Kalau kita Bea Cukai enggak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih enggak puas, Bay Cukai bisa dibukukan diganti dengan SGS. Bisa dibukukan. Bisa dibukukan. Bisa dibukukan. Jadi di sini udah bisa lihatlah bahwa ya pemimpin tertinggi kita, republik kita udah sakit hati, udah sebel banget dengan yang namanya Be Cukai ini. Dan teman lu sendiri kalau punya pengalaman buruk sama Be Cukai, tulis dong di kolom komentar di bawah ini. Ya pasti udah banyak yang tahulah kalau seandanya Be Cuka ini memang perlu direformasi. F aja, Guys. Memang Be Cukai ini musuh bersama. Republik ini punya sejarah yang buruk bersama Bea Cukai. Jujur-jujuran aja lah. Lu tahu tahun 1985 memang Bea Cuka ini mau dibubarin sama Soeharto. Dia kesal banget karena begitu banyak penyeluduh barang-barang ilegal yang masuk ke Indonesia. Jadi di tahun 1985 memang sudah tercatat sejarah negara kita pernah bertarung melawan Bea Cukai. Hasilnya menang atau kalah. Intinya lu bisa lihat di sejarah ini bahwa apa Soeharto sedemikian kesal dengan Bea Cukai. Dia sampai nyuruh itu dibubarin. Pada akhirnya Menteri Keuangan saat itu ambil keputusan untuk membekukan Bea Cukai dan diganti sama vendor asing. Mereka hire perusahaan swasta dari luar negeri yang namanya SGS Swiss. Jadi, lu bayangin ya, negara kita dikerjain sama Bea Cukai itu memang udah sejak berpuluh-puluh tahun tuh oknum-oknum sibuk memperkaya diri mereka tuh. So Harto aja sampai gemes banget loh. Dia dikadalin terus sampai dia bekukan itu di tahun 1985. Tapi semua ini sudah bermula sejak tahun 60-an, Guys. Jadi, lu bayangin ya di tahun 1968, Menteri Keuangan kita dijabat oleh Ali Wardana. Kala itu terjadi banyak penyelewengan dan korupsi di Bea Cukai. Dan menurut jurnalis senior saat itu, Mokhtar Lubis, praktik-praktik penyelundupan dan penyelewengan di Bea Cukai terus terjadi karena terjalin kongkalikong antara Bea Cukai dan para penyelundup importir ini. Dan kerja Bea Cukai itu sebetulnya cuma bikin denda-denda palsu supaya kena denda damai yang memang memuaskan semua pihak yang bersangkutan. Bahkan Menteri Keuangan sampai memeriksa praktik-praktik Denda Damma ini. Dan ini sudah terlihat menjadi satu pola kerja yang teratur menurut Mokhtar Lubis di harian Indonesia Raya terbitan 22 Juli tahun 1969. Jadi, lu bayangin ya urusan baya cuka ini sudah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun lalu, Guys. Ini parah banget sampai detik ini gak berubah sih. Memang negara kita ini error banget sih. Sedih banget gua dengarnya, Guys. Jadi, lu udah bisa lihat prahara Bea cuka ini sejak tahun berpuluh-puluh tahun sebelum lu lahir memang udah bermasalah ini organisasi, Guys. Bahkan menurut Mokhtar, pemimpin lama harus diganti dengan orang baru yang tidak terlibat dalam jaring-jaring fasted interest yang punya kepentingan. Mereka sudah berakar sangat lama. Mereka sudah membuat jaringan antara biaya cukai dan importir penyelundup. Dan perubahan ini harus terjadi bukan hanya dari sisi kelembagaan, tetapi juga personalia pelaksanaannya. Cuman sayangnya ya keadaan demikian sudah berjalan sangat lama. Bahkan 3 tahun setelah Wardana komplain, dia kembali mengunjungi kantor Bea Cukai di Tanjung Priok di bulan Mei 1971, dia masih melihat para petugas bersantai. Bahkan dia melihat ada banyak ratusan ribu baterai selundupan dari merek terkenal. dan dia bingung, dia stres. Soalnya dia baru saja memberikan tunjangan khusus sebesar 9 kali gaji. Jadi dia naikin gaji tersebut, gaji pejabat di Kementerian Keuangan di Bea Cukai dinaikin. Tetapi kan naik gaji ini bukan buat sembarangan hadiah, tapi memang ada tuntutan untuk perbaikan pelayanan supaya enggak ada lagi penyelewengan. Dan ini sudah ditulis nih. Cuman sayangnya meskipun Ali Wardana akhirnya melakukan mutasi pejabat eselon 2 sampai eselon 1 juga dia mutasi dan sampai di tahun '8 direktur cukai digantikan pejabat baru sampai berkali-kali tetap saja tidak memperbaiki kinerja baya cukai. penyelewengan dan penyeludupan terus terjadi. Bahkan sampai kemudian Ali Wardana diangkat naik nih sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Pengawasan Pembangunan di tahun 1983, Menteri Keuangan Baru yang dijabat Radius Prawiro ya perubahan yang diharapkan terjadi tetap saja tidak bisa terjadi. Sampai kemudian Radius Prawiro melantik pejabat baru Bambang Suyarto, perwira tinggi dari Departemen Hankam yang diharapkan menjabat sebagai Dirjen Bea Cukai yang baru yang menggantikan Dirjen lama si Wahono yang terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur. Dalam pidato pelantikannya ya, Radius Prawiro itu semangat banget sampai dia bilang para penyulundup akan kita perangi sampai ke akar-akarnya. Tapi ya apa mau dikata lu namanya juga berurusan dengan mafia. penyelewengan dan penyelinduman baya cukai belum lenyap. Bahkan pengusaha-pengusaha investor dari Jepang berulang kali komplain karena aparat Bea Cuka itu ribet, berbelit-belit, ujung-ujungnya cuma melakukan pungutan liar. Maka pada akhirnya setelah berdiskusi dengan para menteri dan dapat masukan dari BPKP, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Presiden Soeharto mengeluarkan Inpres nomor 4 Tahun 1985 untuk melucuti kewenangan Bea Cukai. Terjadi kepindahan wewenang Bea Cukai kepada PT Surveyor Indonesia. Nah, Surveyor Indonesia kemudian merangkul perusahaan asing dari Swiss untuk kerja sama namanya SGS alias Societ Generale the Surveillance. Jadi, ini perusahaan swasta yang memang bisnisnya ya jadi vendor untuk memperbaiki ya PNS, PNS, PEMPR, Pemda atau perusahaan yang butuh tenaga profesional independen buat memperbaiki perusahaannya. Biasanya sih perusahaan atau negaranya. Gila, lu bayangin bisnisnya bisnis rental, jasa profesional. Lu Kementerian Kehutanan isinya kayaknya enggak benar semua. Ganti ganti higher SGS bisa dia kerjain itu. Lu bayangin ya ada jasa spesialis buat jadi vendor PNS, Guys. Ya, inilah perusahaan dari Swiss. Jadi, Swiss ini bukan cuma bodyguard-nya doang yang lu bisa rental. Tentaranya lu bisa rental. Tapi, lu bayangin PNS juga lu bisa rental dari Swiss, Guys. Hebat deh. Cuman sayang ser000u sayang, Guys, kita rental PNS dari Swiss ini udah berakhir tahun '97. Makanya jangan heran kemudian 1 tahun setelahnya Indonesia collaps kena Krism tahun '98. Jangan-jangan karena kita berhenti pakai PNS dari luar negeri, Guys. Lama-lama mungkin bagus Indonesia ini sewa aja ya PNS dari luar negeri ya. Dibanding hancur semua, korup di mana-mana. Ya mendingan kita rental aja deh. Lu setuju enggak, Guys? Anyway, Guys, ya itulah masa lalunya Indonesia sampai Presiden Soeharto yang sedemikian powerfulnya aja enggak berkutik, Guys, sama Bea Cukai. Ma gu ganti menteri sampai kapanp dikerjain terus, selundupan terus, selewengkan jabatan terus-terusan. Gila sampai akhirnya dia rental PNS dari luar negeri namanya SGS itu. Nah, sekarang Indonesia kondisinya gimana nih? Apakah Indonesia punya be cukai detik ini lebih parah ya dibanding tahun 0-an? Ya kita lihat fakta aja kemarin 5 juta ton nikel kita bocor ke Cina. Loh, lu bayangin, Guys. 5 juta ton nikel kita bocor. Harga 1 ton nikel di dunia sekarang sekitar 15.000. Biar lu kebayang ya betapa sadisnya nih permainan penyelundupan ini. 1 ton nikel itu harganya 15.000. Kalau ada 5 juta ton nikel itu setara 75 miliar dolar, Guys. Kalau 75 miliar dolar lu kali aja nilai kurs enggak usah muluk-muluk Rp16.000 per USD. Artinya kebocorannya setara R.200 triliun. Artinya kebocoran ini setara 1,2 kuadriliun, Guys. Ini duit yang gila banget sih. Terus bukan cuman itu, lu tahu ya Indonesia hobinya apa? Impor celana dalam bekas dari Malaysia. Karena anggota DPR kita enggak punya otak, malah dibelain impor cana dalam bekas dari Malaysia. Gila, goblok banget. Terus bisa-bisanya udah tahu itu barang ilegal tapi bisa masuk ke Indonesia. dari jalur laut lah, dari Batam lah, dari Kalimantan lah, dan paling banyak sih dari Sumatera. Tapi republik kita bisa banjir barang impor ilegal dan ujung-ujungnya membunuh industri tekstil kita. Ini sadis. Lu bayangin satu kontainer tuh nilainya bisa 1/2 M, Guys. Lu kali aja berapa kontainer? 1000 kontainer. Berarti ada 500 miliar tuh setiap bulan hancur lebur negara kita, Guys. Gila. Karena apa? Karena biaya cukai kita cerdas, baik, mulia. Gila enggak? Ini baru ngomong satu komoditas loh. Kita baru ngomong nikel, kita baru ngomong kolor bekas, kita belum ngomong produk-produk lain loh yang selama ini aduh keluar masuk secara ilegal kita enggak dapat apa-apa. Dan belum lagi praktik-praktik undericing. Kemarin Purbaya tuh kaget tuh barang impor masuk harganya Rp50 juta di marketplace. Tetapi pas dicek diakuin senilai 100.000 perak. Gila bener. Lu bayangkan ya. negara kita betul-betul habis karena praktik-praktik ilegal oknum-oknum baya cukai ini. Ini sedih banget, Guys. Makanya gua juga enggak heran kemarin ke gap lagi tuh impor ilegal 250 ton beras. Gila, beras bertont-ton masuk secara ilegal. Ke mana ini kita punya aparat ini? Ya mungkin enggak ke mana-mana juga sih. Yang penting kan dapat duit juga. Tapi ya bukan cuman instansinya memang yang harus diperbaikin, bukan cuma sistemnya, kelembagaannya, tapi lu tahu ya oknum-oknum manusia-manusia di Bea Cuka ini ya banyak juga ternyata yang terlibat kasus korupsi. Contoh kemarin tuh kasus korupsi 1,6 triliun, mantan kepala seksi di baya cukai dipenjara sampai 5 tahun. Lu bayangin korupsinya 1,6 triliun. Udah enggak zaman ternyata sekarang korupsi cuman miliaran, ratusan juta. Udah enggak zaman nih Bea cukai korupsi 1,6 triliun. Gila ngeri enggak sih republik ini? Makanya kalau kemarin ada pejabat bay cukai katanya minta gratifikasi 56 miliar kecil banget itu. Ada yang 1,6 triliun. Ini kan kisah-kisah yang sangat inspiratif yang harusnya diajarkan di buku sekolah anak SD ya. Bahwa jadi orang kaya di Indonesia ternyata jalurnya lewat jalur koruptor. Masa itu yang kita mau kasih tahu sama anak-anak generasi bangsa kita. Betul-betul enggak bisa jadi contoh ini, Guys. Benar-benar ya kebobrokan di Beuka ini sangat parah dan Purbaya ya harus bisa nih mereformasi Beuka ya sebelum terlambat. Mumpung dia menjabat, jangan sampai dia dimanipulasi sama anak buahnya dia. Ya, kalau perlu ya pakai SGS lagi. Kalau memang bisa berdampak baik buat republik kita, Indonesia kita, kenapa enggak? By the way, siapa sih sebetulnya SGS ini, Guys? Perusahaan Swiss ini apa sih? Jadi, perusahaan Swiss Society General ya, The Surveillance itu adalah salah satu perusahaan inspeksi terbesar di dunia. Dia punya banyak prestasi loh dalam memperbaiki sistem di berbagai negara, terutama dalam tiga sektor yang berhubungan dengan perkapalan. inspeksi pengiriman quality assurance dan termasuk reformasi bea cukai. Dan SGS ini ternyata punya banyak sukses story, Guys. Contoh yang paling hebat di Filipina sangat fenomenal. Sejak tahun 1987, pemerintah Filipina sudah memakai SGS. Bahkan menurut hasil studi Bank Dunia dan IMF, mereka bilang akurasi SGS dalam menghitung nilai valuasi impor itu meningkat sangat baik. dia bisa mengurangi under infening. Bahkan Filipina yang saat itu terkenal dengan kebocoran, penyelewengan, penyelundupan, korupsi di cukainya bisa selesai. Sejak SGS masuk terjadi penurunan manipulasi invoice. Sejak SGS masuk terjadi perbaikan pendapatan negara dari bea masuk. Sejak SGS masuk terjadi percepatan proses ekspor impor karena pengurusan dokumen terjadi lebih cepat bahkan sebelum barang tiba sudah ada proses verifikasinya. Nah, yang menariknya ya sebelum ada SGS Filipina penghasilannya dari biaya masuk cukainya itu cuman 100 juta dolar, Guys. Tapi sejak SGS masuk jadi vendor apa yang terjadi? penghasilan cukai Filipina naik jadi 250 juta dolar alias sebelum ada SGS penghasilan mereka cuma 1,6 triliun di tahun-an. Tapi sejak SGS masuk penghasilan cukai mereka bisa naik sampai 4 triliun lebih. Artinya ada peningkatan 2,5 kali lipat. Hebat loh. Lu bayangin bisnis apa bisa naik bisa sampai 2,5 kali lipat cuma gara-gara ganti vendor. Ternyata bisnis bay cukai bisa sehebat itu. Dan bukan cuman Filipina yang berhasil direformasi sama SG Swiss. Tetapi ada juga negara Afrika yang namanya Ghana. Dulu Ghana juga sama, Beukai di sana korup. Kayaknya seluruh dunia Beuka ini korup enggak ada otak. Memang hobinya rampok, Guys. Termasuk di Gana. Tetapi sejak SGS masuk, lebih dari 95% proses clearance ekspor impor di Ghana ternyata bisa selesai dalam sekejap. Karena semuanya berubah. Tadinya manual, kertas, rentan, sogok, undertable, tetapi SGS masuk. Semua dirubah jadi berbasis elektronik. Makanya jangan heran di tahun 2004 sejak SGS masuk, proses pengurusan pabean baya cukai itu bisa tiga kali lebih cepat. Mereka bahkan sampai dapat word loh baya cukai di Gana. Maksudnya SGS Swiss ya yang ada di Gana itu bahkan sampai dari pemerintahannya sendiri karena bahkan nilai mata uang Ghana itu jadi menguat. Sebelumnya mata uang mereka melemah karena proses sogok-menyogok ini banyak pakai mata uang dolar, Guys, buat duit sogoknya. Akibatnya mata uang mereka terus melemah. Dan ternyata salah satu kunci buat membuat mata uang lu powerful adalah mereformasi be cukai di negara lu. Karena sejak SGS masuk di Gana, SGS bisa membantu memperbagi transparansi ya proses penilaian biaya masuk. Karena setiap kali lu impor kan ada orang ngaku-ngaku nilai barang gua 20 padahal 2.000 tuh banyak tuh. Nah, SGS punya skill buat tahu ini orang ngibul apa enggak. Mereka punya data elektronik, arus barang dan jasa. Mau barang lu di Tokopedia, di Shopee, di eBay bisa dirack tuh sama SGS. Dan ujung-ujungnya apa? Terjadi peningkatan penerimaan biaya cukai. Karena proses under ininvoicing, ngibul-ngibul, nurun-nurunin harga itu udah tereliminasi, berkurang drastis. Lu enggak bisa ngibul lagi. Semua buy system. Dan di sini negara juga bisa menggunakan tangan orang lain buat gebuk Bea Cuka yang bandel. negara bisa menggunakan SGS untuk mengurangi korupsi, untuk melawan koruptor-koruptor internal di be cukainya mereka. Dan jangan kira ya cuma negara berkembang, miskin, korup kayak Indonesia sama Ghana nih yang pakai SGS, Philipin juga korup dan bahkan negara terkuat ekonomi nomor du dunia namanya China, mereka juga pakai jasanya SGS. Kenapa? Ya mereka juga dulu isinya koruptor semua baya cukai di Cina. Akibatnya apa? Sekarang ya Cina itu pakai SGS tuh sebagai ganti PNS-nya mereka. Begitu dipercayanya SGS sama Cina ya, SGS itu menjadi lembaga utama nih buat proses sertifikasi, buat cek kualitas barang-barang manufacturing mereka, ekspor impornya. Jadi diukur barang lu, barang tipu-tipu atau barang berkualitas nih. Bahkan untuk impor bahan baku sampai food safety buat ngecek makanan yang lu impor atau ekspor itu safety enggak buat anak-anak bayi gua. Mereka pakai SGS dari Swiss. Gila enggak? Sebemikian percayanya mereka sampai BP POMnya Cina aja pakai SGS dari Swiss. Lu bayangin kalau BP POM kita diganti sama SGS, setuju enggak tuh? Atau proses sertifikasi halal haram atau proses ngurus SIM kalau perlu STNK, KTP kita pakai SGS aja. Lu setuju enggak sih, Guys? Cina aja BPOMnya aja ganti pakai SGS. Dan begitu dipercayanya SGS Swiss ya, perusahaan swasta dari Swiss sama pemerintah Cina itu sampai ratusan pabrik besar kalau mereka mau ekspor produk-produk dari Cina ke Eropa atau ke Amerika Serikat mereka quality control-nya itu pakai SGS juga. Saking mereka percaya sama SGS ini dibandingkan pakai karyawan mereka sendiri, mereka pakai SGS. Jadi, perusahaan swasta di Cina percaya sama SGS. Pemerintah di Cina percaya sama SGS. Dan akibatnya apa? Hari ini lu bisa lihat Cina menjadi penguasa dunia. Karena mereka begitu efisien, efektif. Mereka enggak malu-malu ganti PNS mereka impor dari negara lain. Ya, kenapa enggak? Gua sih setuju-setuju aja. Kalau seandainya ada menteri kita lebih hebat kita impor, kita impor. Iya dong. Kan tujuannya apa? Bukan mau semuanya ini dirampok sama orang pribumi. Enggak. Kan tujuan kita membangun Indonesia ini bukan mensejahterakan pejabat WNI. No. Tujuan kita bangun negara kan supaya rakyatnya yang sejahtera, bukan pejabatnya yang sejahtera. So, kalau pejabatnya enggak bisa bikin rakyat sejahtera, menterinya enggak bisa bikin sejahtera, walikotanya enggak bisa bikin sejahtera, kita impor aja dari negara lain. Kenapa enggak? Gol-nya kan bukan harus semuanya Weni. Enggak. Golnya kan kita bernegara supaya orang sejahtera, bisa makan tiga kali sehari, bisa dapat pendidikan, bisa dapat kehidupan yang layak. Bukankah semestinya bernegara seperti itu, Guys? Makanya gua senang kalau ada BUMN kita yang memang sudah bertahun-tahun rugi, ganti aja direkturnya sama orang asing. Kenapa enggak? Idih sok lokal prat. Lcal pr terus ujung-ujungnya korup tuh direktur lokal lu weh. Gua sih lebih mending negara kita maju rakyat sejahtera. Kalau pakai orang asing ya kenapa enggak? Jujur aja. Bahkan lu bayangin ya perusahaan besar ya perusahaan terbesar minyak di dunia kayak Shell, British Petroleum, BP Petronas itu juga pakai SGS. Kalau lu tahu Steve Jobs, Steve Jobs aja pakai SGS. itu Apple, Nike juga pakai SGS. Jangan heran. Makanya ketika gua cek website-nya Apple, cek website-nya Shell, cek website-nya Nike, ya ada logonya SGS itu. Mereka mengakui dalam banyak hal mereka mengandalkan SGS karena SGS punya integritas, enggak bisa disogok. Kalau jelek bilang jelek, kalau bagus bilang bagus. Kalau lolos, kualitasnya sesuai standar, dia bilang lolos. Kalau tidak lolos, dia bilang tidak. Sgs anti sogok, anti suap. Dia punya integritas tinggi, Guys. Memang bayarannya enggak murah. Memang mahal banget nih bayarannya SGS. Tapi kalau gua rela-rela aja pakai SGS, kenapa? Lu tahu ya pendapatan kita dari cukai itu cuman 249 triliun. Nah, kalau SGS masuk ke Indonesia dan dia bisa melakukan magic yang sama seperti yang dia lakukan di Filipina, pendapatan cukai mereka naik 2,5 kali lipat, ya artinya kita dari 200 triliun bisa naik tuh cukai kita sampai 600 triliun negara tambah cuan. So, gua enggak ada masalah kita impor PNS dari luar negeri, PNS dari Swiss. Kalau penghasilan negara meningkat, kenapa enggak dibanding yang untung malah cukong-cukong mafia-mafia barang impor ilegal. Itu kalau menurut lu gimana? Lu masih lebih setuju kita pakai orang lokal aja, ujung-ujungnya gampang disogok, enggak punya harga diri, menjual kedaulatan negara kita cuma demi dapat apel Washington. Mendingan pakai orang luar sih. Kalau menurut gua kita dapat duit 600-an triliun. Duitnya bisa dipakai buat bangun sekolah, bangun jembatan rusak, kasih makan anak cucu kita. Iya dong, yang logis-logis aja lah. Atau lebih setuju duit itu buat memperkaya pejabat-pejabat oknum tikus-tikus curut yang ada di Bay Cukai itu. Dih, najis gua. Mending kita bayar orang asing. Kenapa enggak negara tambah kaya raya? Iya enggak sih? So, kalau lu gimana? Lu setuju enggak dengan ide briliannya Purbaya nih buat membekukan baya cukai, ganti mereka dengan SGS seperti zaman dahulu kalah. Atau lu lebih setuju ekspor impor kita tetap dikendalikan oleh oknum-oknum be cukai itu, Guys. Kalau gua sih lebih setuju lagi pakai solusinya Benix. Lu ingat delan tuntutan Benix? Potong generasi. Ada solusi yang lebih gampang nih, Pak Purbaya. Apa? Potong generasi. Semua orang di Bea Cukai yang umurnya lebih tua dari 30 tahun kasih pensiun dini. kasih pensiun ini dibanding mereka ngeracunin anak-anak muda kita yang baru join disuruh belajar korupsi. Enggak usah semua yang di atas 30 tahun kasih pensiun ini. Nih gua kasih lu uang jajan R500 juta tapi lu pensiun. Eselon 1, eselon 2 kasih duit nih 5 triliun lu pensiun ini. Potong generasi udahlah enggak usah lagi capek-capek bayar SGS. By the way SGS ini juga bayarannya triliunan, Guys. Enggak murah juga, Guys. [tertawa] Makanya ya ada solusi yang lebih murah nih dari gua. Potong generasi. Gua yakin tambah baik baya cukai kita. Isi dengan anak-anak muda yang punya integritas, yang punya jiwa, semangat, masih punya idealisme mereka buat bawa negara kita menjadi lebih baik lagi. Mereka enggak ada beban moral sama senior karena di sana budaya senioritas kuat banget. Ujung-ujungnya enggak berani ngelawan. Oh, ternyata senior gua, senior gua. Hm. Ujung-ujungnya bikin kartel di dalam. Gua sih enggak setuju. Kalau lu setuju, ya lu lebih setuju itu terjadi atau lu lebih setuju pakai solusi Purbaya h SGS. Tapi dikasih waktu 1 tahun tuh, Guys, baru dia mau ambil keputusan ganti SGS. Kalau menurut gua enggak usah nunggu-nunggu. Negara kita mau GDP tumbuh lebih dari 8% kok. Enggak usah tunggu-tunggu, enggak usah tunda-tunda cut. Lu lebih setuju pakai solusi purbaya, higher vendor dari Swiss atau pakai strategi BIX potong generasi selesai. Semua udah pakai buy system, elektronik, anak muda kita udah lebih paham soal itu. Kontainer lu bisa scan, lu bisa kasih QR code. Banyak kok orang-orang kita di Pelindo juga yang pintar-pintar bisa bikin sistem itu. Kenapa enggak? Gimana, Guys, kalau menurut lu gimana? Atau lu ada solusi yang lebih baik lagi untuk memperbaiki Bea Cukai Indonesia. Dan buat teman-teman yang punya pengalaman buruk sama Bea Cukai di Indonesia, tulis dong di kolom komentar di bawah ini. Karena channel Bandix ditonton nih sama pejabat-pejabat tinggi negara kita. Dan jangan lupa kasih solusi juga menurut lu gimana supaya proses pabean kita bisa lebih mulus, supaya negara kita bisa tambah cuan. Jangan kita dirampok sama oknum-oknum itu. Sebenarnya sih simpel pakai teknologi. Sekarang semuanya udah bisa ketrack tuh dari jumlah kontainernya berapa, isi kontainernya apa, cocokin dengan data dari negara eksportir, sinkron atau enggak. Gak bisa lu ngadu-ngadu kayak si importir kolor Malaysia. Ngaku-ngaku cuma impor 7 ton. Elo. Dari Malaysia datanya ada kok. Mereka ekspor puluhan ribu ton. Tok masuk di sini bisa tiba di yang dicatat cuma 7 ton. Enggak logis. Zaman udah canggih, Guys. Udahlah yang paling benar gimana, Guys? Pakai solusi apa nih? Solusi Purbaya pakai SGS atau solusi Benix? Potong generasi. Buang itu semua. Ya, kalau lu mau lebih baik sih, ya kasih pensiun dini kan. kasih duit R00 juta, tapi lu gak usah lagi menginjakkan kaki lu di kantor Bea Cuka ini. Jangan pernah. Udah gimana, Guys? Oke, Guys. Segara kasih tanggapan kamu seperti apa. Semoga video kita bermanfaat. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye. [musik]