Transcript
kZ6yOzCBrOY • SINGAPORE BEGS FOR ELECTRICITY!! RI Receives 856 Trillion Rupiah! From Slave to Boss?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0511_kZ6yOzCBrOY.txt
Kind: captions
Language: id
Saya Benix dengan ini ingin menyampaikan
rasa dukacita yang sedalam-dalamnya
kepada rakyat Indonesia, khususnya
kepada saudara-saudara kita yang
terdampak bencana hujan badai sikl
tropis yang mengakibatkan longsor dan
banjir di Aceh, di Sumatera Utara, dan
di Sumatera Barat. Dan saya dengan ini
juga turut merasakan kesedihan dan bela
sungkawa atasanya lebih dari 400-an jiwa
ya manusia yang terdampak bencana ini.
Dan di tengah musibah ini saya juga mau
mengingatkan buat teman-teman sekalian
bahwa kekuatan terbesar bangsa kita itu
adalah solidaritas. Jadi saya mau minta
untuk kepada kita semua, rekan-rekan
semua untuk saling terus
tolong-menolong, bahu-membahu,
gotong-royong dalam memberikan bantuan,
dalam memberikan dukungan, baik dari
segi materi, dari segi tenaga, waktu,
dan yang terpenting dukungan dalam
bentuk doa supaya saudara-saudara kita
di wilayah yang terdampak bisa segera
dipulihkan. Semoga masa yang sulit ini
dapat segera kita lewati bersama.
Good job Prabowo. Indonesia bakal dapat
856 triliun dari Singapura. Gila banget
ini, Guys. Ini betul-betul luar biasa
sih. Lu tahu enggak sih setelah
berpuluh-puluh tahun kita dikadalin sama
Singapura, kita dijadikan budak energi
Singapura, kita harus impor BBM dari
Singapura. Bahkan nilainya sampai
ratusan triliun. Lu bayangkan Indonesia
dari tahun 2017 sampai 2022 kita
diperbudak Singapura. Tapi akhirnya kita
dapat kabar baik nih, Guys. Indonesia
ekspor energi ke Singapura. Wis amazing
ini, Guys. Dan gua yakin ini bakal
memperkaya banyak orang di Indonesia,
termasuk investor saham. So, kalau lu
pengin tambah cuan dan lu penasaran
sektor apa sih yang bakal diuntungkan,
yang bakal memperkaya kalian? Karena
duitnya enggak main-main nih hampir 1000
triliun, Guys. Makanya lu jangan skip
video ini. Kita bakal bahas tuntas.
Let's check this.
[musik]
Jadi, FA aja nih, Guys. Lebih dari 50%
bahan bakar minyak yang kita pakai, kita
bakar itu kita impor dari Singapura. Lu
bayangin Indonesia ini gila banget. Kita
ekspor minyak mentah ke Singapura, di
situ disuling, difine, terus kita impor
lagi dengan harga yang jauh lebih mahal.
Ini konyol banget. Tapi inilah ketolan
Indonesia bertahun-tahun ini terjadi,
Guys. Dan memang data menunjukkan di
tahun 2024 ini aja kita udah impor tuh
setara Rp14 triliun. Gila 11 billion
dollar, Guys. Itu duit yang kita pakai
buat impor minyak dari Singapura. Terus
begitu barangnya sampai Indonesia, apa
yang kita lakukan? Kita bakar pakai
knalpot mobil lu. Makanya, Guys, lu
kalau lu pro republik ini, lu cinta
bangsa ini, tanah air kita, stop
menggunakan mobil bensin. Lu harus
segera pindah. dan pakai mobil listrik.
Karena kalau lu pakai mobil listrik, lu
memperkaya bangsa kita sendiri. Lu tidak
memperbudak Indonesia. Lu tidak
menggadaikan harga diri kita ke Timur
Tengah, menggadaikan harga diri kita ke
Singapura. Stop jadi budak Singapura,
Guys. Pakai mobil listrik. Kenapa, Pak?
Karena bensinnya dari batu bara.
Indonesia berkelimpahan batu bara.
Makanya dari sekarang lu tobatlah.
Memperkaya Singapura. But anyway, good
news-nya sekarang keadaan sudah
berbalik. Kenapa? Karena Singapura udah
resmi nih tanda tangan MOU kerja sama
sama Indonesia buat impor energi listrik
hijau dari Indonesia. Dan dengan plan
ini, Republik Indonesia bakal dapat
investasi sampai R856 triliun karena
kita bakal menjadi eksportir energi ke
Singapura, bukan lagi importir, Guys.
So, ini betul-betul prestasi yang luar
biasa sih. Nih, Presiden Prabowo. Kita
akhirnya bisa berbangga hati Indonesia
akan ekspor energi ke Singapura. Dan
satu hal yang menarik ya, kita bukan
lagi cuma dijadikan budak. Contoh kayak
Freeport zaman dulu, kita cuma
diperbudak aja. Emasnya dinikmati
Amerika. Tapi sekarang gimana? Apa yang
terjadi? Oke, yang terjadi sekarang kita
bukan hanya menjadi basis ekspor energi
hijau, tetapi Singapura itu juga dikasih
kewajiban syarat-syarat. Kalau lu pengin
listrik hijau dari Indonesia, lu wajib
membangun kawasan industri hijau di
Indonesia. Lu harus berkontribusi
terhadap hilirisasi industri di
Indonesia. Maksudnya apa? Jadi,
Singapura bakal diwajibkan invest bangun
kawasan industri hijau di Kepulauan
Riau. Isinya apa? Ada Batam, Bintan,
Karimun dan total nilai investasinya
lebih dari 10 miliar dolar alias lebih
dari 160 triliun. Wis big money nih,
Guys. Congrats lah buat teman-teman yang
ada di Kepulauan Riau. Lu bakal tambah
kaya raya. Sama seperti teman-teman kita
yang ada di Maluku, di Halmahera yang
pertumbuhan ekonominya wah tertinggi
sepanjang sejarah. Semenjak apa ya? Ada
investor banyak masuk ke sana bangun
smelter. Jadi Singapura wajib invest di
Indonesia, wajib membangun industri di
Kepulauan Riau baru mereka diizinkan
berdagang listrik hijau kita. Dan kita
jadi bagus juga kita dapat ilmu, kita
juga dapat transfer teknologi, dapat
transfer ilmu pengetahuan ya. Karena
mereka juga akan mengembangkan
hilirisasi industri solar panel, panel
surya yang ada di Indonesia. By the way,
kenapa sih Singapura mau impor listrik
ya dari Republik Indonesia? While FY aja
nih saat ini memang seluruh dunia itu
lagi transisi menuju energi hijau dan
Singapura sudah melihat masa depannya
ada di energi hijau. Kenapa lu tahu ya
Singapura itu cita-citanya menjadi pusat
data center dunia. Cita-citanya menjadi
raja artificial intelligence. Dan dia
juga punya cita-cita menghilangkan mobil
bensin di negaranya. Karena mobil bensin
itu membunuh manusia. Lu sakit ISPA,
paru-paru, ujung-ujungnya apa?
Kolesterol, sakit jantung, stroke, ya.
Gara-gara polusi udara. Dan Singapura
itu bukan orang Singapura orang pintar.
Makanya sekarang udah dikurangin
populasi mobil bensin. Beda dengan di
Indonesia. Mara dipelihara nih mobil
bensin. Singapura bentar lagi hilang.
Tapi mereka juga lihat negara kita bisa
mati lampu kalau semua orang pakai mobil
listrik. Makanya dia harus upgrade
infrastruktur energi listrik dia karena
dia sudah melihat bakal terjadi lonjakan
permintaan, Guys. Lonjakan permintaan
listrik. Karena mobil listrik tambah
banyak dan data center bakal tambah
menjamur di Singapura. Makanya Singapura
udah bikin rencana dan dalam rencana itu
dia bakal impor 6 GW listrik di tahun
2035. Jadi dari sekarang dia sudah bikin
perencanaan itu dan mereka wajib
bergerak ke arah sana. Kenapa
teman-teman? Sekali lagi ya karena
Singapura itu menjadi negara tujuan
investor dari seluruh dunia. JP Morgan,
Mary Lynch, Black Rock dan lain
sebagainya lah. Dan mereka itu
diwajibkan untuk invest di energi hijau.
Mereka enggak mau invest di
bisnis-bisnis yang kotor. So, kalau
Singapura mau tetap relevan di masa
depan, mereka harus berhasil menarik
green money, duit-duit hijau. Makanya
Singapura harus hijau, listriknya juga
harus hijau. So, enggak ada pilihan
lain. Kalau lu bangun data center, terus
data center lu energinya dari batu bara,
Nvidia, Google, Facebook, enggak bakal
mau taruh sistem mereka di server lu
kotor. Mereka bakal dimaki-maki sama
Fangard. Mereka dimaki-maki sama GP
Morgan. So, Singapura kalau mau bangun
data center wajib pakai energi bersih.
Makanya lu jangan kaget, perusahaan
Telco dunia kalau mau bisnis di
Indonesia juga cari-cari sumber listrik
yang bersih. Aduh, gua tambah cuan nih.
Udah tahulah maksud gua apa ya. Tapi ya
sudahlah, ini sesuai dengan agenda dan
komitmen Indonesia di COP 30 untuk
mengurangi emisi karbon. So, buat
teman-teman yang belum tahu dalam
meeting COP 30 itu Indonesia bikin
banyak komitmen. Pertama Indonesia
komitmen kurangi emisi karbon sampai
31%. Ini dari sektor energi,
transportasi, dan penggunaan lahan. Lalu
pemerintah juga fokus nih, pemerintah
Indonesia itu udah fokus untuk melakukan
dekarbonisasi energi. Jadi mereka bakal
memperbanyak energi terbarukan. Mereka
bakal mereformasi subsidi bahan bakar
fosil. Kenapa? Karena dananya bisa
dipakai buat perbaikan pendidikan,
kesehatan, infrastruktur dibanding kita
bakar itu minyak memperkaya mafia-mafia
di Timur Tengah dan di Singapura. Buat
apa? Lebih baik duitnya dipakai untuk
pengembangan energi terbarukan. Binya
dipakai buat bangun jembatan, membangun
sekolah-sekolah, membangun pendidikan
anak-anak kita. Dan Indonesia juga sudah
berjanji, Guys, untuk mempercepat
transisi ke energi berkelanjutan. Jadi
kita bakal naikin nih biodiesel B30 kita
naik jadi B40. Lalu, kita juga bakal
mempercepat program kendaraan listrik
karena kita wajib jadi negara net zero
emission di tahun 2060. Jadi dari sini
kita sudah bisa lihat ya, visi misi
Singapura memang juga sejalan dengan
visi misi Indonesia yang mau mengurangi
polusi udara, Guys. Yang mau mengurangi
energi fosil, bensin tenaga dinosaurus.
Udahlah hancur dunia ni kalau semua
orang pakai kendaraan bensin kayak yang
lu pakai itu, ganti langsung ke
kendaraan listrik. Kenapa? Karena kita
harus menyelamatkan bumi ini, Guys.
Vietnam aja ada otak. Vietnam itu sudah
melarang kendaraan bensin masuk ke
kota-kotanya mereka. Karena Vietnam
punya tujuan melindungi rakyatnya biar
tambah sehat. Vietnam pengin negaranya
jadi bersih, udaranya hijau. Makanya
Vietnam itu mendorong rakyatnya buat
transisi ke motor listrik. Jangan lagi
pakai motor bensin, Guys. Nah, ini pun
hal yang sama terjadi juga di Singapura.
Singapura juga harus transisi ke energi
bersih. Sayangnya gini, lu kalau mau
energi bersih tentu lu butuh lahan.
Kenapa? Contoh, lu mau menggelar tenaga
surya solar panel. Gila, harga tanah di
Singapura aja udah lebih dari R200 juta
semeter, Guys. Terus gimana caranya bisa
pasang solar panel? Rugi dong. Kita
butuh berapa hektar buat solar panel
ini? Makanya Singapura itu enggak bisa
buat bangun PLT. Singapura enggak cukup
lahan buat bikin baling-baling, turbin,
angin. Enggak cukup mau digelar di laut
rugi juga. Kenapa? Karena lautnya bisa
dipakai untuk parkiran kapal.
Penghasilannya ratusan juta sekali
parkir itu kapal sebulan. Jadi, gimana
dong? Singapura lahannya udah habis.
Lahan di darat habis, di laut habis. di
darat berkompetisi sama manusia, sama
pabrik, sama perbankan. Lahan di laut
berkompetisi sama perusahaan kapal,
tanker, kontainer. Wah, kacau. Makanya
Singapura wajib berbisnis dengan
Indonesia. Jadi sekarang sudah jelas ya,
kenapa Singapura harus mengemis ke
Indonesia? Karena mereka enggak bisa
dapat sumber lain untuk impor energi
terbarukan. Itu pertama, mereka punya
masalah keterbatasan lahan. Yang kedua,
kalau negara Singapura juga pengin
seperti Indonesia, net zero emission
country, mau gak mau dia wajib impor
energi besi. Karena buat produksi energi
besi mereka udah enggak bisa. Akibatnya
apa? Yang ketiga, permintaan listrik
bakal terus naik di Singapura karena
mereka udah enggak bisa lagi beli energi
kotor. Energi kotor dari mana, Pak,
maksudnya? Dari solar, diesel, bensin,
batu bara. Udah enggak bisa mereka.
Mereka harus jadi negara yang bersih.
Sementara permintaan listrik terus naik.
Tapi pembakaran fosil dinosaurus
dikurangin. Akibatnya apa? Kalau
Singapura tetap mau mempertahankan
pertumbuhan ekonomi dia, GDP-nya naik
terus, ya mau enggak mau dia harus mulai
bisnis data center, dia harus bangun
pusat logistik, dia harus terus
mendorong ekonomi digital. Dan tentu
saja ekonomi digital harus hidup 24 jam,
butuh listrik lebih banyak lagi. Artinya
permintaan listrik di Singapura bakal
tumbuh pesat, tetapi bahan bakunya makin
berkurang terus karena fosil dikurangin.
So, enggak ada pilihan lain. Singapura
memang harus ngemis-ngemis energi bersih
ke Indonesia. Kalau Indonesia kejam sih
bisa aja kita enggak mau ekspor, Guys.
Dan Singapura pasti bakalan mati lampu
atau jadi negara yang sangat kotor dan
polusinya tinggi. Gua yakin enggak ada
lagi orang mau ke Singapura kalau dia
tetap ngotot pakai bahan bakar fosil.
Makanya lu jangan heran kalau belakang
ini Singapura sangat gencar tuh
melobi-lobi. Melobi Malaysia sampai
mereka melobi Australia. Mereka punya
mimpi tarik kabel dari Australia ke
Singapura. Kabel laut kan konyol ya.
Tapi begitulah Singapura mencoba
bertahan tidak mati lampu, mereka sampai
ngobrol ke Australia mau impor listrik
dari Singapura. Konyol, konyol. Makanya
rencananya batal, Guys. Akibatnya apa?
Sekarang mereka sadar diri. Gua harus
jilat pantat Indonesia. Gua harus impor
listrik dari Indonesia, Guys. Dan enggak
kecil jumlahnya itu 3,4 GW yang mereka
harus impor dari Indonesia. Dan dengan
itu mereka juga wajib bangun pabriknya.
Ya enak aja lu nyuruh orang Indonesia
yang bangun, lu yang bangun, lu invest,
lu hire orang Indonesia ciptakan laman
kerja di Indonesia. Nilai investasinya
lebih dari 800 triliun, Guys. Jadi gini
breakdown-nya, Guys. Kalau rencana ini
berjalan lancar, ya enggak ada
ormas-ormas cap kaki lima kayak yang
kemarin tuh. Ormas cap kaki 5
ngaku-ngaku pengusaha padahal perampok.
Lu lihat seandainya ini enggak diganggu
nih, potensi investasi di Indonesia itu
bisa sampai 50 miliar US Dar alias
setara 832 triliun. Ini cuma buat
membangun pembangkit tenaga matahari
itu, solar panel itu buat panel surya
doang, Guys. Ini belum termasuk bikin
pabrik manufacturing-nya. Manufacturing
solar panel-nya. Nilainya sekitar 2,7
miliar US Dar alias sekitar 50 triliun.
Ini juga udah termasuk sistem base-nya,
Guys. Jadi, baterai energy storage
system. Iyalah namanya lu bisnis solar
panel, masa ada matahari lu dapat
listrik terus malam-malam mati lampu kan
konyol juga. Makanya lu harus bikin
baterainya juga. nilai investasi
baterainya itu bisa sampai 50 triliun.
So, this is a very huge money loh buat
Indonesia. Kita harus jalanin ini dengan
baik, Guys. Tapi itu baru pembangunan
infrastruktur, Guys. Pembangunan
baterai, storage, pembangkit. Kita belum
ngomong bisnis yang lebih nikmat lagi.
Apa? Jualan listriknya. Begitu
pembangkitnya jadi, kita bisa dagang
listrik lintas negara. Ini bisa
mendatangkan devisa buat negara
Indonesia. Nilainya sampai 100 triliun
setiap tahunnya. Gila enggak? 100
triliun setiap tahunnya bisa kita
hasilkan dengan ekspor listriknya. Belum
lagi penciptaan tenaga kerjanya, bakal
dibuka dong lapangan kerja, operator,
engineer, sarjana elektro, sarjana
mesin, manufacturing, konstruksi,
operation sampai pemeliharaan ya buat
dibersihin. Solar panel kan harus
dibersihin, banyak debu tuh base-nya,
batery-nya juga harus di-maintain.
Penciptaan lapangan kerjanya diprediksi
lebih dari 400.000 tenaga kerja akan
dibutuhkan. Artinya akan sangat banyak
lapangan kerja baru yang dibuka, Guys,
di Kepulauan Riau. Ini sih gila banget.
Ini hebat, Guys. Luar biasa sih. Karena
teman-teman kalau lihat ya hilirisasi
yang terjadi di Indonesia Timur, wis
pertumbuhan ekonomi langsung loncat
kodok gila-gilaan, Guys. Tertinggi
sepanjang sejarah. Double digit.
Indonesia aja ngos-ngosan, Indonesia aja
cuma sekitar 5%. Pertumbuhan ekonominya
di hal mahir aja ini contoh kecil aja
ya. Kalau lu mendukung hilirisasi contoh
sasembada energi ini ya di hal meher aja
itu pertumbuhan ekonominya sampai 35%
guys. Gila enggak lu 7uh kali lipat
pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia.
Gila Vietnam aja sampai ngiler, Guys.
Kok bisa ya ada daerah bisa pertumbuhan
ekonominya sedemikian ekstrem? Itu,
Guys, contohnya. Dan ini harus kita bisa
copy paste ya. Jangan cuma di Indonesia
Timur, sekarang di Indonesia Barat
khususnya Kepulauan Riau. Lu bakal
menikmati pertumbuhan ekonomi
gila-gilaan nih. Makanya jangan lu
palak, jangan lu teror. Makanya didukung
nih investor asing nih, lu bakal dapat
duit ratusan triliun, Guys. Makanya
jangan heran ya kalau dalam 6 bulan
terakhir ya saham-saham kabel,
saham-saham energi hijau, ini bukan
rekomendasi jual atau beli, enggak. Tapi
kalau kita lihat faktanya, contoh keter
tuh saham geter-geter tuh dalam 6 bulan
terakhir sahamnya sudah naik 176%. Lalu
ada foxell perusahaan kabel juga dalam 6
bulan terakhir sahamnya sudah naik 34%.
Terus ada lagi Barit Pasifik sahamnya 6
bulan terakhir udah naik 176%. Terus ada
lagi nih Barito Renewab Energy. Sahamnya
dalam 6 bulan terakhir udah naik 47%.
Gila ini semuaaria bahwa ya Indonesia
bakal cuan gede guys dan enggak
ngadi-ngadi. Ini sekali lagi bukan
rekomendasi jual atau beli tapi memang
faktanya ya banyak pelaku usaha UMKM
yang bakal tambah kaya raya guys.
Makanya kita harus bersama-sama dukung
ini dong. Logikanya kita mau ekspor
listrik Indonesia tambah cuan, dapat
devisa ratusan triliun. Logikanya
harusnya didukung. Tapi lu sudah tahu
bangsa ini tidak kekurangan pengkhianat
bangsa. Lu lihat masih ada ahli-ahli
ekonomi cap kaki lima, media-media asing
yang anti, yang enggak mau Indonesia itu
tambah kaya, tambah sejahtera. Mereka
anti. Indonesia mau ekspor listrik,
jangan. Indonesia harusnya tambah
miskin. Nah, inilah logika-logika goblok
nih. Khas LSM Cendo 5 ons nih. Bilang
Indonesia jangan ekspor listrik dong,
ini tidak tepat. Enggak rasional.
Bisa-bisanya ada media yang menolak
ekspor kita. Masa ada ekonom
kalau Indonesia tambah kaya. Gila,
enggak masuk akal, Guys. Kacau republik
ini, Guys. Bisa-bisanya ya ada
media-media yang lu udah tahu antek-antk
anjing peliharaan asing. Bisa-bisanya
enggak mau Indonesia tambah kaya raya.
Enggak mau Indonesia dapat devisa.
Enggak mau Indonesia ekspor. Maunya
Indonesia jadi negara impor. Kalau bisa
Indonesia seumur hidup impor beras dari
Thailand. Kalau bisa seumur hidup
Indonesia impor dari Vietnam, Indonesia
impor dari Singapura. Dia penginnya
negara kita jadi negara budak, Guys. Ini
mentalitas pengkhianat bangsa kayak
begini, Guys. Ini ah kesel banget gua
lihatnya, Guys. Kalau lu setuju enggak
sih sama ekonom-ekonom cop kaki lima
ini? sampah semuanya, Guys. Padahal ya
kalau lu lihat ya dengan semua
keuntungan yang Indonesia bisa dapatkan,
lu harusnya bisa pikir dong ini hal yang
baik buat bangsa kita. Masa lu enggak
setuju sih? Gua mau tanya deh sama lu.
Jujur aja lu setuju enggak sih sama
Presiden Prabowo? Kita ini harus
suasembada energi. Kita ini harus bisa
ekspor energi listrik ke Singapura. Lu
setuju enggak sih, Guys? Atau malah lu
setujunya Indonesia terus jadi budak
Singapura, terus impor BBM, terus impor
energi dari mereka. Bahkan kalau perlu
impor kolor bekas dari Malaysia seperti
cita-cita pengkhianat bangsa di itu. Lu
setuju ya Indonesia ini jadi budak harus
impor terus. Begitu logikanya. Dan yang
paling penting, Guys, kan kita namanya
juga channel investasi ya, pakai akal
sehat. Lu penasaran enggak sih
perusahaan apaagi yang bakal
diuntungkan, emiten apa yang bakal
diuntungkan kalau Indonesia bisa menjadi
negara super power, suasembada energi,
bahkan bisa ekspor energi sampai ke luar
negeri. Ini bakal menguntungkan siapa
aja, Guys? Emiten apa nih yang bakal
tambah cuan, Guys? Makanya kalau lu
penasaran, lu segera daftarkan dirimu
sekarang juga di Benix Investor Summit
yang ada di Solo tanggal 13 Desember
ini. Kita bakal bahas tuntas mengenai
potensi ekonomi yang berhubungan dengan
artificial intelligence, ekonomi dunia
baru, termasuk sampai ekonomi hijau.
Wah, ini menarik banget. Makanya lu
jangan sampai ketinggalan nih, segera
daftarkan dirimu, hubungi nomor yang di
bawah ini untuk join di Benix Investor
Summit yang ada di Solo tanggal 13
sampai 14 Desember 2025 ini. Jangan
sampai ketinggalan. Singapura aja udah
berbondong-bondong buat jadi investor di
Indonesia. Masa lu ketinggalan sih,
Guys? So, gimana pandangan kalian
tentang ekspor energi ke Singapura ini?
Lu setuju atau enggak sih kita menjadi
negara eksportir energi di dunia ini?
Indonesia menjadi negara yang super
power di bidang listrik hijau ini, Guys.
Segera berikan komentar kalian seperti
apa di kolom komen yang ada di bawah
ini. Dan yang paling penting, segera
subscribe channel Benix. Ternyata lebih
dari 50% viewers kita belum subscribe.
Buruan unsubscribe sekarang juga dan
share video ini sebanyak-banyaknya.
Semoga video kita bermanfaat. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[musik]