SAUDI ARABIA IS CONFUSED!! Choose China's PETRO YUAN or Stick to the US DOLLAR?
_t8sqX_nlVE • 2025-12-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Saya Benix dengan ini ingin menyampaikan
rasa dukacita yang sedalam-dalamnya
kepada rakyat Indonesia, khususnya
kepada saudara-saudara kita yang
terdampak bencana hujan badai sikl
tropis yang mengakibatkan longsor dan
banjir di Aceh, di Sumatera Utara, dan
di Sumatera Barat. Dan saya dengan ini
juga turut merasakan kesedihan dan bela
sungkawa atas hilangnya lebih dari
400-an jiwa ya manusia yang terdampak
bencana ini. Dan di tengah musibah ini
saya juga mau mengingatkan buat
teman-teman sekalian bahwa kekuatan
terbesar bangsa kita itu adalah
solidaritas. Jadi saya mau minta untuk
kepada kita semua, rekan-rekan semua
untuk saling terus tolong-menolong,
bahu-membahu, gotong-royong dalam
memberikan bantuan, dalam memberikan
dukungan, baik dari segi materi, dari
segi tenaga, waktu, dan yang terpenting
dukungan dalam bentuk doa supaya
saudara-saudara kita di wilayah yang
terdampak bisa segera dipulihkan. Semoga
masa yang sulit ini dapat segera kita
lewati bersama.
Guys, ngeri banget nih, Guys. Negara
Cina udah resmi menyatakan perang
terhadap dolar Amerika Serikat. Kok bisa
ya? Jadi, buat teman-teman yang belum
tahu ya, baru-baru ini Cina udah resmi
mendesak nih negara yang kaya minyak
namanya Arab Saudi untuk melakukan
penjualan minyak mereka. transaksi
minyak bumi keluar dari Arab Saudi harus
menggunakan yuan China, Guys. Mata
uangnya si negara Cina ini. Nah, ini
sebenarnya bukan hal baru sih, karena
sebetulnya udah dalam 6 tahun terakhir
bertahun-tahun si Jimping berusaha
melobi raja Arab buat berhenti
menggunakan dolar Amerika. So, kenapa
berita ini ngeri banget, Guys? Dan apa
dampaknya buat rakyat Indonesia? Karena
lu pasti terdampak dengan peristiwa
besar ini. Karena lu tahu belanja minyak
Cina itu sampai 16 triliun per hari. So,
kalau lu penasaran gimana sih ini semua
bisa mempengaruhi ya negara Indonesia
dan bagaimana ya masa depan dolar versus
Yuan China, lu jangan skip video ini
karena nyawa lu, karena nasib lu, karena
hidup lu di Indonesia bergantung dengan
yang satu ini. So, jangan dikip video
ini. Let's check this.
So, guys, pertanyaan utama adalah kenapa
Arab Saudi mau-maunya pakai mata uang
yuan? Padahal lu kalau pergi ke Arab mau
beli kebab enggak bisa lu bayar pakai
Yuan. Lu masih mungkin bayar pakai dolar
Amerika kan di Arab Saudi, di bandara,
di Arab, di Dubai, lu bisa bayar pakai
dolar Amerika tapi bayar pakai Yan nanti
dulu. Enggak ada yang mau percaya dengan
mata uang Cina. Tapi sekarang mereka
mau. Bahkan Arab Saudi, raja Arab sudah
mengizinkan transaksi minyak pakai yuan
China. Nah, kenapa mereka bisa begini?
Karena ada empat alasan utama, Guys.
Yang pertama karena mereka seringki
dikecewakan sama Amerika Serikat.
Kecewakan dalam arti apa? Contoh, lu
tahu orang Arab hobinya apa? Saling
bunuh sesamanya mereka. Arab Saudi ini
bertahun-tahun ngebomin rakyat di Yaman,
Guys. Lu bayangkan, ya. Petani-petani
miskin pada ternak kambing, domba di
sana. Wah, habis di nih sama Arab Saudi
nih. Nah, Amerika Serik kan tidak
menyetujuian itu, pembian itu. Tidal itu
enggak disetujui sama Amerika Serikat.
Makanya Arab Saudi bet. Lu kok enggak
mau bayahin gua sih? Gua lagi
tembak-tembakan sama si Yemen dan lu
tahu Yemen ini didukung oleh Garda
Republik Iran. Amerika enggak mau ikut
campur tuh dalam perang saudara yang ada
di Yemen. Nah, itu bikin Arab Saudi
marah. Terus apa yang kedua? Biden, Joe
Biden, Presiden Amerika Serikat itu
gagal sepakat tuh tentang program nuklir
Iran. Maksudnya apa ya? Ya, Arab Saudi
lu tahulah ya. Mereka itu penginnya
Timur Tengah itu tunduk di bawah kaki
mereka, di bawah kekuasaan mereka. Tapi
satu-satunya negara yang menolak
dominasi Arab Saudi namanya Iran. Dan
Iran kenapa berani? Karena mereka mau
bangun kekuatan nuklir. Mereka punya
rudal lebih cepat dari kecepatan suara.
Mereka punya peralatan tempur yang luar
biasa. Bahkan bisa menembus pertahanan
udaranya Israel loh. Nomor satu di dunia
bisa dikalahkan sama Iran. Tetapi Iran
yang kurang dari mereka ya mereka belum
punya hulu ledak nuklir. Nah, ini yang
ditakutkan oleh raja Arab. Sehingga
ketika kemudian Joe Biden gagal melucuti
fasilitas nuklir yang dibangun Iran ya
mereka sebel. Bahkan Amerika Serikat ada
kemungkinan menyetujui pelatihan
pembangunan fasilitas nuklir yang ada di
Iran. Jadi mereka juga bisa ngawasin.
Kenapa? Ya karena ini bagian dari
rencana strategiknya Amerika Serikat
untuk merangkul Iran menjadi lebih dekat
ke Amerika Serikat, bukan lebih dekat ke
Rusia dan China. Ya, itu strateginya
Amerika lah. Dan ternyata ya Arab Saudi
enggak suka dengan itu. Dan ini penting
banget, Guys. Karena ya kalau Iran
sampai punya kekuatan nuklir, berarti
Timur Tengah ya ada di bawah telapak
kaki Israel dan Iran. Arab Saudi sekaya
apapun Arab Saudi dia tidak punya
nuklir, Guys. Sekaya apapun Abu Dhabi,
Dubai, Qatar, Kuwait, mereka enggak
punya nuklir. Enggak punya kemampuan itu
dan enggak dikasih izin bahkan buat itu.
Tapi kalau Iran berhasil punya itu, wah
lu bisa tahu pengaruhnya sedemikian
besar tuh raja-raja Arab, raja-raja di
Timur Tengah pasti takut semuanya sama
Iran. Makanya penting buat raja-raja di
Arab mendesak Amerika Serikat untuk
melucuti kekuatan nuklirnya Iran supaya
Timur Tengah bisa berada di bawah
kendalinya raja-raja ini, Guys. Nah,
yang paling fatal apa, Guys? Nah, yang
paling fatal adalah peristiwa penarikan
pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan
di tahun 2021. Nah, Teman-teman tahu kan
Afghanistan itu juga hobinya saling
sesama suku bangsa di situ. Dan kekuatan
yang paling kuat di sana adalah Taliban.
Dan Taliban hari ini sudah kembali
berkuasa. Kenapa? Karena Amerika Serikat
sudah resmi cabut dari Afghanistan. Dan
ini membuat takut para pemimpin-pemimpin
Arab. Tahu ya mereka mayoritas negara
monarki bukan negara demokrasi. Mereka
takut kalau Amerika Serikat meninggalkan
Afghanistan maka Taliban akan makin
powerful. Maka Taliban akan berusaha
menggulingkan raja-raja yang ada di
Timur Tengah. So, ketika polisi dunia
yang namanya Amerika Serikat tidak lagi
tinggal, tidak lagi angkat senjata,
tidak lagi punya pangkalan di
Afghanistan, mereka takut kekuasaan
Taliban akan melebar luas. Ya, sama
kayak zaman dulu kalau lu lihat ISIS ya,
itu banyak negara-negara sampai negara
Afrika aja ketakutan negaranya diserang
sama ISIS loh. Karena banyak negara yang
jatuh ke dalam pengaruhnya ISIS. Nah,
kurang lebih itu yang ditakuti sama raja
Arab dan itulah kekecewaan mereka.
Kenapa lu kabur dari Afghanistan?
Akibatnya Taliban bisa makin powerful
nih. Nah, mereka kecewa banget sama
polisi dunia yang namanya Amerika
Serikat. Ternyata gagal menciptakan
kestabilan di Afghanistan. Eh, malah
angkat bendera putih kabur. Nah, yang
paling parah sebetulnya adalah ketika
peristiwa serangan rudal Israel. Lu
ingat ya, salah satu hobi Israel selain
rakyat Palestina yaitu adalah main
perang-perangan sama Iran. Nah, pada
suatu ketika ya Israel ini main
tembak-tembakan ruda lah sama Iran dan
Israel. Dan ternyata ketika Israel
melakukan serangan balik kepada Iran,
mereka melakukan serangan itu dari ruang
udaranya Arab Saudi. Jadi banyak
pesawat-pesawat jet, rudal-rudalnya
Israel itu yang lewat di langit Arab
Saudi. Buat apa? Buat ngebom Qatar, buat
ngebom Iran. Dan ini membuat Arab Saudi
marah. Kenapa? Di Arab Saudi itu kalau
lu per ke Arab Saudi isinya apa?
Pangkalan militer Amerika Serikat semua.
Kok mereka bengong-bengong aja? Kan
tugas lu melindungi gua. Bukan cuma
melindungi dari serangan darat. Bukan
cuma melindungi rezim monarki supaya
enggak digulingkan oleh rakyatnya
sendiri, tapi juga melindungi kedaulatan
lu. Kedaulatan dari ruang udara salah
satunya. Kok bisa-bisanya ada pesawat
tempur berkekuatan nuklir dari Israel
melintasi ruang udara gua bawa bom
ngebom Qatar. Sahabat gua, sahabat Arab
Saudi. Dan lu diam aja, lu membuat gua
malu di hadapan rakyat gua sendiri. Dan
kecewa banget mereka. Ruang udara Arab
Saudi dipakai sebagai cara untuk
mengebom, menyerang negara-negara Arab
yang lain. Malu dong mereka. Mereka
selama ini kan menganggap dirinya
sebagai pahlawan di Timur Tengah. Mereka
adalah pelindung. Eh, tapi ternyata
ketahuan, bersekutu, bahkan mengizinkan
ruang udara dia dipakai buat ngebom
negara-negara Arab yang lain. Wah,
kecewa, Guys. Jadi, udah
bertumpuk-tumpuklah kekecewaannya Arab
Saudi terhadap Amerika Serikat. Jadi
enggak heran kalau mereka pun sudah
mulai belajar untuk mengkhianati Amerika
Serikat. Dan memang momennya pas. Kalau
lu lihat video Bik tahun lalu itu udah
bikin wanti-wanti ya tentang peristiwa
ini akan terjadi pengkhianatan terhadap
dolar Amerika Serikat karena perjanjian
petro dolar sudah berakhir di tahun
2024. Dan gua udah bilang juga di video
itu ketika perjanjian ini berakhir harus
siap-siap Amerika Serikat ketika Petrol
Dool berakhir Cina dan Arab Saudi bisa
bersekongkol untuk menghabisi Amerika
Serikat. Karena perjanjian Petr Dool, by
the way, itu adalah perjanjian yang
ditandatangani di atas kapal perangnya
Amerika Serikat. Ya, isinya apa? Negara
Arab Saudi wajib menjual minyak bumi
mereka pakai dolar. Dan perjanjian kerja
sama ini berlangsung selama 50 tahun
sejak bulan Juni tahun 1974. Karena
sudah 50 tahun berlalu, pas di bulan
Juni 2025 atau lebih tepatnya tanggal 9
Juni 2024, ya perjanjian ini berakhir
dan Arab Saudi itu sebetulnya sudah
bebas merdeka. dia sudah bebas
menentukan partner bisnisnya siapa.
Mereka enggak boleh dilarang-larang
seharusnya bertransaksi dengan negara
manapun dan mereka bebas menentukan mau
pakai mata uang apa dalam berbisnis.
Oke, itulah sejarah masa lalu Petro
Dolar bahwa ya hari ini mata uang dolar
dipakai di Hongkong, di New Zealand, di
Abu Dhabi, di Inggris, di Jerman. Ada
sejarahnya. Karena komoditas yang paling
banyak ditransaksikan dan nilainya
paling banyak juga secara dolar itu
adalah minyak bumi. Apapun negaranya
pasti pakai minyak bumi. Kalau orang
menguasai minyak bumi, mata uang yang
dipakai pakai minyak bumi pasti langsung
gede valuasinya. Lu bayangin aja gini,
kalau lu di sini ada yang suka kripto,
lu bayangin tiba-tiba transaksi minyak
bumi di seluruh dunia wajib pakai
Bitcoin. Apa yang terjadi? Permintaan
terhadap Bitcoin pasti naik, harga
Bitcoin pasti jadi naik. Kurang lebih
itu relevansinya. Atau kalau seandain lu
gampang bayangin emas, bayangkan kalau
tiba-tiba komoditas yang paling sering
ditransaksikan di Indonesia itu adalah
beras. Lu bayangkan kalau tiba-tiba
besok keluar peraturan pemerintah, semua
transaksi beras wajib bayar pakai emas.
Pasti permintaan emas meningkat tinggi.
Itu pun yang terjadi dengan Petrol Dolar
ketika 50 tahun yang lalu disepakati
negara-negara Timur Tengah wajib
menjualnya dalam dolar. Permintaan dolar
meningkat pesat. Akibatnya Amerika
Serikat bisa cetak duit gak pakai mikir.
Karena ketika dia cetak duit, negara
lain langsung menyerap dolarnya mereka
buat transaksi minyak bumi itu. So,
kembali ke Petro Yuan. Sebetulnya
seberapa besar sih dampaknya? Emang Cina
itu pengaruhnya sebegitu powerful di
bisnis minyak bumi dunia. Ya, gampang
aja, Guys. Lu lihat data ya. Lu tahu
tiga negara dengan konsumsi minyak bumi
terbesar di dunia, peringkat tiga itu
ada India. 5 juta barel per hari. 5 juta
barel per hari itu India. karena
penduduknya miliaran. Peringkat dua ada
Cina. Konsumsinya berapa? 16 juta barel,
Guys, per hari. Lu bayangin peringkat 3
sama peringkat 2 bedanya tiga kali
lipat. Peringkat satu, Amerika Serikat
ada 19 juta barel per hari. Nah, ini
jomplang banget kalau lu bandingkan
dengan Indonesia. Indonesia cuma berapa?
Cuma 1,6 juta barel per hari. Dari sini
lu sudah bisa lihatlah berarti Indonesia
bukan negara industrialis karena
ternyata kita tidak banyak menggunakan
minyak bumi. Beda dengan negara-negara
top itu ya. Mereka pakai itu buat
mengembangkan bisnis mereka,
pabrik-pabrik mereka, kapal perang
mereka, pabrik baja mereka, ya
mesin-mesin ekonomi mereka bergerak
terus. So, lu bayangkan ya, ternyata
Cina adalah pembeli terbesar kedua di
dunia setelah Amerika Serikat. dan
mendadak konsumen minyak terbesar di
dunia 16 juta barel per hari. Tiba-tiba
enggak mau lagi beli barang pakai dolar
Amerika Serikat. By the way, seberapa
besar sih sebetulnya 161 juta barel per
hari itu ya? 161 juta barel per hari. Lu
tahu ya hari ini harga minyak itu
sekitar 63 per barelnya atau rupiahnya
sekitar Rp1 juta lah. So, kalau
seandainya lu belanja 1 juta barel per
hari, lu butuh duit 16,4 triliun, Guys.
Cina itu belanja 16,4 juta barel per
harinya buat minyak bumi doang loh. Itu
kalau satu barel R1 juta itu 16,4
triliun, Guys. Belanja dia setiap hari
alias dalam 1 tahun belanja minyak Cina
itu setara 6.000 triliun. Gila banget,
Guys. Lu bayangin HP band Indonesia pun
bubar. HP band Indonesia cuma 3.000
triliun, Guys. Cina buat beli minyak
loh. Bukan buat bayar gaji PNS, ya. Buat
beli minyak aja habis 6.000 triliun
setahun. Gila banget, Guys. Nah, lu tahu
ternyata dari 16,4 juta barel per hari
yang dikonsumsi dibakar sama Cina, Arab
Saudi itu menyuplai 10%-nya alias setara
1,6 juta barel setiap hari. Artinya
kalau tadi satu barel itu setara Rp1
juta, kalau dia konsumsinya R1,6 juta
barel setiap hari dari Arab Saudi,
artinya Cina itu nyetor 584 triliun ya,
hampir 600 triliun setiap tahunnya ke
Arab Saudi. Itu hampir setara dengan
lima kereta cepat Jakarta, Bandung lah.
Jadi, lu bayangin ya belanja minyak Cina
dari Arab Saudi ini bukan dari seluruh
dunia. Cina dari Arab Saudi aja nilai
transaksinya setara lima kereta cepat
yang harganya ratusan triliun. Itu jadi
gede banget loh bisnis minyak ini. Nah,
ini bahayanya apa, Guys? Kenapa lu harus
tahu ini? Lu harus rekam baik-baik di
otak lu? Karena kalau ini terjadi ini
pertama kalinya dalam sejarah terjadi
serangan dahsyat terhadap dominasi US
dollar. Dan ini bakal mengurangi
dominasi US Dollar bukan cuma dalam
perdagangan minyak aja. Karena memang
sih selama 50 tahun terakhir hampir
semua perdagangan minyak dunia
menggunakan US dollar alias petrol
dolar. Nah, kalau Arab Saudi salah satu
eksportir minyak terbesar di dunia
tiba-tiba mau menerima yuan Cina, mata
uang Cina, maka lu bisa lihat konsumen
minyak terbesar nomor dua di dunia sudah
mulai bergeser ke Petro Yuan. Bisa jadi
menginspirasi negara-negara lain yang
lebih kecil untuk juga geser, tidak lagi
menggunakan petrol dolar. Akibatnya US
dollar akan makin kecil, makin berkurang
peranannya. sebagai mata uang energi
dunia. Kenapa bisa begitu? Karena kalau
Arab Saudi setuju, maka itu artinya 57
miliar dolar duit ya akan menguap
peredarannya setiap tahun karena
hilangnya ekspor minyak dari Arab Saudi
ke China. Dan ini akan berakibat fatal
karena kekuatan geopolitik dan finansial
Amerika Serikat bakal melemah, Guys.
Nah, itu di sisi lain ya bagi petrol
Dool. Tapi bagi Cina gimana sih?
Sebetulnya ini menguntungkan loh buat
Cina. Jadi, Cina bakal memperkuat posisi
Yan sebagai mata uang internasional,
Guys. Permintaan global dunia terhadap
Yan bakal naik dan kepercayaan terhadap
Yan sebagai mata uang internasional
pasti meningkat. Nah, ujung-ujungnya
negara lain bakal mulai mempertimbangkan
untuk memakai yuan buat ekspor impor
komoditasnya mereka. Nah, di Cina
sendiri ini juga bisa membantu
mengurangi biaya transaksi dan resiko
kurs bagi China. Maksudnya apa, Pak?
Jadi, lu bayangkan, Guys, ini bisa
mengurangi resiko kurs, bisa mengurangi
resiko transaksi di Cina. Itu kenapa
bisa gini? Selama bertahun-tahun Cina
itu impor minyak dari Arab Saudi, bayar
1,6 triliun setiap hari. Nah, kalau dia
mau bayar Arab Saudi zaman dulu maunya
terima US dolar. So, yang dilakukan
Cina, "Bro, bro, gua mau beli minyak lu
dong R1 juta barel hari ini. Boleh
enggak?" "Boleh. Mana duitnya," Yan? Ah,
enggak laku. Duit monopoli ini mah.
Ganti duit real dong. Gantilah. Akhirnya
Cina terpaksa menggadaikan harga diri
dia. Dia menjual yuan-nya dengan cara
menukar yuan dengan US dollar setiap
hari. Lu bayangkan setara 1,6 triliun
dia harus gadaikan mata uang dia. Dia
beli US dollar, dia jual yuan China.
Setelah dia gadaikan yuan dia dapat US
dollar. Pergi dia ke Arab. Bro, gua beli
ya R1 juta barel. Ujung-ujungnya apa?
Dia punya resiko. Karena nilai US dollar
tuh bisa berfluktuasi. Ada resiko.
Gimana seandainya dolar melemah, gimana
seandainya dolar meningkat. Itu ada
resiko tuh buat Cina. Buat apa dia harus
stok tapi dia enggak ada pilihan lain.
Dia kan harus bikin cadangan minyak
negara dia dalam 1 bulan, 2 bulan ke
depan harus cukup. Jadi apa yang dia
lakukan? Dia harus belanja stok duit
triliunan dolar untuk belanja minyak
selama 3 bulan ke depan, selama 1 tahun
ke depan. Dia harus bikin itu.
Ujung-ujungnya apa? Cina jadi memperkaya
Amerika Serikat. Dia harus belanja dolar
terus. Yuan dia dia gadaikan terus.
Selama rakyatnya masih hobi minum minyak
bumi buat jalanin mobilnya. Tapi Cina
juga pintar. Gua gak mau menjadi budak
dolar. Gua udah enggak mau lagi
transaksi pakai dolar. Gua maunya
transaksi pakai yuan. Dan dia juga ada
keuntungan kalau dia convert, kalau dia
pindah mata uang dari dolar ke Iwan.
Kenapa? Karena sekarang dia ketika
transaksi enggak lagi bergantung pada
sistem finansialnya Barat, yaitu
menggunakan Swift code atau koresponden
bank yang ya gaya barat. Sekarang mereka
bisa pakai menggunakan instrumen
finansial, teknologi finansial ya punya
Cina sendiri. Jadi sewaktu-waktu terjadi
kayak si Rusia, Rusia tiba-tiba swift
code-nya diband, orang enggak bisa kirim
duit ke Moskow, Moskow enggak bisa kirim
duit keluar. Cina enggak ada risiko itu.
Karena transaksinya semua dilakukan
pakai teknologinya Cina. Dia enggak
bergantung dengan Swift, dia enggak
bergantung dengan Mastercard, dia enggak
bergantung dengan visa, dia pakai
teknologi dia sendiri, Guys. So, dengan
memakai yuan ya Cina bisa mengurangi
biaya konversi mata uang mereka. Jadi
lebih hemat transaksinya dan tidak lagi
menguntungkan Barat. Dan yang paling
penting, dia bisa menghilangkan resiko
fluktuasi US dollar, Guys. Nah, buat
Arab Saudi sendiri kalau yuan kan
kayaknya Cina untung untung untung aja
ya. Benefit juga dia kalau pakai
petrouan. Tapi kalau buat Arab Saudi
nih, untung apa rugi, Guys? Ya, bagi
Saudi itu sebetulnya ada plus minusnya.
Yang pertama nih keuntungannya dulu ya
buat Arab Saudi. Arab Saudi itu
mendapatkan ruang ekonomi politik yang
lebih luas. Mereka tidak lagi bergantung
100% terhadap Amerika Serikat. Mereka
juga jadi dapat akses karena punya stok
yuan. Mereka bisa menginvestasikan mata
uang yuan mereka ke bisnis-bisnis yang
ada Cina, ke obligasi Cina, proyek belt
and road initiative dan lain sebagainya.
Dan mereka akibatnya mendapatkan akses
yang lebih besar terhadap pasar Cina
yang begitu banyak populasi penduduknya.
Jadi di sini ada keuntungan juga buat
Arab Saudi ya. Mereka jadi punya
cadangan yuan yang begitu besar. Mereka
bisa bisnis apapun dan mereka bisa
investasi. Oh, Cina mau bangun pelabuhan
di Afghanistan. Oh, Cina mau bikin
pelabuhan di Afrika. Oh, Cina mau beli
pelabuhan di Tanjung Priuk. Sekarang
Arab Saudi bisa jadi joinan investasi ke
sana. Emangnya Abu Dhabi Ports doang
yang bisa? Arab Saudi sekarang jadi bisa
ikut joinan investasinya Cina ke seluruh
dunia dengan mata uang yuan mereka.
Mereka jadi stok yuannya banyak di
gudang, Guys. Nah, tapi ada resiko juga
enggak buat Arab Saudi? Ada. Yang
pertama, yuan itu tidak seinasional USD,
Guys. Ini juga masalah sebenarnya.
Contoh gini, gua berkali-kali ya kalau
terbang transit di Abu Dhabi atau
transit di Dubai, bayar pakai dolar
Amerika Serikat masih bisa loh. Bahkan
di Singapura aja masih ada toko-toko
yang menerima kalau kita transaksi pakai
dolar. Jangankan di Arab, di Indonesia
aja kalau lu ke Bali itu banyak
hotel-hotel restoran yang terima
pembayaran pakai mata uang dolar. Sampai
ke Lombok aja banyak yang masih terima.
Sedemikian terkenalnya dolar Amerika
Serikat ini di seluruh dunia. Nah, lu
bayangkan tiba-tiba duit di dompet lu
berubah jadi yuan. Itulah yang terjadi
di Arab Saudi. Tiba-tiba mereka tiap
hari dapat 1 triliun per hari tapi dalam
bentuk yuan. Dan yuan tidak seglobal,
tidak seinasional USD. Akibatnya dia
juga jadi tidak seleluasa itu buat
investasi di dunia internasional.
Katakan ada projek pembangunan kereta
api dari Hokido nyambung ke Okinawa di
Jepang. Apa iya Jepang mau terima mata
uang yuan? Gua rasa enggak? Akibatnya
jadi sulit juga kalau Arab Saudi mau
invest di project pembangunan kereta api
di Jepang itu karena enggak umum. Tapi
kalau Amerika Serikat dolar masih mau
enggak mau pasti Jepang. Hal yang sama
juga misalkan ada investasi projject
pembangunan instalasi nuklir di New
Zealand. Mau gitu orang New Zealand
terima mata uang yuannya Arab Saudi. Gua
rasa enggak. Buat apa New Zealand stok
yuan banyak-banyak? Bisa jadi ada
kerugian juga di mereka ketika Yan itu
sendiri dipeging nilainya terhadap US
dollar. Jadi katakan si Amir Saudi mau
investasi di New Zealand atau di Jepang
tadi ya tentu kan Jepang enggak mau
terima mata uang yuan. Lu belanja duluah
ke yen convert tuh atau lu ganti dulu
yuan lu ke US dollar. Tapi ternyata
nilai peging UN terhadap dollar ternyata
lagi enggak bagus ya. Jadi resiko kurs
juga sebetulnya di Arab Saudi. Nah, yang
paling fatal sebetulnya yang ketiga sih,
Guys. Kerugian bagi Saudi, yaitu ada
potensi tekanan politik dari Amerika
Serikat yang sakit hati dikhianati oleh
sekutu lama mereka. Soalnya petro adalah
kepentingan strategis Amerika Serikat.
Mereka tidak akan pernah membiarkan mata
uang mereka hilang dominasinya di dunia
ini, Guys. Tidak akan pernah loh lu
bayangkan. Ini betul-betul ngeri sih.
Kenapa ini penting banget? Karena lu
tahu ya, Amerika Serikat bisa kehilangan
kekuatan dia buat mengontrol dunia.
Karena dolar fungsinya adalah mengontrol
itu supaya dunia ini tidak keos, supaya
dunia ini berputar mengelilingi Amerika
Serikat. Dan ini juga bukan cuma soal
ekonomi. Lu udah ngomongin dolar itu
udah ngomongin kepentingan militer.
Kekuatan militer Amerika Serikat itu
ditopang sama US dollar. Tapi mereka
juga yang menopang dominasi US dollar.
Ketika Muhammad Kaddafi misalkan dia tuh
ngumpulin orang-orang di Afrika
penghasil minyak di Timur Tengah, dia
bilang, "Kita stop yuk jual minyak
kita." Libya waktu itu Kadfi enggak mau
lagi jualan minyak pakai dolar. Apa yang
terjadi? Kadfi berpisah dengan lehernya,
Guys. Jadi binasa dia. Begituun Saddam
Husin. Jadi banyak rezim-rejim diktator,
presiden, kepala negara di Afrika Timur
Tengah yang disingkirkan karena mereka
enggak mau pakai dolar. Mereka enggak
mau lagi jual minyaknya pakai dolar.
Jadi, ini ada masalah militer juga.
militer digunakan untuk menekan
negara-negara supaya terus menggunakan
US dollar. Nah, ini memberikan kekuatan
kedua bagi Amerika Serikat untuk
memberikan sanksi. Kalau negaranya sudah
makan racun itu yang namanya US dollar,
mereka jadi budak, mereka jadi ketagihan
dengan US dollar. Amerika Serikat jadi
punya kekuatan buat memberikan sanksi.
Contohnya racun gini, Guys. Lu kalau
beli Rollroyce bisa enggak pakai yuan?
Enggak bisa. Lu mau beli Boeing, Airbus
bisa enggak pakai Yuan? Enggak bisa. Lu
harus pakai US dollar. Tapi kalau
raja-raja Arab itu kan kayak raya. Apa
mau mereka pakai mobil Hyundai? Enggak.
Gua yakin enggak. Mereka mau pakai mobil
yang mahal. Mereka mau naik mobil
Rollroyce. Mereka mau naik mobil
Bentley. Mereka mau pakai pesawat
Golfstream. Mereka mau pakai pesawat
Boeing. Mereka mau pakai pesawat Airbus.
Dan negara-negara itu tidak akan mungkin
mau jual barang mereka ke sana kalau
tidak pakai dolar. Akibatnya
oligarki-oligarki di Arab ya ketagihan
dolar. Nah, karena mereka sudah menjadi
budak dolar, mereka terbiasa belanja
pakai dolar. Akibatnya Amerika Serikat
bisa leluasa memberikan sanksi. Lu
pengin naik Bley terbaru, lu pengin
punya Rollroyce terbaru, gua enggak
kasih izin lu, gua embargo, lu enggak
boleh beli. Bisa enggak terjadi? Bisa
itu terjadi. Hari ini oligarki,
orang-orang kaya di Rusia kena embargo.
Jangankan beli mobil Ford, lu mau beli
McD aja enggak bisa di Rusia hari ini.
Lu bayangkan tuh sedemikian powerfulnya
mata uang itu sehingga mereka bisa
memberikan sanksi sehingga negara bisa
jadi terbelakang. Karena lu enggak bisa
lagi impor teknologi barat. Lu mau punya
Intel enggak boleh. Lu mau punya iPad,
iPhone enggak boleh. Lu mau pakai
teknologi satelit Amerika Serikat enggak
boleh. Karena semuanya diembargo sama
Amerika Serikat. Mereka punya kekuatan
itu melalui US dollar. Lu enggak bisa
lagi ngeluncurin satelit ke luar negeri.
Karena apa? Karena mau buat bayar ongkos
tiket roketnya aja bayarnya pakai dolar.
Tapi mereka enggak boleh terima dolar
lu. Haram menurut mereka uang palsu.
Orang mereka yang bisa ngasih nomor seri
yang mereka yang bisa nyetak. Mereka
juga yang berhak mendeklare uang lo itu
sah atau tidak sah. Itulah bahayanya
negara-negara yang selama ini sudah
menjadi budak dolar, Guys. Dan ini bisa
berlaku permanen kalau perdagangan
global masih memakai US dollar. Apalagi
khususnya perdagangan global yang
menggunakan lalu lintas perbankan.
Karena transaksi internasional pasti
melewati sistem finansial Amerika
Serikat. yang namanya kode Swift itu gua
pun kita semua pun di sini kalau lu
kirim duit ke Belanda atau kirim duit ke
Cina, ke Jepang pasti pakai Swift-nya
Amerika Serikat. Iya dong. Atau IBAN lah
lu bisa pakai itu. Sama-sama aja Amerika
Serikat. Jadi Amerika Serikat itu bukan
bicara soal petrol dolar ini cuman soal
ekonomi, enggak. Tapi juga soal militer,
soal kedaulatan, dan soal pengaruh
geopolitik sampai soal stabilitas
nasional Amerika Serikat. Karena Amerika
Serikat sampai detik ini bisa berdiri ya
karena memang selama 50 tahun terakhir
mereka berdiri di atas dominasi dolar
yang dipakai di seluruh perdagangan
dunia. Awalnya memang dari energi tapi
sekarang udah ekspansi dari energi ke
kedelai ke hasil pertanian ke batu bara.
Bahkan Indonesia aja jual beli batu bara
di Indonesia. Batu bara dari Kalimantan
lu tahu pakai apa? pakai dolar, Guys.
Sedemikian powerful-nya dolar itu
sekarang sudah sampai buka cabang di
mana-mana. Ekspansi dari bisnis minyak
bumi. Nah, sebelum kita berpisah, gua
punya pertanyaan yang paling penting sih
buat Indonesia. Kalau kalian setuju
enggak sih kalau dominasi Amerika
Serikat ini memang harus kita gantikan
dengan kekuatan baru, yaitu mendukung
kekuatan Cina yang artinya ada
kemungkinan ya apa sebagian Indonesia
juga mengikuti jalannya Arab Saudi mulai
memakai yuan. Jadi membeli energi dari
Singapura atau dari Arab Saudi ya pakai
yuan China. Lu setuju enggak kalau
Indonesia lakukan itu juga? Dan yang
paling penting dan yang paling ngeri
sebetulnya kalau lu jadi rakyatnya Cina
atau Arab Saudi, menurut kalian Amerika
bakal diam saja enggak melihat dolar
mereka diserang sama negara-negara ini?
Apakah ini jadi indikasi awal bahwa
Amerika akan mulai berperang dengan Cina
atau Arab? Kalau menurut gua yang lebih
mungkin mereka akan pancing sih. Mereka
akan mancing Cina untuk menyerang
Taiwan. Sebagaimana Rusia dipancing
untuk menyerang Ukraina. Masalahnya Cina
juga pintar, Guys. Dia enggak semudah
itu buat dipancing nyerang Taiwan.
Karena Cina tahu dia harus mendapatkan
dukungan internasional. Cina kan
mindsetnya mau dagang sama Eropa, mau
dagang sama Korea, mau dagang sama
seluruh negara-negara yang ada di dunia
ini. Kalau tiba-tiba dia dilihat sebagai
negara yang cinta perang, orang-orang
enggak bakal mau lagi bisnis sama
mereka. Makanya ini jadi situasi yang
dilematis nih buat Amerika Serikat.
Mereka berusaha sedemikian keras supaya
Cina mau keluar nyerang Taiwan. Tapi
Cina gak terpanggil juga, Guys. Enggak
terjebak juga. Seperti Rusia dijebak
untuk menyerang Ukraina. Nah, menurut
kalian gimana, Guys? Lu setuju enggak
sih kalau memang dominasi Amerika
Serikat sudah waktunya diganti dengan
China dan Indonesia sebaiknya berada di
posisi yang mana nih? Kita harus pro
dengan US dollar atau kita harus pro
dengan UN? Lu pilih yang mana? Dan yang
paling penting sih, kalau dominasi US
Dollar terganggu, hah perusahaan apa
yang paling diuntungkan di Indonesia?
Bisnis apa yang paling diuntungkan kalau
US dollar ambruk? Segera kirimkan
komentar kalian dan saran kalian di
kolom komentar YouTube Benix yang ada di
bawah ini. Semoga video ini bermanfaat.
Salam sehat, salam cuan. Bye bye.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:53 UTC
Categories
Manage