SAUDI ARABIA IS CONFUSED!! Choose China's PETRO YUAN or Stick to the US DOLLAR?
_t8sqX_nlVE • 2025-12-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Saya Benix dengan ini ingin menyampaikan rasa dukacita yang sedalam-dalamnya kepada rakyat Indonesia, khususnya kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana hujan badai sikl tropis yang mengakibatkan longsor dan banjir di Aceh, di Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat. Dan saya dengan ini juga turut merasakan kesedihan dan bela sungkawa atas hilangnya lebih dari 400-an jiwa ya manusia yang terdampak bencana ini. Dan di tengah musibah ini saya juga mau mengingatkan buat teman-teman sekalian bahwa kekuatan terbesar bangsa kita itu adalah solidaritas. Jadi saya mau minta untuk kepada kita semua, rekan-rekan semua untuk saling terus tolong-menolong, bahu-membahu, gotong-royong dalam memberikan bantuan, dalam memberikan dukungan, baik dari segi materi, dari segi tenaga, waktu, dan yang terpenting dukungan dalam bentuk doa supaya saudara-saudara kita di wilayah yang terdampak bisa segera dipulihkan. Semoga masa yang sulit ini dapat segera kita lewati bersama. Guys, ngeri banget nih, Guys. Negara Cina udah resmi menyatakan perang terhadap dolar Amerika Serikat. Kok bisa ya? Jadi, buat teman-teman yang belum tahu ya, baru-baru ini Cina udah resmi mendesak nih negara yang kaya minyak namanya Arab Saudi untuk melakukan penjualan minyak mereka. transaksi minyak bumi keluar dari Arab Saudi harus menggunakan yuan China, Guys. Mata uangnya si negara Cina ini. Nah, ini sebenarnya bukan hal baru sih, karena sebetulnya udah dalam 6 tahun terakhir bertahun-tahun si Jimping berusaha melobi raja Arab buat berhenti menggunakan dolar Amerika. So, kenapa berita ini ngeri banget, Guys? Dan apa dampaknya buat rakyat Indonesia? Karena lu pasti terdampak dengan peristiwa besar ini. Karena lu tahu belanja minyak Cina itu sampai 16 triliun per hari. So, kalau lu penasaran gimana sih ini semua bisa mempengaruhi ya negara Indonesia dan bagaimana ya masa depan dolar versus Yuan China, lu jangan skip video ini karena nyawa lu, karena nasib lu, karena hidup lu di Indonesia bergantung dengan yang satu ini. So, jangan dikip video ini. Let's check this. So, guys, pertanyaan utama adalah kenapa Arab Saudi mau-maunya pakai mata uang yuan? Padahal lu kalau pergi ke Arab mau beli kebab enggak bisa lu bayar pakai Yuan. Lu masih mungkin bayar pakai dolar Amerika kan di Arab Saudi, di bandara, di Arab, di Dubai, lu bisa bayar pakai dolar Amerika tapi bayar pakai Yan nanti dulu. Enggak ada yang mau percaya dengan mata uang Cina. Tapi sekarang mereka mau. Bahkan Arab Saudi, raja Arab sudah mengizinkan transaksi minyak pakai yuan China. Nah, kenapa mereka bisa begini? Karena ada empat alasan utama, Guys. Yang pertama karena mereka seringki dikecewakan sama Amerika Serikat. Kecewakan dalam arti apa? Contoh, lu tahu orang Arab hobinya apa? Saling bunuh sesamanya mereka. Arab Saudi ini bertahun-tahun ngebomin rakyat di Yaman, Guys. Lu bayangkan, ya. Petani-petani miskin pada ternak kambing, domba di sana. Wah, habis di nih sama Arab Saudi nih. Nah, Amerika Serik kan tidak menyetujuian itu, pembian itu. Tidal itu enggak disetujui sama Amerika Serikat. Makanya Arab Saudi bet. Lu kok enggak mau bayahin gua sih? Gua lagi tembak-tembakan sama si Yemen dan lu tahu Yemen ini didukung oleh Garda Republik Iran. Amerika enggak mau ikut campur tuh dalam perang saudara yang ada di Yemen. Nah, itu bikin Arab Saudi marah. Terus apa yang kedua? Biden, Joe Biden, Presiden Amerika Serikat itu gagal sepakat tuh tentang program nuklir Iran. Maksudnya apa ya? Ya, Arab Saudi lu tahulah ya. Mereka itu penginnya Timur Tengah itu tunduk di bawah kaki mereka, di bawah kekuasaan mereka. Tapi satu-satunya negara yang menolak dominasi Arab Saudi namanya Iran. Dan Iran kenapa berani? Karena mereka mau bangun kekuatan nuklir. Mereka punya rudal lebih cepat dari kecepatan suara. Mereka punya peralatan tempur yang luar biasa. Bahkan bisa menembus pertahanan udaranya Israel loh. Nomor satu di dunia bisa dikalahkan sama Iran. Tetapi Iran yang kurang dari mereka ya mereka belum punya hulu ledak nuklir. Nah, ini yang ditakutkan oleh raja Arab. Sehingga ketika kemudian Joe Biden gagal melucuti fasilitas nuklir yang dibangun Iran ya mereka sebel. Bahkan Amerika Serikat ada kemungkinan menyetujui pelatihan pembangunan fasilitas nuklir yang ada di Iran. Jadi mereka juga bisa ngawasin. Kenapa? Ya karena ini bagian dari rencana strategiknya Amerika Serikat untuk merangkul Iran menjadi lebih dekat ke Amerika Serikat, bukan lebih dekat ke Rusia dan China. Ya, itu strateginya Amerika lah. Dan ternyata ya Arab Saudi enggak suka dengan itu. Dan ini penting banget, Guys. Karena ya kalau Iran sampai punya kekuatan nuklir, berarti Timur Tengah ya ada di bawah telapak kaki Israel dan Iran. Arab Saudi sekaya apapun Arab Saudi dia tidak punya nuklir, Guys. Sekaya apapun Abu Dhabi, Dubai, Qatar, Kuwait, mereka enggak punya nuklir. Enggak punya kemampuan itu dan enggak dikasih izin bahkan buat itu. Tapi kalau Iran berhasil punya itu, wah lu bisa tahu pengaruhnya sedemikian besar tuh raja-raja Arab, raja-raja di Timur Tengah pasti takut semuanya sama Iran. Makanya penting buat raja-raja di Arab mendesak Amerika Serikat untuk melucuti kekuatan nuklirnya Iran supaya Timur Tengah bisa berada di bawah kendalinya raja-raja ini, Guys. Nah, yang paling fatal apa, Guys? Nah, yang paling fatal adalah peristiwa penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan di tahun 2021. Nah, Teman-teman tahu kan Afghanistan itu juga hobinya saling sesama suku bangsa di situ. Dan kekuatan yang paling kuat di sana adalah Taliban. Dan Taliban hari ini sudah kembali berkuasa. Kenapa? Karena Amerika Serikat sudah resmi cabut dari Afghanistan. Dan ini membuat takut para pemimpin-pemimpin Arab. Tahu ya mereka mayoritas negara monarki bukan negara demokrasi. Mereka takut kalau Amerika Serikat meninggalkan Afghanistan maka Taliban akan makin powerful. Maka Taliban akan berusaha menggulingkan raja-raja yang ada di Timur Tengah. So, ketika polisi dunia yang namanya Amerika Serikat tidak lagi tinggal, tidak lagi angkat senjata, tidak lagi punya pangkalan di Afghanistan, mereka takut kekuasaan Taliban akan melebar luas. Ya, sama kayak zaman dulu kalau lu lihat ISIS ya, itu banyak negara-negara sampai negara Afrika aja ketakutan negaranya diserang sama ISIS loh. Karena banyak negara yang jatuh ke dalam pengaruhnya ISIS. Nah, kurang lebih itu yang ditakuti sama raja Arab dan itulah kekecewaan mereka. Kenapa lu kabur dari Afghanistan? Akibatnya Taliban bisa makin powerful nih. Nah, mereka kecewa banget sama polisi dunia yang namanya Amerika Serikat. Ternyata gagal menciptakan kestabilan di Afghanistan. Eh, malah angkat bendera putih kabur. Nah, yang paling parah sebetulnya adalah ketika peristiwa serangan rudal Israel. Lu ingat ya, salah satu hobi Israel selain rakyat Palestina yaitu adalah main perang-perangan sama Iran. Nah, pada suatu ketika ya Israel ini main tembak-tembakan ruda lah sama Iran dan Israel. Dan ternyata ketika Israel melakukan serangan balik kepada Iran, mereka melakukan serangan itu dari ruang udaranya Arab Saudi. Jadi banyak pesawat-pesawat jet, rudal-rudalnya Israel itu yang lewat di langit Arab Saudi. Buat apa? Buat ngebom Qatar, buat ngebom Iran. Dan ini membuat Arab Saudi marah. Kenapa? Di Arab Saudi itu kalau lu per ke Arab Saudi isinya apa? Pangkalan militer Amerika Serikat semua. Kok mereka bengong-bengong aja? Kan tugas lu melindungi gua. Bukan cuma melindungi dari serangan darat. Bukan cuma melindungi rezim monarki supaya enggak digulingkan oleh rakyatnya sendiri, tapi juga melindungi kedaulatan lu. Kedaulatan dari ruang udara salah satunya. Kok bisa-bisanya ada pesawat tempur berkekuatan nuklir dari Israel melintasi ruang udara gua bawa bom ngebom Qatar. Sahabat gua, sahabat Arab Saudi. Dan lu diam aja, lu membuat gua malu di hadapan rakyat gua sendiri. Dan kecewa banget mereka. Ruang udara Arab Saudi dipakai sebagai cara untuk mengebom, menyerang negara-negara Arab yang lain. Malu dong mereka. Mereka selama ini kan menganggap dirinya sebagai pahlawan di Timur Tengah. Mereka adalah pelindung. Eh, tapi ternyata ketahuan, bersekutu, bahkan mengizinkan ruang udara dia dipakai buat ngebom negara-negara Arab yang lain. Wah, kecewa, Guys. Jadi, udah bertumpuk-tumpuklah kekecewaannya Arab Saudi terhadap Amerika Serikat. Jadi enggak heran kalau mereka pun sudah mulai belajar untuk mengkhianati Amerika Serikat. Dan memang momennya pas. Kalau lu lihat video Bik tahun lalu itu udah bikin wanti-wanti ya tentang peristiwa ini akan terjadi pengkhianatan terhadap dolar Amerika Serikat karena perjanjian petro dolar sudah berakhir di tahun 2024. Dan gua udah bilang juga di video itu ketika perjanjian ini berakhir harus siap-siap Amerika Serikat ketika Petrol Dool berakhir Cina dan Arab Saudi bisa bersekongkol untuk menghabisi Amerika Serikat. Karena perjanjian Petr Dool, by the way, itu adalah perjanjian yang ditandatangani di atas kapal perangnya Amerika Serikat. Ya, isinya apa? Negara Arab Saudi wajib menjual minyak bumi mereka pakai dolar. Dan perjanjian kerja sama ini berlangsung selama 50 tahun sejak bulan Juni tahun 1974. Karena sudah 50 tahun berlalu, pas di bulan Juni 2025 atau lebih tepatnya tanggal 9 Juni 2024, ya perjanjian ini berakhir dan Arab Saudi itu sebetulnya sudah bebas merdeka. dia sudah bebas menentukan partner bisnisnya siapa. Mereka enggak boleh dilarang-larang seharusnya bertransaksi dengan negara manapun dan mereka bebas menentukan mau pakai mata uang apa dalam berbisnis. Oke, itulah sejarah masa lalu Petro Dolar bahwa ya hari ini mata uang dolar dipakai di Hongkong, di New Zealand, di Abu Dhabi, di Inggris, di Jerman. Ada sejarahnya. Karena komoditas yang paling banyak ditransaksikan dan nilainya paling banyak juga secara dolar itu adalah minyak bumi. Apapun negaranya pasti pakai minyak bumi. Kalau orang menguasai minyak bumi, mata uang yang dipakai pakai minyak bumi pasti langsung gede valuasinya. Lu bayangin aja gini, kalau lu di sini ada yang suka kripto, lu bayangin tiba-tiba transaksi minyak bumi di seluruh dunia wajib pakai Bitcoin. Apa yang terjadi? Permintaan terhadap Bitcoin pasti naik, harga Bitcoin pasti jadi naik. Kurang lebih itu relevansinya. Atau kalau seandain lu gampang bayangin emas, bayangkan kalau tiba-tiba komoditas yang paling sering ditransaksikan di Indonesia itu adalah beras. Lu bayangkan kalau tiba-tiba besok keluar peraturan pemerintah, semua transaksi beras wajib bayar pakai emas. Pasti permintaan emas meningkat tinggi. Itu pun yang terjadi dengan Petrol Dolar ketika 50 tahun yang lalu disepakati negara-negara Timur Tengah wajib menjualnya dalam dolar. Permintaan dolar meningkat pesat. Akibatnya Amerika Serikat bisa cetak duit gak pakai mikir. Karena ketika dia cetak duit, negara lain langsung menyerap dolarnya mereka buat transaksi minyak bumi itu. So, kembali ke Petro Yuan. Sebetulnya seberapa besar sih dampaknya? Emang Cina itu pengaruhnya sebegitu powerful di bisnis minyak bumi dunia. Ya, gampang aja, Guys. Lu lihat data ya. Lu tahu tiga negara dengan konsumsi minyak bumi terbesar di dunia, peringkat tiga itu ada India. 5 juta barel per hari. 5 juta barel per hari itu India. karena penduduknya miliaran. Peringkat dua ada Cina. Konsumsinya berapa? 16 juta barel, Guys, per hari. Lu bayangin peringkat 3 sama peringkat 2 bedanya tiga kali lipat. Peringkat satu, Amerika Serikat ada 19 juta barel per hari. Nah, ini jomplang banget kalau lu bandingkan dengan Indonesia. Indonesia cuma berapa? Cuma 1,6 juta barel per hari. Dari sini lu sudah bisa lihatlah berarti Indonesia bukan negara industrialis karena ternyata kita tidak banyak menggunakan minyak bumi. Beda dengan negara-negara top itu ya. Mereka pakai itu buat mengembangkan bisnis mereka, pabrik-pabrik mereka, kapal perang mereka, pabrik baja mereka, ya mesin-mesin ekonomi mereka bergerak terus. So, lu bayangkan ya, ternyata Cina adalah pembeli terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. dan mendadak konsumen minyak terbesar di dunia 16 juta barel per hari. Tiba-tiba enggak mau lagi beli barang pakai dolar Amerika Serikat. By the way, seberapa besar sih sebetulnya 161 juta barel per hari itu ya? 161 juta barel per hari. Lu tahu ya hari ini harga minyak itu sekitar 63 per barelnya atau rupiahnya sekitar Rp1 juta lah. So, kalau seandainya lu belanja 1 juta barel per hari, lu butuh duit 16,4 triliun, Guys. Cina itu belanja 16,4 juta barel per harinya buat minyak bumi doang loh. Itu kalau satu barel R1 juta itu 16,4 triliun, Guys. Belanja dia setiap hari alias dalam 1 tahun belanja minyak Cina itu setara 6.000 triliun. Gila banget, Guys. Lu bayangin HP band Indonesia pun bubar. HP band Indonesia cuma 3.000 triliun, Guys. Cina buat beli minyak loh. Bukan buat bayar gaji PNS, ya. Buat beli minyak aja habis 6.000 triliun setahun. Gila banget, Guys. Nah, lu tahu ternyata dari 16,4 juta barel per hari yang dikonsumsi dibakar sama Cina, Arab Saudi itu menyuplai 10%-nya alias setara 1,6 juta barel setiap hari. Artinya kalau tadi satu barel itu setara Rp1 juta, kalau dia konsumsinya R1,6 juta barel setiap hari dari Arab Saudi, artinya Cina itu nyetor 584 triliun ya, hampir 600 triliun setiap tahunnya ke Arab Saudi. Itu hampir setara dengan lima kereta cepat Jakarta, Bandung lah. Jadi, lu bayangin ya belanja minyak Cina dari Arab Saudi ini bukan dari seluruh dunia. Cina dari Arab Saudi aja nilai transaksinya setara lima kereta cepat yang harganya ratusan triliun. Itu jadi gede banget loh bisnis minyak ini. Nah, ini bahayanya apa, Guys? Kenapa lu harus tahu ini? Lu harus rekam baik-baik di otak lu? Karena kalau ini terjadi ini pertama kalinya dalam sejarah terjadi serangan dahsyat terhadap dominasi US dollar. Dan ini bakal mengurangi dominasi US Dollar bukan cuma dalam perdagangan minyak aja. Karena memang sih selama 50 tahun terakhir hampir semua perdagangan minyak dunia menggunakan US dollar alias petrol dolar. Nah, kalau Arab Saudi salah satu eksportir minyak terbesar di dunia tiba-tiba mau menerima yuan Cina, mata uang Cina, maka lu bisa lihat konsumen minyak terbesar nomor dua di dunia sudah mulai bergeser ke Petro Yuan. Bisa jadi menginspirasi negara-negara lain yang lebih kecil untuk juga geser, tidak lagi menggunakan petrol dolar. Akibatnya US dollar akan makin kecil, makin berkurang peranannya. sebagai mata uang energi dunia. Kenapa bisa begitu? Karena kalau Arab Saudi setuju, maka itu artinya 57 miliar dolar duit ya akan menguap peredarannya setiap tahun karena hilangnya ekspor minyak dari Arab Saudi ke China. Dan ini akan berakibat fatal karena kekuatan geopolitik dan finansial Amerika Serikat bakal melemah, Guys. Nah, itu di sisi lain ya bagi petrol Dool. Tapi bagi Cina gimana sih? Sebetulnya ini menguntungkan loh buat Cina. Jadi, Cina bakal memperkuat posisi Yan sebagai mata uang internasional, Guys. Permintaan global dunia terhadap Yan bakal naik dan kepercayaan terhadap Yan sebagai mata uang internasional pasti meningkat. Nah, ujung-ujungnya negara lain bakal mulai mempertimbangkan untuk memakai yuan buat ekspor impor komoditasnya mereka. Nah, di Cina sendiri ini juga bisa membantu mengurangi biaya transaksi dan resiko kurs bagi China. Maksudnya apa, Pak? Jadi, lu bayangkan, Guys, ini bisa mengurangi resiko kurs, bisa mengurangi resiko transaksi di Cina. Itu kenapa bisa gini? Selama bertahun-tahun Cina itu impor minyak dari Arab Saudi, bayar 1,6 triliun setiap hari. Nah, kalau dia mau bayar Arab Saudi zaman dulu maunya terima US dolar. So, yang dilakukan Cina, "Bro, bro, gua mau beli minyak lu dong R1 juta barel hari ini. Boleh enggak?" "Boleh. Mana duitnya," Yan? Ah, enggak laku. Duit monopoli ini mah. Ganti duit real dong. Gantilah. Akhirnya Cina terpaksa menggadaikan harga diri dia. Dia menjual yuan-nya dengan cara menukar yuan dengan US dollar setiap hari. Lu bayangkan setara 1,6 triliun dia harus gadaikan mata uang dia. Dia beli US dollar, dia jual yuan China. Setelah dia gadaikan yuan dia dapat US dollar. Pergi dia ke Arab. Bro, gua beli ya R1 juta barel. Ujung-ujungnya apa? Dia punya resiko. Karena nilai US dollar tuh bisa berfluktuasi. Ada resiko. Gimana seandainya dolar melemah, gimana seandainya dolar meningkat. Itu ada resiko tuh buat Cina. Buat apa dia harus stok tapi dia enggak ada pilihan lain. Dia kan harus bikin cadangan minyak negara dia dalam 1 bulan, 2 bulan ke depan harus cukup. Jadi apa yang dia lakukan? Dia harus belanja stok duit triliunan dolar untuk belanja minyak selama 3 bulan ke depan, selama 1 tahun ke depan. Dia harus bikin itu. Ujung-ujungnya apa? Cina jadi memperkaya Amerika Serikat. Dia harus belanja dolar terus. Yuan dia dia gadaikan terus. Selama rakyatnya masih hobi minum minyak bumi buat jalanin mobilnya. Tapi Cina juga pintar. Gua gak mau menjadi budak dolar. Gua udah enggak mau lagi transaksi pakai dolar. Gua maunya transaksi pakai yuan. Dan dia juga ada keuntungan kalau dia convert, kalau dia pindah mata uang dari dolar ke Iwan. Kenapa? Karena sekarang dia ketika transaksi enggak lagi bergantung pada sistem finansialnya Barat, yaitu menggunakan Swift code atau koresponden bank yang ya gaya barat. Sekarang mereka bisa pakai menggunakan instrumen finansial, teknologi finansial ya punya Cina sendiri. Jadi sewaktu-waktu terjadi kayak si Rusia, Rusia tiba-tiba swift code-nya diband, orang enggak bisa kirim duit ke Moskow, Moskow enggak bisa kirim duit keluar. Cina enggak ada risiko itu. Karena transaksinya semua dilakukan pakai teknologinya Cina. Dia enggak bergantung dengan Swift, dia enggak bergantung dengan Mastercard, dia enggak bergantung dengan visa, dia pakai teknologi dia sendiri, Guys. So, dengan memakai yuan ya Cina bisa mengurangi biaya konversi mata uang mereka. Jadi lebih hemat transaksinya dan tidak lagi menguntungkan Barat. Dan yang paling penting, dia bisa menghilangkan resiko fluktuasi US dollar, Guys. Nah, buat Arab Saudi sendiri kalau yuan kan kayaknya Cina untung untung untung aja ya. Benefit juga dia kalau pakai petrouan. Tapi kalau buat Arab Saudi nih, untung apa rugi, Guys? Ya, bagi Saudi itu sebetulnya ada plus minusnya. Yang pertama nih keuntungannya dulu ya buat Arab Saudi. Arab Saudi itu mendapatkan ruang ekonomi politik yang lebih luas. Mereka tidak lagi bergantung 100% terhadap Amerika Serikat. Mereka juga jadi dapat akses karena punya stok yuan. Mereka bisa menginvestasikan mata uang yuan mereka ke bisnis-bisnis yang ada Cina, ke obligasi Cina, proyek belt and road initiative dan lain sebagainya. Dan mereka akibatnya mendapatkan akses yang lebih besar terhadap pasar Cina yang begitu banyak populasi penduduknya. Jadi di sini ada keuntungan juga buat Arab Saudi ya. Mereka jadi punya cadangan yuan yang begitu besar. Mereka bisa bisnis apapun dan mereka bisa investasi. Oh, Cina mau bangun pelabuhan di Afghanistan. Oh, Cina mau bikin pelabuhan di Afrika. Oh, Cina mau beli pelabuhan di Tanjung Priuk. Sekarang Arab Saudi bisa jadi joinan investasi ke sana. Emangnya Abu Dhabi Ports doang yang bisa? Arab Saudi sekarang jadi bisa ikut joinan investasinya Cina ke seluruh dunia dengan mata uang yuan mereka. Mereka jadi stok yuannya banyak di gudang, Guys. Nah, tapi ada resiko juga enggak buat Arab Saudi? Ada. Yang pertama, yuan itu tidak seinasional USD, Guys. Ini juga masalah sebenarnya. Contoh gini, gua berkali-kali ya kalau terbang transit di Abu Dhabi atau transit di Dubai, bayar pakai dolar Amerika Serikat masih bisa loh. Bahkan di Singapura aja masih ada toko-toko yang menerima kalau kita transaksi pakai dolar. Jangankan di Arab, di Indonesia aja kalau lu ke Bali itu banyak hotel-hotel restoran yang terima pembayaran pakai mata uang dolar. Sampai ke Lombok aja banyak yang masih terima. Sedemikian terkenalnya dolar Amerika Serikat ini di seluruh dunia. Nah, lu bayangkan tiba-tiba duit di dompet lu berubah jadi yuan. Itulah yang terjadi di Arab Saudi. Tiba-tiba mereka tiap hari dapat 1 triliun per hari tapi dalam bentuk yuan. Dan yuan tidak seglobal, tidak seinasional USD. Akibatnya dia juga jadi tidak seleluasa itu buat investasi di dunia internasional. Katakan ada projek pembangunan kereta api dari Hokido nyambung ke Okinawa di Jepang. Apa iya Jepang mau terima mata uang yuan? Gua rasa enggak? Akibatnya jadi sulit juga kalau Arab Saudi mau invest di project pembangunan kereta api di Jepang itu karena enggak umum. Tapi kalau Amerika Serikat dolar masih mau enggak mau pasti Jepang. Hal yang sama juga misalkan ada investasi projject pembangunan instalasi nuklir di New Zealand. Mau gitu orang New Zealand terima mata uang yuannya Arab Saudi. Gua rasa enggak. Buat apa New Zealand stok yuan banyak-banyak? Bisa jadi ada kerugian juga di mereka ketika Yan itu sendiri dipeging nilainya terhadap US dollar. Jadi katakan si Amir Saudi mau investasi di New Zealand atau di Jepang tadi ya tentu kan Jepang enggak mau terima mata uang yuan. Lu belanja duluah ke yen convert tuh atau lu ganti dulu yuan lu ke US dollar. Tapi ternyata nilai peging UN terhadap dollar ternyata lagi enggak bagus ya. Jadi resiko kurs juga sebetulnya di Arab Saudi. Nah, yang paling fatal sebetulnya yang ketiga sih, Guys. Kerugian bagi Saudi, yaitu ada potensi tekanan politik dari Amerika Serikat yang sakit hati dikhianati oleh sekutu lama mereka. Soalnya petro adalah kepentingan strategis Amerika Serikat. Mereka tidak akan pernah membiarkan mata uang mereka hilang dominasinya di dunia ini, Guys. Tidak akan pernah loh lu bayangkan. Ini betul-betul ngeri sih. Kenapa ini penting banget? Karena lu tahu ya, Amerika Serikat bisa kehilangan kekuatan dia buat mengontrol dunia. Karena dolar fungsinya adalah mengontrol itu supaya dunia ini tidak keos, supaya dunia ini berputar mengelilingi Amerika Serikat. Dan ini juga bukan cuma soal ekonomi. Lu udah ngomongin dolar itu udah ngomongin kepentingan militer. Kekuatan militer Amerika Serikat itu ditopang sama US dollar. Tapi mereka juga yang menopang dominasi US dollar. Ketika Muhammad Kaddafi misalkan dia tuh ngumpulin orang-orang di Afrika penghasil minyak di Timur Tengah, dia bilang, "Kita stop yuk jual minyak kita." Libya waktu itu Kadfi enggak mau lagi jualan minyak pakai dolar. Apa yang terjadi? Kadfi berpisah dengan lehernya, Guys. Jadi binasa dia. Begituun Saddam Husin. Jadi banyak rezim-rejim diktator, presiden, kepala negara di Afrika Timur Tengah yang disingkirkan karena mereka enggak mau pakai dolar. Mereka enggak mau lagi jual minyaknya pakai dolar. Jadi, ini ada masalah militer juga. militer digunakan untuk menekan negara-negara supaya terus menggunakan US dollar. Nah, ini memberikan kekuatan kedua bagi Amerika Serikat untuk memberikan sanksi. Kalau negaranya sudah makan racun itu yang namanya US dollar, mereka jadi budak, mereka jadi ketagihan dengan US dollar. Amerika Serikat jadi punya kekuatan buat memberikan sanksi. Contohnya racun gini, Guys. Lu kalau beli Rollroyce bisa enggak pakai yuan? Enggak bisa. Lu mau beli Boeing, Airbus bisa enggak pakai Yuan? Enggak bisa. Lu harus pakai US dollar. Tapi kalau raja-raja Arab itu kan kayak raya. Apa mau mereka pakai mobil Hyundai? Enggak. Gua yakin enggak. Mereka mau pakai mobil yang mahal. Mereka mau naik mobil Rollroyce. Mereka mau naik mobil Bentley. Mereka mau pakai pesawat Golfstream. Mereka mau pakai pesawat Boeing. Mereka mau pakai pesawat Airbus. Dan negara-negara itu tidak akan mungkin mau jual barang mereka ke sana kalau tidak pakai dolar. Akibatnya oligarki-oligarki di Arab ya ketagihan dolar. Nah, karena mereka sudah menjadi budak dolar, mereka terbiasa belanja pakai dolar. Akibatnya Amerika Serikat bisa leluasa memberikan sanksi. Lu pengin naik Bley terbaru, lu pengin punya Rollroyce terbaru, gua enggak kasih izin lu, gua embargo, lu enggak boleh beli. Bisa enggak terjadi? Bisa itu terjadi. Hari ini oligarki, orang-orang kaya di Rusia kena embargo. Jangankan beli mobil Ford, lu mau beli McD aja enggak bisa di Rusia hari ini. Lu bayangkan tuh sedemikian powerfulnya mata uang itu sehingga mereka bisa memberikan sanksi sehingga negara bisa jadi terbelakang. Karena lu enggak bisa lagi impor teknologi barat. Lu mau punya Intel enggak boleh. Lu mau punya iPad, iPhone enggak boleh. Lu mau pakai teknologi satelit Amerika Serikat enggak boleh. Karena semuanya diembargo sama Amerika Serikat. Mereka punya kekuatan itu melalui US dollar. Lu enggak bisa lagi ngeluncurin satelit ke luar negeri. Karena apa? Karena mau buat bayar ongkos tiket roketnya aja bayarnya pakai dolar. Tapi mereka enggak boleh terima dolar lu. Haram menurut mereka uang palsu. Orang mereka yang bisa ngasih nomor seri yang mereka yang bisa nyetak. Mereka juga yang berhak mendeklare uang lo itu sah atau tidak sah. Itulah bahayanya negara-negara yang selama ini sudah menjadi budak dolar, Guys. Dan ini bisa berlaku permanen kalau perdagangan global masih memakai US dollar. Apalagi khususnya perdagangan global yang menggunakan lalu lintas perbankan. Karena transaksi internasional pasti melewati sistem finansial Amerika Serikat. yang namanya kode Swift itu gua pun kita semua pun di sini kalau lu kirim duit ke Belanda atau kirim duit ke Cina, ke Jepang pasti pakai Swift-nya Amerika Serikat. Iya dong. Atau IBAN lah lu bisa pakai itu. Sama-sama aja Amerika Serikat. Jadi Amerika Serikat itu bukan bicara soal petrol dolar ini cuman soal ekonomi, enggak. Tapi juga soal militer, soal kedaulatan, dan soal pengaruh geopolitik sampai soal stabilitas nasional Amerika Serikat. Karena Amerika Serikat sampai detik ini bisa berdiri ya karena memang selama 50 tahun terakhir mereka berdiri di atas dominasi dolar yang dipakai di seluruh perdagangan dunia. Awalnya memang dari energi tapi sekarang udah ekspansi dari energi ke kedelai ke hasil pertanian ke batu bara. Bahkan Indonesia aja jual beli batu bara di Indonesia. Batu bara dari Kalimantan lu tahu pakai apa? pakai dolar, Guys. Sedemikian powerful-nya dolar itu sekarang sudah sampai buka cabang di mana-mana. Ekspansi dari bisnis minyak bumi. Nah, sebelum kita berpisah, gua punya pertanyaan yang paling penting sih buat Indonesia. Kalau kalian setuju enggak sih kalau dominasi Amerika Serikat ini memang harus kita gantikan dengan kekuatan baru, yaitu mendukung kekuatan Cina yang artinya ada kemungkinan ya apa sebagian Indonesia juga mengikuti jalannya Arab Saudi mulai memakai yuan. Jadi membeli energi dari Singapura atau dari Arab Saudi ya pakai yuan China. Lu setuju enggak kalau Indonesia lakukan itu juga? Dan yang paling penting dan yang paling ngeri sebetulnya kalau lu jadi rakyatnya Cina atau Arab Saudi, menurut kalian Amerika bakal diam saja enggak melihat dolar mereka diserang sama negara-negara ini? Apakah ini jadi indikasi awal bahwa Amerika akan mulai berperang dengan Cina atau Arab? Kalau menurut gua yang lebih mungkin mereka akan pancing sih. Mereka akan mancing Cina untuk menyerang Taiwan. Sebagaimana Rusia dipancing untuk menyerang Ukraina. Masalahnya Cina juga pintar, Guys. Dia enggak semudah itu buat dipancing nyerang Taiwan. Karena Cina tahu dia harus mendapatkan dukungan internasional. Cina kan mindsetnya mau dagang sama Eropa, mau dagang sama Korea, mau dagang sama seluruh negara-negara yang ada di dunia ini. Kalau tiba-tiba dia dilihat sebagai negara yang cinta perang, orang-orang enggak bakal mau lagi bisnis sama mereka. Makanya ini jadi situasi yang dilematis nih buat Amerika Serikat. Mereka berusaha sedemikian keras supaya Cina mau keluar nyerang Taiwan. Tapi Cina gak terpanggil juga, Guys. Enggak terjebak juga. Seperti Rusia dijebak untuk menyerang Ukraina. Nah, menurut kalian gimana, Guys? Lu setuju enggak sih kalau memang dominasi Amerika Serikat sudah waktunya diganti dengan China dan Indonesia sebaiknya berada di posisi yang mana nih? Kita harus pro dengan US dollar atau kita harus pro dengan UN? Lu pilih yang mana? Dan yang paling penting sih, kalau dominasi US Dollar terganggu, hah perusahaan apa yang paling diuntungkan di Indonesia? Bisnis apa yang paling diuntungkan kalau US dollar ambruk? Segera kirimkan komentar kalian dan saran kalian di kolom komentar YouTube Benix yang ada di bawah ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye.
Resume
Categories