SCARY! Grojogan Sewu is as deserted as a grave. 30 billion Rupiah has vanished! Will extortion ma...
7LnCZ371Ths • 2025-12-11
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Ngeri banget ini, Guys. Wisata air terjun paling legendaris se-Indonesia Raya yang namanya Grojoganze Zewu yang ada di Tawang Mangu, Jawa Tengah itu sekarang sepi kayak kuburan. Wah, padahal dulu orang ngantri ratusan ribu orang loh datang dari seluruh Indonesia buat berwisata ke Tawang Mangu. Tapi sekarang kok bisa-bisanya ya sepi hilang itu wisatawan. Dan teman-teman kalau tahu ya sebetulnya wisata alam ini yang di Tawang Mangu ini sudah terkenal nih grojogan Sewu dari jejak zaman Belanda. Jadi VOC aja rebutan buat datang wisata ke sana. Tapi sayangnya ya, kenapa sekarang nih Tawang Mangu nih wisata alam air terjun Grojogan Sewu itu sepi seperti kuburan. Bahkan kalau lu lihat di sini kios-kiosnya, toko-tokonya, UMKM-nya juga udah banyak yang collabs, udah banyak yang tutup. Wah, penasaran nih gua. Karena gua tahu ya bisnis air terjun ini bukan bisnis kaleng-kaleng, Guys. Di luar negeri bisnis air terjun itu cuannya ribuan [musik] triliun. So, lu penasaran ggak sih sebetulnya bisnis air terjun di Indonesia sendiri nilainya berapa ribu triliun dan ada peluang gak ya buat Benix investasi di sini? So, kalau lu penasaran gimana sih nasibnya Grojogan Sewu di Karang Anyar? Jangan dikip video ini. Let's check this out. Jadi, Teman-teman ya, gua udah datang ke begitu banyak air terjun yang ada di dunia ini. Nah, di Indonesia sendiri gua bisa bilang salah satu yang paling keren yang gua pernah lihat itu ada di NTT. Yang kedua di Sumatera Utara yang mengalir ke Danau Toba. Dan salah satu yang paling bagus itu juga di Tawangmangu namanya Grojogan Seu. Dan gua kaget ketika gua lihat ternyata sekarang tempatnya tambah sepi. Padahal tempat ini begitu bersejarah sampai dicatat di buku panduan perjalanan orang Belanda. Jadi dari zaman VOC itu ada guidance tuh. Lu kalau ke Hindia Belanda jalan-jalan ke mana? Ya tentu sih ada ke Bali lu udah tahulah. Ada ke Manado, ada ke Bten Zork itu di Bogor. Tapi ada juga ternyata Tawang Mangu. Nah, Teman-teman tahu sekarang tempat ini udah sepi banget kayak kuburan. Dan setelah gua cek ya, kenapa kok kayaknya berubah total di tempat wisata yang dulunya sumpek blek ternyata tiba-tiba sepi. Ternyata faktor utama yang menjadi pemicu sepinya grojogokan Sewu kayak kuburan adalah faktor harga. Ini gua juga kaget sih, karena kan pertama ya Gojokan Sewu ini wisata alam. Tentu enggak ada investasi triliunan dolar buat bikin piramida seperti di Mesir gitu misalkan. Tapi di sini kan dari alam memang lahir dan harga tiketnya ternyata naik terus, naik terus, naik terus. Sekarang harga tiketnya buat masuk ke gerojokan Sewu itu sudah Rp29.500, Guys. Alias hampir R30.000. Gua tahu bagi mayoritas el itu duit kecil, duit murah. Tapi enggak, ini adalah hiburan rakyat, Guys. Dan banyak orang suka memicingkan mata atau enggak peduli dengan hiburan murah ini. Tetapi Rp30.000 R000 bagi mayoritas orang di Jawa Tengah yang UMR-nya aja masih banyak yang 2 jutaan perak ya itu nilai yang sangat tinggi loh. Dan bahkan gua yakin ya banyak orang di Jawa Tengah khususnya yang kecewa ketika jauh-jauh pergi ke Tawang Mangu dan mereka lihat grojokan Sewu harga tiketnya sangat mahal dan menurut gua logis aja kalau orang makin malas ke sana karena di dunia ini khususnya di Jawa Tengah apalagi ada begitu banyak tempat wisata yang harganya jauh lebih murah. Kalau lu lihat harga tiket di loketnya juga menurut gua enggak masuk akal. Orang bule di palak Rp15.000. orang lokal di palak 29.500. Makanya jangan heran kalau orang-orang pun lari dari sini. Kenapa? Karena yang enggak jauh dari sana itu juga ada air terjun saingan. Lu bayangkan ya, bisnis pom bensin aja ada saingan nih. Shell, BP, sama Pertamina. Ternyata bisnis air terjun juga ada saingan, Guys. [tertawa] Lu tahu kenapa Gerojokan Sewu sepi? Karena ada tetangganya buka cabang nih, kompetitor buka cabang. Namanya air terjun Jumok di Karang Anyar. Nah, di Karang Anyar air terjun Jumok itu harganya cuman Rp15.000, R000, Guys. Terus Grojokan Seu harga dua kali lipat Rp30.000. Kok bisa-bisanya lu PD ya naikin harga dua kali lipat? Apakah kalau pergi ke Gerojokan Sewu di situ ada wahana antariksa melihat bulan atau jangan-jangan kalau ke Grojokan Sewu lu bisa jalan-jalan sama putri duyung? Gua rasa enggak. Atau lu bisa naik punggungnya dinosaurus? Gua rasa juga enggak. Tapi kenapa orang bisa bisanya dipaksa buat bayar jauh lebih mahal? Makanya lu jangan heran kalau tiket masuknya makin mahal ya orang pasti makin menjauh lah dari sana. Apalagi ada pilihan lain yang harganya jauh lebih murah dan jauh lebih nyaman. Nah, selain soal harga tiket yang menurut gua enggak masuk akal ya, sebetulnya ada faktor lain juga yang penting nih buat teman-teman ketahui. Karena bisnis wisata itu bukan bisnis kecil. Lu tahu gua punya background wisata dulu kita kelola ribuan hotel di Indonesia dan gua tahu bisnis ini peluangnya sangat luar biasa besar loh. Cuman sayangnya ya gua mau kasih masukan nih buat pengelola grojogan Sewu. Bukan cuma soal tiket masuk lu yang enggak masuk akal menurut gua. Tapi kalau teman-teman ke sana ya harga makanan di sana juga sangat mahal. Inilah mentalitas inlander yang menurut gua sangat menyusahkan ya. Tiba-tiba ada tempat wisata rameai orang Akamsi rebutan ke sana. Parkir liar, preman liar, pedagang liar dan semua sibuk malakin wisatawan ke sana. Lama-lama orang bakal kapok. Iyalah udah datang ke sana suruh tiket masuk bayar. Eh di tengah jalan bayar lagi. Eh parkir bayar lagi. Lu tahu di sana lu bayar parkir aja tukang palak bisa sampai Rp50.000. Bahkan ada yang Rp100.000 R000 perak buat parkir belum? Pedagang kios di sana juga pada ambil kesempatan ya. Mereka getok harga segila-gilanya, setinggi-tingginya, jauh lebih mahal dibandingkan yang yang masuk logika lah. Nah, ini banyak orang-orang ini khususnya akamsi itu yang enggak punya visi jangka panjang ya. Bahwa ketika lu melakukan pemalakan dampaknya akan terasa. Mungkin hari ini lu masih bisa menikmati ya pemalakan lu ya. Orang sekali makan Indomie harus bayar Rp200.000. Oke. Sekali dua kali lu palak. Tapi itu enggak bisa berlangsung selamanya. Akibatnya orang lama-lama akan kapok. dia akan cerita dari mulut ke mulut dan enggak mau lagi datang ke tempat itu. Dan sekaranglah jadi kenyataan di sana. Jadi, udah begitu banyak pemalakan, parkir yang enggak masuk akal, uang makan juga enggak masuk akal. Ha, harga tiket juga naik tinggi. Ini semua terjadi di ketika bermunculan begitu banyak objek wisata buatan yang jauh lebih menarik dan jauh lebih murah dibandingkan Grojokan Sewu. Jadi, untuk daerah Jawa Tengah dan sekitarnya sekarang ada wahana namanya The Lawu Park ya. Jadi The Lawu Park itu harga tiket masuknya juga cuman Rp20.000. Kalau lu weekend pergi ke sana udah tempatnya jauh lebih bagus, enggak pakai sakit pinggang lu kalau pergi ke Grojogan Sewu lu naik turun tangga udah licin, tinggi, capek, pinggang lu bengkok. Di Dela Lawup Park enggak semuanya jauh lebih aman, jauh lebih nyaman buat orang tua juga dan lu cuma spending R.000 perak. Tapi kalau weekend bayar lebih mahal berapa? Rp25.000 doang. Tetap lebih murah dibanding grojokan Sewu yang sebetulnya wisata alami, beneran alami. Kalau The Lawu Park ini buatan manusia. Terus masih ada lagi, Guys, namanya Tawang Mangu Wonder Park. itu juga salah satu wisata buatan dan harga tiket masuknya juga jauh lebih murah. Kalau grojokan Sewu itu hampir Rp30.000, The Wonderland itu cuman nge-charge Rp2.000. Wah, berat nih lu kalau jadi pengelola grojokan Sewu, Guys. Nah, dan yang lebih tragis lagi ya udah tahu wisata alamnya bagus banget, tapi pengelolaannya cap kaki lima. Lu udah tahu dong apa yang terjadi? Beda dengan yang tadi dikelola swasta. Yang ini karena dikelola oleh pejabat negara cap kaki 5 ya, Guys, ya. Ini bisnis pemerintah. Lu tahu grojokan Sewu kemarin ketika terjadi hujan besar terjadi apa? air bah. Terus apa yang terjadi? Orang takut ke sana. Kenapa? Karena tadinya ke sana mau jalan-jalan, eh malah ke sana jadi pocong. Ya, lu kalau enggak percaya lu lihat video ini. Ada orang ke sana masih hidup balik jadi mayat. Dan ini tragis banget gitu bahwa bisa-bisanya ya kita enggak ambil pelajaran dari wisata yang kemarin tuh wisata gunung yang ada orang bule mati di situ. Eh ternyata enggak lama dari situ ada lagi wisatawan kita yang meninggal karena ngelihat air terjun. Ini gua sih sedih banget ya. Orang kan harapannya pergi jalan-jalan mau cari happy, cari senang, cari bahagia, eh malah jadi pocong. Menurut gua agak ngeri sih ini wisata pocong apa wisata air terjun sebetulnya. Tapi itulah realita ketika Indonesia sebetulnya banyak potensi alam tapi tidak dimaksimalkan. Padahal bisa bawa keuntungan yang besar bagi penduduk, bagi rakyat, bagi UMKM. Tapi karena begitu banyak miss manajemen di sana, ujung-ujungnya malah jadi ditinggalkan, orang malah jadi takut ke sana. Dan yang paling fatal sih menurut gua ya dari Gojogan Sewu ini ya, kenapa pemerintah juga enggak mau invest di sana? Paling penting sih soal tangga, Guys. Accessibility, jalan. Karena lu tahu ya di situ jalannya terbuat dari batu-batu lah. Terus batu-batu licin kan karena lembab ya. licin dan berlumut. Dan akibatnya ya lu harus ekstra hati-hati kalau ke sana. Artinya dia membatasi, menyulitkan buat orang-orang yang sudah berumur buat jalan-jalan ke sana. Ya, gua pernah ada salah satu air terjun yang gua pernah datangin di Jawa Barat juga bikin sakit pinggang, Guys. Karena naik turunnya aja bisa sampai hampir 1 jam. Dan gua merasa wah sayang banget ya. Padahal punya potensi yang jauh lebih banyak menyedot wisatawan kalau seandainya mereka mau investasi di infrastruktur yang jauh lebih aman dan nyaman. Makanya lu jangan heran kalau objek-objek wisata yang bagus di Indonesia kayak Grojogan Sewo ini bukannya makin rame tapi malah makin nyungsep, Guys. Dan fakta ini menjadi relevan karena sudah terdokumentasi di datanya badan pusat skenario di Indonesia. Ternyata memang faktanya Grojogan Seiwu ini jumlah pengunjungnya bukan tambah lama tambah naik tapi tambah lama tambah nyungsep. So data dari BPS di tahun 2022 aja sudah mencatat bahwa grojokan Sewu cuma bisa memiliki 236.000 pengunjung. Tetapi di periode yang sama, air terjun Jumok ternyata sudah naik ke peringkat satu dengan 297.000 pengunjung. Nah, ini fakta yang sangat tragis. Kenapa? Karena dulunya ya grojokan Sewu ini ketika harganya juga masih masuk akal, lu tahu mereka itu bisa nyedot 300.000 orang setiap tahunnya. Tapi sekarang boro-boro bisa Rp300.000. Mereka R60.000 aja udah bagus, Guys. Dan gua yakin bakal makin nyungsup terus. Padahal ya sebelum COVID bisa di atas Rp300.000. Nah, Teman-teman tahu enggak sih dampak ekonominya sefatal apa? Gua kasih tahu gambaran nih buat pemerintah daerah khususnya daerah-daerah di Indonesia yang gak punya otak buat mengelola potensi wisatanya. Geroan Sewu ini ya ibaratnya ya kalau satu orang aja spending Rp100.000 di sana buat harga tiket, makanan, jalan-jalan, parkir, beli oleh-oleh, dan lain sebagainya. Kalau ada 300.000 orang yang datang, berartikan potensi duit yang berputar di situ 30 miliar setiap tahunnya. Duit kecil? Iya, karena PBD-nya Karang Anyar itu 2,3 triliun. Jadi mungkin ini yang buat mereka enggak terlalu perhatian di situ. Tapi sebetulnya ada potensi yang luar biasa dahsyat nih dari objek wisata air terjun yang sangat cantik seperti Grojogan Sewu. Kenapa ini penting? Karena gini loh, duit 30 miliar mungkin terdengar kecil ya. Nah, lu bayangkan ya kenapa ini signifikan? Kalau seandainya tadinya mereka bisa menghasilkan R30 miliar dari 300.000 pengunjung, tapi sekarang karena banyak AKAM di mana-mana, pengunjungnya turun ke 230.000, Artinya penghasilan mereka turun dari 30 miliar ke 23 miliar. Artinya penghasilan warga di sana hilang 6 miliar loh setiap tahunnya. Dan ini sebetulnya sangat disayangkan buat gua pribadi ya karena ini potensi yang luar biasa bagus ya. Sayangnya kalau kita lihat ya sepinya Grojogan Sewu ini ketika gua lihat apa kata pemerintah daerah ya mereka bilang mereka juga enggak bisa berbuat banyak karena yang namanya sepi ya udahlah sepi. Ya memang enak banget jadi pejabat di Kazakhstan ini. Guys, Pak Pak kenapa rakyat kita banyak yang mati ya kemarin gara-gara hujan airba ya namanya mati siapa yang tahu? Oh, gitu ya, Pak ya, Pak. Pak, kenapa banyak sawah kita yang gagal panen ya, Pak? Oh, ya namanya bertani kadang panen kadang enggak ya siapa yang tahu. Oh, gitu ya. Itulah pejabat di Kazakhstan ini, Guys. Jadi ketika ditanya juga, "Pak, Pak, kenapa penghasilan desa kita berkurang nih, Pak?" Ya, itulah namanya penghasilan. Siapa yang tahu? [tertawa] Luar biasa, Guys, negara kita, Guys. Tapi itulah nikmatnya jadi pejabat di Kazakhstan. Lu enggak usah peduli sama rakyat lu juga enggak ada sanksinya, toh. Tapi gua mau kasih sedikit masukan nih buat teman-teman ya. Lu tahu enggak sih? Sebetulnya kita bisa maju wisata kita kalau kita mau berpikir lebih maju. Bukan berpikir seperti gaya tukang palak. Memang biarin aja banyak PNS tukang palak, rampok, koruptor, pejabat, pemerintah di daerah, maupun di pusat. Tapi kalau orang-orang yang punya hati nurani ya, khususnya orang-orang di perkampungan yang punya objek wisata yang menarik, gua kasih saran, lu berhentilah punya mentalitas preman, mentalitas tukang palak, bahkan kalau bisa gratis. Hah? Kok bisa gratis? Gini, gua kasih hitungan. Lu lihat di layar kaca ada air terjun dengan pengunjung terbanyak di dunia. Namanya Niagara Falls. Ini ada di Kanada. Lu tahu berapa sih tiket masuk ke Niagara? Ke air terjun nomor satu di dunia. Niagara tadi gua udah kasih lu bocoran. Kalau lu datang ke air terjun Jumok, lu bayar Rp15.000, Guys. Kalau lu datang ke Grojogan Sewu air terjun situ, lu bayar Rp30.000. Kalau lu pergi ke Niagara Falls, air terjun Niagara yang sangat bagus di Kanada, lu bayar nol. Betul. Lu lihat nih di website resminya memang lu gratis datang ke sana. Gratis. Tis tis tis tis. Lu bayangkan datang melihat objek wisata alam, berkah dari sang ilahi dia yang bikin, bukan manusia yang bikin. Kita tinggal datang menikmatinya. Di Indonesia lu kena palak ya? Di Kanada gratis. Terus apakah artinya Kanada rugi? Ternyata tidak. Apakah ekonomi Kanada terganggu? Ternyata tidak. Ternyata yang terjadi malah sebaliknya, ekonomi Kanada justru bertumbuh sangat cepat, utamanya dari sektor pariwisata. Bahkan penyerapan tenaga kerja terbesar justru datang dari wisata ini. Gila, ini logika terbalik. Kalau dulu mentalitasnya palak, palak, palak dan palak, preman-preman dan preman, getok harga, getok harga, semua makanan, minuman digetok wisatawan kita. Ternyata Kanada punya pola pikir yang jauh lebih maju. Kita gratisin. Apakah tambah nyungsep perekonomian di sana? Tidak. Ternyata tambah cuan. Lu tahu bisnis pariwisata di Kanada di tahun 2024 aja menyumbang 847 triliun terhadap GDP Kanada. Gila, naik ke tahun 2024 apa yang terjadi? Cuannya juga naik. Sumbangsi sektor pariwisata ternyata memberikan tambahan omset sampai 2.164 triliun alias setara 129,7 billiun dar, Guys. Dan begitu majunya bisnis pariwisata di sana ya, ternyata bisa menyerap sampai 2 juta tenaga kerja dan menghidupi lebih dari 265.000 UMKM, Guys. Jadi, lu bayangkan ketika itu digratisin, ternyata makin banyak menyedot wisatawan asing sehingga makin banyak orang yang datang ke sana, nginp di sana, transaksi di sana, jalan-jalan di sana, makan di sana, Ngave di sana, dan ternyata ekonomi daerahnya bukan tambah nyungsup tapi tambah kaya. Gila lu bayangin 2.100 triliun sumbangsi sektor pariwisata di Kanada. Sebetulnya apa sih yang bisa kita lakukan? Ya tadi yang sudah gua bilang, lu harus perbaiki infrastruktur. Jangan mentalitas malak, malak, malak, dan malak. Lu tahu kita juga bisa meniru Cina nih. Buat apa invest di eskalator. Ini yang gua sebel banget nih. Kita sebetulnya bisa lu bikin eskalator di Bromo atau di Rinjani bisa pakai kabel, bisa pakai ya lift atau apapun itu supaya makin banyak orang yang datang ke sana makin gampang, makin mudah. Cuman sayangnya kita banyak LSM kita dibayarin sama asing buat menghancurkan bisnis-bisnis lokal di Indonesia. Disuruh demo katanya merusak lingkungan kalau ada lift. katanya merusak lingkungan kalau ada eskalator. Padahal kalau lihat nih di Cina nih, lu naik gunung enggak pakai sakit pinggang lu. Lu cukup naik lift, pencet tombol lu langsung lihat gunung yang begitu bagus. Makanya lu jangan heran ya, ada air terjun di Cina di Detian ya. Ini perbatasan Cina sama Vietnam nih. Itu lu tahu itu bisa men-download 10 juta wisatawan setiap tahunnya. Gila enggak? Kjokan Sewu atau Jumok dikombinasikan jadi satu paling cuman Rp500.000. Ini 10 juta wisatawan, Guys. Tapi gua enggak heran Vietnam jauh lebih maju pola pikirnya dibandingkan Indonesia yang hobi palak sana, palak sini. Yang berseragam, tidak berseragam sama-sama hobi malak. Tapi di Vietnam air terjunnya lu bisa lihat secanggih apa. Dan mereka rela keluar duit. Lu tahu berapa yang mereka keluarkan? Hampir 300 miliar loh investasi buat bikin eskalator itu. Worth itu enggak? Ternyata guys, sangat worth it. Mereka taruh 300 miliar bisa datang sampai jutaan pengunjung. Ya, lu kali aja mereka keluar duit R miliar. Eh, tiba-tiba datang 10 juta wisatawan. Kalau satu wisatawan aja spending 10 dolar berarti mereka itu dapat 100 juta dolar setiap tahunnya. 100 juta dolar itu setara 1,6 triliun, Guys. Gila enggak investnya cuman 300 ember. 300 miliaran doang. Nah, lu tahu kalau Karang Anyar tuh punya APBD bisa enggak sih investasi 300 miliar buat memperkaya warganya sendiri dibanding bolak-balik bongkar pasang trotoar seperti orang goblok? bisa karena PBD mereka 2,3 triliun. Artinya kalau mereka mau spending R00 miliar buat investasi di sektor pariwisatanya sendiri, karena ini yang punya bukan swasta ya, ini punya pemerintah, mereka cuman spending ya 12% atau 13% dari APBD mereka. Bisa loh sebetulnya kalau mereka mau mengalahkan Vietnam, Guys. Ngeri ya kita kalah sama Vietnam. Dan sedikit masukan nih buat teman-teman di sana ya. Sebetulnya masih ada harapan buat Grojogokan Sewu atau teman-teman pengelola wisata alam lainnya di Indonesia, lu juga wajib nih mempermudah akses dan memperbanyak fasilitas di wisata alam kamu itu ya. Contohnya gini, gua mau kasih nasehat nih. Banyak wisata alam yang bagus di Indonesia, tapi ternyata bus enggak bisa parkir. Bus parkirnya jauh banget, Guys. Terus jalan ke lokasi harus jalan naik turun gunung sampai setengah jam, 1 jam. Waduh, nyesek banget lu. Terus parkiran harus besar, harus nyaman, jangan licin, jangan kotor, berlumpur. Harus ada WC yang bagus, WC yang nyaman, dan sediakan jalur pejalan kaki yang nyaman. Kalau perlu lu bikin juga jalur yang dari atas tadi ada juga jalur dari bawah naik perahu wisata ke air terjun itu. Nah, inilah yang terjadi di Vietnam. Mereka banyak melakukan perbaikan di sana dari segala sisi sehingga orang senang datang ke sana. Enggak perlu sakit pinggang, WC bersih, jajanan ada, tersedia. dan aman enggak pakai jadi pocong di sana. Wisata pocong apa wisata air terjun. Tapi lu bandingin dengan wisata alam yang ada di Indonesia. Ya udah jalannya rusak, jalan kakinya jauh, naik turunnya licin, berbahaya, parkirnya sempit, akamsinya banyak, preman di mana-mana, dan sangat tidak ramah lansia. Nah, buat teman-teman di sini harus cepat. Kalau lu pengin jadi kaya dari bisnis pariwisata, lu udah harus masuk ke bisnis lansia. Lu harus pikirin orang kalau ke sini naik kursi roda gimana ya? Pakai tongkat gimana ya? Orang berumur gimana ya? Karena mereka yang punya duit, Guys. Jadi mau enggak mau orang itu pasti kalau senang jalan-jalan ya bawa anaknya atau dia bawa orang tuanya. Lah kalau lu menghalang-halangi senior citizen kita, lansia kita buat jalan-jalan, ya lu jangan haraplah tempat wisata lu bisa ramai. Ya, Teman-teman harus sudah mulai berpikir holistik. Suka enggak suka? Ternyata UMKM yang hobi getok harga, makanan ngopi aja getok harga, rest area jelek, toko souvenirnya parah, tiketingnya ngaco. Bayangin dulu Senayan tuh kayak gitu loh di Jakarta. Lu datang ke pameran di JCC Senayan, lu di palak di pintu depan bayar parkir. Udah bayar parkir masuk ke dalam cari parkir. Ada lagi lu bayar lagi tukang palak di dalamnya lagi. Jadi di satu tempat yang sama lu bisa bayar parkir sampai tiga kali. Enggak masuk akal. Ada masa kelam Senayan itu kayak begitu. Kalau pameran di JCC Senayan orang jadi malas juga ke sana. Makanya enggak heran ketika lahir ASBSD, wah gua happy banget. Manajemennya jauh lebih bersih, profesional, enggak ada tukang palak. Lu bisa nginp di hotel, nempel dengan gedung pamerannya. Beda dengan kalau lu ke Senayan, waduh ada palak di dalam. Palak di dalam palak. [tertawa] Jadi ini inception level premanisme itu adanya di Indonesia, Guys. Lu merasa udah bayar sekali nih depan gate teretnya di dalam masih bayar lagi. Itu pun di Jakarta. Jadi, lu bisa bayangin gimana yang di daerah. sistem palaknya mungkin udah sedemikian canggih kayak kue lapis kalau bisa tujuh lapis 9 lapis isinya palak dan palakpalak palak dari jalan aspal jalan kerikil jalan pasir sampai ke air terjun ada pintu-pintu palak di situ. Gimana bisa maju guys? Jadi lu jangan berharap kita punya objek wisata fenomenal seperti Niagara Falls yang bisa menghasilkan duit ribuan triliun buat Kanada. Padahal kita harusnya berpikir gimana caranya wisatawan kita mau tinggal lebih lama. Ujung-ujungnya apa? Spending lebih banyak dan ujung-ujungnya apa? UMKM di sana juga hidup. Inilah kalau lu punya mindset jangka panjang, punya mindset buat berinvestor, bukan mindset trader, enggak jelas judi saham, judi online. Yang penting cuan hari ini gede-gede ngopi, makan mie instan, bayar Rp200.000. Gila lu. Ujung-ujungnya ya lu cuma nakut-nakutin orang. Karena lu enggak punya mindset jangka panjang, ya desa lu makin nyungsep, makin miskin lu. Dan lu bisa bayangkan ya, kenapa menurut gua ini sebetulnya potensi yang bisa kita lakukan. Gua sih pengin banget invest di Grojogan Sewu. Kalau lu ada kenalan di sana, kabarin gua dong. Gua mau invest bikin eskalator lift yang canggih kayak di Vietnam itu. Karena hitungannya sangat jelas sih. Kalau kita bikin lift fasilitas yang jauh lebih bagus seperti manajemen wisata yang ada di Kanada, yang ada di Jepang, yang ada di Vietnam, rojokan Sewu itu bisa dapat 1 juta pengunjung setiap tahun. Nah, lu bayangkan ya kalau ada 1 juta pengunjung tiap tahun kali aja spending mereka Rp100.000 per pengunjung. Yaitu di situ ada tiket lah. Tiket gua murahin kalau perlu gua gratisin. Dan enggak mungkin kan mereka ke sana enggak makan, enggak minum. Ya enggak mungkinlah. Jadi, gua rela gratisin tiket. Asal lu kasih ke gua pengelolaannya, gua gratisin. Tapi gua yakin gua bisa dapat cuan dari sana. Bahkan balik modal lebih cepat. Ya lu bayangkan aja kalau satu orang spending Rp100.000 kali R juta wisatawan setiap tahun, berarti tiap tahun kita dapat R miliar, Guys. Itu perputaran ekonominya. Artinya kalau gua harus invest eskalator di situ 300 miliar, gua 3 tahunnya balik modal, Guys. Bisnis apa coba yang 3 tahun balik modal? Banyak sih sebetulnya, tapi ya ini salah satu bisnis yang menarik karena lu bisa memberdayakan penduduk di daerah-daerah terpencil. Nah, yang jadi pertanyaan sih, Guys, sebetulnya Indonesia bisa enggak mengikuti Kanada? Ya, mungkin enggak sih kita itu memperbaiki wisata di daerah kita sendiri? Soalnya kan namanya pungli, pungutan liar ini kan premannya banyak banget nih. Bahkan kemarin sempat viral di liputan 6 ya, ada air terjun Tumpak Seu namanya. Pengunjung bayar masuk sampai Rp150.000. Gila, mahal banget, Guys. Lu mendingan nonton di bioskop aja di mall bisa nonton lima film sampai muntah-muntah juga jauh lebih nyaman. Enggak perlu pakai palak. Berat nih. Berat nih. Terus ada lagi kemarin tuh di detik ya, detik Jabar ya, pengelola wisata di salah satu objek wisata di Jabar. Jalan rusak di Cianjur bikin wisatawan kapok, Guys. Bahkan Curuk Nangka di Bogor tuh kemarin sempat viral juga karena mereka minta harga tiket yang sebetulnya sangat tinggi, bahkan lebih mahal dua kali lipat dibandingkan grojokan Seu yang R30.000. Mereka minta ya hampir Rp60.000. Landasannya apa? Gua juga enggak tahu. Inilah banyak orang-orang di republik ini yang punya mindset jangka pendek. Enggak bisa punya pikiran strategik tentang gimana membangun perekonomian daerah mereka supaya bisa menghasilkan kekayaan, kesejahteraan bagi rakyat yang lebih banyak lagi dan jangka panjang. Gimana kita bisa cuan ribuan triliun nih dari pariwisata air terjun? Kalau baru untung 30 miliar aja kayak grojokan Sewu udah palaknya di mana-mana. Lu bisa kebayang enggak sih? Sedih banget dia negara ini. Enggak bakal bisa naik level lah. Baru bisnis miliaran aja udah langsung premanisme dari mana-mana datang ke situ. Gimana bisa jadi bisnis ribuan triliun? Ngeri ya. So menurut lu gimana, Guys? Pemerintah Indonesia bisa enggak sih berbenah ya buat memperbaiki sistem pariwisata di Indonesia? Kita ada nyali enggak? Apalagi pungli semakin meraja lela di Indonesia ini. Kenapa enggak bisa kita bersihkan sih premanisme ini? I. Dan menurut solusi apa yang paling bagus, yang paling manjur supaya pemerintah Indonesia khususnya Menteri Pariwisata ya bisa menggerakkan kembali sektor sektor wisata di Indonesia supaya lebih seksi lagi. Bukan cuma buat orang lokal ya. Orang lokal bisa dikebulin pakai WC yang udah usia ribuan tahun. Lu pun jiji masuknya. Jangankan lu mau buang air di situ, masuk aja lu udah jiji. Tapi gimana ceritanya kita bisa bikin wisata kita lebih seksi lagi. Bukan cuma buat orang lokal, tapi buat wisatawan mancanegara yang standarnya sudah jauh lebih tinggi dan mereka berani bayar lebih mahal. Lu bayangin ya wisatawan dari VOC aja zaman Belanda jauh-jauh pergi ke Tawang Mangu loh buat lihat air terjun itu. Sekarang jadi enggak ada karena ya orang lokal aja malas datang ke sana apalagi orang bule. Kan begitu logikanya. Padahal mereka bisa bawa dolar, bisa bawa cuan buat rakyat di sana. So, gimana nih, Guys? Dan yang paling penting menurut kalian, kenapa kita bahas video ini? Kan ini channel investasi, ya. Ya, udah pasti karena gua pengin mengelola tempat wisata di situ. Itu pertama. Nah, yang kedua pasti dong kalau seandai Menteri Pariwisata kita punya otak akan ada bisnis-bisnis yang diuntungkan di Indonesia ini. Lu bisa sharing enggak sih kalau seandainya ya Menteri Pariwisata kita sepintar Purbaya atau sehebat Amran Sulaiman, Dewa Pertanian Indonesia, menurut lu usaha apa, industri apa, dan emiten apa yang bakal diuntungkan di republik ini? Ditunggu pandangan kalian dan ditunggu jawaban kalian solusinya apa ya biar wisata asing makin banyak mau di Indonesia. Sharing dong pendapat kalian seperti apa. Semoga video ini bermanfaat dan semoga pengelolaan wisata alam di Indonesia tambah baik lagi, tambah bagus lagi, tambah cuan lagi buat banyak orang di sana. Oke, guys. Semoga video kita bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]
Resume
Categories