Transcript
SnCwSmEjfPY • RI Earns 35 Trillion from Tobacco Downstreaming? Is That Possible?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0518_SnCwSmEjfPY.txt
Kind: captions Language: id Saya Benix dengan ini ingin menyampaikan rasa dukacita yang sedalam-dalamnya kepada rakyat Indonesia, khususnya kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana hujan badai sikl tropis yang mengakibatkan longsor dan banjir di Aceh, di Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat. Dan saya dengan ini juga turut merasakan kesedihan dan bela sungkawa atasanya lebih dari 400-an jiwa ya manusia yang terdampak bencana ini. Dan di tengah musibah ini saya juga mau mengingatkan buat teman-teman sekalian bahwa kekuatan terbesar bangsa kita itu adalah solidaritas. Jadi saya mau minta untuk kepada kita semua, rekan-rekan semua untuk saling terus tolong-menolong, bahu-membahu, gotong-royong dalam memberikan bantuan, dalam memberikan dukungan, baik dari segi materi, dari segi tenaga, waktu, dan yang terpenting dukungan dalam bentuk doa supaya saudara-saudara kita di wilayah yang terdampak bisa segera dipulihkan. Semoga masa yang sulit ini dapat segera kita lewati bersama. Good News Indonesia. Kali ini gua mau bawa oleh-oleh nilainya triliunan khusus buat lu rakyat Indonesia yang dengerin video ini baik-baik. Lu tahu enggak sih kalau gua bilang ya cerutu premium di dunia ini yang paling berkelas, paling enak, paling berkualitas ternyata bukan cuman datang dari Kuba, negaranya Fidel Castro. Dan lu pasti kaget dengan fakta yang satu ini. Soalnya, Guys, di balik ya etala mewah cerutu internasional yang mahal itu, ternyata di belakangnya ada daun tembakau asli khas Indonesia. Daun tembakau yang cuma tumbuh di Jember, Besuki, Madura, dan Lombok. Dan daunnya ini bukan sembarangan daun loh, Guys. Soalnya daun yang dipakai ini daunnya dipakai sebagai wrapper, sebagai binder, bahkan dipakai sebagai bahan cerutu premium dunia. Nah, ini bukan klaim kosong, Guys. Karena faktanya daun tembakau Indonesia khususnya daun Besuki Naos, itu sudah diekspor sejak bertahun-tahun lalu ke Eropa, Amerika Serikat, bahkan masuk ke negara Amerika Latin. Dan kalau lu ketemu cerutu-cerutu mahal di dunia ini yang katanya merek asli dari Amsterdam lah, merek asli dari Havana Kuba lah atau dari Amerika Serikat lah, faktanya di belakang ceruttu-ceruttu mahal itu yang harganya jutaan itu ternyata terkandung ironi yang sangat memilukan. Karena di dalam negeri Indonesia sendiri tidak ada yang tahu bahwasanya banyak orang kita nih orang Indonesia itu mengenal Curutu Kuba. Kita tahu yang namanya Curutu Dominika. Tapi jarang yang sadar Indonesia adalah pemasuk kunci industri cerutu global, Guys. Tapi pertanyaannya kalau kualitas sembakau Indonesia diakui dunia internasional, kenapa ya cerutu di Indonesia ini belum [musik] menjadi ikon nasional? Kenapa Indonesia cuma hebat sebagai pemasok daun bahan baku doang tapi kita belum berdaulat sebagai brand cerut kelas dunia. So, kalau lu penasaran dengan pembahasan spesial nih tentang cerutu Indonesia yang nilainya triliunan nih, jangan skip video kita. Let's check di sana. [musik] Jadi, teman-teman kemarin tuh ada pejabat tinggi ya dari Senayan yang datang ke Jember, Jawa Timur dan dia kaget ternyata di Jember ada pabrik cerut yang produknya diekspor ke seluruh dunia dan kualitasnya bahkan lebih baik dibanding Cerutu Kuba. Kok bisa? Ternyata cerutu Indonesia itu punya cita rasa khusus, Guys. Cita rasa khusus yang berbeda karena daun-daun tembakau yang tumbuh di Indonesia itu berasal dari tanah volkanik. Nah, mungkin lu udah tahu ya sebelum kita bahas video ini lebih lanjut tentang Cerutu, mungkin lu udah tahu Indonesia itu adalah salah satu produsen utama penghasil tembakau terbesar di dunia. Pada tahun 2022 aja ya, Indonesia itu berada di peringkat 4 dunia, Guys. Jadi kita ranking 4 terbesar dengan memproduksi 200.000 000 ton tembakau. Dan nilai ekspor tembakau kita tahun 2024 kemarin itu udah lebih dari 5 triliun alias setara 28.000 ton tembakau. So, Teman-teman kalau lihat di layar kaca ini adalah negara produsen tembakau terbesar di dunia. So, peringkat satu ada negara Cina. Dia memproduksi 2 juta ton tembakau. Peringkat du India dengan 772.000 ton. Peringkat 3 ada Brazil di 667.000 ton. Peringkat 4 ada Indonesia dengan 225.000 ton. Setelahnya baru ada Amerika Serikat di 200.000 ton. Ada Zimbabwe dengan 166.000 ton. Lalu ada Tunisia dengan 133.000 ton dan beberapa negara Timur Tengah lainnya. Tapi dari sini lu sudah bisa lihat ya, Indonesia ini sangat kaya raya sekali. Tetapi ya kita masih ekspor bahan baku tembakau saja. Itu pun nilainya bisa sampai 5 triliun, Guys. Anyway, Indonesia ternyata bukan cuma menghasilkan tembakau loh. Kita juga memiliki jumlah perokok yang besar dan bakal terus membesar jumlahnya di Indonesia. Lu tahu ya 2011 aja perokok di Indonesia ada 60 juta orang. Gila 60 juta orang hobinya bakar duit. Ada duit duitnya dibakar ya beliin rokok maksudnya. Nah tahun 2021 beda 10 tahun jumlah perokok apakah bertambah atau berkurang? Ternyata naik guys. Naik lebih dari 9 juta orang. Jadi lu bayangkan jumlah perokok di Indonesia itu bukan makin sedikit tapi makin banyak. Makanya lu jangan heran kalau tagihan BPJS itu makin tinggi guys. Nilainya udah ratusan triliun. So, jangan kaget juga kalau perusahaan rokok besar dari Jepang yang namanya Japan tobaco itu sampai akuisisi loh perusahaan rokok di Indonesia yang mereknya kayak muka orang Indian itu, Guys. Jadi kalau lu tahu itu nilainya juga enggak main-main. Orang Jepang aja sampai ke Indonesia beli pabrik rokok di Indonesia nilainya sampai Rp9 triliun nilai akuisisinya. Nah, dari sini lu bisa lihat ya kekuatan besar dari tembakau made in Indonesia. Hebat sih ini. Nah, begitu besarnya ya kekuatan tembakau kita sebetulnya sampai kaget nih wakil menteri perindustrian di Indonesia itu sampai kasih komentar kalau kontribusi cukai industri ini lebih besar loh daripada BUMN Indonesia. Soalnya kontribusi cukai kita itu sampai 217 triliun dan menyerap 5,9 juta tenaga kerja. Tapi tunggu dulu, Guys. Apa memang betul BUMN kita setel itu ya jadi bisa kalah dari cukai rokok? Rata-rata ya enggak juga sih. Kalau lu lihat kontribusi BUMN ke APBN itu nilainya di tahun 2024 aja lebih dari 680 triliun. Ya tentu ini ada kombinasi antara dividen pajak sama penerima negara bukan pajak. Jadi kalau dibilang kontribusi BUMN sama kontribusi cukai rokok kalah enggak juga. BUMN tetap lebih tinggi. Tapi kalau lu bandingkan dengan setoran dividen BUMN ya bisa jadi juga. Kenapa? Soalnya setoran deviden dari BUMN ke kas negara Indonesia di tahun 2024 aja cuman sekitar R85 triliun. Sedih banget. Sedih. BUMN kita digabungin semua jadi catung. Masih kalah sama tembakau, Guys. Sedih banget. Bego sih. Tapi memang bukan perusahaan tembakaunya yang hebat. Enggak juga. Itu kan duitnya orang Indonesia yang capek-capek kerja nguli cari duit duitnya beli rokok rokoknya dibakar guys. Ya sebetulnya bukan artinya perusahaan rokok ini pahlawan Indonesia. Kagak enggak ada perokok itu yang malah pahlawan Indonesia. Tapi satu yang menarik nih, ada salah satu turunan produk tembakau yang sebetulnya lebih cuan loh, namanya Cerutu. Dan Indonesia ternyata diam-diam nih memiliki banyak merek premium Cerutu yang kita ekspor. Contoh dari Jember, Jawa Timur kita ada Ban Sigar. BIN Sigar ini udah bikin banyak produk serutu untuk pasar ekspor dan internasional. Lalu ada Besuki Raya Sigar. Ini udah terbukti bagus kualitasnya karena mereka sudah ekspor sampai ke negara Jerman. Gila enggak? Lalu ada DNT Sigar, Guys. DNT ini Dipa Nusantara Tobo, ya. Ini juga salah satu industri cerutu dalam negeri yang berelontasi ekspor dan udah tembus pasar luar negeri juga. Dan satu lagi yang bermerek terkenal, ya lu tahu mungkin WPC dari Wismilak Premium Sigar. Nah, WPC ini memang merek Cerutu lokal yang memang produknya dipasarkan bukan cuma ke luar negeri, ternyata pasar dalam negeri. Mereka juga udah masuk ke sana. Tapi mungkin lu enggak tahu, ternyata itu produk asli made in Indonesia loh. Beda dengan rokok yang biasa lu bakar. Lu tahu enggak rokok yang biasa lu pakai kemungkinan besar barangnya barang impor. Karena tembakaunya dibawa dari mana-mana seluruh Indonesia diimpor ke sini. Tapi kalau sigar ternyata kita malah ekspor, Guys. By the way, sigar itu cerutuhu ya. Beda dengan rokok putih yang lu biasa isep itu. Beda. Dan begitu besar ya bisnis cerutu di Indonesia. Mungkin lu enggak nge tapi nilai ekspor kita aja tahun 2024 itu sampai 42 juta, Guys. Gua ulangin 42 juta itu setara Rp700 miliar lah. Jadi lu bayangkan ya nilai ekspor sigar cerutu Indonesia itu luar biasa. Dan ini banyak sih yang diekspor bukan cuma Curutunya tetapi sampai produk pendukungnya seperti Sumatera itu banyak dipakai sama merek-merek cerutu ternama dunia seperti Monte Cristo White Series, Perdomo, bahkan Romeo Julieta itu juga pakai bahan baku dari Indonesia. Dan sebetulnya titik tertinggi kita itu ada sekitar 4 tahun lalu ya, tahun 2021 nilai ekspor cerutu kita itu lebih dari 1,5 triliun guys. Jadi ini bisnis triliunan loh. Bisnis cerut kayaknya enggak kelihatan ya karena lu hobi aja ngerokok SKT SKM yang warna putih itu. Tapi ternyata ada bisnis yang lebih cuan daripada si Garet yaitu cerutu. By the way, siapa sih, Guys, negara yang hobi banget beli cerut khas Indonesia? Ternyata negaranya adalah negara Jerman. Teman-teman tahu enggak nilai ekspor cerutu kita ke negara Jerman itu meroket ke bulan. To the moon berlonjak tajam. Tahun 2022 nilai ekspor kita itu cuma juta dolar loh ke Jerman. Tahun 2022 setara 200 miliar lah. Ternyata naik di tahun 2024 tahun lalu udah naik jadi 430 miliar. Lu bayangin dari 200 M naik jadi 400 miliar alias naiknya lebih dari dua kali lipat. Gila bisnis apa ya ketika orang pada krisis duit susah di Indonesia ternyata bisnis cerutu naik dua kali lipat. Gila banget sih, hebat ini. Dan by the way, bukan cuma negara Jerman loh yang doyan cerut khas Indonesia. Ternyata negara Jepang juga hobinya belanja cerutu dari Indonesia. Teman-teman tahu enggak ya? Di tahun 2024 aja ya kemarin Jepang itu impor cerutu dari Indonesia nilainya lebih dari 300 miliar, Guys. Jadi gila ini bisnis ratusan miliar satu negara doang loh. Kita baru ngomong negara Jepang, negara Jerman, belum negara-negara yang lain. Tapi lu penasaran enggak sih, Guys? Sebetulnya apa sih alasannya cerutu kita bisa sangat terkenal ya di dunia luar? di dalam negeri enggak terkenal. Ternyata ada banyak alasan loh. Pertama, ada hubungan dengan kebijakan pemerintah, yaitu Peraturan Menteri Keuangan nomor 59 tahun 2017. Harga cerutu Indonesia sangat kompetitif, sangat murah, sangat terjangkau. Karena pertama biaya tenaga kerja di Indonesia sangat murah. Karena bisnis cerutu itu linting pakai tangan, Guys. Enggak bisa pakai mesin. Butuh ketelitian buat bikin satu batang cerutu. Dan kita didukung dengan regulasi pemerintah yang tidak memungut cukai untuk ekspor cerutu. Ah, beruntung nih buat pengusaha cerut di Indonesia. Karena lu kalau ekspor batu bara lu tuh harus nyetor ke negara namanya royalti. Lu ekspor minyak sawit, lu juga nyetor ke negara lu. Namanya penerima negara bukan pajak nanti itu. Tapi ternyata kalau lu ekspor cerutu, wah puji syukur nih buat petani tembakau Indonesia. Karena lu enggak kena pajak, Guys. Lu bisa ekspor. Ini good news sih, makanya produk kita kompetitif. Dan kita juga ada keuntungan dari perang dagang juga. Perang dagang ada hubungan dengan tarif. Lu tahu enggak di Jepang kita punya keunggulan kompetitif dibanding kompetitor kita yang lain seperti Cuba, Amerika Serikat dan lain sebagainya. Karena kita punya kerja sama dagang dengan Jepang. Jadi Indonesia udah berhasil dapat good deals dari Jepang. Ekspor cerutu dari Indonesia ke Jepang tarifnya cuma 0%. Wah, tepuk tangan dulu nih buat Indonesia. Kita menang nih perang tarif. Kenapa ini penting? Soalnya lu tahu cerutu yang paling terkenal di dunia ada Kuba, ada Dominika, ada dari Nikaragua. Mereka itu kena tarif 16%. Makanya harga cerutu Indonesia sangat terjangkau buat rakyat Jepang. Sangat kompetitif. Makanya kita bisa ekspor Rp300 miliar, Guys, setiap tahunnya. Hebat enggak? Dan bukan cuman itu juga, negara-negara lain yang mau masuk ke pasar Jepang contohnya nih ya, kayak negara Eropa ada itu ada Belgia, ada Jerman. itu agak aneh juga. Mereka enggak punya kebun tembakau, tapi ekspor cerut itu ke Jepang. Mereka itu kena tarif 5,8%. Makanya teman-teman berulang kali gua ajarin kayak kemarin kita punya tarif dengan Donald Trump, banyak media-media peliharaan Geor Soros bilang Indonesia hancur lebur. Tidak. Indonesia sangat diuntungkan. Indonesia ada iu cepa dengan Eropa karena tarif 0%. Ada yang bilang Indonesia bakal dijajah dengan produk-produk Jerman. Tidak. Yang ada Indonesia yang bakal menjajah mereka karena produk kita jadi murah. Tarifnya 0%. Ya, kali mendadak besok semua orang di Indonesia gara-gara tarif 0% semua orang di Indonesia pakai mobil Mercedes-Benz atau BMW. Gua rasa tidak. Mau tarifnya 0% atau minus 10% sekalipun tetap sangat mahal produk mereka. Nah, ini salah satu pembuktian bahwa penting buat kalian rakyat Indonesia aware dengan yang namanya tarif, aware dengan yang namanya perang dagang, aware dengan yang namanya makroekonomi. So, teman-teman sudah bisa lihat wajar memang sudah seyogyanya kita itu lebih kompetitif sekarang karena orang lain kalau berdagang dengan Jepang kena tarif 16%, ada yang kena tarif 5,8% tapi Indonesia produk curto kita pajak impornya di sana cuman 0%. Hebat. Dan dari sini kita bisa lihat ya, bahwa ada peluang yang luar biasa besar bagi Indonesia untuk menguasai pasar cerut di dunia, bukan cuma di Jepang. Jadi dari sini kita bisa tahu hal yang paling penting bahwa Indonesia seharusnya sudah berpikir ulang, tidak lagi menjadi negara eksportir tembakau, bahan baku rugi. Lebih baik kita jadi eksportir bahan jadi dalam bentuk cerutu. Ngapain lagi Indonesia ekspor barang mentah, harganya kecil, murah. Apalagi ya, negara-negara barat tuh hobi banget nyerang tembakau putih kita, rokok kretek kita. Lu tahu tahun 2009 Amerika Serikat sampai bikin peraturan tuh hukum di negaranya. Indonesia enggak boleh ekspor rokok kretek ke Amerika. Sedemikian mereka pengin menciptakan pengangguran di Indonesia. Nah, dari sini kita harusnya belajar peluang buat diversifikasi produk kita ke Cerutu, Guys. Nah, inilah yang namanya hilirisasi. Dibandingkan Indonesia ekspor daun tembakau dalam bentuk bahan mentah, lebih baik kita tambah bisnis proses lagi, pengolahan cerutu yang artinya bakal menambah jumlah lapangan kerja. By the way, kenapa penting kita harus lakukan hilirisasi, Guys? Bukan cuma hilirisasi di dunia pertambangan, tapi di dunia tembakau juga harus loh kita pentingkan yang namanya hilirisasi. Karena sebelumnya gua udah mention Indonesia itu ekspor tembakau kita nilainya cuman 5 triliun. Tapi lu tahu enggak sih berapa besar sih kue dari cerutu ini? Menurut data di tahun 2023 kue bisnis cerutu itu 12 triliun. Tahun 2024 kuenya naik lagi jadi 16 triliun. Nah, lu tahu tahun 2033 kuenya bakal jadi 35 triliun, Guys. Alias setara 2,1 billion dolar. Gila, Guys. 2,1 billiun dolar bisnis sembakau ini alias setara 35 triliun. Jauh benar kalau lu bandingkan dengan tadi yang 5 triliun. Jadi jauh banget bedanya R triliun dengan R5 triliun. Makanya penting kita harus lakukan hilirisasi ini. Dan keuntungan Indonesia bukan cuma dapat duit R5 triliun. By the way triliun tuh lot of money loh tujuh kali lipat dibandingkan ekspor tembakau. Nothing ekspor bahan baku ini nilainya tujuh kali lipat lebih besar dibandingkan kalau seandainya kita cuman ekspor daun. Ujung-ujungnya yang menikmati siapa? Ya orang-orang Amerika lagi. Pengusaha-pengusaha sigar yang ada di Kuba. Pengusaha sigar yang ada di Amerika Latin, pengusaha sigar yang ada di Jepang. Kenapa enggak orang Indonesia yang menikmati itu? Karena lu bayangkan ya, ini bukan cuma soal duit R5 triliun, ini juga soal penciptaan lapangan kerja. Teman-teman tahu ekspor tembakau Indonesia itu sampai 28.000 ton tembakau setiap tahunnya. Bayangkan kalau 10%-nya aja berhasil kita hilirisasi. 10%-nya berarti 2.800 ton tembakau kita rubah menjadi sigar cerutu. Teman-teman tahu satu sigar itu beratnya sekitar 8 gr. Jadi kalau ada 2.800 ton tembakau yang kita hilirisasi menjadi cerutu yang masing-masing beratnya 8 gr, kita bakal punya 350 juta batang sigar. Jadi 2800 ton yang 10% dari 28.000 ton tembakau itu ternyata kalau kita hilirisasi bisa menjadi 350 juta batang sigar, Guys. Gila enggak? 350 juta batang sigar. Nah, lu tahu satu manusia normalnya dia bisa melinting 120 batang sigar per hari. Artinya dalam 1 tahun dia bisa melinting 41.000 batang per tahun. Kalau kita punya target produksi 350 juta batang sigar setiap tahun, artinya kita bisa menciptakan 8.400 lapangan kerja baru. Lu bayangkan ini cuman 10% loh yang kita ilirisasi. Kita bisa dapat 350 juta batang sigar dan kita bisa menciptakan 8.400 tenaga kerja. Nah, lu tahu 350 juta batang sigar senilai berapa? Rata-rata ya, satu sigar yang berkualitas itu harganya antara 10 sampai 30 dolar, Guys. Ya, taruhlah harganya Rp100.000 lah. Jadi Rp100.000 kalau lu kali dengan 350 juta batang sigar itu nilainya setara 35 triliun. So, this is a big money nih buat rakyat Indonesia, buat pengusaha UMKM di Indonesia. Jangan lagi lu ekspor yang namanya tembakau dalam bentuk bahan baku. Sekarang lu bisa hilirisasi, ciptakan lapangan kerja dan cuan lu tambah gede. 35 triliun setiap tahun lu bisa dapetin tuh. So, gimana menurut lu, Guys? Perlu enggak sih BUMN di Indonesia ini ikut bermain di bisnis sigar ini? Karena ujung-ujungnya pendapatannya bisa jadi lebih gede dibanding sumbangsi dividen BUMN. Selama ini teman-teman tahu kontribusi BUMN dalam bentuk dividen ke negara kita itu cuman R85 triliun di tahun 2024. Breakdown-nya seperti yang ada di layar kaca. Kontributor terbesar itu ada Bank BRI di 25,7 triliun. Peringkat dua ada Bank Mandiri 17 triliun. Peringkat 3 ada M ID 11 triliun. Itu diisinya ada BUMN seperti Antam dan lain sebagainya. Di bawahnya ada Pertamina 9 triliun, ada Telkom di R9 triliun, BNI 6 triliun, dan terakhir PLN di 3 triliun. Jadi dari sini lu bisa dilihat ya mereka itu kasih dividen kecil-kecil, Guys. Cuman R5 triliun, Mandiri cuma 17 triliun, Pertamina cuma R triliun. Bayangkan kalau seandainya tiba-tiba ada BUMN khusus sigar, apalagi pajaknya 0% tuh masuk ke Jepang, kita bisa dapat R5 triliun. So, lu setuju enggak ya kalau Indonesia punya BUMN spesialis bikin sigar premium buat tujuan ekspor? Tapi lu udah tahulah ya kualitas BUMN di Indonesia gimana ya. Jangankan masalah ekspor impor ya, masalah distribusi BBM aja di Indonesia kagak ada yang benar, ngacau semua. So, gimana buat teman-teman swasta UMKM dan buat viewers-nya Benix? Menurut kalian ya, kalau Indonesia berhasil memaksimalkan keuntungan kita, kita udah berhasil tanda tangan good deals loh. Perang dagang dengan Eropa dapat tarif 0%. Dengan Jepang kita dapat tarif 0%. kita bisa enggak perusahaan apa yang bakal diuntungkan nih kalau berhasil kita lakukan hilirisasi sigar tobeko ini alias hilirisasi cerutu karena ini kan channel investasi pasti lu sudahudah tahu dong bisnis apa yang bisa diuntungkan kalau kita bisa memaksimalisasi keuntungan tarif 0% Indonesia ini. Nah, buat teman-teman lu setuju enggak sih kalau Indonesia punya BUMN spesialis sigar alias cerutu atau mendingan teman-teman swasta aja UMKM yang ngerjain ini? Karena mau enggak mau kita harus masuk ke bisnis ini nilainya sangat fantastis triliun dibandingkan ekspor tembakau kita yang nilainya cuman 5 triliun dan di negara lain itu malah diolah jadi sigar dan mereka yang menikmati kue besar itu bukannya rakyat Indonesia. Setuju enggak, Guys? Dan menurut lu gimana sih caranya supaya cerutu Indonesia bisa go internasional dan lebih terkenal lagi? Sharing dong pendapat kalian di bawah ini. Bisa enggak Indonesia go internasional dengan cerutunya, dengan brand kita sendiri? Dan kalau itu jadi kenyataan, emiten apa yang bakal diuntungkan, Guys? Segera sharing ya jawaban kalian di kolom komentar yang ada di bawah ini. Dan yang paling penting segera like channel Benix dan share video ini sebanyak-banyaknya. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]