Transcript
SnCwSmEjfPY • RI Earns 35 Trillion from Tobacco Downstreaming? Is That Possible?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0518_SnCwSmEjfPY.txt
Kind: captions
Language: id
Saya Benix dengan ini ingin menyampaikan
rasa dukacita yang sedalam-dalamnya
kepada rakyat Indonesia, khususnya
kepada saudara-saudara kita yang
terdampak bencana hujan badai sikl
tropis yang mengakibatkan longsor dan
banjir di Aceh, di Sumatera Utara, dan
di Sumatera Barat. Dan saya dengan ini
juga turut merasakan kesedihan dan bela
sungkawa atasanya lebih dari 400-an jiwa
ya manusia yang terdampak bencana ini.
Dan di tengah musibah ini saya juga mau
mengingatkan buat teman-teman sekalian
bahwa kekuatan terbesar bangsa kita itu
adalah solidaritas. Jadi saya mau minta
untuk kepada kita semua, rekan-rekan
semua untuk saling terus
tolong-menolong, bahu-membahu,
gotong-royong dalam memberikan bantuan,
dalam memberikan dukungan, baik dari
segi materi, dari segi tenaga, waktu,
dan yang terpenting dukungan dalam
bentuk doa supaya saudara-saudara kita
di wilayah yang terdampak bisa segera
dipulihkan. Semoga masa yang sulit ini
dapat segera kita lewati bersama.
Good News Indonesia. Kali ini gua mau
bawa oleh-oleh nilainya triliunan khusus
buat lu rakyat Indonesia yang dengerin
video ini baik-baik. Lu tahu enggak sih
kalau gua bilang ya cerutu premium di
dunia ini yang paling berkelas, paling
enak, paling berkualitas ternyata bukan
cuman datang dari Kuba, negaranya Fidel
Castro. Dan lu pasti kaget dengan fakta
yang satu ini. Soalnya, Guys, di balik
ya etala mewah cerutu internasional yang
mahal itu, ternyata di belakangnya ada
daun tembakau asli khas Indonesia. Daun
tembakau yang cuma tumbuh di Jember,
Besuki, Madura, dan Lombok. Dan daunnya
ini bukan sembarangan daun loh, Guys.
Soalnya daun yang dipakai ini daunnya
dipakai sebagai wrapper, sebagai binder,
bahkan dipakai sebagai bahan cerutu
premium dunia. Nah, ini bukan klaim
kosong, Guys. Karena faktanya daun
tembakau Indonesia khususnya daun Besuki
Naos, itu sudah diekspor sejak
bertahun-tahun lalu ke Eropa, Amerika
Serikat, bahkan masuk ke negara Amerika
Latin. Dan kalau lu ketemu cerutu-cerutu
mahal di dunia ini yang katanya merek
asli dari Amsterdam lah, merek asli dari
Havana Kuba lah atau dari Amerika
Serikat lah, faktanya di belakang
ceruttu-ceruttu mahal itu yang harganya
jutaan itu ternyata terkandung ironi
yang sangat memilukan. Karena di dalam
negeri Indonesia sendiri tidak ada yang
tahu bahwasanya banyak orang kita nih
orang Indonesia itu mengenal Curutu
Kuba. Kita tahu yang namanya Curutu
Dominika. Tapi jarang yang sadar
Indonesia adalah pemasuk kunci industri
cerutu global, Guys. Tapi pertanyaannya
kalau kualitas sembakau Indonesia diakui
dunia internasional, kenapa ya cerutu di
Indonesia ini belum [musik] menjadi ikon
nasional? Kenapa Indonesia cuma hebat
sebagai pemasok daun bahan baku doang
tapi kita belum berdaulat sebagai brand
cerut kelas dunia. So, kalau lu
penasaran dengan pembahasan spesial nih
tentang cerutu Indonesia yang nilainya
triliunan nih, jangan skip video kita.
Let's check di sana.
[musik]
Jadi, teman-teman kemarin tuh ada
pejabat tinggi ya dari Senayan yang
datang ke Jember, Jawa Timur dan dia
kaget ternyata di Jember ada pabrik
cerut yang produknya diekspor ke seluruh
dunia dan kualitasnya bahkan lebih baik
dibanding Cerutu Kuba. Kok bisa?
Ternyata cerutu Indonesia itu punya cita
rasa khusus, Guys. Cita rasa khusus yang
berbeda karena daun-daun tembakau yang
tumbuh di Indonesia itu berasal dari
tanah volkanik. Nah, mungkin lu udah
tahu ya sebelum kita bahas video ini
lebih lanjut tentang Cerutu, mungkin lu
udah tahu Indonesia itu adalah salah
satu produsen utama penghasil tembakau
terbesar di dunia. Pada tahun 2022 aja
ya, Indonesia itu berada di peringkat 4
dunia, Guys. Jadi kita ranking 4
terbesar dengan memproduksi 200.000 000
ton tembakau. Dan nilai ekspor tembakau
kita tahun 2024 kemarin itu udah lebih
dari 5 triliun alias setara 28.000 ton
tembakau. So, Teman-teman kalau lihat di
layar kaca ini adalah negara produsen
tembakau terbesar di dunia. So,
peringkat satu ada negara Cina. Dia
memproduksi 2 juta ton tembakau.
Peringkat du India dengan 772.000
ton. Peringkat 3 ada Brazil di 667.000
ton. Peringkat 4 ada Indonesia dengan
225.000
ton. Setelahnya baru ada Amerika Serikat
di 200.000 ton. Ada Zimbabwe dengan
166.000 ton. Lalu ada Tunisia dengan
133.000 ton dan beberapa negara Timur
Tengah lainnya. Tapi dari sini lu sudah
bisa lihat ya, Indonesia ini sangat kaya
raya sekali. Tetapi ya kita masih ekspor
bahan baku tembakau saja. Itu pun
nilainya bisa sampai 5 triliun, Guys.
Anyway, Indonesia ternyata bukan cuma
menghasilkan tembakau loh. Kita juga
memiliki jumlah perokok yang besar dan
bakal terus membesar jumlahnya di
Indonesia. Lu tahu ya 2011 aja perokok
di Indonesia ada 60 juta orang. Gila 60
juta orang hobinya bakar duit. Ada duit
duitnya dibakar ya beliin rokok
maksudnya. Nah tahun 2021 beda 10 tahun
jumlah perokok apakah bertambah atau
berkurang? Ternyata naik guys. Naik
lebih dari 9 juta orang. Jadi lu
bayangkan jumlah perokok di Indonesia
itu bukan makin sedikit tapi makin
banyak. Makanya lu jangan heran kalau
tagihan BPJS itu makin tinggi guys.
Nilainya udah ratusan triliun. So,
jangan kaget juga kalau perusahaan rokok
besar dari Jepang yang namanya Japan
tobaco itu sampai akuisisi loh
perusahaan rokok di Indonesia yang
mereknya kayak muka orang Indian itu,
Guys. Jadi kalau lu tahu itu nilainya
juga enggak main-main. Orang Jepang aja
sampai ke Indonesia beli pabrik rokok di
Indonesia nilainya sampai Rp9 triliun
nilai akuisisinya. Nah, dari sini lu
bisa lihat ya kekuatan besar dari
tembakau made in Indonesia. Hebat sih
ini. Nah, begitu besarnya ya kekuatan
tembakau kita sebetulnya sampai kaget
nih wakil menteri perindustrian di
Indonesia itu sampai kasih komentar
kalau kontribusi cukai industri ini
lebih besar loh daripada BUMN Indonesia.
Soalnya kontribusi cukai kita itu sampai
217 triliun dan menyerap 5,9 juta tenaga
kerja. Tapi tunggu dulu, Guys. Apa
memang betul BUMN kita setel itu ya jadi
bisa kalah dari cukai rokok? Rata-rata
ya enggak juga sih. Kalau lu lihat
kontribusi BUMN ke APBN itu nilainya di
tahun 2024 aja lebih dari 680 triliun.
Ya tentu ini ada kombinasi antara
dividen pajak sama penerima negara bukan
pajak. Jadi kalau dibilang kontribusi
BUMN sama kontribusi cukai rokok kalah
enggak juga. BUMN tetap lebih tinggi.
Tapi kalau lu bandingkan dengan setoran
dividen BUMN ya bisa jadi juga. Kenapa?
Soalnya setoran deviden dari BUMN ke kas
negara Indonesia di tahun 2024 aja cuman
sekitar R85 triliun. Sedih banget.
Sedih. BUMN kita digabungin semua jadi
catung. Masih kalah sama tembakau, Guys.
Sedih banget. Bego sih. Tapi memang
bukan perusahaan tembakaunya yang hebat.
Enggak juga. Itu kan duitnya orang
Indonesia yang capek-capek kerja nguli
cari duit duitnya beli rokok rokoknya
dibakar guys. Ya sebetulnya bukan
artinya perusahaan rokok ini pahlawan
Indonesia. Kagak enggak ada perokok itu
yang malah pahlawan Indonesia. Tapi satu
yang menarik nih, ada salah satu turunan
produk tembakau yang sebetulnya lebih
cuan loh, namanya Cerutu. Dan Indonesia
ternyata diam-diam nih memiliki banyak
merek premium Cerutu yang kita ekspor.
Contoh dari Jember, Jawa Timur kita ada
Ban Sigar. BIN Sigar ini udah bikin
banyak produk serutu untuk pasar ekspor
dan internasional. Lalu ada Besuki Raya
Sigar. Ini udah terbukti bagus
kualitasnya karena mereka sudah ekspor
sampai ke negara Jerman. Gila enggak?
Lalu ada DNT Sigar, Guys. DNT ini Dipa
Nusantara Tobo, ya. Ini juga salah satu
industri cerutu dalam negeri yang
berelontasi ekspor dan udah tembus pasar
luar negeri juga. Dan satu lagi yang
bermerek terkenal, ya lu tahu mungkin
WPC dari Wismilak Premium Sigar. Nah,
WPC ini memang merek Cerutu lokal yang
memang produknya dipasarkan bukan cuma
ke luar negeri, ternyata pasar dalam
negeri. Mereka juga udah masuk ke sana.
Tapi mungkin lu enggak tahu, ternyata
itu produk asli made in Indonesia loh.
Beda dengan rokok yang biasa lu bakar.
Lu tahu enggak rokok yang biasa lu pakai
kemungkinan besar barangnya barang
impor. Karena tembakaunya dibawa dari
mana-mana seluruh Indonesia diimpor ke
sini. Tapi kalau sigar ternyata kita
malah ekspor, Guys. By the way, sigar
itu cerutuhu ya. Beda dengan rokok putih
yang lu biasa isep itu. Beda. Dan begitu
besar ya bisnis cerutu di Indonesia.
Mungkin lu enggak nge tapi nilai ekspor
kita aja tahun 2024 itu sampai 42 juta,
Guys. Gua ulangin 42 juta itu setara
Rp700 miliar lah. Jadi lu bayangkan ya
nilai ekspor sigar cerutu Indonesia itu
luar biasa. Dan ini banyak sih yang
diekspor bukan cuma Curutunya tetapi
sampai produk pendukungnya seperti
Sumatera itu banyak dipakai sama
merek-merek cerutu ternama dunia seperti
Monte Cristo White Series, Perdomo,
bahkan Romeo Julieta itu juga pakai
bahan baku dari Indonesia. Dan
sebetulnya titik tertinggi kita itu ada
sekitar 4 tahun lalu ya, tahun 2021
nilai ekspor cerutu kita itu lebih dari
1,5 triliun guys. Jadi ini bisnis
triliunan loh. Bisnis cerut kayaknya
enggak kelihatan ya karena lu hobi aja
ngerokok SKT SKM yang warna putih itu.
Tapi ternyata ada bisnis yang lebih cuan
daripada si Garet yaitu cerutu. By the
way, siapa sih, Guys, negara yang hobi
banget beli cerut khas Indonesia?
Ternyata negaranya adalah negara Jerman.
Teman-teman tahu enggak nilai ekspor
cerutu kita ke negara Jerman itu meroket
ke bulan. To the moon berlonjak tajam.
Tahun 2022 nilai ekspor kita itu cuma
juta dolar loh ke Jerman. Tahun 2022
setara 200 miliar lah. Ternyata naik di
tahun 2024 tahun lalu udah naik jadi 430
miliar. Lu bayangin dari 200 M naik jadi
400 miliar alias naiknya lebih dari dua
kali lipat. Gila bisnis apa ya ketika
orang pada krisis duit susah di
Indonesia ternyata bisnis cerutu naik
dua kali lipat. Gila banget sih, hebat
ini. Dan by the way, bukan cuma negara
Jerman loh yang doyan cerut khas
Indonesia. Ternyata negara Jepang juga
hobinya belanja cerutu dari Indonesia.
Teman-teman tahu enggak ya? Di tahun
2024 aja ya kemarin Jepang itu impor
cerutu dari Indonesia nilainya lebih
dari 300 miliar, Guys. Jadi gila ini
bisnis ratusan miliar satu negara doang
loh. Kita baru ngomong negara Jepang,
negara Jerman, belum negara-negara yang
lain. Tapi lu penasaran enggak sih,
Guys? Sebetulnya apa sih alasannya
cerutu kita bisa sangat terkenal ya di
dunia luar? di dalam negeri enggak
terkenal. Ternyata ada banyak alasan
loh. Pertama, ada hubungan dengan
kebijakan pemerintah, yaitu Peraturan
Menteri Keuangan nomor 59 tahun 2017.
Harga cerutu Indonesia sangat
kompetitif, sangat murah, sangat
terjangkau. Karena pertama biaya tenaga
kerja di Indonesia sangat murah. Karena
bisnis cerutu itu linting pakai tangan,
Guys. Enggak bisa pakai mesin. Butuh
ketelitian buat bikin satu batang
cerutu. Dan kita didukung dengan
regulasi pemerintah yang tidak memungut
cukai untuk ekspor cerutu. Ah, beruntung
nih buat pengusaha cerut di Indonesia.
Karena lu kalau ekspor batu bara lu tuh
harus nyetor ke negara namanya royalti.
Lu ekspor minyak sawit, lu juga nyetor
ke negara lu. Namanya penerima negara
bukan pajak nanti itu. Tapi ternyata
kalau lu ekspor cerutu, wah puji syukur
nih buat petani tembakau Indonesia.
Karena lu enggak kena pajak, Guys. Lu
bisa ekspor. Ini good news sih, makanya
produk kita kompetitif. Dan kita juga
ada keuntungan dari perang dagang juga.
Perang dagang ada hubungan dengan tarif.
Lu tahu enggak di Jepang kita punya
keunggulan kompetitif dibanding
kompetitor kita yang lain seperti Cuba,
Amerika Serikat dan lain sebagainya.
Karena kita punya kerja sama dagang
dengan Jepang. Jadi Indonesia udah
berhasil dapat good deals dari Jepang.
Ekspor cerutu dari Indonesia ke Jepang
tarifnya cuma 0%. Wah, tepuk tangan dulu
nih buat Indonesia. Kita menang nih
perang tarif. Kenapa ini penting?
Soalnya lu tahu cerutu yang paling
terkenal di dunia ada Kuba, ada
Dominika, ada dari Nikaragua. Mereka itu
kena tarif 16%.
Makanya harga cerutu Indonesia sangat
terjangkau buat rakyat Jepang. Sangat
kompetitif. Makanya kita bisa ekspor
Rp300 miliar, Guys, setiap tahunnya.
Hebat enggak? Dan bukan cuman itu juga,
negara-negara lain yang mau masuk ke
pasar Jepang contohnya nih ya, kayak
negara Eropa ada itu ada Belgia, ada
Jerman. itu agak aneh juga. Mereka
enggak punya kebun tembakau, tapi ekspor
cerut itu ke Jepang. Mereka itu kena
tarif 5,8%.
Makanya teman-teman berulang kali gua
ajarin kayak kemarin kita punya tarif
dengan Donald Trump, banyak media-media
peliharaan Geor Soros bilang Indonesia
hancur lebur. Tidak. Indonesia sangat
diuntungkan. Indonesia ada iu cepa
dengan Eropa karena tarif 0%. Ada yang
bilang Indonesia bakal dijajah dengan
produk-produk Jerman. Tidak. Yang ada
Indonesia yang bakal menjajah mereka
karena produk kita jadi murah. Tarifnya
0%. Ya, kali mendadak besok semua orang
di Indonesia gara-gara tarif 0% semua
orang di Indonesia pakai mobil
Mercedes-Benz atau BMW. Gua rasa tidak.
Mau tarifnya 0% atau minus 10% sekalipun
tetap sangat mahal produk mereka. Nah,
ini salah satu pembuktian bahwa penting
buat kalian rakyat Indonesia aware
dengan yang namanya tarif, aware dengan
yang namanya perang dagang, aware dengan
yang namanya makroekonomi. So,
teman-teman sudah bisa lihat wajar
memang sudah seyogyanya kita itu lebih
kompetitif sekarang karena orang lain
kalau berdagang dengan Jepang kena tarif
16%, ada yang kena tarif 5,8% tapi
Indonesia produk curto kita pajak
impornya di sana cuman 0%. Hebat. Dan
dari sini kita bisa lihat ya, bahwa ada
peluang yang luar biasa besar bagi
Indonesia untuk menguasai pasar cerut di
dunia, bukan cuma di Jepang. Jadi dari
sini kita bisa tahu hal yang paling
penting bahwa Indonesia seharusnya sudah
berpikir ulang, tidak lagi menjadi
negara eksportir tembakau, bahan baku
rugi. Lebih baik kita jadi eksportir
bahan jadi dalam bentuk cerutu. Ngapain
lagi Indonesia ekspor barang mentah,
harganya kecil, murah. Apalagi ya,
negara-negara barat tuh hobi banget
nyerang tembakau putih kita, rokok
kretek kita. Lu tahu tahun 2009 Amerika
Serikat sampai bikin peraturan tuh hukum
di negaranya. Indonesia enggak boleh
ekspor rokok kretek ke Amerika.
Sedemikian mereka pengin menciptakan
pengangguran di Indonesia. Nah, dari
sini kita harusnya belajar peluang buat
diversifikasi produk kita ke Cerutu,
Guys. Nah, inilah yang namanya
hilirisasi. Dibandingkan Indonesia
ekspor daun tembakau dalam bentuk bahan
mentah, lebih baik kita tambah bisnis
proses lagi, pengolahan cerutu yang
artinya bakal menambah jumlah lapangan
kerja. By the way, kenapa penting kita
harus lakukan hilirisasi, Guys? Bukan
cuma hilirisasi di dunia pertambangan,
tapi di dunia tembakau juga harus loh
kita pentingkan yang namanya hilirisasi.
Karena sebelumnya gua udah mention
Indonesia itu ekspor tembakau kita
nilainya cuman 5 triliun. Tapi lu tahu
enggak sih berapa besar sih kue dari
cerutu ini? Menurut data di tahun 2023
kue bisnis cerutu itu 12 triliun. Tahun
2024 kuenya naik lagi jadi 16 triliun.
Nah, lu tahu tahun 2033 kuenya bakal
jadi 35 triliun, Guys. Alias setara 2,1
billion dolar. Gila, Guys. 2,1 billiun
dolar bisnis sembakau ini alias setara
35 triliun. Jauh benar kalau lu
bandingkan dengan tadi yang 5 triliun.
Jadi jauh banget bedanya R triliun
dengan R5 triliun. Makanya penting kita
harus lakukan hilirisasi ini. Dan
keuntungan Indonesia bukan cuma dapat
duit R5 triliun. By the way triliun tuh
lot of money loh tujuh kali lipat
dibandingkan ekspor tembakau. Nothing
ekspor bahan baku ini nilainya tujuh
kali lipat lebih besar dibandingkan
kalau seandainya kita cuman ekspor daun.
Ujung-ujungnya yang menikmati siapa? Ya
orang-orang Amerika lagi.
Pengusaha-pengusaha sigar yang ada di
Kuba. Pengusaha sigar yang ada di
Amerika Latin, pengusaha sigar yang ada
di Jepang. Kenapa enggak orang Indonesia
yang menikmati itu? Karena lu bayangkan
ya, ini bukan cuma soal duit R5 triliun,
ini juga soal penciptaan lapangan kerja.
Teman-teman tahu ekspor tembakau
Indonesia itu sampai 28.000 ton tembakau
setiap tahunnya. Bayangkan kalau 10%-nya
aja berhasil kita hilirisasi. 10%-nya
berarti 2.800 ton tembakau kita rubah
menjadi sigar cerutu. Teman-teman tahu
satu sigar itu beratnya sekitar 8 gr.
Jadi kalau ada 2.800 ton tembakau yang
kita hilirisasi menjadi cerutu yang
masing-masing beratnya 8 gr, kita bakal
punya 350 juta batang sigar. Jadi 2800
ton yang 10% dari 28.000 ton tembakau
itu ternyata kalau kita hilirisasi bisa
menjadi 350 juta batang sigar, Guys.
Gila enggak? 350 juta batang sigar. Nah,
lu tahu satu manusia normalnya dia bisa
melinting 120 batang sigar per hari.
Artinya dalam 1 tahun dia bisa melinting
41.000 batang per tahun. Kalau kita
punya target produksi 350 juta batang
sigar setiap tahun, artinya kita bisa
menciptakan 8.400
lapangan kerja baru. Lu bayangkan ini
cuman 10% loh yang kita ilirisasi. Kita
bisa dapat 350 juta batang sigar dan
kita bisa menciptakan 8.400 tenaga
kerja. Nah, lu tahu 350 juta batang
sigar senilai berapa? Rata-rata ya, satu
sigar yang berkualitas itu harganya
antara 10 sampai 30 dolar, Guys. Ya,
taruhlah harganya Rp100.000 lah. Jadi
Rp100.000 kalau lu kali dengan 350 juta
batang sigar itu nilainya setara 35
triliun. So, this is a big money nih
buat rakyat Indonesia, buat pengusaha
UMKM di Indonesia. Jangan lagi lu ekspor
yang namanya tembakau dalam bentuk bahan
baku. Sekarang lu bisa hilirisasi,
ciptakan lapangan kerja dan cuan lu
tambah gede. 35 triliun setiap tahun lu
bisa dapetin tuh. So, gimana menurut lu,
Guys? Perlu enggak sih BUMN di Indonesia
ini ikut bermain di bisnis sigar ini?
Karena ujung-ujungnya pendapatannya bisa
jadi lebih gede dibanding sumbangsi
dividen BUMN. Selama ini teman-teman
tahu kontribusi BUMN dalam bentuk
dividen ke negara kita itu cuman R85
triliun di tahun 2024. Breakdown-nya
seperti yang ada di layar kaca.
Kontributor terbesar itu ada Bank BRI di
25,7 triliun. Peringkat dua ada Bank
Mandiri 17 triliun. Peringkat 3 ada M ID
11 triliun. Itu diisinya ada BUMN
seperti Antam dan lain sebagainya. Di
bawahnya ada Pertamina 9 triliun, ada
Telkom di R9 triliun, BNI 6 triliun, dan
terakhir PLN di 3 triliun. Jadi dari
sini lu bisa dilihat ya mereka itu kasih
dividen kecil-kecil, Guys. Cuman R5
triliun, Mandiri cuma 17 triliun,
Pertamina cuma R triliun. Bayangkan
kalau seandainya tiba-tiba ada BUMN
khusus sigar, apalagi pajaknya 0% tuh
masuk ke Jepang, kita bisa dapat R5
triliun. So, lu setuju enggak ya kalau
Indonesia punya BUMN spesialis bikin
sigar premium buat tujuan ekspor? Tapi
lu udah tahulah ya kualitas BUMN di
Indonesia gimana ya. Jangankan masalah
ekspor impor ya, masalah distribusi BBM
aja di Indonesia kagak ada yang benar,
ngacau semua. So, gimana buat
teman-teman swasta UMKM dan buat
viewers-nya Benix? Menurut kalian ya,
kalau Indonesia berhasil memaksimalkan
keuntungan kita, kita udah berhasil
tanda tangan good deals loh. Perang
dagang dengan Eropa dapat tarif 0%.
Dengan Jepang kita dapat tarif 0%. kita
bisa enggak perusahaan apa yang bakal
diuntungkan nih kalau berhasil kita
lakukan hilirisasi sigar tobeko ini
alias hilirisasi cerutu karena ini kan
channel investasi pasti lu sudahudah
tahu dong bisnis apa yang bisa
diuntungkan kalau kita bisa
memaksimalisasi keuntungan tarif 0%
Indonesia ini. Nah, buat teman-teman lu
setuju enggak sih kalau Indonesia punya
BUMN spesialis sigar alias cerutu atau
mendingan teman-teman swasta aja UMKM
yang ngerjain ini? Karena mau enggak mau
kita harus masuk ke bisnis ini nilainya
sangat fantastis triliun dibandingkan
ekspor tembakau kita yang nilainya cuman
5 triliun dan di negara lain itu malah
diolah jadi sigar dan mereka yang
menikmati kue besar itu bukannya rakyat
Indonesia. Setuju enggak, Guys? Dan
menurut lu gimana sih caranya supaya
cerutu Indonesia bisa go internasional
dan lebih terkenal lagi? Sharing dong
pendapat kalian di bawah ini. Bisa
enggak Indonesia go internasional dengan
cerutunya, dengan brand kita sendiri?
Dan kalau itu jadi kenyataan, emiten apa
yang bakal diuntungkan, Guys? Segera
sharing ya jawaban kalian di kolom
komentar yang ada di bawah ini. Dan yang
paling penting segera like channel Benix
dan share video ini sebanyak-banyaknya.
Semoga video ini bermanfaat. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[musik]