Transcript
v329Yc75VRQ • Venezuela Blockaded by the US! 303 Billion Barrels of Oil Up for grabs—Are China and Indonesia Next?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0523_v329Yc75VRQ.txt
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget ini, Guys. Negara paling kuat di dunia ini yang namanya Amerika Serikat baru saja memutuskan untuk memblokade semua pelabuhan yang ada di Venezuela. So, teman-teman, lu bayangkan ada sebuah negara bisa mati dicekek karena tidak ada kapal yang bisa keluar atau masuk tanpa seizin Donald Trump. Dan kalau lu berani nekad tembus blokade itu, lu bakal dirudal, hancur, musnah sehabis-habisnya tanpa ada putusan pengadilan. Wah, ini udah benar-benar main hukum sendiri nih. Dan lu harus peduli sama masalah seperti ini. Kenapa? Karena meskipun yang diblokade adalah Venezuela, sebuah negara yang jauh di sana di benua Amerika Latin, tapi dampak blokada ini akan berdampak ke ekonomi keluarga kamu. Ngeri ya. So, kalau lu penasaran, lu jangan skip video ini. Let's check this out. Jadi, teman-teman hari ini udah resmi ya presiden Amerika Serikat, Donald Trump itu mengumumkan blokade total terhadap kapal-kapal yang ada di Venezuela. Bahkan bukan hanya memblokade, kapal-kapal Venezuela udah banyak yang dibom, dirudal, dihancurkan di tempat. Kalau berani melanggar, siapa-siapa aja lu pindah ke dunia lain. Ini benar-benar ngeri sih. Dan ini bukan pertama kalinya loh sepanjang sejarah dunia negara barat melakukan ini. Pemer hak-hak hidup bangsa negara yang jauh lebih kecil. Kamu tahu enggak di tahun 1830-an sebetulnya sudah pernah dilakukan hal yang sama oleh pemerintahan Inggris. Jadi, pemerintahan Britania Raya Inggris itu tahun 1830-an itu cuannya gede banget dari jualan opium, Guys. Makanya teman-teman pasti udah tahu gua mau ngomong soal opium wars, perang narko. Nah, zaman itu untuk pertama kalinya Cina sepanjang sejarahnya lu tahu kan hari ini lu lahir, Cina itu hobinya ekspor, hobinya dagang ya. Dia hobinya bukan berperang lah. Dan kalau lu lihat trade defisitnya gede banget dengan semua negara di dunia ini bahkan termasuk Indonesia. Nah, banyak banget negara-negara itu yang menerima barang impor nih dari Cina. Jadi, Cina ekspor ke mana? jauh lebih besar dibanding dia impor. Tapi ada suatu masa di tahun 1800-an, Cina itu lebih banyak impor dibandingkan ekspor. Yaitu apa? Mereka impor nark. Dan ngerinya lagi, mereka dipaksa impor nark sama negara barat. Jadi negara barat itu melihat wah negara Cina populasinya banyak nih. Ya hari ini aja lu lihat populasi dia di atas R miliar penduduk, Guys. Jadi di tahun 1800-an, Cina sudah dilihat sebagai market yang besar. Ingat negara Indonesia juga negara yang besar. Marketnya besar, tidak berpendidikan, mudah dibodoh-bodohi. Itulah yang dilihat oleh Inggris. So, apa yang mereka lakukan? Wah, market bodoh begini, penduduknya banyak, ratusan juta jiwa. Enaknya kita kerjain. Maksudnya apa? Yah, oke. Kita bikin mereka semua jadi pemadat, Guys. Pecandu, ya. Makanya lu jangan heran juga kalau bisnis rokok di Indonesia ya banyak yang punya orang asing juga. Sama logika penjajahannya itu sama, masih dipakai pola-pola di tahun 1800-an. Jadi, apa yang dilakukan oleh Cina? Mereka akhirnya sadar pada suatu ketika kok banyak rakyat kita ini yang bergelimpangan di tengah jalan. Mulutnya berbusa, enggak bisa kerja, enggak pergi ke pabrik, enggak macul di tanah. Ternyata apa yang dilakukan? Mereka enggak mau bertani. Wajar karena udah teler seharian. Kenapa bisa teler seharian? Simpel. Karena pakai nar. Akhirnya dinasti Cina saat itu berpikir bahwa oke, kita enggak bisa negara kita hancur begini. Kita harus berani katakan tidak untuk jadi seperti Indonesia mereka bikin kampanye katakan tidak pada dan lu tahu siapa yang marah ketika Cina bilang katakan tidak pada Inggris. Dan sedemikian marahnya Inggris, Inggris sampai ngajak-ngajak negara lain untuk ikut-ikutan menghajar Cina. So, apa yang dia lakukan ketika dia melihat bahwa Cina akan menyetop bahkan melarang peredaran di negara China, apa yang dilakukan oleh Inggris? Dia mengirimkan kapal perang. Dia mengirimkan tentara untuk mengobrak-ngabrik pelabuhan-pelabuhan di Cina dibombardir rakyat diban di sana. Dipaksa negara harus mengizinkan perdagangan dibuka kembali. Jadi sejarah mengajarkan ya, negara yang kuat angkatan lautnya memiliki tendensi bisa mengeksploitasi dengan mudah negara lain yang lebih lemah angkatan lautnya. Dan terbukti sejak saat itu ya negara Cina makin hancur lebur. Kenapa? Karena mereka dipaksa untuk beli, Nar, dipaksa membuka pelabuhannya, dipaksa impor, berdagang dengan Inggris. Ngeri loh. Nah, kisah ini ternyata sangat inspiratif sehingga memotivasi negara lain di seberang Atlantik yang namanya negara Amerika Serikat untuk melakukan hal yang sama. Ketika mereka mempelajari perekonomian Inggris bisa tumbuh signifikan gara-gara Cina di habis-habisan, dia melihat, "Oh, ada peluang lagi next ke negara Jepang." Jadi, Teman-teman tahu enggak 20 tahun setelah perang opium itu berakhir di tahun 1850 terjadi yang namanya perang juga di Asia Timur antara Jepang dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat melihat hal yang sama terjadi di China. Apa yang dia lakukan? Wah, ada peluang bisnis juga nih di negara tetangganya Cina. Cina sudah dikuasai oleh imperium British, Inggris. Oh, masih ada nih negara gratisan nih, negara Jepang. Belum ada yang per Jepang saat itu karena mereka masih tertutup pikirannya kerdil selama 200 tahun mereka menutup dirinya sendiri dari negara-negara yang lain yang ada di dunia ini. Jadi ketika negara lain udah banyak jalan-jalan naik mobil, orang di Jepang masih main panah-panahan. Kalau perang masih pakai bambu runcing kayak orang bodoh lah, pakai pedang. Sementara negara lain udah punya kapal mesin, udah punya meriam, udah punya pistol. Nah, Amerika Serikat melihat wah ini peluang bagus untuk menjajah negara bodoh yang satu ini. Masa hari gini perang-perangan pakai bambu runcing. Masa hari ini perang-perangan pakai pedang. Mereka sudah punya pistol senapan jarak jauh. So, apa yang dia lakukan? Mereka pun juga datang ke Jepang dengan agenda membawa pesan dagang. Yang menarik adalah ketika mereka mengirimkan misi perdagangan ke Jepang, yang mereka kirim itu bukan pedagang, tapi angkatan laut, Guys. Lu bayangin mereka bawa kuquadron penuh angkatan laut dengan begitu banyak meriam ke kota Edo saat itu, Tokyo. Dan kalau teman-teman pernah dengar yang namanya restorasi Meji, kenapa bisa terjadi restorasi Meji? Karena ada tentara Amerika Serikat, angkatan laut Jepang yang sama melakukan hal yang sama. melakukan blokade di pelabuhan-pelabuhan Jepang. Memaksa Jepang untuk membuka dirinya berdagang dengan Amerika Serikat. Sejak saat itulah terjadi perdagangan dunia. Jadi, buat teman-teman di sini bisa lihat bahwa apa yang dilakukan oleh Donald Trump itu bukan hal yang pertama dan bukan yang terakhir kali juga. Negara Amerika Serikat memperkata negara-negara yang lebih kecil dengan kekuatan angkatan lautnya. Ya, tentunya dengan dukungan teknologi yang ada. Nah, kali ini sejarah kembali lagi berulang karena Amerika Serikat kembali melakukan blokade terhadap negara Venezuela. Dan ini sangat penting, Guys, karena di Desember 2025 ini sudah resmi Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah yang sangat tegas. Semua kapal tanker, semua kapal minyak yang terkait dengan Venezuela akan diblokade. Kapal tersebut tidak boleh masuk, keluar, atau melintas dengan aman. Nah, ini ngeri banget. Ini bukan sekedar sanksi ekonomi, Guys. Ini adalah blokade de facto. Kalau dalam hukum internasional, tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini sudah dianggap sebagai pernyataan perang. Karena ini contoh aksi militer ringan. Gila nih, ini satu sangkah lagi menjadi eskalasi militer yang lebih berat tembak-tembakan. Walaupun udah banyak kapal yang dib dihancurkan sama angkatan laut Amerika Serikat. Dan yang lebih ngeri lagi ya Donald Trump itu sampai repot-repot bilang rezimnya Maduro yang berkuasa sekarang orang nomor satu di Venezuela itu sebagai foreign organization yang artinya pemerintahan Venezuela hari ini dianggap setara sama dengan Al-Qida, sama dengan ISIS. Wah, ini udah ngeri, Guys. Bahkan dia sampai repot-repot ngetik begitu panjangnya di media sosial pribadi dia yang namanya Trut Social tentang strategi dia buat menghancurkan Venezuela, Guys. Ngeri banget ini. Ngeri banget. Lu lihat ya tulisan dia. Dia bilang, "Hari ini Venezuela sudah resmi dikepung total oleh armada terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah Amerika Selatan. Maksudnya tentara angkatan laut Amerika sudah mengepung Venezuela. dan armada yang akan kami kumpulkan di sana akan bertambah besar dan akan menciptakan kejutan yang tidak akan pernah terjadi sepanjang sejarah. Dan ini akan terus berlangsung sampai mereka mengembalikan kepada Amerika Serikat semua minyak, tanah, dan aset yang dicuri mereka dari kami. Maksudnya Amerika Serikat ini garasi sejauh Venezuela kok bisa-bisanya maling tanah Amerika Serikat. Ini juga enggak logis, Guys. Tapi ya sudahlah namanya Donald Trump. Kita lanjutkan. Di sini pun dia menyatakan sekali lagi bahwa rezim Maduro itu adalah ilegitimate, artinya ilegal. Dan dia bilang di sini minyak yang ditambang oleh rezimnya Maduro itu dianggap sebagai minyak yang dicuri dari lapangan-lapangan minyak yang ilegal menurut Donald Trump. Dan duit itu bakal dipakai buat membiayai proyek-proyek nark proyek-proyek perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan. Dan menurut Donald Trump karena Venezuela dianggap mencuri aset bangsa Amerika Serikat termasuk sudah melakukan tindakan penyupan penyelupan manusia maka rezim Venezuela wajib diberikan gelar sebagai FTO foreign organization. Maka dari itu, mulai dari hari ini saya menyatakan blokade total, blokade komplit terhadap semua kapal tanker yang menuju yang keluar dari Venezuela. Nah, Teman-teman dari sini sudah bisa lihat ya bahwa memang Donald Trump itu serius banget sepertinya mau membinasakan si Venezuela ini dengan cara apapun. Jadi, pertanyaan kenapa sampai dibahas di channel Bik hubungannya dengan Indonesia apa? Nah, teman-teman tahu enggak sih? Lu bisa bayangkan kalau satu kebijakan politik di Washington DC di Amerika Serikat ternyata bisa berdampak bagi kehidupan ratusan juta rakyat Indonesia yang hobinya adalah bakar duit. Bakar duit apa, Pak? minyak bumi, jadi bensin. Karena teman-teman tahu satu kebijakannya Donald Trump itu bisa membuat harga BBM di Indonesia naik tinggi loh. Loh, kok bisa naik tinggi? Emang hubungannya sama Indonesia apa? Teman-teman tahu banyak orang meremehkan Venezuela ini. Bahkan enggak ada yang bahas ya di Indonesia. Tapi faktanya ya, Venezuela adalah negara yang memiliki cadangan minyak nomor satu dan terbesar di dunia. Ini penting makanya buat kalian ketahui berita ini. Karena kalau kamu lihat ya, cadangan minyaknya Emirat Arab tuh Dubai, Abu Dhabi segala macam itu cuman 98 miliar barel. Mungkin lu pernah dengar Rusia ya? Rusia cuman 108 miliar barel. Oke, banyak dong. Enggak juga. Lu tahu Irak yang digempur habis-habisan sama Amerika Serikat di eranya George Bus. Kenapa mereka dibombardir? Karena Irak cadangan minyaknya 145 miliar barel. Apakah itu banyak? Ternyata tidak. Lu tahu Arab Saudi best friend-nya Amerika Serikat. Cadangan minyaknya berapa? 297 miliar barel. Dan kenapa Venezuela sekarang dibombardir? Karena ternyata cadangan minyaknya lebih dari 300 miliar barel. Jadi jauh di atas Rusia, jauh di atas Kuwait, jauh di atas Uni Emirat Arab, Guys. Ternyata Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Dan minyak itu sangat penting bagi Venezuela. Sama seperti buat Indonesia, kelapa sawit dan batu bara itu sangat penting. Buat Venezuela, nyawanya itu ada di minyak bumi. Jadi, Teman-teman tahu ya, sebelum dikenakan sanksi, negara Venezuela ini sempat loh ekspor itu sampai 3 juta barel per harinya. Ya, lu kalikan aja kalau harga minyak 100$00 dolar berarti mereka punya duit 300 juta dolar per hari. Gila enggak? Dan hari ini meskipun Venezuela udah disanksi habis-habisan seperti negara Iran, mereka tetap bisa konsisten produksi sekitar 700 sampai 800.000 barel per harinya. Hebat juga nih negara nih. Tapi kan ini sebelum dilakukan blokade total. Nah, ini artinya apa? Dengan pengumuman resmi Donald Trump ini, Teman-teman harus siap. Kalau jalur pengiriman minyak dunia dari Venezuela itu terganggu, berarti pasokan minyak dunia ini bukan bertambah, tapi semakin berkurang. Nah, hukum supply I demon akan berlaku di sini ya. Semakin sedikit suplainya maka harga akan naik dan kamu akan jadi saksi. Indonesia bakal terdampak enggak ya dengan kejadian ini? Makanya lu jangan skip video ini. Karena sebetulnya yang diincer Donald Trump itu bukan Venezuela. Kok bisa? Penasaran engak lu? Makanya lu jangan skip video ini. Tapi sebelum kita bahas sebetulnya yang diincer sama Donald Trump itu siapa? Apakah Venezuela, apakah Indonesia atau jajangan negara lain? Teman-teman harus lihat dulu apa sih alasannya Donald Trump itu menghancurkan, menyerang, sakit hati, marah besar sama negara Venezuela. Sama seperti negara Amerika ketika mereka mau menjajah Irak, mereka itu keluarin alasan yang sangat tidak masuk akal. Apa alasannya Irak diserang sama Amerika Serikat? Karena mereka punya weapon of mass destruction WMD maksudnya yang punya nuklir. Belakangan hari setelah negaranya dijajah, rezim sadamus yang digulingkan, dicari-carilah senjata nuklir. Ternyata Irak tidak punya. Zong tipu-tipu tapi dicari-cari alasan itu harus supaya ada alasan buat sepatu bootnya tentara Amerika Serikat menapak di tanah Irak. Nah, hari ini gimana alasan Amerika Serikat melakukan blokada di laut-laut Venezuela? Ternyata alasannya hanya karena masalah nar n narko merusak rakyat Amerika Serikat. Made in Venezuela ya kata Amerika Serikat. Tapi lagi-lagi menurut gua nih alasan yang sangat tidak masuk akal ya. Karena menurut Donald Trump, rakyat mereka sudah rugi ribuan triliun. Banyak yang mati, banyak keluarga yang hancur. Ya betul sih. Tap apakah itu alasan yang tepat buat membombard diri negara lain? Kalau kita pakai logika yang sama, berarti detik ini Indonesia berhak dong menjajah Kamboja. Ah, duit kita ribuan triliun udah di sana. Kenapa enggak kita lakukan yang sama saja? Ya kan? Tapi ini bagian yang terpenting, Guys. Kenapa teman-teman harus tahu? Indonesia ini adalah negara net importir minyak. Kita bukan negara eksportir minyak. Per hari ini impor minyak kita itu sampai 700.000 R000 barel setiap harinya. Ini nilai yang sangat signifikan. Hampir sama dengan produksinya Venezuela, Guys. Nah, lu bayangkan ya, kalau harga minyak dunia naik 10 dolar aja, beban subsidi BBM di Indonesia itu bakal naik drastis, bisa membengkak puluhan triliun rupiah. Gila ini cuma gara-gara minyak dunia naik 10%. Yang artinya tekanan terhadap APBN bakal meningkat dan ujung-ujungnya apa? pemerintah akan dipaksa untuk melakukan penyesuaian harga PBM yang akan melonjak naik. Oh, gitu. Jadi, lu lihat ya hubungannya antara APBN Indonesia dengan blokade di Venezuela itu sangat dekat, Guys. Nah, yang jadi pertanyaan akan seberapa besar dampaknya? Dan kenapa di awal gua bilang sebetulnya yang diincar Donald Trump bukan Venezuela, negara lain. Dan karena teman-teman tahu ya harga minyak dunia begitu dilakukan pengumuman oleh Donald Trump langsung meloncat. Loncat kodok tuh naik hampir 1% yang kemungkinan bisa segera jadi naik 10% kalau blokade total ini disertai dengan pembunuhan besar-besaran di Venezuela. Seperti yang sudah pernah dilakukan oleh Inggris dan Perancis ketika terjadi perang di pelabuhan-pelabuhan Cina. Teman-teman akan jadi saksi sejarah bahwa ya jangan-jangan sejarah ini akan terus berulang. Dari sejak angkatan laut Inggris menjajah China, angkatan laut Amerika Serikat menjajah Jepang. Dan sekarang angkatan laut Amerika Serikat siap menjajah Venezuela. Dan teman-teman tahu dampak ini bakal terjadi sangat signifikan dan demikian cepat ya kalau lu enggak siap. Kenapa? Kalau harga minyak naik maka impor energi di Indonesia bakal makin mahal. Bukan hanya karena harga per barelnya naik, tapi teman-teman tahu dong Indonesia beli minyak itu pakai dolar. Akibatnya permintaan dolar bakal makin tinggi. Nah, ini adalah kabar buruk buat rupiah. Artinya rupiah akan semakin tertekan makin negatif. Artinya defisit transaksi bakal semakin lebar dan investor di seluruh dunia bakal masuk mode baru ris off mereka langsung masuk. Wah, ini ada resiko nih terkait dengan harga energi. Dan harga energi itu penting. Kenapa? Karena buat negara kayak Indonesia yang merupakan net importir minyak bumi terbesar di Asia Tenggara ini, ini sangat signifikan. Teman-teman tahu ya, buat negara seperti Indonesia, energi adalah input cost di semua barang. Mau lu bicara transportasi, logistik, makanan, industri, apapun itu sangat membutuhkan yang namanya energi minyak. Ini kalau harga BBM naik, inflasi bisa ikut naik. Dan kalau inflasi ikut naik, ini bisa menunda pemangkasan suku bunga Bank Indonesia. Ya, jadi buat teman-teman pengusaha yang berharap suku bunga bakal turun, lu harus harap-harap cemas karena mereka enggak bisa turunin suku bunga karena inflasi bisa jadi ikut naik kalau BBM naik. Ujung-ujungnya ini bakal menekan daya beli. Kalau daya beli tertekan karena BBM naik dan suku bunga BI tetap tinggi, artinya apa? Akan terjadi perlambatan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jadi, buat teman-teman kalau banyak orang yang merasa enggak peduli atau cuek dengan situasi di Venezuela, jangan. itu sangat berkorelasi dengan masa depan bangsa kita. Bukan hanya dari segi penjajahan pelabuhan-pelabuhan itu, tapi juga dari segi ekonomi makro kita. Tekanan terhadap APBN Indonesia yang hobinya mensubsidi BBM. Makanya gua berulang kali katakan Indonesia harusnya memperpanjang insentif kendaraan listrik supaya kita tidak bergantung sama BBM. Karena kita punya batu bara. Batu bara kita menghasilkan listrik. Listriknya menghidupkan transportasi logistik yang ada di Indonesia. Justru kita itu harusnya memberikan lebih banyak lagi insentif terhadap kendaraan listrik seperti tol gratis, pajak kendaraan gratis. Kalau lu pakai kendaraan listrik gratis supaya kita enggak lagi jadi budak minyak bumi, Guys. Ini kita sudah berada di situasi yang kritis. Jadi, jangan malah dihilangkan insentif kendaraan listrik. Justru harus ditambah. Kalau enggak, APBN kita bakal makin tertekan. Ini udah situasi nyata. Negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia harus siap-siap collapse. Dan kalau dia collaps jangan-jangan ekonomi negara kita juga ikut collaps karena kita dibikin membudak terhadap BBM, Guys. Nah, dari sini lu udah tahu dong siapa sih yang bakal diuntungkan? Udah pasti banyaklah yang bakal diuntungkan. Tapi yang gua bahas paling penting itu bukan cuma soal harga minyak dunia, Guys. Gua mau bahas yang lebih penting lagi adalah soal normalisasi blokade ekonomi oleh negara yang lebih kuat, bully, negara yang lebih kecil. Kalau ini dinormalisasi dan sampai detik ini gua tidak melihat ada duta besar yang komplain soal ini, ini bahaya banget loh, Teman-teman. Harus siap. Kita akan masuk ke fase dunia baru. Tidak ada hukum internasional, tidak ada lagi hak asasi manusia. Karena semua yang dibom, semua yang dibunuh di atas kapal-kapal yang lewat itu bisa jadi cuma nelayan loh. Ya, tapi menurut Amerika Serikat kayaknya lu bawa nar kayaknya yang penting bom aja dulu. Lu bayangin ngeri enggak itu. Dan ini menandakan dunia masuk ke fase baru. Fase apa? fase di mana negara yang lebih kuat berhak memblokade negara yang lebih lemah. Ini kita masih bicara minyak. Minyak itu nyawanya Venezuela ya. Yang artinya kalau itu di-cut berarti orang-orang di sana bisa kehilangan pekerjaan, bisa kehilangan penghasilan, bisa enggak punya duit lagi negaranya buat impor apa? Makanan. Siap-siap bakal terjadi kelaparan massal. Ini sudah pernah terjadi sering di negara-negara berkembang seperti India kelaparan massal. Mati jutaan penduduknya gara-gara Inggris enggak mau kasih makan rakyat India. mati diblokade semua. Dan ini menandakan negara-negara yang tidak memiliki swasembada energi dalam posisi bahaya, Guys. Catat nih. Dan negara berkembang seperti Indonesia ini pesan gua buat pemerintahan kita akan berada di posisi paling rentan sepanjang sejarah. Ini ngeri. Apalagi angkatan laut Indonesia itu anggarannya sangat kecil, Guys. Ini penting buat pemerintah untuk menambah sebenarnya memberikan perhatian ekstra terhadap angkatan laut kita. Kalau kita enggak mau mati dicekek sama angkatan laut negara lain. Fakta ini sudah terjadi berulang-ulang. Hanya negara yang memiliki angkatan laut yang kuat yang bisa bertahan. Nah, pertanyaannya, Guys. Gimana cara kita memperhitungkan Indonesia masih punya nyawa enggak nih? Atau kita bentar lagi bubar nih gara-gara Venezuel dibom nih. Nah, Teman-teman enggak usah khawatir sebetulnya karena bukan Indonesia yang diincer oleh Donald Trump. Lu tahu enggak sih kalau terjadi embargo penuh terhadap minyak Venezuela, maka yang terdampak adalah produksi minyak senilai 800.000 barel setiap harinya. Sekitar 800.000 R000 sampai Rp900.000 per hari ini. Jadi kalau ini seandainya terjadi, maka harga minyak itu bakal naik sekitar 2 sampai 3 dolar per barelnya. Nah, kalau ditanya ini bisa enggak menghancurkan Indonesia? Jawabannya tidak. Kenapa? Karena hari ini terjadi over supply di minyak bumi dunia. Nah, hari ini terjadi surplus minyak bumi itu sekitar 2 juta barel setiap harinya. Jadi, kita masih akan tenang-tenang aja. Tapi ini sementara, Guys. Ingat loh, ini sementara. Karena di sini cuma testing the water Amerika Serikat. Kalau gua menjajah Venezuela, negara lain teriak enggak? Faktanya sampai hari ini enggak ada negara lain yang komplain. Mereka diam aja lihat Venezuela di blokade total. Bisa terjadi genosida massal di situ, Guys. Kelaparan total di situ. Lu bayangin kalau enggak ada energi berarti enggak ada mobil yang bisa jalan. Terus gimana bisa bawa hasil pertanian dari pelabuhan, dari kebun ke kota-kota? Coba lu bayangkan. Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting. Kalau menurut Benix di depan bukan Venezuela yang diincar oleh Donald Trump, sebetulnya siapa yang diincar? Nah, teman-teman tahu Venezuela bisa memproduksi sekitar 800.000 barel minyak setiap harinya. Tahu enggak minyak itu berangkat ke mana? Ternyata menurut data persen minyak Venezuela itu diekspor ke China. Wah, seru nih, Guys. Jadi, ternyata, Teman-teman, kalau kita lihat alasan sebetulnya di balik sini, ini bukan soal Maduro. Maduro cuman manusia kecil. Tinggal pencet tombol mulak itu satu negara enggak ada yang tahu. Atau dia kirim aja Kopasus ke sana. Special force-nya Amerika Serikat hilang. Itu kayak Osama bin Laden. Lenyap. Gampang. Tapi ternyata yang mereka incer ini adalah pesan untuk si Jing Ping. Pesan apa? Pesan bahwa hei lu adalah pembeli terbesar minyak dari Venezuela. Lu udah siap belum? Kalau negara ini ekspornya gua stop total. Enggak ada lagi minyak boleh pindah dari Venezuela ke Cina. Lu udah tahu dong ini apa yang akan terjadi? Karena gua yakin hari ini ketika video ini diluncurkan, Cina lagi meeting nih mitigasinya seperti apa. Apakah melakukan serangan balasan terhadap Amerika Serikat atau pura-pura bodoh aja cari supplier lain. Tapi at the end of the day ini menandakan akan terjadi perlambatan ekonomi di China karena semakin berkurang suplly energi dari Venezuela ke China. Nah, Teman-teman dari sini lu bisa ambil kesimpulan bahwa blokade angkatan laut yang dilakukan oleh Donald Trump ini bukan berita biasa, tapi ini kabar buruk bagi semua negara berkembang. Ini resiko bagi APBN Indonesia. Ini ancaman bagi kedaulatan rupiah dan kedaulatan energi kita juga. Dan ujung-ujungnya ini adalah ancaman buat inflasi di Indonesia. Tapi di sisi lain lu sudah tahu dong ini juga ngasih peluang di sektor energi. Nah, dari sini sudah lihat ya bahwa di dalam dunia investasi yang namanya risiko ekonomi, geopolitik itu adalah variabel yang enggak bakal pernah bisa dipisahkan. Nah, kesimpulannya dari blokade total yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat ini lu sudah tahu dong bakal ada pihak yang dirugikan dan dari situ sudah pasti ada pihak yang diuntungkan. Pertanyaannya di Indonesia sama yang menurut lu paling diuntungkan? Lu setuju enggak kalau kita bahas lebih detail lagi emiten-emiten yang diuntungkan di video selanjutnya? Kalau setuju, segera like video ini. Bila mendapat 24.000 likes dalam 24 jam, kita akan bikin video spesial mengenai emiten favorit Donald Trump. Kalau sudah setuju, segara pencet tombol likes. Begitu dapat 24.000 likes, dalam 24 jam kita akan luncurkan video spesial emiten yang pasti diuntungkan dengan blokade total Donald Trump. Mantap ini, Guys. Oke, semoga video ini bermanfaat. Salam sehat. Salam cuan. [Musik]