Transcript
v329Yc75VRQ • Venezuela Blockaded by the US! 303 Billion Barrels of Oil Up for grabs—Are China and Indonesia Next?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0523_v329Yc75VRQ.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget ini, Guys. Negara
paling kuat di dunia ini yang namanya
Amerika Serikat baru saja memutuskan
untuk memblokade semua pelabuhan yang
ada di Venezuela. So, teman-teman, lu
bayangkan ada sebuah negara bisa mati
dicekek karena tidak ada kapal yang bisa
keluar atau masuk tanpa seizin Donald
Trump. Dan kalau lu berani nekad tembus
blokade itu, lu bakal dirudal, hancur,
musnah sehabis-habisnya tanpa ada
putusan pengadilan. Wah, ini udah
benar-benar main hukum sendiri nih. Dan
lu harus peduli sama masalah seperti
ini. Kenapa? Karena meskipun yang
diblokade adalah Venezuela, sebuah
negara yang jauh di sana di benua
Amerika Latin, tapi dampak blokada ini
akan berdampak ke ekonomi keluarga kamu.
Ngeri ya. So, kalau lu penasaran, lu
jangan skip video ini. Let's check this
out.
Jadi, teman-teman hari ini udah resmi ya
presiden Amerika Serikat, Donald Trump
itu mengumumkan blokade total terhadap
kapal-kapal yang ada di Venezuela.
Bahkan bukan hanya memblokade,
kapal-kapal Venezuela udah banyak yang
dibom, dirudal, dihancurkan di tempat.
Kalau berani melanggar, siapa-siapa aja
lu pindah ke dunia lain. Ini benar-benar
ngeri sih. Dan ini bukan pertama kalinya
loh sepanjang sejarah dunia negara barat
melakukan ini. Pemer hak-hak hidup
bangsa negara yang jauh lebih kecil.
Kamu tahu enggak di tahun 1830-an
sebetulnya sudah pernah dilakukan hal
yang sama oleh pemerintahan Inggris.
Jadi, pemerintahan Britania Raya Inggris
itu tahun 1830-an itu cuannya gede
banget dari jualan opium, Guys. Makanya
teman-teman pasti udah tahu gua mau
ngomong soal opium wars, perang narko.
Nah, zaman itu untuk pertama kalinya
Cina sepanjang sejarahnya lu tahu kan
hari ini lu lahir, Cina itu hobinya
ekspor, hobinya dagang ya. Dia hobinya
bukan berperang lah. Dan kalau lu lihat
trade defisitnya gede banget dengan
semua negara di dunia ini bahkan
termasuk Indonesia. Nah, banyak banget
negara-negara itu yang menerima barang
impor nih dari Cina. Jadi, Cina ekspor
ke mana? jauh lebih besar dibanding dia
impor. Tapi ada suatu masa di tahun
1800-an, Cina itu lebih banyak impor
dibandingkan ekspor. Yaitu apa? Mereka
impor nark. Dan ngerinya lagi, mereka
dipaksa impor nark sama negara barat.
Jadi negara barat itu melihat wah negara
Cina populasinya banyak nih. Ya hari ini
aja lu lihat populasi dia di atas R
miliar penduduk, Guys. Jadi di tahun
1800-an, Cina sudah dilihat sebagai
market yang besar. Ingat negara
Indonesia juga negara yang besar.
Marketnya besar, tidak berpendidikan,
mudah dibodoh-bodohi. Itulah yang
dilihat oleh Inggris. So, apa yang
mereka lakukan? Wah, market bodoh
begini, penduduknya banyak, ratusan juta
jiwa. Enaknya kita kerjain. Maksudnya
apa? Yah, oke. Kita bikin mereka semua
jadi pemadat, Guys. Pecandu, ya. Makanya
lu jangan heran juga kalau bisnis rokok
di Indonesia ya banyak yang punya orang
asing juga. Sama logika penjajahannya
itu sama, masih dipakai pola-pola di
tahun 1800-an. Jadi, apa yang dilakukan
oleh Cina? Mereka akhirnya sadar pada
suatu ketika kok banyak rakyat kita ini
yang bergelimpangan di tengah jalan.
Mulutnya berbusa, enggak bisa kerja,
enggak pergi ke pabrik, enggak macul di
tanah. Ternyata apa yang dilakukan?
Mereka enggak mau bertani. Wajar karena
udah teler seharian. Kenapa bisa teler
seharian? Simpel. Karena pakai nar.
Akhirnya dinasti Cina saat itu berpikir
bahwa oke, kita enggak bisa negara kita
hancur begini. Kita harus berani katakan
tidak untuk jadi seperti Indonesia
mereka bikin kampanye katakan tidak pada
dan lu tahu siapa yang marah ketika Cina
bilang katakan tidak pada Inggris. Dan
sedemikian marahnya Inggris, Inggris
sampai ngajak-ngajak negara lain untuk
ikut-ikutan menghajar Cina. So, apa yang
dia lakukan ketika dia melihat bahwa
Cina akan menyetop bahkan melarang
peredaran di negara China, apa yang
dilakukan oleh Inggris? Dia mengirimkan
kapal perang. Dia mengirimkan tentara
untuk mengobrak-ngabrik
pelabuhan-pelabuhan di Cina dibombardir
rakyat diban di sana. Dipaksa negara
harus mengizinkan perdagangan dibuka
kembali. Jadi sejarah mengajarkan ya,
negara yang kuat angkatan lautnya
memiliki tendensi bisa mengeksploitasi
dengan mudah negara lain yang lebih
lemah angkatan lautnya. Dan terbukti
sejak saat itu ya negara Cina makin
hancur lebur. Kenapa? Karena mereka
dipaksa untuk beli, Nar, dipaksa membuka
pelabuhannya, dipaksa impor, berdagang
dengan Inggris. Ngeri loh. Nah, kisah
ini ternyata sangat inspiratif sehingga
memotivasi negara lain di seberang
Atlantik yang namanya negara Amerika
Serikat untuk melakukan hal yang sama.
Ketika mereka mempelajari perekonomian
Inggris bisa tumbuh signifikan gara-gara
Cina di habis-habisan, dia melihat, "Oh,
ada peluang lagi next ke negara Jepang."
Jadi, Teman-teman tahu enggak 20 tahun
setelah perang opium itu berakhir di
tahun 1850 terjadi yang namanya perang
juga di Asia Timur antara Jepang dengan
Amerika Serikat. Amerika Serikat melihat
hal yang sama terjadi di China. Apa yang
dia lakukan? Wah, ada peluang bisnis
juga nih di negara tetangganya Cina.
Cina sudah dikuasai oleh imperium
British, Inggris. Oh, masih ada nih
negara gratisan nih, negara Jepang.
Belum ada yang per Jepang saat itu
karena mereka masih tertutup pikirannya
kerdil selama 200 tahun mereka menutup
dirinya sendiri dari negara-negara yang
lain yang ada di dunia ini. Jadi ketika
negara lain udah banyak jalan-jalan naik
mobil, orang di Jepang masih main
panah-panahan. Kalau perang masih pakai
bambu runcing kayak orang bodoh lah,
pakai pedang. Sementara negara lain udah
punya kapal mesin, udah punya meriam,
udah punya pistol. Nah, Amerika Serikat
melihat wah ini peluang bagus untuk
menjajah negara bodoh yang satu ini.
Masa hari gini perang-perangan pakai
bambu runcing. Masa hari ini
perang-perangan pakai pedang. Mereka
sudah punya pistol senapan jarak jauh.
So, apa yang dia lakukan? Mereka pun
juga datang ke Jepang dengan agenda
membawa pesan dagang. Yang menarik
adalah ketika mereka mengirimkan misi
perdagangan ke Jepang, yang mereka kirim
itu bukan pedagang, tapi angkatan laut,
Guys. Lu bayangin mereka bawa kuquadron
penuh angkatan laut dengan begitu banyak
meriam ke kota Edo saat itu, Tokyo. Dan
kalau teman-teman pernah dengar yang
namanya restorasi Meji, kenapa bisa
terjadi restorasi Meji? Karena ada
tentara Amerika Serikat, angkatan laut
Jepang yang sama melakukan hal yang
sama. melakukan blokade di
pelabuhan-pelabuhan Jepang. Memaksa
Jepang untuk membuka dirinya berdagang
dengan Amerika Serikat. Sejak saat
itulah terjadi perdagangan dunia. Jadi,
buat teman-teman di sini bisa lihat
bahwa apa yang dilakukan oleh Donald
Trump itu bukan hal yang pertama dan
bukan yang terakhir kali juga. Negara
Amerika Serikat memperkata negara-negara
yang lebih kecil dengan kekuatan
angkatan lautnya. Ya, tentunya dengan
dukungan teknologi yang ada. Nah, kali
ini sejarah kembali lagi berulang karena
Amerika Serikat kembali melakukan
blokade terhadap negara Venezuela. Dan
ini sangat penting, Guys, karena di
Desember 2025 ini sudah resmi Presiden
Donald Trump mengeluarkan perintah yang
sangat tegas. Semua kapal tanker, semua
kapal minyak yang terkait dengan
Venezuela akan diblokade. Kapal tersebut
tidak boleh masuk, keluar, atau melintas
dengan aman. Nah, ini ngeri banget. Ini
bukan sekedar sanksi ekonomi, Guys. Ini
adalah blokade de facto. Kalau dalam
hukum internasional, tindakan yang
dilakukan oleh Amerika Serikat ini sudah
dianggap sebagai pernyataan perang.
Karena ini contoh aksi militer ringan.
Gila nih, ini satu sangkah lagi menjadi
eskalasi militer yang lebih berat
tembak-tembakan. Walaupun udah banyak
kapal yang dib dihancurkan sama angkatan
laut Amerika Serikat. Dan yang lebih
ngeri lagi ya Donald Trump itu sampai
repot-repot bilang rezimnya Maduro yang
berkuasa sekarang orang nomor satu di
Venezuela itu sebagai foreign
organization yang artinya pemerintahan
Venezuela hari ini dianggap setara sama
dengan Al-Qida, sama dengan ISIS. Wah,
ini udah ngeri, Guys. Bahkan dia sampai
repot-repot ngetik begitu panjangnya di
media sosial pribadi dia yang namanya
Trut Social tentang strategi dia buat
menghancurkan Venezuela, Guys. Ngeri
banget ini. Ngeri banget. Lu lihat ya
tulisan dia. Dia bilang, "Hari ini
Venezuela sudah resmi dikepung total
oleh armada terbesar yang pernah terjadi
sepanjang sejarah Amerika Selatan.
Maksudnya tentara angkatan laut Amerika
sudah mengepung Venezuela. dan armada
yang akan kami kumpulkan di sana akan
bertambah besar dan akan menciptakan
kejutan yang tidak akan pernah terjadi
sepanjang sejarah. Dan ini akan terus
berlangsung sampai mereka mengembalikan
kepada Amerika Serikat semua minyak,
tanah, dan aset yang dicuri mereka dari
kami. Maksudnya Amerika Serikat ini
garasi sejauh Venezuela kok bisa-bisanya
maling tanah Amerika Serikat. Ini juga
enggak logis, Guys. Tapi ya sudahlah
namanya Donald Trump. Kita lanjutkan. Di
sini pun dia menyatakan sekali lagi
bahwa rezim Maduro itu adalah
ilegitimate, artinya ilegal. Dan dia
bilang di sini minyak yang ditambang
oleh rezimnya Maduro itu dianggap
sebagai minyak yang dicuri dari
lapangan-lapangan minyak yang ilegal
menurut Donald Trump. Dan duit itu bakal
dipakai buat membiayai proyek-proyek
nark proyek-proyek perdagangan manusia,
pembunuhan, dan penculikan. Dan menurut
Donald Trump karena Venezuela dianggap
mencuri aset bangsa Amerika Serikat
termasuk sudah melakukan tindakan
penyupan penyelupan manusia maka rezim
Venezuela wajib diberikan gelar sebagai
FTO foreign organization. Maka dari itu,
mulai dari hari ini saya menyatakan
blokade total, blokade komplit terhadap
semua kapal tanker yang menuju yang
keluar dari Venezuela. Nah, Teman-teman
dari sini sudah bisa lihat ya bahwa
memang Donald Trump itu serius banget
sepertinya mau membinasakan si Venezuela
ini dengan cara apapun. Jadi, pertanyaan
kenapa sampai dibahas di channel Bik
hubungannya dengan Indonesia apa? Nah,
teman-teman tahu enggak sih? Lu bisa
bayangkan kalau satu kebijakan politik
di Washington DC di Amerika Serikat
ternyata bisa berdampak bagi kehidupan
ratusan juta rakyat Indonesia yang
hobinya adalah bakar duit. Bakar duit
apa, Pak? minyak bumi, jadi bensin.
Karena teman-teman tahu satu
kebijakannya Donald Trump itu bisa
membuat harga BBM di Indonesia naik
tinggi loh. Loh, kok bisa naik tinggi?
Emang hubungannya sama Indonesia apa?
Teman-teman tahu banyak orang meremehkan
Venezuela ini. Bahkan enggak ada yang
bahas ya di Indonesia. Tapi faktanya ya,
Venezuela adalah negara yang memiliki
cadangan minyak nomor satu dan terbesar
di dunia. Ini penting makanya buat
kalian ketahui berita ini. Karena kalau
kamu lihat ya, cadangan minyaknya Emirat
Arab tuh Dubai, Abu Dhabi segala macam
itu cuman 98 miliar barel. Mungkin lu
pernah dengar Rusia ya? Rusia cuman 108
miliar barel. Oke, banyak dong. Enggak
juga. Lu tahu Irak yang digempur
habis-habisan sama Amerika Serikat di
eranya George Bus. Kenapa mereka
dibombardir? Karena Irak cadangan
minyaknya 145
miliar barel. Apakah itu banyak?
Ternyata tidak. Lu tahu Arab Saudi best
friend-nya Amerika Serikat. Cadangan
minyaknya berapa? 297
miliar barel. Dan kenapa Venezuela
sekarang dibombardir? Karena ternyata
cadangan minyaknya lebih dari 300 miliar
barel. Jadi jauh di atas Rusia, jauh di
atas Kuwait, jauh di atas Uni Emirat
Arab, Guys. Ternyata Venezuela adalah
negara dengan cadangan minyak terbesar
di dunia. Dan minyak itu sangat penting
bagi Venezuela. Sama seperti buat
Indonesia, kelapa sawit dan batu bara
itu sangat penting. Buat Venezuela,
nyawanya itu ada di minyak bumi. Jadi,
Teman-teman tahu ya, sebelum dikenakan
sanksi, negara Venezuela ini sempat loh
ekspor itu sampai 3 juta barel per
harinya. Ya, lu kalikan aja kalau harga
minyak 100$00 dolar berarti mereka punya
duit 300 juta dolar per hari. Gila
enggak? Dan hari ini meskipun Venezuela
udah disanksi habis-habisan seperti
negara Iran, mereka tetap bisa konsisten
produksi sekitar 700 sampai 800.000
barel per harinya. Hebat juga nih negara
nih. Tapi kan ini sebelum dilakukan
blokade total. Nah, ini artinya apa?
Dengan pengumuman resmi Donald Trump
ini, Teman-teman harus siap. Kalau jalur
pengiriman minyak dunia dari Venezuela
itu terganggu, berarti pasokan minyak
dunia ini bukan bertambah, tapi semakin
berkurang. Nah, hukum supply I demon
akan berlaku di sini ya. Semakin sedikit
suplainya maka harga akan naik dan kamu
akan jadi saksi. Indonesia bakal
terdampak enggak ya dengan kejadian ini?
Makanya lu jangan skip video ini. Karena
sebetulnya yang diincer Donald Trump itu
bukan Venezuela. Kok bisa? Penasaran
engak lu? Makanya lu jangan skip video
ini. Tapi sebelum kita bahas sebetulnya
yang diincer sama Donald Trump itu
siapa? Apakah Venezuela, apakah
Indonesia atau jajangan negara lain?
Teman-teman harus lihat dulu apa sih
alasannya Donald Trump itu
menghancurkan, menyerang, sakit hati,
marah besar sama negara Venezuela. Sama
seperti negara Amerika ketika mereka mau
menjajah Irak, mereka itu keluarin
alasan yang sangat tidak masuk akal. Apa
alasannya Irak diserang sama Amerika
Serikat? Karena mereka punya weapon of
mass destruction WMD maksudnya yang
punya nuklir. Belakangan hari setelah
negaranya dijajah, rezim sadamus yang
digulingkan, dicari-carilah senjata
nuklir. Ternyata Irak tidak punya. Zong
tipu-tipu tapi dicari-cari alasan itu
harus supaya ada alasan buat sepatu
bootnya tentara Amerika Serikat menapak
di tanah Irak. Nah, hari ini gimana
alasan Amerika Serikat melakukan blokada
di laut-laut Venezuela? Ternyata
alasannya hanya karena masalah nar n
narko merusak rakyat Amerika Serikat.
Made in Venezuela ya kata Amerika
Serikat. Tapi lagi-lagi menurut gua nih
alasan yang sangat tidak masuk akal ya.
Karena menurut Donald Trump, rakyat
mereka sudah rugi ribuan triliun. Banyak
yang mati, banyak keluarga yang hancur.
Ya betul sih. Tap apakah itu alasan yang
tepat buat membombard diri negara lain?
Kalau kita pakai logika yang sama,
berarti detik ini Indonesia berhak dong
menjajah Kamboja. Ah, duit kita ribuan
triliun udah di sana. Kenapa enggak kita
lakukan yang sama saja? Ya kan? Tapi ini
bagian yang terpenting, Guys. Kenapa
teman-teman harus tahu? Indonesia ini
adalah negara net importir minyak. Kita
bukan negara eksportir minyak. Per hari
ini impor minyak kita itu sampai 700.000
R000 barel setiap harinya. Ini nilai
yang sangat signifikan. Hampir sama
dengan produksinya Venezuela, Guys. Nah,
lu bayangkan ya, kalau harga minyak
dunia naik 10 dolar aja, beban subsidi
BBM di Indonesia itu bakal naik drastis,
bisa membengkak puluhan triliun rupiah.
Gila ini cuma gara-gara minyak dunia
naik 10%. Yang artinya tekanan terhadap
APBN bakal meningkat dan ujung-ujungnya
apa? pemerintah akan dipaksa untuk
melakukan penyesuaian harga PBM yang
akan melonjak naik. Oh, gitu. Jadi, lu
lihat ya hubungannya antara APBN
Indonesia dengan blokade di Venezuela
itu sangat dekat, Guys. Nah, yang jadi
pertanyaan akan seberapa besar
dampaknya? Dan kenapa di awal gua bilang
sebetulnya yang diincar Donald Trump
bukan Venezuela, negara lain. Dan karena
teman-teman tahu ya harga minyak dunia
begitu dilakukan pengumuman oleh Donald
Trump langsung meloncat. Loncat kodok
tuh naik hampir 1% yang kemungkinan bisa
segera jadi naik 10% kalau blokade total
ini disertai dengan pembunuhan
besar-besaran di Venezuela. Seperti yang
sudah pernah dilakukan oleh Inggris dan
Perancis ketika terjadi perang di
pelabuhan-pelabuhan Cina. Teman-teman
akan jadi saksi sejarah bahwa ya
jangan-jangan sejarah ini akan terus
berulang. Dari sejak angkatan laut
Inggris menjajah China, angkatan laut
Amerika Serikat menjajah Jepang. Dan
sekarang angkatan laut Amerika Serikat
siap menjajah Venezuela. Dan teman-teman
tahu dampak ini bakal terjadi sangat
signifikan dan demikian cepat ya kalau
lu enggak siap. Kenapa? Kalau harga
minyak naik maka impor energi di
Indonesia bakal makin mahal. Bukan hanya
karena harga per barelnya naik, tapi
teman-teman tahu dong Indonesia beli
minyak itu pakai dolar. Akibatnya
permintaan dolar bakal makin tinggi.
Nah, ini adalah kabar buruk buat rupiah.
Artinya rupiah akan semakin tertekan
makin negatif. Artinya defisit transaksi
bakal semakin lebar dan investor di
seluruh dunia bakal masuk mode baru ris
off mereka langsung masuk. Wah, ini ada
resiko nih terkait dengan harga energi.
Dan harga energi itu penting. Kenapa?
Karena buat negara kayak Indonesia yang
merupakan net importir minyak bumi
terbesar di Asia Tenggara ini, ini
sangat signifikan. Teman-teman tahu ya,
buat negara seperti Indonesia, energi
adalah input cost di semua barang. Mau
lu bicara transportasi, logistik,
makanan, industri, apapun itu sangat
membutuhkan yang namanya energi minyak.
Ini kalau harga BBM naik, inflasi bisa
ikut naik. Dan kalau inflasi ikut naik,
ini bisa menunda pemangkasan suku bunga
Bank Indonesia. Ya, jadi buat
teman-teman pengusaha yang berharap suku
bunga bakal turun, lu harus harap-harap
cemas karena mereka enggak bisa turunin
suku bunga karena inflasi bisa jadi ikut
naik kalau BBM naik. Ujung-ujungnya ini
bakal menekan daya beli. Kalau daya beli
tertekan karena BBM naik dan suku bunga
BI tetap tinggi, artinya apa? Akan
terjadi perlambatan terhadap pertumbuhan
ekonomi Indonesia. Jadi, buat
teman-teman kalau banyak orang yang
merasa enggak peduli atau cuek dengan
situasi di Venezuela, jangan. itu sangat
berkorelasi dengan masa depan bangsa
kita. Bukan hanya dari segi penjajahan
pelabuhan-pelabuhan itu, tapi juga dari
segi ekonomi makro kita. Tekanan
terhadap APBN Indonesia yang hobinya
mensubsidi BBM. Makanya gua berulang
kali katakan Indonesia harusnya
memperpanjang insentif kendaraan listrik
supaya kita tidak bergantung sama BBM.
Karena kita punya batu bara. Batu bara
kita menghasilkan listrik. Listriknya
menghidupkan transportasi logistik yang
ada di Indonesia. Justru kita itu
harusnya memberikan lebih banyak lagi
insentif terhadap kendaraan listrik
seperti tol gratis, pajak kendaraan
gratis. Kalau lu pakai kendaraan listrik
gratis supaya kita enggak lagi jadi
budak minyak bumi, Guys. Ini kita sudah
berada di situasi yang kritis. Jadi,
jangan malah dihilangkan insentif
kendaraan listrik. Justru harus
ditambah. Kalau enggak, APBN kita bakal
makin tertekan. Ini udah situasi nyata.
Negara dengan cadangan minyak terbesar
di dunia harus siap-siap collapse. Dan
kalau dia collaps jangan-jangan ekonomi
negara kita juga ikut collaps karena
kita dibikin membudak terhadap BBM,
Guys. Nah, dari sini lu udah tahu dong
siapa sih yang bakal diuntungkan? Udah
pasti banyaklah yang bakal diuntungkan.
Tapi yang gua bahas paling penting itu
bukan cuma soal harga minyak dunia,
Guys. Gua mau bahas yang lebih penting
lagi adalah soal normalisasi blokade
ekonomi oleh negara yang lebih kuat,
bully, negara yang lebih kecil. Kalau
ini dinormalisasi dan sampai detik ini
gua tidak melihat ada duta besar yang
komplain soal ini, ini bahaya banget
loh, Teman-teman. Harus siap. Kita akan
masuk ke fase dunia baru. Tidak ada
hukum internasional, tidak ada lagi hak
asasi manusia. Karena semua yang dibom,
semua yang dibunuh di atas kapal-kapal
yang lewat itu bisa jadi cuma nelayan
loh. Ya, tapi menurut Amerika Serikat
kayaknya lu bawa nar kayaknya yang
penting bom aja dulu. Lu bayangin ngeri
enggak itu. Dan ini menandakan dunia
masuk ke fase baru. Fase apa? fase di
mana negara yang lebih kuat berhak
memblokade negara yang lebih lemah. Ini
kita masih bicara minyak. Minyak itu
nyawanya Venezuela ya. Yang artinya
kalau itu di-cut berarti orang-orang di
sana bisa kehilangan pekerjaan, bisa
kehilangan penghasilan, bisa enggak
punya duit lagi negaranya buat impor
apa? Makanan. Siap-siap bakal terjadi
kelaparan massal. Ini sudah pernah
terjadi sering di negara-negara
berkembang seperti India kelaparan
massal. Mati jutaan penduduknya
gara-gara Inggris enggak mau kasih makan
rakyat India. mati diblokade semua. Dan
ini menandakan negara-negara yang tidak
memiliki swasembada energi dalam posisi
bahaya, Guys. Catat nih. Dan negara
berkembang seperti Indonesia ini pesan
gua buat pemerintahan kita akan berada
di posisi paling rentan sepanjang
sejarah. Ini ngeri. Apalagi angkatan
laut Indonesia itu anggarannya sangat
kecil, Guys. Ini penting buat pemerintah
untuk menambah sebenarnya memberikan
perhatian ekstra terhadap angkatan laut
kita. Kalau kita enggak mau mati dicekek
sama angkatan laut negara lain. Fakta
ini sudah terjadi berulang-ulang. Hanya
negara yang memiliki angkatan laut yang
kuat yang bisa bertahan. Nah,
pertanyaannya, Guys. Gimana cara kita
memperhitungkan Indonesia masih punya
nyawa enggak nih? Atau kita bentar lagi
bubar nih gara-gara Venezuel dibom nih.
Nah, Teman-teman enggak usah khawatir
sebetulnya karena bukan Indonesia yang
diincer oleh Donald Trump. Lu tahu
enggak sih kalau terjadi embargo penuh
terhadap minyak Venezuela, maka yang
terdampak adalah produksi minyak senilai
800.000 barel setiap harinya. Sekitar
800.000 R000 sampai Rp900.000 per hari
ini. Jadi kalau ini seandainya terjadi,
maka harga minyak itu bakal naik sekitar
2 sampai 3 dolar per barelnya. Nah,
kalau ditanya ini bisa enggak
menghancurkan Indonesia? Jawabannya
tidak. Kenapa? Karena hari ini terjadi
over supply di minyak bumi dunia. Nah,
hari ini terjadi surplus minyak bumi itu
sekitar 2 juta barel setiap harinya.
Jadi, kita masih akan tenang-tenang aja.
Tapi ini sementara, Guys. Ingat loh, ini
sementara. Karena di sini cuma testing
the water Amerika Serikat. Kalau gua
menjajah Venezuela, negara lain teriak
enggak? Faktanya sampai hari ini enggak
ada negara lain yang komplain. Mereka
diam aja lihat Venezuela di blokade
total. Bisa terjadi genosida massal di
situ, Guys. Kelaparan total di situ. Lu
bayangin kalau enggak ada energi berarti
enggak ada mobil yang bisa jalan. Terus
gimana bisa bawa hasil pertanian dari
pelabuhan, dari kebun ke kota-kota? Coba
lu bayangkan. Nah, sekarang kita masuk
ke bagian yang paling penting. Kalau
menurut Benix di depan bukan Venezuela
yang diincar oleh Donald Trump,
sebetulnya siapa yang diincar? Nah,
teman-teman tahu Venezuela bisa
memproduksi sekitar 800.000 barel minyak
setiap harinya. Tahu enggak minyak itu
berangkat ke mana? Ternyata menurut data
persen minyak Venezuela itu diekspor ke
China. Wah, seru nih, Guys. Jadi,
ternyata, Teman-teman, kalau kita lihat
alasan sebetulnya di balik sini, ini
bukan soal Maduro. Maduro cuman manusia
kecil. Tinggal pencet tombol mulak itu
satu negara enggak ada yang tahu. Atau
dia kirim aja Kopasus ke sana. Special
force-nya Amerika Serikat hilang. Itu
kayak Osama bin Laden. Lenyap. Gampang.
Tapi ternyata yang mereka incer ini
adalah pesan untuk si Jing Ping. Pesan
apa? Pesan bahwa hei lu adalah pembeli
terbesar minyak dari Venezuela. Lu udah
siap belum? Kalau negara ini ekspornya
gua stop total. Enggak ada lagi minyak
boleh pindah dari Venezuela ke Cina. Lu
udah tahu dong ini apa yang akan
terjadi? Karena gua yakin hari ini
ketika video ini diluncurkan, Cina lagi
meeting nih mitigasinya seperti apa.
Apakah melakukan serangan balasan
terhadap Amerika Serikat atau pura-pura
bodoh aja cari supplier lain. Tapi at
the end of the day ini menandakan akan
terjadi perlambatan ekonomi di China
karena semakin berkurang suplly energi
dari Venezuela ke China. Nah,
Teman-teman dari sini lu bisa ambil
kesimpulan bahwa blokade angkatan laut
yang dilakukan oleh Donald Trump ini
bukan berita biasa, tapi ini kabar buruk
bagi semua negara berkembang. Ini resiko
bagi APBN Indonesia. Ini ancaman bagi
kedaulatan rupiah dan kedaulatan energi
kita juga. Dan ujung-ujungnya ini adalah
ancaman buat inflasi di Indonesia. Tapi
di sisi lain lu sudah tahu dong ini juga
ngasih peluang di sektor energi. Nah,
dari sini sudah lihat ya bahwa di dalam
dunia investasi yang namanya risiko
ekonomi, geopolitik itu adalah variabel
yang enggak bakal pernah bisa
dipisahkan. Nah, kesimpulannya dari
blokade total yang dilakukan oleh
militer Amerika Serikat ini lu sudah
tahu dong bakal ada pihak yang dirugikan
dan dari situ sudah pasti ada pihak yang
diuntungkan. Pertanyaannya di Indonesia
sama yang menurut lu paling diuntungkan?
Lu setuju enggak kalau kita bahas lebih
detail lagi emiten-emiten yang
diuntungkan di video selanjutnya? Kalau
setuju, segera like video ini. Bila
mendapat 24.000 likes dalam 24 jam, kita
akan bikin video spesial mengenai emiten
favorit Donald Trump. Kalau sudah
setuju, segara pencet tombol likes.
Begitu dapat 24.000 likes, dalam 24 jam
kita akan luncurkan video spesial emiten
yang pasti diuntungkan dengan blokade
total Donald Trump. Mantap ini, Guys.
Oke, semoga video ini bermanfaat. Salam
sehat. Salam cuan.
[Musik]