THE FARMERS' TRAIN OFFICIALLY LAUNCHES! Farmers' Salaries Could Reach IDR 12 MILLION/MONTH. Has E...
xeEfWDO_u7E • 2025-12-18
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Saudara Presiden Prab Subianto akan
memberikan suntikan dana sebesar Rp5
triliun kepada PT KAI.
Tidak 4,8, 5T. Saya setujui. Kalau untuk
rakyat banyak saya tidak ragu-ragu.
Uangnya kita hemat tapi kepentingan
rakyat di atas segala kepentingan.
[musik]
Guys, ada berita bagus nih. PTKAI di
awal bulan ini awal Desember ya itu
meresmikan gerbong khusus petani
pedagang. Jadi bukan buat warga-warga
biasa yang mau ke kantoran ya. Ini
khusus petani pedagang. Rutenya dari
Rangkas [musik] Bitung sampai Merak dan
melewati 11 stasiun. Mulainya dari
Rangkas Bitung tadi seperti yang gua
bilang ya. Lalu berhenti di Jambu Baru,
Catang, Cikeusal, Walentaka, Serang,
Karangantu, Tonjong Baru, Cilegon,
Krenceng sampai di Merak berhenti di
situ. Kereta petani ini akan melayani 14
perjalanan setiap harinya. Kapasitasnya
73 tempat duduk ya, 73 petani lah bisa
kita bilang ya. Berbongnya itu udah
didesain khusus, pintu masuknya lebar.
Biar petani ini bawa dagangannya, bawa
sayur-sayur, bawang, cabe itu ya gampang
enggak enggak sempit-sempitan, enggak
harus liuk-liuk cuman buat mau masuk
kereta. Tempat duduknya udah dibuat
sejajar dengan dinding biar lebih luas.
Bisa taruh barangnya aman lah ditaruh di
kaki mereka. Bukan cuman pintu gerbongan
yang membantu dan tempat duduknya yang
membantu petani sama pedagang ya. Harga
tiketnya juga ikut membantu ya. atau
lebih tepatnya dibantu pemerintah karena
disubsidi sama pemerintah. Harga
tiketnya itu cuman Rp3.000 aja. Beda
dengan tiket normal. Kalau ikut naik
kereta ini sebagai orang kantoran,
komputer itu bayarnya Rp5.000 beda
Rp2.000. Lumayan kalau buat
petani-petani kecil beda 2.000 itu
signifikan loh. Netizen sendiri
mengapresiasi ya dengan inovasi dari KAI
ini. Beberapa bahkan bilang ya kalau
subsidinya tepat sasaran begini ya gua
sih ikhlas. Ada juga yang berterima
kasih sebesar-besarnya kepada KAI karena
peduli kepada masyarakat. Masyarakat
bawah ini pasti tentunya ya petani,
pedagang dan semoga kepedulian KAI tetap
berjalan terus ditingkatkan kalau ada
yang kurang. Jela selalu KAI di bumi
pertiwi tercinta ini. Bravo untuk K AI
bravo. Gua setuju bravo. Tapi sebenarnya
kalau dihitung-hitung emangnya apa perlu
petani-petani itu sampai harus pindah
kota gitu ya, jualan hasil tani mereka
bawa-bawa naik kereta bayar lagi
Rp3.000. Cuman buat dagang di daerah
lain, di kota lain. Ya, masih di lingkup
Banten tapi di daerah lain, bukan di
Rangkas Bitung. Apa benar bisa lebih
untung? Kita udah hitung. Ternyata
memang benar. Kita ambil contoh nih.
Bawang merah di Rangkas Bitung. Harga
bawang merah itu Rp5.000 1/4 kilo ya.
Kalau sekilo berarti Rp20.000 dikali 4
aja. 5.000 * 4 jadi sekilo Rp20.000.
Tapi kalau dia jual ke Cilegon, dia naik
dulu nih naik kereta nih bayar Rp3.000
turun di Cilegon. Jualan di Cilegon. Di
pasar Cilegon tentunya ya, bukan di
pinggir jalan. Harga bawang merah di
Cilegon tuh berapa per kilo? Rp40.000
dua kali lipat. Ini berarti dari bawang
merah aja petani Rengkas Bitung itu udah
dapat dua kali lipat Om Z dengan modal
33.000 beli tiket. Jadi kita bisa tahu
kalau dari sini aja ini cuma dari bawang
merah ya. Petani rangkas Bitung itu bisa
naik level pendapatannya. Dan kalau kita
hitung-hitung dengan skala yang lebih
luas ya kan tadi kereta itu gerbong
petani pedagang itu ada 73 tempat duduk.
Kalau kita asumsikan semuanya penuh ini
terisi penuh nih semuanya duduk. Dan
masing-masing mereka tuh ya dari
tentengan mereka itu ada bawa 10 kilo
bawang merah lah ya. Jadi di samping
tol, wortel entah yang mereka mau bawa
apalah. Dengan 10 kilo bawang merah
mereka jual ke Cilegon itu berarti
pemasukan mereka itu Rp29,2 juta per
hari. Dari mana perhitungannya? 73
tempat duduk kita kalikan 10 kilo dikali
lagi Rp40.000 harga per kilonya. di
Celegon terdapat angka Rp29,2 juta per
hari atau kalau dalam 1 tahun mereka
bisa dapat 10,6 miliar per tahun. Itu
cuman dari Bawang Merah. Artinya per
petani yang ikut naik kereta itu ya
kalau dia ikut tiap hari tuh jualan 10
kilo bawang merah tuh per tahunnya, per
orang, per petani itu mereka bisa
mendapatkan Rp145
juta kalau mereka jualan ke Cilegon.
Artinya dengan menjual 10 kilo bawang
merah di Celegon, mereka tuh bisa
menghasilkan Rp12 juta per bulan. Wow,
fantastis ya. Itu berarti udah lebih
dari UMR-nya Jakarta tuh. Tapi kalau
mereka enggak ada kereta ini nih, masih
gaya jadul, gaya katr sebelum ada kereta
ini mereka cuman bisa jual di Rangkas
Bitung. 73 orang petani ini petani
pedagang mereka cuma bisa dapat 14,6
juta per hari dari komoditi yang sama ya
bawang merah 10 kilo dengan hitungan ya
73 petani dikali 10 [musik] kilo dikali
Rp20.000 harga sekilo bawang merah di
Rangkas Bitung itu jadinya Rp14,6 juta.
Setahunnya 5,3 miliar per tahun. Berarti
di situ ada gap dua kali lipat antara
jualan di Rangkas Bitung langsung di
daerah mereka panen dengan jual
berangkat sedikit ke Kota Cilegon.
Pendapatan mereka bisa dua kali lipat
naik. Tapi kalau begitu kenapa bawanya
cuman 10 kilo? Kenapa enggak lebih aja,
Pak, hitung-hitungannya? Kenapa cuman
segitu? Ya, itu ada alasannya sih.
Karena KAI juga membatasi ya jumlah
barang yang mereka bisa bawa itu ya
dibatasin. Mereka itu cuman bisa bawa 2
kilo atau dua tentengan. Enggak bisa
bawa kambing atau duren. Duren enggak
boleh karena bau. Jadi enggak bisa
tiba-tiba ada orang yang langsung bawa
berkoli-koli. 10 koli. Enggak adil buat
yang lain dong. Mereka jadi enggak bisa
jualan. K pintar dibatasin langsung dia
keluarin aturan maksimal dua koli lebih
gua gampar kurang lebih gitu. Saking
hebatnya terobosan dari KI ini ya
gubernur Jabar nih gubernur idola kita
semua nih KDM lu tahulah itu jadi
kepengen punya kereta khusus petani
pedagang juga. Kalau tadi kan di Banten
Rakas Bitung Perak ini buat dijabar.
Bahkan menurut dia ide dia bakal lebih
brilian lagi nih. Dia enggak mau cuman
bawa sayur-mayur, tomat, cabe, bawang.
Dia juga pengin bisa keretanya bawa
hewan ternak. Wah, ini sih agak-agak
berlebihan sih kalau menurut gua ya.
Karena petani-petani itu ya nanti
bisa-bisa jadi ribut sebelum naik
kereta. Dan bukan cuman di daerah Jabar
aja, bahkan dia pengin keretanya itu ya.
Jadi dia pengin petani pedagang di Jabar
ini bisa jualan ke Jakarta juga yang
udah beda daerah, beda domisili, beda
teritori. Ini agak-agak ekstrem menurut
gua ya. Cuman ya okelah idenya. Tapi
sebenarnya terobosan dari KAI ini nih
yang inovasi kalau kita bilang idenya
ini sebenarnya original enggak sih? Ini
benar-benar hasil pemikiran orang-orang
KI enggak sih? Ternyata setelah kita
riset ternyata enggak karena ide kereta
untuk petani pedagang ini udah ada
duluan di Cina dan banyak ternyata
netizen Indonesia rupanya udah tahu
kalau di Cina udah ada namanya kereta
petani seperti ini. Ya, netizen bilang,
"Gua kira cuma di Cina yang tersedia
kereta khusus buat para pedagang."
Alhamdulillah nih masih ada segelintir
pejabat waras yang mau memikirkan
kepentingan rakyat kecil di negeri ini.
Ada juga yang berkomentar ini kayak di
Cina nih. Petani dan pedagang ada
gerbong khusus dan tarif khusus buat
mereka. Keren juga. K. Ada lagi yang
berkomentar, "Sebenarnya kereta ini di
Cina udah lama adanya, tapi baguslah
Indonesia akhirnya ngikutin yang
positif." Ya, gua juga setuju sih ini
ya. Tumben-tumbenan Indonesia ngikutin
yang positif. biasanya yang
negatif-negatif diikutin. Semoga
waktunya juga on time. Disiplin jadi
petani dan pedagang bisa meraih laba.
Setuju. Semoga bisa meraih laba mereka.
Tapi sebenarnya di Cina memangnya
beneran ada kereta petani pedagang.
Setelah kita riset ya memang ada benar.
Bahkan udah lama. Di Cina itu namanya
kereta kesejahteraan nomornya 7272.
Hitungannya kereta lambat. Di zaman era
kereta yang serba cepat, wus contohnya,
Cina masih menyediakan layanan kereta
lambat. Ini khusus untuk ngangkut petani
pedagang dari Huai Hua di Provinsi Hunan
ke kota Congking. Selambat apa sih
kerewetannya? 40 km/h.
Lebih kebut naik motor. Tapi ya ini bisa
ngangkut banyak barang, dagangan buat
petani-petani di Provinsi Unan, Wa. Dan
pemerintah Cina bukan cuman fasilitasi
keretanya ya, di kota-kota itu juga
mereka memberikan fasilitas-fasilitas
buat petani-petani ini. Di kota Tongren
contohnya ini salah satu perhentian
kereta 7272 ini ya. Mereka juga turut
membantu petani-petani ini dengan bikin
pasar di dekat stasiun. [musik] Jadi
mereka gak perlu jalan jauh nih. Turun
kereta di stasiun, di terminal, jalan
lagi. Mungkin malah harus naik taksi
atau naik bus buat sampai ke pasar. Ini
enggak. Dia langsung bikinin pasar di
dekat stasiun itu. Jadi mereka bisa
langsung ke situ jualan. Kalau kita
lihat harga tiketnya di Cina mulainya
dari 5 yuan itu sekitar Rp1.000. Yang
paling mahal tuh 22 yuan itu sekitar
Rp50.000 lah ya. Ini kan tergantung lu
naik dari mana ya harga tiketnya ya.
Kalau berdasarkan staff nih dari video
yang kita amatin, jumlah petani yang
naik kereta itu tuh tergantung pada dua
hal. Yang pertama itu cuaca dan hasil
panen. Kalau hasil panennya sedikit, ya
mereka enggak berangkat. Mereka jualan
aja di daerah mereka. Ya, kalau cuacanya
buruk, hasil panen buruk, mereka enggak
pergi ke kota lain. Mereka utamakan ya
warga desa mereka dulu. Yang kedua,
kalau ada festival atau pasar kaget di
desa mereka, ya kalau ada festival warga
desa yang lagi happy-happy festival
enggak ada makanannya. Kenapa? Karena
udah gua jual semua di kota lain. Ya
enggak mau dong. Mau enggak mau ya
mereka tahan bareng mereka, mereka
simpan buat festivalnya. Dan paling
banyak kalau mereka naik kereta itu
kalau lagi Imlek ya. Ini jelas. Ini kan
perayaan terbesar tahun baru Cina. Lu
tahu enggak kalau di Cina itu
karyawan-karyawan kereta nih mereka tuh
bukan cuman bantu petani-petani
ngangkatin sayur-sayurnya masukin ke
dalam kereta. Karena kan petani-petani
ini banyak yang udah tua-tua ya. Gua
yakin petani itu tetap lebih strong
dibanding karyawan-karyawan kereta ini.
Mereka tuh bukan cuman bantu bawa masuk
barang-barang dagangan mereka ke dalam
kereta. Mereka juga bantu jualin. Gimana
caranya? Live streaming pakai TikTok
atau aplikasi jualan mereka di sana? Gua
enggak tahu. Mungkin tahu baau atau apa
ya. Jadi karyawan-karyawan ini begitu
udah di dalam kereta udah berangkat
mereka keliling nawarin di sini ada
sayur ini. Nanti dia akan berhenti di
stasiun ini. Dia akan jualan sayuran
ini. Kamu bisa bantu petani ini dengan
beli produk dia. Ini loh produk-produk
dia, hasil tani dia. Dan bantuan dengan
penjualan via live streaming ini di
tahun 2024 itu dicatat mencapai 11,8
juta yuan atau sekitar Rp28 miliar. Wow,
luar biasa ya. Jadi karyawan ini double
job lah istilahnya. Bukan cuman
memastikan kenyamanan orang yang naik
kereta, petani naik kereta, mereka juga
bantuin jualan. Luar biasa dedikasinya.
Salut gua. Dan tentunya itu bikin petani
senang ya dagangan ini laku terus habis.
Bahkan seorang petani nih namanya Liu
Changhe dia kasih testimoni. Saya udah
naik kereta ini 15 sampai 16 tahun.
Berkat kereta ini, sayuran saya selalu
habis terjual. Karena pendapatan saya
meningkat, saya jadi bisa renovasi rumah
saya. Tadinya dari tanah lihat, sekarang
jadi kayak villa. Uh, gua jadi kepengen
nih. Jadi, gimana nih, Guys? Kalian
sendiri setuju enggak sih dengan adanya
gerbong khusus ya atau kereta khusus lah
petani pedagang ini. Kalau gua sih
setuju banget ya dan gua yakin kalian
juga setuju lah. Karena menurut gua ini
terobosan bagus ya agar petani-petani
kita itu bisa ikut menikmati pertumbuhan
ekonomi. Bukan cuman orang kota aja
nikmatin pertumbuhan ekonomi. Demo minta
gaji naik. Petani di kampung ya pasrah
aja cuman bisa jual hasil taninya. murah
dengan kereta ini ya. Mereka bisa ikut
terangkat derajatnya, ikut menikmati
pertumbuhan ekonomi. Dan menurut kalian
apa cukup KAI itu cuman punya di daerah
Banten aja? Setuju enggak kalian dengan
keinginan-keinginan kepala daerah yang
juga pengin punya nih gerbong-gerbong
khusus buat petani-pedagang? Apa perlu
AI itu nambah lagi? Karena dengan
semakin banyaknya kereta-kereta petani
ini tentunya ekonomi Indonesia itu
terutama di daerah-daerah pinggiran akan
semakin terdistribusi dengan lebih baik.
kesenjangan tuh bisa sedikit kita
kurangi lah. Jadi, gimana menurut
kalian? Menurut kalian perlu enggak KAI
ini bukan cuma nambah gerbong sih kalau
menurut gua ya, bahkan sampai menambah
rel-rel baru di pulau-pulau besar
Indonesia lainnya ya, misalkan di
Sulawesi. Dan kalau perlu bahkan
diutamakan terlebih dahulu untuk
gerbong-gerbong petani ini. Jadi bukan
cuman di Pulau Jawa aja yang bisa ikut
menikmati pertumbuhan ekonomi di tingkat
petaninya ya, tapi di seluruh Indonesia
bisa ikut menikmati pertumbuhan ekonomi,
menikmati transportasi yang lebih baik,
yang lebih aman dari KAI. Tuliskan
pendapat kalian di kolom komentar. Like
video ini, subscribe jika kalian belum
subscribe. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:33 UTC
Categories
Manage