Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget ini, Guys. Legenda hidup Malaysia, ya. Mantan perdana menteri Malaysia yang namanya Muhatir Muhammad itu ternyata setuju dengan Benix. Ternyata dia kesal banget, Guys, sama Anwar Ibrahim. Bahkan dia bilang Anwar Ibrahim ini dituduh sebagai pengkhianat yang sudah menjual marwahnya Malaysia. Gila, marah besar nih Mahattir Muhammad. Kaget gua. Ternyata follower gua banyak juga ya orang Malaysia ya. Salah satunya sih Mahathir Muhammad ini. Tapi apa yang bikin dia sebegitu ngamuknya, Guys, sama Anwar Ibrahim? Karena lu udah tahu pasti ini ada hubungannya dengan perang tarif Amerika Serikat dengan China yang kemudian berimbas ke negara-negara Asia Tenggara. Dan konyolnya banyak media di Indonesia menuduh Indonesia itu kalah, kalah dagang, kalah lobi. Dan lebih konyol lagi, banyak media-media nasional nih di tanah air yang bilang Malaysia itu dapat good deal dibandingkan Indonesia kan tol. Kalau memang good deal enggak bakal ngamuk-ngamuk si Matir Muhammad ini. Anyway, itu kan kejadiannya di Malaysia, Pak. Pertarungan antara Anwar Ibrahim dengan Matir Muhammad. Kenapa kita bahas di channel Benix pertarungan mereka? Ternyata pertarungan itu akan berdampak bagi Indonesia. Kok bisa, Guys? Kenapa yang berantem sesama Perdana Menteri Malaysia? Kok Indonesia bisa kena imbas ya? Makanya lu kalau penasaran lu jangan skip video ini. Let's cek di sini. Jadi guys, kita baru aja dapat potongan video dari Malaysia dari follower kita di sana tentang pernyataannya Mahattir Muhammad, mantan perdana menteri Malaysia yang viral di sana. Karena ternyata dia menuduh Anwar Ibrahim itu pengkhianat bangsa, Guys. Gila, gua kira cuma Profesor Kumis Hitler aja yang pengkhianat bangsa, ya. Ternyata di Malaysia itu banyak juga para pengkhianat itu. So, lu penasaran enggak sih video apa sih yang baru-baru ini viral di Malaysia? Ini nih videonya daripada syarikat-syarikat lain kerana 60 biji pesawat Boeing akan dibeli oleh kita mengikut perjanjian. Bermakna kita tak bebas. Kita juga mesti beli gas daripada Amerika. Kita juga mesti melabur sampai 70 bilion kepada Amerika. Jadi mana mana kedudukan kebebasan kita? Habis uang rakyat Malaysia untuk memperkaya rakyat Amerika Serikat. Goblok. Memang lu sih Anwar ini memang tol ini isinya pejabat-pejabat di Malaysia. Gua kira cuma pejabat Indonesia yang goblok dan suka korupsi ya. Ternyata ada yang lebih top lagi yang suka menggadaikan marwah harkat dan rakyat sendiri dijual, Guys. Ngeri banget. Lu tahu enggak kenapa dia marah banget? Ini nilainya bukan cuma 1 juta, dolar, 2 juta dolar, no 70 billion dolar, Guys. Itu nilai yang sangat besar. Lu tahu enggak sih 70 miliar dolar itu nilainya lebih dari 1.000 triliun, Guys. Nolnya enggak kebayang banyak banget. Nah, itulah nilai pengkhianatan yang dilakukan pejabat-pejabat Malaysia sekarang ini. Makanya lu jangan heran Mahatir ini udah bau sebenarnya udah mau mati nih orang tapi enggak bisa mati karena negara dikelola dengan serampangan. Di sini gua menangis ngelihat ini. Kasihan gua sama si Mahatir. Mahatir ini sosok guru bangsa ya. Dia selevel sama Mahatma Gandhi lah. Kalau di India jadi tokoh besarlah di sana. Pemimpin yang utama ya. Kalau di Singapura Liikanu dia. Kita anggap Lianu si Malaysia. Dia yang mendirikan bangsa Malaysia bisa semodern sekarang ini. Eh dia sekarang enggak bisa menikmati hari tuanya. Dia gak bisa mati. enggak bisa main sama cucunya karena negara dibawa hancur-hancuran nih sama pejabat Malaysia yang baru ini betul-betul sadis. Maka saking parahnya Malaysia hari-hari ini dan dituduh Mahatir Muhammad bilang ini udah digadaikan negara kita nih Malaysia nih mantan perdana menteri Malaysia Mahatir Muhammad sampai pengen Anwar Ibrahim ditangkap guys. Gila dan lebih sadis lagi ya kalau lu lihat potongan koria Malaysia ini di situ dibilang ya sekarang makin jelas bahwa sebetulnya pemerintahan ini melakukan kesepakatan yang terselubung yang tersembunyi yang sebetulnya isinya menyerahkan kedaulatan Malaysia kepada Amerika Serikat. Ini tuduhan yang gak main-main, Guys. Yang tuduh ini by the way bukan orang sembarangan ya. Bukan guru olahraga, bukan tukang sayur, bukan juga dokter gigi di mall. Enggak. Ini yang bikin tuduhan ini mantan orang nomor satu di Malaysia. Lu lihat kata-kata dia. It is now clear that the statement by the government on the agreement with the United States hit many serious undertakings by Malaysia to submit to the US. Jadi intinya ada begitu banyak di situ submission, ada begitu banyak di situ jilat pantat, penyembahan bahwa Malaysia itu diinjak-injak sama Amerika Serikat. Sebenarnya bukan Malaysia yang diinjak-injak, Guys. Malaysia yang menyerahkan dirinya buat dijadikan keset sama Amerika Serikat. Menangis ini si Matir Muhammad nih. Sedih gua lihatnya. Gua lihat video itu aja gua ini aki-aki ini udah mau pergi ke liang kubur masih aja memikirkan negaranya. Loh, gila enggak sih? betul-betul serius ini masalah ini. Dan lebih parah lagi kalau lu lihat kata-katanya Matir Muhammad, dia bilang apa? This agreement commits Malaysia to concession. Artinya ini Malaysia sudah ngasih konsesi, sudah memberikan harkatnya, sudah memberikan kedaulatannya yang artinya secara efektif meletakkan Malaysia di bawah kendali Amerika Serikat. Dia bilang, "Effectively put Malaysia under the control of the United States." Ngeri. Negara Amerika Serikat udah secara resmi memiliki boneka di Asia Tenggara. Ini benar-benar harus kita jeli buat menyikapi aksi ini loh. Bahkan sampai dettetik ini kalau lu nuduh Singapura mesra banget gitu sama Barat. Faktanya apakah dia jadi anjing peliharaannya Amerika? Tidak. Dia tetap bermain untuk bebas dan aktif. Mepet sama Cina iya. Main sama Jepang iya. Main sama Amerika iya. Dia betul-betul cerdik nih. Tapi kalau Malaysia enggak. Betul-betul udah jadi budak peliharaannya Amerika Serikat resmi. Dan ini bukan Benix yang ngomong. Ini yang ngomong mantan perdana menteri Malaysia Mahattir Muhammad. Dan lebih sadis lagi ketika dia mengakhiri pernyataannya dia bilang apa? Inilah perilakunya si Anwar ini gara-gara si Anwar nih. Ini adalah pengkhianatan. Iris treason. Dia bilang Anwar harus disidang karena sudah melakukan aksi pengkhianatan. Gila ngeri nih ya. Di sini kita bisa lihat Asia Tenggara betul-betul diobrak-abrik dibikin perang di Thailand sama Kamboja. Sekarang Malaysia hancur lebur. Dan wajar aja sebetulnya kalau mahatir Muhammad ini marah, Guys. Sebetulnya memang Anwar itu sudah menggadaikan negaranya. Dan udah gua berangkali bilang lu kalau lihat isi perjanjian antara Malaysia dengan Amerika Serikat sangat timpang. Bukan seperti dua negara yang berdaulat duduk sepakat sama tinggi. No. Timpang. Teman-teman tahu lu lihat di sini Malaysia itu apa? Mereka harus mempermudah perdagangan, arus, barang dan jasa Amerika Serikat masuk ke Malaysia. Mereka harus mempermudah bisnis-bisnis pengusaha Amerika. Mereka bahkan yang Malaysia enggak boleh ngasih pajak buat perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang berbisnis ke sana. Bahkan sampai termasuk produk-produk digital Amerika, Facebook, Instagram, Netflix, dan lain sebagainya. Kalau mau dagang di Malaysia enggak boleh kena pajak. Gila enggak? betul-betul sadis ini Malaysia di perakosa nih. Yang lebih ngeri lagi ya, Malaysia itu juga diwajibkan membuka pasarnya dan mereka wajib menghapus hambatan-hambatan dagang yang akan mempersulit pengusaha Amerika Serikat. Dan Malaysia juga wajib membuka arus data keluar dan mereka harus memberikan data itu kepada Amerika Serikat. Malaysia juga wajib memfasilitasi investasinya Amerika dan membuka data-data BUMN-nya Malaysia sendiri. Jadi, enggak ada lagi yang rahasia di sana. even perusahaan yang milik negara Malaysia sendiri, mereka harus mau diobok-obok sama Amerika Serikat. Dan Malaysia juga diwajibkan untuk mengikuti perintah Amerika Serikat. Kalau ada sanksi atau ada kontrol ekspor atau ada sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan keamanan Amerika Serikat, Malaysia itu harus inline. Kalau Amerika Serikat tidak suka dengan Cina, Malaysia tidak boleh berdagang dengan Cina. Kalau Amerika Serikat tidak suka dengan Iran, Malaysia tidak boleh berdagang dengan Iran. Kalau Amerika Serikat tidak suka dengan Rusia, Malaysia juga wajib bermusuhan dengan Rusia. Jadi dari sini sudah bisa lihat bahwa tidak adil, tidak ada kesetaraan antara perjanjian dagang itu. Dan simpel aja, kita sudah ngukur soal perjanjian dan namanya hak dan kewajiban. Dan lu tahu apa yang diwajibkan dilakukan oleh Malaysia itu ada 49 kata shall. Malaysia shall do this, Malaysia shall do that, Malaysia shall buy this. Malaysia harus beli pesawat. tadi kata si Anwar Ibrahim, "Malaysia harus invest 70 billion dollar. stupid Malaysian." Tapi lu tahu kewajiban Amerika Serikat itu cuman ada 10 dalam perjanjian itu. Jadi udah timpang ini, Guys. Udah lima kali lipat lebih banyak kewajiban yang harus dipenuhi oleh Malaysia. Makanya jangan heran kalau Benix itu bilang kita dikhianati sama Malaysia. Asia Tenggara dikhianati sama Malaysia dan Cina harus plototin ini baik-baik. Ini udah salah satu bentuk intervensi lahirnya negara baru di Asia Tenggara yang merupakan boneka dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Boneka resmi Amerika Serikat. Bahaya ini. Betul-betul bahaya. Karena Asia Tenggara harusnya netral. Yang lebih ngari lagi ini ternyata bisa berdampak juga sama Indonesia, Guys. Pengkhianatan Malaysia ini berdampak ke Indonesia. Kalau lu penasaran kok bisa, makanya lu jangan skip video ini karena kita bakal bahas ini di akhir video ini. Tapi satu hal yang paling pasti, dalam beberapa hari belakangan ini sedang terjadi dinamika. Pejabat-pejabat di Amerika Serikat melihat bahwa, "Heh, kita bisa kok ngangkangin negara Asia Tenggara yang namanya Malaysia. Mereka mau kok jadi budak kita. Berarti Indonesia harusnya jadi budak kita juga." Ternyata guys, duta besar Amerika Serikat ternyata followernya Benix juga. Dan dia melihat bahwa ternyata perjanjian antara Indonesia dengan Amerika Serikat itu sangat-sangat menguntungkan Indonesia. Sehingga kemudian hari Amerika Serikat merasa kecelek, "Gua kena tipu nih." Ternyata Indonesia sangat diuntungkan. Ya, terbukti dari kemarin lu lihat banyak pabrik-pabrik yang pindah. Pindah dari Bangladesh, pindah dari India, pindah dari Vietnam, pindah dari Thailand, bahkan pindah dari Cina ke Indonesia karena melihat Indonesia sangat diuntungkan dengan tarif ini. Beda dengan Malaysia yang sangat diinjak-injak. Nah, sekarang baru nge Amerika Serikat. Eh, benar ini si Benix. Amerika Serikat dikadalin, Guys. Dan mereka sakit hati sehingga mereka mengancam untuk membatalkan kesepakatan itu. Jadi, sekarang kesepakatan kita Indonesia yang sangat menguntungkan Indonesia terancam batal. Kok bisa? Hubungannya apa sama si Malaysia ini, si pengkhianat bangsa ini. Ternyata, Guys, perilaku Malaysia yang menggadaikan negaranya itu membuat hati pamansam terinspirasi. Mereka termotivasi untuk melakukan penekanan yang sama dengan Indonesia. Jadi, pejabat gedung putih yang namanya Jamison Grear itu sudah ngasih tahu bahwa Indonesia itu harus ikut perjanjian model baru dengan gaya Malaysia dan harus mau menyetujui membuat komitmen yang mengikat bahwa apa? Kita harus negosiasi ulang dengan Amerika Serikat dan kita harus bikin kesepakatan baru yang intinya Donald Trump marah besar. Donald Trump pengin renegosiasi. Donald Trump pengin mendorong Indonesia untuk ikut menambah klausul-klausul baru, pasal-pasal baru yang intinya dapat membatasi hubungan Indonesia dengan Cina. Padahal Cina salah satu investor asing terbesar di tanah air. Dan udah gua bilang berulang kali ya, sebetulnya perang dagang ini intinya adalah perang antara Amerika Serikat dengan Cina. Yang dia pengin lakukan di IndoCina, di Asia Tenggara adalah mengepung China itu sendiri. Nah, sekarang mereka sudah lihat Malaysia bertekuk lutut nih ke Amerika Serikat. Mereka ternyata juga pengin Indonesia lakukan yang sama. Kalau lu pengin menikmati tarif lu itu, sekarang sudah banyak investor-investor yang pindah ke Indonesia, lu sudah siap dong menyerahkan kedaulatan bangsa lu ke Amerika Serikat sebagaimana yang dilakukan oleh negara pengkhianat Malaysia itu. Itu yang sekarang pengin diminta oleh Amerika Serikat. Maksudnya apa yang di situ? Dia pengin ada penambahan klausul baru yang intinya memberikan wewewenang bagi Amerika Serikat untuk memberikan arahan Indonesia ini besok bakal jadi apa? Indonesia mau belok ke barat atau mau belok ke timur? Indonesia mau bisnisnya di kiri atau mau bisnisnya di kanan? Amerika Serikat pengin mengambil kedaulatan kita supaya Indonesia Guys, guys, tunggu dulu nih, Guys. Tunggu dulu, Guys. Ada berita yang sangat-sangat gawat. Lu tahu dunia sedang tidak baik-baik saja. Mulai dari perang di Yemen, di Selat Hormus, kabarnya mau ditutup. Iran lagi perang dengan Israel dan masih belum kelar loh perang yang antara Rusia dengan Ukraina. Wah, dunia tambah kacau nih. Dan bukan cuma itu doang loh, negara-negara juga sekarang berada dalam krisis inflasi tinggi di mana-mana. Kebijakan fiskal di Amerika Serikat makin enggak jelas. Negara Indonesia utangnya makin banyak, bukan makin berkurang. Dan harga minyak, haduh bakal makin tinggi lagi, Guys. Ini bisa melemahkan posisi rupiah. Jadi, begitu banyak potensi krisis nih di dunia kita. Nah, sebagai investor yang cerdas, Guys, lu harus mengambil keputusan investasi yang tepat. Dan kalau lu bingung dengan apa yang terjadi di dunia ini, enggak usah khawatir. Karena kita ada komunitas khusus buat investor saham yang namanya Benix Investor Group. Karena di tengah perkara yang terjadi, kita bukannya tambah rugi tapi malah cuan besar guys. Lu tahu kemarin kita baru bikin video komunitas sama Benix pergi [musik] ke perusahaan sawit yang ada di Belitung. Hari ini sahamnya udah naik 140%. Di awal tahun ini komunitas saham Benix, Benix Investor Group udah datang lagi ke pelabuhan. Di sana kita ketemu perusahaan emiten parkiran berhubungan dengan mobil listrik. Hari ini mungkin sahamnya udah di atas 50%. Dan kita juga melihat ada begitu banyak loh perusahaan di Indonesia yang bisa kasih kita cuan lebih tinggi lagi. So, teman-teman tunggu apaagi nih? Di tengah era yang penuh ketidakpastian dibanding duit lu habis kena inflasi, lebih baik lu jadi investor saham. Dan kalau lu bingung dengan dunia saham, jangan ke mana-mana, langsung aja daftar di komunitas saham Benix Investor Group. Karena kalau lu punya komunitas saham, lu punya teman diskusi. Kita di sini banyak sharing tentang perusahaan-perusahaan yang bagus, pilihan investasi yang ada di Indonesia. Apalagi teman-teman di sini juga bisa dapat fasilitas loh akses ke direktur-direktur perusahaan emiten yang ada di IASG. Kita juga datang loh ke lokasinya. Jadi teman-teman gak beli kucing dalam karung karena teman-teman bisa datang site visit langsung lihat lokasi usahanya. So, tunggu apaagi, Guys? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di Benix Investor Group di www.benix.id atau di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Dan lu harus segera daftar harga naik dari Rp40 juta ke Rp50 juta per tahun. Rp50 juta rupia per tahun itu cuman setara R jutaan lah per bulannya. So, tunggu apaagi, Guys. Sampai ketemu di komunitas saham BENX. Amerika Serikat pengin mengambil kedaulatan kita supaya Indonesia tidak lagi jadi negara yang berpolitik bebas aktif, negara yang netral. Wah, ini bahaya, Guys. Ngeri nih. Karena kemarin gua suka dengan deal kita dengan Amerika Serikat. Kita masih independen. Kita masih berdiri di atas kaki kita sendiri. Tidak seperti Malaysia yang dirental. Bahkan mungkin bisa dibilang diberikan secara gratis. cuma-cuma ke negara Amerika Serikat. Nah, sekarang Amerika Serikat melihat oh buktinya ada tuh negara yang mau jadi budak kita Malaysia. Indonesia juga harus deh diperbaikin klausulnya. Bikin Indonesia supaya mau mengikuti arahan Amerika Serikat khususnya yang berhubungan dengan keamanan global security. Jadi ini seru nih. Dinamika terbaru perang dagang ini sekarang udah resmi naik kelas nih menjadi geopolitik yang ujungnya bisa jadi perang dunia juga karena sudah tahu angkatan laut Amerika Serikat sekarang sedang mengepung negara berdaulat Venezuela dan ini melanggar hukum internasional sebetulnya. Anyway, kita hitung dulu konsekuensinya ya. Menurut lu sebetulnya Indonesia harusnya tetap berdiri atas kaki kita strik dengan apa yang kita sudah putuskan atau harus agak bengkok dikit nih menyembah sedikit nih sama Amerika? Tapi ada resikonya enggak? Untung rigunya apa? Gua udah hitungin nih buat lu. Lu tahu enggak ya? FY aja nih penyumbang terbesar ya, penerima negara bukan pajak kita. Anyway, APBN kita disumbang oleh pajak paling banyak. Jadi kita enggak hitung pajaklah, lu yang bayar itu. Tapi APBN kita ternyata selain pajak, penyumbang terbesarnya adalah PNBP, penerima negara bukan pajak. Dan PNBP terbesar bersumber dari sektor migas dan no migas. Artinya kalau kita mau ngitung seberapa besar dampaknya ya sengketa dagang dengan Amerika Serikat, kalau kita dimusuhin sama mereka, kalau kita diboikot sama mereka, kalau kita diembargo sama mereka, ya kita harus bisa ukur sebetulnya negara kita ini bergantung enggak sih dengan hasil sumber daya alam. Ya simpel aja. Ternyata data membuktikan jawabannya iya. Ternyata sektor perekonomian Indonesia itu masih sangat didukung oleh sektor yang berhubungan dengan sumber daya alam khususnya migas dan no migas. Contoh kita mau bicara soal lu udah tahulah sumber daya alam kita paling banyak sawit sama batuara. Lihat di layar kaca. Memang faktanya Amerika Serikat itu adalah termasuk top five buyer minyak kelapa sawit kita dan dia adalah top five tujuan ekspor kelapa sawit kita. Artinya ya memang betul kita butuh Amerika Serikat karena mereka ada di ranking keempat. Dari lima negara yang sering menjadi tujuan ekspor sawit kita di peringkat satu itu ada India dengan 4,2 juta ton. Peringkat du ada Tiongkok dengan 3,5 juta ton. Peringkat 3 ada Pakistan dengan 3 juta ton. Nah, peringkat 4 muncul nih Amerika Serikat di 1,6 juta ton. Lalu peringkat 5 barulah muncul Bangladesh, negara favoritnya orang Malaysia itu ada di peringkat 5 dengan 1 juta ton. Jadi dari sini kita bisa bilang, "Ya, kalau dari sisi kelapa sawit lu harus siap-siap agak batuk-batuk nih sektor kelapa sawit." Kalau seandainya kita diboikot sama Amerika Serikat, kalau seandainya kita tetap mau independen, kita enggak mau jadi budaknya Amerika Serikat, harus siap-siap nih, kelapa sawit lu bakal batuk-batuk. Tapi ada solusi lain enggak sebetulnya yang bisa kita lakukan? Ada. Kita bisa cari buyer lain sih sebetulnya selain Amerika Serikat. Karena kalau lu pakai pola pikir sebaliknya, inverse nih sekarang sebagai bangsa Amerika Serikat sebetulnya yang lebih butuh Indonesia atau Amerika Serikat yang lebih butuh Indonesia? Ya, faktanya ternyata supplier terbesar minyak goreng di Amerika Serikat itu adalah Indonesia. Lu tahu minyak sawit Indonesia itu menyuplai 80% kebutuhan minyak gorengnya mereka. Jadi setiap tahun kita itu ekspor setara 26,5 triliun, Guys. Kita peringkat satu tuh 1.5 billion dollar. Di bawah kita ada Malaysia. Malaysia cuman berapa? Cuma 200 juta dolar. Kecil ini Malaysia ini enggak penting buat Amerika. Jadi Amerika itu sebetulnya sangat bergantung sama kelapa sawitnya kita. Nah, peringkat tiga itu ada negara Meksiko. Tapi nilainya udah enggak makin signifikan lah. Ada Meksico, Colombia, Filipina, Ecuador ya. Cuma nilainya kecil-kecil. Ternyata Indonesia adalah negara paling banyak yang mengirimkan minyak goreng ke Amerika Serikat. Peringkat satu loh kita di 1,5 billion dolar. Peringkat duanya Malaysia cuma 200 juta dolar. Jadi bedanya jauh banget seperti bumi dan langit kita kali lipat lebih banyak dibandingkan nomor dua negara yang mengekspor minyak ke Amerika Serikat. Jadi dari situ kita bisa bilang, "Ya betul kita butuh Amerika Serikat, tapi sebetulnya dari sudut pandang Amerika Serikat, Amerika Serikat yang lebih butuh kita karena ternyata impor minyak mereka itu ada di kita. Kita yang megang. kita peringkat satu. Amerika Serikat ternyata hobinya minum minyak kelapa sawit Indonesia. Padahal tiap hari dia kirim orang ke sini buat demo-demo anti sawit, anti sawit, anti sawit. Eh, faktanya ternyata Amerika Serikat hobinya beli kelapa sawit Indonesia 25 triliun. Ini bukan angka yang kecil, Guys. Oke. Jadi, dari kelapa sawit memang betul ada hubungan kita dengan Amerika Serikat. Yang kedua, kita harus cek PNBP kita dari batu bara. Menarik nih batu bara nih emas hitam, Teman-teman. Tahu enggak di batu bara top five ekspor kita ada enggak sih Amerika Serikat? Yang pertama itu ada di 108 juta ton. Tujuan kita ternyata adalah India. Ternyata nyawa batu bara Indonesia bukan di Amerika tapi di India. Peringkat dua di mana? Peringkat dua ada di Tiongkok, Cina. Cina itu ada 93 juta ton. Gede banget. Peringkat itu ada Filipina. Filipina di 38 juta ton. Peringkat 4 ada Jepang. Jepang ada di 28 juta ton. ya peringkat 5. Nah, ini 111 nih yang peduh ada Korea Selatan sama Malaysia ya sekitar 26 27 juta ton. Anyway gua mau bilang lah lu baca pun dari 1 sampai 10 itu juga enggak ada yang namanya Amerika Serikat. Ya wajar juga kejauhan. Jadi kalau lihat negara-negara yang kita ekspor India, Tiongkok, Jepan, Korea, Malaysia, Filipina, Thailand, Hongkong, itu semuanya masih di Asia gitu loh. Jadi memang batu bara kita mayoritas berangkat ke negara-negara tetangga kita juga. So, kita tidak ada beban nih. Kalau seandainya kita berantem sama Amerika Serikat, dia boikot kita, dia enggak mau beli barang kita, ya udah soat. Batu bara kita pun enggak ada yang kita kirim ke El. Batu bara kita, kita kirimnya ke negara-negara sahabat kita di Asia. Nah, tapi kalau gitu, Pak, kita harus ketakutan dong. Gara-gara apa harus ketakutan? Ya, gara-gara memang batu bara kita enggak ada kebutuhan sama mereka, sama Amerika Serikat. Tapi soal sawit gimana? Sawit kita nanti enggak dibeli lagi sama Amerika banyak yang termeek-meek nih petani kelapa sawit kita. Enggak juga. Lu jangan takut. kita sudah mempersiapkan buer cadangan yang namanya siapa? Eropa dengan iu cepannya. Hari ini kita ee tembus break breakthrough semua titik-titik persoalan sudah kita selesaikan. Jadi kita sudah punya sekarang perjanjian comprehensive economic partnership agreement antara Indonesia dan Uni Eropa. Yang ini sebetulnya nanti adalah menjadi free trade agreement. Tahukah kamu 10 tahun yang lalu Amerika Serikat itu sebetulnya enggak ada di dalam daftar top five buat ekspor sawit kita. Even top 10 juga enggak ada loh. Lu tahu enggak? Jadi sebetulnya siapa? Kalau kita kembali ke tahun 2015 ternyata mayoritas buyer kita selain India sama Cina itu ada Belanda. Belanda itu di tahun 2015 itu impornya sampai 1,4 juta ton. Selain Belanda apa? Ada Spanyol. Spanyol itu impor kelapa sawit kita sampai 1 juta ton. Terus ada Italia. Italia juga sampai 1 juta ton. Jadi, ada begitu banyak negara-negara Uni Eropa yang mengimpor kelapa sawit kita di tahun 2015 ini sebelum terjadinya kampanye-kampanyenya George Soros and the Gang itu buat menyerang kelapa sawit Indonesia. Jadi memang secara historis kita memang tidak bergantung kelapa sawit kita ke Amerika Serikat. Cuma karena memang Eropa ini kecuci otak aja, mereka jadi terpaksa mempropagandakan anti sawit. Eh, ternyata itu strategi Amerika Serikat supaya dapat minyak kelapa sawit dengan harga murah. supaya bisa dapat minyak goreng yang harganya jauh lebih murah dan efisien dan lebih ramah lingkungan dibandingkan minyak canola, minyak jagung, minyak soibin, minyak biji bunga matahari yang sangat merusak lingkungan, yang sangat berbahaya bagi hutan karena mereka deforestasinya skala besar. Itu ternyata pancingannya Amerika Serikat. So, sekarang kita udah dapat good deal, you cepa 0%. Artinya kalau Amerika Serikat mau memblokade kelapa sawit kita, oh ya silakan. Uni Eropa secara historis itu siap buat belanja sampai 3 juta ton kelapa sawit. Masih banyak yang ngantri mau bisnis sama kita. Spanyol, Portugal, Italia, Jerman, bahkan Belanda. Mereka impor minimal 1 juta ton masing-masing negara. Gila. Jadi buat teman-teman kita artinya harus takut gitu dengan Amerika Serikat. Kita harus menyerah seperti Malaysia, negara yang mengkhianati Asia Tenggara ini. Karena kalau lu lihat faktanya ya oke kalau begitu kita punya nyawa cadangan nih di dunia kelapa sawit dan kita batu bara pun enggak bergantung sama Amerika Serikat. Karena memang kalau kita mau jujur-jujuran, Guys, ekspor kita di luar kelapa sawit batubaro ternyata masih ada. Kalau teman-teman lihat ya, nyawa kita di Amerika Serikat itu sekitar 19% di sektor mesin dan perlengkapan elektronik. Ini nilainya 1,2 miliar dolar, Guys. Alias setara 20 triliun. Nah, peringkat dua kita masih ada kebutuhan dengan Amerika Serikat. itu di bisnis yang berhubungan dengan alas kaki itu nilainya 10,9 triliun. Peringkat tiga itu ada pakaian dan aksesoris rajutan. Ini nilainya sekitar 10,5 triliun. Nah, peringkat 4 itu ada pakaian ya, sama aksesoris pakaian yang bukan rajutan itu nilainya 9,5 triliun. Nah, sebetulnya sih enggak terlalu signifikan itu sekitar 7 sampai 9%. Yang paling banyak sebenarnya ekspor mesin sama perlengkapan elektronik yang nilainya di atas 20 triliun. itu hampir 1/5 dari total ekspor elektronik Indonesia ke seluruh dunia. Jadi 1/5nya ada di Amerika Serikat. Itu adalah sektor yang menurut gua sektor padat karya dan memang kita butuh juga sih Amerika Serikat sebagai buyer-nya. Nah, pertanyaannya jadi apa yang harus dilakukan oleh Republik Indonesia, Guys? Apakah harus stay stick to the plan? Kita tetap menjadi negara yang bebas aktif, tapi dengan konsekuensi kita bakal dimusuhin sama Amerika Serikat. ekspor mesin kita, ekspor elektronik kita, ekspor rajutan kita, ekspor tekstil dan garmen kita pasti diganggu. Ekspor sepatu kita pasti diganggu sama mereka. Kalau seandainai kita pilih jalur itu bisa jadi investor yang udah terlanjur pindah ke Indonesia kecewa. Tahu enggak kamu? sudah ada lebih dari 27 pabrik tekstil Vietnam dan Cina yang pindah ke Indonesia dan akan makin banyak perusahaan-perusahaan dari Cina, Vietnam, Thailand, Bangladesh, India yang bakal pindah ke Indonesia juga dan mereka ready untuk invest ratusan triliun di republik ini. Pertanyaannya mereka kan investasi ke sini karena mereka lihat kita dapat good deal nih dengan Amerika Serikat. Kalau seandainya Indonesia tiba-tiba dimusuhin sama Amerika Serikat, mereka bisa jadi kabur dong. Batal invest ke sini. Karena ya pabrik tekstil aja l yang dari Vietnam tuh mau pindah ke Jawa Tengah. Lu tahu ya mereka itu bisa menyerap lebih dari 100.000 tenaga kerja. Jadi lu enggak bisa anggap remeh ini. Enggak bisa juga asal jawab. Oke kalau gitu kita tetap berdikari aja lawan mereka. Sikat Amerika. Oke berarti akan ada 100.000 lebih tenaga kerja nganggur. Ini cuma dari sektor yang berhubungan dengan tekstil garmen loh guys. Ini enggak main-main. Dan memang kelihatan dampak positif dari menangnya Indonesia dalam perang tarif bersama Amerika Serikat ini. Kenapa? Karena ya kita menang di ronde pertama dan itu terbukti makin banyak perusahaan pindah ke Indonesia dan terbukti juga permintaan lahan pabrik, lahan industri, sewa pabrik, gudang juga mengalami peningkatan. Makanya lu jangan heran saham kayak SSIA, sahamnya Surya Semesta Internusa itu dalam 3 tahun terakhir sudah naik lebih dari 300% lebih. Gila. Ini terbukti bahwa memang ya kita makin seksi bagi investor asing, bagi pengusaha-pengusaha yang ada di Cina, Vietnam, India, Bangladesh. Jadi ya mereka sudah punya harapan baik nih. Mereka mau buka pabrik nih, bawa duit triliunan nih menciptakan lapangan kerja. Eh, tiba-tiba kalau Indonesia tetap ngot dan Indonesia dimusuhin sama Amerika Serikat, tentu mereka akan kecewa, Guys. Atau di sisi lain, jangan-jangan mendingan kita jadi budak aja seperti Malaysia nih. Dengan konsekuensi lu udah harus siap akan tercipta jutaan pengangguran di Indonesia dan akan kabur investor asing dari Indonesia. Ini situasi yang dilematis, Guys. But anyway, kalau seandainya kita tetap ngotot nih mau berdiri di atas kaki kita sendiri, sebetulnya ada dampak positif juga yang belum kita bahas tadi, yaitu apa? Ini bisa jadi kesempatan Indonesia untuk memperkuat sasembada pangan kita. Kalau kemarin-kemarin kan masih ngomongin beras ya. Tapi ternyata ini juga momen kalau kita diboikot sama Amerika Serikat. Kita enggak bisa lagi impor gandum mereka. Kita enggak bisa impor lagi kedelai dari mereka. Dan ini bisa jadi momen buat kita berdiri sendiri. Saatnya kita belajar gimana caranya Indonesia bisa mengembangkan kedelai lokal, bisa mengembangkan gandum lokal, dan juga momen kita untuk memberikan nutrisi protein tinggi dari susu menggunakan susu sapi lokal. Nah, selama ini itu semua kita impor. Teman-teman, lu penasaran enggak sih kenapa sih Indonesia sampai detik ini masih dijajah? Ya, lu makan bakmie, tepungnya dari luar negeri. Lu makan martabak, tepungnya dari luar negeri. Kita betul-betul disikat habis-habisan sama barang-barang impor ini. Ya wajar aja, itu semua sebetulnya terjadi sejak tahun 1998. Ketika Indonesia mengalami krisis moneter, kita dipaksa buat menandatangani perjanjian setan dengan IMF yang isinya apa? Kita wajib membuka keran impor sebesar-besarnya. Itu adalah titik balik dunia pertanian Indonesia semakin hancur. Karena teman-teman tahu enggak sebelum tahun '98 Indonesia itu sebetulnya sudah punya 1,8 juta hektar loh kebun kedelai yang bisa memproduksi sekitar 2 juta ton kedelai setiap tahunnya. Kita itu betul-betul banyak loh sumber daya kedelai kita. Tapi ternyata setelah tahun '98 produksi kita anjlok. Kenapa? karena kita dipaksa impor. Dan ini juga terjadi buat komoditas yang lain. Contohnya susu. Kamu tahu enggak sih hari ini lebih dari 80% susu yang lu minum itu adalah susu impor. Udah enggak ada lagi susu lokal enggak ada. Mati petani kita semua. Padahal kalau sebelum tahun '98 susu kita itu masih banyak loh produksi sendiri. Tapi ternyata setelah tahun '98 80% susu yang beredar di Indonesia itu dari impor. Tragis. Apa yang terjadi di tahun '98? Kita serahkan kedaulatan kita kepada IMF. Kita setuju dengan IMF untuk membunuh petani kita, membunuh peternak kita. Makanya lu jangan heran sampai hari ini sisa dosa-dosa masa lalu itu masih ada. Mati kita dicekek sama perusahaan-perusahaan asing. Nah, maka dari itu teman-teman menurut lu gimana? Lu setuju enggak sih kalau tarif dagang ini kita batalin aja deh? Tetap aja kita PD, enggak usah temenan sama Amerika Serikat. atau sebaiknya kita join nih sama Malaysia nih berlomba-lomba menjilat pantat Donald Trump biar semakin kinclong supaya tarif dagang kita tetap 19% supaya orang tetap mau bisnis di Indonesia. Menurut lu apa nih yang harusnya dilakukan republik nih? Dan yang paling penting guys pertanyaannya adalah kalau Indonesia tetap pada pendirian kita untuk tidak mau menjilat pantat Donald Trump seperti Malaysia, menurut lu apa yang bakal dilakukan oleh Amerika dan sekutunya? Dan lu harus ingat loh yang ngebom Bali kemarin adalah orang Malaysia. Teman-teman sudah siap akan terjadi itu lagi. Karena Malaysia sudah secara resmi menyatakan mereka adalah anjing peliharanya Amerika Serikat. Kalau seandainya Indonesia berani berseberangan dengan Amerika Serikat, teman-teman udah siap belum lihat banyak teroris dari Malaysia yang pindah ke Indonesia? Lu sudah siap dengan itu belum? So anyway, gimana menurut kamu, Guys? sebaiknya kita ikut aja kayak Malaysia atau kita tetap berdiri sendiri dengan konsekuensi kita harus semakin tegas nih di perbatasan, harus makin tegas nih dengan LSMLSM anjing peliharaan asing nih dan terutama media-media milik George Soros. Menurut lu gimana, Guys? Tolong dong segera sharing nih karena tim negosiator kita lagi berangkat buat renegosiasi dengan Donald Trump. Ditunggu masukan kalian seperti apa. Segera tulis di kolom komentar yang ada di bawah ini. Semoga video kita bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]