Indonesian-made buses are selling like hotcakes! 1,000 units exported to Bangladesh, a potential ...
VfQxH73SnYg • 2025-12-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget ini, Guys. Lagi-lagi
Malaysia dibikin menangis. Malaysia
dikhianatin sama Bangladesh. Gua dengar
ini sampai terharu, Guys. Kan
teman-teman udah tahu ya cita-citanya
orang Malaysia itu kawin sama Banglades.
Cita-citanya Malaysia itu memberikan
lapangan kerja untuk rakyat Bangladesh.
Tapi apa yang dilakukan oleh Bangladesh?
Mereka malah memperkaya orang Indonesia.
Wis, ini betul-betul luar biasa sih,
Guys. Karena lu pasti enggak tahu kalau
bus yang beredar di Bangladesh ternyata
made in Indonesia. Teman-teman tahu
enggak Indonesia itu udah ekspor ribuan
bus ke Bangladesh dan jumlahnya enggak
main-main sampai lebih dari 4 triliun.
Gila, ini bisnisnya yang menarik
sebetulnya. Bahkan kita bisa dapat lebih
dari itu kalau seandainya lu nonton
video ini sampai akhir. Makanya jangan
skip video ini. Let's check this out.
Jadi, Teman-teman tahu enggak produk
Indonesia itu ternyata makin lama makin
laris manis loh ke seluruh dunia. Nah,
salah satu produk Indonesia yang mungkin
lu enggak pernah sadarin itu namanya
bus. asli dari Ungaran, Jawa Tengah,
Indonesia. So, teman-teman jangan kaget
ya. Kalau lu lagi liburan nih ke
Bangladesh dan lu naik bus di sana,
ternyata busnya itu made in Indonesia.
Karena apa? Indonesia itu sebetulnya
sampai hari ini udah ekspor lebih dari
ribuan bus ke sana. Jadi buat
teman-teman yang belum tahu ya di tahun
2018 sampai tahun 2020 aja nih kita
ngomong yang lama dulu nih. Kita itu
udah ekspor lebih dari 1000 bus ke
Bangladesh. Dan bukan cuman itu,
ternyata Bangladesh juga ketagihan beli
barang-barang Indonesia yang nilainya
lebih mahal yaitu lokomotif, kereta api.
Ternyata Bangladesh itu juga udah beli
kereta api dari Indonesia. Nilainya
bahkan lebih dari 4 triliun, Guys. Dan
bukan cuma lokomotif dan bus juga, tapi
Bangladesh sekarang nambah lagi orderan.
Mereka order gerbong kereta api. Mereka
ternyata belanja dari industri kereta
api Indonesia alias PT Ink. Di tahun
2019 saja mereka itu belanja lebih dari
200 gerbong kereta. Nilainya lebih dari
1,4 triliun loh. Dan ternyata mereka
happy banget belanja dari Indonesia
sehingga mereka mau belanja lagi. Tahun
2023 mereka ningkatin pesanannya karena
mereka mau nambah pesanan gerbong
keretapi dari Republik Indonesia. So,
this is a very good news sebenarnya buat
Indonesia. Tapi kita mau bahas spesifik
nih bisnis bus, Teman-teman. Di sini
para pencinta bus di tanah air, lu wajib
nonton video ini sampai akhir. Kenapa
Bangladesh itu hobi banget belanja impor
bus dari Indonesia? Sebetulnya ada empat
alasan penting, Guys, kenapa Bangladesh
hobi impor bus dari Indonesia. Yang
pertama, harga bus Indonesia sangat
kompetitif. So, teman-teman tahu enggak,
bus Indonesia terutama yang diproduksi
oleh perusahaan lokal seperti busnya
Laksana, bus dari tentram, bus dari
karuseri lainnya itu memiliki harga yang
jauh lebih terjangkau dibandingkan bus
impor dari Jepang atau Eropa. Nah, ini
penting bagi operator busladesh yang
merupakan negara berkembang tentunya
mereka mencari armada yang efisien
biayanya buat rute dalam kota maupun
antar kota. Jadi, Teman-teman sudah tahu
ya, faktor utama dan terutama adalah
faktor harga. Ternyata bus Indonesia
harganya kompetitif ya, murahlah
dibandingkan bus-bus merek Eropa atau
merek Jepang. Nah, yang kedua apa? Yang
kedua itu ternyata ada hubungan dengan
kualitas kualitas made in Indonesia
sesuai dengan kebutuhan lokal
Bangladesh. Loh, kok bisa? Lu tahu lah
negara Indonesia. Apa sih ciri-ciri
negara Indonesia ini? Banjir, Guys.
Hujan, taifun, panas, tropis, jalannya
bolong-bolong, mobilnya hancur rebur. Lu
tahulah Indonesia kalau bisa bikin kolam
ikan di tengah jalan, kenapa enggak?
Kalau bisa jalan itu pent lubang-lubang
lumpur, kenapa enggak? Ternyata
Bangladesh negaranya nasibnya sama kayak
Indonesia. Hobinya apa? Pemerintah di
sana bikin trotoar, bongkar pasang
trotoar, aspal jalan di musim hujan.
Akibatnya apa? Ya hancur terus jalan di
situ. Sama kayak Republik Indonesia.
Enggak ada otak. Isinya orang-orang
enggak ada otak sama. Tapi ternyata itu
membawa berkah buat kita. Orang-orang
enggak ada otak. Yang jadi pejabat di
Bangladesh itu sama hobinya. Apa? Jalan
itu kalau bisa jadi kubangan lumpur.
Akibatnya apa? Bus Indonesia yang sudah
sangat terlatih berjalan di medan
perang. Banyak lubang di sana sini.
lumpur di sana sini, banjir di
mana-mana. Artinya udah dirancang untuk
jalan di iklim tropis dan bisa jalan di
kubangan-kubangan lumpur. Nah, ini
sangat mirip, sangat cocok dengan
kebutuhan dan kondisi yang ada di
Bangladesh, Guys. Akibatnya apa?
Suspensi mesin, bus-bus made in
Indonesia itu lebih mampu menghadapi
jalan yang kurang mulus dan cocok dengan
cuaca panas plus lembab. Nah, ini sama
persis nih Jakarta, Indonesia dengan
Bangladesh. Nah, Teman-teman tahulah.
Makanya, Teman-teman, kalau pakai mobil
Jerman di Indonesia, waduh setiap hari
rusak, Guys. Kalau bisa ke bengkel,
kenapa enggak? Udah pasti kalau lu pakai
mobil Jerman, lu adalah sahabat mekanik
lah. Kenapa? Ya, karena dia dibuat-buat
cuaca Jerman. Dingin, jalanan mulus, hal
yang enggak ada di Indonesia. Udah panas
brutal, hujan, terik, panas, lubang di
mana-mana, hancurlah mobil lu. Selesai.
Makanya enggak heran kalau bus-bus Eropa
ya gak bisa bertahan di kondisi brutal
yang ada di Bangladesh. So, kecocokan
iklim dan situasi jalan kondisinya
ternyata sama persis dengan Indonesia.
Itu alasan yang kedua, Guys. Nah, yang
ketiga apa? Yang ketiga itu ternyata
kemudaan servis dan suku cadang.
Teman-teman tahu banyak bus yang beredar
di Indonesia itu karoserinya itu
menggunakan mesin dan komponen global.
Jadi memang mesin yang mudah lu temukan
di manapun. Contoh ya mesin-mesin dari
Hino, Mitsubishi Fuso atau beberapa tipe
Mercedes-Benz yang memang umum dipakai
sama negara-negara berkembang. Kenapa?
Karena mesinnya harus cukup tangguh,
kuat, tapi juga hemat. Nah, pilihan
mesin yang tepat ini memudahkan kalau
sewaktu-waktu mesin itu rusak di Afrika
atau di Bangladesh. Akibatnya apa? Kalau
lu servis atau lu butuh suku cadang jauh
lebih gampang, jauh lebih mudah
ditemukan di mana-mana. Ini jauh
memudahkan bagi operator bus di
Bangladesh dibandingkan bus-bus lain,
merek-merek bus lain yang seluruh
komponennya eksklusif bahkan sulit cari
di Bangladesh. Contoh gini, banyak tipe
mobil Jerman atau mobil tipe mobil
Jepang itu yang saking spesifik banget
jenis mesinnya hanya bisa diservis sama
mekanik dari Jerman, hanya bisa diganti
sama spare part dari pabrik Jerman.
Super spesifik. Bahkan traktor aja udah
kayak begitu sekarang. Lu tahu kayak
traktor John Deere tuh Amerika Serikat.
Kalau rusak itu barang, lu harus pakai
sparep. Spare part-nya pun dari John
Deere pula. spesifik banget sampai
pabrikan lain enggak bisa bikin kan itu
merepotkan orang. Nah, mentalitas negara
berkembang enggak bisa begitu. Makanya
lu tahu ya beberapa tipe Land Cruiser
yang masih jadul itu masih diproduksi
dan masih dipakai di negara-negara Arab
dan Timur Tengah dan Afrika karena mudah
banget nemuin spare part-nya dan enggak
berubah jenis spare part-nya selama
bertahun-tahun. Nah, inilah yang menjadi
solusi dari Indonesia karena ternyata
suku cadang kita yang kita bangun oleh
karoseri-karosori lokal di Jawa Tengah
itu sangat mudah ditemukan spare
part-nya di negara mereka sendiri. Hebat
ya. Nah, selain alasan tadi, lu tahu
enggak kenapa ngetren banget belanja bus
dari Indonesia? Lu tahu hobinya negara
Bangladesh itu apa? Kecelakaan, Guys.
Setiap hari itu digaransi minimal ada 14
orang yang meninggal gara-gara
kecelakaan bus di Bangladesh. Artinya
apa? Tiap hari ada bus masuk jurang, ada
bus kebakaran, ada bus nyungsep. Dan ini
hal yang normal di Bangladesh ya,
seperti negara berkembang lainnya.
Mereka punya penduduk ratusan juta jiwa,
Guys. Nyawa itu enggak ada harganya di
sana. Cuman ternyata ini memberikan
berkah buat Indonesia. Semakin banyak
bus yang terbakar, semakin banyak bus
masuk jurang, semakin banyak bus yang
ggak layak, mereka bakal order lebih
banyak dari Indonesia. Tapi
pertanyaannya, kenapa masif banget
kecelakaan bus di Bangladesh? Simpel,
karena bus yang ada di Bangladesh itu
sudah tergolong sampah berjalan,
rongsokan berjalan. Kalau lu lihat layar
kaca, mayoritas bus yang berjalan di
Bangladesh itu enggak like pakai. Ini
udah sama kayak Jakarta loh. Entah
kenapa, tapi lolos uji terus. Bingung
gua udah knalpotnya hitam kayak apa.
Tetap aja itu microlet bisa lewat. Gak
ngerti gua nih gunanya diub apa. Tapi
itulah Indonesia dengan Bangladesh
sama-sama goblok dan to udah tahu busnya
enggak layak pakai. Udah tahu remnya
Senin Kamis. Remnya hari Senin besinya
berhenti hari Kamis. Tetap aja dikasih
izin jalan kan bego. Ya itulah akibatnya
makin banyak orang yang mampus di
Bangladesh. Dan artinya makin banyak
push yang terbakar terbalik nyungsep
maksuk jurang di Bangladesh. Artinya
Indonesia ada potensi bisa makin cuan.
Karena teman-teman tahu enggak, kita
sudah mengkalkulasi sebetulnya kalau
Indonesia bisa masuk ke market share
Bangladesh secara lebih agresif lagi,
kita bukan cuma bisa cuan 4 triliun,
Guys. Kita bisa cuan sampai lebih dari
54 triliun. Gila enggak sih dari mana
hitungannya, Teman-teman? Tahu enggak,
di awal tahun 2020 aja Indonesia itu
udah berhasil ekspor bus double decker.
Ini bus tingkat made in Republik
Indonesia. Harganya gila, harganya
enggak murah loh. Karena 1 aja sampai R
miliar. Dan ini dibeli sama orang
Bangladesh bukan cuma satu biji.
Bangladesh itu sampai belanja 10 unit
boost tingkat Legacy SR2 Double Decker
made in CV Laksana. Bayangkan loh
karoseri bukan PT, bukan PMA tapi CV
Leksana dari Jawa Tengah. Begitu
hebatnya kita sampai bisa ekspor bus
nilai miliaran. 1 biji 3 miliar. Kalau
beli 10 biji mereka dapat duit 30
miliar, Guys. Hebat enggak? Double
decker. Tapi teman-teman tahu enggak
kenapa tiba-tiba Benix bahas bus? Karena
ternyata ini bisnis bukan bisnis
miliaran. Karena ini bisnis triliunan.
Kamu tahu enggak hari ini ada berapa bus
rongsokan berjalan di Bangladesh? Ada
36.000 rongsokan berjalan di Bangladesh
atau lebih tepatnya ada 36.349
bus yang hari ini beroperasi di
Bangladesh. Mayoritas sampah besi tua.
Nah, Teman-teman tahu kalau 50% aja bisa
kita ganti dengan bus in Indonesia,
artinya ada 18.174 174 unit bus yang
bisa kita ekspor. Kalau lu kali dengan
duit R miliar, artinya Indonesia bisa
dapat cuan 54 triliun. Ini baru kalau
50%-nya. Tapi ya udahlah enggak usah
muluk-muluk. 10% boost Bangladesh aja
deh pakai Made in Indonesia. Artinya ada
3.634
bus. 3.634 bus yang kita bisa ekspor
dikali 3 M itu setara dengan 10,9
triliun, Guys. Jadi ini bukan bisnis
ecek-ecek. Ini bisnis yang kalau
pemerintah Indonesia mau seriusin, kita
bisa dapat duit puluhan triliun. Nah,
ada satu lagi yang menarik sebetulnya di
tahun yang sama ya 2020-an Indonesia
juga sebetulnya mau ekspor juga ke Timur
Tengah atau lebih tepatnya ke Arab
Saudi. Nah, lu tahulah Indonesia hobinya
apa, Guys. Guys, tunggu dulu nih, Guys.
Tunggu dulu, Guys. Ada berita yang
sangat-sangat gawat. Lu tahu dunia
sedang tidak baik-baik saja. Mulai dari
perang di Yemen, di Selat Hormus,
kabarnya mau ditutup. Iran lagi perang
dengan Israel dan masih belum kelar loh
perang yang antara Rusia dengan Ukraina.
Wah, dunia tambah kacau nih. Dan bukan
cuma itu doang loh, negara-negara juga
sekarang berada dalam krisis. Inflasi
tinggi di mana-mana. Kebijakan fiskal di
Amerika Serikat makin enggak jelas.
Negara Indonesia utangnya makin banyak,
bukan makin berkurang. Dan harga minyak,
bakal makin tinggi lagi, Guys. Ini bisa
melemahkan posisi rupiah. Jadi, begitu
banyak potensi krisis nih di dunia kita.
Nah, sebagai investor yang cerdas, Guys,
lu harus mengambil keputusan investasi
yang tepat. Dan kalau lu bingung dengan
apa yang terjadi di dunia ini, gak usah
khawatir. Karena kita ada komunitas
khusus buat investor saham yang namanya
Benix Investor Group. Karena di tengah
perkara yang terjadi, kita bukannya
tambah rugi tapi malah cuan besar, Guys.
Lu tahu kemarin kita baru bikin video
komunitas sama Benix pergi ke perusahaan
sawit yang ada di Belitung. Hari ini
sahamnya udah naik 140%. Di awal tahun
ini komunitas saham Benix, Benix
Investor Group udah datang lagi ke
[musik] pelabuhan. Di sana kita ketemu
perusahaan emiten parkiran berhubungan
dengan mobil listrik. Hari ini mungkin
sahamnya udah di atas 50% dan kita juga
melihat ada begitu banyak loh perusahaan
di Indonesia yang bisa kasih kita cuan
lebih tinggi lagi. So, teman-teman
tunggu apaagi nih? Di tengah era yang
penuh ketidakpastian dibanding duit lu
habis kena inflasi, lebih baik lu jadi
investor saham. Dan kalau lu bingung
dengan dunia saham, jangan ke mana-mana,
langsung aja daftar di komunitas saham
Benix Investor Group. Karena kalau lu
punya komunitas saham, lu punya teman
diskusi. Kita di sini banyak sharing
tentang perusahaan-perusahaan yang
bagus, pilihan investasi yang ada di
Indonesia. Apalagi teman-teman di sini
juga bisa dapat fasilitas loh akses ke
direktur-direktur perusahaan emiten yang
ada di IASG. Kita juga datang loh ke
lokasinya. Jadi teman-teman enggak beli
kucing dalam karung karena teman-teman
bisa datang site visit langsung [musik]
lihat lokasi usahanya. So, tunggu
apaagi, Guys? Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di Benix Investor Group di
www.benix.id ID atau di nomor WhatsApp
yang ada di bawah ini. Dan lu harus
segera daftar, harga naik dari Rp40 juta
ke Rp50 juta per tahun. Rp50 juta per
tahun itu cuman setara R jutaan lah per
bulannya. So, tunggu apaagi, Guys.
Sampai ketemu di komunitas saham BENX.
Aah, lu tahulah Indonesia hobinya apa.
Memperkaya raja Arab. Udah minyaknya
kita beli, eh kita juga stor turis ke
Arab Saudi. Nah, Indonesia sebetulnya
sempat mau ikut tender dan menang di
sana. Tapi sayang seribu sayang Arab
Saudi memutuskan tidak jadi beli bus
made in Indonesia. Oh ini ngeselin
banget sih. Terus kemudian mereka pakai
bus apa? Mereka pakai bus made in China.
Jadi buat teman-teman yang belum tahu
ya, ada perusahaan karosori lokal selain
Laksana yang juga hebat namanya
perusahaan karoseri Adiputro. Nah, bus
Adiputro ini betul-betul bagus juga.
mereka bakal sampai mau ekspor ke Arab
Saudi. Adiputro ini perusahaan pembuat
body dan interior bus asal Malang, Guys.
Dan dia melihat peluang bisnis di sektor
transportasi kendaraan spesialis membawa
jemaah haji. Dan sebetulnya di tahun
2020 sudah ada perwakilan dari
pengurusan bus Arab Saudi yang datang ke
Indonesia. Nah, mereka sebenarnya mau
belanja bus buatan karoseri Adiputro.
Cuma lagi-lagi sayang ser000u sayang
mereka masih ragu dengan produk
Indonesia. Mungkin karena mereka lihat
Indonesia ini cocoknya di bangsa budak.
Jadi apa yang mereka lakukan? Kalau lu
pernah naik haji, kalau lu pernah umrah,
ternyata bus yang beredar di sana adalah
bus made in China. Nah, lucunya bus Cina
bisa menang tender di Arab Saudi bukan
karena perusahaan mereka jago peaching,
bukan karena perusahaan mereka jago
presentasi, tetapi karena pemerintah
Cina yang hadir. Loh, kok bisa, Guys?
Ah, ini pintarnya diplomasi bisnis Cina.
Lu tahu ya kalau duta besar Indonesia
fungsinya apa? Di luar negeri, hai.
Dapat duit sudah selesai. Tapi ternyata
duta besar Cina di negara mana pun
mereka berada KPI sales, KPI penjualan
produk-produk asli made in Cina. Nah,
ini hebatnya nih Kementerian Luar Negeri
Cina udah punya mindset marketing, udah
punya mindset sales untuk mendukung
pabrik-pabrik lokal di Cina. Hebat
mereka. Jadi ketika terjadi presentasi
bisnis di Arab Saudi, lu tahu lawannya
Adiputro mereka berdiri sebagai
perusahaan dari Malang. Eh, harus battle
dengan negara. Lu bayangin dia
presentasi lawannya negara ko lah. Gila,
negara yang presentasi, negara Cina yang
presentasi di sana. Gila mindsetnya
adalah udah pembangunan bangsa supaya
makin banyak pengusaha-pengusaha di Cina
yang kaya raya. Akibatnya seluruh PNS
yang ada di Kementerian Luar Negeri di
Cina wajib bawa proyek masuk. Makanya lu
jangan heran kalau Indonesia cuma
berhasil ekspor 1000 bus ke Bangladesh,
lu tahu Cina dia ngebawa perusahaan bus
lokal dia namanya King Long itu bahkan
berhasil ekspor sampai 60.000 bus ke
luar negeri. Nah, mereka memang enggak
gratisan juga. Mereka ekspor dengan
program investasi yang namanya BRI, Belt
and Road Initiative. Jadi di mana pun
Cina making investment, mau bangun
pelabuhan, mau bangun bandara, intinya
lu kalau investasi dapat duit dari Cina,
Cina pengin sebagai timbal baliknya lu
belanja barang dari Cina juga dong.
Logis enggak? Logis. Nah, sebenarnya
Indonesia juga punya peluang, Guys, buat
ekspor puluhan ribu bus ke seluruh
dunia, bahkan sampai ratusan ribu. Tapi
itu nanti kita akan bahas di akhir
video. Makanya lu jangan skip video ini.
Nah, kita mau bahas dulu tentang
perusahaan BS King Long. Nah,
Teman-teman tahu enggak kenapa King Long
itu bisa banyak pesanan? Bus King Long
bisa menang tender di negara-negara
manaun. Ternyata memang karena dia
berada di kawasan industri otomotif
besar di Cina yang namanya Fujan dan ini
terintegrasi dari hulu sampai hilir.
Jadi kawasan industri Fujan ternyata
adalah salah satu kawasan produksi
otomotif salah satu yang paling besar di
Cina. Ada lebih dari tujuh pabrik mobil
di sini, enam pabrik mobil cargo, dan
ada lebih dari 18 perusahaan
manufacturing kendaraan di sini. Di luar
itu mereka juga ada lebih dari 400
pabrik spare part mobil. Nah, total
lapangan kerja yang diciptakan oleh
kawasan industri otomotif hujan adalah
lebih dari 684.000
lapangan kerja. Gila. Gila, Guys. Ini
betul-betul luar biasa sih. Makanya
enggak heran ya, di tahun 2008 aja
pabrik-pabrik di sini berhasil
menghasilkan lebih dari 110.000
kendaraan. nilainya lebih dari 40
billion ren minb alias setara 96 triliun
dalam 1 tahun. Nah, dalam perjalanannya
kawasan industri Fujian ternyata
berhasil membawa merek-merek kendaraan
Cina Go Global. Jadi banyak
pabrik-pabrik mobil khas Cina itu go
Global, Go Internasional. Contoh King
Long yang tadinya cuma perusahaan
bekicot, kecil banget, enggak ada yang
tahu. Ternyata sekarang menjadi
perusahaan eksportir bus nomor satu di
Cina. Lalu selain itu ada lagi Golden
Dragon dan ada banyak lagi
perusahaan-perusahaan supplier sparepart
di Fujion yang bersatu menjadi kawasan
industri terpadu spesialis menghasilkan
kendaraan berat, kendaraan kargo ringan,
dan bus yang sering lu naikin kalau lu
naik haji atau umrah di Arab Saudi. Nah,
tentunya pabrik-pabrik ini juga
menciptakan ekosistem baru. Apa lahir
pengusaha-pengusaha baru di bidang sasis
kendaraan, rangka kendaraan, exel, body,
mesin, ban, piston, transmisi, pabrik
AC, pabrik jok, bahkan sampai pabrik
interior dan eksterior kendaraan. Nah,
tapi teman-teman tahu enggak kenapa ini
menarik buat Indonesia masuk ke bisnis
bus? Karena ternyata data menunjukkan
Fujian lagi nyungsep ke bawah dan ini
adalah peluang yang bisa kita ambil.
Nah, teman-teman sudah tahu kan? Karena
Cina itu perang tarif nih sama Donald
Trump. Artinya Cina produk-produknya
makin roket ke bulan harganya mahal.
Enggak karu-karuan. Lebih gila lagi, UMR
di Cina itu udah naik bahkan jauh lebih
mahal dibanding UMR di Indonesia. UMR di
Cina sudah tiga kali lipat lebih mahal
dibandingkan UMR di Indonesia. Akibatnya
kawasan industri otomotif terpadu di
Fujian jumlah karyawannya terus menurun.
Di titik tertingginya itu 600.000 orang
kerja di sana. Per hari ini cuma 400.000
orang yang kerja di Fujian. Kenapa? Yang
pertama ya karena upah buru tenaga kerja
di sana jadi lebih mahal dan akibatnya
industri-industri padat karya seperti
tekstil, assembling yang sederhana,
manufacturing, mereka pada pindah ke
provinsi tengah atau provinsi di barat
Cina yang UMR-nya lebih murah dan banyak
juga yang pindah ke Asia Tenggara
seperti Vietnam dan Indonesia. Akibatnya
industri yang tersisa di Siamen atau
Fujian hanya industri hightech, industri
yang capital intensif, bukan labor
intensif. Artinya industri yang
hari-hari ini tersisa di Fujian yang
bisa bertahan cuma industri yang tidak
mengandalkan manusia tapi mengandalkan
robot. Dan ini Indonesia bisa ambil
masuk. Kenapa? Karena Indonesia UMR-nya
lebih kecil. Produk kita harusnya bisa
jadi lebih kompetitif. Kalau zaman dulu
Bota Made in Fujian ya dari Kinglong itu
harganya sekitar R,7 miliar sampai R
miliar. Tapi karena terjadi yang namanya
perang dagang, produk-produk mereka di
Eropa itu udah makin berat nih, Guys.
Karena harganya itu udah banyak yang di
atas 5 miliar. Nah, ini peluang besar
yang bisa dimasukin oleh
industri-industri bus karoseri bus di
tanah air. Kenapa? Karena masih banyak
produk-produk bus kita yang harganya itu
di bawah 3 miliar. 3 miliar kan double
decker ya punyanya si Laksana. Nah,
kalau kita bikin bis yang cuman satu
lantai, sebetulnya Indonesia masih
sanggup buat bis seharga R1 miliar. jauh
lebih murah dibanding busya King Long,
Guys. Tapi memang mereka punya nyali dan
memang dibantuin juga sama negara
disubsidi habis-habisan supaya maju
industri bus di Cina. Jadi, lu bayangkan
mereka tuh tadinya lu enggak pernah
dengar lah merek bus Cina. Aduh, sampah
bagus lebih jauh lebih bagus bus
Indonesia. Tapi apa yang terjadi
sekarang? Lu tahu detik ini. Data
menunjukkan new websiteing long. Lu
lihat nih, lihat yang di bold, lihat
layar kaca. Ternyata per detik ini
mereka sudah ekspor lebih dari 6.400
bus ke Arab Saudi dan bus itu spesifik
digunakan hanya untuk melayani jemah
haji. Dan ini adalah contoh sukses nyata
bahwa Indonesia memang budak. Kenapa
Indonesia jadi budak? Lu tahu Indonesia
adalah penyumbang devisa terbesar ke
Arab Saudi selain minyak bumi tentunya
dalam bentuk haji dan umrah. Setiap
tahun Indonesia ngasih duit 100 triliun
lebih. Gila enggak? Kita tiap tahun
nyetorin duit ratusan triliun ke Arab
Saudi. Tapi apa balasan Arab Saudi? Apa
dia ada investasi di Indonesia? No. Dia
malah belanja busnya Cina. Memang
pengkhianat bangsa ini satu nih. Nah,
yang lebih gila lagi, Indonesia
seharusnya juga bisa pakai strategi yang
sama. BRI, Bell and Road Initiative.
Teman-teman tahu baru-baru ini kan
Danantara itu investasi loh di Arab
Saudi. Mereka mau investasi 13 triliun
buat bangun kampung haji di Arab Saudi.
Mereka investasi duit lu pembayar pajak
sampai triliun. ngasih duit itu ke raja
Arab. Udah kaya tambah kaya lagi
gara-gara Indonesia hobinya memperkaya
mereka toh. Dan lu tahu duit kita bakal
bangun buat apa? Ya bikin tower hotel,
bikin mall di kampung haji di sana. Nah,
by logic kalau kita pakai logic biara
yang sama, kita kan sudah ngasih duit
nih ke raja Arab. Memperkaya mereka
tugas kita. Fair dong kalau kita minta
mereka, boleh dong jemaah kita yang dari
hotel, mau pergi wisata, mau pergi
ibadah di Arab Saudi, fair dong kalau
jalannya pakai bus made in Ungaran, bus
made in Jawa Timur. Fair dong kalau kita
minta mereka pakai busnya Adiputro atau
busnya Laksana. Iya dong, logis ini
jemaah-jemaah kita kok. Kita juga yang
disuruh invest bangun triliunan kok
malah pakai bus dari merek Cina.
Pengkhianat lu. So, teman-teman ya ini
nasihat gua buat Danantara. Ketika lu
bikin deal punya mindset strategic value
buat pengusaha-pengusaha lokal di
Indonesia bisa naik kelas. Bikin dong
kayak BRI. Oke, gua willing invest di
negara lu, tapi in return lu pakai
produk dari kita juga dong. Logis kalau
King Long jadi raja dunia hari ini
karena negaranya yang maju membela
pengusaha lokalnya. Nah, kita bisa
lakukan yang sama. Lu bayangkan ya,
Indonesia tuh tiap tahun kirim 1,4 juta
manusia ke Arab Saudi. 1,4 juta orang.
Nah, rata-rata bus king long itu
kapasitasnya cuma 50 orang, Guys, yang
ada di Arab Saudi buat ngangkut jemaah
haji. Nah, kalau 1,4 juta orang bagi 50
manusia per bus, artinya kita itu bisa
punya kue 28.000 bus. Nah, Teman-teman
bayangkan kalau seandainya 28.000 unit
bus buat melayani jemaah haji Indonesia,
ya. Kita enggak minta aneh-aneh kok sama
Arab Saudi. Kita enggak nyuruh mereka
bus kita dipakai buat jemaah dari Eropa,
dari Malaysia, Singapura. Enggak,
enggak, enggak. Cukup jemaah kita
sendiri pakai bus kita dong. 28.000 R
bus bakal dibutuhkan. Kalau satu bus itu
harganya 1,5 M aja. Made in Adiputro
atau made in Laksana. 28.000 bus 1,5 M
itu setara 42 triliun, Guys. Ini bakal
membangkitkan ekonomi Indonesia 42
triliun. Sayangnya lu tahu lagi-lagi
Arab Saudi hobinya apa? Download duit
orang Indonesia. Terus duitnya dipakai
buat memperkaya negara lain, buat beli
Rollroyce baru buat pangeran-pangerannya
mereka. duit lu dipakai buat belanja
[tertawa]
Palestina nanti. Makanya enggak heran
saking hobinya Arab Saudi men-download
duit orang Indonesia dan duitnya
dibelanjakan buat memperkaya
perusahaan-perusahaan asing. Bukan
perusahaan Indonesia, perusahaan Cina,
contohnya King Long. Lu jangan kaget
gitu. Kaget.
Kalau Om Z-nya King Long itu udah naik
26% guys di Q1 2025 dan bakal naik
terus. Kenapa? Karena lu hobinya
memperkaya King Long. Dan kalau lu lihat
ya pergerakan sahamnya King Long ya juga
jangan heran juga dalam 5 tahun aja
mereka udah naik lebih dari 85% guys.
Gila nih ini gara-gara orang Indonesia
nih hobinya duduk di bus King Long.
Berdiri di busking Long 1,4 juta jemaah
kita hobinya memperkaya perusahaan
China. Gila, padahal kita punya posisi
tawar. Kita enggak gratisan kok. Kita
invest di situ 13 triliun dan antara
invest itu minta balik dong apa yang
proyek yang bisa dikerjakan sama
perusahaan lokal kita. Tapi kita udah
siap belum, Guys, kalau seandainya
terima orderan puluhan ribu unit bus
dari Arab Saudi. Memang suka gak suka
harus ada yang kita perbaikin. Lu tahu
enggak industri bus Indonesia sebetulnya
memang kalah kompetitif dibandingkan
industri bus di Fujion di King Long.
Hujan itu betul-betul estate,
terintegrasi. Indonesia perlu ada
cluster bus sendiri supaya lebih
kompetitif. Kalau perlu bebas pajak di
situ, bikin kawasan buat ekspor bus.
Semua bebas pajak, gratis. Kenapa? Rugi
dong, Pak. Enggak. Kita perlu ada
kluster sendiri, kawasan industri buat
produksi bus. Isinya langsung semuanya
jadi satu, Guys. Di situ ada karoseri,
pabrik engine, controller, kabel-kabel,
wiring, kursi, kaca, software, ngecat
pun kita taruh integrasi di situ. Dan
ini akibatnya apa? Harga produksi kita
akan jadi makin kompetitif karena
kawasan introdusinya terintegrasi. Yang
udah-udah lu bayangin aja pabrik
stainless steel-nya ada di Merak,
boxit-nya Kalimantan Barat, nikelnya di
Papua. Terus gimana caranya produksi
kita bisa kompetitif kalau semua
mencar-mencar, menclak-menclok? Pabrik
chat di Jawa Timur, pabrik jok di Jawa
Barat, dia jadi enggak kompetitif. Kita
perlu ada sentralisasi kawasan industri
terpadu sehingga semua spare part,
kebutuhan vehicle bus yang kita bangun
ini bisa ada di satu kluster yang sama.
Bisa enggak kita bikin? Bisa. Karena
kita punya keunggulan, bahan baku kita
semua punya. Lu bayangin Cina aja imp
nikel dari Indonesia. Nikel tuh bahan
baku stainless steel. Ya, kalau lu mau
bikin bus, bus lu anti karat, ya mau
enggak mau lu harus pakai nikel, Bro.
Kalau enggak cepat keropos. Kayak lu
lihat jembatan bakso di Indonesia itu
keropos semua. Cepat banget keropos.
Padahal kalau lu ke Cina naik jembatan
di Zangjangje itu lu jembatan
tinggi-tinggi, besinya bagus-bagus
semua. Itu dari Indonesia. Tapi giliran
di sini hancur lebur. Makanya penting
kita punya kawasan industri terpadu,
kluster spesifik untuk produksi bus.
Karena King Long walaupun dia sehebat
itu juga, harganya udah makin enggak
kompetitif, spare part mereka supply
chain-nya lambat dan mekanik lokal
mereka itu juga terbatas. Nah, Indonesia
punya kelebihan di situ. Kita punya
after salale service yang baik. Mereka
enggak punya. Mereka enggak bisa kasih
after sale service yang baik. Lu enggak
percaya? Lu lihat aja bus Indonesia yang
impor tuh di bus Transjakarta yang impor
dari China. Apa yang terjadi sekarang?
Jadi sampah after sell service-nya
jelek, Guys. Nah, jadi Indonesia dengan
adanya kluster yang terpadu, kita bisa
punya gudang spare part nasional. Kita
harus bikin mekanik lokal khusus bus-bus
kita yang tersertifikasi. Jadi
standarnya sama, Guys. Dan akibatnya ya
bisa jadi SL kita, downtime kita itu
harus diperbaiki under 48 jam kita bisa
solving masalah mereka di sana. Karena
memang suka enggak suka produk made in
Indonesia itu cocok dengan negara-negara
yang panas, hobi banjir, jalanannya
amburadul. Udah paling better dah pakai
produk asli Indonesia. Dan penting buat
Indonesia buat mendukung industri bus
dalam negeri. Kenapa penting? Karena
yang dikasih makan bukan cuma karoseri
Adiputro, bukan cuma karoseri Laksana.
No. Dalam satu perusahaan bus minimal
itu ada lima pabrik lain yang bakal
hidup. Lu tahu dalam satu bus itu pasti
di dalamnya ada proses perakitan dari
komponen-komponen yang terpisah dan
digabung menjadi satu bus utuh. Contoh
untuk membikin satu bus pasti lu butuh
casis, lu butuh frame rangka. Nah, ini
butuh pabrik rangka kendaraan. pabrik
baja, lu butuh pabrik gardan, lu butuh
roda, lu butuh veleg, lu butuh ban,
terus apalagi? Lu butuh pabrik bikin
mesin, pabrik yang bikin transmisi,
pabrik yang bikin body dan interior,
bikin panel-panel dashboard. Lu juga
butuh pabrik untuk AC. Dan selain AC, lu
butuh pabrik spesialis bikin jok, bikin
kursi, bikin interior yang nyaman. Nah,
semua pabrik ini enggak berdiri sendiri,
tapi bisa jadi terhubung langsung di
satu kawasan industri terpadu, yaitu
cluster pabrik bus. Dan artinya kalau
Arab Saudi impor 28.000 bus dari
Indonesia, ini baru satu negara. Laksana
itu kapasitasnya cuman 1.000 bus per
tahun. Nah, artinya Indonesia butuh 28
pabrik bus yang baru. Nah, 28 pabrik bus
yang baru ini tentu saja membutuhkan
pabrik-pabrik yang lain. Tadi pabrik
veleg, pabrik ban, pabrik casis, mesin,
dashboard, interior, cat, bahkan sampai
AC, gardan, mesin, yang semuanya kalau
dikombinasikan 28 pabrik bus yang baru
akan menciptakan 700.000 R000 lapangan
kerja baru. Gua ulangin, Guys. 28 pabrik
bus ini akan menghidupi banyak
pabrik-pabrik supply chain turunannya
yang kalau di tootal bisa menciptakan
700.000 tenaga kerja baru. Asal
Sidanantara ngerti cara nego, cara lobi
sama si Arab. Enak aja kita disuruh
nyetor dutur sama Arab. Sekali-kekali
suruh mereka juga paksa belanja produk
Indonesia pakai otak dong. Cina aja bisa
nego bawa bus ke sana. Indonesia padahal
yang hobinya memperkaya Arab Saudi. Udah
kita beli minyak dari sana, kita kasih
wisatawan pula ke situ. So, yang jadi
pertanyaan buat teman-teman, menurut lu,
mampu enggak sih pemerintah Indonesia
dan antara kita ini melihat peluang ini
dan menjadikan Indonesia negara produsen
bus terbesar di Indonesia? Khususnya
buat negara-negara yang kepanasan
tropis, kita spesialis bikin bus seperti
itu. Nah, karena kalau lihat aja ekspor
bus kita ke Bangladesh itu sebetulnya
masih kecil tapi bisa punya potensi
sampai 54 triliun. Belum lagi tenaga
kerja yang tercipta bisa sampai 700.000
tenaga kerja baru loh. Wis seksi banget
ini. Nah, pertanyaannya kalau Indonesia
berhasil menguasai pasar bus dunia
khususnya buat negara-negara berkembang
ya seperti Afrika, India, Arab Saudi,
Timur Tengah, lu tahu enggak sih
perusahaan apa yang bakal diuntungkan?
Kan intinya itu supaya perusahaan lokal
kita bisa go global. Pertanyaannya
emiten apa yang bakal diuntungkan, Guys?
Dan yang kedua paling penting menurut lu
Danantara bisa enggak sih ngelobi Arab
Saudi buat pakai produk made in
Indonesia? Dan yang ketiga, Duta Besar
Indonesia tugasnya apa sih? Punya enggak
sih mereka logika bisnis untuk
memperkaya pengusaha di bangsa negara
kita ini sendiri? Dan kenapa ya sampai
detik ini kok Kementerian Luar Negeri
kita enggak punya target penjualan sih?
Target pertumbuhan ekonomi GDP 8%. Masa
cuma si Purbaya yang disuruh pusing,
stres. Gila lu. Coba share dong pendapat
kalian di kolom di bawah ini. Gimana sih
caranya supaya makin banyak, makin besar
lagi ekspor manufacturing Indonesia? Dan
semoga bisa menginspirasi supaya
Indonesia tambah maju, tambah sejahtera,
tumbuh dengan GDP di atas 8%. Oke, guys.
Semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa
share video ini sebanyak-banyaknya. Lu
setuju enggak Indonesia jadi negara
maju? Lu setuju enggak Indonesia menjadi
eksportir bus terbesar di dunia? Segera
like video ini dan share video ini
sebanyak-banyaknya. Salam sehat, salam
cuan. Bye bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:30 UTC
Categories
Manage