CRUEL!! ROTI O REFUSES CASH? Is the Rupiah No Longer Valid?
Zc-m0FdgnUA • 2026-01-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Parah nih, Guys. Kemarin viral ya,
rupiah itu katanya ditolak udah enggak
dianggap sebagai alat pembayaran yang
sah di republik ini sendiri. Gila, ini
sampai banjir nih DM kita ya, inbox kita
isinya orang banyak yang ngasih komen,
"Omix, tolong dong kasih tanggapan."
Omenix kasih saran, kasih reaction dong.
Ini gimana sih? Apa yang terjadi di
republik ini? Kok rupiah dilecehkan,
Guys? Rupiah ditolak sama toko-toko yang
jualan sekarang ini. Dan menurut lu ini
bahaya apa enggak sih bagi perekonomian
bangsa Indonesia atau janjangan justru
kabar baik? So, lu penasaran enggak sih
kalau kita bahas lebih detail lagi
terkait perhara rupiah ini yang katanya
bikin heboh di sebuah toko roti kenamaan
karena ditolak jadi alat pembayaran.
Bahkan saking hebohnya sampai mau
dilaporin ke polisi ini toko rotinya
nih. Wah, seru nih. Lu penasaran enggak
sih ada perkara apa sebetulnya? Kalau lu
penasaran jangan dikip video ini. Let's
check this out.
Jadi gini, Guys. Dari kemarin kita heboh
banget nih inbox kita penuh. Orang-orang
kayak Andrea Saragenoviandi nih, dia
bilang gini, "Nex video bahas masalah
pembayaran yang tidak boleh menolak
secara cash dong, Om Ben. Lagi viral nih
biar enggak saling berasumsi dan bisa
dijelasin apa plus minusnya pembayaran
secara cashless dan cash. Makasih." Oke,
jadi dari sekian DM yang masuk ini yang
paling logis lah. Tadi gua gak mau bahas
ini karena menurut gua aduh kita ini kan
channel investasi, kita ini channel
ekonomi, kenapa harus membahas hal-hal
begini? Reme-teme nih netizen ini enggak
ada kerjaan apa suruh tanggapin model
video begini. Cuman ini gua kasih
spesial lah nih buat teman-teman karena
inbox kita notifikasinya jadi sampai
penuh sampai ribuan ya. Jadi teman-teman
stop inbox B nih soal video toko roti
yang satu ini. Video apa ini?
Wis kalian enggak mau kasih sama dia apa
maksud saya? Hah? Iya, itu makanya aku
bilang uang cash itu harus kalian
terima. Masa harus curis nenek-nenek itu
kan enggak ada curisnya. Gimana? Udah
telepon itu bos kalian dulu cepat. Ini
masa uang bayar cash mereka tidak marah.
Apa maksudnya?
Gini ya teman-teman. Ini gua bisa
maklumin kenapa banyak kejadian kayak
begini. Karena kemarin gua juga habis
adu argumentasi ya sama kenalan gua yang
ketika kita makan gua itu malu banget.
Dia marah banget karena dia mau bayar
pakai duit cash. Enggak bisa karena
restorannya terimanya curies. Loh, ini
kan negara Indonesia, kenapa rupiah kita
enggak berlaku di negeri sendiri? Wah,
marah-marah dia. Kebetulan dia lawyer
pengacara sampai dia mau laporin polisi
itu restoran. Gila, mau diisomasi sama
dia. Nah, ini pun sama juga. Netizen
juga jadi heboh gara-gara ada sebuah
toko roti di Indonesia yang kabarnya
menolak menerima pembayaran rupiah. Itu
kalau menurut video itu. Ini sebetulnya
hal yang benar atau tidak? Boleh apa
enggak? Dan sampai ada yang mau laporin
ke polisi loh toko rotinya. Ini bener
enggak sih ini sebetulnya? Nah, gua mau
sharing dulu alur berpikir yang logis
teman-teman. Karena ini di channel ini
kita harus bicara pakai logika, bukan lu
pakai emosi. Maksudnya gini, gua bisa
maklumin karena pasti yang marah-marah
ini bukan pengusaha. Udah jelas kenapa?
Karena gini, kita kan channel investasi.
Gua sering banget dapat proposal
investasi ya, Om Benix invest dong, gua
mau buka tambang. Benix invest dong, gua
mau usaha ternak lele. Om Benix invest
dong, gua mau bisnis jual beli mobil. Om
Benix invest dong, gua mau bikin pabrik
sepeda motor dan sebagainya. Banyak
banget loh. Nah, salah satu proposal
yang paling seru itu gua pernah dapat
ajakan buat buka bisnis salon yang
berhubungan dengan kecantikan. Nah, di
situ salah satu faktor yang paling
penting menurut gua krusial adalah
ketika gua tanya orang bayar di tempat
lu itu cash apa non cash? Non cash itu
artinya bisa pakai kartu kredit, kartu
debit, atau pakai curious. Nah, dia
heran kenapa jadi inti pertanyaan ya
simpel aja. Lu datang ke gua karena lu
mau buka cabang. Tadinya lu ada satu
cabang, sekarang lu punya 1000 cabang.
Buat kelola 1000 cabang kalau seandainya
lu tarik semuanya pakai duit cash, lu
ngerti enggak buat cara kelola itu
semua? Lu bisa garansi enggak enggak
terjadi pencurian? Bahkan toko retail
nomor satu di Indonesia aja yang namanya
April Maret. Wah, pencuriannya banyak
banget. Ujung-ujungnya banyak orang yang
komplain, "Wah, kasihan banget jadi
karyawan di April Maret harus ganti rugi
terus. Setiap kali ada pencurian gaji
dipotong, gaji dipotong, gaji dipotong."
Ya wajar apa jaminannya bukan lu juga
yang maling. Itu satu. Yang kedua
namanya retail banyak orang itu bisa
nyolong. Bukan cuma pengunjungnya
nyolong. Gua bilang sama dia, "Lu kan
kosmetik, lu kan kecantikan. Lu tahu
orang nguku berapa milliliter yang
habis, berapa kutex-nya yang habis? Atau
bikin atau pakai alis segala macam.
Gimana sistem kalkulasi lu? Lu mungkin
pakai ERP dan lain sebagainya. Tapi
kalau lu meng-collek duit customer lu
masih pakai system cash, ketahuilah
pasti banyak frout. Nah, ini teman-teman
intisari yang gua mau bilang. Gua setuju
atau tidak dan kenapa ada sesat pikir di
sini? Makanya lu jangan skip video ini.
Yang pertama guys, ini gua mau bilang
ini yang satu hal yang paling krusial
ya. Bisnis di Indonesia ini banyak
banget fraud-nya. Kalau lu enggak pernah
buka bisnis apalagi bisnis retail, gua
bisa maklumiin lu marah-marah. Sama
kayak teman gue yang kayak orang gila
itu yang sampai mau gugat restorannya
gara-gara menolak duit cash. Simpel aja.
Masalah paling pelik di republik ini itu
kejujuran. Bukan cuma soal
pejabat-pejabat. No. Bahkan sampai ke
karyawan perusahaan loh, karyawan toko
loh, karyawan ruko loh. Itu masalah yang
luar biasa banyak di Indonesia. Fraud,
moral hazard. Orang tiba-tiba dapat
duit, cash, transaksi apa Om Z hari ini
R juta, gaji dia mungkin cuman Rp3 juta.
Enggak gatal dia bawa lari duit dalam 1
hari R juta itu. Lu pikir deh bahayanya
duit cash. Dan lu pikir lagi, kalau lu
pelaku bisnis usaha retail tiap hari,
padahal belum tentu lu untung lu tuh R7
juta ya, Omzet lu sehari R juta, bisa
jadi profit lu itu cuman 10% R00.000.
Tapi mindset karyawan yang gila enggak
ada otak koruptor seolah-olah bos gua
kaya raya nih sehari dapat R juta nih
padahal belum tentu profitnya 7 juta.
Dan godaan itu, Guys, lihat ada duit R
juta di laci meja kasir. Ini bahaya yang
bisa menggoda sekali. Ini udah setan
beneran karena duitnya real di depan
mata. Apalagi lu bayangin kalau punya
1000 cabang seluruh Indonesia, bisa lu
melototin satu-satu sebagai owner? Kan
enggak bisa. Tapi lu harus bayangin tiap
toko itu duit keluar masuk tuh. Ada peng
kembalian 2.000, masuk lagi R5.000,
bayar lagi Rp10.000. Bahkan toko roti
itu aja barang paling murah gua tahu ada
R8.000 perak. Namanya I dia. Orang bayar
Rp10.000 kembaliin Rp2.000. Orang bayar
Rp20.000 kembaliin Rp2.000. Orang bayar
Rp100.000 dia harus kembalikan Rp92.000.
Lu bayangkan deh. Dan itu bisa
menciptakan moral hazard. Apa ya?
Penggelapan, ya. korupsi, uang dibawa
kabur. Bukan sekali dua kali cerita ini.
Tapi gua bisa maklumi kalau lu bukan
pengusaha pasti enggak sampai logika
itu. Semua pengusaha di kolong langit
ini kecuali cita-citanya cuci duit pasti
lebih pilih duit non cash. Kenapa? Bukan
cuma soal masalah fraud. Fraud itu
memang banyak metodenya buat
menanggulangi. Misalkan lu pakai ERP,
misalkan lu pakai software SAS, tapi dia
bisa juga karyawannya nyolong. Jangankan
itu, lu tahu restoran kepiting paling
terkenal di balik papan, kepiting
Dandito itu kenalan gua. Kemarin habis
ngobrol di sini di meja makan kita makan
siang bareng sama yang punya Dandito.
Dia baru ketipu sampai ratusan juta sama
karyawannya. Kenapa? Karena ternyata
mereka pura-pura input tapi ternyata
tidak diinput transaksinya itu ke dalam
sistem sampai ketika udah ratusan juta
baru ngeh. Jadi ini masalah yang sangat
pelik, Guys. Terkait megang duit cash
itu menciptakan moral hazard. Tahu-tahu
dia beli Honda Jazz baru. Brengsek
memang buat teman-teman di situ. Jadi,
lu bisa dapat perspektif baru bahwa
kalau lu sebagai pengusaha yang benar
ya, kecuali niat lu cuci duit, lu akan
sangat peduli dengan transaksi lalu
lintas uang itu yang benar. Bahwa
semakin ada kehadiran uang fisik semakin
besar kemungkinan fraud. Sama seperti
pemerintahan, PNS, pemerintah daerah.
Kalau bisa transaksikan di situ
cas-kesan. Simpel aja biar gampang
korupsi. Tapi lu bayangkan kalau semua
transaksi cash itu dilarang di republik
ini, gua jamin korupsi itu berkurang.
Tapi yang memungkinkan korupsi itu
terjadi, yang memungkinkan kasir-kasir
itu nyolong ya karena masih ada duit
cash. Dan lu jangan anggap ya masalah
terbesar itu juga soal korupsi. Pak,
gimana lu? Jangan asal dulu dong, Omen.
Gimana kalau karyawannya jujur? Apakah
perusahaan tetap rugi? Bisa jadi. Karena
itu juga kebocoran. Kebocoran apa?
Kebocoran waktu, kebocoran efisiensi
kerja. Kenapa? Dan kebocoran ini bisa
membebani keuangan perusahaan. Contohnya
gini, lu bayangkan ya, lu transaksi
retail, lu punya toko retail, barang lu
apa? Katakan roti. Roti lu roti murah
harga Rp10.000, tapi sehari transaksi
bisa 2.000 kali. Misalkan kalau
transaksi sehari sampai 2000 kali, terus
tiap hari kan harus tutup buku. Harus
cocokin balance enggak duit yang keluar,
kembaliannya pas enggak, item kita
sesuai enggak yang stok yang ada di
gudang itu kan menciptakan ekonomi biaya
tinggi. Maksudnya apa, Pak? Ya,
karyawan-karyawan ril bukan pengusaha
makan kayak lu enggak nyambung. Tapi
kalau lu pengusaha lu pasti nyambung.
Tiap hari harus tutup buku, tiap hari
harus stopnam, tiap hari harus cek.
Bener enggak katanya Om Z Rp7 juta hari
ini. Benar enggak ada 7.000 R000 item
yang keluar hari ini. Benar enggak?
Kembaliannya juga ada sekian. Karena
pagi-pagi hari lu udah stok uang buat
kembalian. Lu bayangin dari pagi udah
harus siapin stok kembalian buat barang
yang belum tentu laku. Tapi nanti di
akhir hari lu harus balancing stok di
pagi hari, duit di pagi hari, kembalian,
uang masuk, uang keluar sama enggak?
Inventory sama enggak? Stres enggak?
Stres. Dan lu harus bayangkan kalau
seandainya sehari ada tiga shift,
karyawan harus ganti shift tiga kali
sehari. Dan tiap ganti shift ternyata
ada selisih. Artinya apa? Akan terbuang
waktu kerja lu buat hitung duit yang
hilang ke mana. Siapa yang jadi kasir
waktu itu, siapa yang tugas waktu itu,
transaksinya jam berapa? Waduh, buka
CCTV hancur lebur. Lu ini sebenarnya mau
bisnis satpam apa mau bisnis jualan roti
sih? Ujung-ujungnya apa? Karyawan potong
gaji. Ujung-ujungnya apa? Jam kerja
terbuang. Ujung-ujungnya apa?
Operasional toko. Harusnya mungkin cuma
9 jam sehari, tapi gara-gara si goblok
salah ngitung, apa yang terjadi? Bisa
jadi 12 jam sehari. Biaya tinggi, kerja
jadi enggak efisien. Harusnya waktunya
bisa keluar buat bikin produk baru, buat
riset produk baru, buat masak lagi buat
besoknya persiapan bersih-bersih. Tapi
udah habis waktunya cuma buat ngitungin
kembalian lu. Cuma buat ngitungin
selisihnya hilang 200 perak. Ke mana ya
1700 perak? Worth it enggak sih? Lu
bukan pengusaha makanya lu bisa salot.
Tapi kalau lu pernah jadi pengusaha lu
pasti ngerti apa yang gua bilang. Ini
menciptakan ekonomi biaya tinggi. Yang
ketiga, lu pernah bayangin enggak kalau
seandainya lu punya toko, toko lu
sedemikian rameai, tiap hari harus
terima uang cash ya kalau R juta. Gimana
kalau R0 juta setiap hari? Terus duit
cash itu gimana? Ti simpel gitu di balik
laci setiap hari hilang lu dibelah nih.
Kalau perlu dimaling semeja-mejanya
kali. Bahaya dong. Artinya apa? Tiap
hari lu harus tutup buku duitnya harus
dietor ke bank supaya enggak kena
rampok. Kalau lu punya 1000 cabang lu
bayangin lu harus jemputin satu-satu.
Kan PR, Bro. duit ini setahu gua gak
bisa teleport tuh ke bank atau ke ATM.
Enggak harus dibawa, harus diantar,
bahkan mungkin dikawal. Nah, proses
pemindahan ini apalagi kalau jumlahnya
banyak banget, Guys. Ujung-ujungnya apa?
Lu akan keluar biaya lagi karena lu
harus gaji orang buat pindahin duit itu.
Belum lagi kalau ngitung lagi, belum
tentu dari kasir Rp73.820.000.
Ketika nyampai ke bank apa masih
Rp73.820.000.
Berarti kan harus ada dihitung lagi.
Hitung ulang lagi. PR lagi. Lah kalau
kurang gimana? Kalau ada selisih gimana?
Keluar lagi biaya tinggi. Jadi asalan
ketiga apa? Lu keluar lagi pikiran lu
buat mikirin distribusi duit ini gimana,
nabung ke banknya gimana. PR enggak,
Guys. Nah, yang keempat. Nah, ini
masalah sepele tapi sebetulnya brutal
sih. Namanya bisnis retail ya. Lu tahu
enggak sih kalau seandainya harus nyari
uang kembalian? Tadi gua bilang ya,
kalau kembalinya R.000, 17.500, 23.455.
Lu gimana ceritanya? Transaksi lu ada
7.000 orang ngantri nih. Lu harus
ladenin uang kembalian. Iya, kalau ada
barangnya. Iya, kalau ada pecahan Rp50.
Iya, kalau ada pecahan Rp2.000. Kalau
enggak ada, Pak, misi dulu ya, Pak. Saya
tanya dulu sama toko sebelah, "Pak,
bentar ya, Pak. Saya tukar dulu ya, Pak.
Enggak ada uang kecil lagi." Gila, lu
antrian makin panjang. Toko rugi.
Jeblok. OMZ hancur, simpel. Cuma perkala
duit receh. Jadi menurut gua ini hal-hal
yang enggak penting yang sebetulnya bisa
kita eliminasi, Guys. Cuman ya sayangnya
enggak semua orang juga punya logika
berpikir yang sama. Dan kalau lu enggak
sekali lagi ya, kalau lu bukan pelaku
usaha, lu pasti enggak nyambung sama
yang gua bilang ini. Kenapa? Karena
ternyata duit di depan mata itu
menciptakan moral hazard, menciptakan
biaya tinggi, menciptakan inefisiensi
dalam pengembalian uang receh, dalam
transportasi, tabungin ke bank. Dan yang
paling bahaya lagi, lu percaya enggak
sih bisnis-bisnis retail yang sering
terima duit cash, pasti karyawannya
sering kasbon. Nah, cuma pelaku usaha
yang tahu. Akhir bulan potong gaji, Pak,
potong gaji enggak? Jujur ya. Benar
enggak? Kalau teman-teman di sini ada
yang merasakan karyawan gua, kenapa hobi
kasbon? Sadarilah. Karena lu masih pakai
duit cash di toko lu, toko bangunan lu,
toko semen lu, toko sate ayam lu. Selama
lu pakai duit cash, percayalah banyak
kebocoran-kebocoran, banyak inefisiensi
yang terjadi dan ini bahaya banget. Tapi
Om Benix, nah namanya juga netizen, ada
aja nyinyir, lu pasti nanya lagi, "Berti
Om Benix mendukung dong pelecehan
rupiah." Padahal mereka ini harusnya
bisa dipidana. Kata siapa? Yang bener lu
udah baca belum undang-undangnya? Simpel
aja. Banyak ya di Indonesia ini
influencer asal bacot tapi enggak ada
otak. Enggak pernah baca undang-undang.
Media-media online apalagi tempe baca
main the gang. Enggak ada otak juga
orang goblok isinya. Apa mereka asal
bacot mereka bilang, "Wah, ini harusnya
dipidana, harusnya dipenjara. Padahal
mau meres-meres doang." Ah, udah biasa
itu. Jadi gini, Guys. Simpel aja, Guys.
Kita harus selalu mengacu sama
undang-undang. Ini ditulis di
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011. Lu
lihat di layar kaca di pasal 23 isinya
apa? Setiap orang dilarang menolak untuk
menerima rupiah yang penyerahannya
dimaksudkan sebagai pembayaran untuk
menyelesaikan kewajiban transaksi. Oke,
itu maksudnya. Ada lagi pasal 33. Pasal
33 juga mengatur lagi setiap orang yang
tidak menggunakan rupiah dalam A setiap
transaksi yang mempunyai tujuan
pembayaran, B. Penyelesaian kewajiban
lainnya yang harus dipenuhi dengan uang,
atau C. Transaksi keuangan lainnya
sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat
1 dipidana dengan pidana kurungan pay
yang lama 1 tahun dan denda paling
banyak Rp200 juta. Terus ada lagi ayat
2-nya, setiap orang dilarang menolak
menerima rupiah. Jadi artinya Benix
mendukung orang yang menolak rupiah ini.
Simpel, Guys. Lu bisa bedain enggak?
uang digital, uang kertas, uang giral,
uang yang ada mungkin di bank digital
lu. Karena yang gua mau bilang gini, dia
bukan menolak rupiah loh. Lu jangan
berasumsi rupiah yang dimaksud dalam
undang-undang ini ya, rupiah dalam
artian koin, kertas, enggak. Beda. Yang
dimaksud sebagai alat pembayaran yang
sah di republik ini rupiah. Bentuknya
bisa dalam bentuk digital, bentuknya
bisa dalam bentuk jalur transaksi via
curies atau via debit card. Kalau pakai
logika lu yang bilang ini harusnya di
penjara karena menolak rupiah, lu bisa
bayangin enggak sampai detik ini ada
jutaan orang Indonesia transaksi pakai
kartu kredit. Enggak pakai uang kertas,
pakai kartu kredit. Harusnya masuk
penjara dong mereka pakai logika. L kan
enggak. Kenapa? Karena pada intinya
mereka transaksi pakai rupiah. Sah
enggak kalau ada restoran yang bilang,
"Saya cuma terima pembayaran pakai kartu
debit atau kartu kredit." Atau bahkan
lebih spesifik lagi, saya sebagai
restoran cuma mau menerima pembayaran
pakai kartu kredit bank yang warna
kuning. Boleh enggak? Boleh-boleh aja ya
toko-toko punya dia kalau lu enggak
senang jangan makan di situ dong. Simpel
enggak? Setuju enggak lu? Tapi dia
menolak rupiah enggak? Enggak. Dia
menerima rupiah. Tapi dia menerima
rupiah hanya dalam bentuk kartu kredit
yang mungkin dia lagi ngumpulin poin,
yang mungkin dia lagi ada promo sama
bank itu. Ya, Unos. Enggak peduli,
enggak ada urusan. Tapi yang ilegal
adalah kalau restoran itu berada di
Indonesia dan dia bilang, "Lu cuma boleh
bayar pakai Bitcoin, itu ilegal. Enggak
boleh." Atau kita cuma menerima alat
pembayaran. Kalau lu bayar pakai krypto
atau dolar atau peso boleh enggak?
Enggak boleh. Tapi boleh enggak dalam
pengertian undang-undang itu bayarnya
pakai rupiah via curies? Boleh enggak?
Boleh. Jadi faktanya mereka masih
menerima rupiah sebagai alat pembayaran.
Dia enggak melanggar undang-undang.
Sorry nih gua enggak sepakat sama
orang-orang media-media tempe bacem
influencer cap kaki li dan sejenisnya
yang hobinya bikin kerusasana. Padahal
sebetulnya di sini enggak ada peristiwa
yang wow karena faktanya mereka masih
menerima rupiah sebagai alat pembayaran.
Tapi yang tidak diterima apa? Bentuknya
dalam bentuk non tunai. Dan ini tidak
diatur di Undang-Undang Nomor 7 Tahun
2011. Enggak ada kewajiban lu harus
bayar pakai uang logam, enggak ada
kewajiban lu harus bayar pakai uang
kertas. Enggak. Makanya baca lagi
undang-undangnya. Yang ada apa? Lu wajib
bayar pakai rupiah gitu, Guys. Jadi,
dari sini, Teman-teman, semoga udah
cukup jelas ya yang dilakukan oleh toko
roti itu enggak ada pelanggaran, enggak
ada pidana. Mereka masih menerima
pembayaran dalam mata uang rupiah, iya,
tapi bentuknya aja yang enggak dalam
bentuk sesuai keinginan lu. Bentuknya
apa? Non tunai gitu. Tapi by the way,
Guys, kalau kita mau jujur-jujuran nih,
gua kan ada bikin an tuntutan Benix ya.
Kita pengin Indonesia jadi lebih bersih,
ya. Gua udah berulang kali menyuarakan.
Memang suka enggak suka kalau lu pengin
negara ini bersih dari korupsi, mau
enggak mau kita itu harus mengurangi
transaksi dalam bentuk uang cash.
Makanya kalau lu lihat tuntutan Bix itu
simpel, cuman delan kok, tapi kita ada
tuntutan nomor 5 dan ini udah gua
suarakan sejak lama sebelum video viral
ini. Bahkan bahkan kalau lu transaksi di
Indonesia nilainya besar di atas R juta,
gua pengen diwajibin pakai transaksi
transfer non tunai, curies atau apapun
itu supaya apa ketrack. Malah justru
teman-teman itu harus senang kalau ada
toko yang menolak pembayaran dalam uang
kertas. Kenapa? Gua udah berulang kali
ya, ada toko pempek favorit gua. Bangsat
memang. Tiap kali makan di situ harus
bayarnya cash. Brengsek. Kesal gua.
Ujung-ujungnya apa? Harus nyebrang
jalan. Gua udah jalannya gede bisa mati
di lintas mobil. Cuma gara-gara gua
harus nyebrang ambil duit K ATM bayar
mereka. Ya enggak mau terima duit curies
gua kan brengsek. Tapi gua udah tahu
maksudnya apa. Pencucian duit si bangsat
ini enggak mau bayar pajak.
Mentang-mentang toko MPMP-nya laku, we
momen kesempatan semua yang transaksi di
sana harus pakai cash. Simpel aja. Dia
ngaku hari ini omset-nya cuma Rp500.000,
realitanya R500 juta. Siapa yang tahu
orang bayarnya uang cash. Akibatnya apa?
Negara dirugikan. Lu juga yang
dirugikan. Nanti lu komplain kalau aspal
di rumah lu jalannya jelek, ya gimana
enggak jelek. Orang yang enggak bayar
pajak gimana mau bayar pajak. Lu aja
hobinya bayar pakai cash. Nyambung
enggak logika berpikir lu? Makanya lu
jangan heran lu tahu enggak ada toko
buah-buahan lah. Salah satu yang paling
terkenal di Medan. Lu tahu enggak di
situ? itu dia senang banget lu bayar
pakai uang cash. Bahkan kementerian
Kazakhstan hobi beli oleh-oleh di situ
sekali belanja Rp75 juta, R300 juta.
Kenapa? Karena bayar pakai cash. Kenapa
kalau bayar pakai cash bisa ada
kickback? Wis senang Kementerian
Kazakhstan transaksi di toko buah
favorit kita itu yang merupakan itu
enggak logis. Masa beli durian bisa
bayar R200 juta? Enggak logis. Tapi jadi
logis karena bayarnya cash. Coba
bayarnya pakai bank. Takut mereka
ketrek. Kok bisa-bisanya lu duit
berpindah R00 juta pakai bank keedetect
langsung tuh selesai. Tapi sepanjang
masih banyak orang-orang yang
membudayakan transaksi cash, sepanjang
itulah negara kita bakal banjir
koruptor. Kenapa? Karena mempermudah
tindak kejahatan. Dan gua setuju, sekali
lagi gua ulangin ya, gua setuju bahwa
kita harus membudayakan transaksi non
tunai dan ini harusnya kita gaungkan dan
teman-teman harusnya sepakat kita itu
mengurangi transaksi cash. Dan gua
langsung Victor, teman-teman. Pulang
dari sini pun bisa langsung Victor sama
Victor maksudnya pikiran kotor. Kalau lu
pergi ke restoran, lu pergi ke toko
roti, lu pergi ke toko apapun dan mereka
menolakis, lu harus curiga. Oh, lu mau
cuci duit ya? Oh, lu enggak mau bayar
pajak. Ya, simpel. Karena kalau dia
jujur, dia pasti lebih pengin tokonya
efisien, tidak biaya tinggi, tidak ada
kecolongan. Enggak apa-apa ke track
pajak transaksinya lewat bank, enggak
apa-apa. Emang mereka tidak nyolong,
simpel. Tapi justru ketika dia hanya
menerima cash, lu harus curiga. Dan
teman-teman ya, lu harus pahami ya,
transaksi pakai curies itu biayanya juga
enggak mahal. Biayanya 0% bahkan buat
pengusaha UMKM. Nah, kalau usahanya agak
gedean dikit transaksinya juga sekitar
0, sekian perse transaksinya. Jadi
sebetulnya enggak mahal. Aneh kalau
logika. Iya, nanti kita bayar fee
kemahalan. No. Kalau pengusaha kecil lu
0% kok pakai curis. Jadi buat apa lu
takut? Kecuali lu memang hobinya cuci
duit. Simpel, simpel. Dan kita juga
harus berbangga sebenarnya dengan
curious ini. Kenapa? Karena sebelum ada
eranya curies ya, kita tuh bayar tuh
pakai namanya kartu apapun itulah
Mastercard Visa atau segala macam itu
mereka ngecas MDR, merchant discount
rate. Rate-nya gede bisa sampai hampir
2% per transaksi. Gede loh 2%. Terus
kita memperkaya mereka tuh Amerika,
asing karena mereka yang semua punya
infranya. Buat apa? Mendingan kita pakai
teknologi ciptaan kita sendiri yang
namanya curious ini V transaksinya 0%
kok. Kenapa lu malah berbangga hati
pakai yang lebih mahal atau justru yang
lebih mencurigakan kayak transaksi uang
cash, uang kertas, uang koin lu? itu
jangan mau lu disetir sama media-media
anjing peliharaan Geor Soros ini.
Seolah-olah negara zalim. Enggak. Justru
yang zalim itu yang cuma mau menerima
duit cash. Hati-hati loh. Hati-hati. Dan
wajar mereka anti banget. Wajar mereka
menyuarakan itu supaya apa? Kan duit
cash ini gampang dieploy. Kalau nanti
mau pemilu nyogok-nyogok orang pakai
duit cash enggak bisa pakai transfer ke
1000 orang itu enggak bisa guys pakai
cash pakai amplop serangan fajar itu
realitanya. Dan lu yang membiayai itu.
Kalau lu masih anti dengan yang namanya
curies. Kenapa mereka anti banget dengan
pembayaran non tunai? Simpel. Karena
pembayaran non tunai karena pembayaran
curis lewat bank. Pembayaran lewat bank
gampang dilacak. Pelaku kriminal tidak
mau dilacak. Entah penggelapan pajak,
pencurian, korupsi, jual narkoba. Mereka
senangnya transaksi cash tetap ada di
Indonesia. Makanya teman-teman jangan
heran ya, ada sebuah kota di Indonesia
nih yang ngetren banget buka coffee shop
di sana. Mungkin bisa tebak nama
kotanya. Sepanjang jalan isinya coffee
shop semua. Tapi pengunjungnya enggak
ada sepi. Tapi enggak pernah
bangkut-berangkrut coffee shop itu.
Kenapa? Ya simpel. Karena orang korupsi
dari kota besar dari Jakarta. Pergi dia
ke kota kecil itu, dia buka coffee shop.
Buat apa? Cuci duit. Pembayarannya dari
mana? Enggak mau pakai curious.
Seolah-olah tiap hari ada 500 customer.
Kali sejuta aja R500 juta tiap hari dia
bisa cuci. Karena dia tidak terima
curies. Karena dia maunya pembayaran
cash. Siapa yang bisa verifikasi hari
ini ada 700 customer atau 2.000
customer? Enggak ada. Karena pembayarnya
kan cash, ngaku-ngaku aja dia tinggal
nyatat. Itu guys bahayanya. So,
teman-teman harus ingat setiap kali lu
menggunakan curious, setiap kali lu
pakai kartu-kartu non cash, imani, kartu
debit, kartu kredit, sebetulnya lu itu
sedang berada di jalur yang benar.
Karena lu mendukung BENX, karena lu
mendukung pemerintah kita buat
memberantas aktivitas korupsi, Guys. Dan
lu mendukung supaya makin banyak
pengusaha-pengusaha kita yang bayar
pajak. Jadi kalau di luar sana itu
penginnya di inbox gua kalau bacain,
"Wah, Benix, lu harus membela rupiah, lu
harus hancurkan itu toko roti." Eh, no
no. [musik]
Gua setuju dengan curis. Gua setuju kita
harus memberantas korupsi. Dan salah
satu contoh pemberantasan korupsi apa?
Ya, lu bayar pakai non tunai.
Dan gua yakin percaya, Guys. Semakin
banyak [musik] orang Indonesia yang
pakai pembayaran not tunai, pembayaran
curies ini, percaya enggak sih Indonesia
bakal makin bersih? Gua garansi, Guys.
Bakal makin bersih. Orang bakal makin
takut aneh-aneh. Dan buat teman-teman
yang hobinya nyinyir, bahkan
netizen-netizen yang nyuruh ini
dipolisikan, dipidanakan, pengkhianatan
terhadap bangsa toko roti yang satu ini.
Nah, gua kasih contoh. Negara maju aja
bercita-cita pengin kayak Indonesia.
Negara maju aja pengin punya curies
kayak kita. Mereka pengin sekali bisa
kayak kita karena mengurangi biaya. Lu
kira cetak duit kalau rusak enggak
keluar biaya, duitnya dibakar terus
cetak yang baru lagi. Lu kira enggak ada
keluar biaya buat cetak duit itu yang
rusak-rusak itu? Karena duit kertas itu
enggak forever. Itu biaya tinggi loh.
Belum lagi distribusinya dari percetakan
perur distribusi lagi kan biaya loh.
Mereka juga pengin loh negara-negara
lain tuh pengin punya curis kayak kita.
Kok malah kita disuruh menghina curis
kita sendiri. Lu setuju sih? Aneh loh.
Ketahui guys, banyak negara-negara jauh
lebih canggih dari kita. Jepang, Jerman,
Belanda. Bahkan mereka itu sudah sampai
melarang transaksi tunai loh buat
transaksi-transaksi gede. Enggak mau
mereka takut mereka. Simpel aja. Karena
di negara yang waras, di negara yang
modern, di negara yang anti korupsi,
penggunaan uang cash wajib dihilangkan.
So, pertanyaannya, lu pengin enggak
Indonesia jadi lebih maju? Kalau gua sih
pengin. Dan buat teman-teman yang sebel
banget atau yang anti banget kayak teman
gua salah satunya, gua kesal banget sih.
Mereka ngotot aja. Ada aja alasannya.
Karena menurut gua terserah pengusahanya
yang kalau kecurian kasirnya mabuk.
Bukan lu juga yang nanggung. Emang lu
mau ganti rugi kalau kecurian kasirnya
karena lihat uang cash gede. Kalau
uangnya juga dipindahin ke bank terus
ada hilang mobilnya kebakaran, lu mau
ganti rugi? Enggak juga kan? Kalau
kembalian enggak punya stok kembalian
harus kececeran nih karyawan mereka
nyari pinjaman dari toko sebelah. Terus
ada selisih lu masih mau ganti kan
enggak? ya udah kebijakan tokonya dia
terima rupiah, tetap terima rupiah tapi
dia enggak mau terima bentuk cash. Kalau
lu gak bisa terima itu, lu gak usah
belanja di situ. Simpel banget hidup
ini. Enggak usah lu bikin ribet lah.
Nah, anyway itu kan pandangan gua karena
gua ngerti gimana bisnis di Indonesia,
gimana tantangan menjadi pengusaha
rettail di Indonesia. Kalau menurut lu
gimana, Guys? Lu setuju enggak dengan
netizen-netizen biadab di luar sana itu
yang mengatakan bahwa ini tindakan
tercela, yang mengatakan bahwa harusnya
dipidana ini toko rot ini. Lu setuju
enggak sama mereka? Atau lu lebih setuju
dengan Benix? Justru kita harus
membudayakan pembayaran non tunai, Guys.
Supaya Indonesia lebih bersih lagi.
Bebas dari korupsi, bebas dari penipuan
pajak, bebas dari pencucian uang. Lu
lebih pilih yang mana sih? Segera tulis
dong kolom komentar di bawah ini
pandangan kalian gimana sih soal
pembayaran non tuna ini. Harusnya kita
binasakan aja. Kalau gitu ceritanya
curies ini kita tutup aja. Lu setuju
enggak kalau curies kita tutup aja?
Semua orang kembali lagi ke zaman batu
bayar pakai uang kertas. Lu lebih setuju
begitu enggak? Atau memang benar kata
Benix, tuntutan Benix nomor 5 yang
menyatakan bahwa peredaran uang kertas
wajib kita batasin. Transaksi di atas R
juta wajib transfer. Kalau lu setuju
dengan pernyataan Benix, segera dong
dukung BENX di churche.org supaya
Indonesia bisa jadi lebih baik lagi.
Segera isi petisi dengan link yang ada
di bawah ini. Kasih linknya di bawah
ini, teman-teman. Segera isi petisinya.
Segera share sebanyak-banyaknya kalau lu
pengin Indonesia jadi lebih baik. Oke,
guys. Semoga video kita bermanfaat.
Selamat sehat. Salam cuan. Gua makan
dulu.
Tapi emang enak banget sih, Guys. Gua
suka banget makan ini kalau gua lagi ke
bandara atau ke naik kereta jarak jauh.
Gua su banget enak.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:54 UTC
Categories
Manage