Transcript
u5gMzsix42Q • BATUBARA RI NYUNGSEP 2026?! Bea Ekspor Naik, Jalan Didemo, Jalur Air Kena BENCANA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0533_u5gMzsix42Q.txt
Kind: captions Language: id Good news teman-teman. Di tahun 2025 teman-teman pasti udah merasakan cuan besarlah multibagger. Bahkan banyak yang cuannya di atas 100%. Nah, tahun 2026 gimana nih? Bakal makin seru atau bakal makin nyungsep nih? Nah, ini good news-nya lagi nih. Kenapa kita bikin video ini? Ternyata tahun 2026 ini kita lihat akan ada banyak perusahaan yang akan memperkaya kalian dan cuannya juga enggak main-main. Bahkan banyak yang bisa di atas 300% loh. Lu penasaran enggak sih perusahaannya apa? Dan yang lebih penting lagi teman-teman lebih penasaran enggak? Ada juga loh saham-saham yang bakal makin nyungsep di tahun 2026. Tahun 2025 udah nyungsep, tapi tahun 2026 bakal makin nyungsep lagi. So kalau lu penasaran jangan dikip video ini. Let's check this out. [musik] Jadi teman-teman sebelum kita bahas lebih lanjut, disclaimer dulu ya. Ini video bukan buat lu rekomendasi jual, beli atau hold saham tertentu. Enggak ada. Video ini kita buat untuk mengedukasi teman-teman terkait ya perkembangan ekonomi di Indonesia dan gimana outlooknya Benix di tahun depan. Dan karena dari kemarin begitu banyak media-media tanah air, bahkan media Singapura juga interview gua, minta pandangan gua terkait Outlook Ekonomi Indonesia tahun 2026 seperti apa. Menurut gua ribet banget dibanding gua harus ngetik satu-satu jawabannya. Udah lu tinggal nonton video Benix aja. So, let's check this out. Jadi, yang pertama kita paling penting ini adalah sektor yang disukai oleh mungkin banyak investor di Indonesia, gua pengecualian, tapi banyak investor di Indonesia senang sama satu komoditas ini. Komoditas ini sangat dirindukan. Kenapa? Karena semua dari kehidupan manusia hari-hari ini pasti membutuhkan ya perusahaan yang satu ini. Nah, Teman-teman sebelum kita bahas saham yang bakal kasih lucuan, lu juga harus tahu saham apa yang menurut Benix bakal makin nyungsep di tahun 2026 nanti. Kenapa? Gua mau bahas spesifik kali ini tentang emas hitam, yaitu batu bara. Nah, banyak orang yang makin ke sini makin cinta lingkungan katanya sih, tapi mereka tetap hobi pakai laptop, dengar musik, joget-joget, dan mereka lupa semuanya itu berasal dari listrik. Listriknya itu berasal dari mana? Batuara, Guys. Nah, teman-teman, banyak orang yang lagi benci nih sekarang dengan energi kotor ini, batu bara. Tapi ya suka enggak suka listrik di rumah lu, gua yakin dan gua garansi itu sumbernya dari batu bara. Jadi memang suka enggak suka kenyataannya, realitanya Indonesia ya menggantungkan hidupnya, ekonominya, industrinya pada sektor batu bara. Nah, kenapa batu bara ini penting ya? karena dia sumber energi yang murah, sumber energi yang banyak, efisien, dan kita jujur aja cadangan kita pun di bumi kita ini walaupun ah ratusan juta ton yang kita terkeruk setiap tahunnya, tapi enggak habis-habis. Jadi wajar aja memang ketahanan energi nasional kita bergantung sama batu bara. Dan jujur aja kalau lu bicara tentang ekonomi Indonesia, APBN Indonesia, sumber pendapatan negara kita ada yang namanya PNBP, penerima negara bukan pajak. Jadi di luar pajak ada penerima negara dari apa? royaltiy Batubara yang sampai detik ini ya per 18 Desember 2025 sektor pertambangan ini sudah menyumbangkan 228 triliun. Nah, dari 228 triliun sumbangan sektor pertambangan ke APBN Indonesia, lu tahu enggak? Ternyata lebih dari 50%-nya alias 124 triliun disumbangkan dari sektor batubara. Wah, seru nih. Jadi di video ini kita bakal bikin delan alasan, Guys. Kenapa menurut Benix tahun 2026 adalah tahun yang paling seru kalau lu adalah investor saham batuara. Makanya jangan skip video ini. Apalagi alasan yang terakhir bakal bikin lu tergoncang bahkan sakit jiwa. Kenapa? Karena yang pertama ya dari delapan ini yang pertama batu bara itu permintaannya stagnan. Jadi berdasarkan data yang kita punya ya, impor batu bara. Ingat ya, tujuan batu bara kita itu ada yang ke India, ada yang ke Cina, ada yang ke Jepang. Mereka pengimpor batu bara kita ternyata permintaannya enggak sebanyak itu. Ternyata cenderung stagnan hampir enggak ada growth cuman sekitar 0,5%. Udahlah nothing. Yang namanya juga bisnis lu kan butuh customer. Apapun produk lu, lu butuh customer. Nah, alasan pertama kenapa menurut Benix batu bara akan makin nyungsep? Simpel aja karena permintaannya stagnan bahkan bisa jadi berkurang. Nah, kenapa ini bisa terjadi? Kenapa demand-nya bisa stakn? Ya, jujur aja karena masalah supply. Ingat ya, ekonomi itu hukumnya simpel, supply and demon. Ternyata, ini alasan kedua, ternyata pasar itu masih dalam kondisi over supply. Indonesia setiap tahun ekspor tuh ratusan juta ton, Guys. Di atas 600 juta ton setiap tahunnya. Nah, ternyata customer-customer kita yang ada di India, yang ada di China itu mereka sudah mulai membuka masif cadangan mereka yang selama ini mereka sembunyikan. Sekarang mereka sudah mulai meningkatkan produksi di dalam negerinya sendiri. So, kalau seandainya produksi di dalam negerinya mereka bisa meningkat, artinya kebutuhan mereka akan barang impor dari Indonesia akan makin berkurang. Nah, yang jadi masalah ternyata udah jelas permintaannya berkurang di luar negeri, tetapi suplly kita masih kebanyakan. Dan ingat, bukan cuma Indonesia loh yang bisa jualan batu bara. Jadi, kondisi market di tahun 2025 kita oversupply batu bara. Tahun 2026 akan makin parah nih over supply batu bara. Artinya apa? harga batu bara bakal makin nyungsep di tahun 2026. Nah, alasan ketiga kenapa menurut gua ini tahun yang sangat seru buat batu bara ya di tahun 2026 ya karena lagi-lagi lu tahu ya ada yang namanya kewajiban domestik sebagai pengusaha batu bara di Indonesia apa? DMO domestic market obligation. Artinya lu sebagai pengusaha batuara eh lu enggak boleh dong ekspor semua energi kita ke luar negeri. Nanti mau makan apa kita? Nanti lu enggak bisa masak rice cooker kan perlu listrik. Kalau semua batu bara kita kita kirim ke Cina, kita kirim ke India, kita kirim ke Jepang, terus yang di lokal dapat apa? Nah, akibatnya apa? Mau enggak mau pengusaha itu dipaksa buat jual ke dalam negeri. Jualnya di harga rugi, Guys. Jualnya di harga diskon, Guys. Jadi, hari-hari ini harga batu bara itu di atas 100$00 dolar. Tapi karena ada DMO domestic market obligation, mereka punya kewajiban untuk men-suplai batu barangnya ke dalam negeri. Akibatnya apa? Mereka tuh harus rela kalau di luar harganya 100 dolar per ton. Mereka sekarang kalau dalam negeri dikunci 70 per ton. Jadi lu bayangin ya kalau lu jadi pengusaha batu bara lu pasti bet. Kenapa ya? Karena lu dipaksa jual murah. Kenapa lu enggak kesal? Padahal di luar negeri banyak yang mau beli di harga 10000 dolarlar. Eh lu sekarang harus jual 70 per ton. Is this the bad news or a good news? Guys? Ini bad news buat pengusaha batubara. Tapi good news buat kita konsumen. Akibatnya apa? Kita bisa dapat listrik yang harganya enggak mahal. Gua enggak bilang enggak murah juga, tapi gua juga bilang enggak mahal. Kenapa? Karena listrik kita jujur per KWH kita bayar jauh lebih murah dibandingkan negara tetangga kita yang ada di Singapura dan lain sebagainya. Nanti kita bahas lebih detail. Itu alasan ketiga. Alasan keempat, ah teman-teman kan sudah tahu udah harganya murah di MU, udah over supply, udah demand-nya juga berkurang, tapi apa yang terjadi? Biaya produksi batu bara akan makin naik di tahun 2026. Kenapa biaya produksi bisa naik? Ya lu sudah tahulah Indonesia ya bukannya berusaha mengurangi inflasi tapi yang dilakukan adalah demonstrasi buat minta naikin gaji. Jadi UMR di mana-mana bakal naik nih signifikan nih seluruh Indonesia itu udah tekanan tuh buat mengusah batu bara. Padahal di MO 70 itu sudah bertahun-tahun harganya enggak bergerak, Guys. Di situ-situ aja. Padahal inflasi naik terus, UMR naik terus. Dan yang paling seru, Teman-teman tahu kita ada kewajiban yang namanya apa? Menggunakan biosolar, biodiesel dari minyak sawit buat beli solar. Jadi dulu namanya B40 ya. Jadi 40% itu dari minyak sawit. Nah, ini mau dinaikin lagi nih. Jadi B50. Lu bayangin kalau jadi B50 pengusaha sawit senang. Ya, pengusaha sawit senang. Soalnya kelapa sawit dia jadi bisa diproses hilirisasi di dalam negeri. Ya, tapi dari sudut pandang pengusaha batu bara, salah satu komponen cost terbesar dalam bisnis batu bara apa? Lu beli alat berat, lu mengoperasikan alat berat, lu punya kapal buat pindahin itu, lu butuh truk buat hauling batu bara lu. Ini berhubungan dengan transportasi. semuanya butuh solar. Mau truk lu buat angkat batu barangnya butuh solar. Ekskavatornya butuh solar. Kalau lu ada crasher, crashernya butuh solar. Kalau lu ada kapal, kapalnya butuh solar. Semuanya butuh solar. Dan sekarang siap-siap teman-teman akan bayar lebih mahal buat itu semua. Kenapa? Karena dengan adanya program B50 kalau ini jadi dijalankan, good news for sawit. Kita happy, everybody's happy. Tapi untuk mengusah batu bara50 artinya mereka harus upgrade. Kenapa? Biaya pemeliharaan pasti naik. B50. Artinya lu akan lebih sering maintenance, lu akan lebih sering ganti filter solar, lu akan harus memodifikasi mesin lu untuk beradaptasi dengan B50. Kenapa? Karena kalau lu enggak benar maintenance-nya, siap-siap aja mesin lu bisa kebanjiran sabun, Guys. Seru nih. Artinya long story short, siap-siap biaya produksi bakal naik. Ini buat mengusaha barang. Nah, yang kelima apaagi yang seru? Yang kelima ini berhubungan sama bea keluar. Jadi teman-teman kalau menyimak isi video Benix yang kemarin di tahun 2026 pengusaha batu bara akan dapat kejutan baru surprise yaitu apa? Lu dapat bea keluar 5%. Seru nih. Dan ini mungkin buat lu, ah enggak ngeri. Ah biasa aja. Enggak juga. Tapi inget loh 5% itu dapatnya dari top line. Dampaknya juga memang bisa jadi kecil. Kalau perusahaan yang lu punya sahamnya bisnisnya jualan batu bara di market lokal. Berarti kan enggak ada bea keluar, enggak ada bea ekspor. Happy-happy aja dong. Ya, contohnya apa? Lu punya sahamnya si Bukit Asam nih. Even dengan semua komponen tadi, dia tidak terlalu dirugikan dengan adanya biaya keluar 5% itu. Kenapa? Karena let's say ya terjadi nih bea keluar 5% itu PTBA kan fokus marketnya supply market domestik. Artinya dia enggak terlalu terbebani dari sana. Kalaupun terbebani dari sana karena porsi ekspornya kecil di PTBA, kita melihat estimasi dampaknya terhadap penghasilan PTBA itu cuman turun sekitar 5%. Tapi teman-teman tahu enggak, ada begitu banyak perusahaan di Tbk ya di Indonesia yang orientasinya itu ekspor. Berdasarkan kalkulasi kita, ada satu perusahaan yang namanya itik telur makan gandum. Karena dia nyawanya ada di ekspor, lu tahu dia bisa terdampak penghasilannya sampai sepertiganya loh. Alias 30% dampak terhadap dia punya OMZ kalau jadi diberlakukan 5% bea keluar ini. So, seru nih. Jadi walaupun bea ekspor ya, walaupun biaya keluar itu cuma 5% tetapi memberikan dampak yang sangat variatif. Kita melihat ada begitu banyak perusahaan di IASG yang bakal minus 5% sampai 30% penghasilannya mereka. Makanya teman-teman jangan heran kalau gua sangat yakin tahun 2026 akan terjadi banjir diskon saham-saham batu bara. Apalagi ada lagi nih yang nomor 6. Nomor 6 apa? Devisa hasil ekspor batu bara yang di tahun 2026 ini rencananya itu bakal 100% nih devisa hasil ekspor. Ingat ya, klien mereka kan di luar negeri, mereka dapat penghasilan dalam US dollar. Tadinya duit itu bisa mampir di Singapura gitu atau mampir di Cayment Island. Sekarang duit itu harus ditahan di Indonesia. Khususnya ditabung di Bank Himbara. Jadi lu punya duit lu enggak bisa pakai karena dikunci. Duit lu harus ditahan di dalam negeri. Boleh enggak dijual pakai rupiah? Boleh. Tapi maksimal 50%. Anyway, devisa hasil ekspor ditahan. Pak, rugi enggak? Bisa jadi rugi. Kenapa? Karena bisa jadi lu bayar bunga bank jauh di atas bunga DHE lu yang ditahan di dalam negeri. Kalau bank di dalam negeri ngasih bunga cuma 2% terhadap devisa lu yang ditahan itu, ternyata bunga bank lu aja udah 4% itu udah rugi loh. Jadi ini salah satu tekanan lagi nih buat teman-teman yang hobinya belanja saham batu bara. Seru ya. Nah, yang ketujuh guys ini penting banget karena banyak orang yang miss ya soal ini. Yang ketujuh itu ada tantangan logistik di Indonesia. Jadi teman-teman tahu enggak sih lu kalau bisnis batu bara tadi gua udah bilang ya komponen terbesar lu ya ada berhubungan dengan tracking, logistik. Katakan lu nambang di tengah jantungnya Kalimantan, lu harus bawa itu ke mulut tambang. Dari mulut tambang lu harus hauling lagi pakai truk ke mana? Ke Jeti. Syukur-sukur di pinggir laut atau pinggir sungai. Nanti dari Jeti pun harus diangkut lagi menggunakan kapal kecil, kapal tongkang, baru kemudian dibawa ke lepas pantai, baru kemudian dibawa lagi sama Mother Faisal bisa ditarik ke luar negeri. So, that's a lot of continuous logistic effort di dalam bisnis batuhara. Nah, alasan ketujuh ini berhubungan dengan tantangan logistik, Teman-teman. Tahu enggak di level daerah hari-hari ini tantangannya makin lama makin berat, Guys. Tantangan logistik itu terus-menerus jadi hambatan nih buat bisnis bisnis apapun di Indonesia. Nah, khusus batu bara teman-teman tahu hari-hari ini lagi pada heboh soal larangan penggunaan jalan umum buat angkutan batuara di Sumatera Selatan. Nah, ini yang paling nyebelin karena gua tahu banyak wilayah di Sumatera, di Kalimantan, jalan-jalan itu rusak karena apa? Pengusaha batu bara. Lewat terus, lewat terus, lewat terus. Jalan bolong, orang masuk lubang mati, gak ganti rugi. Yang kedua, jalan mondar-mandir terus. Nih, truk ini banyak debu berterbangan, Teman-teman. Tahu kalau lu tinggal di daerah yang pinggirannya hauling batuaro, udah pasti lu harus ngepel rumah lu sehari tujuh kali. Kenapa? Bukan hanya debu-debu pasir, debu-debu tanah yang lewat juga termasuk debu-debu batu bara yang warnanya hitam-hitam itu. Dan itu menciptakan penyakit ISPA. Dan ini bermasalah. Jadi di sepinggiran jalan-jalan Holling Batubara udah pasti banyak orang sakit paru-paru itu udah standar lah. Nah, akibatnya apa? Buat kepala daerah yang punya otak dan pengin menambah penghasilan tentunya ya dia bisa mengeluarkan larangan itu. Ini kan jalan negara, enak aja lu ngangkut pakai truk lu bertont-ton. Ya, lama-lama rusaklah jalan gua. Kali 1000 truk aja udah berapa? Kali 10 perusahaan tambang aja udah berapa. Jadi itu nilai kerugian yang sangat signifikan. Bukan hanya kerugian infrastruktur, tapi juga kerugian keselamatan pengguna jalan yang lain. Kok harus berbagi jalan dengan truk besarnya 20 ton, 50 ton? Bahaya, Bro. Belum lagi kesehatan buat warga yang tinggal di sepanjang daerah hauling batu bara itu. Makanya, Teman-teman, jangan heran ya, menurut gua tren yang terjadi di Sumatera Selatan ini wajib lu cermatin. Bukan enggak mungkin tren ini akan ditiru oleh daerah-daerah lain yang membutuhkan PAD. Karena selama ini daerahnya jalannya hancur lebur. Mereka juga enggak dapat bagi hasil dari batu bara itu. Sekarang mereka bisa mengeluarkan larangan supaya bisa dapat jalan yang mulus. Nah, ya yang gua bilang sendiri cuma masalah urusan holding ya, transportasi di darat. Kalau buat transportasi di air gimana ya, Teman-teman? Siap aja. Di Sungai Musi pun sebentar lagi bakal ada pembatasan operasional di Sungai Musi. Dan bukan cuman Sungai Musi yang ada masalah. Kalau lu pergi ke Kalimantan, di sungai Mahakam itu juga lagi ada masalah terkait dengan sungai apa? terjadi pendangkalan dari kemarin teman-teman tahu hujan deras di mana-mana hujan deras di mana-mana membawa debri membawa tanah membawa longsor membawa batuan dari gunung dari darat turun jatuh ke sungai-sungai yang akibatnya sungai Mahakam mengalami pendangkalan dan teman-teman tahu kalau kapal lewat itu udah pasti berat udah pasti tenggelam begitu terjadi pendangkalan apa kandas dan ini akan menciptakan logistical nightmar pasti terjadi. Artinya apa? Udah harga batu baranya jatuh, udah permintaannya juga jatuh. Eh, lu mau transportasi juga bermasalah karena barang lu banyak nyangkut di sungai, enggak bisa lewat atau jam operasional udah selesai, enggak bisa lewat juga. Dan bukan cuman itu juga ya, udah mulai banyak jeti-jetti, orang-orang yang punya terminal-terminal ya buat batu bara itu harganya naik terus. Contoh nih ya tarif ya di pelabuhan STS Berau itu juga udah naik terus. Artinya biaya bakal makin tinggi berhubungan dengan logistik. udah dilarang menggunakan jalan umum, udah sungai mengalami pendangkalan, udah ada pembatasan waktu operasional di sungai, eh tarif-tarif angkutan di pelabuhan juga makin naik tinggi. So, 2006 betul-betul waktu yang sangat luar biasa kalau [tertawa] lu adalah pemegang saham batu bara. Kenapa? Ya karena tadi biaya transportnya tambah tinggi, minyaknya solarnya juga makin complicated, dan ujung-ujungnya bakal memperkecil margin perusahaan batu bara. Seru ya. Nah, terus pertanyaannya dengan semua tragedi yang bakal terjadi di bisnis batu bara tahun 2026, kita harus dukung atau enggak sih? Kalau menurut gua tetap kita harus dukung batuanya ya. Kenapa, Teman-teman tahu enggak batu bara ini tulang punggung industri apapun di Indonesia dan ini tidak tergantikan. Contoh, lu kan senang kantor-kantor di gedung tinggi pakai jembatan, itu semua butuh stainless steel. Itu semua butuh baja, Guys. Lu tahu enggak untuk memproduksi 1 ton baja, lu tuh butuh 0,7 ton batu bara. jenis metalurgi. Jadi, cooking coal. So, can you imagine untuk menghasilkan 1 ton baja, lu butuh 0,7 ton batu bara. Jadi, hampir 70% komposisi energi batu bara dalam menghasilkan 1 ton baja. Signifikan sangat. Lu enggak bakal bisa punya gedung-gedung tinggi, hotel-hotel mewah, mall-mall megah, pelabuhan yang bagus, jembatan yang aman kalau lu enggak punya batu bara. Dan bukan cuma industri stainless steel yang membutuhkan batu bara. Kalau lu sekarang tinggal tidur di kosan, di kontrakan, di rumah, di apartemen, itu butuh apa buat bikin itu? Butuh semen. Industri semen itu juga sangat membutuhkan batu bara. Tahu enggak, Teman-teman? Untuk memproduksi 1 ton semen, lu itu butuh 0,15 ton batu bara. Jadi signifikan 15% dari berat tonase semen yang dihasilkan, lu harus spending itu buat batuanya. Dan bukan cuma bisnis semen atau stainlessis doang, teman-teman. Tahu industri bahan baku kimia, lu suka dengan bahan kimia. Rakyat Indonesia sangat suka dengan bahan kimia. Batuara ini kalau lu gasifikasi dengan proses kimia, dia bisa menghasilkan sin gas. Sene gas ini kalau diproses lagi itu bisa menjadi bahan kimia yang penting seperti metanol, fenol, dan bahan-bahan kimia penting lainnya yang bisa digunakan untuk industri farmasi bahkan jadi bahan baku plastik. Jadi enggak bisa dibilang kecil juga loh kontribusi batu bara. Ternyata tulang punggung industri kita masih banyak yang membutuhkan batu bara. Termasuk kalau teman-teman masih suka makan pisang, semangka, atau makan alpukat, durian, itu semua butuh pupuk. Industri pupuk juga butuh batu bara, Guys. Jadi, buat teman-teman di sini ya sedikit mengingatkan aja industri utama yang membutuhkan batu bara memang tetap pembangkit listrik ya. PLTU ya, pembangkit listrik tenaga uap. Tapi sebetulnya semoga cukup jelas bahwa banyak industri-industri besar di tanah air yang memang sangat membutuhkan batu bara. Lihat seperti tadi yang gua udah mention industri baja atau metalurgi, industri semen, industri kimia, bahkan industri pulp, kertas, tekstil, mereka banyak menggunakan batu bara. Jadi kalau begitu kita harus lindungi dong pengusaha batu bara nih biar enggak makin boncos. Enggak usah menurut gua. Mereka udah kebanyakan juga duitnya. Apalagi mereka dapat cashback, restitusi pajak nilainya sampai triliunan. Jadi enggak usah juga lu ngotot. Bahkan kemarin sampai ada orang yang SMS gua ya di inbox itu dia bilang, "Emang salahnya apa kalau pengusaha batu bara sampai restitusi pajak sampai triliunan?" Enggak salah kan? Memang enggak salah legal kan? Ya memang legal. Tapi lu jadi aneh kalau seandainya gini, lu pakai logika tukang ojek. Tukang ojek kalau beli menjalankan usahanya ya dia butuh motor. Dia beli motor kena PPN. Dia beli helm dia kena PPN. Mau jalan perut harus diisi. Dia makan dia minum. Belanja dia ke April Maret kena PPN. Bisa dia restitusi itu tidak. Eh giliran pengusaha batubara bukan belanja helm, bukan belanja motor, belanjanya lebih gede nih. Belanja ekskavator. Harga miliaran 20 miliar. Belanja truk. Eh, semua yang dia belanjakan itu dia bisa restitusi. Kan aneh restitusi pajak dia nagih ke negara triliunan. Negara disuruh bayar triliunan ke pengusaha batubara. Lu tahu enggak duitnya dari mana? Duitnya ya dari para pembayar pajak. Artinya lu semua karyawan, swasta, pelaku usaha UMKM termasuk tukang ojek, lu itu mensubsidi pengusaha batubara kan enggak masuk akal. Dan menurut gua aneh ya, kalau orang bisa-bisanya enggak paham dengan logika berpikir itu ya. Memang bisa aja dia bilang ya. Tapi kan pengusaha batu bara ekspor. Tukang ojek kan enggak ekspor. Wajar dong dia enggak bisa restitusi pajak dia. Betul. Kalau pakai argumentasi lu dan itu legal. Tapi konteks pajak itu kan juga harus ada keadilan. Memberikan keadilan enggak sih buat orang-orang kecil? Ini pengusaha-pengusaha kecil pinggir jalan, UMKM bayar pajak. Eh, giliran pengusaha batubara kaya raya duit triliunan enggak bayar pajak. Kan aneh. Masuk akal enggak sih menurut lu? Sadis banget. Kalau gua lihat inbox gua banyak banget tuh yang kemarin SMS gua. [tertawa] Mereka bilang, "Saah aja dong, legal aja dong." Boleh dong. Salahnya apa? Mereka enggak bayar pajak. Ih, aneh lu. Kenapa aneh? Karena teman-teman harus pikir, ya, gua bikin video ini terus terang bukan karena gua anti batubara gitu. Enggak. Gua menyatakan fakta aja. Sekali lagi bukan rekomendasi beli, jual atau hold tertentu, apapun itu. No, enggak. Gua cuma mau share bahwa tahun 2026 adalah tahun yang sangat kelam bagi batu bara. Tapi kita harus dukung kekelaman itu. Kenapa? Karena menurut gua aneh kalau seandainya negara disuruh mensubsidi mereka dalam konteks rakyat pembayar pajak yang disuruh mensubsidi pengusaha batu bara. Kalau nonton video kita yang kemarin, lu harus segera cek tuh. Kenapa itu konyol, Guys? Teman-teman tahu kita punya Undang-Undang Dasar 1945 yang di pasal 33 ayat 3-nya menyatakan bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Jadi pengelolaan sumber daya alam Indonesia tujuannya supaya rakyat sejahtera, bukan untuk kepentingan segelintir oligarki batubara. Jadi dari situ teman-teman sudah tahu positioning-nya jelas. Seharusnya kita memang kasih dia beak keluar bahkan mungkin bukan 5% 10% karena sudah bertahun-tahun tuh mereka menikmati restitusi pajak itu. Setuju enggak teman-teman semua? Ada satu keuntungan juga di situ sebetulnya. Artinya kita makin mengencourage pengusaha batu bara. Ya udah kalau enggak mau kena biaya keluar, lu jual aja di dalam negeri. Kalau jual di dalam negeri kan enggak kena biaya ekspor. Artinya apa? Bisa jadi harga listrik kita bakal makin murah. Iya dong. Karena jadi oversupply di dalam negeri. Karena jadi konyol kayak kita misalkan katanya sasama ada pangan, semang ada beras, tapi harga beras naik. Kan aneh. Katanya Indonesia surganya sawit, surganya minyak goreng, tapi ujung-ujungnya minyak goreng di kita juga mahal. Tuh katanya Indonesia surganya batu bara tapi harga listrik masih mahal atau masih murah di negara kita? Nah, teman-teman bisa lihat ya di layar kaca. Sebetulnya harga listrik di Indonesia buat industri itu sudah cukup kompetitif. Kenapa? Karena harga industri listrik industri di Indonesia itu sekitar 1115 buat industri menengah. Industri besar 997. Nah, kita fokus di industri besar aja lah yang bisa menciptakan banyak lapangan kerja. 997 itu sebetulnya mahal, Guys. Kalau kita bandingkan dengan Malaysia yang industri besar listriknya cuman 970 dan tetap lebih mahal juga dibandingkan Thailand yang industri besar listriknya 986. Artinya di sini ya sebagai pengusaha lu akan mencari biaya operasional paling kecil dong yang biaya listriknya paling kecil juga dong. Ya artinya bisa dibilang Indonesia ya enggak terlalu murah dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Nah, satu yang menarik adalah ketika kita bandingkan dengan Vietnam. Vietnam listrik industri besarnya itu 1077 di atas Indonesia yang 997. Listrik di Filipina itu di atas 1775. Jauh lebih mahal dibandingkan listrik Indonesia. Dan listrik yang paling mahal itu ada di Singapura. Listrik industri besar itu sampai Rp2.000 per KWH-nya. Jadi teman-teman di sini bisa lihat juga gua bahas secara fair bahwa memang listrik kita itu murah kalau dibandingkan Singapura, Filipin, Vietnam. Tapi kalau dibandingkan dengan kompetitor kita Malaysia dan Thailand, ternyata kita masih lebih mahal. Nah, ini akan jadi lebih menarik kalau Indonesia pengin punya strategi mendapatkan pertumbuhan ekonomi GDP di atas 8%. Salah satu komponen yang paling penting selain memberantas ormas ya dan korupsi di Indonesia, komponen yang paling penting adalah biaya energinya harus ditekan supaya makin seksi buat berbisnis di Indonesia. Alangkah sangat konyol negara seperti Thailand, negara seperti Malaysia [tertawa] yang bahkan batuanya enggak sebanyak Indonesia, kok bisa-bisanya listriknya jauh lebih murah dari kita. Aneh kan? Kalau kita bisa punya listrik yang harganya lebih murah dibandingkan Malaysia, Thailand dan sebagainya, jangan heran akan makin semangat perusahaan-perusahaan investor buat bangun pabrik di Indonesia. Nah, Teman-teman setuju enggak kalau seandainya biaya keluar? Ya udah kalau gitu kita naikin aja jadi 10% supaya apa? Pengusaha batu bara makin semangat lagi jualannya ke market lokal. Akibatnya apa? Harga listrik di lokal bisa makin murah lagi. Ujung-ujungnya apa? Everybody's happy. Karena apapun pabrik yang lu punya, mau lu punya tekstil kayak garmen atau lu mau punya semen, lu pabrik cat, lu pabrik baja, semua butuh batu bara. Ujung-ujungnya kalau batu bara harganya makin murah, makin banyak pengusaha-pengusaha industri-industri lain yang sebenarnya berhubungan dengan hilirisasi akan makin happy dibandingkan kita hanya ekspor batu bara dalam bentuk S is, mineral, raw material, enggak ada nilai tambah. lebih baik batu bar kita tekan murah, biaya produksi pabrik-pabrik kimia kita, semen kita, pupuk kita, baja kita, supaya mereka bisa makin ekspansi. Karena ujung-ujungnya barang yang diproduksi mereka jadi lebih memiliki value yang lebih tinggi dan biaya produksinya jadi makin lebih rendah. Lu setuju enggak? Tapi kan ini kita hanya bahas satu sektor batu bara doang dan ada begitu banyak hal lain sebetulnya di luar batu bara yang bakal mengalami kejutan. Kita masih belum bahas soal perbankan, kita masih belum bahas soal Venezuela, kita masih belum bahas soal minyak bumi, kita masih belum bahas soal pelayaran. Dan ada begitu banyak lagi kejutan-kejutan lain di tahun 2026. Karena ramalan Benix itu seringkiali jadi kenyataan. Lu penasaran enggak sih tentang prospek ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini akan seperti apa? Ya, termasuk soal emas, silver, suku bunga, sampai prahara geopolitik yang sebentar lagi akan berpindah dari Venezuela ke Iran. So, teman-teman, tunggu apaagi buat kalian yang penasaran dan pengen tahu dan pengin ketemu Benix, kita bahas tuntas tentang kondisi geopolitik ekonomi dunia di tahun 2026 akan seperti apa. Yuk, segera daftar. Tunggu apaagi? Segera hubungi ya link yang ada di loket.com yang ada di bawah ini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026. Hari Sabtu, 24 Januari. Kita bahas tuntas di sana. Acaranya cuma 3 jam, jadi enggak lama kok. Oke, sampai ketemu ya di Benix Economic Outlook 2026. See you there. Bye bye. [musik]