Transcript
u5gMzsix42Q • BATUBARA RI NYUNGSEP 2026?! Bea Ekspor Naik, Jalan Didemo, Jalur Air Kena BENCANA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0533_u5gMzsix42Q.txt
Kind: captions
Language: id
Good news teman-teman. Di tahun 2025
teman-teman pasti udah merasakan cuan
besarlah multibagger. Bahkan banyak yang
cuannya di atas 100%. Nah, tahun 2026
gimana nih? Bakal makin seru atau bakal
makin nyungsep nih? Nah, ini good
news-nya lagi nih. Kenapa kita bikin
video ini? Ternyata tahun 2026 ini kita
lihat akan ada banyak perusahaan yang
akan memperkaya kalian dan cuannya juga
enggak main-main. Bahkan banyak yang
bisa di atas 300% loh. Lu penasaran
enggak sih perusahaannya apa? Dan yang
lebih penting lagi teman-teman lebih
penasaran enggak? Ada juga loh
saham-saham yang bakal makin nyungsep di
tahun 2026. Tahun 2025 udah nyungsep,
tapi tahun 2026 bakal makin nyungsep
lagi. So kalau lu penasaran jangan dikip
video ini. Let's check this out.
[musik]
Jadi teman-teman sebelum kita bahas
lebih lanjut, disclaimer dulu ya. Ini
video bukan buat lu rekomendasi jual,
beli atau hold saham tertentu. Enggak
ada. Video ini kita buat untuk
mengedukasi teman-teman terkait ya
perkembangan ekonomi di Indonesia dan
gimana outlooknya Benix di tahun depan.
Dan karena dari kemarin begitu banyak
media-media tanah air, bahkan media
Singapura juga interview gua, minta
pandangan gua terkait Outlook Ekonomi
Indonesia tahun 2026 seperti apa.
Menurut gua ribet banget dibanding gua
harus ngetik satu-satu jawabannya. Udah
lu tinggal nonton video Benix aja. So,
let's check this out. Jadi, yang pertama
kita paling penting ini adalah sektor
yang disukai oleh mungkin banyak
investor di Indonesia, gua pengecualian,
tapi banyak investor di Indonesia senang
sama satu komoditas ini. Komoditas ini
sangat dirindukan. Kenapa? Karena semua
dari kehidupan manusia hari-hari ini
pasti membutuhkan ya perusahaan yang
satu ini. Nah, Teman-teman sebelum kita
bahas saham yang bakal kasih lucuan, lu
juga harus tahu saham apa yang menurut
Benix bakal makin nyungsep di tahun 2026
nanti. Kenapa? Gua mau bahas spesifik
kali ini tentang emas hitam, yaitu batu
bara. Nah, banyak orang yang makin ke
sini makin cinta lingkungan katanya sih,
tapi mereka tetap hobi pakai laptop,
dengar musik, joget-joget, dan mereka
lupa semuanya itu berasal dari listrik.
Listriknya itu berasal dari mana?
Batuara, Guys. Nah, teman-teman, banyak
orang yang lagi benci nih sekarang
dengan energi kotor ini, batu bara. Tapi
ya suka enggak suka listrik di rumah lu,
gua yakin dan gua garansi itu sumbernya
dari batu bara. Jadi memang suka enggak
suka kenyataannya, realitanya Indonesia
ya menggantungkan hidupnya, ekonominya,
industrinya pada sektor batu bara. Nah,
kenapa batu bara ini penting ya? karena
dia sumber energi yang murah, sumber
energi yang banyak, efisien, dan kita
jujur aja cadangan kita pun di bumi kita
ini walaupun ah ratusan juta ton yang
kita terkeruk setiap tahunnya, tapi
enggak habis-habis. Jadi wajar aja
memang ketahanan energi nasional kita
bergantung sama batu bara. Dan jujur aja
kalau lu bicara tentang ekonomi
Indonesia, APBN Indonesia, sumber
pendapatan negara kita ada yang namanya
PNBP, penerima negara bukan pajak. Jadi
di luar pajak ada penerima negara dari
apa? royaltiy Batubara yang sampai detik
ini ya per 18 Desember 2025 sektor
pertambangan ini sudah menyumbangkan 228
triliun. Nah, dari 228 triliun sumbangan
sektor pertambangan ke APBN Indonesia,
lu tahu enggak? Ternyata lebih dari
50%-nya alias 124 triliun disumbangkan
dari sektor batubara. Wah, seru nih.
Jadi di video ini kita bakal bikin delan
alasan, Guys. Kenapa menurut Benix tahun
2026 adalah tahun yang paling seru kalau
lu adalah investor saham batuara.
Makanya jangan skip video ini. Apalagi
alasan yang terakhir bakal bikin lu
tergoncang bahkan sakit jiwa. Kenapa?
Karena yang pertama ya dari delapan ini
yang pertama batu bara itu permintaannya
stagnan. Jadi berdasarkan data yang kita
punya ya, impor batu bara. Ingat ya,
tujuan batu bara kita itu ada yang ke
India, ada yang ke Cina, ada yang ke
Jepang. Mereka pengimpor batu bara kita
ternyata permintaannya enggak sebanyak
itu. Ternyata cenderung stagnan hampir
enggak ada growth cuman sekitar 0,5%.
Udahlah nothing. Yang namanya juga
bisnis lu kan butuh customer. Apapun
produk lu, lu butuh customer. Nah,
alasan pertama kenapa menurut Benix batu
bara akan makin nyungsep? Simpel aja
karena permintaannya stagnan bahkan bisa
jadi berkurang. Nah, kenapa ini bisa
terjadi? Kenapa demand-nya bisa stakn?
Ya, jujur aja karena masalah supply.
Ingat ya, ekonomi itu hukumnya simpel,
supply and demon. Ternyata, ini alasan
kedua, ternyata pasar itu masih dalam
kondisi over supply. Indonesia setiap
tahun ekspor tuh ratusan juta ton, Guys.
Di atas 600 juta ton setiap tahunnya.
Nah, ternyata customer-customer kita
yang ada di India, yang ada di China itu
mereka sudah mulai membuka masif
cadangan mereka yang selama ini mereka
sembunyikan. Sekarang mereka sudah mulai
meningkatkan produksi di dalam negerinya
sendiri. So, kalau seandainya produksi
di dalam negerinya mereka bisa
meningkat, artinya kebutuhan mereka akan
barang impor dari Indonesia akan makin
berkurang. Nah, yang jadi masalah
ternyata udah jelas permintaannya
berkurang di luar negeri, tetapi suplly
kita masih kebanyakan. Dan ingat, bukan
cuma Indonesia loh yang bisa jualan batu
bara. Jadi, kondisi market di tahun 2025
kita oversupply batu bara. Tahun 2026
akan makin parah nih over supply batu
bara. Artinya apa? harga batu bara bakal
makin nyungsep di tahun 2026. Nah,
alasan ketiga kenapa menurut gua ini
tahun yang sangat seru buat batu bara ya
di tahun 2026 ya karena lagi-lagi lu
tahu ya ada yang namanya kewajiban
domestik sebagai pengusaha batu bara di
Indonesia apa? DMO domestic market
obligation. Artinya lu sebagai pengusaha
batuara eh lu enggak boleh dong ekspor
semua energi kita ke luar negeri. Nanti
mau makan apa kita? Nanti lu enggak bisa
masak rice cooker kan perlu listrik.
Kalau semua batu bara kita kita kirim ke
Cina, kita kirim ke India, kita kirim ke
Jepang, terus yang di lokal dapat apa?
Nah, akibatnya apa? Mau enggak mau
pengusaha itu dipaksa buat jual ke dalam
negeri. Jualnya di harga rugi, Guys.
Jualnya di harga diskon, Guys. Jadi,
hari-hari ini harga batu bara itu di
atas 100$00 dolar. Tapi karena ada DMO
domestic market obligation, mereka punya
kewajiban untuk men-suplai batu
barangnya ke dalam negeri. Akibatnya
apa? Mereka tuh harus rela kalau di luar
harganya 100 dolar per ton. Mereka
sekarang kalau dalam negeri dikunci 70
per ton. Jadi lu bayangin ya kalau lu
jadi pengusaha batu bara lu pasti bet.
Kenapa ya? Karena lu dipaksa jual murah.
Kenapa lu enggak kesal? Padahal di luar
negeri banyak yang mau beli di harga
10000 dolarlar. Eh lu sekarang harus
jual 70 per ton. Is this the bad news or
a good news? Guys? Ini bad news buat
pengusaha batubara. Tapi good news buat
kita konsumen. Akibatnya apa? Kita bisa
dapat listrik yang harganya enggak
mahal. Gua enggak bilang enggak murah
juga, tapi gua juga bilang enggak mahal.
Kenapa? Karena listrik kita jujur per
KWH kita bayar jauh lebih murah
dibandingkan negara tetangga kita yang
ada di Singapura dan lain sebagainya.
Nanti kita bahas lebih detail. Itu
alasan ketiga. Alasan keempat, ah
teman-teman kan sudah tahu udah harganya
murah di MU, udah over supply, udah
demand-nya juga berkurang, tapi apa yang
terjadi? Biaya produksi batu bara akan
makin naik di tahun 2026. Kenapa biaya
produksi bisa naik? Ya lu sudah tahulah
Indonesia ya bukannya berusaha
mengurangi inflasi tapi yang dilakukan
adalah demonstrasi buat minta naikin
gaji. Jadi UMR di mana-mana bakal naik
nih signifikan nih seluruh Indonesia itu
udah tekanan tuh buat mengusah batu
bara. Padahal di MO 70 itu sudah
bertahun-tahun harganya enggak bergerak,
Guys. Di situ-situ aja. Padahal inflasi
naik terus, UMR naik terus. Dan yang
paling seru, Teman-teman tahu kita ada
kewajiban yang namanya apa? Menggunakan
biosolar, biodiesel dari minyak sawit
buat beli solar. Jadi dulu namanya B40
ya. Jadi 40% itu dari minyak sawit. Nah,
ini mau dinaikin lagi nih. Jadi B50. Lu
bayangin kalau jadi B50 pengusaha sawit
senang. Ya, pengusaha sawit senang.
Soalnya kelapa sawit dia jadi bisa
diproses hilirisasi di dalam negeri. Ya,
tapi dari sudut pandang pengusaha batu
bara, salah satu komponen cost terbesar
dalam bisnis batu bara apa? Lu beli alat
berat, lu mengoperasikan alat berat, lu
punya kapal buat pindahin itu, lu butuh
truk buat hauling batu bara lu. Ini
berhubungan dengan transportasi.
semuanya butuh solar. Mau truk lu buat
angkat batu barangnya butuh solar.
Ekskavatornya butuh solar. Kalau lu ada
crasher, crashernya butuh solar. Kalau
lu ada kapal, kapalnya butuh solar.
Semuanya butuh solar. Dan sekarang
siap-siap teman-teman akan bayar lebih
mahal buat itu semua. Kenapa? Karena
dengan adanya program B50 kalau ini jadi
dijalankan, good news for sawit. Kita
happy, everybody's happy. Tapi untuk
mengusah batu bara50 artinya mereka
harus upgrade. Kenapa? Biaya
pemeliharaan pasti naik. B50. Artinya lu
akan lebih sering maintenance, lu akan
lebih sering ganti filter solar, lu akan
harus memodifikasi mesin lu untuk
beradaptasi dengan B50. Kenapa? Karena
kalau lu enggak benar maintenance-nya,
siap-siap aja mesin lu bisa kebanjiran
sabun, Guys. Seru nih. Artinya long
story short, siap-siap biaya produksi
bakal naik. Ini buat mengusaha barang.
Nah, yang kelima apaagi yang seru? Yang
kelima ini berhubungan sama bea keluar.
Jadi teman-teman kalau menyimak isi
video Benix yang kemarin di tahun 2026
pengusaha batu bara akan dapat kejutan
baru surprise yaitu apa? Lu dapat bea
keluar 5%. Seru nih. Dan ini mungkin
buat lu, ah enggak ngeri. Ah biasa aja.
Enggak juga. Tapi inget loh 5% itu
dapatnya dari top line. Dampaknya juga
memang bisa jadi kecil. Kalau perusahaan
yang lu punya sahamnya bisnisnya jualan
batu bara di market lokal. Berarti kan
enggak ada bea keluar, enggak ada bea
ekspor. Happy-happy aja dong. Ya,
contohnya apa? Lu punya sahamnya si
Bukit Asam nih. Even dengan semua
komponen tadi, dia tidak terlalu
dirugikan dengan adanya biaya keluar 5%
itu. Kenapa? Karena let's say ya terjadi
nih bea keluar 5% itu PTBA kan fokus
marketnya supply market domestik.
Artinya dia enggak terlalu terbebani
dari sana. Kalaupun terbebani dari sana
karena porsi ekspornya kecil di PTBA,
kita melihat estimasi dampaknya terhadap
penghasilan PTBA itu cuman turun sekitar
5%. Tapi teman-teman tahu enggak, ada
begitu banyak perusahaan di Tbk ya di
Indonesia yang orientasinya itu ekspor.
Berdasarkan kalkulasi kita, ada satu
perusahaan yang namanya itik telur makan
gandum. Karena dia nyawanya ada di
ekspor, lu tahu dia bisa terdampak
penghasilannya sampai sepertiganya loh.
Alias 30%
dampak terhadap dia punya OMZ kalau jadi
diberlakukan 5% bea keluar ini. So, seru
nih. Jadi walaupun bea ekspor ya,
walaupun biaya keluar itu cuma 5% tetapi
memberikan dampak yang sangat variatif.
Kita melihat ada begitu banyak
perusahaan di IASG yang bakal minus 5%
sampai 30% penghasilannya mereka.
Makanya teman-teman jangan heran kalau
gua sangat yakin tahun 2026 akan terjadi
banjir diskon saham-saham batu bara.
Apalagi ada lagi nih yang nomor 6. Nomor
6 apa? Devisa hasil ekspor batu bara
yang di tahun 2026 ini rencananya itu
bakal 100% nih devisa hasil ekspor.
Ingat ya, klien mereka kan di luar
negeri, mereka dapat penghasilan dalam
US dollar. Tadinya duit itu bisa mampir
di Singapura gitu atau mampir di Cayment
Island. Sekarang duit itu harus ditahan
di Indonesia. Khususnya ditabung di Bank
Himbara. Jadi lu punya duit lu enggak
bisa pakai karena dikunci. Duit lu harus
ditahan di dalam negeri. Boleh enggak
dijual pakai rupiah? Boleh. Tapi
maksimal 50%. Anyway, devisa hasil
ekspor ditahan. Pak, rugi enggak? Bisa
jadi rugi. Kenapa? Karena bisa jadi lu
bayar bunga bank jauh di atas bunga DHE
lu yang ditahan di dalam negeri. Kalau
bank di dalam negeri ngasih bunga cuma
2% terhadap devisa lu yang ditahan itu,
ternyata bunga bank lu aja udah 4% itu
udah rugi loh. Jadi ini salah satu
tekanan lagi nih buat teman-teman yang
hobinya belanja saham batu bara. Seru
ya. Nah, yang ketujuh guys ini penting
banget karena banyak orang yang miss ya
soal ini. Yang ketujuh itu ada tantangan
logistik di Indonesia. Jadi teman-teman
tahu enggak sih lu kalau bisnis batu
bara tadi gua udah bilang ya komponen
terbesar lu ya ada berhubungan dengan
tracking, logistik. Katakan lu nambang
di tengah jantungnya Kalimantan, lu
harus bawa itu ke mulut tambang. Dari
mulut tambang lu harus hauling lagi
pakai truk ke mana? Ke Jeti.
Syukur-sukur di pinggir laut atau
pinggir sungai. Nanti dari Jeti pun
harus diangkut lagi menggunakan kapal
kecil, kapal tongkang, baru kemudian
dibawa ke lepas pantai, baru kemudian
dibawa lagi sama Mother Faisal bisa
ditarik ke luar negeri. So, that's a lot
of continuous logistic effort di dalam
bisnis batuhara. Nah, alasan ketujuh ini
berhubungan dengan tantangan logistik,
Teman-teman. Tahu enggak di level daerah
hari-hari ini tantangannya makin lama
makin berat, Guys. Tantangan logistik
itu terus-menerus jadi hambatan nih buat
bisnis bisnis apapun di Indonesia. Nah,
khusus batu bara teman-teman tahu
hari-hari ini lagi pada heboh soal
larangan penggunaan jalan umum buat
angkutan batuara di Sumatera Selatan.
Nah, ini yang paling nyebelin karena gua
tahu banyak wilayah di Sumatera, di
Kalimantan, jalan-jalan itu rusak karena
apa? Pengusaha batu bara. Lewat terus,
lewat terus, lewat terus. Jalan bolong,
orang masuk lubang mati, gak ganti rugi.
Yang kedua, jalan mondar-mandir terus.
Nih, truk ini banyak debu berterbangan,
Teman-teman. Tahu kalau lu tinggal di
daerah yang pinggirannya hauling
batuaro, udah pasti lu harus ngepel
rumah lu sehari tujuh kali. Kenapa?
Bukan hanya debu-debu pasir, debu-debu
tanah yang lewat juga termasuk debu-debu
batu bara yang warnanya hitam-hitam itu.
Dan itu menciptakan penyakit ISPA. Dan
ini bermasalah. Jadi di sepinggiran
jalan-jalan Holling Batubara udah pasti
banyak orang sakit paru-paru itu udah
standar lah. Nah, akibatnya apa? Buat
kepala daerah yang punya otak dan pengin
menambah penghasilan tentunya ya dia
bisa mengeluarkan larangan itu. Ini kan
jalan negara, enak aja lu ngangkut pakai
truk lu bertont-ton. Ya, lama-lama
rusaklah jalan gua. Kali 1000 truk aja
udah berapa? Kali 10 perusahaan tambang
aja udah berapa. Jadi itu nilai kerugian
yang sangat signifikan. Bukan hanya
kerugian infrastruktur, tapi juga
kerugian keselamatan pengguna jalan yang
lain. Kok harus berbagi jalan dengan
truk besarnya 20 ton, 50 ton? Bahaya,
Bro. Belum lagi kesehatan buat warga
yang tinggal di sepanjang daerah hauling
batu bara itu. Makanya, Teman-teman,
jangan heran ya, menurut gua tren yang
terjadi di Sumatera Selatan ini wajib lu
cermatin. Bukan enggak mungkin tren ini
akan ditiru oleh daerah-daerah lain yang
membutuhkan PAD. Karena selama ini
daerahnya jalannya hancur lebur. Mereka
juga enggak dapat bagi hasil dari batu
bara itu. Sekarang mereka bisa
mengeluarkan larangan supaya bisa dapat
jalan yang mulus. Nah, ya yang gua
bilang sendiri cuma masalah urusan
holding ya, transportasi di darat. Kalau
buat transportasi di air gimana ya,
Teman-teman? Siap aja. Di Sungai Musi
pun sebentar lagi bakal ada pembatasan
operasional di Sungai Musi. Dan bukan
cuman Sungai Musi yang ada masalah.
Kalau lu pergi ke Kalimantan, di sungai
Mahakam itu juga lagi ada masalah
terkait dengan sungai apa? terjadi
pendangkalan dari kemarin teman-teman
tahu hujan deras di mana-mana hujan
deras di mana-mana membawa debri membawa
tanah membawa longsor membawa batuan
dari gunung dari darat turun jatuh ke
sungai-sungai yang akibatnya sungai
Mahakam mengalami pendangkalan dan
teman-teman tahu kalau kapal lewat itu
udah pasti berat udah pasti tenggelam
begitu terjadi pendangkalan apa kandas
dan ini akan menciptakan logistical
nightmar pasti terjadi. Artinya apa?
Udah harga batu baranya jatuh, udah
permintaannya juga jatuh. Eh, lu mau
transportasi juga bermasalah karena
barang lu banyak nyangkut di sungai,
enggak bisa lewat atau jam operasional
udah selesai, enggak bisa lewat juga.
Dan bukan cuman itu juga ya, udah mulai
banyak jeti-jetti, orang-orang yang
punya terminal-terminal ya buat batu
bara itu harganya naik terus. Contoh nih
ya tarif ya di pelabuhan STS Berau itu
juga udah naik terus. Artinya biaya
bakal makin tinggi berhubungan dengan
logistik. udah dilarang menggunakan
jalan umum, udah sungai mengalami
pendangkalan, udah ada pembatasan waktu
operasional di sungai, eh tarif-tarif
angkutan di pelabuhan juga makin naik
tinggi. So, 2006 betul-betul waktu yang
sangat luar biasa kalau [tertawa] lu
adalah pemegang saham batu bara. Kenapa?
Ya karena tadi biaya transportnya tambah
tinggi, minyaknya solarnya juga makin
complicated, dan ujung-ujungnya bakal
memperkecil margin perusahaan batu bara.
Seru ya. Nah, terus pertanyaannya dengan
semua tragedi yang bakal terjadi di
bisnis batu bara tahun 2026, kita harus
dukung atau enggak sih? Kalau menurut
gua tetap kita harus dukung batuanya ya.
Kenapa, Teman-teman tahu enggak batu
bara ini tulang punggung industri apapun
di Indonesia dan ini tidak tergantikan.
Contoh, lu kan senang kantor-kantor di
gedung tinggi pakai jembatan, itu semua
butuh stainless steel. Itu semua butuh
baja, Guys. Lu tahu enggak untuk
memproduksi 1 ton baja, lu tuh butuh 0,7
ton batu bara. jenis metalurgi. Jadi,
cooking coal. So, can you imagine untuk
menghasilkan 1 ton baja, lu butuh 0,7
ton batu bara. Jadi, hampir 70%
komposisi energi batu bara dalam
menghasilkan 1 ton baja. Signifikan
sangat. Lu enggak bakal bisa punya
gedung-gedung tinggi, hotel-hotel mewah,
mall-mall megah, pelabuhan yang bagus,
jembatan yang aman kalau lu enggak punya
batu bara. Dan bukan cuma industri
stainless steel yang membutuhkan batu
bara. Kalau lu sekarang tinggal tidur di
kosan, di kontrakan, di rumah, di
apartemen, itu butuh apa buat bikin itu?
Butuh semen. Industri semen itu juga
sangat membutuhkan batu bara. Tahu
enggak, Teman-teman? Untuk memproduksi 1
ton semen, lu itu butuh 0,15 ton batu
bara. Jadi signifikan 15% dari berat
tonase semen yang dihasilkan, lu harus
spending itu buat batuanya. Dan bukan
cuma bisnis semen atau stainlessis
doang, teman-teman. Tahu industri bahan
baku kimia, lu suka dengan bahan kimia.
Rakyat Indonesia sangat suka dengan
bahan kimia. Batuara ini kalau lu
gasifikasi dengan proses kimia, dia bisa
menghasilkan sin gas. Sene gas ini kalau
diproses lagi itu bisa menjadi bahan
kimia yang penting seperti metanol,
fenol, dan bahan-bahan kimia penting
lainnya yang bisa digunakan untuk
industri farmasi bahkan jadi bahan baku
plastik. Jadi enggak bisa dibilang kecil
juga loh kontribusi batu bara. Ternyata
tulang punggung industri kita masih
banyak yang membutuhkan batu bara.
Termasuk kalau teman-teman masih suka
makan pisang, semangka, atau makan
alpukat, durian, itu semua butuh pupuk.
Industri pupuk juga butuh batu bara,
Guys. Jadi, buat teman-teman di sini ya
sedikit mengingatkan aja industri utama
yang membutuhkan batu bara memang tetap
pembangkit listrik ya. PLTU ya,
pembangkit listrik tenaga uap. Tapi
sebetulnya semoga cukup jelas bahwa
banyak industri-industri besar di tanah
air yang memang sangat membutuhkan batu
bara. Lihat seperti tadi yang gua udah
mention industri baja atau metalurgi,
industri semen, industri kimia, bahkan
industri pulp, kertas, tekstil, mereka
banyak menggunakan batu bara. Jadi kalau
begitu kita harus lindungi dong
pengusaha batu bara nih biar enggak
makin boncos. Enggak usah menurut gua.
Mereka udah kebanyakan juga duitnya.
Apalagi mereka dapat cashback, restitusi
pajak nilainya sampai triliunan. Jadi
enggak usah juga lu ngotot. Bahkan
kemarin sampai ada orang yang SMS gua ya
di inbox itu dia bilang, "Emang salahnya
apa kalau pengusaha batu bara sampai
restitusi pajak sampai triliunan?"
Enggak salah kan? Memang enggak salah
legal kan? Ya memang legal. Tapi lu jadi
aneh kalau seandainya gini, lu pakai
logika tukang ojek. Tukang ojek kalau
beli menjalankan usahanya ya dia butuh
motor. Dia beli motor kena PPN. Dia beli
helm dia kena PPN. Mau jalan perut harus
diisi. Dia makan dia minum. Belanja dia
ke April Maret kena PPN. Bisa dia
restitusi itu tidak. Eh giliran
pengusaha batubara bukan belanja helm,
bukan belanja motor, belanjanya lebih
gede nih. Belanja ekskavator. Harga
miliaran 20 miliar. Belanja truk. Eh,
semua yang dia belanjakan itu dia bisa
restitusi. Kan aneh restitusi pajak dia
nagih ke negara triliunan. Negara
disuruh bayar triliunan ke pengusaha
batubara. Lu tahu enggak duitnya dari
mana? Duitnya ya dari para pembayar
pajak. Artinya lu semua karyawan,
swasta, pelaku usaha UMKM termasuk
tukang ojek, lu itu mensubsidi pengusaha
batubara kan enggak masuk akal. Dan
menurut gua aneh ya, kalau orang
bisa-bisanya enggak paham dengan logika
berpikir itu ya. Memang bisa aja dia
bilang ya. Tapi kan pengusaha batu bara
ekspor. Tukang ojek kan enggak ekspor.
Wajar dong dia enggak bisa restitusi
pajak dia. Betul. Kalau pakai
argumentasi lu dan itu legal. Tapi
konteks pajak itu kan juga harus ada
keadilan. Memberikan keadilan enggak sih
buat orang-orang kecil? Ini
pengusaha-pengusaha kecil pinggir jalan,
UMKM bayar pajak. Eh, giliran pengusaha
batubara kaya raya duit triliunan enggak
bayar pajak. Kan aneh. Masuk akal enggak
sih menurut lu? Sadis banget. Kalau gua
lihat inbox gua banyak banget tuh yang
kemarin SMS gua. [tertawa] Mereka
bilang, "Saah aja dong, legal aja dong."
Boleh dong. Salahnya apa? Mereka enggak
bayar pajak. Ih, aneh lu. Kenapa aneh?
Karena teman-teman harus pikir, ya, gua
bikin video ini terus terang bukan
karena gua anti batubara gitu. Enggak.
Gua menyatakan fakta aja. Sekali lagi
bukan rekomendasi beli, jual atau hold
tertentu, apapun itu. No, enggak. Gua
cuma mau share bahwa tahun 2026 adalah
tahun yang sangat kelam bagi batu bara.
Tapi kita harus dukung kekelaman itu.
Kenapa? Karena menurut gua aneh kalau
seandainya negara disuruh mensubsidi
mereka dalam konteks rakyat pembayar
pajak yang disuruh mensubsidi pengusaha
batu bara. Kalau nonton video kita yang
kemarin, lu harus segera cek tuh. Kenapa
itu konyol, Guys? Teman-teman tahu kita
punya Undang-Undang Dasar 1945 yang di
pasal 33 ayat 3-nya menyatakan bumi,
air, dan kekayaan alam yang terkandung
di dalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat. Jadi pengelolaan
sumber daya alam Indonesia tujuannya
supaya rakyat sejahtera, bukan untuk
kepentingan segelintir oligarki
batubara. Jadi dari situ teman-teman
sudah tahu positioning-nya jelas.
Seharusnya kita memang kasih dia beak
keluar bahkan mungkin bukan 5% 10%
karena sudah bertahun-tahun tuh mereka
menikmati restitusi pajak itu. Setuju
enggak teman-teman semua? Ada satu
keuntungan juga di situ sebetulnya.
Artinya kita makin mengencourage
pengusaha batu bara. Ya udah kalau
enggak mau kena biaya keluar, lu jual
aja di dalam negeri. Kalau jual di dalam
negeri kan enggak kena biaya ekspor.
Artinya apa? Bisa jadi harga listrik
kita bakal makin murah. Iya dong. Karena
jadi oversupply di dalam negeri. Karena
jadi konyol kayak kita misalkan katanya
sasama ada pangan, semang ada beras,
tapi harga beras naik. Kan aneh. Katanya
Indonesia surganya sawit, surganya
minyak goreng, tapi ujung-ujungnya
minyak goreng di kita juga mahal. Tuh
katanya Indonesia surganya batu bara
tapi harga listrik masih mahal atau
masih murah di negara kita? Nah,
teman-teman bisa lihat ya di layar kaca.
Sebetulnya harga listrik di Indonesia
buat industri itu sudah cukup
kompetitif. Kenapa? Karena harga
industri listrik industri di Indonesia
itu sekitar 1115 buat industri menengah.
Industri besar 997.
Nah, kita fokus di industri besar aja
lah yang bisa menciptakan banyak
lapangan kerja. 997 itu sebetulnya
mahal, Guys. Kalau kita bandingkan
dengan Malaysia yang industri besar
listriknya cuman 970 dan tetap lebih
mahal juga dibandingkan Thailand yang
industri besar listriknya 986.
Artinya di sini ya sebagai pengusaha lu
akan mencari biaya operasional paling
kecil dong yang biaya listriknya paling
kecil juga dong. Ya artinya bisa
dibilang Indonesia ya enggak terlalu
murah dibandingkan negara-negara
tetangga seperti Malaysia dan Thailand.
Nah, satu yang menarik adalah ketika
kita bandingkan dengan Vietnam. Vietnam
listrik industri besarnya itu 1077 di
atas Indonesia yang 997.
Listrik di Filipina itu di atas 1775.
Jauh lebih mahal dibandingkan listrik
Indonesia. Dan listrik yang paling mahal
itu ada di Singapura. Listrik industri
besar itu sampai Rp2.000 per KWH-nya.
Jadi teman-teman di sini bisa lihat juga
gua bahas secara fair bahwa memang
listrik kita itu murah kalau
dibandingkan Singapura, Filipin,
Vietnam. Tapi kalau dibandingkan dengan
kompetitor kita Malaysia dan Thailand,
ternyata kita masih lebih mahal. Nah,
ini akan jadi lebih menarik kalau
Indonesia pengin punya strategi
mendapatkan pertumbuhan ekonomi GDP di
atas 8%. Salah satu komponen yang paling
penting selain memberantas ormas ya dan
korupsi di Indonesia, komponen yang
paling penting adalah biaya energinya
harus ditekan supaya makin seksi buat
berbisnis di Indonesia. Alangkah sangat
konyol negara seperti Thailand, negara
seperti Malaysia [tertawa] yang bahkan
batuanya enggak sebanyak Indonesia, kok
bisa-bisanya listriknya jauh lebih murah
dari kita. Aneh kan? Kalau kita bisa
punya listrik yang harganya lebih murah
dibandingkan Malaysia, Thailand dan
sebagainya, jangan heran akan makin
semangat perusahaan-perusahaan investor
buat bangun pabrik di Indonesia. Nah,
Teman-teman setuju enggak kalau
seandainya biaya keluar? Ya udah kalau
gitu kita naikin aja jadi 10% supaya
apa? Pengusaha batu bara makin semangat
lagi jualannya ke market lokal.
Akibatnya apa? Harga listrik di lokal
bisa makin murah lagi. Ujung-ujungnya
apa? Everybody's happy. Karena apapun
pabrik yang lu punya, mau lu punya
tekstil kayak garmen atau lu mau punya
semen, lu pabrik cat, lu pabrik baja,
semua butuh batu bara. Ujung-ujungnya
kalau batu bara harganya makin murah,
makin banyak pengusaha-pengusaha
industri-industri lain yang sebenarnya
berhubungan dengan hilirisasi akan makin
happy dibandingkan kita hanya ekspor
batu bara dalam bentuk S is, mineral,
raw material, enggak ada nilai tambah.
lebih baik batu bar kita tekan murah,
biaya produksi pabrik-pabrik kimia kita,
semen kita, pupuk kita, baja kita,
supaya mereka bisa makin ekspansi.
Karena ujung-ujungnya barang yang
diproduksi mereka jadi lebih memiliki
value yang lebih tinggi dan biaya
produksinya jadi makin lebih rendah. Lu
setuju enggak? Tapi kan ini kita hanya
bahas satu sektor batu bara doang dan
ada begitu banyak hal lain sebetulnya di
luar batu bara yang bakal mengalami
kejutan. Kita masih belum bahas soal
perbankan, kita masih belum bahas soal
Venezuela, kita masih belum bahas soal
minyak bumi, kita masih belum bahas soal
pelayaran. Dan ada begitu banyak lagi
kejutan-kejutan lain di tahun 2026.
Karena ramalan Benix itu seringkiali
jadi kenyataan. Lu penasaran enggak sih
tentang prospek ekonomi Indonesia di
tahun 2026 ini akan seperti apa? Ya,
termasuk soal emas, silver, suku bunga,
sampai prahara geopolitik yang sebentar
lagi akan berpindah dari Venezuela ke
Iran. So, teman-teman, tunggu apaagi
buat kalian yang penasaran dan pengen
tahu dan pengin ketemu Benix, kita bahas
tuntas tentang kondisi geopolitik
ekonomi dunia di tahun 2026 akan seperti
apa. Yuk, segera daftar. Tunggu apaagi?
Segera hubungi ya link yang ada di
loket.com yang ada di bawah ini. Oke,
guys. Sampai ketemu di Benix Economic
Outlook 2026. Hari Sabtu, 24 Januari.
Kita bahas tuntas di sana. Acaranya cuma
3 jam, jadi enggak lama kok. Oke, sampai
ketemu ya di Benix Economic Outlook
2026. See you there. Bye bye.
[musik]