PERTAMINA IS THREATENED!! CENTRAL JAVA CHOOSES SWAMP GAS, LEAVING LPG | Saving IDR 85 Trillion?
wp7BI1l7Xg8 • 2026-01-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget ini, Guys. Pertamina bisa bangkrut nih kalau semua anak bangsa bisa inovatif seperti rakyat yang ada di Grobogan, Jawa Tengah. Loh, kok bisa, Teman-teman? Tahu ya, rata-rata rakyat Indonesia semenjak zamannya Charlie Chaplin menguasai planet bumi ini, kita dipaksa masak pakai gas LPG. Padahal Indonesia enggak punya gas LPG, tapi entah dari mana turun dari langit gas LPG itu, tiba-tiba kita mendadak wajib pakai itu kalau mau masak. Nah, satu tabung gas LPG itu harganya Rp25.000. Nah, rata-rata rumah tangga Indonesia pakai 4 tabung setiap bulan yang artinya ya rata-rata orang tuh bayar Rp100.000 setiap bulan loh buat belanja gas LPG. Cuma buat masak doang gas itu dibakar habis. Tapi sekarang untungnya ada inovasi karya anak bangsa. Ya mungkin lu bakal jawab Bobby Bos. Udah gua garansi enggak, Bos. Bukan Bobby Boss. Kagak ada kabarnya itu. Ini jauh lebih real, Guys. Karena inovasi ini berhasil menghemat pengeluaran ibu-ibu. Emak-emak di Jawa Tengah itu sekarang udah enggak pusing lagi beli gas mahal. Mereka punya karya inovasi anak bangsa yang asli yang bisa mengurangi pengeluaran gas mereka. Tadinya Rp100.000, sekarang cuma Rp25.000. Gila enggak? Lu lebih hemat 75% kalau lu lu menjadi rakyat di daerah tersebut. So, Cok, lu penasaran enggak apa sih karya anak bangsa yang legit yang 100% didukung sama Benix, Guys. Enggak kayak Bobby Boss. Sorry b aja, Bos. Bukan itu yang kita mau mention hari ini. So, kalau lu penasaran apa sih karya inovasi anak bangsa yang bisa menghemat duit rakyat Indonesia sampai ratusan triliun, jangan diskip. video ini. Let's check this out. [musik] Jadi, Teman-teman, ketika Indonesia lagi pada hebohon ni belakangan ini gara-gara Presiden Venezuela, diculik sama tentara Amerika Serikat. Ada juga rakyat yang heboh karena BTS bentar lagi mau konser di Jakarta. Ketika lu lagi pada terdistrack sama semua itu, ternyata ada karya inovasi anak bangsa loh di Jawa Tengah yang bisa mengubah peta energi dunia. Jadi, Teman-teman, ada sebuah daerah terpencil loh di Jawa Tengah yang berhasil merubah daerah rawa-rawa menjadi daerah penghasil gas yang dicintai oleh em-mak buat masak tentunya. Jadi, mereka kasih nama inovasi ini gas rawa. Nah, gas rawa ini terletak di Rajek Grobogan, Jawa Tengah. Dan saking canggihnya inovasi rakyat di sana, rakyat di Grobokan udah enggak perlu lagi beli gas LPG, Guys. Mereka udah pakai gas rawa. Dan ini hal yang sangat luar biasa. Kenapa teman-teman tahu 80% gas LPG di Indonesia itu kita masih impor? Indonesia ini bukan negara yang memproduksi LPG. Kita itu punyanya LNG. Tapi LNG kita yang harganya murah itu malah kita ekspor ke luar negeri. Memperkaya orang Jepang LPG-nya. Justru Indonesia ditipu, dibodoh-bodohi untuk pakai gas LPG yang kita sendiri enggak punya. Dan angkanya juga gak main-main loh, Guys. Impor gas LPG di Indonesia di tahun 2023 aja udah sampai 7 juta ton setiap tahunnya kita impor. Kalau lu bandingin dengan 10 tahun yang lalu ya, tahun 2015 kita itu cuma 4 juta ton. Eh, sekarang impor kita udah hampir 100% lebih banyak dibandingkan 10 tahun yang lalu. Wah, ini sih ngeri. Apalagi kalau lu tahu ya bahan baku ibu-ibu rumah tangga, kalian makan tempe goreng, kalian makan nasi goreng, kalian makan bubur ayam, bahan bakunya itu pasti pakai gas. Enggak mungkin pakai listrik. Lebih mahal kompor listrik. Pasti lu masak pakai gas LPG. Lu tahu enggak lu masak nasi goreng khas Purworejo yang menurut lu adalah makanan khas di Indonesia. Ternyata bahan bakunya apinya berasal dari Amerika Serikat. Jadi teman-teman ya di tahun 2024 aja kita itu impor LPG dari luar negeri itu sampai 63 triliun. Yang mengerikan adalah 50% lebih dari Rp63 triliun itu kita impor LPG dari Amerika Serikat. Jadi impor gas LPG Indonesia dari Amerika Serikat itu nilainya 33,9 triliun alias hampir 34 triliun. Nah, ini menciptakan ketergantungan, Guys. Karena berbahaya banget ya. Ternyata nyawa orang Indonesia kalau lu masak apapun di rumah lu pasti pakai gas LPG, ternyata 50% lebih berasal dari Amerika Serikat. Sedih banget Indonesia ya. Mau masak pecelele aja, gasnya, apinya mesti kita beli dari Amerika Serikat. Sedih loh ini. Sedih banget. Tapi untungnya ada inovasi dari Jawa Tengah lah. Masyarakat di sana mulai sadar mereka itu pengin independ dan mereka gak mau jadi budaknya Donald Trump, Guys. Hebat nih. Mereka berpikir sangat maju sehingga orang di Grobogan menemukan inovasi menciptakan gas buat masak dari rawa-rawa. Gila bener. Bahkan sampai kaget orang Inggris mereka kirim wartawan dari BBC ya buat interview. Mereka menceritakan kisah tentang warga Grobogan yang berhasil mencapai kedaulatan energi alias swasembada energi. Kenapa? karena mereka berhasil merubah rawa-rawa menjadi pabrik gas. Dan ini menjawab solusi kelangkaan LPG 3 kg, Guys. Jadi, berkat gas rawa-rawa ini warga Grobogan bisa tetap tenang ketika LPG langka, ketika LPG harganya makin mahal, ketika LPG menghilang dari pasaran. Karena warga di Grobogan sudah berhali dari gas LPG ke gas Rawa-Rawa. Wih, hebat banget ya, Guys. Ketika semua rakyat Indonesia termasuk KDM terhipnotis dengan Bobby Boss. [tertawa] Bobby Boss yang keberadaan energinya sekarang, sorry, Bos. Ternyata kita sekarang ada berita yang real, Guys, yang nyata. Yuk, kita kenal lebih dalam, Guys. Sebetulnya gas rawa-rawa itu apa sih? Jadi, buat teman-teman yang belum tahu, ya, gas rawa-rawa yang bikin hebo dunia sampai orang Inggris saja kaget, itu sebetulnya gas yang berasal dari fosil hewan-hewan dan tumbuhan yang ditemukan di kedalaman sekitar 30 sampai 40 m. Jadi sebetulnya masih pendek nih. Gua ngebor sumur aja kemarin di Kalimantan butuh 120 m, Guys. Itu pun baru ketemu air yang sangat-sangat sedikit jumlahnya. Eh, di sini ngebor 30 m lu dapat gas buat masak. Hebat ya, Indonesia ini kaya raya loh, Guys. Sebetulnya jadi sebetulnya sejarah soal gas rawa-rawa ini udah ada dari tahun 2001 waktu itu dilakukan penelitian sama Hananto Corneio sama Yudi Darlan. Jadi, dua orang ini melakukan eksplorasi gas di perairan Juana di daerah pesisir utara Jawa Tengah, Guys, di tahun 2001. Nah, sejak saat itulah eksplorasi gas dilakukan di tempat-tempat lain di pesisir utara Jawa termasuk juga pesisir selatan Kepulauan Madura. Nah, untungnya ya pada saat itu belum ada ngongo LSMLSM peliharaan George Soros itu belum banyak, Guys. Ada sih, tapi enggak sebanyak sekarang. Jadi orang bisa melakukan penelitian terkait dengan gas rahasia yang satu ini, Guys. Dan sebetulnya proses produksinya juga sangat-sangat simpel. Kenapa? Kalau lu memproduksi minyak bumi atau lu memproduksi emas atau lu memproduksi gas-gas yang lain itu sebetulnya agak ribet. Tapi kalau gas rawa ini karena kedalamannya cuman 30 m ngebor keluar prosesnya sangat mudah. Lu cukup menemukan titik buat mengebor gas rawa. Dan ketika lu ngebor di rawa udah pasti yang keluar adalah air. Tetapi beda dengan daerah gerobogan. Ketika lu ngebor 30 m yang keluar adalah air yang bercampur dengan gas rawa. Tahap selanjutnya yang lu perlu lakukan cukup melakukan pipanisasi. Iya. Lu bikin casing di situ pakai beton dan syukur-sukur lu punya duit tinggal tancepin pipa. Nah, tabung pipa ini kemudian lu colokin nih ke separator. Ini tabung bertekanan tinggi yang untuk apa? Memisahkan antara air rawa-rawa itu dibuang jadi limbah. Dan yang kedua corong yang satu lagi adalah sisa gasnya. Dan gas inilah yang kemudian didistribusikan ke rumah-rumah warga di sana. Mereka cukup pasang selang, keran, dan regulator untuk mulai memasak di rumah masing-masing. Jadi, buat teman-teman gambarannya simpel aja. Lu ngebor tancepin pipa, pipanya bawa ke tabung untuk melakukan separasi antara air dan gas. Airnya dibuang lagi. Gasnya lu colok ke rumah-rumah. Hebat ya, ini udah kayak di Belanda loh. Di Belanda enggak ada tuh yang namanya gas LPG. Gendong dari rumah ke rumah pakai mobil pickup. Enggak. Di Belanda lu tinggal putar keran nyala itu kompor lu. Enggak pakai lagi gas-gas di pikul enggak ada meteran lu ada dua, meteran listrik di rumah lu dan meteran gas. Enak ya Grobogan ini udah hidup di tahun 2200 nih artinya nih. Hebat lu nih Grobogan lu swatasada energi ludah berhasil mewujudkan cita-cita Prabowo. Hebat ya. Mayoritas rakyat Indonesia masih jadi budaknya Donald Trump hari ini guys karena mereka masih impor. Masak di rumah bahan bakunya impor dari Amerika Serikat. Sedih. Tapi ya sayang ser000u sayang guys. Inovasi karya anak bangsa dari Grobogan ini ternyata ya ekspansi bisnisnya itu sangat-sangat lambat. Mungkin karena antek-antk George Soros masih banyak ya di Jawa Tengah ya, tapi juga karena memang enggak banyak yang tahu dan mengapresiasi rakyat di Grobogan ini. Inovasi anak bangsa. Malah yang viral si Bobi Bos sekarang pun enggak tahu ke mana, Bos. Si Grobogan hari ini jadi apa. Hari ini cuma ada 40 rumah tangga yang pakai gasnya si Grobogan ini. Bandingkan dengan 8 tahun yang lalu ya, 2017 ketika pertama kali ditemukan gas rawa-rawa ini, itu yang pakai 20 rumah tangga. Hari ini cuma jadi 40 rumah tangga. sayang ser000u sayang ternyata gas ini hanya dinikmati oleh segelintir orang tapi ya udahlah itulah inovasi orang Grobogan ya sayang sekali tidak diapresiasi oleh pejabat-pejabat di Kazakhstan ya wajar aja sih kenapa lu penasaran enggak sih tentang prospek ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini akan seperti apa ya termasuk soal emas, silver, suku bunga sampai prahara geopolitik yang sebentar lagi akan berpindah dari Venezuela ke Iran. So, Teman-teman, tunggu apaagi? Buat kalian yang penasaran dan pengen tahu dan pengen ketemu Benix, kita bahas tuntas tentang kondisi geopolitik ekonomi dunia di tahun 2026 akan seperti apa. Yuk, segera daftar. Tunggu apaagi? Segera hubungi ya link yang ada di loket.com yang ada di bawah ini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026. Hari Sabtu, 24 Januari. Kita bahas tuntas di sana. Acaranya cuma 3 jam, jadi enggak lama kok. Ya wajar aja sih, kenapa? Sekarang enggak ada cuan, Guys. Lu tahu enggak kalau lu beli gas LPG, lu harus bayar Rp25.000 buat satu tabung. Sebulan lu butuh 4 tabung, berarti lu bayar Rp100.000. Tapi lu tahu enggak warga Grobogan, kenapa inovasinya itu diam aja dalam di tempat? Soalnya harganya murah banget. Lu tahu ya bisnisnya Grobogan itu jualan gas enggak kayak El Pertamina. Satu tabung bayar Rp25.000. Enggak. Grobogan itu sistemnya kayak Netflix, Guys. Netflix itu sistemnya lu bukan bayar film, lu bayarnya subscription. Jadi, teman-teman disuruh bayar subscription buat nonton Netflix. Lu nonton enggak nonton filmnya, lu tetap bayar R200.000 sebulan, Rp300.000 sebulan. Begitu pula gas gerobogan. Gas rawa-rawa di gerobogan sistemnya subscription. Lu cukup bayar Rp25.000 per bulan, terus lu bisa pakai gasnya. Hebat ya? Simpel banget. Enggak pakai ribet, enggak usah pakai meteran. Pokoknya lu bayar Rp25.000 sebulan, lu bisa pakai itu gas sepuasnya. Kalau pakai metode itu bisa-bisa bangkrut Pertamina, Guys. Lu bayangin orang tadinya harus mikul-mikul tabung, harus keluar duit ratusan ribu setiap bulan. Sekarang mereka cukup bayar Rp25.000 per bulan. Nah, sekarang gua mau bawa inovasi dari Grobogan ini ke layar kaca Anda. Kenapa? Karena kita udah bikin perhitungan seandainya ya inovasi gas rawa ini bisa semakin banyak dilakukan di Indonesia atau minimal di Jawa Tengah lah. Indonesia sebetulnya rugi enggak atau malah untung? Simpel aja. Karena mayoritas gas kita itu kan gas impor. Lu bayangin ya kalau rata-rata orang itu harus belanja empat tabung gas melon setiap bulan dan itu di subsidi negara kali Rp25.000. Artinya setiap rumah tangga harus bayar spending Rp100.000. R.000 per bulannya. Dalam 1 tahun berarti Rp1.200.000 mereka keluar setiap tahunnya. Nah, kalau lu hitung dalam 10 tahun harga gas katakan enggak naik-naik ya. Berarti mereka bayar R juta tuh selama 10 tahun pakai gas LPG. Gua yakin sih lebih sih karena harga gas pasti naik terus. Nah, lu tahu enggak di Jawa Tengah aja itu ada 9,5 juta rumah tangga ada 9,5 juta KK. Nah, bayangkan ya kalau 9,5 juta KK belanja 4 tabung setiap bulan, ternyata dalam 1 tahun mereka itu habis 11,4 triliun. Artinya dalam 10 tahun mereka habis 114 triliun. Ini baru ngomongin Jawa Tengah loh. 114 triliun duit mereka habis dibakar untuk memperkaya Amerika Serikat. Ngeri enggak? Nah, coba kita bayangkan ya. Kenapa menurut gua inovasi kayak begini harusnya kita dukung? Kalau seandainya kita bisa pakai gas rawa-rawa ini makin masif lagi, orang cuman bayar Rp25.000 per bulan. Artinya itu cuma Rp300.000 setahun. Lu udah bisa masak sepuasnya bayar cuma Rp300.000 setahun. Gak pakai ada markap-markap harga korupsi-korupsi, tabung LPG. Aduh enggak lu bayar Rp300.000 per tahun. Artinya kalau 10 tahun 1 KK itu cuma bayar Rp3 juta, Guys. Nah, bandingkan kalau ada 9,5 juta KK di Jawa Tengah, mereka semua pakai gas rawa ini. Apa artinya? Artinya rumah tangga Indonesia cuma bayar 2,8 triliun setahun. Kalau di 10 tahun. Jadi, cuma bayar 28 triliun. Jadi lu bayangin nih sebelah kiri negara 114 triliun, sebelah kanan gas rawa cuma 28 triliun. Di sini lu udah bisa lihat rakyat itu bisa hemat 85 triliun, Guys, dari selisihnya ini. Terus negara rugi dong, Pak, karena enggak ada yang bisa dikorupsi lagi ya bisa jadi. Atau negara rugi dong, Pak, pertamina kehilangan duit. Enggak juga. Karena kalau lu pikir secara jangka panjang, gas LPG yang dipakai rakyat Indonesia itu ternyata di subsidi. Data menunjukkan, Guys, gas LPG yang lu pakai itu ternyata ada duit rakyat di situ. Duit pajak. Nilainya berapa? 74 triliun dipakai buat mensubsidi gas rumah tangga. Artinya di sini kalau seandainya makin banyak orang Indonesia yang pakai gas rawa-rawa, Indonesia rugi apa enggak? Sebetulnya enggak. Karena subsidi 74 triliun itu bisa kita bebaskan, bisa dipakai buat hal lain. Bangun jembatan, bangun sekolah, buat makanan bergizi gratis, buat bangun lahan baru untuk suas sembada pangan, buat ngasih beasiswa sekolah S2, S3. Indonesia masih butuh banyak dokter, membangun daerah-daerah tertinggal. Itu 74 triliun duit yang sangat banyak yang kita buang, kita bakar buat mensubsidi rakyat Amerika biar tambah kaya. Kan konyol. Gua sih lebih pilih kita pindah ke gas rawa-rawa aja. Ya sudah, perkara Pertamina bangkrut gara-gara orang pindah ke sana itu urusan Pertamina. Tapi yang lebih penting lagi dibanding duit negara habis 74 triliun setiap tahunnya untuk mensubsidi Amerika Serikat kan konyol. Masa duit pembayar pajak, duit lu semua dipakai buat mensubsidi negara Amerika Serikat kan tolol banget kita ini. Yang ada cari caplin tambah kaya raya. Makanya lu enggak heran bisnis ini nilainya ratusan triliun, Guys. Ketika Indonesia makin miskin, Indonesia makin susah, Indonesia biaya hidup makin tinggi, eh duit kita malah dipakai buat memperkaya pengusaha Amerika Serikat karena kita dipaksa impor LPG dari mereka. Memang ini ide yang sangat brilian dari Charlie Chaplin untuk memperkaya dirinya sendiri. And the gang Indonesia, ah udah ke laut aja lu duit lu malah pergi ke Amerika 74 triliun. Ngeri enggak? Kalau menurut lu gimana, Guys? Lu setuju enggak sih kalau seandainya solusi gas rawa ini? Karena ini jauh lebih real lah dibanding Bob Boss. Seharusnya kita dukung mulai dukung dari perizinan, teknologi, biaya, dan yang paling penting scaleability supaya makin banyak orang yang bisa menikmati gas-gas rawa ini. Atau jangan-jangan kasihanlah ya Pertamina nanti pejabat-pejabat di Pertamina miskin, Guys. Lu tega lihat mereka jatuh miskin. Lu enggak mikir gimana nasibnya pejabat Pertamina. Orang capek-capek lu kuliah tinggi-tinggi biar bisa kerja di sana dapat duit, gaji banyak. Eh, tiba-tiba lu enggak beli lagi produknya. Lu enggak kasihan lihat mereka? Jadi pertanyaan utamanya buat teman-teman, lu setuju enggak sih kalau seandainya makin banyak orang yang pakai gas rawa ini? Dan pertanyaan yang kedua, kenapa dari 2017 sampai sekarang penggunanya cuman 40 KK? Menurut lu apa sih penyebab utama gas rawa yang luar biasa besar potensinya ini? Kenapa cuman bisa tumbuh dari 20 KK yang menggunakan di tahun 2017 menjadi 40 KK di tahun 2025? Kenapa cuman sedikit yang pakai? Padahal ini bisa menjadi solusi supaya Indonesia mencapai sasembada energi. Supaya Indonesia tidak lagi masak pakai barang impor. Kenapa ya, Guys, kita enggak bisa membawa gas rawa ini ke area yang lebih luas lagi jangkauannya dan membawanya ke skala yang lebih besar lagi buat khalayak umum? Tulis dong pandangan kamu, komentar kamu, tanggapan kamu terkait pertanyaan gue yang tadi itu loh di kolom komentar yang ada di bawah ini. Dan jangan lupa ya, share video ini sebanyak-banyaknya ke teman kamu, ke keluarga kamu supaya makin banyak orang Indonesia yang pintar. Oke, guys. Semoga video kita bermanfaat. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye. [musik] [musik]
Resume
Categories