File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
99% of Indonesians have been brainwashed! Is palm oil the scapegoat for the Sumatra disaster?
aMrKYX-NN_c • 2026-01-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, ini kabar buruk buat Indonesia.
Teman-teman udah tahulah ya. Kita di
bulan lalu itu kena begitu banyak
bencana sampai ya banyak orang yang
tewas meninggal dunia. Khususnya di
Sumatera loh. Karena banjir yang begitu
besar dan ini sangat betul-betul
menyedihkan karena udah korbannya begitu
banyak. Eh, yang dilakukan bupati di
negara Kazakhstan, untungnya bukan di
Indonesia ya, di negara Kazakhstan itu
sampai kabur ke luar negeri jalan-jalan.
Ngeri sih memang ini semua hanya akan
terjadi di negara super konyol yang
namanya Kazakhstan, Guys. Tapi
teman-teman udah banyak loh sebetulnya
yang minta Benix buat bikin video khusus
membahas soal bencana banjir yang ada di
Sumatera ini. Dan gua dari kemarin itu
masih menunggu kenapa gua pengin melihat
media-media Indonesia ini waras enggak?
Bener enggak bikin narasi? Pakai akal
sehat enggak mereka ketika membuat
berita terkait bencana banjir yang ada
di Sumatera itu. Kenapa ini penting,
Guys? Karena gua melihat makin banyak
yang media-media asing khususnya
anjing-anjing peliharaan George Soros di
Indonesia yang mengeluarkan
berita-berita hoaks terkait banjir di
Sumatera. So, video ini gua bikin
spesial nih buat teman-teman yang dari
kemarin request tanggapan Benix gimana
soal banjir di Sumatera. Dan isi video
ini pasti bikin lu terkejut dan pasti lu
enggak setuju dengan video kita. Makanya
lu jangan skip video ini. Let's check di
sini. [musik]
Jadi teman-teman sebelum kita bahas
lebih detail lagi video ini, gua pengin
menyampaikan ya rasa bela sungkawa, rasa
dukacita yang sedalam-dalamnya buat
saudara-saudara kita di Sumatera yang
harus kehilangan rumah mereka,
kehilangan pencaharian mereka,
kehilangan pekerjaan, penghasilan,
bahkan keluarga, nyawa saudara-saudara
mereka di sana. Sekali lagi gua
menyampaikan rasa dukacita yang
sedalam-dalamnya ya. Dan gua berharap
juga bantuan yang sudah kita kirimkan ke
sana bisa sampai dengan selamat dan
bermanfaat bagi para korban yang harus
mengungsi di wilayah Aceh, Sumatera
Utara, dan Sumatera Barat. Dan ketika lu
lihat video ini di awal nih gua udah
bilang sama lu, gua sangat mengutuk ya
orang-orang yang melakukan deforestasi
pengerusakan hutan sampai membuka kebun
kelapa sawit di hutan-hutan lindung.
Sekali lagi gua sangat tidak setuju dan
gua mengutuk keras. Tapi buat
teman-teman, lu harus hati-hati juga
dengan narasi-narasi yang diciptakan
oleh begitu banyak media-media palsu di
Indonesia. Kenapa gua minta teman-teman
berpikir dengan logis di sini? Jadi
teman-teman sebelum kita bahas lebih
detail tentang Indonesia, gua mau bahas
tentang negara di sekitar Indonesia di
bulan yang sama khususnya negara
Filipina. Jadi, teman-teman tahu ya,
Filipina di tanggal 4 November 2025
alias beberapa minggu sebelum terjadi
bencana yang ada di Indonesia, Filipina
itu sudah terlebih dahulu kena banjir
badang yang terbesar sepanjang sejarah
Filipina. Ada daerah di sana namanya
Cebu, Guys. Di Cebu itu kotanya sampai
banjir 70.000 orang mengungsi ratusan
nyawa, Guys. Gara-gara banjir besar yang
terjadi di Cebu, Filipina itu. Dan
ternyata enggak hanya sampai di situ.
Bukan cuma Cebu yang dilanda banjir
besar. Ternyata beberapa hari selatannya
Filipina kembali diserbu banjir besar di
daerah Katanduanes, Luzon. Ini
benar-benar luar biasa. Sampai media
internasional Aljazera itu mencatat ada
1,4 juta manusia yang harus mengungsi.
Gila enggak? 1,4 juta manusia mengungsi
di Filipina. Korang-kora Indonesia pasti
enggak ada yang memberitakan ini. Tapi
lu lihat kota-kota di Filipina
tenggelam, Guys. Banyak sekali kota-kota
tenggelam. Lebih dari 1 juta orang harus
mengungsi. Bahkan koran nomor satu di
Inggris, Guardian itu mencatat korban
jiwa di Luzon sendiri itu sudah mencapai
lebih dari 200 orang dan ada ratusan
lainnya yang masih hilang, Guys. Dan ini
betul-betul luar biasa karena Filipina
nyaris tidak bisa berfungsi lagi. Nah,
jadi pertanyaan guys, kenapa Filipina
bisa banjir besar? Apakah karena di sana
terjadi deforestasi? Apakah itu penyebab
banjir besar di Filipina? Coba kita
lihat daftar deforestasi nih. Menurut
lembaga internasional WRI ini adalah top
10 negara yang melakukan deforestasi. Di
situ ada Brazil 33 juta hektar, ada
Indonesia 10 juta hektar, ada Kongo 7
juta hektar, ada Bolivia 5,7 juta
hektar, ada Malaysia 3 juta hektar, ada
Colombia 2,5 juta hektar, ada Paraguay
2,3 juta hektar. Ada Code di Efori itu
ada 2,2 juta hektar. Ada Mozambik 2,1
juta hektar. Dan ada Mexico 2 juta
hektar. Ini adalah negara-negara yang
menurut WRI itu melakukan deforestasi
terbesar di dunia. Ini pertanyaannya
Filipina banjir begitu besar, sangat
parah. Jutaan orang harus mengungsi,
Guys. Apakah dia berada di dalam daftar
deforestasi ini? Jawabannya tidak. Kok
bisa ya? Atau jangan-jangan bukan
gara-gara deforestasi ya, banjir di
Filipina. Jangan-jangan karena kelapa
sawit, Guys. Yuk, kita cek ya, apakah
terjadi penanaman sawit yang masif
sehingga mengakibatkan banjir besar di
Filipina? Yuk, kita cek daftar
negara-negara yang menduduki top 10
negara produsen sawit terbesar di dunia.
Lihat di layar kaca Anda. Ternyata
peringkat satu ada Indonesia 46 juta
ton. Peringkat du ada Malaysia 19 juta
ton. Peringkat 3 ada Thailand 3 juta
ton. Peringkat 4 ada Colombia 1,9,
Nigeria 1,5. Lalu sisanya yang
kecil-kecil ada Guatemala, PNG, Code The
Evoy, Brazil, dan Honduras. Ternyata,
Guys, data menunjukkan tidak ada sawit
di Filipina, Guys. Berarti bukan sawit
dong yang menyebabkan banjir besar di
Filipina. Hm. Atau jangan-jangan
gara-gara tambang batu bara kali, ya.
Philipin nambang batu bara makanya
banjir besar ya. Yuk kita cek lagi yuk
negara dengan produksi batu bara
terbesar di dunia sampai bisa
mengakibatkan banjir yang sedemikian
merusak di Filipina. Coba kita lihat
daftar negara-negara yang memproduksi
batu bara di dunia ini ada siapa sih?
Peringkat satu ternyata ada Cina 4,7
miliar ton. Peringkat 2 ada India 1
miliar ton. Peringkat 3 ada Indonesia
836 juta ton. Peringkat 4 Amerika 465
juta ton. Peringkat 5 Australia 463 juta
ton. Oke, sisanya ada apa? Ada Rusia,
Afrika Selatan, Kazakhstan, Mongolia,
dan Jerman. Termasuk Jerman ternyata
masih rajin menggali batu bara. Tapi
intinya adalah apakah ada Filipina di
dalam daftar negara penghasil batu bara
ini? Ternyata tidak, Guys. Non. Terus
orang ada lagi bilang, "Oh, kalau gitu
bukan tambang batu bara. Cari-cari yang
lain lah. Tambang nikel. Janjangan
tambang nikel yang menyebabkan banjir
besar di begitu banyak daerah di
Filipina. Oke, kita lihat siapa sih
negara eksportir nikel terbesar di
dunia. Peringkat satu ada Indonesia 2,2
juta ton. Hebat ya Indonesia. Peringkat
2 ada Filipina 300.000 ton. Peringkat 3
ada Rusia 200.000 ton. Peringkat 4
Kanada 190.000 ton. Lalu peringkat 5
adalah Cina 120.000 ton. Ini adalah lima
negara penghasil nikel terbesar di
dunia. Berarti ini yang menyebabkan cebu
banjir ya, luzon banjir ya. Coba kita
lihat. Ternyata lokasi tambang-tambang
nikal itu ada di area Zambales,
Pahlawan, Tawi-Tawi, Kepulauan Surigau,
Kepulauan Dinagar yang intinya tidak ada
banjir justru di era tambang-tambang
nikel itu. Justru terjadi banjir di
daerah-daerah yang tidak ada sawitnya,
tidak ada batuaranya, tidak ada
nikelnya. Jadi enggak ada hubungan
ternyata dengan tambang nikel. Aneh.
Terus kok bisa? Dan kalau lu bilang
daerah yang banjir tadi paling besar 1
juta orang sampai mengungsi itu
terjadinya di daerah Katanduanes, Luzon.
Dan kalau lu lihat memang juga jaraknya
jauh banget lah. Satu produsen terbesar
nikel terbesar tuh di daerah Zambales.
Lu tahu jarak dari Zambales ke lokasi
banjir yang paling parah itu di Luzon,
daerah kepulauan Kantanduanes itu
jaraknya 800 km, Guys. Lu kalau nyetir
itu butuh waktu 24 jam. Hampir 24 jam
buat nyetir dari ujung Zambales ke Luzon
ke Katanduanes. Jadi enggak ada
hubungannya dan enggak nyambung. Orang
udah beda daerah, beda pulau juga ini.
Tapi bisa-bisanya nambangnya di mana?
800 km. Banjirnya di Katanduanes. Enggak
nyambung. Berarti bukan gara-gara
tambang nikel dong. Jadi gara-gara apa
ya? Sebelum kita bahas itu, kita bahas
juga yang lebih penting lagi. Ternyata
banjir besar di bulan yang sama November
2025 tanggal 6 itu bukan cuma menyerang
Indonesia atau Filipina, ternyata juga
Vietnam. Tapi enggak ada berita-berita
Indonesia mengabarkan ini karena mereka
tol dan enggak punya otak. Bahkan kalau
lu lihat ya, media ternama Aljazirah ini
media internasional ya kita tahu lebih
fair lah dibanding media lokal. Dia
mencatat bahwa per hari ini sebetulnya
udah ada ratusan orang di Filipina yang
meninggal gara-gara banjir itu, Guys.
Dan lebih sadis lagi, banjir itu
menenggelamkan lima provinsi yang ada di
Vietnam. Jadi, ini jauh lebih parah lagi
dibandingkan Filipina. Ini ngeri banget
sih Vietnam habis gara-gara banjir besar
ini di bulan November. Tapi
pertanyaannya, apakah ini karena
deforestasi? Hm, soalnya di Indonesia
berita-berita yang beredar banjir besar
terjadi di Sumatera karena deforestasi.
Apa betul? Coba kita lihat daftar top 10
nih. Devestasi menurut WRI ini. Lembaga
internasional valid, kredibel. Apakah
ada nama Vietnam di sini melakukan
deforestasi? Tidak ada. Begituun
Filipina enggak ada. Apakah ada karena
mereka negara produsen batu bara
terbesar di dunia hobinya menggali-gali
tambang? Apakah karena mereka
memproduksi sawit skala besar mereka
merubah gunung-gunung, hutan-hutan
menjadi kebon sawit di Vietnam? Lihat
top 10 negara produsen sawit terbesar di
dunia. Ada nama Vietnam di sana? Enggak
ada, Guys. Adanya Indonesia, Malaysia,
Thailand, Nigeria, Columbia, Guatemala,
Papua, Nugini, Brazil. Enggak ada.
Enggak ada. Enggak ada Vietnam. Oh,
berarti jangan-jangan gara-gara tambang
batubara. Oke, lihat sekali lagi. 10
negara penghasil batu bara terbesar di
dunia. Kalau Vietnam sampai hancur
sebesar itu, lima provinsi tenggelam,
pasti gara-gara batu bara. Coba kita
lihat. Ternyata daftar menunjukkan 10
negara penghasilan batu bara terbesar di
dunia. Enggak ada, Guys. Filipina enggak
ada. Vietnam enggak ada. Loh, berarti
bukan karena batu bara ya, lima provinsi
sampai tenggelam di Vietnam. Hmm.
Berarti gara-gara tambang nikel nih buat
orang-orang yang anti mobil EV ya.
Enggak ada otak memang mereka itu, tapi
menurut mereka gara-gara tambang nikel.
Kita lihat aja negara-negara yang
menghasilkan nikel. Ada gitu. Negara
Vietnam enggak ada, Guys. Enggak ada.
Indonesia ada. Rusia ada, Kanada ada.
Vietnam ada. Enggak ada, Guys. Jadi apa
penyebab Vietnam tenggelam? Lima
provinsi sampai tenggelam, ratusan
orang, Guys. Nanti gua bakal kasih tahu
jawaban sebenarnya, Guys. Supaya lu
tidak tersesat. Ini penting. Makanya lu
jangan skip video ini. Karena sekarang
gua mau bawa lu ke negara yang namanya
Sri Lanka. Teman-teman tahu enggak? Di
tahun yang sama, di bulan yang sama,
November 2025 terjadi banjir besar
terbesar sepanjang sejarah negara Sri
Lanka. Dan ini luar biasa besar karena
jutaan orang itu terdampak hidupnya.
Korban jiwa pertama-tama menurut Hargan
International The Guardian itu korbannya
sekitar 200 orang. Eh, enggak lama
direvisi ternyata korban jiwanya
bertambah lagi menjadi 350 orang. Eh,
enggak lama sekarang lagi direvisi lagi
diperkirakan lebih dari 1000 orang yang
menjadi korban jiwa di sana. Emang
seberapa besar banjir yang terjadi di
Sri Lanka? Nah, Teman-teman tahu enggak
sih wilayah banjir yang menyerang Sri
Langka itu bukan cuma terjadi di kota
besar seperti Colombo, Sri Lanka, ibu
kotanya Sri Lanka, iya banjir. Tapi
ternyata juga menyerang Gampaha,
menyerang daerah Putalam yang ada di
barat laut Sri Lanka, menyerang daerah
Manar di daerah utara Sri Lanka,
menyerang daerah Trinomal Ampara yang
ada di timur Sri Lanka dan juga menimpa
daerah Batikalawa yang ada di timurnya
Sri Lanka. Artinya banyak daerah-daerah
di Sri Lanka yang terkena dampak ini.
Bahkan ada lebih dari 25 distrik di Sri
Lanka yang tenggelam termasuk kena
longsor di dataran-dataran tinggi. Jadi
banjir hebat ini memang terjadi di
daerah-daerah dataran rendah, tetapi
ternyata juga terjadi banjir dan longsor
di pegunungan-pegunungan tinggi,
bukit-bukit yang ada di Sri Lanka. Dan
ini mengakibatkan jutaan orang terdampak
hidupnya. banyak infrastruktur yang
rusak, banyak warga yang mengungsi dan
kehilangan akses ke jalan, termasuk
kehilangan akses ke air bersih dan
listrik. Nah, Teman-teman dari situ lu
bisa tahu ya bahwa ternyata negara Sri
Lanka itu juga hampir punah dari planet
bumi ini. Bahkan karena banjirnya
menyerang ke segala arah ke penjuru mata
angin. Mau li di barat, timur, utara,
semua tenggelam deh. Kalau lu ada di Sri
Lanka di bulan November. Sedih.
Pertanyaannya sih yang paling penting,
apakah ini karena deforestasi? Ternyata
menurut daftar deforestasi dunia yang
dibikin WRI, enggak ada nama Sri Lanka
di situ. Atau jangan-jangan karena batu
bara ya atau jangan-jangan karena sawit
ya. Ternyata enggak ada tuh Sri Lanka
memproduksi sawit. Enggak ada juga. Gua
pernah lihat sawit terkenal dari Sri
Lanka. Enggak. Berarti gara-gara batu
bara nih pas. Coba kita lihat daftar
negara yang memproduksi batu bara. Ada
Sri Lanka enggak di situ? Enggak ada,
Guys. Jerman sih ada. Rusia ada. Berarti
bukan gara-gara tambang batubara.
Berarti mungkin gara-gara tambang nikel
deh. Udah cari-cari kesalahan aja.
Namanya juga orang gila kan. Carilah 10
negara yang menghasilkan nikel di dunia.
Enggak ada Sri Langka, Guys. Enggak ada
nikel dari Sri Langka. Jadi, gara-gara
apa Sri Lanka Langka Tenggelam?
Gara-gara apa seluruh daerah yang ada
Sri Lanka tenggelam? Nah, sebelum ke
sana, gua mau bawa lu ke sebuah negara
lagi nih. Tetangga kita namanya negara
Thailand. Ternyata di bulan yang sama,
28 November 2025, Thailand juga
diserang. Banjir begitu besar, ratusan
orang meninggal. Dan lebih sadis lagi,
sejarah mencatat ini data menurut
pemerintahan Thailand. Banjir ini adalah
yang paling parah di Thailand karena
hujan yang datang itu adalah hujan
paling deras sepanjang 300 tahun
terakhir. Jadi sepanjang sejarah
Thailand berdiri ini adalah banjir yang
paling ekstrem, Guys. Kenapa pemerintah
bisa bilang begitu? Karena ternyata
banjir yang terjadi di Thailand ini
karena curah hujan 335 m. Ini hanya
terjadi sekali dalam 300 tahun, Guys.
Ngeri enggak? Lu mungkin enggak kebayang
ya 335 mm tuh separah apa sih? Tapi
sebelum kita ke sana, gua mau kasih tahu
dulu sekali lagi ya. Apakah banjir besar
ini karena disebabkan deforestasi di
Thailand? Data menunjukkan dari WRI,
tidak. Thailand enggak termasuk dalam
negara-negara yang melakukan
deforestasi. Oh, berarti bukan karena
deforestasi. Oh, berarti karena ada
penanaman sawit ya secara masif di
Thailand. Apa iya? Ternyata kita lihat
Thailand memang termasuk negara yang
memproduksi sawit. Data menunjukkan
begitu. 3 juta ton sawit mereka
produksi. Tapi itu jauh di bawah
Indonesia yang bisa sampai 40 juta ton
dan Malaysia yang bisa sampai 19 juta
ton. Dan teman-teman tahu enggak kebun
sawit di Thailand itu luasnya cuma
900.000 hektar total jauh di bawah
hektarannya Malaysia. Malaysia itu punya
6 juta hektar sawit guys. Indonesia
punya 15 juta hektar sawit. Tapi yang
jadi pertanyaan kenapa bisa terjadi
banjir besar terbesar sepanjang 300
tahun terakhir di Thailand? Padahal
kebun sawit mereka cuman 900.000 hektar.
Berarti bukan gara-gara sawit dong.
Berarti kalau bukan karena sawit,
soalnya lahan mereka juga cuman kecil
ya, enggak sampai 1 juta hektar lahan
sawit di Thailand. Tapi banjirnya
sangat-sangat parah. Terbesar dalam 300
tahun terakhir. Berarti gara-gara batu
bara ya. Yuk, kita lihat apakah Thailand
termasuk dalam negara yang menghasilkan
batu bara? Jawabannya tidak. Kazakhstan
sih iya, Afrika Selatan iya. Jerman pun
iya, Amerika juga iya. Tapi Thailand
enggak ada tuh di dalam daftar. Sama aja
kayak Vietnam, Filipina, enggak ada di
dalam daftar batu bara. Atau
jangan-jangan gara-gara tambang nikel
nih. Buat orang-orang yang anti mobil
listrik pasti benci banget sama nikel.
Tapi lu gak bisa cari-cari kesalahan
itu. Kenapa dalam daftar negara-negara
penghasil nikel terbesar di dunia,
ternyata negara Thailand itu enggak
masuk dalam negara yang menghasilkan
nikel. Enggak ada. Rusia ada, Kanada
ada, Cina aja, Thailand enggak ada. Jadi
bukan gara-gara itu. Jadi gara-gara apa,
Guys? Guys, kemarin kita bikin video
khusus spesial tentang masa depan batu
bara di tahun 2026. Teman-teman
penasaran enggak gimana kalau masa depan
sektor yang lain? Apalagi kemarin
Venezuela habis diculik presidennya.
Harga minyak dunia kan seperti apa?
Termasuk harga emas, harga silver yang
tahun ini aja sudah meroket lebih dari
100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum
bicara soal sektor lain seperti
pariwisata, sektor perbankan, sektor
pertambangan. Apalagi kita sudah
memasuki era di mana faktor geopolitik
menjadi salah satu faktor yang paling
penting dalam menyusun strategi ekonomi
kalian. Jadi buat teman-teman para
pelaku usaha, orang-orang di
pemerintahan, duta besar sekalipun
sampai akademisi dan investor yang ada
di Indonesia, lu penasaran enggak sih
gimana sudut pandang BENX tentang
Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026
ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join
di acara Spial Benix Economic Outlook
2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu
tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera
daftarkan dirimu sekarang juga kalau
yang mau ikutan acara Special Benix
Economic Outlook 2026. Kursinya
terbatas, segera daftarkan dirimu
melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah
ini atau scan kode QR code yang ada di
sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix
Economic Outlook 2026 hanya di Titan
Center Bintaro.
Jadi, bukan gara-gara itu. Jadi,
gara-gara apa, Guys? Nanti gua bakal
kasih tahu. Sabar, sabar. Makanya lu
jangan skip video ini karena gua mau
bawa lu ke negara favorit kita, tetangga
kita yang namanya Malaysia. Ternyata di
bulan yang sama, November tanggal 28,
sama juga nih tanggalnya 2025 terjadi
juga banjir besar di Malaysia. Dan
banjir ini bukan cuma terjadi di satu
daerah doang, Guys. Banyak banjir besar
ini terjadi di Kedah, Kelantan, Perak,
Terengganu. Dan ini sangat-sangat fatal,
Guys. Karena apa? Kelantan itu,
Teman-teman tahu ya, salah satu pusat
produksi berasnya Malaysia itu dari
sana, dari Kelantan. Nah, diperkirakan
ya kerugian gara-gara banjir ini merusak
sawah-sawah yang ada di Kelantan itu ada
lebih dari RM2 juta tuh nilai kerugian
di sana. Karena banyak sawah-sawah yang
rusak, tenggelam, gagal panen. So,
teman-teman di Malaysia, gua harap lu
bisa resilien lah. Teman-teman bisa
saksikan nih, Malaysia harus benar-benar
fokus nih buat menambah ketahanan pangan
mereka. Kalau perlu impor besar-besaran
lah, beras dari Indonesia. Orang
Indonesia siap menyelamatkan rakyat
Malaysia yang hancur lebur
sawah-sawahnya di Kelantan nih gara-gara
banjir itu. Tapi yang jadi
pertanyaannya, kenapa ya Malaysia bisa
banjir besar? Banyak yang tenggelam di
sana. Kenapa, Guys? Apakah gara-gara
deforestasi di Malaysia terjadi secara
masif? Ternyata memang iya sih mereka
ada di peringkat lima nih negara yang
hobi deforestasi. 3 juta hektar di
Malaysia kena deforestasi. Tapi apakah
itu cukup untuk menyebabkan banjir
sebesar ini? Jangan-jangan terjadi juga
gara-gara tambang batu bara. Ya,
faktanya sih Malaysia bukan negara
produsen batu bara terbesar di dunia.
Mereka enggak ada di dalam daftar top 10
itu. Jerman ada, Australia ada, Rusia,
Cina, India, Indonesia ada, tapi
Malaysia enggak ada. Atau jangan-jangan
gara-gara mereka punya tambang nikel,
nikel mereka menguasai dunia seperti
Indonesia. Enggak. Malaysia enggak
memproduksi nikal, Guys. Rusia, Kanada,
Cina ada. Iya, banyak. Iya. Malaysia
enggak. Berarti gara-gara apa?
Jangan-jangan gara-gara sawit, ya. Ah,
mulai menarik nih. Karena ternyata
Malaysia itu peringkat dua produsen
sawit terbesar di dunia. Indonesia 46
juta ton setahun, Malaysia bisa hampir
20 juta ton setahun. Tetapi
pertanyaannya, apakah banjir besar di
Malaysia terjadi gara-gara mereka nanam
sawit? Jawabannya tidak. Ya, karena
simpel aja. Tadi kan gua bilang gagal
panen di Kelantan. Ya, simpel. Karena
daerah kayak Kelantan, Terengganu itu
daerah penghasil padi dan karet, bukan
daerah sawit, Guys. Jadi kalau dibilang,
"Oh, mereka tenggelam gara-gara nanam
sawit." Tidak. Memang Malaysia itu nanam
sawit, tapi bukan di Kelantan sama
Terengganu juga. Jadi enggak ada
hubungannya mereka nanam sawit dengan
banjir besar itu. Enggak ada. Jadi,
kenapa, Guys, Malaysia bisa banjir?
Ternyata jawabannya bukan gara-gara
deforestasi, bukan gara-gara tamang batu
bara, tambang nikel dia juga enggak
punya, bukan juga karena kelapa sawit.
Karena beda daerahnya yang banjir sama
yang nanam kelapa sawit. Jadi, gara-gara
apa? Nah, Teman-teman, kalau lu adalah
manusia normal dan waras dan bukan
korban cuci otak media-media George
Soros yang hobinya mengadu domba bangsa
kita, lu pasti udah tahu dong penyebab
utamanya apa. Karena kalau lu lihat
media-media di Malaysia itu beda dengan
media di Indonesia. Media di Indonesia
nyalain sawit, nyalain batu bara,
nyalain tambang-tang, enggak jelaslah
pokoknya enggak logis. Tapi kalau lu
lihat media di Malaysia, ternyata mereka
tahu pemikirannya saentific. Kenapa
banjir besar di sana ada sinar daily
koran di Malaysia? Karena disebabkan
oleh tropical storm, badai tropis senyar
yang membawa angin dengan kapasitas yang
luar biasa besar membanjiri Malaysia.
The straight times. Kenapa bisa terjadi
banjir besar? Karena ada badai senyar
yang menghajar 10 titik di Malaysia.
Lalu ada lagi harian bernama yang bilang
ini terjadi karena curah hujan tinggi
yang diakibatkan cyclon yang
mengakibatkan banjir parah di Kedah,
Kelantan, Perak, Terengganu. Jadi beda
banget ya, Guys. Jomplang banget ya.
Media lokal di Indonesia cap kaki 5
tentunya ya. Sama media-media di negara
luar. Kalau di Indonesia gimana? Menurut
media-media di Indonesia, surat kabar
Indonesia, influencer-influencer cap
kaki lima, mereka bilang banjir besar
ini diakibatkan oleh apa? Pertama,
karena ada deforestasi, penggulundungan
hutan. Gua enggak setuju dengan itu.
Menurut gua hutan harus dilindungin.
Memang kalau ada orang deforestasi harus
ditangkap sih. Yang kedua, karena banyak
orang nanam sawit. Apa iya? Ternyata
bukan. Bukan karena sawit. Enggak ada
tuh sawit di Filipina. Enggak ada tuh
sawit di Vietnam. Bukan gara-gara itu.
Enggak nyambung. Ada juga gara-gara
pertambangan itu. Aduh, konyol semuah.
Berita-berita di tanah air kita ini
bodoh semua. Bahkan kenapa jadi guys?
Apa penyebab utamanya kenapa bisa
terjadi banjir besar di Indonesia?
Ternyata kalau lu waras sekali lagi ya,
kalau lu bukan korban cuci otak, lu
hati-hati loh. Lu udah kecuci otak kalau
lu termakan media-media palsu cap kaki
lima itu, Guys. Kenapa? Karena kalau lu
waras, lu bisa berpikir secara
saintifik. Lu tahu surat kabar terkenal
dari Jepang aja. Nikei nkei itu tulis
terjadi badai besar di Indonesia
korbannya sangat banyak. Apa karena
sawit? Apa karena batu bara? No. Apa
yang mereka tulis? Terjadi karena angin
ribut.
Cyclon korbannya ada begitu banyak di
Indonesia. Tapi dia juga tulis cyclon
senyar bukan hanya menyerang Indonesia.
Ternyata menurut Jepang, Vietnam
tenggelam, Thailand tenggelam, Filipin
tenggelam, Malaysia tenggelam karena ada
angin siklon topan badai namanya senyor.
Itu jawabannya, Guys. Oh, bukan karena
ada orang nanam kelapa sawit. Enggak.
Hati-hati lu, dia ada domba. Lu
hati-hati lu. Bahkan ya si Klon Sonyar
ini sudah lama dicatat Aljazirah harian
internasional itu juga mencatat hal yang
sama. Dia bilang apa? Fenomena yang
terjadi di Indonesia itu gara-gara
Lanina. Ini adalah siklus iklim dunia
memang yang membawa air yang sangat
banyak dari lautan Pasifik dan
memindahkan ya air-air itu dalam skala
yang sangat besar ke daratan yang ada di
Asia Tenggara khususnya. Jadi beda.
Kalau lu baca media lokal lu dicuci otak
sudah jelas lu kena tipu. Lu lu disuruh
menghancurkan negara lu sendiri. Tapi
kalau lu baca media yang waras,
Aljazirah, Nike, Guardian, apa yang
mereka bilang? Ini semua terjadi karena
angin topan badai terbesar sepanjang
sejarah. Dan ini pun terjadi di hal yang
sama ketika Aljazirah menulis tentang
Filipina. Kenapa? Karena ada Taifun
Fungwong. Gua buka di sini sekarang.
Aljazirah bukan gara-gara Filipina
bisnis nanam coklat. Kagak, enggak ada
hubungan. Karena Taifun fungwong.
Thailand kenapa? Karena ada taifun koto,
angin ribut juga namanya koto. Terus di
Malaysia tenggelam karena ada typfun
senyar. Begituun yang terjadi di Sri
Lanka tanggal 28 November itu karena
typun ditwah. Jadi guys, intinya banjir
besar yang terjadi di mana-mana bukan
karena ada orang nanam coklat, nanam
kopi, nanam sawit, ayo ayo. Enggak. Ini
fenomena alam yang terjadi karena ada
angin ribut, angin badai. Terjadi 300
tahun sekali. So, Teman-teman kalau
lihat media yang ditulis di Filipina,
jutaan orang mengungsi. Apa karena
mereka di sana nanam coklat? Enggak.
Karena ada taifun Kalmaigi dan taifun
Fungwong. Terjadi hampir bersamaan
akibatnya tenggelam itu Filipina.
Vietnam 6 November 2025 ini beruntut.
Fungwong bergerak dari Filipina ke
Vietnam. Akibatnya Vietnam tenggelam.
Setelahnya apa? Sri Lanka 28 November
2025 tenggelam juga karena Taifun. Wah.
Thailand 28 November 2025 karena Taifun
Koto. Malaysia tenggelam 28 November
2025 karena siklon senyar. Indonesia
juga tenggelam di tanggal 28 November
2025. Sumatera banjir besar karena
siklon senyar. Jadi teman-teman di sini
lu bisa tahu ya begitu jomplang begitu
kontras pemberitaan media-media lokal
anjing peliaran George Soros sama
media-media luar. Makanya lu harus
terbuka pemikiran lu supaya lu enggak
gampang diadu domba nih sama media-media
lokal sampah kita ini yang memang udah
harus dibersihkan nih. Parah nih. Udah
parah hancur-hancuran nih. Karena kalau
lu lihat pemberitaan dari sudut kacamata
internasional, ternyata mereka menjawab
dengan lebih fair. Ini semua terjadi
karena angin ribut terbesar sepanjang
sejarah. Bahkan media Thailand aja
sampai mencatat mereka itu catat curah
hujannya 335 mm terbesar sepanjang
sejarah Thailand dalam 300 tahun
terakhir. Nah, Teman-teman tahu Thailand
aja sampai syok loh. Kena hujan 335 mm
terjadi dalam 1 hari negaranya
tenggelam. Kamu tahu enggak sih yang
terjadi di Indonesia itu berapa banyak
sih air yang turun? Penasaran enggak
kalau Indonesia berapa banyak ya? Karena
kan beda Taifonnya. Angin ribut yang
menyerang Thailand itu namanya Taifun
Koto. Cuma bawa 335 mm air. Itu pun udah
panik semua Thailand karena itu adalah
banjir terbesar dalam 300 tahun terakhir
di Thailand karena angin ribut Taifon
koto. Indonesia beda loh. Indonesia
kenanya senyar. Senyar itu tahu enggak
berapa? 400 mm air per hari. Dan ini
terjadi bukan cuma 1 hari kayak di
Thailand. No. Kita 400 mm terjadi dalam
3 hari berturut-turut. Guys, itu
betul-betul mengerikan. Sampai gua lihat
data dari pusat penelitian yang ada di
Eropa, di Belanda, di Jerman, di Amerika
Serikat. Mereka sampai bilang, "Ini
ngeri banget. Meskipun di Sumatera
enggak ada sawit, enggak ada manusia,
isinya hutan semua 100% sama King Kong
dan orang hutan." Kalau lu kena hujan
400 mm setiap hari selama 3
berturut-turut, enggak peduli hutan lu
segede apa, pasti lu kelep. Pasti enggak
ada lu nanam pohon terus lu enggak jadi
mati gitu, enggak jadi banjir. Enggak.
400 mm, Guys. Jauh lebih besar
dibandingkan Thailand yang cuma 300 mm.
Itu aja ngap-ngapan mereka. Sekali lagi,
kita bukan yang enggak peduli loh dengan
lingkungan kita. Justru sangat-sangat
peduli loh dengan reforestasi, dengan
perlindungan kawasan hutan, penghijauan.
Karena kalau teman-teman yang sudah
follow Benix sejak lama, udah dari
bertahun-tahun lalu kita itu melakukan
penanaman hutan. Karena sampai hari ini
kita sudah tanam lebih dari wah mungkin
udah ratusan ribu tanaman lah sampai
hari ini, sampai detik ini. Kenapa ya?
Karena kita juga lihat penting loh buat
kita itu menjaga kelestarian hutan.
Bahkan sejak bertahun-tahun lalu kita
itu memberikan makanan gratis buat
ribuan orang hutan di Kalimantan. Gua
sampai nanam pohon, Guys, di Kalimantan.
Spesial tuh kita nanam di lahan-lahan
yang rusak, lahan-lahan yang tandus
supaya itu tadi lahan-lahan itu supaya
produktif. Kita tanamin pohon, bisa
menyerap karbon dioksida dari udara,
bisa memberikan apaan kerja bagi
orang-orang di sekitarnya, dan yang
paling penting juga bisa memberi makan
orang hutan. Itulah kenapa kita bikin
bumi baru di Kalimantan. Kenapa ya?
Karena kalau bukannya kita loh yang
berkontribusi, bukannya kita yang turun
langsung, ya mungkin enggak ada lagi
orang hutan di planet bumi ini. Tapi
apakah artinya kita harus
menjelek-jelekkan atau bahkan sampai
anti sawit? Hm,
gua rasa enggak. Tapi sebelum kita bahas
lebih detail, ya gua mau akuin juga
apapun yang gua lakukan itu ya mungkin
bagus buat lingkungan. Pastilah bagus
buat lingkungan. Tapi gua yakin itu
tidak akan dapat menghentikan terjadinya
hujan ekstrem yang bahkan sampai 400 mm
banjir deras di mana-mana. Kenapa?
Menurut BMKG, lu lihat ya klasifikasi
air hujan menurut BMKG nih. Curah hujan
ringan kalau 20 mm/H. Curah hujan sedang
kalau 50 mm/ lebat kalau curah hujannya
100 mm/h. Kalau sangat lebat itu 100
sampai 150 mm/h.
Hujan ekstrem itu kalau di atas 150
mm/h. Jadi lu bayangkan yang terjadi di
Thailand itu 300 mm per hari. dua kali
lipat standar BMKG yang dibilang sebagai
hujan ekstrem. Indonesia 400 mm per
hari. Ini ngeri banget, Guys. Ini ngeri
banget. Kenapa? Sepanjang sejarah planet
bumi ini ya, negara yang kena 400 mm
selama 3 hari berturut-turut itu enggak
ada, Guys. Lu tahu ya, sejarah mencatat
paling dekat tahun 2018 terjadi di
Hiroshima. Banjir besar 400 mm hujannya
2 hari berturut-turut. Itu pun udah
canggih loh infrastruktur di Jepang.
Mereka gak ada deforestasi. Mereka ggak
ada kelapa sawit. Mereka ggak ada batu
bara nikel. Enggak ada, gak ada. Gak
ada. Tapi mereka kena 400 mm selama 2
hari. Apa yang terjadi? Negara Jepang
lumpuh total. Hiroshima tenggelam.
Korban jiwa. Wah, hampir 1000 orang,
Guys. Negara secanggih Jepang bertekuk
lutut di bawah hujan 400 mm tahun 2018.
Ngeri banget, Guys. Ada enggak lagi yang
lebih dekat? Kalau di Asia Tenggara kan
Jepang agak jauh tuh. Ada tahun 2020
Jakarta pernah kena hujan 377 mm. Dalam
1 hari apa yang terjadi? Banjir besar,
Guys. Nasional Jakarta kelelep. Tapi itu
masih 377 mm, Guys. Itu tenggelam
Jakarta lumpur. Tahun 2022 ada negara
juga di Asia namanya Pakistan. Dia juga
kena hujan ekstrem, tapi enggak banyak,
cuma 200 mm. Yang terjadi di Indonesia
itu adalah 411
mm. Terjadi bukan selama 1 hari doang.
Hari pertama, hari kedua, hari ketiga.
Lu udah bisa bayangin Hiroshima 400 mm 2
hari aja tenggelam. Ini 3 hari
berturut-turut. Enggak peduli seberapa
banyak pohon yang lu tanam, Guys.
Percayalah pasti kelelep juga. Nah, ini
penting banget sih kenapa kita bikin
video ini ya. Supaya teman-teman lu
enggak sesat pikir. Karena gua makin ke
sini gua lihat kok makin ngacau nih
pembahasannya nih. Dan yang lebih
penting lagi, lu harusnya penasaran kok
bisa media Jepang yang lebih aware
terkait banjir ini pemicu sebenarnya
apa? Ya wajar aja mereka bisa lebih tahu
dibandingkan media-media Indonesia cap
kaki li sampah laknat semua. Kenapa bisa
mereka lebih tahu ya orang Jepang?
Simpel. Karena Jepang memang sering
terkena siklon. Jepang sering diserang
badai taifun. Sering banget mereka.
Bahkan setahun mereka bisa sampai 2 3
emp kali loh kena badai siklon.
Indonesia kaget. Kenapa kaget? Indonesia
tahunya apa sih bencana alam? Longsor
gunung meletus gempa Bu. Indonesia
tahunya itu. Kita enggak punya keahlian
soal angin badai, Guys. Enggak ada.
Enggak punya skill, enggak peduli.
Bahkan namanya juga angin, angin bisa
bunuh orang, enggak percaya orang
Indonesia. Tapi buat negara-negara
seperti Jepang itu udah kayak makanan
sehari-hari. Lebih gila lagi Filipina.
Filipina setahun itu bisa 20 kali Taifon
menyerang Filipina. Ngeri, Guys. Ngeri
banget. Buat mereka itu udah kayak makan
siang aja. Tapi Indonesia syok. Kenapa?
Karena kita tidak berpengalaman, Guys.
Kena taifun. Indonesia tahunya kena
tsunami? tahu gempa bumi sering gunung
meletus sering taifun enggak tahu kita
enggak ngerti cara menanganinya tapi
Jepang udah ribuan tahun mereka
mengalami serangan angin topan ini.
Jepang itu udah dari tahun 1274 itu
kenal dengan yang namanya taifun, angin
ribut. Kenapa? Karena di bulan November
pasukan Mongol Kubuilaikan itu pengin
menguasai dunia. Mereka mau menjajah
Jepang. Mereka udah siap nih mendarat di
Kyusu, tapi sayang mereka diserang oleh
badai besar yang menghancurkan armada
angkatan laut mereka. Akibatnya pasukan
Mongol terpaksa mundur. Tapi dasar
pasukan Mongol ya enggak kenal menyerah
ya Eropa saja bertukuk lutut ketakutan
menghadapi pasukan Mongol. Mereka
kembali mau menjajah Jepang di tahun
1281. Di tahun 1281
bulan Agustus. Di sini Armada Mongol
dikumpulkan ribuan kapal. Jadi sangat
besar karena ada puluhan ribu pasukan
yang berada di kapal-kapal itu. Tapi
sayang ser000u sayang sebelum berhasil
mendarat di Kyusu mereka hancur lebur
diserang oleh angin topan yang diberi
nama Kamikaze. Jadi teman-teman kalau
pernah dengar ya pasukan Jepang
Kamikaze, Kamikaze itu asal-usulnya
karena ada angin badai. Dewa penyelamat
mereka, dewa angin ribut menyerang,
menghancurkan pasukan armada lautnya
Mongol Kamikaze. Jadi ini membuktikan
kenapa Nike tahu lebih dulu soal angin
bada ini, soal kerusakan yang terjadi di
Sumatera. Bukan karena sawit, bukan
karena batu bara atau nikel. No, no, no.
Mereka tahu lebih dulu mereka itu sudah
bertemu sama Kamikaze, Guys. Badai topan
yang luar biasa. Bahkan mereka anggap
sebagai dewa penyelamat gara-gara mereka
selamat gara-gara itu. Jadi, mereka
belajar beradaptasi hidup dengan taifun.
hidup dengan badai siklon, hidup dengan
angin ribut. Jadi wajar kalau Jepang itu
bisa lebih aware, lebih tahu, lebih
berpengetahuan soal bagaimana cara
menanginya. Nah, kenapa penting gua
akhirnya gua tadya enggak mau bikin
video ini, tapi gua lihat media
Indonesia makin lama makin ngacau, Guys.
Kenapa penting, Guys, kita bikin video
ini? Karena kalau kita salah mendiagnosa
penyakit, solusinya jadi salah.
Contohnya apa, Pak? Karena orang sakit
pilek tapi salah diagnosa dikasih obat
sakit jantung kan udah ngacau. Sama
seperti Indonesia kalau makin banyak
orang yang percaya, oh ini gara-gara
sawit, oh kita tutup aja semua kebun
sawit. Oh ini gara-gara batu bara. Kita
tutup aja semua tambang batu bara,
tambang nikel. Salah diagnosa. Obatnya
jadi salah, solusinya jadi salah. Negara
kita bukan tambah bagus, tapi tambah
nyungsep. Maksudnya apa, Pak? Simpel.
Bencana banjir kemarin terjadi gara-gara
orang nanam sawit. Solusinya apa? Nanam
pohon sebanyak-banyaknya. Wei ngacau lu.
Ujung-ujungnya apa? Besok terjadi lagi
badai senyor, Indonesia apa? Kelelep
semua. Enggak bisa. Bukan itu solusinya.
Itu bahayanya kalau lu gagal
mengidentifikasi sumber masalah. Enggak
bisa, Guys. Salah. Gua lihat solusinya
apa. Nanam pohon yang banyak, tutup
kebon sawit. Apa? Enggak ada
hubungannya, Guys. Dan lu bisa lihat
sih, enggak ada itu di situ pohon-pohon
sawit hanyut. Enggak mungkin. Karena
terjadi banjir tuh dari mana? Ya, dari
pucuk-pucuk gunung, dari ujung-ujung
bukit di atas sana. Bawa air bah
sedemikian besar. Enggak mungkinlah
orang nanam kebun sawi di ujung gunung,
Guys. Enggak mungkin orang harus nanam
sawi itu di lahan yang rata. Kenapa?
Kalau lu nanam di gunung panennya susah.
Lu mau bawa pakai apa? Gendong, pikul.
Enggak bisa. Traktor enggak bisa jalan.
Naik turun, naik turun, naik turun. Lu
enggak ngerti. Traktor itu bisa
dijalankan kalau lahannya datar. Perlu
mekanisasi di situ. Tapi kalau udah
bergunung-gunung, goblok namanya orang
nanam di situ. Enggak nyambung. Jadi
salah lu. Dan ini bahaya kalau makin
banyak orang yang percaya propaganda
cuci otak, media-media ini, media-media
lokal kita yang sudah dibelior horos ini
membohongi kalian. Ujung-ujungnya apa?
Indonesia ngambil solusi yang salah.
Tutup kebon sawit, tanam pohon. Gila,
enggak nyambung. Ini bukan gara-gara gua
investor kelapa sawit. No. Enggak. Lu
tahulah gua invest di perusahaan kelapa
sawit tapi di Bangka Belitung. Bukan di
daerah-daerah yang tadi banjir di
Indonesia itu. No, enggak ada
hubungannya. Tapi kita mau bahas secara
fair supaya Indonesia bisa dapat
solusinya, obatnya yang tepat guna.
Jangan solusinya jadi ngacao. Karena lu
mau nanam pohon sebanyak apapun, kalau
udah kena hujan 400 mm, tenggelam lu.
Eurosima juga tenggelam, Jepang juga
tenggelam, Filipin, Malaysia, Vietnam
tenggelam. Bahkan sampai media Thailand
aja sadar ini hujan terbesar loh. Mereka
cuma 300 mm. Ini hujan terbesar dalam
300 tahun terakhir sejarahnya Thailand.
Indonesia hati-hati jangan salah ambil
keputusan. Indonesia jangan salah cari
solusi, jangan salah makan obat, entar
obatnya nanam pohon mati lagi orang
Indonesia. Bukan itu. Belajar dari
Jepang. Mereka sudah berkawan dengan
angin ribut selama ribuan tahun. Mereka
tahu solusinya. Solusi yang pertama apa?
Jauh sebelum adanya Taifon datang,
mereka itu udah bikin sistem peringatan
dini. Bahkan 3 hari sebelum datang
Taifun ke Jepang, TV-TV di sana,
handphone, radio, sirine, sampai ada
aplikasi sendiri buat angin ribut,
mereka sudah dikasih tahu 3 hari
sebelumnya. Jadi orang-orang sudah
mengungsi ke daratan yang lebih tinggi.
Orang-orang sudah siap nyetok bahan
makanan, bahan minuman, air bersih.
Ketika itu datang mereka selamat. Dan
lebih gila lagi, mereka juga upgrade
infrastruktur mereka. Mereka tahu akan
datang lagi angin ribut. Bukan karena
mereka nanam sawit, bukan karena mereka
tambang nikel dan batu bar. No, enggak
ada hubungan. Mereka tahu karena angin
ribut adalah sahabat mereka, dewa
mereka. Bahkan apa yang mereka lakukan?
Bukan nanam pohon. Mereka membangun
saluran banjir kelas dunia. Bangun
sungai beton, bikin pintu air yang
otomatis. Mereka membangun terowongan
bawah tanah raksasa yang namanya Gcens
Project di Tokyo. Mereka membangun
drainase kota besar yang rutin juga
dibersihkan untuk menampung air banjir
skala besar. Jadi itu solusi yang
dilakukan oleh orang Jepang. Bukan nanam
pohon, bukan nutup kebon sawit, merusak
pencarian orang, bukan tutup tambang
batu bara, tambang nikel atau apapun,
enggak ada hubungan. Ini semua fenomala
alam karena terjadinya angin ribut
terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Tapi kita tidak kenal ahli-ahli
Indonesia bacot doang. Ngerti kagak?
Orang Jepang udah tahu lebih dulu. Kita
bisanya nyalahin sawit. Enggak nyambung,
Guys. Hati-hati nanti kita akan ambil
obat, resep obat yang salah. Bahaya loh.
Karena bukan itu obatnya. Gua sangat
tidak setuju dengan deforestasi. Gua
tidak setuju dengan orang-orang yang
buka kebon sawit di hutan lindung
apalagi. Enggak. Tapi apakah kita harus
nutup bisnis orang? Kebon Kelapa sawit
yang ada di Sumatera, Kalimantan kita
tutup. No. Jelas. No. Kenapa? pertama ya
jelas karena bukan mereka penyebab
banjir. Yang kedua, lu tahu ya ada
hampir 3 juta loh petani kelapa sawit
yang ada di Indonesia yang kalau lu
tutup kebun-kebunnya artinya ada 3 juta
pengangguran nih di Indonesia. Mau
dikasih makan apa mereka? Yang ketiga
yang paling penting sih ini, Guys.
Kelapa sawit itu justru harus kita
dukung sebanyak-banyaknya demi
kemakmuran kita. Kenapa? Karena negara
lain, Jerman, Rusia, mereka enggak bisa
nanam kelapa sawit. Tapi mereka butuh
kelapa sawit. Kalau lu dicuci otak buat
anti kelapa sawit, berarti lu harus
pikirkan hidup lu mulai besok. Enggak
usah lagi keramas. Karena situ pakai
kelapa sawit, sabun pakai kelapa sawit,
goreng pakai kelapa sawit, bahkan lu
makan es krim, makan biskuit, itu pun
pakai kelapa sawit. Bahkan negara-negara
yang mengaku dirinya bersih, anti
deforestasi, anti kelapa sawit Jerman.
Lu tahu tiap tahun impor jutaan liter,
ratusan juta liter minyak sawit kita.
Tapi lu asik dibego-begoin buat
menyerang petani sawit yang ada di
Indonesia supaya makin banyak
pengangguran di Indonesia. Supaya negara
kita bubar sesuai keinginan mereka. Lu
mau itu terjadi?
Gua rasa enggak kan? Tapi apa artinya
kita harus mendukung bisnis kelapa sawit
yang merusak lingkungan? Tidak anti
gitu. Gua sangat anti. Justru kita harus
berani melawan mereka yang membotaki
hutan, menggunduli hutan, merusak
lingkungan hidup. Ya, kita harus lawan.
Jelas kita harus tolak itu. Tapi kalau
mereka buka kebun kelapa sawit, mereka
mau nanam kelapa, cengkeh, kopi, kebun
teh, yang logis-logis aja lah. Kalau
mereka nanam itu di lahan-lahan yang
memang sesuai peruntukannya, bukan di
hutan lindung, bukan di kawasan
konservasi, ya kita harus dukung dong
mereka lakukan itu di aktivitas itu di
lahan-lahan yang tidak produktif,
lahan-lahan yang mati. Kita dukung dong.
Justru bagus. Tadinya lahannya enggak
bisa ditanamin apapun sekarang bisa
tumbuh karena ditanamin sawit. Kita
harus justru harus mendukung itu. Nah,
yang lebih konyol lagi banyak
orang-orang yang anti sawit sampai
bilang kita harusnya nanam biji bunga
matahari. Pakai goreng pakai minyak biji
bunga matahari atau repsit oil atau
pakai soibin oil. Heh goblok.
Produktivitas kelapa sawit minyaknya itu
jauh lebih banyak dibandingkan lu nanam
zaitun, minyak biji bunga matahari,
minyak jagung, lain sebagainya. Kalau lu
ganti minyak sawit dan pindah ke
komoditas lain buat menghasilkan minyak,
artinya deforestasinya 100 kali lipat
lebih banyak, Guys. Karena begitu
efisiennya minyak sawit ini. Dan dunia
membutuhkan minyak sawit ini. Kalau
makin banyak orang nanam zaitun, makin
banyak orang nanam soibin oil, corn oil,
rap seed oil, buji bunga matahari,
percayalah dunia membutuhkan lebih dari
1000 juta hektar untuk nanam tanaman
yang tidak produktif itu. Lu mau jadi
lebih banyak tanah yang rusak? Then
again, sekali lagi semoga video ini
cukup jelas ya buat teman-teman. Jangan
gampang lu diadu domba. Kita harus
melawan deforestasi. Kita harus melawan
pengerusakan hutan. Betul. kita harus
lawan itu. Tetapi artinya di sini kita
juga jangan mudah ditipu, dicuci otak.
Lu dibandinwash L sama media-media
anjing-anjing peliharaan George Soros
ini. Hati-hati loh. Karena ternyata di
bulan yang sama, di hari yang sama
bahkan juga terjadi banjir di
negara-negara lain yang bahkan enggak
punya sawit, nikel, batu bara seperti
Indonesia. Lu harus berpikir logis,
Guys. Dan sekali lagi, Benix tidak
mendukung pengusaha-pengusaha kelapa
sawit yang merusak hutan, yang menanam
di hutan lindung, yang menanam di
daerah-daerah konservasi. Enggak. Tapi
kita harus mendukung
pengusaha-pengusaha, petani-petani
kelapa sawit yang menanam di
wilayah-wilayah yang sesuai
peruntukannya, yang menambang secara
sustainable, secara aman supaya buat
lingkungan. Mereka menghasilkan cuan,
mereka menghasilkan lapangan kerja,
mereka menciptakan pertumbuhan ekonomi
buat kita. Kita justru harus dukung
mereka. Kita sangat dukung mereka asal
ya mereka tidak lakukan itu di kawasan
hutan lindung, di kawasan konservasi.
Semoga video kita cukup jelas, Guys. Dan
kita sajikan ini secara berimbang bahwa
kejadian yang terjadi di Indonesia
ternyata enggak ada hubungannya, Guys,
dengan yang diberitakan media massa
kita. Dan teman-teman, sayangnya lu
enggak tinggal di Jepang. Dan
Teman-teman, semoga makin banyak lagi ya
orang Indonesia yang waras. Jadi ketika
melihat berita-berita nasional kita, lu
bisa ada perspektif, oh sudut pandang
dari Thailand seperti ini, sudut pandang
dari Malaysia seperti ini, sudut pandang
dari Jepang seperti ini. Sehingga lu
bisa mengambil keputusan, bisa mengambil
judgement yang fair. Hati-hati kalau
enggak lu mudah dimanipulasi, Guys. Nah,
buat teman-teman yang paling penting sih
kenapa gua bikin video ini sekarang ya
karena gua melihat begitu banyak
disinformasi yang dilakukan media-media
lokal dalam negeri kita untuk adu domba
kita. Dan yang paling penting adalah
mereka pengin kita salah ambil obat,
salah minum obat. Itu fatal, Guys.
Kenapa fatal? Karena di sini gua mau
kasih tahu loh, bencana ini belum
berakhir, Guys. Ini masih awal. Akan
terjadi bencana banjir yang jauh lebih
besar lagi di Sumatera dan di Jawa
Barat.
So, teman-teman harus siap ya, khususnya
buat kalian yang tinggal di
daerah-daerah pesisir bahwa banjir yang
jauh lebih besar lagi akan terjadi di
Indonesia. Jangan lu kemakan
propaganda-propaganda media lokal ini.
Entar yang lu lakukan malah nanam pohon.
Enggak. Bukan itu yang lu harus lakukan.
Tadi peringatan dini di aplikasi, di
alarm, di TV, di radio. 3 hari sebelum
terjadi typon itu lu harusnya sudah
tahu. Ini yang harusnya dilakukan oleh
pemerintah kita. Dan yang kedua ya itu
membangun kanal-kanal banjir yang jauh
lebih besar. Walaupun terjadi cuma 300
tahun terakhir ya kita harus siap-siap.
Itu yang dilakukan oleh negara-negara
yang mengenal hidup berdampingan dengan
Taifun. Nah, Indonesia sudah harus siap
nih hidup berdampingan dengan Taifun.
Sebagaimana Philipin 20 Tyfon setiap
tahun, sebagaimana Jepang 4 Tyfon setiap
tahun. Oke, guys. Semoga video ini
bermanfaat. Jangan lupa share video Bik
sebanyak-banyaknya. Segera like and
subscribe. Dan yang paling penting
menurut kalian kenapa makin ke sini
makin banyak berita-berita hoaks ya di
Indonesia? Apa sih alasannya? Dan
menurut lu yang benar mana sih kenapa
banjir besar itu terjadi? Analisis Benix
atau analisis media-media anjingaran
George Soros itu? Guys? Yuk segera
berikan tanggapan kalian di kolom
komentar di bawah ini. Semoga video kita
bermanfaat. Salam sehat. Salam cuan. Bye
bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:29 UTC
Categories
Manage