File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
99% of Indonesians have been brainwashed! Is palm oil the scapegoat for the Sumatra disaster?
aMrKYX-NN_c • 2026-01-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, ini kabar buruk buat Indonesia. Teman-teman udah tahulah ya. Kita di bulan lalu itu kena begitu banyak bencana sampai ya banyak orang yang tewas meninggal dunia. Khususnya di Sumatera loh. Karena banjir yang begitu besar dan ini sangat betul-betul menyedihkan karena udah korbannya begitu banyak. Eh, yang dilakukan bupati di negara Kazakhstan, untungnya bukan di Indonesia ya, di negara Kazakhstan itu sampai kabur ke luar negeri jalan-jalan. Ngeri sih memang ini semua hanya akan terjadi di negara super konyol yang namanya Kazakhstan, Guys. Tapi teman-teman udah banyak loh sebetulnya yang minta Benix buat bikin video khusus membahas soal bencana banjir yang ada di Sumatera ini. Dan gua dari kemarin itu masih menunggu kenapa gua pengin melihat media-media Indonesia ini waras enggak? Bener enggak bikin narasi? Pakai akal sehat enggak mereka ketika membuat berita terkait bencana banjir yang ada di Sumatera itu. Kenapa ini penting, Guys? Karena gua melihat makin banyak yang media-media asing khususnya anjing-anjing peliharaan George Soros di Indonesia yang mengeluarkan berita-berita hoaks terkait banjir di Sumatera. So, video ini gua bikin spesial nih buat teman-teman yang dari kemarin request tanggapan Benix gimana soal banjir di Sumatera. Dan isi video ini pasti bikin lu terkejut dan pasti lu enggak setuju dengan video kita. Makanya lu jangan skip video ini. Let's check di sini. [musik] Jadi teman-teman sebelum kita bahas lebih detail lagi video ini, gua pengin menyampaikan ya rasa bela sungkawa, rasa dukacita yang sedalam-dalamnya buat saudara-saudara kita di Sumatera yang harus kehilangan rumah mereka, kehilangan pencaharian mereka, kehilangan pekerjaan, penghasilan, bahkan keluarga, nyawa saudara-saudara mereka di sana. Sekali lagi gua menyampaikan rasa dukacita yang sedalam-dalamnya ya. Dan gua berharap juga bantuan yang sudah kita kirimkan ke sana bisa sampai dengan selamat dan bermanfaat bagi para korban yang harus mengungsi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dan ketika lu lihat video ini di awal nih gua udah bilang sama lu, gua sangat mengutuk ya orang-orang yang melakukan deforestasi pengerusakan hutan sampai membuka kebun kelapa sawit di hutan-hutan lindung. Sekali lagi gua sangat tidak setuju dan gua mengutuk keras. Tapi buat teman-teman, lu harus hati-hati juga dengan narasi-narasi yang diciptakan oleh begitu banyak media-media palsu di Indonesia. Kenapa gua minta teman-teman berpikir dengan logis di sini? Jadi teman-teman sebelum kita bahas lebih detail tentang Indonesia, gua mau bahas tentang negara di sekitar Indonesia di bulan yang sama khususnya negara Filipina. Jadi, teman-teman tahu ya, Filipina di tanggal 4 November 2025 alias beberapa minggu sebelum terjadi bencana yang ada di Indonesia, Filipina itu sudah terlebih dahulu kena banjir badang yang terbesar sepanjang sejarah Filipina. Ada daerah di sana namanya Cebu, Guys. Di Cebu itu kotanya sampai banjir 70.000 orang mengungsi ratusan nyawa, Guys. Gara-gara banjir besar yang terjadi di Cebu, Filipina itu. Dan ternyata enggak hanya sampai di situ. Bukan cuma Cebu yang dilanda banjir besar. Ternyata beberapa hari selatannya Filipina kembali diserbu banjir besar di daerah Katanduanes, Luzon. Ini benar-benar luar biasa. Sampai media internasional Aljazera itu mencatat ada 1,4 juta manusia yang harus mengungsi. Gila enggak? 1,4 juta manusia mengungsi di Filipina. Korang-kora Indonesia pasti enggak ada yang memberitakan ini. Tapi lu lihat kota-kota di Filipina tenggelam, Guys. Banyak sekali kota-kota tenggelam. Lebih dari 1 juta orang harus mengungsi. Bahkan koran nomor satu di Inggris, Guardian itu mencatat korban jiwa di Luzon sendiri itu sudah mencapai lebih dari 200 orang dan ada ratusan lainnya yang masih hilang, Guys. Dan ini betul-betul luar biasa karena Filipina nyaris tidak bisa berfungsi lagi. Nah, jadi pertanyaan guys, kenapa Filipina bisa banjir besar? Apakah karena di sana terjadi deforestasi? Apakah itu penyebab banjir besar di Filipina? Coba kita lihat daftar deforestasi nih. Menurut lembaga internasional WRI ini adalah top 10 negara yang melakukan deforestasi. Di situ ada Brazil 33 juta hektar, ada Indonesia 10 juta hektar, ada Kongo 7 juta hektar, ada Bolivia 5,7 juta hektar, ada Malaysia 3 juta hektar, ada Colombia 2,5 juta hektar, ada Paraguay 2,3 juta hektar. Ada Code di Efori itu ada 2,2 juta hektar. Ada Mozambik 2,1 juta hektar. Dan ada Mexico 2 juta hektar. Ini adalah negara-negara yang menurut WRI itu melakukan deforestasi terbesar di dunia. Ini pertanyaannya Filipina banjir begitu besar, sangat parah. Jutaan orang harus mengungsi, Guys. Apakah dia berada di dalam daftar deforestasi ini? Jawabannya tidak. Kok bisa ya? Atau jangan-jangan bukan gara-gara deforestasi ya, banjir di Filipina. Jangan-jangan karena kelapa sawit, Guys. Yuk, kita cek ya, apakah terjadi penanaman sawit yang masif sehingga mengakibatkan banjir besar di Filipina? Yuk, kita cek daftar negara-negara yang menduduki top 10 negara produsen sawit terbesar di dunia. Lihat di layar kaca Anda. Ternyata peringkat satu ada Indonesia 46 juta ton. Peringkat du ada Malaysia 19 juta ton. Peringkat 3 ada Thailand 3 juta ton. Peringkat 4 ada Colombia 1,9, Nigeria 1,5. Lalu sisanya yang kecil-kecil ada Guatemala, PNG, Code The Evoy, Brazil, dan Honduras. Ternyata, Guys, data menunjukkan tidak ada sawit di Filipina, Guys. Berarti bukan sawit dong yang menyebabkan banjir besar di Filipina. Hm. Atau jangan-jangan gara-gara tambang batu bara kali, ya. Philipin nambang batu bara makanya banjir besar ya. Yuk kita cek lagi yuk negara dengan produksi batu bara terbesar di dunia sampai bisa mengakibatkan banjir yang sedemikian merusak di Filipina. Coba kita lihat daftar negara-negara yang memproduksi batu bara di dunia ini ada siapa sih? Peringkat satu ternyata ada Cina 4,7 miliar ton. Peringkat 2 ada India 1 miliar ton. Peringkat 3 ada Indonesia 836 juta ton. Peringkat 4 Amerika 465 juta ton. Peringkat 5 Australia 463 juta ton. Oke, sisanya ada apa? Ada Rusia, Afrika Selatan, Kazakhstan, Mongolia, dan Jerman. Termasuk Jerman ternyata masih rajin menggali batu bara. Tapi intinya adalah apakah ada Filipina di dalam daftar negara penghasil batu bara ini? Ternyata tidak, Guys. Non. Terus orang ada lagi bilang, "Oh, kalau gitu bukan tambang batu bara. Cari-cari yang lain lah. Tambang nikel. Janjangan tambang nikel yang menyebabkan banjir besar di begitu banyak daerah di Filipina. Oke, kita lihat siapa sih negara eksportir nikel terbesar di dunia. Peringkat satu ada Indonesia 2,2 juta ton. Hebat ya Indonesia. Peringkat 2 ada Filipina 300.000 ton. Peringkat 3 ada Rusia 200.000 ton. Peringkat 4 Kanada 190.000 ton. Lalu peringkat 5 adalah Cina 120.000 ton. Ini adalah lima negara penghasil nikel terbesar di dunia. Berarti ini yang menyebabkan cebu banjir ya, luzon banjir ya. Coba kita lihat. Ternyata lokasi tambang-tambang nikal itu ada di area Zambales, Pahlawan, Tawi-Tawi, Kepulauan Surigau, Kepulauan Dinagar yang intinya tidak ada banjir justru di era tambang-tambang nikel itu. Justru terjadi banjir di daerah-daerah yang tidak ada sawitnya, tidak ada batuaranya, tidak ada nikelnya. Jadi enggak ada hubungan ternyata dengan tambang nikel. Aneh. Terus kok bisa? Dan kalau lu bilang daerah yang banjir tadi paling besar 1 juta orang sampai mengungsi itu terjadinya di daerah Katanduanes, Luzon. Dan kalau lu lihat memang juga jaraknya jauh banget lah. Satu produsen terbesar nikel terbesar tuh di daerah Zambales. Lu tahu jarak dari Zambales ke lokasi banjir yang paling parah itu di Luzon, daerah kepulauan Kantanduanes itu jaraknya 800 km, Guys. Lu kalau nyetir itu butuh waktu 24 jam. Hampir 24 jam buat nyetir dari ujung Zambales ke Luzon ke Katanduanes. Jadi enggak ada hubungannya dan enggak nyambung. Orang udah beda daerah, beda pulau juga ini. Tapi bisa-bisanya nambangnya di mana? 800 km. Banjirnya di Katanduanes. Enggak nyambung. Berarti bukan gara-gara tambang nikel dong. Jadi gara-gara apa ya? Sebelum kita bahas itu, kita bahas juga yang lebih penting lagi. Ternyata banjir besar di bulan yang sama November 2025 tanggal 6 itu bukan cuma menyerang Indonesia atau Filipina, ternyata juga Vietnam. Tapi enggak ada berita-berita Indonesia mengabarkan ini karena mereka tol dan enggak punya otak. Bahkan kalau lu lihat ya, media ternama Aljazirah ini media internasional ya kita tahu lebih fair lah dibanding media lokal. Dia mencatat bahwa per hari ini sebetulnya udah ada ratusan orang di Filipina yang meninggal gara-gara banjir itu, Guys. Dan lebih sadis lagi, banjir itu menenggelamkan lima provinsi yang ada di Vietnam. Jadi, ini jauh lebih parah lagi dibandingkan Filipina. Ini ngeri banget sih Vietnam habis gara-gara banjir besar ini di bulan November. Tapi pertanyaannya, apakah ini karena deforestasi? Hm, soalnya di Indonesia berita-berita yang beredar banjir besar terjadi di Sumatera karena deforestasi. Apa betul? Coba kita lihat daftar top 10 nih. Devestasi menurut WRI ini. Lembaga internasional valid, kredibel. Apakah ada nama Vietnam di sini melakukan deforestasi? Tidak ada. Begituun Filipina enggak ada. Apakah ada karena mereka negara produsen batu bara terbesar di dunia hobinya menggali-gali tambang? Apakah karena mereka memproduksi sawit skala besar mereka merubah gunung-gunung, hutan-hutan menjadi kebon sawit di Vietnam? Lihat top 10 negara produsen sawit terbesar di dunia. Ada nama Vietnam di sana? Enggak ada, Guys. Adanya Indonesia, Malaysia, Thailand, Nigeria, Columbia, Guatemala, Papua, Nugini, Brazil. Enggak ada. Enggak ada. Enggak ada Vietnam. Oh, berarti jangan-jangan gara-gara tambang batubara. Oke, lihat sekali lagi. 10 negara penghasil batu bara terbesar di dunia. Kalau Vietnam sampai hancur sebesar itu, lima provinsi tenggelam, pasti gara-gara batu bara. Coba kita lihat. Ternyata daftar menunjukkan 10 negara penghasilan batu bara terbesar di dunia. Enggak ada, Guys. Filipina enggak ada. Vietnam enggak ada. Loh, berarti bukan karena batu bara ya, lima provinsi sampai tenggelam di Vietnam. Hmm. Berarti gara-gara tambang nikel nih buat orang-orang yang anti mobil EV ya. Enggak ada otak memang mereka itu, tapi menurut mereka gara-gara tambang nikel. Kita lihat aja negara-negara yang menghasilkan nikel. Ada gitu. Negara Vietnam enggak ada, Guys. Enggak ada. Indonesia ada. Rusia ada, Kanada ada. Vietnam ada. Enggak ada, Guys. Jadi apa penyebab Vietnam tenggelam? Lima provinsi sampai tenggelam, ratusan orang, Guys. Nanti gua bakal kasih tahu jawaban sebenarnya, Guys. Supaya lu tidak tersesat. Ini penting. Makanya lu jangan skip video ini. Karena sekarang gua mau bawa lu ke negara yang namanya Sri Lanka. Teman-teman tahu enggak? Di tahun yang sama, di bulan yang sama, November 2025 terjadi banjir besar terbesar sepanjang sejarah negara Sri Lanka. Dan ini luar biasa besar karena jutaan orang itu terdampak hidupnya. Korban jiwa pertama-tama menurut Hargan International The Guardian itu korbannya sekitar 200 orang. Eh, enggak lama direvisi ternyata korban jiwanya bertambah lagi menjadi 350 orang. Eh, enggak lama sekarang lagi direvisi lagi diperkirakan lebih dari 1000 orang yang menjadi korban jiwa di sana. Emang seberapa besar banjir yang terjadi di Sri Lanka? Nah, Teman-teman tahu enggak sih wilayah banjir yang menyerang Sri Langka itu bukan cuma terjadi di kota besar seperti Colombo, Sri Lanka, ibu kotanya Sri Lanka, iya banjir. Tapi ternyata juga menyerang Gampaha, menyerang daerah Putalam yang ada di barat laut Sri Lanka, menyerang daerah Manar di daerah utara Sri Lanka, menyerang daerah Trinomal Ampara yang ada di timur Sri Lanka dan juga menimpa daerah Batikalawa yang ada di timurnya Sri Lanka. Artinya banyak daerah-daerah di Sri Lanka yang terkena dampak ini. Bahkan ada lebih dari 25 distrik di Sri Lanka yang tenggelam termasuk kena longsor di dataran-dataran tinggi. Jadi banjir hebat ini memang terjadi di daerah-daerah dataran rendah, tetapi ternyata juga terjadi banjir dan longsor di pegunungan-pegunungan tinggi, bukit-bukit yang ada di Sri Lanka. Dan ini mengakibatkan jutaan orang terdampak hidupnya. banyak infrastruktur yang rusak, banyak warga yang mengungsi dan kehilangan akses ke jalan, termasuk kehilangan akses ke air bersih dan listrik. Nah, Teman-teman dari situ lu bisa tahu ya bahwa ternyata negara Sri Lanka itu juga hampir punah dari planet bumi ini. Bahkan karena banjirnya menyerang ke segala arah ke penjuru mata angin. Mau li di barat, timur, utara, semua tenggelam deh. Kalau lu ada di Sri Lanka di bulan November. Sedih. Pertanyaannya sih yang paling penting, apakah ini karena deforestasi? Ternyata menurut daftar deforestasi dunia yang dibikin WRI, enggak ada nama Sri Lanka di situ. Atau jangan-jangan karena batu bara ya atau jangan-jangan karena sawit ya. Ternyata enggak ada tuh Sri Lanka memproduksi sawit. Enggak ada juga. Gua pernah lihat sawit terkenal dari Sri Lanka. Enggak. Berarti gara-gara batu bara nih pas. Coba kita lihat daftar negara yang memproduksi batu bara. Ada Sri Lanka enggak di situ? Enggak ada, Guys. Jerman sih ada. Rusia ada. Berarti bukan gara-gara tambang batubara. Berarti mungkin gara-gara tambang nikel deh. Udah cari-cari kesalahan aja. Namanya juga orang gila kan. Carilah 10 negara yang menghasilkan nikel di dunia. Enggak ada Sri Langka, Guys. Enggak ada nikel dari Sri Langka. Jadi, gara-gara apa Sri Lanka Langka Tenggelam? Gara-gara apa seluruh daerah yang ada Sri Lanka tenggelam? Nah, sebelum ke sana, gua mau bawa lu ke sebuah negara lagi nih. Tetangga kita namanya negara Thailand. Ternyata di bulan yang sama, 28 November 2025, Thailand juga diserang. Banjir begitu besar, ratusan orang meninggal. Dan lebih sadis lagi, sejarah mencatat ini data menurut pemerintahan Thailand. Banjir ini adalah yang paling parah di Thailand karena hujan yang datang itu adalah hujan paling deras sepanjang 300 tahun terakhir. Jadi sepanjang sejarah Thailand berdiri ini adalah banjir yang paling ekstrem, Guys. Kenapa pemerintah bisa bilang begitu? Karena ternyata banjir yang terjadi di Thailand ini karena curah hujan 335 m. Ini hanya terjadi sekali dalam 300 tahun, Guys. Ngeri enggak? Lu mungkin enggak kebayang ya 335 mm tuh separah apa sih? Tapi sebelum kita ke sana, gua mau kasih tahu dulu sekali lagi ya. Apakah banjir besar ini karena disebabkan deforestasi di Thailand? Data menunjukkan dari WRI, tidak. Thailand enggak termasuk dalam negara-negara yang melakukan deforestasi. Oh, berarti bukan karena deforestasi. Oh, berarti karena ada penanaman sawit ya secara masif di Thailand. Apa iya? Ternyata kita lihat Thailand memang termasuk negara yang memproduksi sawit. Data menunjukkan begitu. 3 juta ton sawit mereka produksi. Tapi itu jauh di bawah Indonesia yang bisa sampai 40 juta ton dan Malaysia yang bisa sampai 19 juta ton. Dan teman-teman tahu enggak kebun sawit di Thailand itu luasnya cuma 900.000 hektar total jauh di bawah hektarannya Malaysia. Malaysia itu punya 6 juta hektar sawit guys. Indonesia punya 15 juta hektar sawit. Tapi yang jadi pertanyaan kenapa bisa terjadi banjir besar terbesar sepanjang 300 tahun terakhir di Thailand? Padahal kebun sawit mereka cuman 900.000 hektar. Berarti bukan gara-gara sawit dong. Berarti kalau bukan karena sawit, soalnya lahan mereka juga cuman kecil ya, enggak sampai 1 juta hektar lahan sawit di Thailand. Tapi banjirnya sangat-sangat parah. Terbesar dalam 300 tahun terakhir. Berarti gara-gara batu bara ya. Yuk, kita lihat apakah Thailand termasuk dalam negara yang menghasilkan batu bara? Jawabannya tidak. Kazakhstan sih iya, Afrika Selatan iya. Jerman pun iya, Amerika juga iya. Tapi Thailand enggak ada tuh di dalam daftar. Sama aja kayak Vietnam, Filipina, enggak ada di dalam daftar batu bara. Atau jangan-jangan gara-gara tambang nikel nih. Buat orang-orang yang anti mobil listrik pasti benci banget sama nikel. Tapi lu gak bisa cari-cari kesalahan itu. Kenapa dalam daftar negara-negara penghasil nikel terbesar di dunia, ternyata negara Thailand itu enggak masuk dalam negara yang menghasilkan nikel. Enggak ada. Rusia ada, Kanada ada, Cina aja, Thailand enggak ada. Jadi bukan gara-gara itu. Jadi gara-gara apa, Guys? Guys, kemarin kita bikin video khusus spesial tentang masa depan batu bara di tahun 2026. Teman-teman penasaran enggak gimana kalau masa depan sektor yang lain? Apalagi kemarin Venezuela habis diculik presidennya. Harga minyak dunia kan seperti apa? Termasuk harga emas, harga silver yang tahun ini aja sudah meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum bicara soal sektor lain seperti pariwisata, sektor perbankan, sektor pertambangan. Apalagi kita sudah memasuki era di mana faktor geopolitik menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menyusun strategi ekonomi kalian. Jadi buat teman-teman para pelaku usaha, orang-orang di pemerintahan, duta besar sekalipun sampai akademisi dan investor yang ada di Indonesia, lu penasaran enggak sih gimana sudut pandang BENX tentang Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join di acara Spial Benix Economic Outlook 2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu sekarang juga kalau yang mau ikutan acara Special Benix Economic Outlook 2026. Kursinya terbatas, segera daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini atau scan kode QR code yang ada di sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026 hanya di Titan Center Bintaro. Jadi, bukan gara-gara itu. Jadi, gara-gara apa, Guys? Nanti gua bakal kasih tahu. Sabar, sabar. Makanya lu jangan skip video ini karena gua mau bawa lu ke negara favorit kita, tetangga kita yang namanya Malaysia. Ternyata di bulan yang sama, November tanggal 28, sama juga nih tanggalnya 2025 terjadi juga banjir besar di Malaysia. Dan banjir ini bukan cuma terjadi di satu daerah doang, Guys. Banyak banjir besar ini terjadi di Kedah, Kelantan, Perak, Terengganu. Dan ini sangat-sangat fatal, Guys. Karena apa? Kelantan itu, Teman-teman tahu ya, salah satu pusat produksi berasnya Malaysia itu dari sana, dari Kelantan. Nah, diperkirakan ya kerugian gara-gara banjir ini merusak sawah-sawah yang ada di Kelantan itu ada lebih dari RM2 juta tuh nilai kerugian di sana. Karena banyak sawah-sawah yang rusak, tenggelam, gagal panen. So, teman-teman di Malaysia, gua harap lu bisa resilien lah. Teman-teman bisa saksikan nih, Malaysia harus benar-benar fokus nih buat menambah ketahanan pangan mereka. Kalau perlu impor besar-besaran lah, beras dari Indonesia. Orang Indonesia siap menyelamatkan rakyat Malaysia yang hancur lebur sawah-sawahnya di Kelantan nih gara-gara banjir itu. Tapi yang jadi pertanyaannya, kenapa ya Malaysia bisa banjir besar? Banyak yang tenggelam di sana. Kenapa, Guys? Apakah gara-gara deforestasi di Malaysia terjadi secara masif? Ternyata memang iya sih mereka ada di peringkat lima nih negara yang hobi deforestasi. 3 juta hektar di Malaysia kena deforestasi. Tapi apakah itu cukup untuk menyebabkan banjir sebesar ini? Jangan-jangan terjadi juga gara-gara tambang batu bara. Ya, faktanya sih Malaysia bukan negara produsen batu bara terbesar di dunia. Mereka enggak ada di dalam daftar top 10 itu. Jerman ada, Australia ada, Rusia, Cina, India, Indonesia ada, tapi Malaysia enggak ada. Atau jangan-jangan gara-gara mereka punya tambang nikel, nikel mereka menguasai dunia seperti Indonesia. Enggak. Malaysia enggak memproduksi nikal, Guys. Rusia, Kanada, Cina ada. Iya, banyak. Iya. Malaysia enggak. Berarti gara-gara apa? Jangan-jangan gara-gara sawit, ya. Ah, mulai menarik nih. Karena ternyata Malaysia itu peringkat dua produsen sawit terbesar di dunia. Indonesia 46 juta ton setahun, Malaysia bisa hampir 20 juta ton setahun. Tetapi pertanyaannya, apakah banjir besar di Malaysia terjadi gara-gara mereka nanam sawit? Jawabannya tidak. Ya, karena simpel aja. Tadi kan gua bilang gagal panen di Kelantan. Ya, simpel. Karena daerah kayak Kelantan, Terengganu itu daerah penghasil padi dan karet, bukan daerah sawit, Guys. Jadi kalau dibilang, "Oh, mereka tenggelam gara-gara nanam sawit." Tidak. Memang Malaysia itu nanam sawit, tapi bukan di Kelantan sama Terengganu juga. Jadi enggak ada hubungannya mereka nanam sawit dengan banjir besar itu. Enggak ada. Jadi, kenapa, Guys, Malaysia bisa banjir? Ternyata jawabannya bukan gara-gara deforestasi, bukan gara-gara tamang batu bara, tambang nikel dia juga enggak punya, bukan juga karena kelapa sawit. Karena beda daerahnya yang banjir sama yang nanam kelapa sawit. Jadi, gara-gara apa? Nah, Teman-teman, kalau lu adalah manusia normal dan waras dan bukan korban cuci otak media-media George Soros yang hobinya mengadu domba bangsa kita, lu pasti udah tahu dong penyebab utamanya apa. Karena kalau lu lihat media-media di Malaysia itu beda dengan media di Indonesia. Media di Indonesia nyalain sawit, nyalain batu bara, nyalain tambang-tang, enggak jelaslah pokoknya enggak logis. Tapi kalau lu lihat media di Malaysia, ternyata mereka tahu pemikirannya saentific. Kenapa banjir besar di sana ada sinar daily koran di Malaysia? Karena disebabkan oleh tropical storm, badai tropis senyar yang membawa angin dengan kapasitas yang luar biasa besar membanjiri Malaysia. The straight times. Kenapa bisa terjadi banjir besar? Karena ada badai senyar yang menghajar 10 titik di Malaysia. Lalu ada lagi harian bernama yang bilang ini terjadi karena curah hujan tinggi yang diakibatkan cyclon yang mengakibatkan banjir parah di Kedah, Kelantan, Perak, Terengganu. Jadi beda banget ya, Guys. Jomplang banget ya. Media lokal di Indonesia cap kaki 5 tentunya ya. Sama media-media di negara luar. Kalau di Indonesia gimana? Menurut media-media di Indonesia, surat kabar Indonesia, influencer-influencer cap kaki lima, mereka bilang banjir besar ini diakibatkan oleh apa? Pertama, karena ada deforestasi, penggulundungan hutan. Gua enggak setuju dengan itu. Menurut gua hutan harus dilindungin. Memang kalau ada orang deforestasi harus ditangkap sih. Yang kedua, karena banyak orang nanam sawit. Apa iya? Ternyata bukan. Bukan karena sawit. Enggak ada tuh sawit di Filipina. Enggak ada tuh sawit di Vietnam. Bukan gara-gara itu. Enggak nyambung. Ada juga gara-gara pertambangan itu. Aduh, konyol semuah. Berita-berita di tanah air kita ini bodoh semua. Bahkan kenapa jadi guys? Apa penyebab utamanya kenapa bisa terjadi banjir besar di Indonesia? Ternyata kalau lu waras sekali lagi ya, kalau lu bukan korban cuci otak, lu hati-hati loh. Lu udah kecuci otak kalau lu termakan media-media palsu cap kaki lima itu, Guys. Kenapa? Karena kalau lu waras, lu bisa berpikir secara saintifik. Lu tahu surat kabar terkenal dari Jepang aja. Nikei nkei itu tulis terjadi badai besar di Indonesia korbannya sangat banyak. Apa karena sawit? Apa karena batu bara? No. Apa yang mereka tulis? Terjadi karena angin ribut. Cyclon korbannya ada begitu banyak di Indonesia. Tapi dia juga tulis cyclon senyar bukan hanya menyerang Indonesia. Ternyata menurut Jepang, Vietnam tenggelam, Thailand tenggelam, Filipin tenggelam, Malaysia tenggelam karena ada angin siklon topan badai namanya senyor. Itu jawabannya, Guys. Oh, bukan karena ada orang nanam kelapa sawit. Enggak. Hati-hati lu, dia ada domba. Lu hati-hati lu. Bahkan ya si Klon Sonyar ini sudah lama dicatat Aljazirah harian internasional itu juga mencatat hal yang sama. Dia bilang apa? Fenomena yang terjadi di Indonesia itu gara-gara Lanina. Ini adalah siklus iklim dunia memang yang membawa air yang sangat banyak dari lautan Pasifik dan memindahkan ya air-air itu dalam skala yang sangat besar ke daratan yang ada di Asia Tenggara khususnya. Jadi beda. Kalau lu baca media lokal lu dicuci otak sudah jelas lu kena tipu. Lu lu disuruh menghancurkan negara lu sendiri. Tapi kalau lu baca media yang waras, Aljazirah, Nike, Guardian, apa yang mereka bilang? Ini semua terjadi karena angin topan badai terbesar sepanjang sejarah. Dan ini pun terjadi di hal yang sama ketika Aljazirah menulis tentang Filipina. Kenapa? Karena ada Taifun Fungwong. Gua buka di sini sekarang. Aljazirah bukan gara-gara Filipina bisnis nanam coklat. Kagak, enggak ada hubungan. Karena Taifun fungwong. Thailand kenapa? Karena ada taifun koto, angin ribut juga namanya koto. Terus di Malaysia tenggelam karena ada typfun senyar. Begituun yang terjadi di Sri Lanka tanggal 28 November itu karena typun ditwah. Jadi guys, intinya banjir besar yang terjadi di mana-mana bukan karena ada orang nanam coklat, nanam kopi, nanam sawit, ayo ayo. Enggak. Ini fenomena alam yang terjadi karena ada angin ribut, angin badai. Terjadi 300 tahun sekali. So, Teman-teman kalau lihat media yang ditulis di Filipina, jutaan orang mengungsi. Apa karena mereka di sana nanam coklat? Enggak. Karena ada taifun Kalmaigi dan taifun Fungwong. Terjadi hampir bersamaan akibatnya tenggelam itu Filipina. Vietnam 6 November 2025 ini beruntut. Fungwong bergerak dari Filipina ke Vietnam. Akibatnya Vietnam tenggelam. Setelahnya apa? Sri Lanka 28 November 2025 tenggelam juga karena Taifun. Wah. Thailand 28 November 2025 karena Taifun Koto. Malaysia tenggelam 28 November 2025 karena siklon senyar. Indonesia juga tenggelam di tanggal 28 November 2025. Sumatera banjir besar karena siklon senyar. Jadi teman-teman di sini lu bisa tahu ya begitu jomplang begitu kontras pemberitaan media-media lokal anjing peliaran George Soros sama media-media luar. Makanya lu harus terbuka pemikiran lu supaya lu enggak gampang diadu domba nih sama media-media lokal sampah kita ini yang memang udah harus dibersihkan nih. Parah nih. Udah parah hancur-hancuran nih. Karena kalau lu lihat pemberitaan dari sudut kacamata internasional, ternyata mereka menjawab dengan lebih fair. Ini semua terjadi karena angin ribut terbesar sepanjang sejarah. Bahkan media Thailand aja sampai mencatat mereka itu catat curah hujannya 335 mm terbesar sepanjang sejarah Thailand dalam 300 tahun terakhir. Nah, Teman-teman tahu Thailand aja sampai syok loh. Kena hujan 335 mm terjadi dalam 1 hari negaranya tenggelam. Kamu tahu enggak sih yang terjadi di Indonesia itu berapa banyak sih air yang turun? Penasaran enggak kalau Indonesia berapa banyak ya? Karena kan beda Taifonnya. Angin ribut yang menyerang Thailand itu namanya Taifun Koto. Cuma bawa 335 mm air. Itu pun udah panik semua Thailand karena itu adalah banjir terbesar dalam 300 tahun terakhir di Thailand karena angin ribut Taifon koto. Indonesia beda loh. Indonesia kenanya senyar. Senyar itu tahu enggak berapa? 400 mm air per hari. Dan ini terjadi bukan cuma 1 hari kayak di Thailand. No. Kita 400 mm terjadi dalam 3 hari berturut-turut. Guys, itu betul-betul mengerikan. Sampai gua lihat data dari pusat penelitian yang ada di Eropa, di Belanda, di Jerman, di Amerika Serikat. Mereka sampai bilang, "Ini ngeri banget. Meskipun di Sumatera enggak ada sawit, enggak ada manusia, isinya hutan semua 100% sama King Kong dan orang hutan." Kalau lu kena hujan 400 mm setiap hari selama 3 berturut-turut, enggak peduli hutan lu segede apa, pasti lu kelep. Pasti enggak ada lu nanam pohon terus lu enggak jadi mati gitu, enggak jadi banjir. Enggak. 400 mm, Guys. Jauh lebih besar dibandingkan Thailand yang cuma 300 mm. Itu aja ngap-ngapan mereka. Sekali lagi, kita bukan yang enggak peduli loh dengan lingkungan kita. Justru sangat-sangat peduli loh dengan reforestasi, dengan perlindungan kawasan hutan, penghijauan. Karena kalau teman-teman yang sudah follow Benix sejak lama, udah dari bertahun-tahun lalu kita itu melakukan penanaman hutan. Karena sampai hari ini kita sudah tanam lebih dari wah mungkin udah ratusan ribu tanaman lah sampai hari ini, sampai detik ini. Kenapa ya? Karena kita juga lihat penting loh buat kita itu menjaga kelestarian hutan. Bahkan sejak bertahun-tahun lalu kita itu memberikan makanan gratis buat ribuan orang hutan di Kalimantan. Gua sampai nanam pohon, Guys, di Kalimantan. Spesial tuh kita nanam di lahan-lahan yang rusak, lahan-lahan yang tandus supaya itu tadi lahan-lahan itu supaya produktif. Kita tanamin pohon, bisa menyerap karbon dioksida dari udara, bisa memberikan apaan kerja bagi orang-orang di sekitarnya, dan yang paling penting juga bisa memberi makan orang hutan. Itulah kenapa kita bikin bumi baru di Kalimantan. Kenapa ya? Karena kalau bukannya kita loh yang berkontribusi, bukannya kita yang turun langsung, ya mungkin enggak ada lagi orang hutan di planet bumi ini. Tapi apakah artinya kita harus menjelek-jelekkan atau bahkan sampai anti sawit? Hm, gua rasa enggak. Tapi sebelum kita bahas lebih detail, ya gua mau akuin juga apapun yang gua lakukan itu ya mungkin bagus buat lingkungan. Pastilah bagus buat lingkungan. Tapi gua yakin itu tidak akan dapat menghentikan terjadinya hujan ekstrem yang bahkan sampai 400 mm banjir deras di mana-mana. Kenapa? Menurut BMKG, lu lihat ya klasifikasi air hujan menurut BMKG nih. Curah hujan ringan kalau 20 mm/H. Curah hujan sedang kalau 50 mm/ lebat kalau curah hujannya 100 mm/h. Kalau sangat lebat itu 100 sampai 150 mm/h. Hujan ekstrem itu kalau di atas 150 mm/h. Jadi lu bayangkan yang terjadi di Thailand itu 300 mm per hari. dua kali lipat standar BMKG yang dibilang sebagai hujan ekstrem. Indonesia 400 mm per hari. Ini ngeri banget, Guys. Ini ngeri banget. Kenapa? Sepanjang sejarah planet bumi ini ya, negara yang kena 400 mm selama 3 hari berturut-turut itu enggak ada, Guys. Lu tahu ya, sejarah mencatat paling dekat tahun 2018 terjadi di Hiroshima. Banjir besar 400 mm hujannya 2 hari berturut-turut. Itu pun udah canggih loh infrastruktur di Jepang. Mereka gak ada deforestasi. Mereka ggak ada kelapa sawit. Mereka ggak ada batu bara nikel. Enggak ada, gak ada. Gak ada. Tapi mereka kena 400 mm selama 2 hari. Apa yang terjadi? Negara Jepang lumpuh total. Hiroshima tenggelam. Korban jiwa. Wah, hampir 1000 orang, Guys. Negara secanggih Jepang bertekuk lutut di bawah hujan 400 mm tahun 2018. Ngeri banget, Guys. Ada enggak lagi yang lebih dekat? Kalau di Asia Tenggara kan Jepang agak jauh tuh. Ada tahun 2020 Jakarta pernah kena hujan 377 mm. Dalam 1 hari apa yang terjadi? Banjir besar, Guys. Nasional Jakarta kelelep. Tapi itu masih 377 mm, Guys. Itu tenggelam Jakarta lumpur. Tahun 2022 ada negara juga di Asia namanya Pakistan. Dia juga kena hujan ekstrem, tapi enggak banyak, cuma 200 mm. Yang terjadi di Indonesia itu adalah 411 mm. Terjadi bukan selama 1 hari doang. Hari pertama, hari kedua, hari ketiga. Lu udah bisa bayangin Hiroshima 400 mm 2 hari aja tenggelam. Ini 3 hari berturut-turut. Enggak peduli seberapa banyak pohon yang lu tanam, Guys. Percayalah pasti kelelep juga. Nah, ini penting banget sih kenapa kita bikin video ini ya. Supaya teman-teman lu enggak sesat pikir. Karena gua makin ke sini gua lihat kok makin ngacau nih pembahasannya nih. Dan yang lebih penting lagi, lu harusnya penasaran kok bisa media Jepang yang lebih aware terkait banjir ini pemicu sebenarnya apa? Ya wajar aja mereka bisa lebih tahu dibandingkan media-media Indonesia cap kaki li sampah laknat semua. Kenapa bisa mereka lebih tahu ya orang Jepang? Simpel. Karena Jepang memang sering terkena siklon. Jepang sering diserang badai taifun. Sering banget mereka. Bahkan setahun mereka bisa sampai 2 3 emp kali loh kena badai siklon. Indonesia kaget. Kenapa kaget? Indonesia tahunya apa sih bencana alam? Longsor gunung meletus gempa Bu. Indonesia tahunya itu. Kita enggak punya keahlian soal angin badai, Guys. Enggak ada. Enggak punya skill, enggak peduli. Bahkan namanya juga angin, angin bisa bunuh orang, enggak percaya orang Indonesia. Tapi buat negara-negara seperti Jepang itu udah kayak makanan sehari-hari. Lebih gila lagi Filipina. Filipina setahun itu bisa 20 kali Taifon menyerang Filipina. Ngeri, Guys. Ngeri banget. Buat mereka itu udah kayak makan siang aja. Tapi Indonesia syok. Kenapa? Karena kita tidak berpengalaman, Guys. Kena taifun. Indonesia tahunya kena tsunami? tahu gempa bumi sering gunung meletus sering taifun enggak tahu kita enggak ngerti cara menanganinya tapi Jepang udah ribuan tahun mereka mengalami serangan angin topan ini. Jepang itu udah dari tahun 1274 itu kenal dengan yang namanya taifun, angin ribut. Kenapa? Karena di bulan November pasukan Mongol Kubuilaikan itu pengin menguasai dunia. Mereka mau menjajah Jepang. Mereka udah siap nih mendarat di Kyusu, tapi sayang mereka diserang oleh badai besar yang menghancurkan armada angkatan laut mereka. Akibatnya pasukan Mongol terpaksa mundur. Tapi dasar pasukan Mongol ya enggak kenal menyerah ya Eropa saja bertukuk lutut ketakutan menghadapi pasukan Mongol. Mereka kembali mau menjajah Jepang di tahun 1281. Di tahun 1281 bulan Agustus. Di sini Armada Mongol dikumpulkan ribuan kapal. Jadi sangat besar karena ada puluhan ribu pasukan yang berada di kapal-kapal itu. Tapi sayang ser000u sayang sebelum berhasil mendarat di Kyusu mereka hancur lebur diserang oleh angin topan yang diberi nama Kamikaze. Jadi teman-teman kalau pernah dengar ya pasukan Jepang Kamikaze, Kamikaze itu asal-usulnya karena ada angin badai. Dewa penyelamat mereka, dewa angin ribut menyerang, menghancurkan pasukan armada lautnya Mongol Kamikaze. Jadi ini membuktikan kenapa Nike tahu lebih dulu soal angin bada ini, soal kerusakan yang terjadi di Sumatera. Bukan karena sawit, bukan karena batu bara atau nikel. No, no, no. Mereka tahu lebih dulu mereka itu sudah bertemu sama Kamikaze, Guys. Badai topan yang luar biasa. Bahkan mereka anggap sebagai dewa penyelamat gara-gara mereka selamat gara-gara itu. Jadi, mereka belajar beradaptasi hidup dengan taifun. hidup dengan badai siklon, hidup dengan angin ribut. Jadi wajar kalau Jepang itu bisa lebih aware, lebih tahu, lebih berpengetahuan soal bagaimana cara menanginya. Nah, kenapa penting gua akhirnya gua tadya enggak mau bikin video ini, tapi gua lihat media Indonesia makin lama makin ngacau, Guys. Kenapa penting, Guys, kita bikin video ini? Karena kalau kita salah mendiagnosa penyakit, solusinya jadi salah. Contohnya apa, Pak? Karena orang sakit pilek tapi salah diagnosa dikasih obat sakit jantung kan udah ngacau. Sama seperti Indonesia kalau makin banyak orang yang percaya, oh ini gara-gara sawit, oh kita tutup aja semua kebun sawit. Oh ini gara-gara batu bara. Kita tutup aja semua tambang batu bara, tambang nikel. Salah diagnosa. Obatnya jadi salah, solusinya jadi salah. Negara kita bukan tambah bagus, tapi tambah nyungsep. Maksudnya apa, Pak? Simpel. Bencana banjir kemarin terjadi gara-gara orang nanam sawit. Solusinya apa? Nanam pohon sebanyak-banyaknya. Wei ngacau lu. Ujung-ujungnya apa? Besok terjadi lagi badai senyor, Indonesia apa? Kelelep semua. Enggak bisa. Bukan itu solusinya. Itu bahayanya kalau lu gagal mengidentifikasi sumber masalah. Enggak bisa, Guys. Salah. Gua lihat solusinya apa. Nanam pohon yang banyak, tutup kebon sawit. Apa? Enggak ada hubungannya, Guys. Dan lu bisa lihat sih, enggak ada itu di situ pohon-pohon sawit hanyut. Enggak mungkin. Karena terjadi banjir tuh dari mana? Ya, dari pucuk-pucuk gunung, dari ujung-ujung bukit di atas sana. Bawa air bah sedemikian besar. Enggak mungkinlah orang nanam kebun sawi di ujung gunung, Guys. Enggak mungkin orang harus nanam sawi itu di lahan yang rata. Kenapa? Kalau lu nanam di gunung panennya susah. Lu mau bawa pakai apa? Gendong, pikul. Enggak bisa. Traktor enggak bisa jalan. Naik turun, naik turun, naik turun. Lu enggak ngerti. Traktor itu bisa dijalankan kalau lahannya datar. Perlu mekanisasi di situ. Tapi kalau udah bergunung-gunung, goblok namanya orang nanam di situ. Enggak nyambung. Jadi salah lu. Dan ini bahaya kalau makin banyak orang yang percaya propaganda cuci otak, media-media ini, media-media lokal kita yang sudah dibelior horos ini membohongi kalian. Ujung-ujungnya apa? Indonesia ngambil solusi yang salah. Tutup kebon sawit, tanam pohon. Gila, enggak nyambung. Ini bukan gara-gara gua investor kelapa sawit. No. Enggak. Lu tahulah gua invest di perusahaan kelapa sawit tapi di Bangka Belitung. Bukan di daerah-daerah yang tadi banjir di Indonesia itu. No, enggak ada hubungannya. Tapi kita mau bahas secara fair supaya Indonesia bisa dapat solusinya, obatnya yang tepat guna. Jangan solusinya jadi ngacao. Karena lu mau nanam pohon sebanyak apapun, kalau udah kena hujan 400 mm, tenggelam lu. Eurosima juga tenggelam, Jepang juga tenggelam, Filipin, Malaysia, Vietnam tenggelam. Bahkan sampai media Thailand aja sadar ini hujan terbesar loh. Mereka cuma 300 mm. Ini hujan terbesar dalam 300 tahun terakhir sejarahnya Thailand. Indonesia hati-hati jangan salah ambil keputusan. Indonesia jangan salah cari solusi, jangan salah makan obat, entar obatnya nanam pohon mati lagi orang Indonesia. Bukan itu. Belajar dari Jepang. Mereka sudah berkawan dengan angin ribut selama ribuan tahun. Mereka tahu solusinya. Solusi yang pertama apa? Jauh sebelum adanya Taifon datang, mereka itu udah bikin sistem peringatan dini. Bahkan 3 hari sebelum datang Taifun ke Jepang, TV-TV di sana, handphone, radio, sirine, sampai ada aplikasi sendiri buat angin ribut, mereka sudah dikasih tahu 3 hari sebelumnya. Jadi orang-orang sudah mengungsi ke daratan yang lebih tinggi. Orang-orang sudah siap nyetok bahan makanan, bahan minuman, air bersih. Ketika itu datang mereka selamat. Dan lebih gila lagi, mereka juga upgrade infrastruktur mereka. Mereka tahu akan datang lagi angin ribut. Bukan karena mereka nanam sawit, bukan karena mereka tambang nikel dan batu bar. No, enggak ada hubungan. Mereka tahu karena angin ribut adalah sahabat mereka, dewa mereka. Bahkan apa yang mereka lakukan? Bukan nanam pohon. Mereka membangun saluran banjir kelas dunia. Bangun sungai beton, bikin pintu air yang otomatis. Mereka membangun terowongan bawah tanah raksasa yang namanya Gcens Project di Tokyo. Mereka membangun drainase kota besar yang rutin juga dibersihkan untuk menampung air banjir skala besar. Jadi itu solusi yang dilakukan oleh orang Jepang. Bukan nanam pohon, bukan nutup kebon sawit, merusak pencarian orang, bukan tutup tambang batu bara, tambang nikel atau apapun, enggak ada hubungan. Ini semua fenomala alam karena terjadinya angin ribut terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Tapi kita tidak kenal ahli-ahli Indonesia bacot doang. Ngerti kagak? Orang Jepang udah tahu lebih dulu. Kita bisanya nyalahin sawit. Enggak nyambung, Guys. Hati-hati nanti kita akan ambil obat, resep obat yang salah. Bahaya loh. Karena bukan itu obatnya. Gua sangat tidak setuju dengan deforestasi. Gua tidak setuju dengan orang-orang yang buka kebon sawit di hutan lindung apalagi. Enggak. Tapi apakah kita harus nutup bisnis orang? Kebon Kelapa sawit yang ada di Sumatera, Kalimantan kita tutup. No. Jelas. No. Kenapa? pertama ya jelas karena bukan mereka penyebab banjir. Yang kedua, lu tahu ya ada hampir 3 juta loh petani kelapa sawit yang ada di Indonesia yang kalau lu tutup kebun-kebunnya artinya ada 3 juta pengangguran nih di Indonesia. Mau dikasih makan apa mereka? Yang ketiga yang paling penting sih ini, Guys. Kelapa sawit itu justru harus kita dukung sebanyak-banyaknya demi kemakmuran kita. Kenapa? Karena negara lain, Jerman, Rusia, mereka enggak bisa nanam kelapa sawit. Tapi mereka butuh kelapa sawit. Kalau lu dicuci otak buat anti kelapa sawit, berarti lu harus pikirkan hidup lu mulai besok. Enggak usah lagi keramas. Karena situ pakai kelapa sawit, sabun pakai kelapa sawit, goreng pakai kelapa sawit, bahkan lu makan es krim, makan biskuit, itu pun pakai kelapa sawit. Bahkan negara-negara yang mengaku dirinya bersih, anti deforestasi, anti kelapa sawit Jerman. Lu tahu tiap tahun impor jutaan liter, ratusan juta liter minyak sawit kita. Tapi lu asik dibego-begoin buat menyerang petani sawit yang ada di Indonesia supaya makin banyak pengangguran di Indonesia. Supaya negara kita bubar sesuai keinginan mereka. Lu mau itu terjadi? Gua rasa enggak kan? Tapi apa artinya kita harus mendukung bisnis kelapa sawit yang merusak lingkungan? Tidak anti gitu. Gua sangat anti. Justru kita harus berani melawan mereka yang membotaki hutan, menggunduli hutan, merusak lingkungan hidup. Ya, kita harus lawan. Jelas kita harus tolak itu. Tapi kalau mereka buka kebun kelapa sawit, mereka mau nanam kelapa, cengkeh, kopi, kebun teh, yang logis-logis aja lah. Kalau mereka nanam itu di lahan-lahan yang memang sesuai peruntukannya, bukan di hutan lindung, bukan di kawasan konservasi, ya kita harus dukung dong mereka lakukan itu di aktivitas itu di lahan-lahan yang tidak produktif, lahan-lahan yang mati. Kita dukung dong. Justru bagus. Tadinya lahannya enggak bisa ditanamin apapun sekarang bisa tumbuh karena ditanamin sawit. Kita harus justru harus mendukung itu. Nah, yang lebih konyol lagi banyak orang-orang yang anti sawit sampai bilang kita harusnya nanam biji bunga matahari. Pakai goreng pakai minyak biji bunga matahari atau repsit oil atau pakai soibin oil. Heh goblok. Produktivitas kelapa sawit minyaknya itu jauh lebih banyak dibandingkan lu nanam zaitun, minyak biji bunga matahari, minyak jagung, lain sebagainya. Kalau lu ganti minyak sawit dan pindah ke komoditas lain buat menghasilkan minyak, artinya deforestasinya 100 kali lipat lebih banyak, Guys. Karena begitu efisiennya minyak sawit ini. Dan dunia membutuhkan minyak sawit ini. Kalau makin banyak orang nanam zaitun, makin banyak orang nanam soibin oil, corn oil, rap seed oil, buji bunga matahari, percayalah dunia membutuhkan lebih dari 1000 juta hektar untuk nanam tanaman yang tidak produktif itu. Lu mau jadi lebih banyak tanah yang rusak? Then again, sekali lagi semoga video ini cukup jelas ya buat teman-teman. Jangan gampang lu diadu domba. Kita harus melawan deforestasi. Kita harus melawan pengerusakan hutan. Betul. kita harus lawan itu. Tetapi artinya di sini kita juga jangan mudah ditipu, dicuci otak. Lu dibandinwash L sama media-media anjing-anjing peliharaan George Soros ini. Hati-hati loh. Karena ternyata di bulan yang sama, di hari yang sama bahkan juga terjadi banjir di negara-negara lain yang bahkan enggak punya sawit, nikel, batu bara seperti Indonesia. Lu harus berpikir logis, Guys. Dan sekali lagi, Benix tidak mendukung pengusaha-pengusaha kelapa sawit yang merusak hutan, yang menanam di hutan lindung, yang menanam di daerah-daerah konservasi. Enggak. Tapi kita harus mendukung pengusaha-pengusaha, petani-petani kelapa sawit yang menanam di wilayah-wilayah yang sesuai peruntukannya, yang menambang secara sustainable, secara aman supaya buat lingkungan. Mereka menghasilkan cuan, mereka menghasilkan lapangan kerja, mereka menciptakan pertumbuhan ekonomi buat kita. Kita justru harus dukung mereka. Kita sangat dukung mereka asal ya mereka tidak lakukan itu di kawasan hutan lindung, di kawasan konservasi. Semoga video kita cukup jelas, Guys. Dan kita sajikan ini secara berimbang bahwa kejadian yang terjadi di Indonesia ternyata enggak ada hubungannya, Guys, dengan yang diberitakan media massa kita. Dan teman-teman, sayangnya lu enggak tinggal di Jepang. Dan Teman-teman, semoga makin banyak lagi ya orang Indonesia yang waras. Jadi ketika melihat berita-berita nasional kita, lu bisa ada perspektif, oh sudut pandang dari Thailand seperti ini, sudut pandang dari Malaysia seperti ini, sudut pandang dari Jepang seperti ini. Sehingga lu bisa mengambil keputusan, bisa mengambil judgement yang fair. Hati-hati kalau enggak lu mudah dimanipulasi, Guys. Nah, buat teman-teman yang paling penting sih kenapa gua bikin video ini sekarang ya karena gua melihat begitu banyak disinformasi yang dilakukan media-media lokal dalam negeri kita untuk adu domba kita. Dan yang paling penting adalah mereka pengin kita salah ambil obat, salah minum obat. Itu fatal, Guys. Kenapa fatal? Karena di sini gua mau kasih tahu loh, bencana ini belum berakhir, Guys. Ini masih awal. Akan terjadi bencana banjir yang jauh lebih besar lagi di Sumatera dan di Jawa Barat. So, teman-teman harus siap ya, khususnya buat kalian yang tinggal di daerah-daerah pesisir bahwa banjir yang jauh lebih besar lagi akan terjadi di Indonesia. Jangan lu kemakan propaganda-propaganda media lokal ini. Entar yang lu lakukan malah nanam pohon. Enggak. Bukan itu yang lu harus lakukan. Tadi peringatan dini di aplikasi, di alarm, di TV, di radio. 3 hari sebelum terjadi typon itu lu harusnya sudah tahu. Ini yang harusnya dilakukan oleh pemerintah kita. Dan yang kedua ya itu membangun kanal-kanal banjir yang jauh lebih besar. Walaupun terjadi cuma 300 tahun terakhir ya kita harus siap-siap. Itu yang dilakukan oleh negara-negara yang mengenal hidup berdampingan dengan Taifun. Nah, Indonesia sudah harus siap nih hidup berdampingan dengan Taifun. Sebagaimana Philipin 20 Tyfon setiap tahun, sebagaimana Jepang 4 Tyfon setiap tahun. Oke, guys. Semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa share video Bik sebanyak-banyaknya. Segera like and subscribe. Dan yang paling penting menurut kalian kenapa makin ke sini makin banyak berita-berita hoaks ya di Indonesia? Apa sih alasannya? Dan menurut lu yang benar mana sih kenapa banjir besar itu terjadi? Analisis Benix atau analisis media-media anjingaran George Soros itu? Guys? Yuk segera berikan tanggapan kalian di kolom komentar di bawah ini. Semoga video kita bermanfaat. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye. [musik]
Resume
Categories