VENEZUELA FALLS! US Takes Control of the World’s Biggest Oil Reserves — Is World War 3 Beginning?
xmJ4ijxaAxA • 2026-01-09
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Gila ngeri banget ini, Guys. Akhirnya ramalan Benix jadi kenyataan. Venezuela diserang, dibombardir sama Amerika Serikat. Dan lebih gila lagi, orang nomor satu di Venezuela ya ditangkap sama Amerika Serikat. Ini ngeri banget sebenarnya, Guys. Karena ini pertanda perang dunia 3 makin dekat. Kok bisa? Apa hubungannya Perang Dunia 3 sama Venezuela? Dan yang jadi pertanyaan juga, kenapa kok gampang banget ya Maduro sama istrinya diculik tengah malam buta di tempat tidurnya sendiri? oleh Amerika Serikat. Segampang ngambil permen dari kantong anak TK, Guys. Segampang itu. Gampang banget. Kok bisa, Guys, ini terjadi, ya? Dan apa hubungannya sama perang dunia 3? Kalau lu penasaran jangan dikip video ini. Let's check this. [musik] Jadi, Teman-teman, penangkapan terselubung ini sebenarnya udah kita ramalkan dari jauh-jauh hari. Udah dari tahun 2025 kita ramalkan Venezuela bakal digempur, bakal diserang. Dan udah berulang kali gua bilang narasi yang dibangun Donald Trump bahwa yang dibikin Maduro adalah republik, bahwa dia adalah raja nark, bahwa Amerika Serikat berusaha melindungi kepentingan rakyatnya dari penjajahan narko. Jadi intinya yang dia mau lakukan adalah dia memberantas kartel-kartel narko. Apa betul seperti itu? Di video itu gua udah bilang dengan jelas, tidak, ini bukan tentang nar, ini ada hubungannya dengan minyak dan musuh negara Amerika Serikat. Makanya lu nonton video Benix lah, biar lu pintar dikit. Jangan lu kebanyakan makan media-media bullshit, media lokal Indonesia. Jangan. Tapi ya satu hal yang penting, ternyata ramalan Benik jadi kenyataan. Ini bukan tentang naro, Guys. Tapi tentang kalau menurut Benix di depan bukan Venezuela yang diincar oleh Donald Trump, sebetulnya siapa yang diincar? Venezuela bisa memproduksi sekitar 800.000 barel minyak setiap harinya. Tahu enggak minyak itu berangkat ke mana? Ternyata menurut data persen minyak Venezuela itu diekspor ke China. Jadi, Teman-teman semoga udah cukup jelas ya, bahwa yang gua bilang sejak tahun 2025 ini tidak pernah tentang nark. Lu harus bedakan geopolitik apa yang diutarakan sama seorang pemimpin negara adik kuasa realitanya seringki berbeda dengan yang di belakang layar. Makanya teman-teman, lu harus punya otak buat memproses itu. Sama seperti orang-orang di Indonesia yang kena tipu soal banjir di Sumatera. Mayoritas orang kena tipu. Enggak bisa membedakan kenyataan dengan narasi propaganda. Mereka enggak bisa bedakan itu. Ini juga yang terjadi di dunia. Orang enggak bisa bedakan Amerika Serikat ini memberantas narkoba katanya. Padahal enggak ya. Sekarang ketahuan semuanya. Kenapa? Karena jenderal perang, jenderal komandan jenderal Amerika Serikat yang bertanggung jawab buat pertahanan di laut selatan di Amerika Serikat, Jenderal Laura Richardson itu udah resmi mengatakan fokus Washington di Amerika Latin, Amerika Selatan itu bukan demokrasi, tapi soal bagaimana mengontrol minyak, mengontrol litium, mengontrol emas dan rare earth mineral atau logam tanah jarang. Gaza punya gas, Sudan punya emas, Ukraina punya titanium, Konggo punya kobalt, Venezuela punya apa? Nanti kita bahas. Tapi teman-teman bisa lihat pernyataan jenderal perangnya Amerika Serikat sudah secara belak-blakan bilang ini bukan soal narkotaka, ini bukan soal narkoboy, no. Ini soal region matters with all resources and rare elements. You've got the lithium triangle technology today. Dari situ lu bisa lihat ya, ada dua fokus utama ya. Satu, yang pertama soal sumber daya alam. Banyak orang mengira Venezuel itu isinya cuman minyak, salah total. Nah, yang kedua banyak juga yang mengira ini cuma soal duit. Enggak juga. Karena di situ sudah dimention ada soal Cina. Teman-teman tahu enggak Cina itu faktanya hari ini adalah importir terbesar minyak-minyak Venezuela dan Cina sangat membutuhkan Venezuela. Kenapa? Kita akan bahas lebih lanjut nanti di belakang. Tapi satu hal penting yang perlu teman-teman ketahui, kapasitas produksi minyak di Venezuela itu 900.000 barel per hari. Dari 900.000 barel per hari, 80% pergi ke Cina. Ini ngeri banget sih. Lu bayangkan ya. Negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia itu bukan Arab Saudi, bukan Iran, bukan Rusia, tapi Venezuela. Dan ternyata 80% minyaknya diborong sama Cina. Yang lebih bikin kesal lagi sama Donald Trump, ya mungkin teman-teman belum tahu, tapi harga minyak dunia sekarang ada yang beli di harga 70, 0. Tapi Cina dapat special price, dia bisa beli di harga 35. Kok bisa? Simpel aja. Karena Cina banyak investasi di sana. Cina banyak ngasih utang ke Venezuela sebagai kompensasinya ya Venezuela jualan minyak bumi ke Cina dengan harga diskon. Fair-fir aja secara bisnis. Tapi kalau secara geopolitik ini menciptakan kecurigaan. Dan ini terbukti bahwa yang Amerika Serikat takutkan itu adalah Cinanya dulu nih. Soal Cinanya dulu nih. Kenapa? Karena ketika Donald Trump menculik Maduro, lu tahu enggak timingnya itu betul-betul presisi, bukan sembarang timing. Timingnya dilakukan beberapa jam setelah Maduro meeting dengan kedutaan Cina. Jadi beberapa jam sebelum Maduro diculik, Cina itu ngirim utusan mereka ke sana. Ya, utusan duta besar mereka lah, konsulat mereka l dikirim ke sana buat negosiasi, buat ngobrol. Ya biasa meeting-meeting dagang, prospek bisnis ke depannya seperti apa namanya. Udah tahun 2026 ya, Guys. Tapi ternyata apa yang terjadi? Maduro udah senang aja bakal dapat investasi baru dari Cina, tapi ternyata dia dapat hadiah tahun baru dari Donald Trump karena ternyata hanya dalam beberapa jam dia kemudian diculik sama Amerika Serikat. Yang lebih gila lagi, Amerika Serikat itu cuma butuh waktu 2 jam 20 menit untuk tim khusus Delta Force menculik Maduro. Nah, satu hal yang patut dicermati nih, khususnya ini pelajaran buat Presiden Kazakhstan ya, bahwa ternyata segampang itu menculik presiden negara-negara kecil, negara-negara berkembang buat negara di kuasa seperti Amerika Serikat. Ini kode keras juga nih buat negara-negara berkembang yang suka ngeyel ya. Kenapa? Karena Maduro diculik ketika dia sedang tidur. Tapi sebelum Maduro diculik, Amerika Serikat udah tahu Maduro itu sarapannya apa hari itu. Maduro itu tidur pakai baju warna apa. Maduro itu hewan peliharaannya kencing setiap jam 3.00 sore sama jam 8.00 malam. super spesifik mereka tahu bahkan sampai simpanan Maduro siap pun mereka tahu. Lebih hebat lagi dan lebih canggih lagi ternyata istana negara Venezuela sudah dibikin versi mock up-nya real di Amerika Serikat dan itu sudah dipakai latihan sama tentara khusus Amerika Serikat buat operasi penculikan ini. Makanya bisa presisi dan akurat. Tahunya dari mana presisi dan akurat? Bukan cuma dia tahu Madura tidur pakai kolor warna apa, kamarnya ada di mana pun mereka tahu. Bahkan super spesifik ketika mereka mau melakukan peculikan ini, mereka itu bukan cuma bawa senjata pistol. No. Mereka bawa mesin lask, guys. Lu bin bawa mesin las. Kenapa? Karena mereka udah tahu pintu kamar tidur Maduro bukan pakai kayu, tapi pakai baja. Jadi, lu bisa bayangkan super akurat apa, sehebat apa Amerika Serikat bisa lakukan itu? Apakah mereka isinya para peramal semua seperti Benix? Tentu tidak. Artinya apa di sini? Amerika Serikat sudah dapat bocoran. Ketika Amerika Serikat mendarat, sudah ada karpet merah dari militer Venezuela sendiri mengundang mereka datang. Kenapa? Ya, karena semua orang pengin jadi orang kaya, Guys. Semua jenderal pengin nambah istri baru, pengin nambah mobil baru, pengin nambah kekayaan baru. Enggak peduli siapapun presidennya sama seperti di Kazakhstan, raja-raja itu enggak ada yang peduli. Siapapun yang akan jadi pemimpinnya, yang penting mereka kecipratan. Penghianatan ini akan terus terulang kalau negara apapun itu korup para aparatnya. Jadi, ini pelajaran penting nih buat Presiden Kazakhstan. Lu seyakin itu, aparat-aparat di bawah lu seloyal itu yakin. Karena sehebat-hebatnya Maduro seorang diktator, ternyata begitu mudah dia ditangkap oleh Amerika Serikat ketika militernya hobinya berkhianat. Lu bayangkan, tidak ada satu pun prajurit Amerika yang mati. Lu bayangkan ini adalah operasi karpet merah namanya, Guys. Oh, presiden kita mau diculik. Silakan karpet merah. Masalahnya lu mau ngasih berapa triliun? Lu mau ngasih berapa miliar? Nanti bagi-bagi ya minyak buminya kita rampok ya sama-sama. Venezuela ini bagi rata ya. Dan mereka pun enggak peduli. Kenapa? Karena yang namanya rakyat ada untuk diperkosa, Guys. Hebat, ya. Dan inilah alasan kenapa Maduro itu sangat mudah ditangkap oleh Amerika Serikat. Karena tentunya ini didukung oleh para aktor-aktor politik oposisi yang ada di Venezuela. Buktinya apa? Ah, ini enggak bakal dikasih tahu sama media-media lokal Indonesia, anjing pelayanan George Soros. Tapi kita juga punya bukti bahwa banyak faksi-faksi politik di internal Venezuela yang memang bercita-cita menjual negaranya sendiri, Guys. Lu bayangkan cita-cita oposisi adalah berkuasa dengan segala cara. Jual negaranya, jual rakyatnya, rakyat sendiri enggak ada masalah. Adu domba rakyat sendiri enggak ada masalah. Mati pun kalian semua enggak ada masalah buat oposisi. Yang penting apa? Dia berkuasa. Ini ngeri, Guys. Dan lu bisa lihat tokoh posisi yang ada di Venezuela namanya Maria Corena Machado itu udah berulang kali jauh sebelum Donald Trump menyerang Venezuela, dia sudah berulang kali bilang, "Maduro ini harus digulingkan. Maduro ini bukan presiden yang resmi, yang sah, gila ini. Bahkan dia berulang kali bilang Amerika harus datang ke negaranya bawa tentara sekalipun. Dan dia sangat setuju dengan blokade militer yang dilakukan angkatan laut Amerika Serikat di laut-laut Venezuela. Setuju dia? Lu bayangkan Maria, Korina, Machado, oposisi di Venezuela mengundang sendiri kekuatan asing. Udah ggak malu-malu kayak di Indonesia. Akting, acting di depan layar membela rakyat ya, di belakang rakyat jualin negara ini. Acting dia Venezuela enggak. Di depan publik kalau perlu dilakukan pengkhianatan yang penting jadi penguasa. Segala cara, Guys. Ini realita aja politik dunia seperti ini. Dan bukan cuman itu, dia juga bilang secara gamblang Donald Trump itu pahlawan. yang memulai perang ini Maduro, Presiden Donald Trump dia yang mau mengakhiri perang ini. Itulah oposisi. Memang gak ada otak, Guys. Makin lama makin gila kalau dibiarin. Sebenarnya oposisinya ada bagusnya kalau bisa ngasih kritik, saran, masukan yang membangun. Tapi kalau udah berkhianat, which is tendensinya begitu, harusnya dibinasakan, Guys. Dan teman-teman bisa lihat dari video yang satu ini. President Trump is ending di situ teman-teman bisa lihat ya, ini jauh sebelum Donald Trump diserang. dia udah mengundang kekuatan asing. Bahkan asing lebih hebat lagi si Maria Korina Machado ini bahkan sampai dikasih hadiah penghargaan Nobel sama dunia internasional supaya apa? Supaya dunia semua kompak mendukung dia menjadi penguasa baru di Venezuela. Ini semua akting aja, Guys. Semuanya akting konser termasuk Nobel. Hadiah Nobel dikasih itu semua akting supaya apa? Nanti lu bakal tahu tujuan sebenarnya. Kenapa orang seperti ini sampai hadiah Nobel dikasih, dijual murah, simpel aja. Tapi kita mau bahas dari video yang satu ini. Nicolas Maduro is not a legitim legitimate head of state. Maduro started this war and President Trump is ending that war. We will turn Venezuela from the criminal hub of the Americas into the energy hub of the Americas and the technology hub of the Americas. We will open Venezuela foreign investment. I am talking about a 1.7 trillion dollar opportunity not only in oil and gas which is huge and you know that the opportunity because we will open all upstream, middle stream, downstream. Venezuela will be the env of the world. Jadi di video itu lu bisa lihat ya, ada satu poin yang kita harus catat. Dia bilang Nicholas Maduro bukan pemimpin negara yang sah, bukan seorang presiden yang berdaulat. Ya memang sih lu tahu sendirilah Venezuela negaranya korup banyak, hancurlah, lebur, manajemennya juga buruk. Memang enggak ada bagus-bagusnya juga sih Nocal Maduro ini. Cuman ya apakah artinya Nicholas Maduro pengkhianat bangsa dan negara? Hmm, lu putuskan sendiri. Soal dia becus enggak becus jadi presiden. Ya memang dia enggak becus. Dia enggak bisa manage negara dengan baik. Tapi apakah dia berkhianat dengan bangsa dan negaranya sendiri? Lu putuskan sendiri. Yang kedua, tadi yang gua bilang, dia sudah bilang sendiri. Menurut si Machado, Maduro ini yang bikin perang. Padahal bukan dia yang nembakin peluru pertama. Dan malah menurut dia Donald Trump yang berusaha mengakhiri perang. Nah, yang ketiga. Kenapa Machado mengundang kekuatan asing mengundang Donald Trump buat menggempur Venezuela? Karena begitu Donald Trump menggempur Venezuela, Maria Korina Machado berharap dia diangkat jadi presiden. Makanya dia langsung bilang, "Kita bersama-sama setelah Donald Trump menyerang negara kita menggulingkan Maduro, kita dan Amerika Serikat akan membangun Venezuela. Sebelumnya adalah pusat kriminal, pusatba. Tapi dengan bantuan Amerika, kita bersama-sama akan merubah Venezuela menjadi pusat energi dunia untuk rakyat Amerika Serikat. Gila, Guys. We will turn Venezuela from the criminal hub of the Americas into the energy hub of the America. Bukan cuman itu, dia langsung bilang, "Kalau lu bikin gua jadi presiden si oposisi ini, gua juga akan membuka peluang investasi sebesar-besarnya buat Amerika Serikat masuk ke Venezuela." Ini bukan kata Benix, no. Ini kata oposisi. Ngeri ini. Oposisi nih. Dia jual negaranya gila. Yang penting duit, Guys. Yang penting cuan. Jadi silakan Amerika Serikat memp negara kita. Yang penting gua jadi presiden. Silakan Amerika Serikat datang ke negara Venezuela. Yang penting Maria Korena Machados menjadi presiden. Dan dia sudah berjanji dia akan memberikan 1,7 triliun dolar. Ini bisnisnya nih. 1,7 triliun dolar itu setara 28.000 triliun, Guys. Dan bukan cuman itu, namanya jual murah kalau bisa jual obral negaranya sekalipun dijual supaya dia berkuasa. Dia bukan cuman ngasih minyak, oil and gas, tapi dia juga bakal ngasih. Guys, kemarin kita bikin video khusus spesial tentang masa depan batu bara di tahun 2026. Teman-teman penasaran enggak gimana kalau masa depan sektor yang lain? Apalagi kemarin Venezuela habis diculik presidennya. Harga minyak dunia kan seperti apa? Termasuk harga emas, harga silver yang tahun ini aja sudah meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum bicara soal sektor lain seperti pariwisata, sektor perbankan, sektor pertambangan. Apalagi kita sudah memasuki era di mana faktor geopolitik menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menyusun strategi ekonomi kalian. Jadi, buat teman-teman para pelaku usaha, orang-orang di pemerintahan, duta besar sekalipun sampai akademisi dan investor yang ada di Indonesia, lu penasaran enggak sih gimana sudut pandang BENX tentang Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join di acara Spial Benix Economic Outlook 2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu sekarang juga kalau yang mau ikutan acara Special Benix Economic Outlook 2026, kursinya terbatas. Segera daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini atau scan kode QR code yang ada di sini. Oke, Guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026 hanya di Titan Center Bintaro. Dia bukan cuman ngasih minyak oil and gas, tapi dia juga bakal ngasih bisnis-bisnis lain mulai dari hulu, upstream, tengah, middle stream sampai di hilir downstream. Ini gila banget ini negara betul-betul dijual habis-habisan, Guys. Gila banget. Lu bisa bayangkan kalau ada presiden Indonesia ngomong, "Kita akan jual negara kita mulai dari hulu sampai hilir. Mau semuanya buat negara kalian." Ngeri enggak? kayak Malaysia. Ngeri gak? Ngeri negara dijual, Guys. Sekarang semua jual murah, yang penting mereka bisa berkuasa di atas. Ngeri. Dan itu bukan gue yang ngomong loh. Ini dia sendiri yang ngomong terang-terangan. Negaranya dijual. Lu ngeri kan punya oposisi kayak begitu? Tapi namanya juga oposisi harus bisa jualan mimpi. Sehingga dia mengakhiri pidato dia dengan berkata, "Venezuela akan disanjung-sanjung, dipuja-puji oleh seluruh dunia." Ya, enggak heran makanya dia dapat hadiah Nobel ya, Guys, ya. [tertawa] Karena dia jual murah negaranya. Lu bayangin dia rela ngasih 28.000 triliun, Guys, buat Amerika Serikat. Dan jangankan itu, sekarang hari-hari ini orang-orang di Venezuela itu berlomba-lomba buat mengkhianati negaranya. Ya, Teman-teman tahu oposisi hari ini belum naik jadi presiden. Udah mulai kasih-kasih kode keras dia sama Donald Trump, bikin gua jadi presiden, gua akan jual negara gua ke kalian. Ngeri ya? Ya, sama aja ler kasusnya Freeport di Indonesia. Itulah konsekuensinya. Lu boleh jadi presiden, tapi Freeport buat Amerika Serikat. Apa menurut lu Venezuela itu berada di area yang sama dengan Indonesia di tahun 60-an? Bisa jadi. Kenapa? Karena pengkhianatan Venezuela tidak berakhir di Maria Korina Machados. Ternyata [tertawa] wakil presiden Venezuela hari ini juga udah mulai obral negaranya juga udah mulai jual murah. Jadi teman-teman tahu ini berlomba-lomba nih semua jadi penguasa. Berlomba-lomba buat menjilat pantat Donald Trump. Apapun dilakukan yang penting dia jadi presiden. Hebat ya. Jadi, wakil presiden Venezuela hari ini yang namanya Delsey Rodriguez itu bahkan udah bicara secara publik loh, bahwa dia siap berkolaborasi bekerja sama dengan Donald Trump. Soal Maduro di sana mau disomil lah udah urusan lain lah. Soal Maduro di sana disetrum, dimutil sama Donald Trump udah gak engak peduli dia. Pokoknya dia kan wakil presiden. Kalau presidennya hilang harusnya dia dong yang naik. Ngapain oposisi? Wah, orang udah pada rebutan kursi, Guys, di Venezuela. Semua merayakan ini, Guys. Ingat, semua pejabat berlomba-lomba memperkosa negaranya sendiri. Ingat itu. Dan ada peluang nih sekarang kekuatan asing masuk. Makanya jangan heran kalau wakil presiden Venezuela sampai buru-buru bikin statement seperti itu. Karena dia enggak mau Donald Trump nanti pasang Maria Machado yang jadi presiden. Dia maunya dia doang yang jadi penguasa. So, siapa yang paling cepat jilat pantat Donald Trump ya nanti akan jadi penguasa di Venezuela. Dan ini langsung disambut baik sama Donald Trump ya. Ketika dia dapat undangan dari oposisi, ingat ya, oposisilah yang menciptakan cela. Negara apapun itu bisa dijajah. Negara mana pun bisa diserang tanpa perlawanan. Karena ada oposisi di situ. Oposisi tugasnya apa? Menghipnotis, melakukan cuci otak kepada rakyat. Amerika adalah pahlawan. Negara kita enggak becus. Presiden kita harus digulingkan. Itu tugas oposisi. Setelah itu apa? Dia ngundang kekuatan asing. Dan Donald Trump menyambut baik tawaran dari oposisi. Partai-partai oposisi di Venezuela disambut baik dengan Donald Trump. Makanya jangan heran ketika Donald Trump berhasil menangkap Maduro, apa yang dia lakukan? Dia langsung bikin pernyataan publik juga secara terang-terangan. Kita siap investasi milian dolar. Perusahaan-perusahaan minyak siap nih masuk mengeksploitasi minyak Venezuela. Dia juga enggak pakai akting. Oke, oposisi lu udah setuju jadi karyawan gua di Venezuela? Gua taruh lu jadi presiden boneka. Kita siap ngebor minyak di Venezuela. Let's start making money, kata Donald Trump. United States oil company is the biggest anywhere in the world. Go in, spend billions of dollars, fix the badly broken infrastructure, the oil infrastructure, and start making money for the country. And start making money for the country and start making money for the country. Let's start making money, guys. Gila enggak? Super spic let's start making money. Ini bukan gua yang ngomong. Ini Donald Trump presiden Amerika Serikat sendiri. Enggak malu-malu kalau ada negara miskin, negara bodoh, militernya korup, kita eksploitasi aja bareng-bareng. Taruh presiden boneka, suruh dia bodoh-bodohi rakyat sendiri di belakang layar. Kita perkaya presidennya sambil kita perkosa bareng-bareng negara. Simpel. Dan bukan cuman di situ pemerkosaan Venezuela ini terjadi, Guys. Donald Trump dia juga udah menyatakan secara terang-terangan bahwa Venezuela wajib memberikan 50 juta barel setiap hari kepada Amerika Serikat. Jadi minyak-minyaknya bukan punya rakyat Venezuela, Guys. No. Minyak yang ada di bumi Venezuela adalah milik Donald Trump, milik Amerika Serikat. Enggak juga. Lu lihat pernyataan Donald Trump di Twitter apa? Venezuela bakal ngirim 30 sampai 50 juta barel minyak dan uang dari penjualan minyak itu akan dikontrol oleh saya. That money will be controlled by me sebagai Presiden Amerika Serikat. Lu bayangin enggak sih ini kurang aneh apalagi udah diwajibkan kirim Rp50 juta barel minyak. Duit hasil pendapatannya bakal dikontrol oleh Donald Trump sendiri. Wis hebat ini manusia Superman nih. Satu langkah lagi dia bakal menjadi diktator juga sih di Amerika Serikat. Kita lihatlah dia bisa enggak merubah konstitusi Amerika Serikat supaya dia bisa berkuasa lebih dari dua periode, Guys. Dan saking besarnya ya keinginan Donald Trump buat menguasai minyak di Venezuela, Trump itu sampai memberikan remersement, Guys. Jadi, lu boleh buka bisnis minyak di Venezuela. Lu pasti butuh biaya kan buat nyangkul-nyangkul, macul-macul, ngebor di situ. Jangan khawatir, duitnya pakai duit negara. Jadi negara disuruh modalin. Gila banget enggak? Dan super spesifik lagi, maksudnya apa sih negara modalin pengusaha-pengusaha kayak Chefron, On ngebor? Duitnya pakai siapa? Duitnya pakai pembayar pajak, duitnya US tax payer. Dan ini bukan gua juga yang bilang. Ini Donald Trump ini memang ngacaunya luar biasa nih. Hebat banget ini orang nih. A tremend amount of money. Uang dengan jumlah yang sangat besar harus dikucurkan supaya perusahaan-perusahaan minyak ini bisa nambang di sana. But then perusahaan-perusahaan minyak ini akan dapat rebersement dari penghasilan negara. Maksudnya gimana? Jadi oke lu gua modalin buat buka usaha di situ, buat ngebor di situ. Lu butuh duit berapa triliun gua kasih. Nanti mereka dapat rembes dengan cara apa? menjual minyaknya ke negara Amerika Serikat. Pertanyaannya bayarnya pakai apa? Pakai US Taxpayers Money. Jadi, bayarnya pakai duit rakyat Amerika Serikat. Jadi, pejabat di Amerika Serikat juga mimpinya adalah memperkosa rakyatnya sendiri juga. Jadi, uang para pembayar pajak di Amerika Serikat disuruh buat bayarin perang, disuruh buat ngebuam negara lain. Begitu udah habis rakyatnya habis kebakaran, mati semua dicuci otak. Masuk perusahaan Amerika Serikat nambang, butuh modal. Yang bayarin siapa? Para pembayar pajak juga. Duit Amerika Serikat dipakaikan duit para pembayar pajak untuk modalin Exon ngebor, untuk ngomodalin Chevron ngebor. Terus hasil minyaknya dipakai buat apa? Yang beli siapa? Amerika Serikat sendiri. Amerika Serikat negaranya dipaksa membeli minyak perusahaan-perusahaan itu. Padahal yang modalin mereka loh. Bayar minyaknya pakai apa? Namanya juga bukan pakai duit Donald Trump. Bayar minyaknya pakai duit pembayar pajak. Memang nikmat ya jadi rakyat ya. Terserah lu mau rakyat Venezuela, kayak Kazakhstan, kayak rakyat Amerika Serikat. Fungsi lu adalah memperkaya pejabat-pejabat korup, Guys. Untungnya itu tidak terjadi di Indonesia. Di balik semua itu, Guys, yang paling penting ini menurut lu, ya. Kenapa sih Amerika Serikat sangat membutuhkan minyak dari Venezuela? Ini yang kita mau bahas. Karena banyak orang itu mengkritik gua ketika kemarin gua bilang, "Buat apa Amerika Serikat cari minyak?" Amerika itu punya minyaknya banyak kok. Amerika Serikat itu cuma mau melindungi warganya supaya enggak jadi pemadat. Karena kebanyakan pakai narkoboy. Jadi, enggak ada hubungan dengan minyak. Salah. Memang betul data menunjukkan produsen minyak terbesar di dunia detik ini bukan Rusia, Kanada, Cina, Arab Saudio. Produsen minyak terbesar di dunia itu adalah Amerika Serikat. Jadi teman-teman bisa lihat di layar kaca Amerika Serikat itu memproduksi 22 juta barel minyak setiap hari peringkat satu. Peringkat dua, Saudi Arabia cuma setengahnya 10 juta barel, Rusia juga cuman setengahnya 10 juta barel. Cina cuma 5 juta barel. Jadi adalah fakta Amerika Serikat adalah produsen minyak terbesar di dunia. Jadi buat apa dia menjajah Venezuela, Guys? Simpel. Karena minyak mungkin sama asal usulnya, sama-sama dari bawah kulit bumi. Tapi ternyata minyak di dunia ini ada tiga jenis, Teman-teman. Yang pertama, minyak yang heavy. Ini minyak yang hitam pekat. Kalau lu taruh di gelas, lu tuang pun belum tentu mengalir. Karena dia begitu pekatnya seperti madu. Itu adalah jenis minyak yang pertama. Minyak heavy. Heavy crude atau minyak bumi yang berat. Warna hitam pekat. Ini udah kayak oli tapi lebih pekat daripada oli. Yang kedua adalah minyak jenis medium. Ini range-nya di antara 30 sampai 40. Kekentalannya itu sedang, harganya sedang, dan ini minyak yang ada di Saudi. Minyak yang ada di Indonesia. Ini minyak yang medium. Lalu jenis minyak yang ketiga adalah minyak yang ringan namanya light. Di atas 40 API-nya. Ini sangat encer, Guys. Tapi harganya sangat mahal. Ini adalah jenis minyak yang ada di Amerika Serikat. Minyak Shell Oil. Harganya mahal. Simpelnya gampangnya gini deh. Kalau teman-teman ingat zaman dulu Indonesia itu masih bisa hidup pakai minyak tanah ya. Itu yang paling dekatlah produk kita dengan minyak bumi. Selain pelumas mesin, minyak mesin mobil itu kan kentel banget, hitam banget. Itu harganya murah. Tapi kalau udah super ringan harganya pasti mahal. Makanya minyak tanah per liternya lebih murah dibandingkan minyak pertamak turbo karena dia makin encer. Terus hubungannya apa nih dengan Amerika Serikat? Kenapa dia menyerang Venezuela? Ya, ternyata minyak yang ada di Amerika Serikat mayoritas adalah minyak yang light. Itulah yang bisa jadi pertamak turbo. Pertanyaannya, kenapa minyak heavy ini dicintai banyak orang? Karena namanya heavy ya. Mungkin botol sama-sama 1 lit, tapi berat kan beda. Yang heavy udah pasti lebih berat dibandingkan yang light sama-sama 1 lit dari volume. Dari berat sudah tentu berbeda. Itulah kenapa minyak heavy crude ini ini menarik karena dia bisa diolah dari jadi berbagai macam produk. Salah satunya apa? Diesel. solar, pelumas mobil dan ada begitu banyak produk petrochemical lainnya, termasuk plastik yang lu gunakan hari ini. Plastik buat bikin laptop lu, buat bikin kamera di rumah lu, buat bikin meja lu, itu semua pakai heavy crude oil. Jadi, fungsinya ada begitu banyak. Memang harga lebih murah iya, tapi juga jauh lebih bermanfaat dibandingkan minyak yang light. Nah, permasalahannya Amerika Serikat ternyata jenis minyak di Amerika Serikat adalah minyak yang light bahkan super light, Guys. Dan data menunjukkan teman-teman bisa lihat di layar kaca 10 tahun yang lalu ya, di tahun 2015 produksi minyak Amerika Serikat itu 4,5 juta barel per harinya dan itu mayoritas adalah minyak light. Minyak heavy itu cuman 1,3 juta barel. Di tahun 2024 apa yang terjadi? Produksi minyak Amerika Serikat meningkat light-nya menjadi 7,2 juta barel, tetapi heavy-nya justru menurun menjadi 1,2 juta barel. Dan ini memberikan sinyal bahaya karena Amerika Serikat punya ribuan kilang minyak. Dia punya ribuan refineries. Tetapi 70% refinery oil refinery yang ada di Amerika Serikat ternyata spesifikasinya hanya bisa menerima heavy crude oil. Jadi 70% kilang minyak yang ada di Amerika Serikat hanya bisa menangani minyak bumi yang berat, super kental, bukan minyak yang ringan, Guys. Nah, ini semua bisa terjadi gara-gara apa? Ya, gara-gara jenis minyak yang di Amerika Serikat bukan minyak bumi biasa yang warna hitam itu. No. Minyak bumi yang ada di Amerika Serikat adalah minyak shal oil. Shell oil ini beda dengan Arap Saudi. Lu tinggal ngebor ke bawah, sedot minyaknya, selesai. Terus yang di Amerika Serikat apa? Itu adalah shal oil. Bukan minyak bumi biasa. Shell oil itu apa? dari batu. Batu-batu yang ada di bawah bumi dihancurkan, diperas, diekstrak minyaknya, disedot ke atas. Itulah makanya minyak yang dihasilkan super ringan. Beda, karena udah hasil pemerasan tuh dari batu-batuan geologis yang ada di bawah bumi. Makanya enggak heran kalau Amerika Serikat harus merampas ngambil minyaknya Venezuela yang heavy itu. Karena kalau enggak, dia terpaksa nih harus retoling refineries-nya. Artinya dia harus upgrade refineries-nya. Tadinya spesifikasi heavy menjadi spesifikasi light dan itu butuh duit ribuan triliun, Guys. Enggak worth it buat Amerika Serikat. Mendingan lu ganti rezim aja di negara lain, selesai lu dapat minyaknya. Nikmat kan? Dan ini udah sangat-sangat urgent, Guys. Tadi kan gua bilang ya, orang-orang enggak percaya Amerika Serikat peringkat satu produksi minyaknya di dunia. Kenapa masih butuh Venezuela? Nah, dari analisis ini lu jangan heran kalau memang Benix benar. Karena data menunjukkan meskipun Amerika Serikat betul adalah produsen minyak terbesar di dunia, pada saat yang sama Amerika Serikat juga impor minyak bumi. Dari Kanada aja dia impor 4 juta barel setiap hari. Ini setara 15.500 triliun. Jadi, Teman-teman bayangin ya. Oh, betul mereka produsen minyak terbesar di dunia. Tetapi kenapa sampai hari ini mereka masih impor minyak 1500 triliun dari Kanada? Karena mereka memang butuh heavy crude oil. Itulah minyaknya Kanada, Guys. Beda dengan minyaknya Amerika dan itu baru dari Kanada. Kita belum bahas impor dia dari negara-negara lain loh. Kanada aja dia impor sampai R.500 triliun udah lebih mahal dibanding Bank BCA. Ini bisa beli Bank BCA nih setiap tahun nih. Market kayak Bank BCA cuman 1 kuadriliun, Guys. Dia bisa beli Bank BCA tiap tahun nih. Cuma dari impor minyak Kanada doang kan. Gila emang mau mereka jadi budak Kanada. So, dengan Amerika Serikat menguasai heavy crude oil di Venezuela, mereka sekarang bisa blending yang heavy dari Venezuela, yang super light dari Shell oil Amerika Serikat diblend menjadi medium oil. Dan ini sangat strategik juga, Teman-teman. Tahu yang tadi gua bilang Pertamax Turbo mahal? Iya. Tapi apakah strategik? Belum tentu. Cru oil murah? Betul. Minyak bumi. Super kental. Udah kayak sampah tapi super strategik, Guys. Kenapa ini penting, Teman-teman? Di awal gua cerita tentang Perang Dunia 3. Nah, lu jangan skip video ini kalau udah tahu nih hubungannya apa dengan Perang Dunia 3. Lu tahu kan ya ketika Perang Dunia 3 terjadi, menurut kalian tank-tank yang ada buat berperang bisa pakai pertamakso. Tidak. Mereka bisanya pakai solar, kapal induk, kapal perang, bisa pakai Pertamx Turbo. Enggak bisa. Biasanya pakai solar, kendaraan perang, traktor, truk-truk buat ngangkut logistik, truk-truk buat ngangkut pasukan. Bisa pakai pertamak turbo, enggak. Bisanya pakai solar. Dan solar bisa dihasilkan dari heavy crude oil, bukan dari light oil. Minyak Amerika Serikat bagus, mahal. Iya. Tapi apa strategik buat perang? Tidak, Guys. Makanya jangan heran Amerika Serikat memang dalam fase transisi menuju perang dunia 3. Dan ini udah berulang kali dikasih kode keras sama Donald Trump bahwa Amerika Serikat maunya bikin tank, bukan bikin t-shirt. You know, I'm not looking to make t-shirts to be honest. I'm not looking to make socks. We can do that very well at other locations. We are looking to do chips and computers and lots of other things. And gua ulangin, Donald Trump mau Amerika Serikat membuat lebih banyak tank, bukan lebih banyak t-shirt. Terus kalau tanknya jadi banyak, jalannya pakai apa? Minyak sayur gitu. Pertama Turbo. Enggak dong. masa ada tank tapi gak bisa jalan. Makanya mereka wajib punya cadangan heavy crut. Tapi sayangnya mereka hanya bisa impor karena negaranya gak punya heavy crut. Nah, dari sini teman-teman bisa lihat ya dengan tertangkapnya Maduro ini artinya terbuka kembali nih peluang kerja sama Amerika Serikat dan Venezuela. Sebetulnya bukan kerja sama lah ya pembodohan publik lah, skala masif lah dengan memasang presiden-presiden boneka di Venezuela. Tapi udahlah itu namanya oposisi. Oposisi selalu cari peluang buat berkuasa dengan segala cara. jual negara, jual rakyatnya kalau perlu. Dan yang paling penting, kabar baik dari kolaborasi Donald Trump bersama rezim di Venezuela yang baru yang siap mengangkangi rakyatnya sendiri, ya berbuah baik juga buat perusahaan-perusahaan minyak yang ada di Amerika Serikat. Contoh, teman bisa lihat sahamnya Chevron ya. Dalam 1 bulan terakhir mereka sempat naik lebih dari 10%. Lalu ada sahamnya Exon Mobil. Exon Mobil sahamnya dalam 1 bulan terakhir juga naik lebih dari 9%. Lalu ada Valero Energi, sahamnya juga naik nih 7% lebih. Lalu ada Hurton. Heburton sahamnya juga enggak mau kalah dong. Mereka juga naik lebih dari 9%. Dan bukan cuman investor Amerika Serikat yang happy, bursa effectf di Venezuela juga ikutan happy, Guys. Mereka dalam 1 hari terakhir sudah naik 61% dan dalam 5 hari terakhir sejak Maduro ditangkap sudah naik lebih dari 141%. Nah, gua mau kasih tahu gambaran ya, kenapa ini signifikan banget kenaikan di Bursa Efek Venezuela itu 141%. Bursa Efek Indonesia aja hari ini nilainya cuma Rp9.000. Kalau Bursa Efek Indonesia naik 100% artinya IASG naik dari 9.000 ke 18.000. Venezuela naiknya berapa? 141%. Bolsa de Valores Karas naik 141%. Itu luar biasa. Gua yakin sih Bursa Effect Indonesia bisa naik juga 100%. Tapi apa iya bisa naik dalam 5 hari seperti Venezuela? Enggak. Dalam 7 tahun mungkin kalau Indonesia berhasil mencapai GDP 8%. But anyway, kita di sini bukan mau ngomongin Indonesia, Guys. Kita di sini mau ngomongin nasib planet bumi karena Perang Dunia 3 sudah dekat. Yang jadi pertanyaan selanjutnya, kode apa yang diberikan oleh Donald Trump buat presiden-presiden di negara-negara berkembang? Menurut kamu invasi Amerika Serikat ini apa berakhir nih di Venezuela? Udah selesai nih atau justru ini garis start bakal ada negara-negara lain nih yang menyusul bakal segera diakuisisi sama Amerika Serikat. Menurut kalian negaranya apa ya? Negara apa lagi yang bakal dicaplok nih sama Amerika Serikat? Ya, gua sih bisa kasih gambaran. Banyak orang bilang itu adalah Columbia, Cuba. No salah, Guys. Next-nya adalah Iran. Dan teman-teman harus tahu kenapa harus Iran yang jadi sasaran selanjutnya. Setuju enggak kalau kita bahas di part 2? Dan yang paling penting setelah kejadian-kejadian tadi kan udah lihat ya, banyak saham-saham di Amerika Serikat yang loncat kodok langsung naik to the moon. Nah, pertanyaannya kalau di Indonesia sama apa sih yang bakal diuntungkan dari perubahan rezim di Venezuela ini? Dari berkuasanya oposisi di Venezuela. Lu setuju enggak kalau kita bikin lanjutannya di part 2? Kalau lu setuju, segera like video ini. Begitu mencapai 24.000 1000 likes dalam 24 jam bakal kita bahas dengan tuntas di part 2. Atau buat teman-teman yang enggak sabaran, teman-teman juga bisa nonton kelanjutan video ini di Benix Economic Outlook 2026 di Titan Center Bintaro tanggal 24 Januari, hari Sabtu jam .00 siang. Oke, guys. Sampai ketemu. Semoga video ini bermanfaat. Ditunggu komentar kalian next negara apa ya yang bakal dibantai sama Donald Trump? Ada Indonesia enggak di daftar itu? Segera jawab pertanyaan ini dan like video ini sebanyak-banyaknya dan share video kita ke teman-teman kamu, ke keluarga kamu, ke saudara kamu supaya makin banyak orang Indonesia yang cerdas. Guys, semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]
Resume
Categories