Transcript
FYljQRy18Pc • IRAN IN CHAOS!! 1,000 Dead, Economic Collapse & Is the US Preparing to Intervene Like Venezuela?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0540_FYljQRy18Pc.txt
Kind: captions Language: id Guys, geri banget. Jadi, Guys, sesuai rencana ya, Iran akhirnya porak-poranda loh. Karena kan teman-teman udah tahu ya, dari tahun lalu gua udah bilang sih kalau Amerika jadi nyerang Venezuela, next step itu adalah menghancurkan Iran. Dan hari ini teman-teman sudah tahu udah ribuan orang yang mati Iran karena rakyatnya dimanipulasi untuk melakukan demonstrasi massal menentang pemerintahan yang sah yang hari ini ada di Iran. Nah, teman-teman penasaran enggak kenapa sih gua bilangnya ada manipulasi? Jangan-jangan ada hubungannya ya dengan peristiwa juga ya ketika terjadi perubahan rezim di Indonesia di tahun 60-an dari rezim Soekarno ke Soeharto termasuk perubahan rezim di tahun 98 ke rezim yang katanya lebih demokratis. Nah, Teman-teman kalau penasaran apa sih pelajaran yang kita bisa ambil dari Iran dan next step akan seperti apa ya perjalanan Perang Dunia 3 di tahun 2026 ini. Jangan skip video ini. Let's check di sini. Jadi, Teman-teman ini udah resmi ya. Ini semua berjalan sesuai rencana, sesuai jadwal. Setelah Venezuela ganti manajemen baru, sekarang yang mau diaduk-aduk itu Iran. Jadi, Iran udah dalam beberapa hari belakangan ini terjadi demonstrasi massal. Begitu masifnya toko-toko dibakar, dijarah, tempat ibadah, masjid itu dibakar di mana-mana sampai rakyat itu juga saling bunuh karena mereka juga saling curiga, Guys. Nah, demo yang terjadi di Iran ini sudah terjadi sejak tanggal 29 Desember 2025. Dan gejolak parah ini ya, gejolak demonstran ini itu udah terjadi di lebih dari 100 kota dan daerah yang ada di Iran. Jadi bukan cuma di ibu kota mereka Teheran doang, no, tapi sudah sampai masuk ke kota-kota kecil yang ada di perbatasan. Jadi ini skenario yang betul-betul bagus sih buat dunia ya, khususnya di bawah kepemimpinan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang pengin membawa Timur Tengah berada di bawah manajemen baru juga. E kalau yang udah-udah kan Timur Tengah ini selalu porak-porandala. Lu tahulah orang-orang di Timur Tengah hobinya saling bunuh satu sama lain. Sejak ribuan tahun yang lalu pun suku-suku di sana hobinya saling bunuh, Guys. Nah, menurut Donald Trump ya dia akan lebih bagus ya kalau Timur Tengah ini di bawah satu manajemen baru. Tentu bukan manajemennya Saudi Arabia, Uni Emirat Arab ataupun Iran. Ya, tentunya manajemen Israel lah sekutu dekatnya Amerika Serikat. Nah, sebelum kita sampai ke sana kita mau bahas dulu Iran dulu nih, Guys. Kenapa? Karena ketika terjadi kekacauan di mana-mana di Iran, teman-teman tahu enggak sih apa yang terjadi? Ternyata ya negara yang pertama kali menyatakan dukungan terhadap para demonstran itu ya Amerika Serikat ya tentu sajalah. Kenapa? Karena mereka yang paling senang di sana. Sebetulnya pola ini udah lama terjadi lah, Guys. Itu hal yang normal lah. Kayak Indonesia ketika Indonesia itu ganti rezim mau di tahun '5, mau di tahun '98 itu juga sama polanya sama. Mereka akan pakai mahasiswa, ormas-ormas semua digesekan, di saling adu domba, saling bunuh satu sama lain. Ya, kebetulan rezim yang digulingkan juga rezim korup. Jadi gampang untuk mengadu domba rakyatnya dan rakyat juga sedang menderita dan polanya kembali berulang sih teman-teman. Tahu pernyataan Donald Trump apa ketika dia mengetahui Iran, dia kaget ya namanya juga Amerika ya. Kalau bisa akting kayak orang Hollywood ya akting sekalian biar bisa dapat Piala Oscar. Jadi dia kaget, wah kasihan nih rakyat Iran. Dia sampai berkata begini, "Iran ini sedang mencari kebebasan nih. Sebelumnya sih belum pernah terjadi hal-hal seperti ini. Makanya Amerika Serikat siap membantu Iran." Jadi dari sini teman-teman sudah tahu ya bahwa Amerika Serikat dalam hal ini Donald Trump akan menjadi juru selamat bagi rakyat Iran ya seperti CIA lah zaman dulu ya menjadi juru selamat buat rakyat Indonesia yang berada di bawah dictatorship Orde Baru selama puluhan tahun di Amerika Serag jadi penolong kita. Nah itu yang sedang disuarakan oleh Donald Trump kepada rakyat-rakyat di Iran yang diharapkan ya bisa mendengar bahwa sang juru selamat akan tiba di Iran. Tapi mereka harus bergerak dulu di sana, menggulingkan rezim yang ada di sana supaya tentara Amerika Serikat bisa masuk dengan bebas dan juga mulai mengambil alih lah sumber-sumber resources yang ada di sana. Nah, yang lebih seru lagi ya kode keras pernyataan dukungan dari Donald Trump itu dibaca juga sama Benyamin Netanyahu, pemimpin nomor satu di Israel. Dia juga bilangnya hal yang sama bahwa Iran butuh demokrasi, bahwa Iran butuh kebebasan. Jadi sekarang menurut Benjamin Natanahu, kita semua berharap bangsa Persia maksudnya Iran bakal segera terbebas dari belenggu Tirani. Dan ketika hari kebebasan itu tiba, Israel dan Iran akan sekali lagi menjadi mitra setia untuk membangun masa depan kemakmuran dan perdamaian bagi kedua bangsa. Jadi, Israel sangat peduli nih dengan peristiwa. Israel bahkan memantau dengan cermat setiap peristiwa yang terjadi di Iran. Dan sekali lagi ya, dia enggak lupa juga mengagitasi, memprovokasi ya oposisi yang ada di Iran dengan membuat pernyataan bahwa rakyat Israel dan seluruh dunia kagum dengan keberanian luar biasa warga Iran. Nah, jadi dari sini teman-teman sudah tahulah ya arahnya ke mana ya. Arahnya ya bakal seperti peristiwa di tahun 60-an lah bahwa ketika Indonesia lagi gagal secara politik, secara ekonomi, orang susah, rakyat susah di mana-mana, ya itulah momen yang tepat buat ganti rezim. Dan itu juga yang terjadi tahun '98 dan itu juga yang terjadi di Venezuela. Dan itu juga yang terjadi di Iran beberapa hari terakhir ini. Dan ini pun sudah langsung bisa dibaca lah bahwa apa? Ketika rezim maya tolak komeni tumbang, tentukan butuh rezim baru yang tunduk boneka-boneka yang setia kepada Amerika Serikat. Dan teman-teman sudah tahu dong kandidat kuat untuk menjadi anjing peliharaan selanjutnya adalah Reza Palevi. Ini pemimpin oposisi nih. Dia keturunan dinasti terakhir ya, keluarga raja-raja terakhir di Iran yang pernah menjadi diktator juga sebetulnya di Iran. dia sudah membuka suara bahwa dia siap menjadi pemimpin di Iran. Jadi ini 111 sama Maria Machados kemarin ya di Venezuela. Intinya adalah negara kita mau hancur. Saya adalah juru selamat yang cocok buat negara ini. Tapi tolong pasang saya jadi presiden dulu. Nanti saya akan kasih segala yang kau inginkan Amerika Serikat. Jadi teman-teman sudah bisa lihatlah kodenya ke mana. Ya memang nasib nih jadi rakyat Iran nih selalu dipimpin oleh pemimpin yang enggak becus, yang korup, militer, yang hancur-hancuran, ya ujung-ujungnya ya gonta-ganti rezim, gonta-ganti rezim, negara enggak pernah stabil, Guys. Dan buat teman-teman yang lupa ya sebetulnya ya sejarah Iran ini sebelum mereka berubah jadi negara Republik Islam Iran seperti hari-hari ini, dulu mereka itu sebetulnya punya pemimpin yang sangat demokratis dan bagus namanya Mosadek. Itu perdana menteri yang terpilih secara sah, secara demokratis. Tapi sayangnya dia tidak pro Amerika, Guys. Sayangnya dia tidak pro Barat. Teman-teman tahulah Iran itu salah satu sumber minyak terbesar di dunia. Ya, selain Venezuela, Rusia dan lain sebagainya. Iran tuh punya banyak cadangan minyak loh. Tapi ketika Mosada naik, dia jadi perdana menteri di Iran, apa yang dia lakukan? Dia melihat negaranya itu dirampok sama perusahaan-perusahaan minyak Inggris, perusahaan-perusahaan minyak Amerika. Negaranya enggak dapat apa-apa dan dia marah. dia mau nasionalisasi itu pengkhianat-pengkhianat bangsa itu. Ya tentu sajalah Inggris marah, Amerika Serikat marah. Jadi apa yang mereka lakukan? Ya mereka memasang boneka baru jenderal dia naikin jadi raja di Iran, bapaknya si Reza Palevi ini. Dan berhasil enggak berkuasa? Berhasil. Di kepemimpinan eranya rejim Palevi ini setelah mereka berkuasa menjadi raja di Iran ya, mereka sangat dekat dengan Barat. Dan teman-teman bisa lihatlah gaya hidup di sana betul-betul udah sangat kapitalis, sangat berat, sangat maju. Dan sayangnya juga yang kaya ya orang-orang yang dekat dengan keluarga kerajaan aja. Memang betul Rollroyce mereka banyak kadar ribuan. Tipe terbaru langsung punya. Sangat dekat dengan Amerika Serikat. Mau pesawat jet dikasih, mau kapal persiar dikasih. Bahkan semua menteri-menteri Iran saat itu wajib liburan sebulan sekali di New York. Boleh main judi di Las Vegas. Wah, hidupnya betul-betul luar bias lah di manja sama barat. Tapi tentu ya yang namanya rezim peliharaan, rezim boneka lama-lama pasti akan jatuh juga. Karena rakyat Iran pada saat itu ya mereka juga tidak menikmati kok hasil duit minyak itu. Yang menikmati ya cuma segelintir orang, keluarga kerajaan Palevi doang. Dan ujung-ujungnya apa? Itu dimanfaatkan oleh oposisi juga yang sekarang berkuasa yaitu siapa? Ayat Komeni yang kebetulan dia bisa mempersatukan kalangan mahasiswa, kalangan ulama, rakyat semua bersatu padu melawan rezim monarki, rezim kerajaan yang sangat tunduk sama Barat sama kepentingan raja-raja oligarki minyak. Tumbanglah si Palevi ini, naiklah si Ayo Telakoma ini. Itulah sejarahnya. Itulah kemudian sampai hari ini teman-teman bisa lihat Iran itu menjadi negara yang seperti ini. Tapi ya sekali lagi ya, setelah mereka menjadi penguasa apa yang terjadi? Negara Iran tambah maju. Enggak. tambah hancur, tambah korup, dan mereka kembali mengulangi kesalahan Palevi zaman dulu. Palevi itu dibenci ya sama rakyat Iran. Jadi syah Palevi ya itu sah ya, syahnya Iran. Syah itu raja ya itu ketika dia berkuasa sebelum digulingkan sama komen itu sangat kejam, Guys. Namanya juga udah jadi raja, enggak ada aturan, enggak ada batasan. Dia udah selevel Tuhan. Dia punya polisi khusus namanya Safak. Itu sangat-sangat brutal. Itu dibenci sama rakyat. Ya samalah lu kayak di sini juga lu pasti ada yang lu benci lah aparat-aparat di Indonesia ini. Nah, apa yang terjadi di sana? Karena rakyat itu sangat muak sama rezim. Ada partai politik ada, tapi itu cuma casing. Isinya mah sama. Warnanya ada merah, kuning, hijau, biru, ada enggak peduli. Ada semua warna. Tapi casing-nya doang ujung-ujungnya sama. Yang berkuasa, yang berduit, yang punya power, yang menikmati kesejahteraan sumber daya alam di Iran hanya segelintir orang. Akhirnya orang berontak di sana. Nah, ketika kemudian ayat Telokom ini kembali, ya ini ceritanya kembali, dia berkuasa pun ujung-ujungnya dia melakukan hal yang sama. Cuman instead of safak dia bikin yang namanya Iran Revolutionary Guard atau Garda Revolusi Iran. Ya, awal-awal bagus itu berfungsi buat menggulingkan si Palevi itu. Tapi lama-lama Garda Revolusi ini menjadi preman juga. Tentara Iran sendiri tambah lama tambah korup, tambah lama suka nyiksa rakyat, memperbudak rakyat, membu rakyat. Itu juga jadi hal yang normal di sana. Jadi enggak heran juga kalau rakyat lama-lama juga benci dengan rezim mereka yang represif. So, ujung-ujungnya apa? So, ujung-ujungnya apa? Ya, sekarang ketika kemudian orang udah sebal sama Garda Revolusi Iran sama rejim ulama Ayolakom ini ya, mereka kemudian berpikir kayaknya lebih bagus balik lagi deh menjadi boneka Amerika Serikat. Dan kebetulan ya anaknya si Palevi masih hidup karena dia sekarang ditampung di Amerika Serikat jadi pelarian politik lah. Jadi dia cari suaka ke sana sebelum bapaknya jatuh tuh raja terakhir Iran Shah Palevi itu ya dia kabur ke Amerika Serikat dan tinggal di sana. Dan bersyukurlah dia. Kenapa? Karena Israel, negara-negara barat termasuk Amerika Serikat itu sering banget main ngobrol. Dia bahkan sering bolak-balik loh ke Israel, musuh besarnya Iran ngobrol dengan Perdana menteri Benyamin Netanyahu. Nah, inilah namanya calon-calon boneka. Enggak boleh mati, kalau bisa dipelihara. Dia pun sempat sakit-sakitan tapi diusahakan hidup kembali, Guys. Supaya apa? Jaga-jaga nih kalau Iran collaps mereka bisa taruh boneka di sana. Nah, ini yang udah-udah ini hal yang normal lah. Sekali lagi gua bilang, fungsi rakyat itu cuma untuk memperkaya penguasanya. Enggak peduli penguasa lu siapa. warna A B C D itu lu tinggal pilih aja dia jadi budak siapa penguasa lu. Budak Cina, budak Rusia, budak Arab Saudi, budak Amerika Serikat. Dan itulah yang terjadi sekarang. Makanya teman-teman jangan heran kalau Reza Palevi ini tanpa malu-malu langsung bilang, "Guys, kemarin kita bikin video khusus spesial tentang masa depan batu bara di tahun 2026. Teman-teman penasaran enggak gimana kalau masa depan sektor yang lain? Apalagi kemarin Venezuela habis diculik presidennya. Harga minyak dunia kan seperti apa? termasuk harga emas, harga silver yang tahun ini aja sudah meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum bicara soal sektor lain seperti pariwisata, sektor perbankan, sektor pertambangan. Apalagi kita sudah memasuki era di mana faktor geopolitik menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menyusun strategi ekonomi [musik] kalian. Jadi buat teman-teman para pelaku usaha, orang-orang di pemerintahan, duta besar sekalipun sampai akademisi dan investor yang ada di Indonesia, lu penasaran enggak sih gimana sudut pandang BENX tentang Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join di acara Spial Benix Economic Outlook 2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari [musik] jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu sekarang juga kalau yang mau ikutan acara Special Benix Economic Outlook 2026. Kursinya terbatas, segera daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini atau scan kode QR code yang ada di sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026 hanya di Titan Center Bintaro. Makanya, Teman-teman jangan heran kalau Reza Palevi ini tanpa malu-malu langsung bilang, "Udah biarin aja hancur lebur itu Iran. Yang penting nanti gua akan selamatkan." dia wajib jadi pemimpin Iran yang baru. Bahkan kalau teman-teman lihat ya, dulu kan sempat main tembak-tembakan roket nih, Israel sama Iran nih. Nah, dia di situ menyatakan dukungan loh serangan Israel sama Amerika Serikat ke Iran yang menghancurkan banyak fasilitas-fasilitas militer Iran. Menurut dia itu adalah hal yang baik. Nah, terus gimana sih caranya ya prosedur buat ganti rezim? Sebetulnya ada tiga cara, Guys, buat ganti rezim. Cara yang pertama ya lu bunuh aja presidennya. Mau diracun, ditembak, diculik, that's it. Tapi itu terlalu terbuka ya, terlalu belatan. Ada cara yang lebih diam-diam. Contohnya dengan cara apa? Jangan negara lu sendiri yang turun, ganti Amerika sendiri yang turun. Jangan. Pakai tangan-tangan di negara itu sendiri, oposisi, partai-partai oposisi kan banyak ormars-ormas, preman, semualah dipakai. Media pun dibayar untuk membangun ketidakpercayaan terhadap penguasa saat ini. Itu yang terjadi di Indonesia di tahun 60-an dan sekarang juga terjadi di tahun lagi di tahun '98. Nah, itu juga bisa terjadi ketika rakyat itu menderita karena apa? Pemimpinnya hari ini korup, mismanen, jadi enggak bisa jadi administrator negara yang baik. Terus ditambah lagi yang ketiga, negaranya krisis ekonomi. Sama proses kejatuhan Soeharto di tahun '98 momennya pas buat si AE masuk panen raya di situ. Kenapa? Karena Indonesia krisis ekonomi. Pun begitu di tahun 60-an. Nah, apa yang terjadi di Iran hari-hari ini, Teman-teman? Tahu di Iran kenapa gampang sekarang buat disetel dan timingnya diatur supaya meledak ketika Venezuela terjadi prahara, penggantian rezim juga ya. Karena pas nih Iran itu inflasinya udah parah, Guys. Inflasinya itu sampai 70%. Lu merasa di Indonesia biaya hidup tinggi, biaya pendidikan naik, terus beli susu buat anak lu tambah lama, tambah mahal. Iya kan? Inflasi tinggi loh di Indonesia itu. I kan, tapi asal lu tahu ya, inflasi di Indonesia itu masih single digit. Bahkan menurut data itu di bawah 4% loh inflasi di Indonesia. Inflasi di Iran itu udah sampai 70%. Itu sedih banget. Dan yang membuat lebih sedih lagi apa? Gara-gara negaranya krisis moneter, duit itu barang langka, bahkan kurs mereka jatuh. Zaman dulu ya di tahun 2015 dolar itu setara 32.000 riyal. Mata uang Iran. Tahun 2022 1 dolar udah 430.000 rial. Detik ini guys 1 dolar udah setara 1,4 juta rial. Lu bayangin jadi hanya dalam 1 tahun nilai 1 dolar itu udah naik 500% lebih. Ngeri enggak sih? Gila enggak lu? Ya, lu bisa bayangin ya kalau Indonesia terjadi ya nilai 1 dolar tuh sampai menguat 500% lebih. Padahal hari ini cuman berapa? 17.000 lah. Ya lu kali aja 17.000* 5 1 dolar. Berarti hari ini menjadi Rp85.000. R000. Apa yang terjadi? Rejim jatuh pasti. Nah, tapi kalau dipikir-pikir metode ini sama enggak dengan di Venezuela? Sama. Makanya di sana juga rakyat demonstrasi mereka juga sebel sama yang namanya Maduro. Tapi kalau lu pikir lebih lanjut lagi, kenapa ya rakyat di sana susah hidupnya? Kris moner di mana-mana. Di Venezuela atau kayak di Iran susah cari kerja, Guys. Banyak usaha yang bangkrut. Wah, enggak benar di Iran. Susah banget. Berat hidup di Iran. Gara-gara apa? Venezuela, Iran, Indonesia tahun '98 itu terasa banget susah ekonomi mandek. Kenapa? Banyak yang bilang karena negaranya korup, pemimpinnya korup, ya itu benar. Itu betul. Militnya korup, hancur. I itu juga benar. Menteri-menterinya, pemerintahannya mismanajemen. Enggak bisa menjadi administrator negara yang baik. Itu juga benar. Tapi ada faktor yang paling penting, Guys. Kenapa Venezuela ekonominya terasa begitu sulit? Karena ekonomi dia sudah lama diboikot, Guys. Diblokade, disanksi sama Amerika Serikat. Jadi mereka enggak bisa hidup normal kayak teman-teman sekarang. Lu bisa pakai sepatu Adidas, lu bisa pakai iPad, lu bisa pakai Samsung, pakai WhatsApp. Lu tahu enggak Samsung itu software dari mana? Dari Amerika, Android. Lu kalau disanksi, lu gak bisa pakai Samsung. Hidup lu jadi lebih susah. Lu jangan bayang kan ada smart TV di rumah lu. Karena itu pakai aplikasi Google TV. Artinya, lu enggak bisa menikmati perkembangan zaman ketika lu dikasih sanksi sama Amerika Serikat. Lu juga enggak bisa makan mie rebus favorit lu, mie goreng favorit lu. Kenapa? Karena tepung terigunya berasal dari gandum. Gandumnya dari Amerika Serikat. Artinya apa? Lu enggak bisa makan makanan yang normal. Lu enggak bisa makan roti, lu enggak bisa makan pizza karena lu udah disanksi sama Amerika Serikat. Setiap negara yang ekspor barang ke daerah lu bakal gua cut, gua sikat banget. Ngeri enggak? Ah, itu yang terjadi di Venezuela. Akibatnya apa? Barang-barang di sana mahal, susah hidup. Kenapa lu enggak bisa bangun pabrik kalau enggak ngutang? Ngutang dari mana? Dari luar negeri. Lu butuh investor asing, tapi investor takut investua, nanti diapain? Nanti dikena sanksi sama Amerika. Begitu pun Iran, Guys. Iran pun udah diblokade, diboikot, disanksi habis-habisan sama Amerika Serikat supaya apa? Ekonominya hancur dan lama-lama collaps sendiri. Collapsnya tanpa perlu nembak peluru tentara Amerika Serikat. Colollapsnya dari dalam. Dan seperti yang sudah-sudah ketika CIA masang Pahlevi menjadi raja di Iran yang pertama kali menggulingkan Mosadek. Menurut dokumen terakhir dari CIA, mereka akhirnya mengakui Pahevi bisa naik, Mosadek jatuh. Ya, karena memang si AE bermain. Mereka invest, mereka bayar preman-preman ormas-ormas mahasiswa di Iran buat demo menggulingkan si Mosadek itu yang berusaha menasionalisasi perusahaan minyak yang ada di Iran. Ya, sekarang kejadian yang sama lagi nih, ini sejarah cuma berulang gitu aja ya. Rakyat diadu domba lagi, ujung-ujungnya yang naik budak Amerika juga korup juga udah pasti. Jadi itulah yang terus dan akan terjadi berulang-ulang di planet bumi ini, Guys. Nah, yang lebih parah ya kalau seandainya itu terjadi, masalah ekonomi terjadi, intervensi dari agen-agen intelijen asing juga terjadi dan diperparah dengan apa? Negara yang enggak bisa mencapai swasembada energi dan swasembada pangan, Guys. Ini ngeri. Makanya ini makin penting nih. Indonesia bisa swasembada energi dan sasembada pangan. Kenapa? Karena Iran begitu gampang dihancurkan, diadu domba rakyatnya saat ini. Simpel aja. Bukan hanya karena koruptor banyak di sana, iya memang militernya hancur-hancur banget. Tapi juga karena situasi makro di sana enggak bagus, Teman-teman. Tahu pemadaman listrik mati lampu di Indonesia tahun '97 96. Wah itu udah kayak makanan sehari-hari lah. Kalau lu tinggal di luar Pulau Jawa, weh sebulan bisa lima kali mati lampu. Normal itu susahlah. Pokoknya enggak ada kemerdekaan di republik ini. Kecuali lu tinggal di Jakarta kali. Nah, itulah yang terjadi di Iran hari-hari ini. Pemadaman listrik selalu terjadi di mana-mana. Pasar tenaga kerja, bursa tenaga kerja itu bisa dibilang kosong, Guys. Nothing. Ya, lu bayangin aja pengangguran di sana itu 60%, Guys. Ngeri enggak? 60% rakyat di Iran tuh nganggur, loh. Ngeri loh ini. Kalau 60% rakyat nganggur, lu juga malas buka usaha cilok di situ. Usaha kecil, UMKM. Enggak, enggak ada yang beli. Siapa yang bisa beli? Orang mereka aja enggak punya job. Sedih kan? Jadi jangan heran makin lama ini berlanjut boikot ini blokade sanksi ekonomi ini ujung-ujungnya apa? Makin banyak bisnis-bisnis di Iran yang gulung tikar. Nah, sementara yang bisa survive hari-hari ini cuman apa? Cuman BUMN, cuman mafia-mafia, bisnis-bisnis yang dimiliki oleh partai politik, pengusaha-pengusaha yang dekat dengan garda revolusi Iran, Guys. Ya, itu tadi tentaranya mereka juga yang sama juga lama-lama jadi belangsak juga. Dan ketika semakin banyak warga di Iran yang jatuh turun kelas, tadinya kelas menengah jadi kelas bawah. Tadinya kelas bawah menjadi penghuni jurang kemiskinan, ujung-ujungnya apa? Rasa frustrasi, rasa benci itu makin tumbuh, makin kesal sama rezim, sama penguasa. Apalagi ketika mereka melihat ya orang-orang yang memiliki koneksi dengan orang-orang politik, penguasa partai politik itu tidak merasakan kesusahan mereka. Mereka hidup senang, mereka hidup happy, mereka hidup di Menara Gading, Guys. Ngeri ini. Yang di bawah makin susah, yang di atas makin kaya. Tapi kenapa? Karena mereka punya kedekatan politik sehingga usaha mereka walaupun negara masih susah ya ya mereka tetap terlindungi. Samalah di eranya Orde Baru mayoritas orang susah kecuali lu dekat sama presiden. Kan gitu simpel aja. Tapi mayoritas susah. Lu enggak percaya? Lu lihat aja ya sebelum Soeharto jatuh. Berapa banyak sih orang di Indonesia yang punya sepeda motor? Sangat sedikit. Berapa banyak sih orang di Indonesia yang punya mobil? Wah itu udah lebih sedikit lagi. Tapi hari-hari ini orang yang tinggal di gang aja punya motor. Jadi lu bisa bayangkan ya. orang di Iran itulah Indonesia kondisi tahun '95, tahun '94 susah. So, makanya kalau kita lihat begitu gampang mengagetasi, memprovokasi rakyat di Iran ini sudah wajar. Makanya dalam beberapa hari terakhir gua yakin makin banyak rakyat Iran yang bersatu menuntut perubahan. Gua yakin makin banyak penduduk di sana menyuarakan tuntutan untuk terjadi perubahan peta politik di Iran. Ganti rezim, ganti semuanya, ganti partai, ganti orangnya. Apalagi ya kalau teman-teman lihat ya krisis di Iran bukan cuma soal krisis ekonomi. Kemarin gua juga udah bahas. Iran itu juga mengalami krisis air bersih karena kekeringan di sana ekstrem sangat berkepanjangan. Begitu susahnya dapat air di Iran sampai ya mereka itu harus mengungsikan banyak warganya loh yang tinggal di ibu kota Teheran sampai harus dipindahin rakyatnya karena udah enggak layak juga buat ditinggal yang terlalu padat. Sementara sumber air sangat terbatas. Ngeri ya. Tetapi ya kabar baiknya nih, ada satu negara yang bakal muncul jadi juru selamat. Negara yang tadi kita sudah mention, negara yang bakal melakukan intervensi di Iran. Teman-teman tahu enggak Washington itu sudah mulai mengirimkan perlengkapan militernya, kapal-kapal perangnya. Dia sudah memobilisasi alut sista, Guys. Jadi, alat utama sistem persenjataan mereka sudah dikirim dalam jumlah yang sangat besar ke wilayah Timur Tengah. Dan ini terjadi hanya dalam beberapa hari terakhir ini. Nah, pergerakan aset-aset militer ini bakal berlanjut sampai beberapa hari mendatang, Guys. Karena artinya Amerika Serikat sedang merencanakan eskalasi di Iran. Bisa jadi invasi. Dan ini akan semakin menjadi kenyataan kalau oposisi di sana, demonstran di sana gagal menggulingkan pemerintahan. Maka mau enggak mau ya terpaksa pemerintah Amerika Serikat harus turun tangan langsung. Artinya prajurit mereka, militer mereka menginjakkan kaki di bumi Iran. Cuman ya teman-teman sudah tahulah ya yang namanya Iran dia kan lebih pintar juga dibanding Venezuela. Mereka juga udah tahu kalau demonstrasi ini berjalan terus situasinya stuck macet apa yang terjadi pasti akan ada intervensi dari asing Israel atau Amerika Serikat. So mereka langsung bikin pernyataan kalau sampai ada tentara Amerika Serikat yang masuk menginjakkan kakinya di tanah Iran, Iran akan membombardir, menghancurkan, menyerang pangkelan-pangkelan Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah, kapal-kapal Amerika Serikat yang ada di Arab. Ya, Teman-teman sudah tahulah tetangganya Iran itu adalah sahabat baiknya Amerika Serikat. Arab Saudi best friend-nya Amerika Serikat. Israel, Kuwait, Bahrain, Jordania. Ah, inilah kode dari Iran. Karena Iran juga sudah tahu sebentar lagi rezim gua bakal jatuh. Sebentar lagi bakal datang tentara masuk ke negara kita. Siapa-siap aja kita hancur bareng-bareng. Jadi, Teman-teman bisa lihat ya, Amerika Serikat merasa mereka bisa take over Iran semudah take over Indonesia, semudah take over Venezuela. Faktanya tidak. Gua mengatakan Amerika Serikat akan menghadapi musuh terbesarnya di abad ini, yaitu Vietnam Gilid 2 yang menghabiskan biaya dan nyawa begitu banyak orang Amerika Serikat di Iran. Karena beda nih medan perangnya nih. Yang dilawan bukan pasukan sendal jepit nih di Iran nih. Enggak beda ini ya. Tentara beneran dan udah bertahun-tahun berperang saling bunuh di Timur Tengah. Jadi memang pro lah soal perang-perangan ini. Memang korup memang jenderalnya enggak becus memang. Tapi jangan dianggap sama juga bahwa militer Iran ini sama dengan militer-militer cap kaki lima yang ada di Afghanistan, yang ada di Afrika atau yang ada di Amerika Latin. Beda nih teman-teman bakal lihat Amerika Serikat bisa jadi bangkrut kalau benar-benar berperang dengan Iran. Nah, yang paling penting menurut kalian gimana, Guys? Menurut kalian kenapa ya Amerika Serikat kayak penting banget ya ikut campur dalam masalah demonstrasi yang terjadi di Iran? Dan kalau kita lihat lebih jauh lagi, ini jangan-jangan berhubungan dengan Cina. Kenapa? Kan teman-teman sudah tahu Cina itu crude oil-nya impor dari tiga negara ini, Rusia, Venezuela, dan yang terakhir Iran dan impor dalam jumlah besar. Suplai dari Venezuela udah ditutup. Next, kalau Rusia ya agak lebih sulit ya. Next tentunya Iran yang akan dikenakan blokade besar-besaran di pelabuhan-pelabuhan, di teluk-teluk yang ada di Timur Tengah. Artinya apa, Guys? Artinya kita bakal tambah cuan, Guys. Makanya teman-teman jangan heran kalau saham favorit kita udah mulai naik tinggi nih dan bakal naik lebih tinggi lagi. Nah, anyway, lu penasaran enggak sih apa sih hubungan spesial sebetulnya yang terjadi antara Iran dengan Cina? Lu setuju enggak kalau kita bahas lebih detail lagi hubungan segitiga antara Venezuela, Iran, dan China di part 2. Kalau lu setuju, segera like video ini. Begitu mencapai 24.000 likes, kita segera bikin videonya. Dan yang paling penting lagi, jawab dong pertanyaannya. Menurut kalian siapa yang akan lebih dahulu diserang oleh Donald Trump? Greenland, Colombia, Kuba, atau Iran? Kalau menurut Benix, Iran. Menurut kamu siapa? Jelasin dong alasannya apa. Oke, guys. Semoga video ini bermanfaat. Sekali lagi, jangan mau gampang dan mudah diadu domba ya sama narasi-narasi media yang ada di Indonesia. Bisa jadi [musik] mereka cuma kaki tangan CIA. Ditunggu komentarnya sekarang juga. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]