The Petrodollar Collapse: Venezuela’s Fall and America’s $38 Trillion Debt
P86XhoEDNRU • 2026-01-13
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Jadi, buat teman-teman yang mengerti
geopolitik dan makroekonomi, lu udah
bisa ambil kesimpulan bahwa sebetulnya
serangan yang terjadi di Venezuela itu
bukan perang minyak, bukan perang nark,
tetapi perang mata uang.
Jadi, guys sudah resmi ya bahwa Amerika
Serikat bukan mengincar bandar Narkoboy,
bukan mengincar Maduro, bukan juga
memang pengin menghancurkan Venezuela,
no. Tetapi sebetulnya dia mengincar
China. Dan teman-teman tahu enggak
kenapa ini memang wajib dilakukan oleh
Amerika Serikat detik ini juga? Bukan 10
tahun lalu, bukan 20 tahun lagi, tapi
harus detik ini juga. Lu pasti penasaran
kan kenapa memang mereka harus menyerang
Venezuela dan Iran di bulan Januari
tahun 2026 ini? Ya, ini semua karena ada
hubungannya dengan Petro Dolar. Oke,
Teman-teman kalau penasaran jangan dikip
video ini. Let's check this.
[musik]
Jadi, buat Teman-teman ya, serangan
Amerika Serikat ke Venezuela itu
sebetulnya ada hubungannya dengan
meeting pertemuan Maduro dengan utusan
dari negara Cina yang mereka bertemu
bersama Maduro beberapa jam loh sebelum
Amerika Serikat ng Venezuela dan
menculik Maduro. Jadi memang faktanya
Maduro itu sebelum diserang, diculik
sama Amerika Serikat, dia baru saja
menerima tamu nih, perwakilan dari
negara Cina. Dan ini hanya terjadi
beberapa jam loh setelah meeting itu
selesai. Teman-teman pasti penasaran ya,
kenapa di awal gua bicara soal Petrol
Dollar? Karena kan kita udah pernah
bahas secara menyeluruh nih terkait
Petrol Dolar di video Benix yang udah
lama sebetulnya mungkin 2 tahun lalu
lah. Gua saranin teman-teman wajib
nonton ulang video Petro Dolarnya Benix.
Kenapa? Nah, karena di situ gua sudah
bilang 2 tahun lalu perjanjian Petrod
Dool resmi berakhir. Negara Saudi Arabia
resmi tidak mau memperpanjang perjanjian
petrodolar antara negaranya dengan
Amerika Serikat. Padahal perjanjian ini
sudah berlangsung selama 50 tahun. Ya,
artinya sejak 2 tahun lalu jual beli
minyak di Timur Tengah ya Arab Saudi
yang paling besar di situ udah lagi
tidak dijual eksklusif cuma menggunakan
US dollar. Walau memang udah terkandung
terlambat lah, udah mulai banyak
negara-negara di sana yang stok di
gudang mereka isinya apa? US dollar.
Ujung-ujungnya meskipun petrol dolar
berakhir ya mereka kan udah terlanjur
punya banyak stok dolar dong karena
hasil jual hasil bumi mereka minyak itu
dong. Petrol dolarnya itu dipakai buat
apa? Ya ujung-ujungnya petrol dolar juga
udah berevolusi. Dulu memang nyawanya
dolar itu ada di minyak bumi, komoditas
yang paling banyak diperdagangkan ke
seluruh dunia. Tapi sekarang karena
mereka juga punya stok dolar dan mereka
juga punya kebutuhan impor gandum, impor
minyak sawit karena pengin makan
gorengan, impor mobil mewah dari
Rollsroyce, dari Amerika Serikat, dari
Italia, ujung-ujungnya mereka bayar
pakai apa ya? Negara-negara Arab
bayarnya pakai dolar juga. Akibatnya
dolar sejak saat itu berevolusi, tadinya
petrol dolar, sekarang kita bisa bilang
komoditi dolar. Jadi, dolar udah menjadi
benchmark untuk setiap komoditi yang lu
perjual belikan di dunia internasional.
Jadi, contohnya gampang. Lu mau ngitung
harga emas hari ini acuannya mana?
Dolar. Harga jual beli nikel hari ini
acuannya mana? Dolar. Ngeri ya. Tapi
asal usulnya dari mana? Dari peter
dolar. Karena negara-negara itu
berkelimpahan stok dolarnya. Akibatnya
mau enggak mau ketika mereka transaksi
dengan negara lain bayarnya pakai apa?
Ya pakai dolar juga. Ya simpel aja lah.
Kalau lu punya tambang batu bara di
Indonesia, lu jual ke Kazakhstan, lu mau
gitu terima mata uang Kazaksan, pasti lu
enggak mau. Buat apa? Enggak bisa
belanja wartek di sini yang ada lu
diusir toh. So, sebagai eksportir lu
penginnya terima bayaran pakai apa? Ya
kalau dia enggak bayar rupiah, bayarnya
pakai dolar dong kan gitu ya.
Ujung-ujungnya apa? stok dolar lu jadi
banyak dan mau enggak mau lu belanja pun
akibatnya jadi pakai dolar. Jadi dunia
makin tergantung sama dolar. Tapi sejak
2 tahun lalu itu semua berubah karena
petrol dolar dikikis. Pondasi US dollar
terkikis ketika petrol dolar berakhir.
Makanya teman-teman enggak usah heran
dalam 2 tahun terakhir udah mulai banyak
nih negara-negara yang tidak lagi
berdagang menggunakan dolar. Contoh
Rusia, India ya saat ini sudah aktif
menggunakan yuan loh mata uang Cina
kalau mereka bertransaksi satu sama
lain. Keren banget teman-teman bisa
lihat lah di India West lah. India
ketika belanja minyak Rusia aja udah
enggak mau lagi bayarnya pakai dolar.
Dia juga enggak bayar pakai Rubel tapi
dia bayar pakai Yuan karena stok yuan di
India lagi tinggi. Jadi India pun bayar
transaksi internasional mereka udah
enggak pakai US dollar tapi pakai yuan
pun akibatnya apa? Rusia jadi banyak
dong stok yuan-nya. Akibatnya,
Teman-teman, kalau zaman dulu 20 tahun
lalu lu pergi ke Moskow, Rusia,
mobil-mobil di sana banyak dari Eropa
lah. Mobil-mobil Jerman, Mercy, BMW, VW
itu banyak banget di sana. Tapi sejak
mereka terima Yuan sebagai alat
pembayaran dan tentunya ketika mereka
belanja, mereka pun belanjanya harus
pakai yuan itu dong, karena stoknya
berkelimpahan. Apa? Hari-hari ini kalau
teman-teman pergi ke Moskow itu mulai
banyak truk-truk, mainan, makanan sampai
mobil merek Cina, Guys. Makanya jangan
heran juga ketika Rusia, Rusia kan punya
cadangan gas minyak sangat besar ya.
Mereka sekarang pun udah ketika ekspor
minyak dan gas mereka, mereka enggak mau
lagi dibayar pakai dolar. Pilihannya
cuman dua, dibayar pakai Rubel, mata
uang Rusia atau dibayar pakai yuan Cina.
Karena hari ini Rusia ketika katakan dia
mau impor beras dari Indonesia, mau
enggak pakai rubel. Pasti orang di
Indonesia enggak mau terima Rubel karena
Rubel lagi disanksi sama Amerika
Serikat. Nanti kita gak bisa pakai
belanja Rubelnya kalau impor gandum dari
Amerika. Ujung-ujungnya apa? Kita bayar
Rusia pakai Yuan. Makanya teman-teman
jangan kaget kalau dalam 5 tahun ke
depan akan makin banyak produk-produk
made in China di Rusia. Tadinya zaman
dulu paling banyak mah made in Jerman
sama Spanyol di Rusia. Tapi sebetulnya
hal ini udah sejak lama loh diramalkan
soal kejatuhan dolar. Karena teman-teman
tahu enggak sih Venezuela diserang itu
memang ada hubungannya dengan Cina.
Ternyata Cina dan Venezuela itu sudah
lama meninggalkan US Dollar buat
transaksi jual beli minyak heavy crude
oil Venezuela ini, Guys. Jadi mereka itu
sudah merencanakan serangan diam-diam
nih di belakang layar terhadap US Dollar
ketika di tahun 2017 Cina membuat
perjanjian jual beli minyak Venezuela.
Jadi buat teman-teman yang belum tahu
ya, Venezuela itu sudah lama menjual
minyak mereka dalam mata uang Yuan sejak
bulan September tahun 2017. Tahun 2017
ini tahun yang bersejarah, Guys. Karena
di tahun itulah Madura membuat deklarasi
bahwa negara Venezuela akan membebaskan
negara Venezuela dari dominasi US
dollar. Artinya, Maduro secara sukarela
mau menjadikan negaranya sebagai
laboratorium uji coba mata uang Beijing,
yaitu mata uang Yuan. Dari sini kita
bisa lihat bahwa operasi militer Amerika
Serikat di Venezuela itu cuman stres tes
nih. Ini cuman uji coba juga nih buat
mengecek kekuatan mata uang Cina di
dunia internasional. Apakah orang tambah
semangat pegang yuan atau jadi ketakutan
pegang yuan? Karena negara-negara yang
hari ini mempunyai cadangan yuan besar
di brangkas mereka pasti juga sedang
ketakutan nih. Dan ini yang lagi dites
oleh Donald Trump. Dan kalau orang-orang
yang paham tentang geopolitik dan
ekonomi pasti sudah bisa melihat bahwa
serangan ke Venezuela ini adalah
serangan mata uang. Jadi, buat
teman-teman yang mengerti geopolitik dan
makroekonomi, lu udah bisa ambil
kesimpulan bahwa sebetulnya serangan
yang terjadi di Venezuela itu bukan
perang minyak, bukan perang narkoba,
tetapi perang mata uang. So, jangan
heran kalau Venezuela memang layak dib
dari sudut pandang Amerika Serikat ya,
siapapun presidennya bukan cuma Donald
Trump itu memang wajib menghancurkan
Venezuela. Apalagi Venezuela ini memang
negara nekat banget sih, Guys. Cari-cari
musuh. Lu tahu ya Venezuela ini begitu
metal ya presidennya itu ketika mereka
merilis daftar indeks ya harga jual beli
minyak. Kayak Indonesia punya harga batu
bara sendiri, kita juga punya harga
beras sendiri. Nah, itu juga yang
terjadi di Venezuela. Venezuela itu tiap
hari itu ngupdate harga minyak bumi asal
Venezuela itu di harga berapa. Tapi
uniknya di tahun 2017 begitu dia tanda
tangan dengan China, teman-teman tahu 15
September 2017 untuk pertama kalinya
Venezuela merilis daftar harga minyak
bumi mereka pakai mata uang Cina. Bukan
mata uang Venezuela, bukan mata uang
Amerika Serikat, tetapi mata uang yuan
Cina. Oh, udah pastilah tambah panas si
I, Guys. Makanya teman-teman dari situ
udah bisa lihat lah kalau sampai
Venezuela mau jual minyak aja kasih
tahu, "Eh, harga minyak gua per liter,
per barel sekian yuan lah." Itu kan
artinya klien terbesar Venezuela adalah
Cina. Jadi, Cina memiliki kekuasaan
penuh nih buat mengatur dia mau beli
barang pakai terms on condition sesuai
keinginan negara Cina karena dia pembeli
besarnya. So, kalau kamu lihat sejak
tahun 2025 kemarin memang faktanya Cina
merupakan importir minyak terbesar
Venezuela. 80% minyak Venezuela perginya
ke Cina, Guys. Jadi, negara Venezuela
mengekspor 952.000 barel per hari pada
November 2025. Ini sebelum blokade
militer Amerika Serikat. Dari 952.000
itu bisa dibilang hampir 800.000 barel
alias 778.000 barel itu dikirimnya ya ke
Beijing, ke Tiongkok. Akibatnya ya 81,7%
loh ekspor minyak Venezuela dikuasai
oleh China. Dan enaknya lagi ya bukan
cuman Cina bisa beli pakai Iuan mata
uang dia sendiri yang dia bisa cetak
sendiri juga printernya mereka yang
punya. Tapi Cina juga bisa beli minyak
Venezuela dengan harga diskon. Nah, dari
sini kan kita jadi tahu ya, bahwa
penangkapan Maduro ini artinya ya 111
lah dengan peristiwa digulingkannya
pemimpin tertinggi Libya yang namanya
Muhamar Qaddafi di tahun 2011 lalu. Jadi
gua benar-benar ketika lihat berita nih,
wah ini dijafu nih. Ini sama sebetulnya
sama Muhamar Kaddafi. Kenapa teman-teman
kalau tahu ya kayak Saddam, Husein,
Irak, Kaddafi, Libya? Kenapa dia
dihancurkan, disikat sama Amerika
Serikat? ya, karena mereka mencoba untuk
mengkhianati US Dollar, Guys. Ingat loh,
produk ekspor terbesar Amerika Serikat
yang paling sukses bukan Apple, iPhone,
MacBook, bukan. Ekspor terbesar Amerika
Serikat yang paling sukses adalah ekspor
US Dollar. Karena modalnya nothing,
printernya punya dia sendiri. Tinggal
pencet tombol cetak jadi duit. Lu mau
butuh berapa? 100$, 1.000 dolar, sejuta
dolar, 2 juta dolar, 2 triliun dolar.
Enggak jadi masalah. Printernya gue yang
punya. Ngeri enggak? Uang kertas ditukar
dengan barang asli, minyak, mobil,
tembaga, emas. Ini salah satu bentuk
penipuan terbesar sih sepanjang sejarah.
Dan buat para pemimpin-pemimpin dunia
yang berani mengkhianati US dollar, ya
siap-siap aja digulingkan. So, buat
teman-teman yang masih muda yang belum
tahu ya, karena mungkin lu belum lahir
juga, situasi yang terjadi di Venezuela
ini sebenarnya sudah pernah terjadi di
masa lalu. Terjadi di Irak di era Saddam
Hussein dan juga terjadi di Libya di era
Momorkad. Jadi saat itu pemimpin
tertinggi Libya yaitu Kolonel Muhamar
Kaddafi dia sudah punya rencana untuk
membuat mata uang sendiri. Mata uang
yang dinamakan sebagai dinar Afrika.
Jadi ini mata uang emas berbasiskan emas
yang akan digunakan untuk mengurangi
ketergantungan bangsa-bangsa di Afrika
terhadap perdagangan yang menggunakan US
dollar dan pada saat itu duit Frank
Prancis. Jadi saat itu negara Afrika kan
memang banyak wilayah yang dijajah sama
Prancis. Jadi banyak negara-negara
Afrika yang dipaksa diwajibkan pakai
mata uang Frank Prancis. Nah, ini yang
bikin Muhamar Kaddafi marah. Kenapa
negara Afrika yang sangat kaya punya
zamrud, berlian, emas, minyak di
mana-mana, kok ketika berdagang wajib
pakai uang palsu yang namanya US dollar
atau Prancis Frank. Jadi Muhamar Kadfi
pengin menciptakan sistem keuangan yang
independen lah dari negara-negara barat
ya. backing-nya ya hasil sumber daya
alam Afrika sendiri supaya negara mereka
ketika berdagang jangan minyak-minyak
zamrud batu mulia permata yang dari
Afrika dijual ditukar sama uang palsu.
Dia mau itu ditukar sama emas. Pintar
nih Kadavin dia enggak percaya sama US
Dollar ya. Tentu saja ya rencana brilian
Kadfi ini dilihat sebagai ancaman buat
kekuatan Barat. Akibatnya ya
negara-negara barat mulai merencanakan
buat menggulingkan Kadfi bahkan membunuh
dia. Dan faktanya memang ada email yang
bocor nih, email dari Hillary Clinton
yang saat itu merupakan pejabat ya di
pemerintahan Amerika Serikat. Dia
memberikan bocoran bahwa memang
permintaan Libya yang mau menggantikan
dolar dengan emas sebagai alat
pembayaran minyak-minyak Afrika ini
membahayakan posisi Amerika Serikat.
Makanya jangan heran di tahun 2011 NATO
kemudian meluncurkan serangan militer ke
Libya, membombardir Libya. Jadi ini NATO
yang membombardir. Artinya bukan cuma
Amerika Serikat, tapi negara-negara
Eropa bersatu padu untuk menghancurkan
Libya yang ujung-ujungnya Kaddafi mati,
Guys. Dan akibatnya projek dinar emas
Afrika batal dilaksanakan sampai detik
ini, Guys. Jadi masih banyak orang-orang
di Afrika mereka menjual berlian mereka
ditukar sama ya uang hasil cetakan
printer di Amerika Serikat. Nah, itu
dari situ lu bisa lihat ya, itu baru
rencana Kadfi aja Amerika udah
ketakutan. NATO aja sampai bombardir
Libya loh. Mereka takut. Padahal baru
rencana, baru proposal bisnis nih dari
si Kaddafi ngide udah dibombardir, Guys.
Apa yang dilakukan Venezuela bukan cuma
rencana, ide, berfantasi, no. Dia udah
tanda tangan dan dijadikan kenyataan
untuk merubah petrodolar Venezuela
menjadi Yuan. Makanya Amerika Serikat
takut banget sama Venezuela dan memang
mereka wajib takut, Guys. Kenapa, Guys?
Kemarin kita bikin video khusus spesial
tentang masa depan batu bara di tahun
2026. Teman-teman penasaran enggak
gimana kalau masa depan sektor yang
lain? Apalagi kemarin Venezuela habis
diculik presidennya. Harga minyak dunia
akan seperti apa? Termasuk harga emas,
harga silver yang tahun ini aja sudah
meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun
terakhir. Kita belum bicara soal sektor
lain seperti pariwisata, sektor
perbankan, sektor pertambangan. Apalagi
kita sudah memasuki era di mana faktor
geopolitik menjadi salah satu faktor
yang paling penting dalam menyusun
strategi ekonomi [musik] kalian. Jadi,
buat teman-teman para pelaku usaha,
orang-orang di pemerintahan, duta besar
sekalipun sampai akademisi dan investor
yang ada di Indonesia, lu penasaran
enggak sih gimana sudut pandang BENX
tentang Outlook Ekonomi Indonesia di
tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk
segera join di acara Spial Benix
Economic Outlook 2026 di Titan Center
Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari
jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu
sekarang juga kalau yang mau ikutan
acara Special Benix Economic Outlook
2026, kursinya terbatas. Segera
daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp
yang ada di bawah ini atau scan kode QR
code yang ada di sini. Oke, Guys. Sampai
ketemu di Benix Economic Outlook 2026
hanya di Titan Center Bintaro.
Dan memang mereka wajib takut, Guys.
Kenapa? Karena teman-teman tahu enggak
pangsa dolar, ya market share dolar di
dunia global ini udah berkurang. Drop
parah loh. Sekarang dropnya itu 18%
sejak tahun 99. Dalam 20 tahun terakhir
aja itu udah drop ekstrem. Di tahun
1999, pangsa pasar US Dollar itu 71%,
Guys. Jadi US Dollar itu menguasai
peredaran mata uang di planet bumi. 71%
perdagangan dunia. Lu liburan ke mana
pun pasti lu bawa US Dollar. Mereka
begitu powerful, diterima di mana-mana.
Tapi saat ini ya data menunjukkan tahun
2024 market share dolar itu tinggal 57%,
Guys. Artinya drop parah loh. Drop lebih
dari 18%. Dan kalau ini dibiarkan
terus-terusan, lama-lama US Dollar jadi
minoritas di bawah 40%. So, wajar aja
kalau memang Donald Trump wajib
menghancurkan musuh-musuh US dollar
sesegera mungkin sebelum terlambat.
Terlambat apa, Teman-teman? Tahu enggak
sih? ketika US dollar itu menjadi
penguasa mata uang, ini penting banget
loh bisnis mata uang ini sangat-sangat
profitable nih. Ketika US Dollar sangat
powerful di dunia ini dan punya pangsa
pasar terbesar, el artinya memberikan
Amerika Serikat kekuatan. Kekuasaan
untuk apa? At least tiga ini. Pertama,
bisa cetak uang. Seenak jidat. Cetak
uang, uangnya dipakai buat beli emas.
Valid. Valid. Uangnya beli mobil, beli
kapal perang, beli tank atau jet, beli
minyak sawit, beli batu bara, bisa.
Padahal duitnya palsu. Yang kedua,
Amerika Serikat dengan US dollar dia
juga enggak usah takut cetak uang
gila-gilaan lah. Nanti kan ke inflasi.
Enggak kan duitnya enggak dipakai di
dalam negeri. Duitinnya kan dipakai sama
orang Indonesia. Duitinnya kan yang
pakai Arab Saudi. Duitinnya kan yang
pakai orang Jerman, duitnya yang pakai
kan orang Rusia. Artinya apa? Mereka
bisa ekspor inflasi yang harusnya
terjadi di dalam negeri mereka. Mereka
bisa ekspor ke luar negeri, Guys. Jadi,
ini namanya bisnis ekspor mata uang
alias ekspor inflasi tanpa harus takut
kalau negaranya bakal collaps. Enggak.
Dia bisa cetak uang seenak jidat karena
duit yang dipakai oleh negara lain. Dan
artinya Amerika Serikat punya kemampuan
buat buying time, menunda kerusakan
sistem ekonomi mereka, dampak
domestiknya itu bisa ditunda. Memang
ujung-ujungnya inflasi bakal masuk juga
ke Amerika Serikat, tapi jalannya jadi
makin panjang kan. Oh, dolarnya jadi
pindah ke Cina. Cina jadi inflasi.
Harga-harga aset di Cina naik tinggi.
Iya, makanya nanti balik lagi enggak ke
Amerika, balik lagi orang-orang kaya di
Cina punya duit apa yang dilakukan beli
properti di Amerika Serikat.
Ujung-ujungnya apa ya? Inflasi juga
Amerika Serikat tapi rutenya jadi
sedikit lebih panjang. Jadi terjadi
delay nih kalaupun mau terjadi ledakan
ekonomi di Amerika Serikat. Dan kenapa
berbahaya kalau dolar ini enggak lagi
dominan, Guys? Karena kalau dolar tidak
lagi mendominasi planet bumi, artinya
ketika Amerika Serikat cetak dolar yang
akan menyerap inflasinya, bukan lagi
Arab Saudi, Afghanistan, Indonesia noh.
Yang akan menyerap inflasinya, cetak
duitnya itu adalah rakyat mereka
sendiri. Ujung-ujungnya terjadi inflasi
domestik dan kecepatannya jauh lebih
tinggi dibandingkan sebelumnya. Nah,
ujung-ujungnya The Fed enggak bisa lagi
bebas lakukan quantitatif easing,
program cetak duit karena jadi lebih
berisiko. Bahaya nih, risikonya tinggi
banget nih. Lakukan quantitatif easing,
tapi yang serap market lokal.
Ujung-ujungnya yang namanya Amerika
Serikat utang-utangnya kan banyak
banget. Kalau terjadi krisis fiskal
akibatnya akan makin susah di-manage
nantinya. Kenapa? Karena Amerika Serikat
sudah jadi sama kayak negara lain.
Contoh kayak Indonesia. Enggak bisa
gila-gilaan cetak duit ke orang bego.
Ujung-ujungnya apa? Inflasi. Orang-orang
demonstrasi nanti kayak 98. Nilai tukar
jatuh berat. Enggak bisa kita sebebas
Amerika Serikat cetak duit seenak jidat.
Indonesia enggak bisa. Amerika Serikat
hari ini bisa. Tapi bentar lagi dia
bakal jadi sama kayak Indonesia nih.
Enggak bisa lagi seenak jidadak duit
gila-gilaan. Dan kalau Amerika Serikat
gak bisa cetak duit gila-gilaan lagi,
akibatnya apa? Biaya utang Amerika itu
bakal naik. Pelan-pelan nih, tapi pasti.
Maksudnya apa? Selama ini kan Amerika
Serikat itu hidup dari defisit, Guys.
Jadi defisitnya defisit ekstrem kayak di
Indonesia aja. Orang udah ngeri nih,
waduh PBN defisit defisit berapa? R
triliun, 900 triliun. Oh, Amerika
Serikat defisitnya itu ribuan triliun,
kuadriliun. Dan udah lebih dari 100% GDP
mereka itu dilelang pun enggak cukup
buat lunasin utang mereka. Artinya apa,
Guys? Artinya Amerika Serikat saat ini
hidup cuma dari penerbitan surat utang
US reseri. Mereka itu hidup dari uang
palsu. Enggak nyata ekonominya.
Betul-betul absurd. Dan kalau terjadi
pangsa dolar Amerika Serikat market
share-nya turun semakin berkurang.
Semakin sedikit negara yang percaya
dengan US Dollar. Mau pakai US Dollar.
Artinya cadangan dunia makin sedikit
dalam bentuk US dollar. Cadangan dunia
makin banyak pakai Yuan atau mungkin non
US dollar yang lain lah. Mungkin euro
atau jangan-jangan rubel, who knows.
Tapi anyway kalau makin sedikit orang
yang percaya buat pakai US Dollar,
negara-negara yang percaya megang US
Dollar, ujung-ujungnya apa? Permintaan
demand terhadap US Tersory itu tidak
akan sebanyak dulu. Kalau zaman dulu
Amerika terbitin surat utang, Jepang
berbondong-bondong beli, Cina pun
berbondong-bondong buat beli surat
utangnya Amerika Serikat. Tapi jangan
kira itu bisa berlangsung seumur hidup.
Karena ketika trust terhadap US Dollar
berkurang, negara-negara enggak mau lagi
simpan cadangan divisa dalam US dollar.
Permintaan US Dollar, US Tresory tidak
sebanyak dulu lagi. Artinya apa? Untuk
membuat US Tresor surat utang mereka
makin seksi, menarik buat investor luar
negeri atau negara-negara asing. Artinya
mereka harus kasih bunga return yang
lebih tinggi lagi supaya orang-orang
tertarik buat beli mereka. Kalau enggak
orang beli ori, ori bunganya berapa? 7%.
supaya orang tertarik beli US dollar
mata uang palsu. Mungkin mereka harus
naikin itu sampai berapa? 9% 10% karena
orang sudah enggak percaya sama mereka.
Yang ujung-ujungnya apa? Efek jangka
panjangnya. Negara Amerika Serikat kan
harus bayar utang itu bunganya jadi
makin mahal, makin tinggi. Karena orang
enggak percaya dengan US Tresory, surat
utang negara Amerika Serikat.
Ujung-ujungnya ruang fiskal Amerika
Serikat semakin sempit. Mereka enggak
bisa lagi jor-joran membiayai
militernya. Mereka enggak bisa lagi
jor-joran bikin projek antariksa, Apollo
ke bulan, ke Mars, ke Neptunus. Enggak
bisa lagi, Guys. Mereka enggak bisa lagi
sok jadi pahlawan menyelamatkan bencana
aids yang ada di Afrika. Menyelamatkan
orang hutan yang ada di Kalimantan,
bikin jembatan sekolah di mana-mana.
Enggak bisa. Ruang fiskal mereka semakin
sempit. Ujung-ujungnya biaya defisit
makin mahal dan demonstrasi akan makin
sering di Amerika Serikat. Dan inilah
ramalan Benix, Guys. Bahwa apa? Sebentar
lagi teman-teman akan melihat kejadian
yang ada di Iran. Porak-poral lah.
Demonstrasi di mana-mana. Rakyat saling
bunuh satu sama lain. Rakyat enggak
percaya negara. Rakyat enggak percaya
pemerintah. Rakyat enggak percaya
militer. Saling bunuhlah mereka.
Teman-teman akan jadi saksi itu juga
akan berlaku di Amerika Serikat. Akan
makin banyak gesekan sesama penduduk
sipil, rakyat sipil, ormas-ormas,
militer, tentara, polisi, warga,
mahasiswa akan makin banyak yang saling
bunuh satu sama lain. Demonstrasi akan
makin banyak di Amerika Serikat. Kenapa?
Karena hari ini utang Amerika Serikat
sudah mencapai all time high. Titik
tertingginya. Teman-teman tahu hari ini
utang Amerika Serikat itu sudah 38
triliun dolar. 38 triliun dolar. 38
triliun dolar itu setara Rp640.000
triliun
alias R40
kuadriliun, Guys. This is a lot of
money, guys. 640 kuadriliun itu artinya
setara 640 Bank BCA, bank swasta
terbesar di Indonesia. Bank BCA 640 biji
pun bisa dibeli sama Amerika Serikat
pakai utang ini. Gila lah mereka punya
utang itu lebih dari 38 triliun dolar,
Guys. Kenapa ini udah ngeri? Karena
kalau lu lihat nilai ekonomi Amerika
Serikat, GDP Amerika Serikat itu enggak
nyampai 38 triliun dolar. GDP Amerika
Serikat itu cuma 30 triliun dolar, Guys.
Artinya apa? Ekonomi Amerika Serikat
dilelang sekalipun dijual semuanya nih
perekonomian mereka itu enggak bakal
sanggup buat bayar utang-utangnya
mereka. Utang mereka udah jauh melampaui
nilai ekonomi, nilai negara mereka
sendiri. Ngeri enggak sih? Lu bisa
kebayang enggak sih? Ini betul-betul
situasi yang sangat signifikan buat
Amerika Serikat. Karena apa? Karena
kalau mereka mau bisa cetak dolar seenak
jidat lagi seperti masa lalu, bisa bikin
surat utang lagi, US Tresory,
dibuang-buang dijual sayaenak jidat
sesuka hati. Mau enggak mau Amerika
Serikat harus berkuasa seperti dulu
lagi. Mereka enggak boleh membiarkan
market share US dollar itu di bawah 70%.
Mereka harus bawa market share US Dollar
di atas 80%, Guys. Artinya akan makin
banyak nih negara-negara yang dibantai
sama Amerika Serikat. Wajib dia lakukan
itu. Kalau enggak, mereka akan jadi
kayak negara normal seperti Indonesia.
Enggak bisa sayaak jidat cetak duit.
Mereka takut karena mereka punya
privilege itu privilege cetak duit
gila-gilaan. Kalau mereka enggak segera
lakukan akuisisi terhadap negara-negara
pengkhianat ini, mereka bakal menjadi
negara normal, Guys. Itulah ketakutan
terbesar mereka. Nah, yang jadi
pertanyaan, apakah negara Cina akan diam
saja ya kalau Amerika Serikat
terus-menerus merongrong mereka? Karena
ujung-ujungnya pasti akan terjadi
blokade militer nih di Laut Cina
Selatan. ASEAN pasti diadu domba juga.
Kalau di level negara, rakyat Iran diadu
domba dengan rezim penguasa di Iran.
Begitupun di Venezuela, begitupun di
Indonesia. Nah, itu baru level satu
negara ya. Tapi kalau kita bicara soal
laut, Cina Selatan, berarti yang diadu
domba bukan mahasiswa sama Presiden.
Enggak. Yang diadu domba negara-negara
di ASEAN satu sama lain. Supaya apa?
Supaya Amerika Serikat bisa bebas
melakukan blokade angkatan lautnya di
sana. Supaya bisa mengenakan sanksi
boikot ekonomi Cina. Pertanyaannya, Cina
bakal diam saja apa enggak?
Pertanyaannya Cina udah diserang lewat
Venezuela, dia enggak bisa lagi dapat
bensin, minyak murah. Ya, lu tahulah
mereka bayar minyak itu jauh di bawah
harga ya pasar sesungguhnya. Diskonnya
bahkan bisa lebih dari 50%. Sekarang
mereka kehilangan privilege itu juga
enggak bisa dapat lagi minyak murah dari
Venezuela. So, pertanyaan selanjutnya
begini, oke, udah jelas Iran harus
dibinasakan karena kalau Cina enggak
bisa order dari Venezuela, dia pasti
pindahin orderan. Karena enggak mungkin
pabrik-pabrik di mereka harus mati
lampu. Enggak mungkin dong. Harus tetap
jalan terus dong. Artinya dia harus
geser orderannya kan ke Rusia atau ke
Iran. So, next step udah jelas Iran
harus porak-poranda. Tapi pertanyaannya
guys, lu penasaran enggak sih kenapa
Cina itu wajib dapat diskon loh
minyak-minyak Venezuela dan kenapa Cina
itu pengin banget menjadikan Venezuela
laboratorium uji coba mata uang yuan? Lu
tahu enggak ini sebetulnya ada
hubungannya loh dengan bisnis mobil
listrik. Teman-teman pernah penasaran
enggak kenapa mobil listrik Cina itu
jauh lebih canggih dibanding mobil
Jepang? Jauh lebih hemat dibanding mobil
Amerika, jauh lebih murah dibandingkan
semua mobil yang pernah ada di planet
bumi ini. Kenapa mobil Cina itu harganya
begitu murah? Jangan-jangan memang wajib
mobil Cina dijual murah walaupun
teknologinya, safety-nya jauh lebih baik
dibanding mobil Jepang dan mobil
Amerika. Tapi kenapa ya Cina ngotot
banget jual itu murah teman-teman? Ada
yang tahu enggak alasan di balik itu
semua? Kalau lu penasaran, kita bakal
bahas lebih detail alasan ini di Benix
Economic Outlook 2026 yang akan menjawab
pertanyaan lu. Makanya teman-teman
segera daftar ya di acara kita di Benix
Economic Outlook tanggal 24 Januari hari
Sabtu di Titan Center Bintaro. Di situ
akan terjawab penasaranmu. Dan yang
lebih seru lagi guys, lu tahu enggak sih
sebetulnya ya kejatuhan Maduro itu udah
diramalkan loh oleh pendahulunya yang
bernama Hugo Chavez. Presiden Venezuela
waktu memberikan interview di tahun
2009, dia sudah membuat pernyataan ini
yang sayangnya dianggap orang-orang saat
itu enggak mungkin dia terlalu paranoia.
Enggak mungkinlah lu terlalu percaya
teori konspirasi. Apa sih sebetulnya
kode rahasia Hugo Chavez sebelum dia
mati meninggalkan dunia ini? Pilih dong
salah satunya. Kita lebih baik bahas
yang mana ya nanti di Titan Center
hubungan Cina, Venezuela, Amerika
Serikat dan bisnis-bisnis yang terkait
atau yang nomor dua apa yang dilihat Ugo
Chavez apa yang akan terjadi di planet
bumi ini menurut Hugo Chavez? Oke guys,
segera tulis jawaban kalian di bawah
ini. Dan yang lebih penting lagi selain
Iran, ada loh negara yang akan di-take
over oleh Amerika Serikat di Asia juga.
Jadi bukan Greenland, bukan Columbia. Lu
sudah tahu belum negara apa sih yang
bakal di-take over oleh Amerika Serikat?
Ya tentunya karena berhubungan dengan
Cina juga. Apakah Indonesia atau bukan
ni? Yuk, tulis yuk jawaban kalian di
kolom komentar di bawah ini. Menurut
kalian selanjutnya setelah Iran ditake
over, negara apa yang bakal digoncang,
dibakar sama Amerika Serikat dan
alasannya kenapa? Tulis di kolom
komentar di bawah ini. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:55 UTC
Categories
Manage