The Petrodollar Collapse: Venezuela’s Fall and America’s $38 Trillion Debt
P86XhoEDNRU • 2026-01-13
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Jadi, buat teman-teman yang mengerti geopolitik dan makroekonomi, lu udah bisa ambil kesimpulan bahwa sebetulnya serangan yang terjadi di Venezuela itu bukan perang minyak, bukan perang nark, tetapi perang mata uang. Jadi, guys sudah resmi ya bahwa Amerika Serikat bukan mengincar bandar Narkoboy, bukan mengincar Maduro, bukan juga memang pengin menghancurkan Venezuela, no. Tetapi sebetulnya dia mengincar China. Dan teman-teman tahu enggak kenapa ini memang wajib dilakukan oleh Amerika Serikat detik ini juga? Bukan 10 tahun lalu, bukan 20 tahun lagi, tapi harus detik ini juga. Lu pasti penasaran kan kenapa memang mereka harus menyerang Venezuela dan Iran di bulan Januari tahun 2026 ini? Ya, ini semua karena ada hubungannya dengan Petro Dolar. Oke, Teman-teman kalau penasaran jangan dikip video ini. Let's check this. [musik] Jadi, buat Teman-teman ya, serangan Amerika Serikat ke Venezuela itu sebetulnya ada hubungannya dengan meeting pertemuan Maduro dengan utusan dari negara Cina yang mereka bertemu bersama Maduro beberapa jam loh sebelum Amerika Serikat ng Venezuela dan menculik Maduro. Jadi memang faktanya Maduro itu sebelum diserang, diculik sama Amerika Serikat, dia baru saja menerima tamu nih, perwakilan dari negara Cina. Dan ini hanya terjadi beberapa jam loh setelah meeting itu selesai. Teman-teman pasti penasaran ya, kenapa di awal gua bicara soal Petrol Dollar? Karena kan kita udah pernah bahas secara menyeluruh nih terkait Petrol Dolar di video Benix yang udah lama sebetulnya mungkin 2 tahun lalu lah. Gua saranin teman-teman wajib nonton ulang video Petro Dolarnya Benix. Kenapa? Nah, karena di situ gua sudah bilang 2 tahun lalu perjanjian Petrod Dool resmi berakhir. Negara Saudi Arabia resmi tidak mau memperpanjang perjanjian petrodolar antara negaranya dengan Amerika Serikat. Padahal perjanjian ini sudah berlangsung selama 50 tahun. Ya, artinya sejak 2 tahun lalu jual beli minyak di Timur Tengah ya Arab Saudi yang paling besar di situ udah lagi tidak dijual eksklusif cuma menggunakan US dollar. Walau memang udah terkandung terlambat lah, udah mulai banyak negara-negara di sana yang stok di gudang mereka isinya apa? US dollar. Ujung-ujungnya meskipun petrol dolar berakhir ya mereka kan udah terlanjur punya banyak stok dolar dong karena hasil jual hasil bumi mereka minyak itu dong. Petrol dolarnya itu dipakai buat apa? Ya ujung-ujungnya petrol dolar juga udah berevolusi. Dulu memang nyawanya dolar itu ada di minyak bumi, komoditas yang paling banyak diperdagangkan ke seluruh dunia. Tapi sekarang karena mereka juga punya stok dolar dan mereka juga punya kebutuhan impor gandum, impor minyak sawit karena pengin makan gorengan, impor mobil mewah dari Rollsroyce, dari Amerika Serikat, dari Italia, ujung-ujungnya mereka bayar pakai apa ya? Negara-negara Arab bayarnya pakai dolar juga. Akibatnya dolar sejak saat itu berevolusi, tadinya petrol dolar, sekarang kita bisa bilang komoditi dolar. Jadi, dolar udah menjadi benchmark untuk setiap komoditi yang lu perjual belikan di dunia internasional. Jadi, contohnya gampang. Lu mau ngitung harga emas hari ini acuannya mana? Dolar. Harga jual beli nikel hari ini acuannya mana? Dolar. Ngeri ya. Tapi asal usulnya dari mana? Dari peter dolar. Karena negara-negara itu berkelimpahan stok dolarnya. Akibatnya mau enggak mau ketika mereka transaksi dengan negara lain bayarnya pakai apa? Ya pakai dolar juga. Ya simpel aja lah. Kalau lu punya tambang batu bara di Indonesia, lu jual ke Kazakhstan, lu mau gitu terima mata uang Kazaksan, pasti lu enggak mau. Buat apa? Enggak bisa belanja wartek di sini yang ada lu diusir toh. So, sebagai eksportir lu penginnya terima bayaran pakai apa? Ya kalau dia enggak bayar rupiah, bayarnya pakai dolar dong kan gitu ya. Ujung-ujungnya apa? stok dolar lu jadi banyak dan mau enggak mau lu belanja pun akibatnya jadi pakai dolar. Jadi dunia makin tergantung sama dolar. Tapi sejak 2 tahun lalu itu semua berubah karena petrol dolar dikikis. Pondasi US dollar terkikis ketika petrol dolar berakhir. Makanya teman-teman enggak usah heran dalam 2 tahun terakhir udah mulai banyak nih negara-negara yang tidak lagi berdagang menggunakan dolar. Contoh Rusia, India ya saat ini sudah aktif menggunakan yuan loh mata uang Cina kalau mereka bertransaksi satu sama lain. Keren banget teman-teman bisa lihat lah di India West lah. India ketika belanja minyak Rusia aja udah enggak mau lagi bayarnya pakai dolar. Dia juga enggak bayar pakai Rubel tapi dia bayar pakai Yuan karena stok yuan di India lagi tinggi. Jadi India pun bayar transaksi internasional mereka udah enggak pakai US dollar tapi pakai yuan pun akibatnya apa? Rusia jadi banyak dong stok yuan-nya. Akibatnya, Teman-teman, kalau zaman dulu 20 tahun lalu lu pergi ke Moskow, Rusia, mobil-mobil di sana banyak dari Eropa lah. Mobil-mobil Jerman, Mercy, BMW, VW itu banyak banget di sana. Tapi sejak mereka terima Yuan sebagai alat pembayaran dan tentunya ketika mereka belanja, mereka pun belanjanya harus pakai yuan itu dong, karena stoknya berkelimpahan. Apa? Hari-hari ini kalau teman-teman pergi ke Moskow itu mulai banyak truk-truk, mainan, makanan sampai mobil merek Cina, Guys. Makanya jangan heran juga ketika Rusia, Rusia kan punya cadangan gas minyak sangat besar ya. Mereka sekarang pun udah ketika ekspor minyak dan gas mereka, mereka enggak mau lagi dibayar pakai dolar. Pilihannya cuman dua, dibayar pakai Rubel, mata uang Rusia atau dibayar pakai yuan Cina. Karena hari ini Rusia ketika katakan dia mau impor beras dari Indonesia, mau enggak pakai rubel. Pasti orang di Indonesia enggak mau terima Rubel karena Rubel lagi disanksi sama Amerika Serikat. Nanti kita gak bisa pakai belanja Rubelnya kalau impor gandum dari Amerika. Ujung-ujungnya apa? Kita bayar Rusia pakai Yuan. Makanya teman-teman jangan kaget kalau dalam 5 tahun ke depan akan makin banyak produk-produk made in China di Rusia. Tadinya zaman dulu paling banyak mah made in Jerman sama Spanyol di Rusia. Tapi sebetulnya hal ini udah sejak lama loh diramalkan soal kejatuhan dolar. Karena teman-teman tahu enggak sih Venezuela diserang itu memang ada hubungannya dengan Cina. Ternyata Cina dan Venezuela itu sudah lama meninggalkan US Dollar buat transaksi jual beli minyak heavy crude oil Venezuela ini, Guys. Jadi mereka itu sudah merencanakan serangan diam-diam nih di belakang layar terhadap US Dollar ketika di tahun 2017 Cina membuat perjanjian jual beli minyak Venezuela. Jadi buat teman-teman yang belum tahu ya, Venezuela itu sudah lama menjual minyak mereka dalam mata uang Yuan sejak bulan September tahun 2017. Tahun 2017 ini tahun yang bersejarah, Guys. Karena di tahun itulah Madura membuat deklarasi bahwa negara Venezuela akan membebaskan negara Venezuela dari dominasi US dollar. Artinya, Maduro secara sukarela mau menjadikan negaranya sebagai laboratorium uji coba mata uang Beijing, yaitu mata uang Yuan. Dari sini kita bisa lihat bahwa operasi militer Amerika Serikat di Venezuela itu cuman stres tes nih. Ini cuman uji coba juga nih buat mengecek kekuatan mata uang Cina di dunia internasional. Apakah orang tambah semangat pegang yuan atau jadi ketakutan pegang yuan? Karena negara-negara yang hari ini mempunyai cadangan yuan besar di brangkas mereka pasti juga sedang ketakutan nih. Dan ini yang lagi dites oleh Donald Trump. Dan kalau orang-orang yang paham tentang geopolitik dan ekonomi pasti sudah bisa melihat bahwa serangan ke Venezuela ini adalah serangan mata uang. Jadi, buat teman-teman yang mengerti geopolitik dan makroekonomi, lu udah bisa ambil kesimpulan bahwa sebetulnya serangan yang terjadi di Venezuela itu bukan perang minyak, bukan perang narkoba, tetapi perang mata uang. So, jangan heran kalau Venezuela memang layak dib dari sudut pandang Amerika Serikat ya, siapapun presidennya bukan cuma Donald Trump itu memang wajib menghancurkan Venezuela. Apalagi Venezuela ini memang negara nekat banget sih, Guys. Cari-cari musuh. Lu tahu ya Venezuela ini begitu metal ya presidennya itu ketika mereka merilis daftar indeks ya harga jual beli minyak. Kayak Indonesia punya harga batu bara sendiri, kita juga punya harga beras sendiri. Nah, itu juga yang terjadi di Venezuela. Venezuela itu tiap hari itu ngupdate harga minyak bumi asal Venezuela itu di harga berapa. Tapi uniknya di tahun 2017 begitu dia tanda tangan dengan China, teman-teman tahu 15 September 2017 untuk pertama kalinya Venezuela merilis daftar harga minyak bumi mereka pakai mata uang Cina. Bukan mata uang Venezuela, bukan mata uang Amerika Serikat, tetapi mata uang yuan Cina. Oh, udah pastilah tambah panas si I, Guys. Makanya teman-teman dari situ udah bisa lihat lah kalau sampai Venezuela mau jual minyak aja kasih tahu, "Eh, harga minyak gua per liter, per barel sekian yuan lah." Itu kan artinya klien terbesar Venezuela adalah Cina. Jadi, Cina memiliki kekuasaan penuh nih buat mengatur dia mau beli barang pakai terms on condition sesuai keinginan negara Cina karena dia pembeli besarnya. So, kalau kamu lihat sejak tahun 2025 kemarin memang faktanya Cina merupakan importir minyak terbesar Venezuela. 80% minyak Venezuela perginya ke Cina, Guys. Jadi, negara Venezuela mengekspor 952.000 barel per hari pada November 2025. Ini sebelum blokade militer Amerika Serikat. Dari 952.000 itu bisa dibilang hampir 800.000 barel alias 778.000 barel itu dikirimnya ya ke Beijing, ke Tiongkok. Akibatnya ya 81,7% loh ekspor minyak Venezuela dikuasai oleh China. Dan enaknya lagi ya bukan cuman Cina bisa beli pakai Iuan mata uang dia sendiri yang dia bisa cetak sendiri juga printernya mereka yang punya. Tapi Cina juga bisa beli minyak Venezuela dengan harga diskon. Nah, dari sini kan kita jadi tahu ya, bahwa penangkapan Maduro ini artinya ya 111 lah dengan peristiwa digulingkannya pemimpin tertinggi Libya yang namanya Muhamar Qaddafi di tahun 2011 lalu. Jadi gua benar-benar ketika lihat berita nih, wah ini dijafu nih. Ini sama sebetulnya sama Muhamar Kaddafi. Kenapa teman-teman kalau tahu ya kayak Saddam, Husein, Irak, Kaddafi, Libya? Kenapa dia dihancurkan, disikat sama Amerika Serikat? ya, karena mereka mencoba untuk mengkhianati US Dollar, Guys. Ingat loh, produk ekspor terbesar Amerika Serikat yang paling sukses bukan Apple, iPhone, MacBook, bukan. Ekspor terbesar Amerika Serikat yang paling sukses adalah ekspor US Dollar. Karena modalnya nothing, printernya punya dia sendiri. Tinggal pencet tombol cetak jadi duit. Lu mau butuh berapa? 100$, 1.000 dolar, sejuta dolar, 2 juta dolar, 2 triliun dolar. Enggak jadi masalah. Printernya gue yang punya. Ngeri enggak? Uang kertas ditukar dengan barang asli, minyak, mobil, tembaga, emas. Ini salah satu bentuk penipuan terbesar sih sepanjang sejarah. Dan buat para pemimpin-pemimpin dunia yang berani mengkhianati US dollar, ya siap-siap aja digulingkan. So, buat teman-teman yang masih muda yang belum tahu ya, karena mungkin lu belum lahir juga, situasi yang terjadi di Venezuela ini sebenarnya sudah pernah terjadi di masa lalu. Terjadi di Irak di era Saddam Hussein dan juga terjadi di Libya di era Momorkad. Jadi saat itu pemimpin tertinggi Libya yaitu Kolonel Muhamar Kaddafi dia sudah punya rencana untuk membuat mata uang sendiri. Mata uang yang dinamakan sebagai dinar Afrika. Jadi ini mata uang emas berbasiskan emas yang akan digunakan untuk mengurangi ketergantungan bangsa-bangsa di Afrika terhadap perdagangan yang menggunakan US dollar dan pada saat itu duit Frank Prancis. Jadi saat itu negara Afrika kan memang banyak wilayah yang dijajah sama Prancis. Jadi banyak negara-negara Afrika yang dipaksa diwajibkan pakai mata uang Frank Prancis. Nah, ini yang bikin Muhamar Kaddafi marah. Kenapa negara Afrika yang sangat kaya punya zamrud, berlian, emas, minyak di mana-mana, kok ketika berdagang wajib pakai uang palsu yang namanya US dollar atau Prancis Frank. Jadi Muhamar Kadfi pengin menciptakan sistem keuangan yang independen lah dari negara-negara barat ya. backing-nya ya hasil sumber daya alam Afrika sendiri supaya negara mereka ketika berdagang jangan minyak-minyak zamrud batu mulia permata yang dari Afrika dijual ditukar sama uang palsu. Dia mau itu ditukar sama emas. Pintar nih Kadavin dia enggak percaya sama US Dollar ya. Tentu saja ya rencana brilian Kadfi ini dilihat sebagai ancaman buat kekuatan Barat. Akibatnya ya negara-negara barat mulai merencanakan buat menggulingkan Kadfi bahkan membunuh dia. Dan faktanya memang ada email yang bocor nih, email dari Hillary Clinton yang saat itu merupakan pejabat ya di pemerintahan Amerika Serikat. Dia memberikan bocoran bahwa memang permintaan Libya yang mau menggantikan dolar dengan emas sebagai alat pembayaran minyak-minyak Afrika ini membahayakan posisi Amerika Serikat. Makanya jangan heran di tahun 2011 NATO kemudian meluncurkan serangan militer ke Libya, membombardir Libya. Jadi ini NATO yang membombardir. Artinya bukan cuma Amerika Serikat, tapi negara-negara Eropa bersatu padu untuk menghancurkan Libya yang ujung-ujungnya Kaddafi mati, Guys. Dan akibatnya projek dinar emas Afrika batal dilaksanakan sampai detik ini, Guys. Jadi masih banyak orang-orang di Afrika mereka menjual berlian mereka ditukar sama ya uang hasil cetakan printer di Amerika Serikat. Nah, itu dari situ lu bisa lihat ya, itu baru rencana Kadfi aja Amerika udah ketakutan. NATO aja sampai bombardir Libya loh. Mereka takut. Padahal baru rencana, baru proposal bisnis nih dari si Kaddafi ngide udah dibombardir, Guys. Apa yang dilakukan Venezuela bukan cuma rencana, ide, berfantasi, no. Dia udah tanda tangan dan dijadikan kenyataan untuk merubah petrodolar Venezuela menjadi Yuan. Makanya Amerika Serikat takut banget sama Venezuela dan memang mereka wajib takut, Guys. Kenapa, Guys? Kemarin kita bikin video khusus spesial tentang masa depan batu bara di tahun 2026. Teman-teman penasaran enggak gimana kalau masa depan sektor yang lain? Apalagi kemarin Venezuela habis diculik presidennya. Harga minyak dunia akan seperti apa? Termasuk harga emas, harga silver yang tahun ini aja sudah meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum bicara soal sektor lain seperti pariwisata, sektor perbankan, sektor pertambangan. Apalagi kita sudah memasuki era di mana faktor geopolitik menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menyusun strategi ekonomi [musik] kalian. Jadi, buat teman-teman para pelaku usaha, orang-orang di pemerintahan, duta besar sekalipun sampai akademisi dan investor yang ada di Indonesia, lu penasaran enggak sih gimana sudut pandang BENX tentang Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join di acara Spial Benix Economic Outlook 2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu sekarang juga kalau yang mau ikutan acara Special Benix Economic Outlook 2026, kursinya terbatas. Segera daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini atau scan kode QR code yang ada di sini. Oke, Guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026 hanya di Titan Center Bintaro. Dan memang mereka wajib takut, Guys. Kenapa? Karena teman-teman tahu enggak pangsa dolar, ya market share dolar di dunia global ini udah berkurang. Drop parah loh. Sekarang dropnya itu 18% sejak tahun 99. Dalam 20 tahun terakhir aja itu udah drop ekstrem. Di tahun 1999, pangsa pasar US Dollar itu 71%, Guys. Jadi US Dollar itu menguasai peredaran mata uang di planet bumi. 71% perdagangan dunia. Lu liburan ke mana pun pasti lu bawa US Dollar. Mereka begitu powerful, diterima di mana-mana. Tapi saat ini ya data menunjukkan tahun 2024 market share dolar itu tinggal 57%, Guys. Artinya drop parah loh. Drop lebih dari 18%. Dan kalau ini dibiarkan terus-terusan, lama-lama US Dollar jadi minoritas di bawah 40%. So, wajar aja kalau memang Donald Trump wajib menghancurkan musuh-musuh US dollar sesegera mungkin sebelum terlambat. Terlambat apa, Teman-teman? Tahu enggak sih? ketika US dollar itu menjadi penguasa mata uang, ini penting banget loh bisnis mata uang ini sangat-sangat profitable nih. Ketika US Dollar sangat powerful di dunia ini dan punya pangsa pasar terbesar, el artinya memberikan Amerika Serikat kekuatan. Kekuasaan untuk apa? At least tiga ini. Pertama, bisa cetak uang. Seenak jidat. Cetak uang, uangnya dipakai buat beli emas. Valid. Valid. Uangnya beli mobil, beli kapal perang, beli tank atau jet, beli minyak sawit, beli batu bara, bisa. Padahal duitnya palsu. Yang kedua, Amerika Serikat dengan US dollar dia juga enggak usah takut cetak uang gila-gilaan lah. Nanti kan ke inflasi. Enggak kan duitnya enggak dipakai di dalam negeri. Duitinnya kan dipakai sama orang Indonesia. Duitinnya kan yang pakai Arab Saudi. Duitinnya kan yang pakai orang Jerman, duitnya yang pakai kan orang Rusia. Artinya apa? Mereka bisa ekspor inflasi yang harusnya terjadi di dalam negeri mereka. Mereka bisa ekspor ke luar negeri, Guys. Jadi, ini namanya bisnis ekspor mata uang alias ekspor inflasi tanpa harus takut kalau negaranya bakal collaps. Enggak. Dia bisa cetak uang seenak jidat karena duit yang dipakai oleh negara lain. Dan artinya Amerika Serikat punya kemampuan buat buying time, menunda kerusakan sistem ekonomi mereka, dampak domestiknya itu bisa ditunda. Memang ujung-ujungnya inflasi bakal masuk juga ke Amerika Serikat, tapi jalannya jadi makin panjang kan. Oh, dolarnya jadi pindah ke Cina. Cina jadi inflasi. Harga-harga aset di Cina naik tinggi. Iya, makanya nanti balik lagi enggak ke Amerika, balik lagi orang-orang kaya di Cina punya duit apa yang dilakukan beli properti di Amerika Serikat. Ujung-ujungnya apa ya? Inflasi juga Amerika Serikat tapi rutenya jadi sedikit lebih panjang. Jadi terjadi delay nih kalaupun mau terjadi ledakan ekonomi di Amerika Serikat. Dan kenapa berbahaya kalau dolar ini enggak lagi dominan, Guys? Karena kalau dolar tidak lagi mendominasi planet bumi, artinya ketika Amerika Serikat cetak dolar yang akan menyerap inflasinya, bukan lagi Arab Saudi, Afghanistan, Indonesia noh. Yang akan menyerap inflasinya, cetak duitnya itu adalah rakyat mereka sendiri. Ujung-ujungnya terjadi inflasi domestik dan kecepatannya jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Nah, ujung-ujungnya The Fed enggak bisa lagi bebas lakukan quantitatif easing, program cetak duit karena jadi lebih berisiko. Bahaya nih, risikonya tinggi banget nih. Lakukan quantitatif easing, tapi yang serap market lokal. Ujung-ujungnya yang namanya Amerika Serikat utang-utangnya kan banyak banget. Kalau terjadi krisis fiskal akibatnya akan makin susah di-manage nantinya. Kenapa? Karena Amerika Serikat sudah jadi sama kayak negara lain. Contoh kayak Indonesia. Enggak bisa gila-gilaan cetak duit ke orang bego. Ujung-ujungnya apa? Inflasi. Orang-orang demonstrasi nanti kayak 98. Nilai tukar jatuh berat. Enggak bisa kita sebebas Amerika Serikat cetak duit seenak jidat. Indonesia enggak bisa. Amerika Serikat hari ini bisa. Tapi bentar lagi dia bakal jadi sama kayak Indonesia nih. Enggak bisa lagi seenak jidadak duit gila-gilaan. Dan kalau Amerika Serikat gak bisa cetak duit gila-gilaan lagi, akibatnya apa? Biaya utang Amerika itu bakal naik. Pelan-pelan nih, tapi pasti. Maksudnya apa? Selama ini kan Amerika Serikat itu hidup dari defisit, Guys. Jadi defisitnya defisit ekstrem kayak di Indonesia aja. Orang udah ngeri nih, waduh PBN defisit defisit berapa? R triliun, 900 triliun. Oh, Amerika Serikat defisitnya itu ribuan triliun, kuadriliun. Dan udah lebih dari 100% GDP mereka itu dilelang pun enggak cukup buat lunasin utang mereka. Artinya apa, Guys? Artinya Amerika Serikat saat ini hidup cuma dari penerbitan surat utang US reseri. Mereka itu hidup dari uang palsu. Enggak nyata ekonominya. Betul-betul absurd. Dan kalau terjadi pangsa dolar Amerika Serikat market share-nya turun semakin berkurang. Semakin sedikit negara yang percaya dengan US Dollar. Mau pakai US Dollar. Artinya cadangan dunia makin sedikit dalam bentuk US dollar. Cadangan dunia makin banyak pakai Yuan atau mungkin non US dollar yang lain lah. Mungkin euro atau jangan-jangan rubel, who knows. Tapi anyway kalau makin sedikit orang yang percaya buat pakai US Dollar, negara-negara yang percaya megang US Dollar, ujung-ujungnya apa? Permintaan demand terhadap US Tersory itu tidak akan sebanyak dulu. Kalau zaman dulu Amerika terbitin surat utang, Jepang berbondong-bondong beli, Cina pun berbondong-bondong buat beli surat utangnya Amerika Serikat. Tapi jangan kira itu bisa berlangsung seumur hidup. Karena ketika trust terhadap US Dollar berkurang, negara-negara enggak mau lagi simpan cadangan divisa dalam US dollar. Permintaan US Dollar, US Tresory tidak sebanyak dulu lagi. Artinya apa? Untuk membuat US Tresor surat utang mereka makin seksi, menarik buat investor luar negeri atau negara-negara asing. Artinya mereka harus kasih bunga return yang lebih tinggi lagi supaya orang-orang tertarik buat beli mereka. Kalau enggak orang beli ori, ori bunganya berapa? 7%. supaya orang tertarik beli US dollar mata uang palsu. Mungkin mereka harus naikin itu sampai berapa? 9% 10% karena orang sudah enggak percaya sama mereka. Yang ujung-ujungnya apa? Efek jangka panjangnya. Negara Amerika Serikat kan harus bayar utang itu bunganya jadi makin mahal, makin tinggi. Karena orang enggak percaya dengan US Tresory, surat utang negara Amerika Serikat. Ujung-ujungnya ruang fiskal Amerika Serikat semakin sempit. Mereka enggak bisa lagi jor-joran membiayai militernya. Mereka enggak bisa lagi jor-joran bikin projek antariksa, Apollo ke bulan, ke Mars, ke Neptunus. Enggak bisa lagi, Guys. Mereka enggak bisa lagi sok jadi pahlawan menyelamatkan bencana aids yang ada di Afrika. Menyelamatkan orang hutan yang ada di Kalimantan, bikin jembatan sekolah di mana-mana. Enggak bisa. Ruang fiskal mereka semakin sempit. Ujung-ujungnya biaya defisit makin mahal dan demonstrasi akan makin sering di Amerika Serikat. Dan inilah ramalan Benix, Guys. Bahwa apa? Sebentar lagi teman-teman akan melihat kejadian yang ada di Iran. Porak-poral lah. Demonstrasi di mana-mana. Rakyat saling bunuh satu sama lain. Rakyat enggak percaya negara. Rakyat enggak percaya pemerintah. Rakyat enggak percaya militer. Saling bunuhlah mereka. Teman-teman akan jadi saksi itu juga akan berlaku di Amerika Serikat. Akan makin banyak gesekan sesama penduduk sipil, rakyat sipil, ormas-ormas, militer, tentara, polisi, warga, mahasiswa akan makin banyak yang saling bunuh satu sama lain. Demonstrasi akan makin banyak di Amerika Serikat. Kenapa? Karena hari ini utang Amerika Serikat sudah mencapai all time high. Titik tertingginya. Teman-teman tahu hari ini utang Amerika Serikat itu sudah 38 triliun dolar. 38 triliun dolar. 38 triliun dolar itu setara Rp640.000 triliun alias R40 kuadriliun, Guys. This is a lot of money, guys. 640 kuadriliun itu artinya setara 640 Bank BCA, bank swasta terbesar di Indonesia. Bank BCA 640 biji pun bisa dibeli sama Amerika Serikat pakai utang ini. Gila lah mereka punya utang itu lebih dari 38 triliun dolar, Guys. Kenapa ini udah ngeri? Karena kalau lu lihat nilai ekonomi Amerika Serikat, GDP Amerika Serikat itu enggak nyampai 38 triliun dolar. GDP Amerika Serikat itu cuma 30 triliun dolar, Guys. Artinya apa? Ekonomi Amerika Serikat dilelang sekalipun dijual semuanya nih perekonomian mereka itu enggak bakal sanggup buat bayar utang-utangnya mereka. Utang mereka udah jauh melampaui nilai ekonomi, nilai negara mereka sendiri. Ngeri enggak sih? Lu bisa kebayang enggak sih? Ini betul-betul situasi yang sangat signifikan buat Amerika Serikat. Karena apa? Karena kalau mereka mau bisa cetak dolar seenak jidat lagi seperti masa lalu, bisa bikin surat utang lagi, US Tresory, dibuang-buang dijual sayaenak jidat sesuka hati. Mau enggak mau Amerika Serikat harus berkuasa seperti dulu lagi. Mereka enggak boleh membiarkan market share US dollar itu di bawah 70%. Mereka harus bawa market share US Dollar di atas 80%, Guys. Artinya akan makin banyak nih negara-negara yang dibantai sama Amerika Serikat. Wajib dia lakukan itu. Kalau enggak, mereka akan jadi kayak negara normal seperti Indonesia. Enggak bisa sayaak jidat cetak duit. Mereka takut karena mereka punya privilege itu privilege cetak duit gila-gilaan. Kalau mereka enggak segera lakukan akuisisi terhadap negara-negara pengkhianat ini, mereka bakal menjadi negara normal, Guys. Itulah ketakutan terbesar mereka. Nah, yang jadi pertanyaan, apakah negara Cina akan diam saja ya kalau Amerika Serikat terus-menerus merongrong mereka? Karena ujung-ujungnya pasti akan terjadi blokade militer nih di Laut Cina Selatan. ASEAN pasti diadu domba juga. Kalau di level negara, rakyat Iran diadu domba dengan rezim penguasa di Iran. Begitupun di Venezuela, begitupun di Indonesia. Nah, itu baru level satu negara ya. Tapi kalau kita bicara soal laut, Cina Selatan, berarti yang diadu domba bukan mahasiswa sama Presiden. Enggak. Yang diadu domba negara-negara di ASEAN satu sama lain. Supaya apa? Supaya Amerika Serikat bisa bebas melakukan blokade angkatan lautnya di sana. Supaya bisa mengenakan sanksi boikot ekonomi Cina. Pertanyaannya, Cina bakal diam saja apa enggak? Pertanyaannya Cina udah diserang lewat Venezuela, dia enggak bisa lagi dapat bensin, minyak murah. Ya, lu tahulah mereka bayar minyak itu jauh di bawah harga ya pasar sesungguhnya. Diskonnya bahkan bisa lebih dari 50%. Sekarang mereka kehilangan privilege itu juga enggak bisa dapat lagi minyak murah dari Venezuela. So, pertanyaan selanjutnya begini, oke, udah jelas Iran harus dibinasakan karena kalau Cina enggak bisa order dari Venezuela, dia pasti pindahin orderan. Karena enggak mungkin pabrik-pabrik di mereka harus mati lampu. Enggak mungkin dong. Harus tetap jalan terus dong. Artinya dia harus geser orderannya kan ke Rusia atau ke Iran. So, next step udah jelas Iran harus porak-poranda. Tapi pertanyaannya guys, lu penasaran enggak sih kenapa Cina itu wajib dapat diskon loh minyak-minyak Venezuela dan kenapa Cina itu pengin banget menjadikan Venezuela laboratorium uji coba mata uang yuan? Lu tahu enggak ini sebetulnya ada hubungannya loh dengan bisnis mobil listrik. Teman-teman pernah penasaran enggak kenapa mobil listrik Cina itu jauh lebih canggih dibanding mobil Jepang? Jauh lebih hemat dibanding mobil Amerika, jauh lebih murah dibandingkan semua mobil yang pernah ada di planet bumi ini. Kenapa mobil Cina itu harganya begitu murah? Jangan-jangan memang wajib mobil Cina dijual murah walaupun teknologinya, safety-nya jauh lebih baik dibanding mobil Jepang dan mobil Amerika. Tapi kenapa ya Cina ngotot banget jual itu murah teman-teman? Ada yang tahu enggak alasan di balik itu semua? Kalau lu penasaran, kita bakal bahas lebih detail alasan ini di Benix Economic Outlook 2026 yang akan menjawab pertanyaan lu. Makanya teman-teman segera daftar ya di acara kita di Benix Economic Outlook tanggal 24 Januari hari Sabtu di Titan Center Bintaro. Di situ akan terjawab penasaranmu. Dan yang lebih seru lagi guys, lu tahu enggak sih sebetulnya ya kejatuhan Maduro itu udah diramalkan loh oleh pendahulunya yang bernama Hugo Chavez. Presiden Venezuela waktu memberikan interview di tahun 2009, dia sudah membuat pernyataan ini yang sayangnya dianggap orang-orang saat itu enggak mungkin dia terlalu paranoia. Enggak mungkinlah lu terlalu percaya teori konspirasi. Apa sih sebetulnya kode rahasia Hugo Chavez sebelum dia mati meninggalkan dunia ini? Pilih dong salah satunya. Kita lebih baik bahas yang mana ya nanti di Titan Center hubungan Cina, Venezuela, Amerika Serikat dan bisnis-bisnis yang terkait atau yang nomor dua apa yang dilihat Ugo Chavez apa yang akan terjadi di planet bumi ini menurut Hugo Chavez? Oke guys, segera tulis jawaban kalian di bawah ini. Dan yang lebih penting lagi selain Iran, ada loh negara yang akan di-take over oleh Amerika Serikat di Asia juga. Jadi bukan Greenland, bukan Columbia. Lu sudah tahu belum negara apa sih yang bakal di-take over oleh Amerika Serikat? Ya tentunya karena berhubungan dengan Cina juga. Apakah Indonesia atau bukan ni? Yuk, tulis yuk jawaban kalian di kolom komentar di bawah ini. Menurut kalian selanjutnya setelah Iran ditake over, negara apa yang bakal digoncang, dibakar sama Amerika Serikat dan alasannya kenapa? Tulis di kolom komentar di bawah ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]
Resume
Categories