BAK PREMAN!! SETELAH VENEZUELA HANCUR, AMERIKA INCAR GREENLAND!! Selanjutnya INDONESIA?
F1tP7KVo0MA • 2026-01-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget ini, Guys. Amerika Serikat enggak berhenti cuma sampai di Venezuela loh. Setelah mereka meringkus ya pemimpin tertinggi Venezuela, si Maduro itu sukses nih diculik dibawa ke tahanan Amerika Serikat. Dan setelah mereka sukses memporak-porandakan Iran juga, Iran sekarang kacau, keos. Udah puluhan ribu orang loh, by the way di Iran yang mati ditembak dibantai sama rejim sampai jalan-jalan di Iran penuh dengan yang berserakan, Guys. Nah, ternyata enggak cuma berhenti sampai di situ, dunia makin rusuh karena detik ini Amerika Serikat resmi menerbangkan pesawat pembomit-langit Greenland di Kotub Utara. Hm, apa nih? Jangan-jangan Donald Trump mau invasi Greenland, Guys. Abang pentingnya apa sih sebongkah gunung es yang ada di bagian kutub bumi ini? Kenapa Donald Trump nafsu banget buat menguasai sebuah daerah yang kayaknya gak penting di situ? Cuman ada beruang, Guys. Penduduknya juga gak banyak di Greenland, cuma 50.000 orang. Jadi bukan wilayah yang signifikan dan enggak layak juga buat dihidupin sama manusia karena lu gak bisa bercocok tanam di padang salju. So, jadi pertanyaan ya, kenapa Donald Trump ngebet banget nafsu banget buat menguasai Greenland? So, teman-teman kalau lu penasaran jangan skip video ini karena kita akan memasuki pintu gerbang perang dunia 3. Jangan skip video ini. Let's check di sini. Jadi, Teman-teman, ada kemungkinan besar nih NATO bakal pecah gara-gara Donald Trump udah membuat pernyataan untuk yang kesekian kalinya bahwa Donald Trump mau merebut Greenland. yang teman-teman tahulah Greenland ini adalah bagian dari Denmark dan Denmark adalah negara anggota NATO yang artinya sebetulnya NATO itu wajib melindungi negaranya kalau diserang. Nah, akibatnya banyak raksasa Eropa yang ngamuk gara-gara Donald Trump mau ambil alih Greenland. Mau diakuisisi nih Greenland sama Amerika Serikat nih. Dan ini bukan cuma retorika belaka karena Donald Trump benar-benar sudah memerintahkan militer dia untuk menyusun rencana invasi Greenland. Jadi bukan ngomong-ngomong doang, bukan cuma retorika di media massa, tapi sudah bikin rencana invasi Greenland. Ya, kurang lebih sama kayak mereka menyerbu Irak, Afghanistan lah. Jadi bukan kayak Venezuela. Kalau di sini memang mereka benar-benar mau menurunkan pasukan angkatan darat mereka ke Greenland, Guys. Dan ini seru banget sih buat kita pelajarin. Kenapa? Karena Greenland itu ya suka enggak suka adalah pulau terbesar di dunia. Dan tentu saja gara-gara wilayahnya besar, artinya Donald Trump kalau dia mau menguasai pulau sebesar itu tentu perlu rencana yang matang. Makanya jenderal-jenderal di Pentagon itu hari ini dikumpulkan untuk bikin rencana yang presisi terkait dengan rencana mereka menjajah Greenland ini, Guys. Tapi pertanyaannya kenapa Amerika kayaknya tergesa-gesa ya? Soalnya Komeni juga belum jatuh loh. Komeni masih ketakutan aja di pojokan rumahnya sambil nangis-nangis kali. Donald Trump enggak sabar nih nunggu Iran jatuh. Padahal harusnya skenario Benix setelah Venezuela itu Iran dulu, Guys. Baru Greenland. Nah, tapi Iran aja belum berhasil di-take over nih, belum ganti manajemen nih. Pelatihnya masih sama nih kalau kalau sepak bola nih. Kenapa tiba-tiba Donald Trump nafsu banget udah mau ngambil Greenland nih. Nih gerak-gerak cepat nih dia nih. Apa penyebabnya? Ya, kalau teman-teman lihat video ini, alasan utama Donald Trump pengen buru-buru ambil alih Greenland adalah alasan national security alias keamanan nasional ada berhubungan dengan pertahanan dan keamanan Amerika Serikat sendiri. Ini videonya. Jadi dari situ teman-teman bisa lihatlah kepentingannya Donald Trump ngambil itu sebetulnya demi melindungi kepentingan bangsa dan negara Amerika Serikat. Jadi Donald Trump ini sangat peduli guys dengan bangsanya. Enggak kayak negara Kazakhstan, pemimpinnya mah sibuk aja korupsi. Sibuk aja ngibulin rakyatnya. Sibuk aja tipu sana tipu sini, Guys. Tapi kalau Presiden Donald Trump, dia begitu mencintai rakyatnya, Guys. Dia sampai memikirkan bagaimana menguasai negara lain demi kepentingan bangsa dan negaranya. Loh, makanya jangan heran kalau Donald Trump mengatakan bahwa Washington One way or the other pasti dan wajib mengambil alih Greenland. Karena kalau mereka tidak mengambil ahli Greenland, maka negara Rusia atau Cina yang akan mengambil ahli Greenland. Dan Donald Trump sepanjang dia masih berdiri menghirup udara di dunia ini, dia tidak akan membiarkan itu terjadi. Dia tidak akan membiarkan Rusia dan Cina menguasai Greenland. Dan Donald Trump juga enggak peduli meskipun sebenarnya Greenland itu bukan punya Amerika. Greenland itu punya Denmark. Tapi menurut Donald Trump, Greenland harus sepakat, harus mengiyakan proposalnya Donald Trump karena pilihannya Donald Trump ambil alih pakai kekerasan militer. Atau pilihan yang kedua, Greenland dikasih opsi buat bikin referendum kayak di Papua. Bikin referendum lu, lu pengin join Belanda atau pengin join Indonesia? So, Greenland lu pengin join Denmark atau join Amerika Serikat. Itu pilihan yang keras dan nyata yang disampaikan oleh Donald Trump. Dan kenapa buat Donald Trump ya Greenland itu harus sepakat, harus menyetujui proposalnya Donald Trump untuk join bergabung menjadi provinsi, negara bagian atau apapun itulah di bawah manajemen Amerika Serikat. Ya alasannya menurut Donald Trump sekali lagi ya karena sebetulnya jauh di dalam lubuk hati rakyat Greenland mereka itu tidak mau menjadi budaknya Rusia ataupun budaknya Cina. Sekali lagi menurut Donald Trump karena ya lu tahu aja lah Greenland itu enggak punya tentara guys. Mereka enggak punya kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri. Pertahanan di Greenland hari ini yang bisa diandalkan itu cuman dua anjing Siberian Husky yang ada di kutub utara, Guys. Ini bukan gua ngadi-ngadi. Memang Donald Trump bilang cuman ada dua anjing. Itulah benteng pertanian Greenland. Itulah tentaranya Greenland hari ini. Dua anjing Siberian Husky. Sementara Rusia dan Cina, guys, mereka punya kapal perang, kapal selam tenaga nuklir. Mereka punya pesawat jet tempur. Gimana ceritanya dua anjing Siberian Haski ini bisa menang melawan negara super power dengan kekuatan nuklir seperti Cina dan Rusia? Nah, itu logika berpikir yang sampaikan Donald Trump bisa jadi benar, Guys. Tapi sebelum kita bahas lebih detail ke sana, gimana sih sebetulnya reaksinya rakyat Denmark kalau Greenland? Enggak usah dihitung lah, Guys. Penduduknya cuma Rp50.000. Kalah sama penduduk kecamatan di Jakarta lah. Ini cuma Rp50.000 penduduknya, Guys. Greenland. Jadi enggak penting juga sebetulnya dari sudut pandang Donald Trump ya apa Amerika Serikat. Nah, yang menarik kalau kita lihat sudut pandang negara Denmark yang hari ini menduduki, menguasai, mengkolonisasi Greenland. Tahu enggak teman-teman, apa tanggapannya Denmark? Ternyata Denmark bukan serta-merta mengiakan Amerika Serikat. Enggak. Ternyata pemerintahan Denmark bahkan membuat pernyataan mereka tidak setuju dengan Donald Trump. Bahkan mereka bilang kalau ada satu aja sepatu tentara Amerika Serikat yang menginjakkan kakinya di Greenland, tentara Denmark berhak menembak mereka. Karena mereka sudah punya undang-undangnya, Guys, di tahun 1952 itu era perang dingin, ya. Itu Denmark sudah memberikan instruksi kepada seluruh tentara mereka, angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut. Kalau ada kekuatan asing yang mendarat yang menginjakkan kakinya di tanah Denmark manaun itu, mereka bisa melakukan serangan. Mereka bisa nembak duluan tanpa harus menunggu komando dari pemerintah pusat, tanpa perlu harus mendapatkan approval dari pemimpin tertinggi Denmark. Jadi memang by undang-undang mereka tuh sah. Boleh tentaranya main tembak aja sendiri begitu ada tentara musuh mendarat di sana. Dan ini logika berpikir yang wajar dan bisa dimaklumi. Kenapa? Karena kalau teman-teman lihat ya, peraturan yang dibikin oleh pemerintah Denmark ini ada asal usulnya. Yaitu ketika Nazi Jerman, jadi di eranya Perang Dunia 2, Nazi nyerang Denmark. Saat itu jalur komunikasi diputus. Dan ketika Nazi menyerang Denmark di bulan April tahun 1940 itu terjadi kebingungan di mana-mana. Daerah-daerah terpencil di Denmark mereka merasa Jerman ini jangan-jangan sekutu kita. Jerman ini jan-jangan harus kita lindungi. Apa kebijaksanaan politik pemimpin kita? Bersekutu dengan Jerman atau bersekutu dengan Inggris? Mereka juga enggak tahu. Mereka buta. Jadi ketika terjadi invasi Jerman saat itu, tidak ada koordinasi yang baik, Guys. Makanya sempat ada beberapa peristiwa di mana tentara Jerman sama tentara Denmark itu kawanan. Tapi di sisi lain kadang-kadang mereka juga saling bunuh, saling tembak karena mereka tidak ada koordinasi mengenai arah kebijakan politik pemerintah saat itu. Terputus saluran komunikasinya dan akhirnya ya tentara Denmark enggak bisa secara efektif melawan tentara Jerman. Nah, makanya sejak saat itulah dibuat perintah baru ketika terjadi invasi pendaratan tentara musuh di mana pun itu berada di wilayah teritorial Denmark tanpa perlu bertanya-tanya, tanpa perlu menunggu perintah pusat, lu berhak melakukan perlawanan, lu berhak melakukan serangan, enggak usah nanya-nanya karena mereka belajar dari kesalahan masa lalu. Segala sesuatu harus minta approval ke pusat. eh pusat lagi diblokir saluran komunikasinya sehingga terjadilah asal-usul perintah 1952 ini. Dan sampai detik ini undang-undang itu masih berlaku, Guys. Dan ini ah dinyatakan sih sama Perdana Menteri Denmark juga bahwa mereka harus siap nih untuk melindungi teritorial Denmark. Bahkan surat berita ternama ya, The Sunday Guardian ini sampai bikin tulisan yang luar biasa bahwa lu bisa nembak duluan. Shoot first, ask questions later. Tembak dulu, tanya belakangan. Yang penting lu tembak aja dulu. Dan inilah yang akan diberlakukan di Greenland ketika Amerika Serikat mendarat di sana. Wah, seru banget ini, Guys. Nah, tapi yang paling seru sih kalau kita mau melihat gimana sih reaksinya Cina ya kan at the end of the day sebetulnya Greenland itu urusan yang enggak penting Denmark negara kecil lah. Enggak ngaruhlah buat Amerika Serikat. Greenland aduh enggak penting. Sebetulnya yang mau dia serang itu Cina. Makanya yang paling dinanti-nanti dunia gimana sih responnya Cina terhadap rencana invasi Amerika Serikat di Greenland. Nah, Teman-teman tahu enggak juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Mauning itu sudah bilang bahwa kegiatan negara Cina di Arctic di Greenland itu bertujuan buat kedamaian, mempromosikan perdagangan, stabilitas, pembangunan yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Dan itu sudah sesuai dengan kaidah hukum internasional. Dan semua negara itu memiliki hak dan kebebasan buat melakukan aktivitas di Arktik sesuai hukum. Dan ini harusnya dihormati dan Amerika Serikat tidak seharusnya mengejar kepentingannya sendiri dengan menggunakan negara lain sebagai dalih. Jadi alibi-alibia aja lah. Padahal tujuannya menekan Cina. Dan menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina ya Arktik ini sebetulnya menyangkut kepentingan keseluruhan komunitas internasional. Jadi enggak bisa satu negara pengin ngaku-ngaku penguasa kutub utara, penguasa kutub selatan. Nanti sekalian aja klaim lu yang punya Neptunus, Mars, Uranus kan aneh. Dan bukan cuman Cina, Guys, yang ngasih komentar. Rusia juga gatal nih buat ikut-ikutan manas-manasin situasi. Lu tahulah ya kalau lu jadi Rusia apa yang lu lakukan? Tentu yang wajib lu lakukan adalah manas-manasin Donald Trump. Makanya yang dilakukan Rusia hari ini apa? Dia bilang apa? Donald Trump needs to hurry. Donald Trump harus buru-buru nih. Harus buru-buru nyerbu Greenland. Kenapa? Karena menurut informasi yang ada, dalam beberapa hari akan diadakan referendum di Greenland dan di sana bakal ada 55.000 Ibu pemberi suara nih yang nyoblos nih di Greenland. Dan mereka bisa saja memutuskan ketika terjadi referendum bukan memutuskan untuk bergabung dengan Denmark atau bergabung dengan Amerika Serikat. Jangan-jangan mereka di sana malah memutuskan untuk bergabung dengan Rusia. Wah, seru banget nih, Guys. Jadi menurut Medvedev yang bikin pernyataan ini, mantan presiden Rusia. Jadi bukan orang asal-asalan yang bikin pernyataan ya. Dia terus terang bilang, "Eh, lu harus buru-buru nih, Donald Trump. Lu harus buru-buru menjajah menginvasi Greenland." Karena Greenland ketika dia bikin referendum, dia bebas menyatakan keinginan mereka bergabung dengan siapa. Mau bergabung dengan Indonesia juga bisa sih. Tapi menurut Rusia ada kemungkinan Greenland mau join dengan Rusia. Memang menurut gua ngadi-ngadi. Enggak mungkinlah Greenland join dengan Rusia. Tapi pintar semangatnya harus kita hargai nih semangatnya Rusia untuk membuat suasana semakin panas dan untuk memancing Amerika Serikat memusuhi NATO yang pada akhirnya kalau betul-betul Amerika Serikat mengakui sisi Greenland Amerika Serikat artinya secara resmi menyatakan NATO sudah berakhir. Amerika Serikat enggak peduli Greenland adalah wilayahnya Denmark. Tapi demi kepentingan nasional Amerika Serikat, Amerika Serikat berhak menjajah negara manapun. Udah pasti artinya NATO bubar dan kalau NATO bubar, Rusia happy. Makanya lu enggak heran kalau seandainya Rusia bikin pernyataan seperti itu. Donald Trump harus buru-buru menjajah Greenland, Guys. Karena Greenland pengin bergabung ke Rusia di referendum tersebut. Tapi, Teman-teman, sebetulnya apa sih yang mau diincer dalam situasi Greenland ini sama Amerika Serikat? Apa sih rahasianya? Sampai semua negara kok mendadak tiba-tiba Cina komen ya? Kok mendadak Rusia komen ya? Kok mendadak Donald Trump komen ya? By the way di belakang layar Singapura hari ini juga lagi bikin meeting dengan agen intelligent dia buat apa? Mengambil keuntungan dari peristiwa di kutub utara ini. Kenapa tiba-tiba semua orang jadi heboh? Ini sebuah rahasia nih. Apakah Greenland memegang sebuah rahasia penting sampai Donald Trump berani mengkhianati sekutunya dia sendiri? NATO hanya demi pulau kecil yang namanya Greenland, Guys. Kenapa, Guys? Kalau lu penasaran, lu jangan skip video ini karena kita bakal bahas di bagian akhir dari video ini. Tapi sebelum kita bahas ke sana, kita masuk dulu sebetulnya Greenland itu barang apa sih? Ini rasanya kayak gado-gado apa tempe bacem sih, Guys. Nah, kita harus tahu dulu Grenland itu sebetulnya adalah sebuah pulau yang terbesar di dunia. Dia bukan benua, Guys. Dia sebuah pulau besar banget. Lokasinya ada di Arctik ini ya, wilayah kutub utara. Dan pulau Greenland ini memiliki luas 2,2 juta km² atau kurang lebih setara 6 kali negara Jerman, Guys. Nah, sayangnya negara ini juga populasinya sangat sedikit. Artinya populasi penduduknya tersebar ke mana-mana. Populasi dengan negara seluas en kali Jerman, ternyata jumlah penduduknya hanya 56.000 manusia. Bahkan satu kecamatan di Jakarta aja jauh lebih banyak penduduknya dibandingkan penduduk Greenland. Dan mayoritas dari penduduk Greenland adalah penduduk asli inuit. Jadi kayak Badui lah kalau di Indonesia. Nah, kenapa menarik Greenland ini? Karena dia berlokasi di antara perbatasan benua Amerika dan benua Eropa. Dan karena lokasinya sangat strategis, ini adalah lokasi yang sangat tepat kalau kita mau taruh sistem radar, sistem monitoring rudal antar benua atau sistem monitoring kapal-kapal lalu lintas yang melewati kutub utara. Meskipun memang ekonomi Greenland-nya sangat kecil, Guys. Enggak menarik. Hari ini ekonomi dia masih berbasiskan perikanan. Jadi, mayoritas penghasilan dia dari jual beli hasil penangkapan ikan di sana. Dan sumber penghasilan APBN Greenland mayoritas masih merupakan subsidi dari negara Denmark. Ya, meskipun ya dalam beberapa tahun terakhir memang ada peningkatan sedikit penghasilan Greenland dari sumber daya alam mereka, yaitu apa? industri pertambangan rare earth mineral, uranium, dan besi. Nah, sebetulnya Greenland juga punya cadangan yang cukup besar loh, cadangan minyak dan gas bumi juga yang menjadikan Greenland sebetulnya menarik nih untuk dijadikan negara boneka seperti Venezuela. Nah, anyway teman-teman kita bahas secara ekonomi. Lu tahu enggak? Guys, kemarin kita bikin video khusus spesial tentang masa depan batu bara di tahun 2026. Teman-teman penasaran enggak gimana kalau masa depan sektor yang lain? Apalagi kemarin Venezuela habis diculik presidennya. harga minyak dunia akan seperti apa, termasuk harga emas, harga silver yang tahun ini aja sudah meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum bicara soal sektor lain seperti pariwisata, sektor perbankan, sektor pertambangan. Apalagi kita sudah memasuki era di mana faktor geopolitik menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menyusun strategi ekonomi [musik] kalian. Jadi buat teman-teman para pelaku usaha, orang-orang di pemerintahan, duta besar sekalipun sampai akademisi dan investor yang ada di Indonesia, lu penasaran enggak sih gimana sudut pandang BENX tentang Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join di acara Spial Benix Economic Outlook 2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu sekarang juga kalau yang mau ikutan acara Special Benix Economic Outlook 2026. Kursinya terbatas, segera daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini atau scan kode QR code yang ada di sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026 hanya di Titan Center Bintaro. Nah, anyway teman-teman, kita bahas secara ekonomi. Lu tahu enggak Greenland itu secara ekonomi GDP-nya di tahun 2023 itu kecil banget loh. Sebetulnya cuman 54 triliun. Jadi kalau ngomong secara ekonomi, negara ini nothing lah, enggak penting. Indonesia sendiri GDP-nya 24.000 triliun. Artinya GDP Indonesia sendiri 400 kali lipat lebih besar dibandingkan Greenland kita jauh lebih besarlah secara ekonomi dibandingkan negara Chile seperti Greenland ini. Terus kalau gitu kenapa jadi menarik ya Greenland ini? Kenapa jadi rebutan ya? Cina kasih komentar, Rusia kasih komentaran, NATO pun kasih komentar. Ya, simpel aja karena ternyata Greenland itu memiliki cadangan mineral dan energi yang sangat besar. Meskipun nilai ekonomi negaranya cuman R4 triliun, tetapi nilai sumber daya tambang di sana, oil, gas, dan mineral itu ditotal setara 74.000 triliun alias setara 4,4 triliun dolar, Guys. Nah, ini baru jadi menarik nih. Ternyata ini adalah bisnis puluhan ribu triliun. Wah, menarik nih. Cuman ya sayang aja ya negara Greenland meskipun dia sangat kaya raya, tetapi sampai detik ini mayoritas penghasilan dia masih mengandalkan subsidi belas kasihan dari negara Denmark. Dan ini ada sejarahnya juga. Denmark itu memang punya ikatan batin lah sama Greenland selama beratus-ratus tahun. Denmark itu menjadikan Greenland sebagai koloni jajahan dia selama beratus-ratus tahun sampai kemudian di tahun 1953 di mana Greenland menjadi provinsi di negara Denmark. Dan ini kemudian berevolusi lagi karena kemudian di tahun Denmark memberikan kebebasan bagi Greenland untuk memerintah dirinya sendiri. Dan ketika terjadi referendum di tahun 2009, di sini Greenland kembali mendapatkan otonomi yang lebih besar lagi buat wilayah mereka. Jadi per tahun 2009 kemarin, Guys, sudah resmi Greenland itu udah jadi daerah istimewa lah. Kalau kayak di Indonesia itu kayak Aceh. Mereka bisa punya bendera sendiri, mereka bisa punya partai sendiri, mereka bisa menentukan bentuknya gimana, bahkan mereka bisa bikin persatuan sepak bola sendiri di luar PSSI. Berhak mereka secara undang-undang. Greenland pun seperti itu. Jadi meskipun mereka punya 57.000 orang, penduduknya sangat sedikit sekali, tapi sebetulnya otonomi yang diberikan Denmark itu sudah begitu besar, Guys. Jauh lebih besar dibandingkan otonomi daerah yang ada di Indonesia. Kenapa? Karena di Greenland, pemerintah Greenland berhak mengatur urusan terkait pendidikan, kesehatan, pajak lokal, sumber daya alam yang mau mereka eksploitasi itu mereka berhak. Atau dengan kata lain, pemerintahan Greenland berhak punya Kementerian Pendidikan sendiri, Kementerian Kesehatan sendiri, Kementerian Pertambangan ESDM sendiri. Bahkan mereka bisa punya Kementerian Keuangan sendiri buat narik pajak di sana. Hebat kan? Luar biasa. Dibandingkan Indonesia. Indonesia ngaku-ngaku otonomi daerah. Tapi kalau lu mau nambang di daerah apapun lu harus minta izin sama pemerintah pusat. Jadi otonominya sebelah mana? Dan negara Denmark sisanya apa? Dan Denmark punya kekuasaan apa yang dia jaga? Ternyata Denmark itu tetap berkuasa atas permasalahan yang berhubungan dengan militer, pertahanan, hubungan internasional. Jadi, Greenland enggak boleh punya kedutaan. Greenland enggak boleh punya Kementerian luar negeri. Enggak boleh. Urusan luar negeri di-handle sama Denmark. Urusan perjanjian internasional, kebijakan luar negeri itu cuma Denmark yang boleh punya tanda tangan, wewenang. urusan pertahanan keamanan serta perjanjian-perjanjian lain yang diadakan oleh Denmark dengan negara lain otomatis mengikat Greenland juga, Guys. But anyway, dari sini kita bisa lihat sebetulnya memang Denmark masih bertanggung jawab terhadap militer perlindungan yang ada di pulau Greenland. Dan menurut gua fair juga sih sebetulnya perjanjian otonomi antara Greenland sama Denmark. Kenapa? Karena ya meskipun mereka bagian dari koloni dulunya sekarang menjadi daerah khusus, daerah istimewa Greenland. Tapi sebetulnya dan sejujurnya Greenland itu masih belum bisa berdiri sendiri. Kenapa negara Greenland belum bisa berdiri sendiri, Guys? Karena dia sebagai provinsi punya APBD ya atau negara kita bilang APBN lah. APBN mereka itu cuma 24 triliun. Dari 24 triliun itu ternyata 50% ya berupa subsidi, Guys. Jadi sama kayak provinsi-provinsi di Indonesia, TKD transfer pusat ke daerah. Kalau Indonesia sampai 80% bahkan banyak kabupaten, provinsi yang tidak layak berdiri di Indonesia karena 80% sumber APBD-nya dari pemerintah pusat. Makanya lu jangan-jangan suka bilang ya, aneh banget ya, Kalimantan kayak batu bara dirampok tapi jalan-jalan jelek-jelek di situ hancur karena dana dikasih ke pusat. Simpel aja. Kenapa disedot sama pusat? Ya karena memang korupsi juga banyak di Indonesia. Tapi pusat juga harus mensubsidi daerah-daerah yang tidak layak ada. Daerah-daerah yang 80% APBD-nya mengandalkan transfer pusat ke daerah. Contoh paling laknat adalah KZ Greenland ini modelnya. Kenapa? Punya sumber daya alam besar tapi dia enggak bisa olah. ujung-ujungnya jadi beban negara, Guys. Lu bayangin APBD dia cuma 24 triliun, 22 24 triliun. Lebih dari 50% adalah transfer pusat dari Denmark ke Greenland. Mereka memang belum layak buat jadi sebuah negara ya. Meskipun sebetulnya mereka kaya akan sumber daya alam. Denmark juga udah sangat benar-benar pengin Greenland ini independent, Guys. Bahkan Greenland itu sampai dikasih undang-undang khusus buat pertambangan. Kalau ada hasil tambang ditemukan, diolah, dijual dari Greenland, mineral nih, penghasilan dari penjualan bahan tambang itu enggak usah disetor ke pemerintah pusat, enggak usah dietor ke Denmark. Duitnya buat Greenland aja, biar lu tambah kaya lah di situ, biar lu bisa mandiri, Guys. Cuma sayangnya sampai detik ini ya itu tidak dilakukan juga. Memang capcai juga orang kalau udah kebiasaan di subsidi pemalas jadinya, Guys. Dan itu terbukti di Grandland ini. Jadi, lu bayangin kalau di Indonesia ya, Kalimantan Timur dikasih hal yang sama. Lu bebas buka tambang sebaik-baik, enggak usah setor ke pemerintah pusat. Hari ini udah lebih kaya daripada Singapura tuh Kalimantan Timur. Kaya banget udah pasti kalau pengaturannya sama seperti Denmark dan Greenland ini, Guys. Jadi ada otonomi yang sangat besar buat mengatur ekonomi sendiri. Tapi ya faktanya kan enggak seperti itu. Tapi ya udahlah sekarang kita mau bahas Greenland. Kenapa Greenland ini penting buat Amerika Serikat? Kenapa Amerika Serikat wajib mencaplok Greenland dari Eropa, dari NATO? Sebetulnya ada empat alasan, Guys, kenapa penting bagi Amerika Serikat buat mencaplok Greenland. Alasan pertama adalah alasan sumber daya alam, yaitu apa, Guys? Greenland itu tadi gua sebut sangat kaya dengan rare earth, bahan mineral tanah jarang. Dan ini sangat dibutuhkan Amerika Serikat buat menyambut perang dunia 3. So, negara Greenland itu setelah diteliti memang kaya akan sumber daya alam seperti biji besi, grafit, tongstain, paladium, fanadium, zink, emas, uranium, tembaga, dan minyak bumi. Dari sekian banyak harta kekayaan sumber daya alam mereka, satu yang menjadi pusat perhatian Amerika Serikat adalah cadangan rare earth elemennya, Guys. Jadi, logam tanah jarang nih. Soalnya Amerika Serikat itu sangat membutuhkan logam tanah jarang dari Cina. Tapi sekarang mereka sudah menemukan cadangan yang besar di Greenland. Greenland cadangan rare earth-nya itu peringkat 8 dunia. Mereka punya 1,5 juta ton rare earth mineral. Dan ini jadi masalah, Guys. Karena rare earth mineral ini adalah penentu utama kekuatan ekonomi global di masa depan. Kalau zaman dulu yang penting itu minyak bumi, tapi zaman sekarang yang penting itu rare, earth mineral. Karena zaman dulu kalau mau jalan tank lu, lu mau jalan kapal lu, lu perlu bensin dari minyak bumi itu. Ya, tapi kalau zaman sekarang lu bisa jadi pesawat lu terbang, mobil lu jalan, tank lu jalan, enggak pakai lagi minyak bumi, tapi pakai baterai. Gila, Guys. Bahkan Cina sendiri udah meluncurkan loh kapal perang pakai baterai bukan pakai solar. Jadi sangat penting buat Amerika Serikat segera merebut kekuatan sumber daya rare art mineral ini. Makanya gak usah kaget kalau industri penerbangan militer itu membutuhkan logam tanah jarang, Guys. Rared mineral. Bahkan perusahaan diantara Amerika Serikat yang sangat ternama Lockhit Martin itu adalah pengguna terbesar samarium. Samarium ini adalah salah satu jenis logam tanah jarang yang memiliki kekuatan supermagnet yang mampu menahan suhu amat tinggi. Makanya teman-teman jangan heran pesawat jet tempur yang super canggih namanya F35 lu tahu ternyata membutuhkan lebih dari 400 kg rare earth mineral. Jadi dalam satu pesawat jet tempur super canggih F35 ada 400 kilo logam tanah jarang di situ, Guys. Itulah begitu pentingnya logam tanah jarang ini. Tetapi sayang ser000u sayang walaupun Greenland memiliki lebih dari cadangan mineral yang sampai 74.000 triliun itu, tetapi Denmark tidak memiliki kemampuan buat mengolahnya, memanfaatkannya. Sia-sia itu. Bahkan justru yang mengambil keuntungan adalah negara Cina. Jadi teman-teman asal lu tahu ya 7 tahun yang lalu ketika negara Denmark ini cuma bisa plonga-plongok, plonga-plongo kayak orang bego, Cina itu udah mulai membangun perusahaan tambang uranium yang terbesar di Greenland yang namanya perusahaan Senggheh. Jadi Shengheh ini baru aja membeli perusahaan Greenland Mining 12,5% sahamnya dibeli oleh China. Dan kenapa ini penting untuk kita ketahui? Karena cadangan uranium Greenland Mining Energy atau GME itu ada 270.000 R000 ton. Jadi ketika dunia pada enggak ngerti, enggak nyampai otaknya buat melakukan eksplorasi di Greenland, Cina udah berpikir sejak 7 tahun yang lalu untuk menggali cadangan uranium di sana 270.000 ton, Guys. Dan kalau ini dibiarkan terjadi berlarut-larut, Cina lama-lama bakal menguasai bukan hanya rare Earth, tetapi cadangan nuklir terbesar di dunia juga. Wah, ini jadi masalah buat Amerika Serikat karena hari ini aja ya produksi rare Earth ya di dunia ini 353.000 ton. Dari 353.000 ton ternyata 240.000 tonnya berasal dari Cina. Jadi, Cina itu memproduksi hampir 70% rare earth yang ada di dunia ini. Jadi, negara apapun kalau lu mau bikin pesawat jet, mau lu Prancis, Spanyol, Jerman, Amerika Serikat, lu harus jilat pantat si Jimping. Lu harus ngemis supaya dikasih rare earth mineral. Dan ini pasti tidak mengenakkan. Siapa pemimpin dunia Macron gitu disuruh jilat pantat, si jimping happy. Enggak, pasti enggak suka. Tapi mau enggak mau kalau enggak pesawat Airbus enggak bisa berangkat, enggak bisa terbang. Gimana dong? Jadi banyak negara-negara barat juga yang enggak suka ketika rare earth mineral ini dikuasai oleh satu supplier utama yang namanya Cina ini, Guys. Makanya penting banget buat Amerika Serikat untuk segera merebut Greenland sebelum terlambat, sebelum seluruh negara menjadi budaknya Cina, Guys. Jadi, itu alasan yang pertama dan terutama soal penguasaan raret mineral yang ada hubungannya dengan produksi alat-alat perang untuk perang dunia yang ketiga, Guys. Nah, alasan kedua apa? Alasan yang kedua adalah faktor keamanan. Jadi buat teman-teman yang belum tahu ya, kalau lu buka peta dunia versi dua dimensi, negara Amerika Serikat sama Rusia ini jaraknya jauh dipisahkan oleh lautan. Kalau Rusia mau nyerang Amerika Serikat, dia harus kirim pesawat. Dia harus kirim angkatan lautnya dari Vladivostok misalkan sisi timur Rusia itu pun harus menyeberang samudera Pasifik untuk mencapai Amerika Serikat. Atau pilihannya ke barat, Rusia harus melewati negara-negara Skandinavia, perairan Inggris untuk mengebom Amerika Serikat. Jadi perjalanannya panjang. Nah, ada jalan yang lebih singkat, Guys. Dibanding dia ke barat atau ke timur. Namanya juga bumi ini bulat, Guys. Dia bisa pergi ke utara. Lewat kutub utara mereka bisa lebih gampang menjangkau Amerika Serikat. Kenapa? Karena bumi ini bulat. Bumi kita ini bulat seperti telur. Semakin ke utara semakin menyempit. Artinya buat Rusia menyerang Amerika jauh lebih gampang menggunakan rudal balistik yang meluncur melewati kutub utara, melewati Islandia, melewati Greenland. Makanya penting buat Amerika Serikat bahkan buat Rusia sendiri juga untuk punya pangkalan militer di sana. Taruh radar di sana buat mendeteksi kalau terjadi serangan udara melintasi kutub utara melewati Arctic dan Greenland ini, Guys. Makanya teman-teman jangan heran ya kalau seandainya lu terbang pun juga sama ya. Kalau lu terbang dari Kanada, lu mau ke Rusia atau ke Eropa, itu jauh lebih gampang lewat kutub utara karena lebih hemat bensin, jaraknya lebih singkat. Karena di atas bumi kita itu menyempit, Guys. Itu kalau lu percaya bumi itu bulat, Guys. Tapi bulatnya bukan seperti bola, seperti telur agak lonjong di atas. Dan jadi alasan keamanan udara itu adalah alasan kedua kenapa Greenland ini strategik. Zaman sekarang kayak Iran aja tembak-tembakan sama Israel enggak perlu pakai angkatan darat, pakai rudal, drone, selesai. Itulah penting kenapanya menguasai Greenland untuk bisa memonitoring pergerakan ruang udara yang memisahkan benua Amerika dengan negara Rusia, Guys. Dan Cina juga sudah melihat peran yang sangat penting dari Greenland ini. Kalau seandainya mereka mau menang perang dunia penting buat punya Greenland. Makanya jangan heran Cina itu sempat loh, Guys, mau beli tanah di Greenland tapi ditolak sama pemerintahan Denmark. Kenapa? Karena Denmark tahu Cina mau bikin pangkalan militer buat angkatan laut mereka di situ. Bohong-bohongnya sih bikin tempat pemancingan ikan, tapi siapa yang percaya lu bikin tempat pemancingan ikan di Greenland. Makanya Denmark menolak tuh proposal tersebut dan tanah itu sudah lama dijual sama penduduk Greenland. Mereka harus menjual itu. Mereka butuh pemasukan. Tapi sayangnya ketika mereka sudah mau tanda tangan dengan pembelinya yang which is di sini adalah pemerintah Cina langsung diblokade sama Denmark dilarang jualan tanah lu ke pengusaha Cina guys. Oh, ngeri banget nih Denmark nih. Kalau gitu apalagi alasan selanjutnya? Alasan ketiga ini sebenarnya sangat penting dan sangat fatal. Yang ketiga tuh ada berhubungan dengan jalur pelayaran. Jadi ini namanya shipping road, Guys. Zaman dulu kalau Rusia mau impor barang dari Cina, mereka itu kapalnya harus keluar nih dari barat melewati benua Eropa, melewati negara Inggris, nanti masuk lagi lewat Selat Gibraltar. Jadi muterin Eropa, muterin Spanyol, muterin Portugal, muterin benua Afrika, terus masuk terusan Su ngelewatin negara-negara Timur Tengah. Habis itu lewatin India baru kemudian masuk Selat Malaka, lewatin Sumatera, Singapura, Malaysia baru masuk ke Shanghai, Guys. Jauh banget perjalanannya. Butuh 20.000 km. Gila, lama bener, Guys. Itu pun kalau enggak diblokade. Atau pilihan lain mereka dari utara. Zaman dulu enggak bisa karena masih dingin, beku lautnya. Tapi karena mobil Jepang lagi-lagi hobinya menghancurkan planet bumi ini, terjadi pemanasan global. es di kutubu utara mencair. Lalu apa yang terjadi? Ternyata terbuka jalur-jalur pelayaran yang baru. Rusia sekarang enggak perlu lagi melintasi Eropa, melintasi benua Afrika, benua Asia. Enggak perlu. Mereka tinggal lewat kutub utara, jalur Arktik, lewatin Greenland. So, kalau kapal Rusia mau berdagang dengan Jepang, Tokyo mau berdagang dengan Shanghai, kalau zaman dulu butuh 20.000 1000 km. Tapi karena kutub utara es-nya sudah mencair, sekarang mereka cuma butuh waktu 13.000 km. Jadi mereka bisa lebih cepat ya sekitar 40%, Guys. Menarik ya. Menarik nih geopolitik dunia. Dan kenapa penting buat teman-teman tahu ya, jalur perdagangan dunia dan ini juga memperkaya portofolio saham kita juga. Karena suka enggak suka ternyata perdagangan di muka bumi ini, ekspor impor kita dengan Cina, dengan Amerika, dengan Timur Tengah termasuk Rusia ternyata semua mengandalkan jalur perdagangan laut pakai kontainer, Guys. 90% perdagangan di dunia itu lewat laut. Makanya penting buat negara-negara ini menguasai jalur laut, termasuk yang ada di kutub utara, yang ada di Greenland. Dan ini sudah tentu membuat Amerika Serikat kalang kabut karena sekarang mereka jadi tidak bisa mengontrol. Kalau zaman dulu mereka punya angkatan laut di mana-mana, tapi ada di mana angkatan laut dia? Di Afrika, di India, di Timur Tengah. Ada tuh semua barang dia. Tapi dia enggak punya pangkalan di kutub utara, Guys. Dia enggak bisa melarang Rusia melewati daerahnya sendiri di Rusia. Akibatnya penting mereka taruh perlengkapan militer di chokpin yang dekat kutub utara, yaitu apa? Greenland. Nah, jalur pelayaran kutub utara ini diberi nama jalur NSR atau Northern Sea Rot. Nah, makanya jangan heran kalau Rusia udah melihat nih peluang bisnis baru dari terciptanya global warming apa? Mereka sekarang tidak lagi menjadi budak Amerika Serikat lewat terusan Su. Enggak. Mereka sekarang tidak bisa dilarang, tidak bisa dihambat, tidak bisa diblokade karena mereka punya jalur northern sirut atau jalur perdagangan di laut utara, yaitu maksudnya kutub utara. So, Teman-teman enggak usah heran. So, Putin jadi pede banget, Guys. Dia bisa jadi penguasa jalur perdagangan laut yang baru. Karena sekarang Tokyo pun, Jepang pun kalau mau berdagang dengan Eropa ya enggak mesti lagi lewatin Somalia, lewatin Iran. Wah, resiko tinggi tuh di bomoti. Lenyap itu mobil-mobilnya Toyota tuh. Termasuk Jepang pun mesti menghamba sama Rusia. Makanya Rusia investasi besar-besaran di Northern Seaut. Mereka itu sampai udah nyiapin anggaran 400 triliun, Guys, buat membuka jalur perdagangan baru di sana. Nah, jadi harus dilewati oleh kapal-kapal pemecah es terus tuh konsisten sampai kemudian jadi jalur pelayaran yang permanen. Hebat ya. Jadi semua negara-negara di dunia sekarang sudah melotot ke sana termasuk Singapura. Kok bisa? Kenapa ada Singapura? Makanya lu jangan skip video ini. Kenapa? Karena hari ini si Jimping udah tanda tangannya sama Rusia. Mereka sudah bikin perjanjian. Perjanjian yang isinya mereka akan melakukan kooperasi di wilayah Arktik untuk membagi-bagi sumber daya alam di sana, energi yang ada di sana. dan jalur transportasi di sana. Dan teman-teman akan menjadi saksi di masa depan kalau lu mau berdagang dengan Uni Eropa, lu harus lewat kutub utara karena geopolitik Timur Tengah makin tidak stabil, Guys. Percayalah. Yang artinya kalau zaman dulu lu mau berdagang dengan Amerika, lu harus lewat Panama, terusan Panama, atau lu pakai terusan Sues kalau mau berdagang antara Eropa dan benua Asia. Nah, sekarang lu harus minta izin sama Rusia dan Cina. Karena jalur perdagangan yang paling cepat dan paling hemat yang menghubungkan benua Asia dan Eropa, ternyata ada jalur baru, yaitu jalur yang dikuasai oleh Cina dan Rusia. Wah, seru nih, Guys. Jadi makin susah buat Amerika Serikat melakukan blokade ekonomi nih ke Cina. Memblokade laut-laut di Cina. Karena Cina kalau laut Cina Selatan diblokade, dia bisa ambil dari laut utara, Guys. Bekerja sama dengan Rusia. Seru, ya. Tapi sebentar lagi NSR Northern Seot bakal mengubah itu. Jalur ini menjadi krusial buat negara-negara bricks karena mereka tidak perlu lagi lewat wilayah sekutunya Amerika Serikat sehingga Rusia dan Cina bisa mengatur siapa yang diizinkan lewat, kapan mereka boleh lewat dan berapa biaya yang harus dibayar. Makanya buat Amerika Serikat ini adalah sebuah ancaman struktural, Guys. Bukan cuma sekedar ancaman ekonomi. Jadi ternyata Greenland sedemikian kompleks ya. pulau yang penduduknya cuma 50.000 biji itu, Guys, ternyata sedemikian kompleks dan berpengaruh buat geopolitik dunia dan itu ada hubungannya dengan ya global warming. Nah, anyway itu kan pandangannya Rusia, Cina, Donald Trump. Kalau menurut orang Greenland sendiri gimana sih? Mereka setuju enggak sih sebetulnya terkait masalah invasinya Amerika Serikat ini? Lu cek aja video ini. Why should he do that? We don't wan to be bored. We don't really wan to be bored. I'm 73 years old. I have children. I don't want them to be depressed. I don't want them to lose our language. I don't want them to lose our culture. And we will do that if accept Americans. Jadi, ternyata di Greenland juga terjadi pemisahan nih, Guys. Gua lihat sih kubu yang cukup jelas antara orang tua dan orang muda. Orang-orang tua yang melewati masa-masa kejam ya, pemeran dunia 2, mereka sakit hati. Mereka enggak mau juga jadi kacungnya Rusia nih apa Cina. Mereka pilih Greenland itu tetap berada di bawah NATO. Tapi pada saat yang sama mereka juga tidak setuju kalau Amerika Serikat menjajah menguasai Greenland. Mereka mau Greenland hanya untuk orang Greenland. Ini orang Greenland soal orang punya pilihan loh. Lucu juga nih orang Greenland. Terus gimana? Itu kan orang yang anti ya, Guys. Dengan invasi Amerika Serikat. Apakah ada yang pro? Ya tentu saja ada orang yang pro. Jadi orang yang pro biasanya relatif lebih mudah ya. Karena orang-anak muda di sana juga butuh pekerjaan. Susah di situ, Guys. Ini kayak provinsi di Indonesia manajemennya goblok padahal karya sumber daya alam. Itulah Greenland. Makanya anak-anak muda di sana gampang juga dipengaruhi untuk mendukung Donald Trump. Anak-anak muda di sana kalau diinterview mereka setuju dengan invasi Donald Trump karena mereka butuh duit, Guys. B nih mereka nih. Makanya lu juga jangan heran ini dimanfaatkan dengan partai oposisi. Lagi-lagi nih oposisi bikin masalah. Ketika banyak orang di Greenland menolak Donald Trump, menolak penjajahan Amerika Serikat, oposisi menggelar karpet merah, Guys. Makanya mereka buat pernyataan ini. I think there's been a lot of uh fearmongering and uh from the media and especially the Danish media and the divider and conquer uh process uh has been very uh successful from the Danish uh to divide the Greenlandic people to being fearful for of the United States even though that we should probably be more fearful of uh the Danes who are very clever in trying to retain the uh island of Greenland yang intinya oposisi mau mengundang Donald Trump buat menjadi penguasa baru di Greenland. Beda ya. Nah, kalau pemimpin Greenland sendiri gimana nih? Itu kan tadi ada kobu oposisi yang sangat pro dengan Amerika Serikat. Mereka pengin menjadi penguasa di situ dan juga ada komposisi yang anti juga. Mereka penginnya status kuo Greenland ini. Nah, kalau menurut perdana menteri Greenland gimana? Ini pandangan dari bokapnya ya, bapaknya Perdana Menteri Greenland ternyata ngasih bocoran. Orang-orang di Greenland termasuk perdana menteri Greenland itu ketakutan. setiap hari bangun dari tempat tidurnya dengan rasa takut. Takut kalau mereka dibom kayak Venezuela. Takut kalau mereka diadu domba seperti Iran. Takut kalau mereka hilang dari planet bumi ini. Bisa enggak? Sangat bisa. Kenapa? Karena ini Perang Dunia 3, Guys. Mereka tidak mau berada di tengah zona konflik. Makanya bapaknya perdana menteri Greenland bikin pernyataan seperti ini. Trump of course every minut every day every morning you wake up what did he now decide to do what will you hear from him now? So kesimpulannya guys gimana nih guys? Greenland ternyata sedemikian kompleks ya. Tidak semudah dan segampang yang dibayangkan itu. Menurut kalian jujur-jujuran aja L di antara kita nih. Menurut lu berhasil enggak dia Trump itu menguasai Greenland? Bakal sukses enggak dia? Dia udah sukses bikin kerusuhan di Iran bentar lagi ganti rezim. Dia udah sukses membuat pembantal. Puluhan ribu orang mati di Iran. dia udah sukses juga mengganti presiden Venezuela, Guys. Nah, kali ini lebih menarik, Guys. Karena lawannya Donald Trump bukan cuma presiden negara kecil seperti Venezuela dengan Maduro. Bukan juga Komeni yang gampang diadu domba nih seperti Indonesia, gampang diadu domba negaranya. Karena yang dihadapi oleh Donald Trump kali ini adalah negara sekutunya sendiri, sekutu NATO di Eropa. Sebuah pulau yang dikuasai oleh negara kerajaan Denmark. Pertanyaannya menurut kalian, apa yang bakal terjadi nih selanjutnya? Bisa enggak Donald Trump menginvasi Greenland? Dan kalau bisa pakai cara apa? Jalur referendum, jalur adu domba. Karena kebetulan oposisi di Greenland udah menggelar karpet merah juga, Guys. Sama kayak oposisi yang di Venezuela, karpet merah. Kalau perlu bunuh presiden gua aja. Gitu yang dinyatakan oleh oposisi. Yang penting jadikan Maria Machados sebagai presiden Venezuela. Apapun yang diinginkan Donald Trump akan disediakan. Ternyata oposisi di Greenland sudah menggelar karpet merah juga, Guys. Buat negaranya diganti manajemennya jadi manajemen Amerika Serikat. Pertanyaan yang menurut lu, apa yang akan terjadi? Jawab dong pandangan kalian di kolom komentar yang ada di bawah ini. Menurut gua, Donald Trump bakal menguasai Greenland tanpa satu peluru sekalipun. Menarik pertanyaannya, lewat jalur apa? Pakai metode apa? Apakah metode dibayar setiap-tiap orang yang akan pergi ke kotak-kotak suara referendum itu kasih duit politik uang? Karena rakyat Greenland susah, butuh duit mereka. Atau ada metode lain? Memang faktanya hari ini ada pangkalan militer Amerika Serikat di sana. Pura-pura bodoh aja. Anggap Denmark ini sebagai negara boneka. Enggak usah dianggap. Selonong boy aja keluar masuk. Seenak jidat. Enggak ada yang peduli kok. Cuma negara kecil ini. Menurut kalian gimana nih apa yang terjadi dengan Greenland? Kalau menurut gua Amerika Serikat akan berhasil mengambil alih Greenland tanpa satu peluru sekalipun. Menarik ya, Guys. Dan yang lebih menarik apa langkah selanjutnya yang diambil Rusia dan Cina nih kalau manajemen Greenland pindah ke Amerika Serikat? Dan teman-teman tahu enggak ada pemain lain loh yang belum kita bahas dengan detail di sini yaitu Singapura. Ternyata diam-diam Singapura mengambil keuntungan triliunan dari prahara kutub utara ini, Guys. Kok bisa ya? Lu lebih pilih di next video kita bahas yang mana nih? Gimana caranya Singapura dapat cuan gede dari kutub utara atau gimana caranya Trump menguasai Greenland tanpa satu peluru sedikit pun? Oke, guys. Segara kirim pandangan kalian di kolom komentar di bawah ini. Berhasil enggak ya Donald Trump menguasai Greenland dan pakai cara apa menurut kamu? Segera tulis pandangan kamu seperti apa di kolom komentar. Semoga video ini bermanfaat. Segera share video kita sebanyak-banyaknya dan like video kita sebanyak-banyaknya. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye. [musik]
Resume
Categories