BAK PREMAN!! SETELAH VENEZUELA HANCUR, AMERIKA INCAR GREENLAND!! Selanjutnya INDONESIA?
F1tP7KVo0MA • 2026-01-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget ini, Guys. Amerika
Serikat enggak berhenti cuma sampai di
Venezuela loh. Setelah mereka meringkus
ya pemimpin tertinggi Venezuela, si
Maduro itu sukses nih diculik dibawa ke
tahanan Amerika Serikat. Dan setelah
mereka sukses memporak-porandakan Iran
juga, Iran sekarang kacau, keos. Udah
puluhan ribu orang loh, by the way di
Iran yang mati ditembak dibantai sama
rejim sampai jalan-jalan di Iran penuh
dengan yang berserakan, Guys. Nah,
ternyata enggak cuma berhenti sampai di
situ, dunia makin rusuh karena detik ini
Amerika Serikat resmi menerbangkan
pesawat pembomit-langit
Greenland di Kotub Utara. Hm, apa nih?
Jangan-jangan Donald Trump mau invasi
Greenland, Guys. Abang pentingnya apa
sih sebongkah gunung es yang ada di
bagian kutub bumi ini? Kenapa Donald
Trump nafsu banget buat menguasai sebuah
daerah yang kayaknya gak penting di
situ? Cuman ada beruang, Guys.
Penduduknya juga gak banyak di
Greenland, cuma 50.000 orang. Jadi bukan
wilayah yang signifikan dan enggak layak
juga buat dihidupin sama manusia karena
lu gak bisa bercocok tanam di padang
salju. So, jadi pertanyaan ya, kenapa
Donald Trump ngebet banget nafsu banget
buat menguasai Greenland? So,
teman-teman kalau lu penasaran jangan
skip video ini karena kita akan memasuki
pintu gerbang perang dunia 3. Jangan
skip video ini. Let's check di sini.
Jadi, Teman-teman, ada kemungkinan besar
nih NATO bakal pecah gara-gara Donald
Trump udah membuat pernyataan untuk yang
kesekian kalinya bahwa Donald Trump mau
merebut Greenland. yang teman-teman
tahulah Greenland ini adalah bagian dari
Denmark dan Denmark adalah negara
anggota NATO yang artinya sebetulnya
NATO itu wajib melindungi negaranya
kalau diserang. Nah, akibatnya banyak
raksasa Eropa yang ngamuk gara-gara
Donald Trump mau ambil alih Greenland.
Mau diakuisisi nih Greenland sama
Amerika Serikat nih. Dan ini bukan cuma
retorika belaka karena Donald Trump
benar-benar sudah memerintahkan militer
dia untuk menyusun rencana invasi
Greenland. Jadi bukan ngomong-ngomong
doang, bukan cuma retorika di media
massa, tapi sudah bikin rencana invasi
Greenland. Ya, kurang lebih sama kayak
mereka menyerbu Irak, Afghanistan lah.
Jadi bukan kayak Venezuela. Kalau di
sini memang mereka benar-benar mau
menurunkan pasukan angkatan darat mereka
ke Greenland, Guys. Dan ini seru banget
sih buat kita pelajarin. Kenapa? Karena
Greenland itu ya suka enggak suka adalah
pulau terbesar di dunia. Dan tentu saja
gara-gara wilayahnya besar, artinya
Donald Trump kalau dia mau menguasai
pulau sebesar itu tentu perlu rencana
yang matang. Makanya jenderal-jenderal
di Pentagon itu hari ini dikumpulkan
untuk bikin rencana yang presisi terkait
dengan rencana mereka menjajah Greenland
ini, Guys. Tapi pertanyaannya kenapa
Amerika kayaknya tergesa-gesa ya?
Soalnya Komeni juga belum jatuh loh.
Komeni masih ketakutan aja di pojokan
rumahnya sambil nangis-nangis kali.
Donald Trump enggak sabar nih nunggu
Iran jatuh. Padahal harusnya skenario
Benix setelah Venezuela itu Iran dulu,
Guys. Baru Greenland. Nah, tapi Iran aja
belum berhasil di-take over nih, belum
ganti manajemen nih. Pelatihnya masih
sama nih kalau kalau sepak bola nih.
Kenapa tiba-tiba Donald Trump nafsu
banget udah mau ngambil Greenland nih.
Nih gerak-gerak cepat nih dia nih. Apa
penyebabnya? Ya, kalau teman-teman lihat
video ini, alasan utama Donald Trump
pengen buru-buru ambil alih Greenland
adalah alasan national security alias
keamanan nasional ada berhubungan dengan
pertahanan dan keamanan Amerika Serikat
sendiri. Ini videonya.
Jadi dari situ teman-teman bisa lihatlah
kepentingannya Donald Trump ngambil itu
sebetulnya demi melindungi kepentingan
bangsa dan negara Amerika Serikat. Jadi
Donald Trump ini sangat peduli guys
dengan bangsanya. Enggak kayak negara
Kazakhstan, pemimpinnya mah sibuk aja
korupsi. Sibuk aja ngibulin rakyatnya.
Sibuk aja tipu sana tipu sini, Guys.
Tapi kalau Presiden Donald Trump, dia
begitu mencintai rakyatnya, Guys. Dia
sampai memikirkan bagaimana menguasai
negara lain demi kepentingan bangsa dan
negaranya. Loh, makanya jangan heran
kalau Donald Trump mengatakan bahwa
Washington One way or the other pasti
dan wajib mengambil alih Greenland.
Karena kalau mereka tidak mengambil ahli
Greenland, maka negara Rusia atau Cina
yang akan mengambil ahli Greenland. Dan
Donald Trump sepanjang dia masih berdiri
menghirup udara di dunia ini, dia tidak
akan membiarkan itu terjadi. Dia tidak
akan membiarkan Rusia dan Cina menguasai
Greenland. Dan Donald Trump juga enggak
peduli meskipun sebenarnya Greenland itu
bukan punya Amerika. Greenland itu punya
Denmark. Tapi menurut Donald Trump,
Greenland harus sepakat, harus
mengiyakan proposalnya Donald Trump
karena pilihannya Donald Trump ambil
alih pakai kekerasan militer. Atau
pilihan yang kedua, Greenland dikasih
opsi buat bikin referendum kayak di
Papua. Bikin referendum lu, lu pengin
join Belanda atau pengin join Indonesia?
So, Greenland lu pengin join Denmark
atau join Amerika Serikat. Itu pilihan
yang keras dan nyata yang disampaikan
oleh Donald Trump. Dan kenapa buat
Donald Trump ya Greenland itu harus
sepakat, harus menyetujui proposalnya
Donald Trump untuk join bergabung
menjadi provinsi, negara bagian atau
apapun itulah di bawah manajemen Amerika
Serikat. Ya alasannya menurut Donald
Trump sekali lagi ya karena sebetulnya
jauh di dalam lubuk hati rakyat
Greenland mereka itu tidak mau menjadi
budaknya Rusia ataupun budaknya Cina.
Sekali lagi menurut Donald Trump karena
ya lu tahu aja lah Greenland itu enggak
punya tentara guys. Mereka enggak punya
kemampuan untuk melindungi dirinya
sendiri. Pertahanan di Greenland hari
ini yang bisa diandalkan itu cuman dua
anjing Siberian Husky yang ada di kutub
utara, Guys. Ini bukan gua ngadi-ngadi.
Memang Donald Trump bilang cuman ada dua
anjing. Itulah benteng pertanian
Greenland. Itulah tentaranya Greenland
hari ini. Dua anjing Siberian Husky.
Sementara Rusia dan Cina, guys, mereka
punya kapal perang, kapal selam tenaga
nuklir. Mereka punya pesawat jet tempur.
Gimana ceritanya dua anjing Siberian
Haski ini bisa menang melawan negara
super power dengan kekuatan nuklir
seperti Cina dan Rusia? Nah, itu logika
berpikir yang sampaikan Donald Trump
bisa jadi benar, Guys. Tapi sebelum kita
bahas lebih detail ke sana, gimana sih
sebetulnya reaksinya rakyat Denmark
kalau Greenland? Enggak usah dihitung
lah, Guys. Penduduknya cuma Rp50.000.
Kalah sama penduduk kecamatan di Jakarta
lah. Ini cuma Rp50.000 penduduknya,
Guys. Greenland. Jadi enggak penting
juga sebetulnya dari sudut pandang
Donald Trump ya apa Amerika Serikat.
Nah, yang menarik kalau kita lihat sudut
pandang negara Denmark yang hari ini
menduduki, menguasai, mengkolonisasi
Greenland. Tahu enggak teman-teman, apa
tanggapannya Denmark? Ternyata Denmark
bukan serta-merta mengiakan Amerika
Serikat. Enggak. Ternyata pemerintahan
Denmark bahkan membuat pernyataan mereka
tidak setuju dengan Donald Trump. Bahkan
mereka bilang kalau ada satu aja sepatu
tentara Amerika Serikat yang
menginjakkan kakinya di Greenland,
tentara Denmark berhak menembak mereka.
Karena mereka sudah punya
undang-undangnya, Guys, di tahun 1952
itu era perang dingin, ya. Itu Denmark
sudah memberikan instruksi kepada
seluruh tentara mereka, angkatan darat,
angkatan udara, angkatan laut. Kalau ada
kekuatan asing yang mendarat yang
menginjakkan kakinya di tanah Denmark
manaun itu, mereka bisa melakukan
serangan. Mereka bisa nembak duluan
tanpa harus menunggu komando dari
pemerintah pusat, tanpa perlu harus
mendapatkan approval dari pemimpin
tertinggi Denmark. Jadi memang by
undang-undang mereka tuh sah. Boleh
tentaranya main tembak aja sendiri
begitu ada tentara musuh mendarat di
sana. Dan ini logika berpikir yang wajar
dan bisa dimaklumi. Kenapa? Karena kalau
teman-teman lihat ya, peraturan yang
dibikin oleh pemerintah Denmark ini ada
asal usulnya. Yaitu ketika Nazi Jerman,
jadi di eranya Perang Dunia 2, Nazi
nyerang Denmark. Saat itu jalur
komunikasi diputus. Dan ketika Nazi
menyerang Denmark di bulan April tahun
1940 itu terjadi kebingungan di
mana-mana. Daerah-daerah terpencil di
Denmark mereka merasa Jerman ini
jangan-jangan sekutu kita. Jerman ini
jan-jangan harus kita lindungi. Apa
kebijaksanaan politik pemimpin kita?
Bersekutu dengan Jerman atau bersekutu
dengan Inggris? Mereka juga enggak tahu.
Mereka buta. Jadi ketika terjadi invasi
Jerman saat itu, tidak ada koordinasi
yang baik, Guys. Makanya sempat ada
beberapa peristiwa di mana tentara
Jerman sama tentara Denmark itu kawanan.
Tapi di sisi lain kadang-kadang mereka
juga saling bunuh, saling tembak karena
mereka tidak ada koordinasi mengenai
arah kebijakan politik pemerintah saat
itu. Terputus saluran komunikasinya dan
akhirnya ya tentara Denmark enggak bisa
secara efektif melawan tentara Jerman.
Nah, makanya sejak saat itulah dibuat
perintah baru ketika terjadi invasi
pendaratan tentara musuh di mana pun itu
berada di wilayah teritorial Denmark
tanpa perlu bertanya-tanya, tanpa perlu
menunggu perintah pusat, lu berhak
melakukan perlawanan, lu berhak
melakukan serangan, enggak usah
nanya-nanya karena mereka belajar dari
kesalahan masa lalu. Segala sesuatu
harus minta approval ke pusat. eh pusat
lagi diblokir saluran komunikasinya
sehingga terjadilah asal-usul perintah
1952 ini. Dan sampai detik ini
undang-undang itu masih berlaku, Guys.
Dan ini ah dinyatakan sih sama Perdana
Menteri Denmark juga bahwa mereka harus
siap nih untuk melindungi teritorial
Denmark. Bahkan surat berita ternama ya,
The Sunday Guardian ini sampai bikin
tulisan yang luar biasa bahwa lu bisa
nembak duluan. Shoot first, ask
questions later. Tembak dulu, tanya
belakangan. Yang penting lu tembak aja
dulu. Dan inilah yang akan diberlakukan
di Greenland ketika Amerika Serikat
mendarat di sana. Wah, seru banget ini,
Guys. Nah, tapi yang paling seru sih
kalau kita mau melihat gimana sih
reaksinya Cina ya kan at the end of the
day sebetulnya Greenland itu urusan yang
enggak penting Denmark negara kecil lah.
Enggak ngaruhlah buat Amerika Serikat.
Greenland aduh enggak penting.
Sebetulnya yang mau dia serang itu Cina.
Makanya yang paling dinanti-nanti dunia
gimana sih responnya Cina terhadap
rencana invasi Amerika Serikat di
Greenland. Nah, Teman-teman tahu enggak
juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina
Mauning itu sudah bilang bahwa kegiatan
negara Cina di Arctic di Greenland itu
bertujuan buat kedamaian, mempromosikan
perdagangan, stabilitas, pembangunan
yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Dan itu sudah sesuai dengan kaidah hukum
internasional. Dan semua negara itu
memiliki hak dan kebebasan buat
melakukan aktivitas di Arktik sesuai
hukum. Dan ini harusnya dihormati dan
Amerika Serikat tidak seharusnya
mengejar kepentingannya sendiri dengan
menggunakan negara lain sebagai dalih.
Jadi alibi-alibia aja lah. Padahal
tujuannya menekan Cina. Dan menurut juru
bicara Kementerian Luar Negeri Cina ya
Arktik ini sebetulnya menyangkut
kepentingan keseluruhan komunitas
internasional. Jadi enggak bisa satu
negara pengin ngaku-ngaku penguasa kutub
utara, penguasa kutub selatan. Nanti
sekalian aja klaim lu yang punya
Neptunus, Mars, Uranus kan aneh. Dan
bukan cuman Cina, Guys, yang ngasih
komentar. Rusia juga gatal nih buat
ikut-ikutan manas-manasin situasi. Lu
tahulah ya kalau lu jadi Rusia apa yang
lu lakukan? Tentu yang wajib lu lakukan
adalah manas-manasin Donald Trump.
Makanya yang dilakukan Rusia hari ini
apa? Dia bilang apa? Donald Trump needs
to hurry. Donald Trump harus buru-buru
nih. Harus buru-buru nyerbu Greenland.
Kenapa? Karena menurut informasi yang
ada, dalam beberapa hari akan diadakan
referendum di Greenland dan di sana
bakal ada 55.000 Ibu pemberi suara nih
yang nyoblos nih di Greenland. Dan
mereka bisa saja memutuskan ketika
terjadi referendum bukan memutuskan
untuk bergabung dengan Denmark atau
bergabung dengan Amerika Serikat.
Jangan-jangan mereka di sana malah
memutuskan untuk bergabung dengan Rusia.
Wah, seru banget nih, Guys. Jadi menurut
Medvedev yang bikin pernyataan ini,
mantan presiden Rusia. Jadi bukan orang
asal-asalan yang bikin pernyataan ya.
Dia terus terang bilang, "Eh, lu harus
buru-buru nih, Donald Trump. Lu harus
buru-buru menjajah menginvasi
Greenland." Karena Greenland ketika dia
bikin referendum, dia bebas menyatakan
keinginan mereka bergabung dengan siapa.
Mau bergabung dengan Indonesia juga bisa
sih. Tapi menurut Rusia ada kemungkinan
Greenland mau join dengan Rusia. Memang
menurut gua ngadi-ngadi. Enggak
mungkinlah Greenland join dengan Rusia.
Tapi pintar semangatnya harus kita
hargai nih semangatnya Rusia untuk
membuat suasana semakin panas dan untuk
memancing Amerika Serikat memusuhi NATO
yang pada akhirnya kalau betul-betul
Amerika Serikat mengakui sisi Greenland
Amerika Serikat artinya secara resmi
menyatakan NATO sudah berakhir. Amerika
Serikat enggak peduli Greenland adalah
wilayahnya Denmark. Tapi demi
kepentingan nasional Amerika Serikat,
Amerika Serikat berhak menjajah negara
manapun. Udah pasti artinya NATO bubar
dan kalau NATO bubar, Rusia happy.
Makanya lu enggak heran kalau seandainya
Rusia bikin pernyataan seperti itu.
Donald Trump harus buru-buru menjajah
Greenland, Guys. Karena Greenland pengin
bergabung ke Rusia di referendum
tersebut. Tapi, Teman-teman, sebetulnya
apa sih yang mau diincer dalam situasi
Greenland ini sama Amerika Serikat? Apa
sih rahasianya? Sampai semua negara kok
mendadak tiba-tiba Cina komen ya? Kok
mendadak Rusia komen ya? Kok mendadak
Donald Trump komen ya? By the way di
belakang layar Singapura hari ini juga
lagi bikin meeting dengan agen
intelligent dia buat apa? Mengambil
keuntungan dari peristiwa di kutub utara
ini. Kenapa tiba-tiba semua orang jadi
heboh? Ini sebuah rahasia nih. Apakah
Greenland memegang sebuah rahasia
penting sampai Donald Trump berani
mengkhianati sekutunya dia sendiri? NATO
hanya demi pulau kecil yang namanya
Greenland, Guys. Kenapa, Guys? Kalau lu
penasaran, lu jangan skip video ini
karena kita bakal bahas di bagian akhir
dari video ini. Tapi sebelum kita bahas
ke sana, kita masuk dulu sebetulnya
Greenland itu barang apa sih? Ini
rasanya kayak gado-gado apa tempe bacem
sih, Guys. Nah, kita harus tahu dulu
Grenland itu sebetulnya adalah sebuah
pulau yang terbesar di dunia. Dia bukan
benua, Guys. Dia sebuah pulau besar
banget. Lokasinya ada di Arctik ini ya,
wilayah kutub utara. Dan pulau Greenland
ini memiliki luas 2,2 juta km²
atau kurang lebih setara 6 kali negara
Jerman, Guys. Nah, sayangnya negara ini
juga populasinya sangat sedikit. Artinya
populasi penduduknya tersebar ke
mana-mana. Populasi dengan negara seluas
en kali Jerman, ternyata jumlah
penduduknya hanya 56.000 manusia. Bahkan
satu kecamatan di Jakarta aja jauh lebih
banyak penduduknya dibandingkan penduduk
Greenland. Dan mayoritas dari penduduk
Greenland adalah penduduk asli inuit.
Jadi kayak Badui lah kalau di Indonesia.
Nah, kenapa menarik Greenland ini?
Karena dia berlokasi di antara
perbatasan benua Amerika dan benua
Eropa. Dan karena lokasinya sangat
strategis, ini adalah lokasi yang sangat
tepat kalau kita mau taruh sistem radar,
sistem monitoring rudal antar benua atau
sistem monitoring kapal-kapal lalu
lintas yang melewati kutub utara.
Meskipun memang ekonomi Greenland-nya
sangat kecil, Guys. Enggak menarik. Hari
ini ekonomi dia masih berbasiskan
perikanan. Jadi, mayoritas penghasilan
dia dari jual beli hasil penangkapan
ikan di sana. Dan sumber penghasilan
APBN Greenland mayoritas masih merupakan
subsidi dari negara Denmark. Ya,
meskipun ya dalam beberapa tahun
terakhir memang ada peningkatan sedikit
penghasilan Greenland dari sumber daya
alam mereka, yaitu apa? industri
pertambangan rare earth mineral,
uranium, dan besi. Nah, sebetulnya
Greenland juga punya cadangan yang cukup
besar loh, cadangan minyak dan gas bumi
juga yang menjadikan Greenland
sebetulnya menarik nih untuk dijadikan
negara boneka seperti Venezuela. Nah,
anyway teman-teman kita bahas secara
ekonomi. Lu tahu enggak? Guys, kemarin
kita bikin video khusus spesial tentang
masa depan batu bara di tahun 2026.
Teman-teman penasaran enggak gimana
kalau masa depan sektor yang lain?
Apalagi kemarin Venezuela habis diculik
presidennya. harga minyak dunia akan
seperti apa, termasuk harga emas, harga
silver yang tahun ini aja sudah meroket
lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir.
Kita belum bicara soal sektor lain
seperti pariwisata, sektor perbankan,
sektor pertambangan. Apalagi kita sudah
memasuki era di mana faktor geopolitik
menjadi salah satu faktor yang paling
penting dalam menyusun strategi ekonomi
[musik] kalian. Jadi buat teman-teman
para pelaku usaha, orang-orang di
pemerintahan, duta besar sekalipun
sampai akademisi dan investor yang ada
di Indonesia, lu penasaran enggak sih
gimana sudut pandang BENX tentang
Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026
ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join
di acara Spial Benix Economic Outlook
2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu
tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera
daftarkan dirimu sekarang juga kalau
yang mau ikutan acara Special Benix
Economic Outlook 2026. Kursinya
terbatas, segera daftarkan dirimu
melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah
ini atau scan kode QR code yang ada di
sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix
Economic Outlook 2026 hanya di Titan
Center Bintaro. Nah, anyway teman-teman,
kita bahas secara ekonomi. Lu tahu
enggak Greenland itu secara ekonomi
GDP-nya di tahun 2023 itu kecil banget
loh. Sebetulnya cuman 54 triliun. Jadi
kalau ngomong secara ekonomi, negara ini
nothing lah, enggak penting. Indonesia
sendiri GDP-nya 24.000 triliun. Artinya
GDP Indonesia sendiri 400 kali lipat
lebih besar dibandingkan Greenland kita
jauh lebih besarlah secara ekonomi
dibandingkan negara Chile seperti
Greenland ini. Terus kalau gitu kenapa
jadi menarik ya Greenland ini? Kenapa
jadi rebutan ya? Cina kasih komentar,
Rusia kasih komentaran, NATO pun kasih
komentar. Ya, simpel aja karena ternyata
Greenland itu memiliki cadangan mineral
dan energi yang sangat besar. Meskipun
nilai ekonomi negaranya cuman R4
triliun, tetapi nilai sumber daya
tambang di sana, oil, gas, dan mineral
itu ditotal setara 74.000 triliun alias
setara 4,4 triliun dolar, Guys. Nah, ini
baru jadi menarik nih. Ternyata ini
adalah bisnis puluhan ribu triliun. Wah,
menarik nih. Cuman ya sayang aja ya
negara Greenland meskipun dia sangat
kaya raya, tetapi sampai detik ini
mayoritas penghasilan dia masih
mengandalkan subsidi belas kasihan dari
negara Denmark. Dan ini ada sejarahnya
juga. Denmark itu memang punya ikatan
batin lah sama Greenland selama
beratus-ratus tahun. Denmark itu
menjadikan Greenland sebagai koloni
jajahan dia selama beratus-ratus tahun
sampai kemudian di tahun 1953
di mana Greenland menjadi provinsi di
negara Denmark. Dan ini kemudian
berevolusi lagi karena kemudian di tahun
Denmark memberikan kebebasan bagi
Greenland untuk memerintah dirinya
sendiri. Dan ketika terjadi referendum
di tahun 2009, di sini Greenland kembali
mendapatkan otonomi yang lebih besar
lagi buat wilayah mereka. Jadi per tahun
2009 kemarin, Guys, sudah resmi
Greenland itu udah jadi daerah istimewa
lah. Kalau kayak di Indonesia itu kayak
Aceh. Mereka bisa punya bendera sendiri,
mereka bisa punya partai sendiri, mereka
bisa menentukan bentuknya gimana, bahkan
mereka bisa bikin persatuan sepak bola
sendiri di luar PSSI. Berhak mereka
secara undang-undang. Greenland pun
seperti itu. Jadi meskipun mereka punya
57.000 orang, penduduknya sangat sedikit
sekali, tapi sebetulnya otonomi yang
diberikan Denmark itu sudah begitu
besar, Guys. Jauh lebih besar
dibandingkan otonomi daerah yang ada di
Indonesia. Kenapa? Karena di Greenland,
pemerintah Greenland berhak mengatur
urusan terkait pendidikan, kesehatan,
pajak lokal, sumber daya alam yang mau
mereka eksploitasi itu mereka berhak.
Atau dengan kata lain, pemerintahan
Greenland berhak punya Kementerian
Pendidikan sendiri, Kementerian
Kesehatan sendiri, Kementerian
Pertambangan ESDM sendiri. Bahkan mereka
bisa punya Kementerian Keuangan sendiri
buat narik pajak di sana. Hebat kan?
Luar biasa. Dibandingkan Indonesia.
Indonesia ngaku-ngaku otonomi daerah.
Tapi kalau lu mau nambang di daerah
apapun lu harus minta izin sama
pemerintah pusat. Jadi otonominya
sebelah mana? Dan negara Denmark sisanya
apa? Dan Denmark punya kekuasaan apa
yang dia jaga? Ternyata Denmark itu
tetap berkuasa atas permasalahan yang
berhubungan dengan militer, pertahanan,
hubungan internasional. Jadi, Greenland
enggak boleh punya kedutaan. Greenland
enggak boleh punya Kementerian luar
negeri. Enggak boleh. Urusan luar negeri
di-handle sama Denmark. Urusan
perjanjian internasional, kebijakan luar
negeri itu cuma Denmark yang boleh punya
tanda tangan, wewenang. urusan
pertahanan keamanan serta
perjanjian-perjanjian lain yang diadakan
oleh Denmark dengan negara lain otomatis
mengikat Greenland juga, Guys. But
anyway, dari sini kita bisa lihat
sebetulnya memang Denmark masih
bertanggung jawab terhadap militer
perlindungan yang ada di pulau
Greenland. Dan menurut gua fair juga sih
sebetulnya perjanjian otonomi antara
Greenland sama Denmark. Kenapa? Karena
ya meskipun mereka bagian dari koloni
dulunya sekarang menjadi daerah khusus,
daerah istimewa Greenland. Tapi
sebetulnya dan sejujurnya Greenland itu
masih belum bisa berdiri sendiri. Kenapa
negara Greenland belum bisa berdiri
sendiri, Guys? Karena dia sebagai
provinsi punya APBD ya atau negara kita
bilang APBN lah. APBN mereka itu cuma 24
triliun. Dari 24 triliun itu ternyata
50% ya berupa subsidi, Guys. Jadi sama
kayak provinsi-provinsi di Indonesia,
TKD transfer pusat ke daerah. Kalau
Indonesia sampai 80% bahkan banyak
kabupaten, provinsi yang tidak layak
berdiri di Indonesia karena 80% sumber
APBD-nya dari pemerintah pusat. Makanya
lu jangan-jangan suka bilang ya, aneh
banget ya, Kalimantan kayak batu bara
dirampok tapi jalan-jalan jelek-jelek di
situ hancur karena dana dikasih ke
pusat. Simpel aja. Kenapa disedot sama
pusat? Ya karena memang korupsi juga
banyak di Indonesia. Tapi pusat juga
harus mensubsidi daerah-daerah yang
tidak layak ada. Daerah-daerah yang 80%
APBD-nya mengandalkan transfer pusat ke
daerah. Contoh paling laknat adalah KZ
Greenland ini modelnya. Kenapa? Punya
sumber daya alam besar tapi dia enggak
bisa olah. ujung-ujungnya jadi beban
negara, Guys. Lu bayangin APBD dia cuma
24 triliun, 22 24 triliun. Lebih dari
50% adalah transfer pusat dari Denmark
ke Greenland. Mereka memang belum layak
buat jadi sebuah negara ya. Meskipun
sebetulnya mereka kaya akan sumber daya
alam. Denmark juga udah sangat
benar-benar pengin Greenland ini
independent, Guys. Bahkan Greenland itu
sampai dikasih undang-undang khusus buat
pertambangan. Kalau ada hasil tambang
ditemukan, diolah, dijual dari
Greenland, mineral nih, penghasilan dari
penjualan bahan tambang itu enggak usah
disetor ke pemerintah pusat, enggak usah
dietor ke Denmark. Duitnya buat
Greenland aja, biar lu tambah kaya lah
di situ, biar lu bisa mandiri, Guys.
Cuma sayangnya sampai detik ini ya itu
tidak dilakukan juga. Memang capcai juga
orang kalau udah kebiasaan di subsidi
pemalas jadinya, Guys. Dan itu terbukti
di Grandland ini. Jadi, lu bayangin
kalau di Indonesia ya, Kalimantan Timur
dikasih hal yang sama. Lu bebas buka
tambang sebaik-baik, enggak usah setor
ke pemerintah pusat. Hari ini udah lebih
kaya daripada Singapura tuh Kalimantan
Timur. Kaya banget udah pasti kalau
pengaturannya sama seperti Denmark dan
Greenland ini, Guys. Jadi ada otonomi
yang sangat besar buat mengatur ekonomi
sendiri. Tapi ya faktanya kan enggak
seperti itu. Tapi ya udahlah sekarang
kita mau bahas Greenland. Kenapa
Greenland ini penting buat Amerika
Serikat? Kenapa Amerika Serikat wajib
mencaplok Greenland dari Eropa, dari
NATO? Sebetulnya ada empat alasan, Guys,
kenapa penting bagi Amerika Serikat buat
mencaplok Greenland. Alasan pertama
adalah alasan sumber daya alam, yaitu
apa, Guys? Greenland itu tadi gua sebut
sangat kaya dengan rare earth, bahan
mineral tanah jarang. Dan ini sangat
dibutuhkan Amerika Serikat buat
menyambut perang dunia 3. So, negara
Greenland itu setelah diteliti memang
kaya akan sumber daya alam seperti biji
besi, grafit, tongstain, paladium,
fanadium, zink, emas, uranium, tembaga,
dan minyak bumi. Dari sekian banyak
harta kekayaan sumber daya alam mereka,
satu yang menjadi pusat perhatian
Amerika Serikat adalah cadangan rare
earth elemennya, Guys. Jadi, logam tanah
jarang nih. Soalnya Amerika Serikat itu
sangat membutuhkan logam tanah jarang
dari Cina. Tapi sekarang mereka sudah
menemukan cadangan yang besar di
Greenland. Greenland cadangan rare
earth-nya itu peringkat 8 dunia. Mereka
punya 1,5 juta ton rare earth mineral.
Dan ini jadi masalah, Guys. Karena rare
earth mineral ini adalah penentu utama
kekuatan ekonomi global di masa depan.
Kalau zaman dulu yang penting itu minyak
bumi, tapi zaman sekarang yang penting
itu rare, earth mineral. Karena zaman
dulu kalau mau jalan tank lu, lu mau
jalan kapal lu, lu perlu bensin dari
minyak bumi itu. Ya, tapi kalau zaman
sekarang lu bisa jadi pesawat lu
terbang, mobil lu jalan, tank lu jalan,
enggak pakai lagi minyak bumi, tapi
pakai baterai. Gila, Guys. Bahkan Cina
sendiri udah meluncurkan loh kapal
perang pakai baterai bukan pakai solar.
Jadi sangat penting buat Amerika Serikat
segera merebut kekuatan sumber daya rare
art mineral ini. Makanya gak usah kaget
kalau industri penerbangan militer itu
membutuhkan logam tanah jarang, Guys.
Rared mineral. Bahkan perusahaan
diantara Amerika Serikat yang sangat
ternama Lockhit Martin itu adalah
pengguna terbesar samarium. Samarium ini
adalah salah satu jenis logam tanah
jarang yang memiliki kekuatan
supermagnet yang mampu menahan suhu amat
tinggi. Makanya teman-teman jangan heran
pesawat jet tempur yang super canggih
namanya F35 lu tahu ternyata membutuhkan
lebih dari 400 kg rare earth mineral.
Jadi dalam satu pesawat jet tempur super
canggih F35 ada 400 kilo logam tanah
jarang di situ, Guys. Itulah begitu
pentingnya logam tanah jarang ini.
Tetapi sayang ser000u sayang walaupun
Greenland memiliki lebih dari cadangan
mineral yang sampai 74.000 triliun itu,
tetapi Denmark tidak memiliki kemampuan
buat mengolahnya, memanfaatkannya.
Sia-sia itu. Bahkan justru yang
mengambil keuntungan adalah negara Cina.
Jadi teman-teman asal lu tahu ya 7 tahun
yang lalu ketika negara Denmark ini cuma
bisa plonga-plongok, plonga-plongo kayak
orang bego, Cina itu udah mulai
membangun perusahaan tambang uranium
yang terbesar di Greenland yang namanya
perusahaan Senggheh. Jadi Shengheh ini
baru aja membeli perusahaan Greenland
Mining 12,5% sahamnya dibeli oleh China.
Dan kenapa ini penting untuk kita
ketahui? Karena cadangan uranium
Greenland Mining Energy atau GME itu ada
270.000 R000 ton. Jadi ketika dunia pada
enggak ngerti, enggak nyampai otaknya
buat melakukan eksplorasi di Greenland,
Cina udah berpikir sejak 7 tahun yang
lalu untuk menggali cadangan uranium di
sana 270.000 ton, Guys. Dan kalau ini
dibiarkan
terjadi berlarut-larut, Cina lama-lama
bakal menguasai bukan hanya rare Earth,
tetapi cadangan nuklir terbesar di dunia
juga. Wah, ini jadi masalah buat Amerika
Serikat karena hari ini aja ya produksi
rare Earth ya di dunia ini 353.000 ton.
Dari 353.000 ton ternyata 240.000
tonnya berasal dari Cina. Jadi, Cina itu
memproduksi hampir 70% rare earth yang
ada di dunia ini. Jadi, negara apapun
kalau lu mau bikin pesawat jet, mau lu
Prancis, Spanyol, Jerman, Amerika
Serikat, lu harus jilat pantat si
Jimping. Lu harus ngemis supaya dikasih
rare earth mineral. Dan ini pasti tidak
mengenakkan. Siapa pemimpin dunia Macron
gitu disuruh jilat pantat, si jimping
happy. Enggak, pasti enggak suka. Tapi
mau enggak mau kalau enggak pesawat
Airbus enggak bisa berangkat, enggak
bisa terbang. Gimana dong? Jadi banyak
negara-negara barat juga yang enggak
suka ketika rare earth mineral ini
dikuasai oleh satu supplier utama yang
namanya Cina ini, Guys. Makanya penting
banget buat Amerika Serikat untuk segera
merebut Greenland sebelum terlambat,
sebelum seluruh negara menjadi budaknya
Cina, Guys. Jadi, itu alasan yang
pertama dan terutama soal penguasaan
raret mineral yang ada hubungannya
dengan produksi alat-alat perang untuk
perang dunia yang ketiga, Guys. Nah,
alasan kedua apa? Alasan yang kedua
adalah faktor keamanan. Jadi buat
teman-teman yang belum tahu ya, kalau lu
buka peta dunia versi dua dimensi,
negara Amerika Serikat sama Rusia ini
jaraknya jauh dipisahkan oleh lautan.
Kalau Rusia mau nyerang Amerika Serikat,
dia harus kirim pesawat. Dia harus kirim
angkatan lautnya dari Vladivostok
misalkan sisi timur Rusia itu pun harus
menyeberang samudera Pasifik untuk
mencapai Amerika Serikat. Atau
pilihannya ke barat, Rusia harus
melewati negara-negara Skandinavia,
perairan Inggris untuk mengebom Amerika
Serikat. Jadi perjalanannya panjang.
Nah, ada jalan yang lebih singkat, Guys.
Dibanding dia ke barat atau ke timur.
Namanya juga bumi ini bulat, Guys. Dia
bisa pergi ke utara. Lewat kutub utara
mereka bisa lebih gampang menjangkau
Amerika Serikat. Kenapa? Karena bumi ini
bulat. Bumi kita ini bulat seperti
telur. Semakin ke utara semakin
menyempit. Artinya buat Rusia menyerang
Amerika jauh lebih gampang menggunakan
rudal balistik yang meluncur melewati
kutub utara, melewati Islandia, melewati
Greenland. Makanya penting buat Amerika
Serikat bahkan buat Rusia sendiri juga
untuk punya pangkalan militer di sana.
Taruh radar di sana buat mendeteksi
kalau terjadi serangan udara melintasi
kutub utara melewati Arctic dan
Greenland ini, Guys. Makanya teman-teman
jangan heran ya kalau seandainya lu
terbang pun juga sama ya. Kalau lu
terbang dari Kanada, lu mau ke Rusia
atau ke Eropa, itu jauh lebih gampang
lewat kutub utara karena lebih hemat
bensin, jaraknya lebih singkat. Karena
di atas bumi kita itu menyempit, Guys.
Itu kalau lu percaya bumi itu bulat,
Guys. Tapi bulatnya bukan seperti bola,
seperti telur agak lonjong di atas. Dan
jadi alasan keamanan udara itu adalah
alasan kedua kenapa Greenland ini
strategik. Zaman sekarang kayak Iran aja
tembak-tembakan sama Israel enggak perlu
pakai angkatan darat, pakai rudal,
drone, selesai. Itulah penting kenapanya
menguasai Greenland untuk bisa
memonitoring pergerakan ruang udara yang
memisahkan benua Amerika dengan negara
Rusia, Guys. Dan Cina juga sudah melihat
peran yang sangat penting dari Greenland
ini. Kalau seandainya mereka mau menang
perang dunia penting buat punya
Greenland. Makanya jangan heran Cina itu
sempat loh, Guys, mau beli tanah di
Greenland tapi ditolak sama pemerintahan
Denmark. Kenapa? Karena Denmark tahu
Cina mau bikin pangkalan militer buat
angkatan laut mereka di situ.
Bohong-bohongnya sih bikin tempat
pemancingan ikan, tapi siapa yang
percaya lu bikin tempat pemancingan ikan
di Greenland. Makanya Denmark menolak
tuh proposal tersebut dan tanah itu
sudah lama dijual sama penduduk
Greenland. Mereka harus menjual itu.
Mereka butuh pemasukan. Tapi sayangnya
ketika mereka sudah mau tanda tangan
dengan pembelinya yang which is di sini
adalah pemerintah Cina langsung
diblokade sama Denmark dilarang jualan
tanah lu ke pengusaha Cina guys. Oh,
ngeri banget nih Denmark nih. Kalau gitu
apalagi alasan selanjutnya? Alasan
ketiga ini sebenarnya sangat penting dan
sangat fatal. Yang ketiga tuh ada
berhubungan dengan jalur pelayaran. Jadi
ini namanya shipping road, Guys. Zaman
dulu kalau Rusia mau impor barang dari
Cina, mereka itu kapalnya harus keluar
nih dari barat melewati benua Eropa,
melewati negara Inggris, nanti masuk
lagi lewat Selat Gibraltar. Jadi muterin
Eropa, muterin Spanyol, muterin
Portugal, muterin benua Afrika, terus
masuk terusan Su ngelewatin
negara-negara Timur Tengah. Habis itu
lewatin India baru kemudian masuk Selat
Malaka, lewatin Sumatera, Singapura,
Malaysia baru masuk ke Shanghai, Guys.
Jauh banget perjalanannya. Butuh 20.000
km. Gila, lama bener, Guys. Itu pun
kalau enggak diblokade. Atau pilihan
lain mereka dari utara. Zaman dulu
enggak bisa karena masih dingin, beku
lautnya. Tapi karena mobil Jepang
lagi-lagi hobinya menghancurkan planet
bumi ini, terjadi pemanasan global. es
di kutubu utara mencair. Lalu apa yang
terjadi? Ternyata terbuka jalur-jalur
pelayaran yang baru. Rusia sekarang
enggak perlu lagi melintasi Eropa,
melintasi benua Afrika, benua Asia.
Enggak perlu. Mereka tinggal lewat kutub
utara, jalur Arktik, lewatin Greenland.
So, kalau kapal Rusia mau berdagang
dengan Jepang, Tokyo mau berdagang
dengan Shanghai, kalau zaman dulu butuh
20.000 1000 km. Tapi karena kutub utara
es-nya sudah mencair, sekarang mereka
cuma butuh waktu 13.000 km. Jadi mereka
bisa lebih cepat ya sekitar 40%, Guys.
Menarik ya. Menarik nih geopolitik
dunia. Dan kenapa penting buat
teman-teman tahu ya, jalur perdagangan
dunia dan ini juga memperkaya portofolio
saham kita juga. Karena suka enggak suka
ternyata perdagangan di muka bumi ini,
ekspor impor kita dengan Cina, dengan
Amerika, dengan Timur Tengah termasuk
Rusia ternyata semua mengandalkan jalur
perdagangan laut pakai kontainer, Guys.
90% perdagangan di dunia itu lewat laut.
Makanya penting buat negara-negara ini
menguasai jalur laut, termasuk yang ada
di kutub utara, yang ada di Greenland.
Dan ini sudah tentu membuat Amerika
Serikat kalang kabut karena sekarang
mereka jadi tidak bisa mengontrol. Kalau
zaman dulu mereka punya angkatan laut di
mana-mana, tapi ada di mana angkatan
laut dia? Di Afrika, di India, di Timur
Tengah. Ada tuh semua barang dia. Tapi
dia enggak punya pangkalan di kutub
utara, Guys. Dia enggak bisa melarang
Rusia melewati daerahnya sendiri di
Rusia. Akibatnya penting mereka taruh
perlengkapan militer di chokpin yang
dekat kutub utara, yaitu apa? Greenland.
Nah, jalur pelayaran kutub utara ini
diberi nama jalur NSR atau Northern Sea
Rot. Nah, makanya jangan heran kalau
Rusia udah melihat nih peluang bisnis
baru dari terciptanya global warming
apa? Mereka sekarang tidak lagi menjadi
budak Amerika Serikat lewat terusan Su.
Enggak. Mereka sekarang tidak bisa
dilarang, tidak bisa dihambat, tidak
bisa diblokade karena mereka punya jalur
northern sirut atau jalur perdagangan di
laut utara, yaitu maksudnya kutub utara.
So, Teman-teman enggak usah heran. So,
Putin jadi pede banget, Guys. Dia bisa
jadi penguasa jalur perdagangan laut
yang baru. Karena sekarang Tokyo pun,
Jepang pun kalau mau berdagang dengan
Eropa ya enggak mesti lagi lewatin
Somalia, lewatin Iran. Wah, resiko
tinggi tuh di bomoti. Lenyap itu
mobil-mobilnya Toyota tuh. Termasuk
Jepang pun mesti menghamba sama Rusia.
Makanya Rusia investasi besar-besaran di
Northern Seaut. Mereka itu sampai udah
nyiapin anggaran 400 triliun, Guys, buat
membuka jalur perdagangan baru di sana.
Nah, jadi harus dilewati oleh
kapal-kapal pemecah es terus tuh
konsisten sampai kemudian jadi jalur
pelayaran yang permanen. Hebat ya. Jadi
semua negara-negara di dunia sekarang
sudah melotot ke sana termasuk
Singapura. Kok bisa? Kenapa ada
Singapura? Makanya lu jangan skip video
ini. Kenapa? Karena hari ini si Jimping
udah tanda tangannya sama Rusia. Mereka
sudah bikin perjanjian. Perjanjian yang
isinya mereka akan melakukan kooperasi
di wilayah Arktik untuk membagi-bagi
sumber daya alam di sana, energi yang
ada di sana. dan jalur transportasi di
sana. Dan teman-teman akan menjadi saksi
di masa depan kalau lu mau berdagang
dengan Uni Eropa, lu harus lewat kutub
utara karena geopolitik Timur Tengah
makin tidak stabil, Guys. Percayalah.
Yang artinya kalau zaman dulu lu mau
berdagang dengan Amerika, lu harus lewat
Panama, terusan Panama, atau lu pakai
terusan Sues kalau mau berdagang antara
Eropa dan benua Asia. Nah, sekarang lu
harus minta izin sama Rusia dan Cina.
Karena jalur perdagangan yang paling
cepat dan paling hemat yang
menghubungkan benua Asia dan Eropa,
ternyata ada jalur baru, yaitu jalur
yang dikuasai oleh Cina dan Rusia. Wah,
seru nih, Guys. Jadi makin susah buat
Amerika Serikat melakukan blokade
ekonomi nih ke Cina. Memblokade
laut-laut di Cina. Karena Cina kalau
laut Cina Selatan diblokade, dia bisa
ambil dari laut utara, Guys. Bekerja
sama dengan Rusia. Seru, ya. Tapi
sebentar lagi NSR Northern Seot bakal
mengubah itu. Jalur ini menjadi krusial
buat negara-negara bricks karena mereka
tidak perlu lagi lewat wilayah sekutunya
Amerika Serikat sehingga Rusia dan Cina
bisa mengatur siapa yang diizinkan
lewat, kapan mereka boleh lewat dan
berapa biaya yang harus dibayar. Makanya
buat Amerika Serikat ini adalah sebuah
ancaman struktural, Guys. Bukan cuma
sekedar ancaman ekonomi. Jadi ternyata
Greenland sedemikian kompleks ya. pulau
yang penduduknya cuma 50.000 biji itu,
Guys, ternyata sedemikian kompleks dan
berpengaruh buat geopolitik dunia dan
itu ada hubungannya dengan ya global
warming. Nah, anyway itu kan
pandangannya Rusia, Cina, Donald Trump.
Kalau menurut orang Greenland sendiri
gimana sih? Mereka setuju enggak sih
sebetulnya terkait masalah invasinya
Amerika Serikat ini? Lu cek aja video
ini.
Why should he do that? We don't wan to
be bored. We don't really wan to be
bored. I'm 73 years old. I have
children. I don't want them to be
depressed. I don't want them to lose our
language. I don't want them to lose our
culture. And we will do that if accept
Americans.
Jadi, ternyata di Greenland juga terjadi
pemisahan nih, Guys. Gua lihat sih kubu
yang cukup jelas antara orang tua dan
orang muda. Orang-orang tua yang
melewati masa-masa kejam ya, pemeran
dunia 2, mereka sakit hati. Mereka
enggak mau juga jadi kacungnya Rusia nih
apa Cina. Mereka pilih Greenland itu
tetap berada di bawah NATO. Tapi pada
saat yang sama mereka juga tidak setuju
kalau Amerika Serikat menjajah menguasai
Greenland. Mereka mau Greenland hanya
untuk orang Greenland. Ini orang
Greenland soal orang punya pilihan loh.
Lucu juga nih orang Greenland. Terus
gimana? Itu kan orang yang anti ya,
Guys. Dengan invasi Amerika Serikat.
Apakah ada yang pro? Ya tentu saja ada
orang yang pro. Jadi orang yang pro
biasanya relatif lebih mudah ya. Karena
orang-anak muda di sana juga butuh
pekerjaan. Susah di situ, Guys. Ini
kayak provinsi di Indonesia manajemennya
goblok padahal karya sumber daya alam.
Itulah Greenland. Makanya anak-anak muda
di sana gampang juga dipengaruhi untuk
mendukung Donald Trump. Anak-anak muda
di sana kalau diinterview mereka setuju
dengan invasi Donald Trump karena mereka
butuh duit, Guys. B nih mereka nih.
Makanya lu juga jangan heran ini
dimanfaatkan dengan partai oposisi.
Lagi-lagi nih oposisi bikin masalah.
Ketika banyak orang di Greenland menolak
Donald Trump, menolak penjajahan Amerika
Serikat, oposisi menggelar karpet merah,
Guys. Makanya mereka buat pernyataan
ini. I think there's been a lot of uh
fearmongering and uh from the media and
especially the Danish media and the
divider and conquer uh process uh has
been very uh successful from the Danish
uh to divide the Greenlandic people to
being fearful for of the United States
even though that we should probably be
more fearful of uh the Danes who are
very clever in trying to retain the uh
island of Greenland
yang intinya oposisi mau mengundang
Donald Trump buat menjadi penguasa baru
di Greenland. Beda ya. Nah, kalau
pemimpin Greenland sendiri gimana nih?
Itu kan tadi ada kobu oposisi yang
sangat pro dengan Amerika Serikat.
Mereka pengin menjadi penguasa di situ
dan juga ada komposisi yang anti juga.
Mereka penginnya status kuo Greenland
ini. Nah, kalau menurut perdana menteri
Greenland gimana? Ini pandangan dari
bokapnya ya, bapaknya Perdana Menteri
Greenland ternyata ngasih bocoran.
Orang-orang di Greenland termasuk
perdana menteri Greenland itu ketakutan.
setiap hari bangun dari tempat tidurnya
dengan rasa takut. Takut kalau mereka
dibom kayak Venezuela. Takut kalau
mereka diadu domba seperti Iran. Takut
kalau mereka hilang dari planet bumi
ini. Bisa enggak? Sangat bisa. Kenapa?
Karena ini Perang Dunia 3, Guys. Mereka
tidak mau berada di tengah zona konflik.
Makanya bapaknya perdana menteri
Greenland bikin pernyataan seperti ini.
Trump
of course every minut every day every
morning you wake up what did he now
decide to do what will you hear from him
now?
So kesimpulannya guys gimana nih guys?
Greenland ternyata sedemikian kompleks
ya. Tidak semudah dan segampang yang
dibayangkan itu. Menurut kalian
jujur-jujuran aja L di antara kita nih.
Menurut lu berhasil enggak dia Trump itu
menguasai Greenland? Bakal sukses enggak
dia? Dia udah sukses bikin kerusuhan di
Iran bentar lagi ganti rezim. Dia udah
sukses membuat pembantal.
Puluhan ribu orang mati di Iran. dia
udah sukses juga mengganti presiden
Venezuela, Guys. Nah, kali ini lebih
menarik, Guys. Karena lawannya Donald
Trump bukan cuma presiden negara kecil
seperti Venezuela dengan Maduro. Bukan
juga Komeni yang gampang diadu domba nih
seperti Indonesia, gampang diadu domba
negaranya. Karena yang dihadapi oleh
Donald Trump kali ini adalah negara
sekutunya sendiri, sekutu NATO di Eropa.
Sebuah pulau yang dikuasai oleh negara
kerajaan Denmark. Pertanyaannya menurut
kalian, apa yang bakal terjadi nih
selanjutnya? Bisa enggak Donald Trump
menginvasi Greenland? Dan kalau bisa
pakai cara apa? Jalur referendum, jalur
adu domba. Karena kebetulan oposisi di
Greenland udah menggelar karpet merah
juga, Guys. Sama kayak oposisi yang di
Venezuela, karpet merah. Kalau perlu
bunuh presiden gua aja. Gitu yang
dinyatakan oleh oposisi. Yang penting
jadikan Maria Machados sebagai presiden
Venezuela. Apapun yang diinginkan Donald
Trump akan disediakan. Ternyata oposisi
di Greenland sudah menggelar karpet
merah juga, Guys. Buat negaranya diganti
manajemennya jadi manajemen Amerika
Serikat. Pertanyaan yang menurut lu, apa
yang akan terjadi? Jawab dong pandangan
kalian di kolom komentar yang ada di
bawah ini. Menurut gua, Donald Trump
bakal menguasai Greenland tanpa satu
peluru sekalipun. Menarik pertanyaannya,
lewat jalur apa? Pakai metode apa?
Apakah metode dibayar setiap-tiap orang
yang akan pergi ke kotak-kotak suara
referendum itu kasih duit politik uang?
Karena rakyat Greenland susah, butuh
duit mereka. Atau ada metode lain?
Memang faktanya hari ini ada pangkalan
militer Amerika Serikat di sana.
Pura-pura bodoh aja. Anggap Denmark ini
sebagai negara boneka. Enggak usah
dianggap. Selonong boy aja keluar masuk.
Seenak jidat. Enggak ada yang peduli
kok. Cuma negara kecil ini.
Menurut kalian gimana nih apa yang
terjadi dengan Greenland? Kalau menurut
gua Amerika Serikat akan berhasil
mengambil alih Greenland tanpa satu
peluru sekalipun. Menarik ya, Guys. Dan
yang lebih menarik apa langkah
selanjutnya yang diambil Rusia dan Cina
nih kalau manajemen Greenland pindah ke
Amerika Serikat? Dan teman-teman tahu
enggak ada pemain lain loh yang belum
kita bahas dengan detail di sini yaitu
Singapura. Ternyata diam-diam Singapura
mengambil keuntungan triliunan dari
prahara kutub utara ini, Guys. Kok bisa
ya? Lu lebih pilih di next video kita
bahas yang mana nih? Gimana caranya
Singapura dapat cuan gede dari kutub
utara atau gimana caranya Trump
menguasai Greenland tanpa satu peluru
sedikit pun? Oke, guys. Segara kirim
pandangan kalian di kolom komentar di
bawah ini. Berhasil enggak ya Donald
Trump menguasai Greenland dan pakai cara
apa menurut kamu? Segera tulis pandangan
kamu seperti apa di kolom komentar.
Semoga video ini bermanfaat. Segera
share video kita sebanyak-banyaknya dan
like video kita sebanyak-banyaknya.
Salam sehat. Salam cuan. Bye bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:41 UTC
Categories
Manage