MAKIN KUSUT!! NATO GAK TERIMA, Amerika SEMENA-MENA Di Greenland?
Bq5bHpJb4i0 • 2026-01-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget ini, Guys. Perang Dunia 3 makin lama makin dekat nih, Guys. Teman-teman tahu enggak sih negara di kuasa Amerika Serikat detik ini udah resmi menyerang negara sekutunya sendiri yang namanya negara-negara NATO. Gara-gara apa? Sengketa lahan di Greenland. Lahan yang sebetulnya bukan punya Amerika Serikat juga ya. Tapi namanya juga Amerika Serikat ya, preman paling kuat di kolong langit ini ya. Dia bisa klaim tanah mana pun di planet bumi ini kalau berlu planet Pluto, Mars punya dia sendiri. Jadi teman-teman ya, per hari ini sudah resmi konflik antara Amerika Serikat dan negara Eropa itu semakin panas. Dan lebih ngeri lagi ternyata Greenland enggak diam aja loh. Denmark pintar juga. Mereka buying time, Guys. Kenapa mereka harus buying time? Karena mereka mau minta tolong di belakang layar sama negara-negara Eropa lainnya buat m-backing Denmark di Greenland. Jadi, udah resmi Prancis kirim tentara ke Greenland, Jerman kirim tentara ke Greenland, Swedia, Norwegia, Denmark juga ngirim pasukan loh ke Greenland. Ada apa ya, Guys? Kenapa mendadak negara-negara Eropa ini kirim pasukan mereka ke sana? Tentu bukan ikut lomba masak ya di sana. Kalau penasaran gimana sih prahara Greenland ini sampai membawa Eropa menuju eskalasi militer yang belum pernah terlihat selama berpuluh-puluh tahun terakhir. Kalau penasaran, jangan dikip video ini. Let's check di sana. [musik] Jadi buat teman-teman yang belum tahu kenapa mulai memanas Greenland, karena Donald Trump itu bukan cuma mengancam buat ambil alih lahan-lahan di Greenland, tapi Donald Trump itu juga mengancam buat memeras ya negara-negara yang berbisnis sama Denmark, yang berbisnis sama Greenland. Jadi Donald Trump udah bikin pernyataan resmi ya namanya juga kita masuk di era sosial media ya. Even Donald Trump aja kalau mau buom orang, mau ngebom negara lain, dia pergi ke Twitter, guys atau dia pergi ke sosial media punya dia sendiri. Yang intinya apa? Baru-baru ini dibikin tulisan fresh and very blaten. Dia bilang mulai bulan Februari tanggal 1 tahun 2026, semua negara negara berikut ini, Denmark, Norwegia, Sweden, Prancis, Jerman, UK, Inggris, Netherland, Belanda, dan Finlandia akan kena tarif 10% buat semua barang-barang dan jasa yang mereka jual, yang mereka ekspor ke Amerika Serikat. Dan bukan sampai situ. Di bulan Juni tahun yang sama 2026, tarif ini bakal dinaikin lagi menjadi 25%. Dan tarif ini akan terus-menerus dibebankan kepada negara-negara tersebut kecuali Greenland setuju untuk dibeli oleh Amerika Serikat. Yang intinya adalah udah Greenland ganti manajemen. Tadinya manajemen Denmark, sekarang jadi manajemen Amerika Serikat. Wah, gila sih, Guys. Ini ngeri banget nih. Udah benar-benar hardcore Donald Trump betul-betul pengin menguasai, memperluas wilayah kekuasaan Amerika Serikat. Bukan pakai metode sembunyi-sembunyi, tapi udah secara frontal nih. Makanya jangan heran, Guys, baru-baru ini ya para pemimpin Eropa mereka bukannya ketakutan mendengar ancaman Presiden Donald Trump untuk membeli Greenland, tetapi Eropa menganggap ultimatum tersebut sebagai tindakan yang tidak tepat, tidak dapat diterima dan salah. Makanya jangan heran para pemimpin Eropa dengan cepat bereaksi terhadap ancaman terbaru tersebut. Pertama kali komentar datang dari Perdana Menteri Inggris, K Starmer weekend kemarin nih, Guys, 2 hari yang lalu. Dia langsung bilang, "Tweet Donald Trump buat mengenakan tarif ekstra buat sekutu-sekutu Amerika Serikat." Maksudnya negara-negara NATO itu adalah tindakan yang salah, kebablasan. Bahkan bahkan ya Presiden Prancis Emmanuel Macron itu sampai bilang Amerika Serikat ini sudah kebablasan, tidak dapat diterima dan Eropa wajib merespon secara terkoordinasi. Eropa wajib bersatu melawan Amerika Serikat dan dia langsung bilang Eropa akan memastikan bahwa kedaulatan Eropa harus ditegakkan. Gila nih Macron lagi-lagi ngomong itu bukan pakai surat diplomatis, Guys. Enggak. Udah enggak zaman sekarang Presiden Prancis Macron ngebalas Donald Trump juga pakai ketikan di media sosial Twitter, Guys. Jadi, Teman-teman benar-benar lucu ya. Kita betul-betul hidup di era yang sangat absurd. Jadi, bahkan para pemimpin dunia aja berantem, gebuk-gebukan, saling bully, bikin pernyataan perang, ngebom negara lain juga pakai sosm, Guys. Makanya teman-teman harus dengar ya, kita sudah masuk ke era dunia baru nih, era media baru nih. Makanya lu enggak usah heran kalau makin ke sini makin banyak media-media karbitan yang bangkrut collaps di luar negeri, termasuk di Indonesia. karena gak bisa beradaptasi dengan media baru ini. Nah, tapi kita gak mau bahas soal media baru lah. Kita mau bahas tentang Eropa nih. Masa depannya gimana. Sekarang kan mereka sudah punya perkumpulan nih, arisan ibu-ibu rumah tangga yang namanya European Union atau Uni Eropa. Dan mereka punya bos sendiri yang namanya Ursula Vonderlion. Dia adalah presiden bukan negara Eropa. Dia presiden seluruh negara-negara Uni Eropa. Makanya dia jadi presiden European Union Commission, Guys. Powerful nih perempuan satu ini. Sama kayak yang satu lagi yang sekarang sudah jadi karyawan Bill Gates. Cuman dia pakai kepintarannya untuk menyengsarakan negara lain. Terus gimana dengan si Ursula van Lion ini, Guys? Jadi, Presiden Komisi Uni Eropa dan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, mereka berdua ni sudah bikin pernyataan juga nih. Di hari Sabtu, 2 hari yang lalu, dia mengatakan bahwa Uni Eropa akan berdiri bersama Denmark dan rakyat Greenland. Di sisi lain, Uni Eropa juga berkomitmen untuk tetap nih menjaga dialog ya diplomatis antara Denmark, Greenland, dan pejabat-pejabat Amerika Serikat. Nah, di sisi lain, Guys, Denmark ya, negara yang hari ini secara de facto menguasai mengkolonisasi Greenland itu menteri luar negeri dan Mark Lars Lers Mulen itu udah bilang memang dia kaget karena sebelum Donald Trump bikin pernyataan tentang ambil alih Greenland, Donald Trump itu udah ngirim tuh pejabat tingginya dia yang namanya Marco Rubio. Dia itu menteri luar negeri Amerika Serikat udah pergi ke Denmark ngobrol sama pejabat-pejabat Denmark tentang suasana yang hangat, ramah, diplomatis, termasuk JD Fence wakil presidennya Donald Trump. Nah, dia kaget. Ternyata beberapa hari setelah pertemuan itu Donald Trump kok tiba-tiba sikapnya berubah. Jadi apa yang dimeetingkan ketika Menelu Menteri Luar Negeri Rubio datang, Wakil Presiden Fans datang meeting sama Denmark. Setelah meeting hasilnya kok beda gitu loh. Jadi memang inilah negara dikuasa ya. Di depan dia ngomong A, di belakang dia ngomong C. Ketika pergi Marco Ruby dia mau ngomong tentang situasi damai. Eropa harus bersatu, Eropa harus kuat dan IO segala banyak ceritanya lah. Tapi setelah bubar pertemuan, enggak lama setelah itu, eh ternyata Presiden Amerika Serikat bikin keputusan yang sama sekali bertolak belakang dengan hasil meetingnya si Denmark dan pejabat-pejabat tinggi Amerika. Seru nih, Guys. Diplomasi tingkat tinggi nih. Gak ada yang bisa dipegang dan gak ada yang bisa dipercaya, Guys. Makanya begitu Donald Trump bikin tweet itu yang menggoncang Uni Eropa hari Minggunya, Guys. Kemarin nih, enggak ada 24 jam yang lalu Uni Europa langsung bikin pertemuan darurat hari Minggu kemarin nih, jam .00 sore, Guys. Jadi, belum ada 24 jam yang lalu Uni Eropa bikin pertemuan darurat di London. Tapi konsekuensinya NATO bubar karena kita berperang dengan Amerika Serikat. Atau mending ya udah bikin aja di situ referendum. referendumnya dietting seolah-olah rakyat Greenland setuju join sama Donald Trump. Jadi, ada begitu banyak opsi yang didiskusikan di forum di London itu jam .00 sore kemarin, Guys. Nah, tapi lucunya ya ketika terjadi pertemuan tingkat tinggi di London tadi sore, ada satu presiden negara yang beda sendiri, Guys. Namanya Presiden Finlandia, Alexander Stop. Dia ini best friend-nya Donald Trump, Guys. Jadi, pas meeting itu dia juga bawa agenda kepentingan asing juga. Dia enggak memikirkan kebaikan Uni Eropa, dia memikirkan Donald Trump, Guys. Kenapa ya? Karena selama ini dikenal dia ini sahabat baiknya Donald Trump. Itu satu. Makanya enggak heran ya ketika dia terus-menerus menyerukan semua pihak, semua pejabat di Eropa wajib tetap tenang dan fokus aja melanjutkan pembicaraan. Bahkan ya dia sampai bilang sekutu-sekutu NATO di Uni Eropa lebih baik menyelesaikan masalah-masalah yang ada melalui diskusi, bukan melalui tekanan. Dia bilang ini juga di X, Guys, di Twitter nih. Dan dia lagi-lagi bilang negara Eropa itu harus bersatu, Guys. Dan dia terus mengupayakan supaya dialog dengan Amerika Serikat terus berlanjut. Meskipun ya tarif diain bakal merusak hubungan transatlantik. Maksudnya hubungan antara negara benua Amerika dan benua Eropa. Dan ini bisa menyebabkan timbulnya risiko downward spiral yang berbahaya. Nah, Denmark dan negara-negara tetangganya nih di Eropa itu sudah berulang kali berupaya untuk mencegah Donald Trump yang berusaha untuk mengakuisisi Greenland. Ya, apalagi ya, Guys, awal bulan ini Donald Trump udah secara resmi mengatakan bakal mengambil dan bakal mempertimbangkan juga semua opsi yang ada demi mendapatkan pulau Greenland yang kaya mineral tersebut. Termasuk di antara opsinya adalah menggunakan kekuatan militer. Kenapa harus begitu? Ya, sudah jelas karena Donald Trump sudah berulang kali bilang bahwa mengakui sisi Greenland sangat penting untuk keamanan nasional Amerika Serikat. Ia juga mengatakan bahwa kepemilikan Amerika Serikat bakal mencegah Rusia dan Cina menduduki wilayah Greenland. Makanya enggak heran Beijing sama Moskow langsung memberi kecaman l terhadap Donald Trump dan keinginan Donald Trump buat menguasai Greenland. Jadi di sini memang udahlah ini permainan negara dikuasa, Guys. Pemainnya siapa? Uni Eropa enggak masuk hitungan. Uni Eropa itu Liga Tarkam, Guys. Negara-negara lucu-lucuan aja. Tapi pemain utamanya di sini ada Rusia, Cina, dan Amerika Serikat. Makanya buat Donald Trump pun enggak penting mereka meeting kemarin sore jam .00 kek, jam 5.00, jam 07. Enggak penting negara-negara kecil ini di sekali nuklir juga hilang sama Donald Trump. Cuman hebatnya nih yang menarik ya, warga Greenland itu udah sedemikian hari itu demonstrasi di jalan-jalan dan mereka memang udah resmi menolak tuh buat join Donald Trump. Mereka udah menolak tuh dibeli bahkan kalaupun dibayar mereka pun menolak terima bayaran dari Donald Trump. Meskipun gini, Guys. Greenland itu udah berulang-ulang bertahun-tahun itu mengupayakan kemerdekaan dari Denmark. Mereka juga pengin independen dari Denmark kayak negara Papua lah. Jadi Papua udah lama kan pengin merdeka dari Indonesia sama seperti Timor Leste. Demikian pula Greenland sebetulnya udah dari sejak dulu, Guys. Kemarin kita bikin video khusus spesial tentang masa depan batu bara di tahun 2026. Teman-teman penasaran enggak gimana kalau masa depan sektor yang lain? Apalagi kemarin Venezuela habis diculik presidennya. Harga minyak dunia kan seperti apa? termasuk harga emas, harga silver yang tahun ini aja sudah meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum bicara soal sektor lain seperti pariwisata, sektor perbankan, sektor pertambangan. Apalagi kita sudah memasuki era di mana faktor geopolitik menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menyusun strategi ekonomi kalian. Jadi buat teman-teman para pelaku usaha, orang-orang di pemerintahan, duta besar sekalipun sampai akademisi dan investor yang ada di Indonesia, lu penasaran enggak sih gimana sudut pandang BENX tentang Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join di acara Spial Benix Economic Outlook 2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu sekarang juga kalau yang mau ikutan acara Special Benix Economic Outlook 2026. Kursinya terbatas, segera daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini atau scan kode QR code yang ada di sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026 hanya di Titan Center Bintaro. Greenland sebetulnya udah dari sejak dulu mereka pengin merdeka dari jajahan koloni Denmark. Ya, lu bayangin aja benua Eropa sama Greenland jaraknya jauh. Terus kenapa dia harus jadi budaknya Denmark? Mereka pun pengin merdeka, Guys. Tapi pada saat yang sama mereka juga lebih enggak mau lagi jadi warga negara bagian Amerika Serikat. Jadi betul-betul situasi yang membingungkanlah di sana. Karena memang ada sebagian orang yang pengin memanfaatkan peluang ini buat merdeka dari Denmark. Sama seperti Indonesia dulu, ada yang sepakat Indonesia jadi budak Jepang supaya apa? Supaya bisa bersatu, dapat dukungan senjata uang diplomatis untuk mengusir Belanda. Ya, strateginya nanti setelah Belanda dibuang, kita nanti ngelawan Jepang. strateginya begitulah kurang lebih sama yang diupayakan oleh si Greenland ini ya. Kayak orang Indonesia dulu ya zaman dulu perang-perang sampai ngundang Mongolia. Orang Mongolia disuruh berperang buat menggulingkan raja-raja di Jawa ujung-ujungnya apa ya? Biar dia jadi raja sendiri nanti tinggal Mongolnya dibunuh belakangan. Nah, itulah yang ingin dilakukan oleh Greenland. Tapi masalahnya Greenland ini enggak masuk hitungan Liga Tarkam, Guys. Liga kampung aja dia enggak masuk. Ini liga pedesaan. Penduduknya cuma 50.000 orang, Guys. Lebih banyak penduduk di kecamatan di Jakarta dibanding di Greenland. Tapi memang gua salut sama rakyat Greenland, Guys. Kenapa? Karena sudah berulang kali tiap hari mereka itu bikin demonstrasi di depan kedutaan ya, konsulat jenderal Amerika Serikat yang ada Greenland di NU yang mereka berulang kali bilang kalau Greenland itu tidak untuk dijual. Greenland is not for sale. I'm not talking about money for Greenland yet. I might talk about that. But right now, we are going to do something on Greenland whether they like it or not because if we don't do it, Russia or China will take over Greenland. We take over Greenland. Take over Greenland. Tapi pertanyaan besarnya, Guys, ini kalau buat teman-teman sekalian ya memang kan Donald Trump udah bilang dia mempertimbangkan begitu banyak opsi loh. Opsinya memang ada opsi referendum, ada opsi take over pakai militer, ada opsi beli Greenland dari Denmark. Nah, sebetulnya ada opsi terakhir yang sebetulnya bisa dipakai nih sama Donald Trump yaitu apa? Sogok rakyat Greenland. Sama seperti sebuah negara nih di Asia yang pakai metode itu buat memperluas wilayah kekuasaannya di Asia Tenggara. Nah, Donald Trump juga bisa pakai metode yang sama. Kenapa? Salah satu kelemahan terbesar negara demokrasi adalah suara terbanyak yang menang. Artinya suaranya bisa dibeli. Contoh kayak di Indonesia lah, lu mau pemilihan gubernur kek, bupati kek, atau apa kek, semua ada yang namanya politik uang. Karena apa? Memanfaatkan celah demokrasi. Apa itu? Suara adalah komoditas. Yang namanya komoditas punya nilai ekonomis, bisa diperjual belikan. Nah, makanya teman-teman jangan heran gedung putih juga udah melihat celah itu. Tuh, karena gua berulang kali berpikir gimana caranya ya kalau gue jadi Donald Trump bisa pakai Greenland, bisa ambil Greenland tanpa perlu buang-buang peluru. Peluru kan juga mahal. Ya udah, yang paling gampang apa? Kita beli aja suara warganya di sana. Ya, lu bayanginlah rakyat Greenland itu cuma 57.000 manusia. Kalau masing-masing manusia disogok R miliar buat voting join Amerika, 57.000 R000 penduduk 1 M itu berarti cuman 57 triliun, Guys. Logis enggak strategi Benix ini kalau seandainya gua jadi presiden Amerika Serikat? Ya, ternyata sebelum gua pikir itu, ternyata Gedung Putih udah punya pemikiran yang sama. Jadi, Teman-teman di belakang layar Gedung Putih udah bikin strategi untuk beli suara. Satu suara dihargai 100.000 Amerika Serikat yang artinya Amerika Serikat itu cuma butuh modal 5,7 miliar dolar. Nothing. Mahal enggak itu? Enggak. Orang Amerika Serikat punya mesin printer duit, tinggal pencet tombol keluar duit tanpa modal Amerika Serikat nambah wilayahnya sendiri karena printer dolar mereka yang punya. Nah, 5,7 miliar dolar itu rupiahnya juga cuman sekitar 100 triliun, Guys. Duit kecil itu 100 triliun. Bahkan pun kita bisa lakukan itu kalau Indonesia mau duit MBG lebih mahal dari itu. Kalau kita mau pun kita aja yang maju ke sana beli Greenland cuma modal R triliun. Menurut lu gimana lu? Setuju enggak kalau Indonesia aja yang beli Greenland dibandingkan Amerika Serikat? Atau yang kedua, kalau lu jadi warga negara Greenland, jujur nih, lu lebih pilih join tetap bertahan bersama Denmark atau terima 100.000 alias 1,6 miliar dari Donald Trump untuk join Amerika Serikat. Nah, menurut teman-teman, keputusan apa yang bakal kalian ambil kalau lu jadi warga Greenland? Tetap join Denmark, enggak dapat apa-apa, tetap dijajah, negara lu juga tetap miskin tuh si Greenland atau pindah cabang nih ke Amerika Serikat. lumayan dapat duit 1,6 miliar per kepala, Guys. Dan yang paling penting, Guys, keuntungan apa sih yang bisa Indonesia ambil dari perang antara Uni Eropa dengan Amerika Serikat dalam memperebutkan Greenland? Karena udah banyak nih negara-negara lain yang udah ngambil cuan dari Greenland. Oke, guys. Ditunggu pandangan kalian seperti apa di kolom komentar ini dan segera like ya sebanyak-banyaknya and share video Benix ini. Dan jangan lupa segera subscribe channel Benix. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]
Resume
Categories