Transcript
Eo1pgeSGZsc • RUPIAH REACHES 17,000!! IS THE RI ON THE VERGE OF DANGER? Prabowo & Purbaya's MAJOR PLAN REVEALED!!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0554_Eo1pgeSGZsc.txt
Kind: captions
Language: id
Waduh ngeri banget nih. Indonesia
katanya bakal bubar makin kacau. Apalagi
dolar semakin menguat. Kabarnya udah
lebih dari 17.000 perak loh. Rp7.000 per
1 dolarnya. Dan mulai keluar nih
media-media anj peliharaan asing. Sori
sori maksud gua mulai keluar nih banyak
media-media ahli ekonomi, guru besar
yang bilang Indonesia bakal collaps,
Indonesia bakal bubar. Apa betul
Indonesia bakal seperti itu? Kalau lu
penasaran apa sih dampaknya ya dolar
yang menguat dan rupiah melemah terhadap
perekonomian Indonesia? Dan betul enggak
Indonesia bisa jadi bubar gara-gara itu?
Jangan dikip video ini. Let's check di
Jadi dari kemarin banyak yang heboh,
Guys. Soalnya apa ya? Media-media di
tanah air itu memberitakan berita yang
ngeri-ngeri nih tentang Indonesia.
Apalagi IMF sampai bilang nih, dolar
lagi lemah, kok kurs rupiah bisa sampai
17.000? IMF aja sampai ngebacot, Guys.
Sampai media, peliharaan-peliharaan
George Soros juga pada ikut-ikutan. Ini
sinyal bahaya yang bisa mengganggu
perekonomian bangsa kita. Pertanyaannya,
betul atau tidak? Ya, kalau kita lihat
jujur aja nih, lu bisa lihat di layar
kaca yang namanya dolar itu terus
menguat terhadap rupiah. Dalam 5 tahun
terakhir dolar itu udah naik. Tadinya
sekitar 14.000, sekarang udah 17.000.
Nah, kenaikan itu udah sekitar 20%,
Guys. Jadi memang betul dolar menguat,
rupiah melemah. Nah, ini terus menjadi
bahan gorengan nih, terutama buat orang
Malaysia nih. Kenapa? Karena orang
Malaysia bilang, "Wah, rupiah sedih
banget ya. Ringgit Malaysia tambah
menguat, Indonesia kok malah melemah.
Kasihan banget ya Indonesia. Apa
Indonesia perlu minum obat kuat ya? Biar
rupiahnya tambah kuat lagi seperti
Malaysia. Tambah hebat ringgit
Malaysianya. Bahkan netizennya sampai
bilang gini nih. Netizen komen nih, ada
palaken hitam. Luar biasa nilai kurs
rupiah dengan ringgit Malaysia hampir
mencapai Rp5.000 per ringgit. Ada lagi
Ayah Hasyim. Sudahlah rupiah asik kalah
dengan ringgit sekarang sudah tidak
diterima oleh warga sendiri. Ha, ada
lagi Mr. Dragon. Rupiah sedang merana
diinjik ringgit. Aduh, IQ78 bilang
negara kaya, tapi kenyataannya fakta
berkata beda. Sok-sokan hina negara
orang, tapi negara sendiri sering
dibantu sama yang dihina. Malu-maluin
kata Mr. Dragon nih. Terus ada lagi nih,
gua enggak tahu juga nih siapa ya
logonya kayak nanas nih. Ringgit
sekarang lebih kuat kata dia. Siapa yang
mau pilih rupiah kecuali idiot. Oke,
itulah komentator-komentator dari negeri
jiran, Guys. So, pertanyaan gini sih,
Guys. Ya, sah saja netizen mau bilang
apa di Malaysia juga mau bilang apa.
Tapi pertanyaan apa betul sih kalau
seandainya rupiah melemah itu artinya
sinyal bahaya? Apa betul negara
Indonesia bakal hancur bubar? Makanya lu
jangan skip video ini. Kenapa? Karena
kita bakal bahas di akhir video ini
sebetulnya rupiah itu kenapa melemah dan
bahaya atau tidak. Karena lu juga perlu
tahu apa sih alasannya rupiah melemah.
Jadi, yang namanya pemodal ya simpel
aja. Terakhir data menunjukkan bahwa
dolar Amerika Serikat itu menguat
setelah keluar data tenaga kerja Amerika
Serikat yang dirilis awal Januari 2026
ini. Dan ternyata datanya jauh lebih
baik daripada perkiraan. Sehingga Bank
Sentral Amerika Serikat The Fat dia
bakal mempertahankan suku bunga tinggi
untuk jangka waktu yang lebih lama lagi.
Jadi ingat ya, ini bedanya bank sentral
Amerika dengan yang ada di Indonesia.
Bank sentral yang di Amerika itu ada
mandat untuk menciptakan tenaga kerja
sebanyak-banyaknya. yang artinya gini,
kalau pengangguran di Amerika Serikat
sedikit, artinya suku bunga harus
diturunin biar orang-orang semangat
ngutang ke bank, buka usaha lagi
sehingga tenaga kerja bisa diserap. Tapi
kalau data pengangguran di Amerika
Serikat terus-menerus menunjukkan jumlah
pengangguran berkurang, ya enggak
mungkin suku bunga diturunin. Artinya
suku bunga akan dibikin tetap tinggi.
Nah, kalau seandainya ada beda suku
bunga di Amerika tinggi, suku bunga di
Indonesia rendah, udah pasti ya pemilik
modal itu bakal melihat tempat yang
paling atraktif, paling menarik buat
taruh duitnya. Simpel. Kalau bunga di
Indonesia lebih kecil 2%, bunga di
Amerika 5%, mendingan nabung di Amerika
dong. Betul enggak? Betul banget.
Normal, normal. Makanya enggak usah
heran juga ya kalau kamu lihat yang
namanya dolar Amerika Serikat itu terus
menguat terhadap rupiah. Apalagi
ketidakpastian geopolitik nih makin
ekstrem setelah Amerika Serikat
melakukan operasi militer di Venezuela
yang sebentar lagi juga bakal sama nih
di Iran. Nah, ujung-ujungnya ya kalau
dunia makin tidak stabil akan
meningkatkan permintaan terhadap dolar,
Guys. Jadi banyak orang yang salah kapra
sebetulnya. Sebetulnya salah orang
pegang dolar. Kenapa? Karena sebetulnya
nilai dolar juga terus melemah. Kalau
Indonesia diukur berdasarkan kinerjanya
terhadap dolar, rupiah terhadap dolar,
lu enggak pernah berpikir dolar itu
diukur kinerjanya terhadap apa dan
kinerjanya bagus atau enggak. Tapi bukan
itu yang gua mau bahas. Yang mau gua
bahas itu apa sih memangnya kalau dolar
itu menguat rupiah melemah? Dampaknya
apa? Kabar buruk atau kabar baik? Apa
betul media-media anjing peliharaan
George Soros itu analisanya tepat,
akurat bahwa Indonesia bakal bubar nih
kalau rupiah terus melemah? Coba kita
lihat dulu bahayanya apa sih kalau
rupiah itu terus melemah, Guys. Jujur
aja yang pertama dan yang paling penting
yang namanya bahan impor jadi lebih
mahal. Ingat ya, Indonesia ini adalah
budak dolar. Indonesia adalah negara
budak yang hobinya impor. Lu makan gula,
lu makan jagung, lu makan mie, itu semua
barang impor. Lu jalan-jalan naik mobil,
beli bensin, itu semua barang impor.
Semua yang ada di kolong langit
Indonesia ini kalau bisa diimpor, kenapa
tidak? Karena memang kita sudah dietting
untuk menjadi budak. Dan teman-teman
lihat ya, angka impor Indonesia di tahun
2024 itu udah 200 bilun dolar lebih atau
sekitar 3.000-an triliun, Guys. Paling
besar apa? Lihat di layar kaca. Yang
pertama ada minerals, oil. Ini oil and
gas, minyak bumi. Itu 40 biliun dar
alias 687 triliun. Peringkat dua ada
mesin. Kita impor mesin setara 34 alias
574 triliun. Lalu ada elektrik,
peralatan elektronik ada 27 biliun dolar
alias 450 triliun. Baru setelahnya kita
ada impor plastik, besi, baja,
kendaraan, bahan-bahan kimiawi, dan
bahan pangan. Nah, dari sini sudah
dilihat ke namanya juga kita negara
berbasis impor. Ketika terjadi pelemahan
rupiah, nilai dolar makin mahal, udah
pasti artinya harga BBM bakal naik,
harga bensin bakal naik, harga plastik
bakal naik, harga mesin bakal naik. Tapi
itu sesuatu yang buruk atau tidak? Iya.
Kalau Indonesia masih menjadi budak
barang-barang impor, apalagi impor
minyak bumi. Indonesia impor minyak bumi
dari mana? Kita impor minyak bumi dari
Singapura. Kita impor minyak bumi dari
Malaysia berapa? 70 triliun. Kita impor
minyak bumi dari Singapura 157 triliun.
Kita impor crude oil dari Arab Saudi
berapa? 175 triliun. Jadi kita memang
negara budak dibikin supaya kita
terus-menerus belanja barang-barang
impor itu dan teman-teman berkontribusi
terhadap peremahan rupiah. Kenapa? Kalau
sampai hari ini lu masih pakai mobil
berbahan bakar minyak, wkontribusi
menghancurkan rupiah karena minyak lu
diimpor. Ya beda kalau lu naik kendaraan
listrik. Kendaraan listrik lu bahan
bakunya batu bara dari perut bumi
Indonesia. Asli made in Indonesia. Nah,
sebetulnya ada yang lebih bahaya sih,
Guys, dibanding impor plastik lah atau
impor minyak bumi. Impor apa? Impor
bahan pangan. Kalau seandainya bahan
pangan itu masih mayoritas impor,
inflasi pangan ini berbahaya. Orang bisa
demo. Kalau rupiah mendadak jadi
Rp30.000, artinya teman-teman bakal
marah. Banyak orang-orang turun di
jalan. Kenapa? Ingat, cita-cita orang
Indonesia adalah menjadi budak Amerika.
Makanya dia makan tempe goreng. Makanya
orang Indonesia senang makan tahu
goreng. Kenapa? Bahan dasarnya adalah
kacang kedelai. Kacang kedelai kita
impor dari Amerika. Lu hobi makan roti,
martabak telur, bakmi goreng, itu semua
bahan apa? Impor. Bahkan gula yang lu
makan aja barang impor. Lu tahu enggak
di tahun 2024 total impor bahan pangan
kita udah sampai triliun, Guys. Ngeri
kalau dolar itu terus naik. Betul ngeri.
Tapi syukurnya sebetulnya ini udah
terjadi penurunan dibanding tahun 2023
ke 2024 berkurang. 2025 gua yakin sih
kalau bisa nih bakal berkurang lagi.
Kenapa? Karena Indonesia sudah mencapai
suasembada pangan, minimal dari sektor
beras. Kita sudah tidak impor beras
lagi. Yang jadi PR komoditas tadi top
three, kita budak gandum, lu suka makan
roti, lu suka makan bakm, lu suka makan
jajanan-jajanan, semua pakai bahan
tepung terigu yang tidak bisa tumbuh
gandumnya di tanah Indonesia. Akibatnya
apa? Kita impor ratusan triliun, Guys.
Ngeri, kedelai. Buat tempe goreng, buat
tahu favorit lu. Impornya hampir
triliun. gula R triliun, daging sapi,
susu nilainya hampir R0 triliun. Jadi
ini memang tragedi di Indonesia yang
udah di-setting sama IMF supaya
Indonesia jadi budak negara-negara
asing. Bahaya enggak? Bahaya makanya
kalau dolar itu terus naik. Apalagi
ketika lu tahu utang luar negeri
Indonesia kan banyak banget tuh swasta,
BUMN, negara. Lu tahu berdasarkan data
Bank Indonesia di November ini utang
luar negeri kita sudah sampai 423 miliar
dollar atau setara 7.000. R18
triliun. Nah, Teman-teman tahu kenapa
ini bahaya? Karena kita bayar utang
pakai bunga dong. Bayar utangnya pakai
dolar, bayar bunganya juga pakai dolar.
Artinya kalau rupiah terus melemah dan
dolar terus menguat, beban utang kita
bakal meningkat. Terus artinya betul
dong media-media itu Indonesia bakal
bubar, Indonesia bakal hancur. Masa
enggak juga, Guys. Kenapa? Karena kalau
lu pikir ya Indonesia bisa hancur kalau
memang kita budak barang impor, bisa
hancur kalau memang Indonesia budak
dolar. tidak bisa melepaskan
ketergantungannya dari dolar. Tapi kalau
lu lihat sebetulnya Indonesia juga
enggak perlu takut rupiah itu melemah
dan dolar itu menguat. Kenapa? Contoh
paling gampang sektor pariwisata, Guys.
Sektor pariwisata senang loh kalau
rupiah melemah dan dolar menguat.
Kenapa? Karena buat wisatawan asing jadi
lebih murah liburan ke Indonesia
dibanding liburan ke Malaysia. Makanya
teman-teman jangan heran ketika rupiah
terus melemah ini jadi daya tarik buat
sektor pariwisata di Indonesia. akan
makin banyak wisatawan-wisatawan dari
luar negeri yang datang ke Indonesia
buat spending. Dan makanya lu enggak
usah heran ya, udah dalam beberapa bulan
terakhir makin banyak turis-turis dari
Singapura dan Malaysia yang berbelanja
ke Indonesia khususnya ke Batam. Kenapa?
Karena nilai tukar Indonesia terhadap
ringgit Malaysia terhadap dolar
Singapura terus melemah. Kabar buruk
tergantung Indonesia itu mayoritas
negara ekspor atau impor terhadap
Singapura. Maksudnya apa sih, Pak? Gini
loh gampang guys. Lu lihat meja di depan
gua nih. Kalau dulu RM1 Malaysia
harganya Rp3.000. Meja ini gua jual
seharga R.000 artinya meja ini
mendatangkan duit buat gua senilai Rp3
juta. Nilainya RM1000, R1-nya Rp3.000.
Nah, kalau rupiah terus melemah menjadi
RM6.000, kabar baik atau kabar buruk?
Tergantung lu mau jadi negara budak atau
negara yang kaya raya. Kenapa, Pak?
Karena kalau satu meja ini harganya
tahun depan jadi RM1.000 R000 juga
tetap, tapi rupiahnya sudah berubah.
Tadinya RM13.000 perak, sekarang jadi
6.000 perak. Artinya barangnya sama,
biaya produksinya sama, ringgitnya pun
sama. Sama-sama nilai meja ini RM1000.
Tapi kalau dulu RM1000 gua dapat Rp3
juta, tapi karena rupiah melemah RM1000
jadi R juta, gua tambah kaya atau tambah
miskin? Gua tambah kaya raya. Jadi
negara-negara yang berbasis ekspor pasti
diuntungkan. Ngerti lu maksudnya? Jadi
kalau lu pengin Indonesia menjadi negara
kaya raya, Indonesia harus jadi negara
berbasis ekspor. Bukan Indonesia menjadi
negara budak, barang impor. Artinya
kalau lu punya kewarasan yang cukup, lu
akan lihat, eh ternyata pelemahan rupiah
itu kabar baik. Karena pengusaha
furniture tadinya cuannya cuman Rp3 juta
satu meja, sekarang jadi Rp6 juta satu
meja. Harganya sama-sama RM1.000. Masuk
akal enggak lu? Nah, inilah namanya
logika berpikir yang gua mau teman-teman
pahamin. Ketika dolar menguat, itu kabar
baik buat Indonesia ketika Indonesia
sudah menjadi negara berbasis ekspor.
Karena harga barang-barang ekspor kita
di dalam dolar menjadi lebih murah.
Contoh komoditas kita seperti nikel,
seperti sawit, seperti tembaga, bahkan
barang-barang Indonesia akan semakin
laku di luar negeri. Makanya makin
banyak orang Singapura dan Malaysia yang
akan ke sini memperkaya orang Indonesia.
Ujung-ujungnya para pengusaha eksportir
Indonesia akan cuannya bertambah-tambah.
Penerimaan dia dalam rupiah, melonjak
tinggi karena dia ekspor nih
barang-barang yang penghasilan dia dalam
US dollar. Sementara bayar gaji orang
Indonesia dalam rupiah, cuannya tambah
gede. Artinya semakin besar surplus
dagang ya semakin besar cuan mereka.
Apalagi lebih cuan lagi, Guys, kalau
ternyata produk-produk ekspor kita
harganya juga malah naik. Udah dolarnya
semakin menguat, rupiah semakin melemah.
Kabar baik buat eksportir. E,
barang-barang yang kita ekspor ternyata
harganya juga naik. Tadinya RM1000 bukan
lagi RM1000, tahun depan ternyata naik
jadi RM2.000. Double cuan. Ringgitnya
dapat lebih banyak, rupiahnya dapat jauh
lebih banyak. Kenapa? Karena teman-teman
lihat di awal tahun ini udah banyak nih
harga komoditas Indonesia yang naik
tinggi. Harga nikel itu udah di atas
17.000, Guys, perroy ons harga tembaga
sudah naik lebih 1.000 Amerika Serikat.
Dari situ lu sudah bisa lihat bahwa apa?
Ternyata ketika rupiah melemah,
Indonesia diuntungkan. Kalau Indonesia
mau jadi negara maju, ya rupiah harus
melemah. Simpel aja. Kenapa Cina bisa
sedemikian powerful, ekonominya bangkit?
Simpel. Karena yuan lemah. Sengaja
bahkan dilemahkan sama pemerintahnya.
Kenapa sengaja dilemahkan? Supaya
barang-barang made in China harganya
lebih murah. Kompor made in China lebih
murah dibanding kompor made in Amerika
Serikat. Sehingga makin banyak
orang-orang Amerika Serikat yang kalau
belanja kompor, gelas, sendok, baju,
celana ke Cina karena mata uangnya
sengaja dilemahkan. Jadi kalau lu
berpikir waras, lu pengin negara lu
maju, mau enggak mau apa? Kita bahkan
wajib melemahkan mata uang kita sendiri.
Jadi, lu enggak usah panik kalau rupiah
naik ke 17.000, 800.000, panik enggak?
Enggak, enggak usah panik. Kenapa?
Indonesia bisa tambah cuan. Simpel.
Itulah yang dilakukan Cina. Itu bahkan
yang dilakukan Vietnam. Makanya jangan
heran Vietnam GDP-nya bisa 8% karena
produk-produk made in Vietnam menjadi
kompetitif, jadi lebih murah. Nah, orang
Indonesia lu udah harus tahu punya
mindset seperti itu. Jangan mau lu
ditipu, ditakut-takutin Indonesia bakal
bubar, Indonesia bakal hancur ketika
rupiah 17.000 nanti 17.000 nanti 18.000.
Enggak usah. Kenapa? Karena lu pengin
negara lu tambah kaya raya. Ini penting
buat kita pahami supaya lu enggak
gampang panik. Tapi kalau lu pengusaha,
lu orientasi ekspor, lu pasti paham apa
yang gua bilang. Dan lu pasti setuju.
Makanya negara harus mendukung
bisnis-bisnis berbasis ekspor. Kasih
bunga yang murah kayak Cina, kayak
Vietnam. Bunga cuman 1% 2%. Kenapa?
Karena bisnisnya ekspor mendatangkan
devisa. Penghasilannya dolar. Double
cuan. Kalau negara Indonesia mau maju,
kita harus menjadi negara berbasis
ekspor. Terus barang-barang impor
gimana? Ya harus kita kurangi. Makanya
gua sangat setuju Indonesia itu
mengurangi subsidi BBM. Tapi nanti
rakyat berontak dong. Makanya
pelan-pelan lewat apa? subsidi kendaraan
listrik. Jangan malah bahan impor kita
subsidi. Masa kita mensubsidi rakyat
buat beli barang impor, itu namanya
mensubsidi rakyat buat membunuh negara
sendiri. Enggak benar. Makanya makin
berat nih tugasnya Amran. Memang sayang
ya Amran Menteri Pertanian kita kalau
bisa dibelah empat dikloning kloning deh
lu jadi menteri. Jadi menteri energia
jadi menteri [tertawa] apalagi? Jadi
menteri perdagangan. Iya kalau bisa ya
dibelah-belah tuh. Kenapa? Karena dia
sudah sukses tuh swembada pangan. Yang
belum apa? Wasada energi. Sementara ini
kita impor energi nilainya sampai ribuan
triliun, Guys. Ngeri. Sekali dolar naik
colaps ini barang. Makanya dari kemarin
gua bilang harus hati-hati. Begitu harga
minyak bumi naik terus rupiah terus
melemah, defisit anggaran negara bakal
makin melebar. Kenapa? Karena Indonesia
dijadikan budak-budak bahan impor.
Makanya lu harus berusaha merdeka.
Dengan demikian lu ada kontribusi
terhadap bangsa negara kita merdeka dari
bahan baku impor. Tapi selama itu belum
bisa diganti ya siap-siap aja deg-degan
nih kalau dolar naik. Tapi syukurnya ya
gua melihat negara akan lakukan
intervensi karena sekarang negara lagi
bukan di skala besar kebun tebu di
Indonesia Timur. Kebun jagung yang
goalnya apa bisa mengurangi
ketergantungan kita terhadap
negara-negara asing itu. Dan ini makanya
harus didukung program swasmada pangan
skala besar memang harus kita lakukan.
Tapi media-media itu penginnya lu jadi
budak dolar.
Kenapa ya? Bahaya kalau dolar menguat
nanti rakyat menderita. Kenapa
menderita? Nanti bahan-bahan impor
tambah mahal. Hello. Mereka pengin lu
jadi budak dolar. Mereka pengin
menyelamatkan pengrajin tempe. Mereka
pengin menyelamatkan mafia minyak.
Mereka pengin menyelamatkan oligarki
bakmi. Mereka mau selamatkan itu.
Makanya diguyur terus nih media-media.
Seolah-olah Indonesia bakal hancur kalau
rupiah itu makin melemah. Padahal kalau
lu punya kewarasan yang cukup, lu bisa
hitung. eh kita bisa untung juga dan
memang harusnya diuntungkan. Kenapa?
Karena ternyata Indonesia sekarang sudah
menjadi negara eksportir. Hmm, menarik
nih. Tapi sebelum kita bahas ke situ,
kenapa penting buat teman-teman pahamin
supaya lu enggak gampang diadu domba
sama media-media profesor S3 pengkhianat
bangsa ini? Even Donald Trump aja pengin
dolar itu melemah, Guys. Lu lihat Wall
Star Jurnal, Trump itu pengin dolar
tambah melemah. Kenapa lu disuruh
penginnya dolar menguat? Karena lu kena
tipu media, lu kena tipu dosen lu, lu
kena tipu guru-guru sekolah lu. Hoak
semua dibilang Indonesia bakal hancur.
Enggak. Donald Trump aja pengen guys
yang namanya dolar itu melemah supaya
apa? Pabrik-pabrik di Amerika Serikat
kompetitif, produk-produk buatan Amerika
Serikat jadi lebih murah. Berarti dia
pengin, Guys. Tapi enggak bisa. Kenapa?
Simpel aja. Karena Cina udah lebih dulu
melakukan apa? Pelemahan mata uangnya
secara masif. Lu bayangkan sampai Donald
Trump itu kesal dia nunjuk-nunjuk Cina,
"Lu sudah melakukan manipulasi keuangan.
Kok bisa sih Cina mata uangnya lemah
terus? Lemah terus makin lama makin
lemah. Ujung-ujungnya Amerika bisa
bangkrut. Ujung-ujungnya orang Amerika
demennya ketagihan sama barang made inin
Cina karena murah. Padahal sengaja
dilemahkan mata uangnya." Itu yang
dilakukan Amerika Serikat. Dia tahu
enggak bisa diatur nih Cina nih. Karena
bank sentralnya bukan budak IMF. Bank
sentralnya setia sama partai, setia sama
negara. Enggak gampang di odok katuk.
Dia tinggal bilang mata uang kita bikin
lemah. Lemah, Bro. Bangkit industri,
bangkit manufacture, ekspor gila-gilaan.
Kompetitif harganya. Karena apa? Mata
uangnya lemah. Vietnam GDP 8% cita-cita
Prabowo kok bisa? Simpel aja. Simpel
aja. Karena dia melemahkan juga mata
uangnya, Guys. Sampai Amerika Serikat
itu mau investigasi Vietnam. Eh, lu
pakai jurus Cina ya, lu sengaja ya
lemahin mata uang lu, ya? Lu sengaja ya
bikin dolar menguat dan Vietnamis dong.
Mata uang Vietnam terus melemah. Sengaja
ya? Gua tahu loh, lu pakai jurusnya Cina
ya. sengaja biar harga barang-barang
made in Vietnam makin murah ya. Oh,
hati-hati lu. Jadi, lu bisa bayangkan
sampai Donald Trump mau menghukum
Vietnam dan China karena terlalu murah
mata uangnya. Takut Amerika, tapi
Indonesia kok lain ya. Kita malah
dibikin goblok, malah dibikin
seolah-olah rupiah itu harus menguat.
Padahal bukan begitu. Indonesia kalau
mau jadi negara maju, wajib rupiah itu
melemah. Supaya kita bebas dari
barang-barang impor. Supaya
barang-barang impor makin mahal. supaya
orang-orang di Indonesia makin pengin
berinovasi, bikin bibit-bibit baru,
bikin gandum yang bisa tumbuh di
Indonesia, bikin kedela yang bisa tumbuh
di suhu Indonesia, inovasi, substitusi,
barang impor. Kan begitu dong
mindsetnya. Tapi kenapa kita tetap
dimanipulasi untuk takut dengan
pelemahan rupiah, Guys? Menurut lu
kenapa, Guys? Nah, pertanyaannya buat
teman-teman sekarang, sebetulnya
Indonesia itu udah siap belum sih jadi
negara eksportir? Sebetulnya posisi
Indonesia hari ini lebih banyak impor
atau ekspor sih? Dan sejujurnya, mana
sih yang lebih baik buat Indonesia?
Rupiahnya menguat atau dolarnya yang
menguat? Lu setuju enggak kalau kita
bahas lebih detail lagi di next video
tentang posisi Indonesia hari ini?
Apakah Indonesia masih jadi negara budak
atau sudah siap menjadi negara
eksportir? Karena kita akhirnya punya
beberapa menteri yang oke nih, Guys. Lu
penasaran enggak? Lu setuju enggak kalau
kita bahas lebih detail di video
selanjutnya? Dan buat teman-teman
sendiri juga sama, kalau menurut lu
lebih baik yang mana? Rupiah terus
melemah atau rupiah terus menguat? Yuk,
segera berikan pandangan kalian di kolom
komentar di bawah ini. Segera like video
Benix and share video ini
sebanyak-banyaknya. Salam sehat, salam
cuan. Bye bye. [musik]
[musik]