Transcript
Eo1pgeSGZsc • RUPIAH REACHES 17,000!! IS THE RI ON THE VERGE OF DANGER? Prabowo & Purbaya's MAJOR PLAN REVEALED!!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0554_Eo1pgeSGZsc.txt
Kind: captions Language: id Waduh ngeri banget nih. Indonesia katanya bakal bubar makin kacau. Apalagi dolar semakin menguat. Kabarnya udah lebih dari 17.000 perak loh. Rp7.000 per 1 dolarnya. Dan mulai keluar nih media-media anj peliharaan asing. Sori sori maksud gua mulai keluar nih banyak media-media ahli ekonomi, guru besar yang bilang Indonesia bakal collaps, Indonesia bakal bubar. Apa betul Indonesia bakal seperti itu? Kalau lu penasaran apa sih dampaknya ya dolar yang menguat dan rupiah melemah terhadap perekonomian Indonesia? Dan betul enggak Indonesia bisa jadi bubar gara-gara itu? Jangan dikip video ini. Let's check di Jadi dari kemarin banyak yang heboh, Guys. Soalnya apa ya? Media-media di tanah air itu memberitakan berita yang ngeri-ngeri nih tentang Indonesia. Apalagi IMF sampai bilang nih, dolar lagi lemah, kok kurs rupiah bisa sampai 17.000? IMF aja sampai ngebacot, Guys. Sampai media, peliharaan-peliharaan George Soros juga pada ikut-ikutan. Ini sinyal bahaya yang bisa mengganggu perekonomian bangsa kita. Pertanyaannya, betul atau tidak? Ya, kalau kita lihat jujur aja nih, lu bisa lihat di layar kaca yang namanya dolar itu terus menguat terhadap rupiah. Dalam 5 tahun terakhir dolar itu udah naik. Tadinya sekitar 14.000, sekarang udah 17.000. Nah, kenaikan itu udah sekitar 20%, Guys. Jadi memang betul dolar menguat, rupiah melemah. Nah, ini terus menjadi bahan gorengan nih, terutama buat orang Malaysia nih. Kenapa? Karena orang Malaysia bilang, "Wah, rupiah sedih banget ya. Ringgit Malaysia tambah menguat, Indonesia kok malah melemah. Kasihan banget ya Indonesia. Apa Indonesia perlu minum obat kuat ya? Biar rupiahnya tambah kuat lagi seperti Malaysia. Tambah hebat ringgit Malaysianya. Bahkan netizennya sampai bilang gini nih. Netizen komen nih, ada palaken hitam. Luar biasa nilai kurs rupiah dengan ringgit Malaysia hampir mencapai Rp5.000 per ringgit. Ada lagi Ayah Hasyim. Sudahlah rupiah asik kalah dengan ringgit sekarang sudah tidak diterima oleh warga sendiri. Ha, ada lagi Mr. Dragon. Rupiah sedang merana diinjik ringgit. Aduh, IQ78 bilang negara kaya, tapi kenyataannya fakta berkata beda. Sok-sokan hina negara orang, tapi negara sendiri sering dibantu sama yang dihina. Malu-maluin kata Mr. Dragon nih. Terus ada lagi nih, gua enggak tahu juga nih siapa ya logonya kayak nanas nih. Ringgit sekarang lebih kuat kata dia. Siapa yang mau pilih rupiah kecuali idiot. Oke, itulah komentator-komentator dari negeri jiran, Guys. So, pertanyaan gini sih, Guys. Ya, sah saja netizen mau bilang apa di Malaysia juga mau bilang apa. Tapi pertanyaan apa betul sih kalau seandainya rupiah melemah itu artinya sinyal bahaya? Apa betul negara Indonesia bakal hancur bubar? Makanya lu jangan skip video ini. Kenapa? Karena kita bakal bahas di akhir video ini sebetulnya rupiah itu kenapa melemah dan bahaya atau tidak. Karena lu juga perlu tahu apa sih alasannya rupiah melemah. Jadi, yang namanya pemodal ya simpel aja. Terakhir data menunjukkan bahwa dolar Amerika Serikat itu menguat setelah keluar data tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis awal Januari 2026 ini. Dan ternyata datanya jauh lebih baik daripada perkiraan. Sehingga Bank Sentral Amerika Serikat The Fat dia bakal mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama lagi. Jadi ingat ya, ini bedanya bank sentral Amerika dengan yang ada di Indonesia. Bank sentral yang di Amerika itu ada mandat untuk menciptakan tenaga kerja sebanyak-banyaknya. yang artinya gini, kalau pengangguran di Amerika Serikat sedikit, artinya suku bunga harus diturunin biar orang-orang semangat ngutang ke bank, buka usaha lagi sehingga tenaga kerja bisa diserap. Tapi kalau data pengangguran di Amerika Serikat terus-menerus menunjukkan jumlah pengangguran berkurang, ya enggak mungkin suku bunga diturunin. Artinya suku bunga akan dibikin tetap tinggi. Nah, kalau seandainya ada beda suku bunga di Amerika tinggi, suku bunga di Indonesia rendah, udah pasti ya pemilik modal itu bakal melihat tempat yang paling atraktif, paling menarik buat taruh duitnya. Simpel. Kalau bunga di Indonesia lebih kecil 2%, bunga di Amerika 5%, mendingan nabung di Amerika dong. Betul enggak? Betul banget. Normal, normal. Makanya enggak usah heran juga ya kalau kamu lihat yang namanya dolar Amerika Serikat itu terus menguat terhadap rupiah. Apalagi ketidakpastian geopolitik nih makin ekstrem setelah Amerika Serikat melakukan operasi militer di Venezuela yang sebentar lagi juga bakal sama nih di Iran. Nah, ujung-ujungnya ya kalau dunia makin tidak stabil akan meningkatkan permintaan terhadap dolar, Guys. Jadi banyak orang yang salah kapra sebetulnya. Sebetulnya salah orang pegang dolar. Kenapa? Karena sebetulnya nilai dolar juga terus melemah. Kalau Indonesia diukur berdasarkan kinerjanya terhadap dolar, rupiah terhadap dolar, lu enggak pernah berpikir dolar itu diukur kinerjanya terhadap apa dan kinerjanya bagus atau enggak. Tapi bukan itu yang gua mau bahas. Yang mau gua bahas itu apa sih memangnya kalau dolar itu menguat rupiah melemah? Dampaknya apa? Kabar buruk atau kabar baik? Apa betul media-media anjing peliharaan George Soros itu analisanya tepat, akurat bahwa Indonesia bakal bubar nih kalau rupiah terus melemah? Coba kita lihat dulu bahayanya apa sih kalau rupiah itu terus melemah, Guys. Jujur aja yang pertama dan yang paling penting yang namanya bahan impor jadi lebih mahal. Ingat ya, Indonesia ini adalah budak dolar. Indonesia adalah negara budak yang hobinya impor. Lu makan gula, lu makan jagung, lu makan mie, itu semua barang impor. Lu jalan-jalan naik mobil, beli bensin, itu semua barang impor. Semua yang ada di kolong langit Indonesia ini kalau bisa diimpor, kenapa tidak? Karena memang kita sudah dietting untuk menjadi budak. Dan teman-teman lihat ya, angka impor Indonesia di tahun 2024 itu udah 200 bilun dolar lebih atau sekitar 3.000-an triliun, Guys. Paling besar apa? Lihat di layar kaca. Yang pertama ada minerals, oil. Ini oil and gas, minyak bumi. Itu 40 biliun dar alias 687 triliun. Peringkat dua ada mesin. Kita impor mesin setara 34 alias 574 triliun. Lalu ada elektrik, peralatan elektronik ada 27 biliun dolar alias 450 triliun. Baru setelahnya kita ada impor plastik, besi, baja, kendaraan, bahan-bahan kimiawi, dan bahan pangan. Nah, dari sini sudah dilihat ke namanya juga kita negara berbasis impor. Ketika terjadi pelemahan rupiah, nilai dolar makin mahal, udah pasti artinya harga BBM bakal naik, harga bensin bakal naik, harga plastik bakal naik, harga mesin bakal naik. Tapi itu sesuatu yang buruk atau tidak? Iya. Kalau Indonesia masih menjadi budak barang-barang impor, apalagi impor minyak bumi. Indonesia impor minyak bumi dari mana? Kita impor minyak bumi dari Singapura. Kita impor minyak bumi dari Malaysia berapa? 70 triliun. Kita impor minyak bumi dari Singapura 157 triliun. Kita impor crude oil dari Arab Saudi berapa? 175 triliun. Jadi kita memang negara budak dibikin supaya kita terus-menerus belanja barang-barang impor itu dan teman-teman berkontribusi terhadap peremahan rupiah. Kenapa? Kalau sampai hari ini lu masih pakai mobil berbahan bakar minyak, wkontribusi menghancurkan rupiah karena minyak lu diimpor. Ya beda kalau lu naik kendaraan listrik. Kendaraan listrik lu bahan bakunya batu bara dari perut bumi Indonesia. Asli made in Indonesia. Nah, sebetulnya ada yang lebih bahaya sih, Guys, dibanding impor plastik lah atau impor minyak bumi. Impor apa? Impor bahan pangan. Kalau seandainya bahan pangan itu masih mayoritas impor, inflasi pangan ini berbahaya. Orang bisa demo. Kalau rupiah mendadak jadi Rp30.000, artinya teman-teman bakal marah. Banyak orang-orang turun di jalan. Kenapa? Ingat, cita-cita orang Indonesia adalah menjadi budak Amerika. Makanya dia makan tempe goreng. Makanya orang Indonesia senang makan tahu goreng. Kenapa? Bahan dasarnya adalah kacang kedelai. Kacang kedelai kita impor dari Amerika. Lu hobi makan roti, martabak telur, bakmi goreng, itu semua bahan apa? Impor. Bahkan gula yang lu makan aja barang impor. Lu tahu enggak di tahun 2024 total impor bahan pangan kita udah sampai triliun, Guys. Ngeri kalau dolar itu terus naik. Betul ngeri. Tapi syukurnya sebetulnya ini udah terjadi penurunan dibanding tahun 2023 ke 2024 berkurang. 2025 gua yakin sih kalau bisa nih bakal berkurang lagi. Kenapa? Karena Indonesia sudah mencapai suasembada pangan, minimal dari sektor beras. Kita sudah tidak impor beras lagi. Yang jadi PR komoditas tadi top three, kita budak gandum, lu suka makan roti, lu suka makan bakm, lu suka makan jajanan-jajanan, semua pakai bahan tepung terigu yang tidak bisa tumbuh gandumnya di tanah Indonesia. Akibatnya apa? Kita impor ratusan triliun, Guys. Ngeri, kedelai. Buat tempe goreng, buat tahu favorit lu. Impornya hampir triliun. gula R triliun, daging sapi, susu nilainya hampir R0 triliun. Jadi ini memang tragedi di Indonesia yang udah di-setting sama IMF supaya Indonesia jadi budak negara-negara asing. Bahaya enggak? Bahaya makanya kalau dolar itu terus naik. Apalagi ketika lu tahu utang luar negeri Indonesia kan banyak banget tuh swasta, BUMN, negara. Lu tahu berdasarkan data Bank Indonesia di November ini utang luar negeri kita sudah sampai 423 miliar dollar atau setara 7.000. R18 triliun. Nah, Teman-teman tahu kenapa ini bahaya? Karena kita bayar utang pakai bunga dong. Bayar utangnya pakai dolar, bayar bunganya juga pakai dolar. Artinya kalau rupiah terus melemah dan dolar terus menguat, beban utang kita bakal meningkat. Terus artinya betul dong media-media itu Indonesia bakal bubar, Indonesia bakal hancur. Masa enggak juga, Guys. Kenapa? Karena kalau lu pikir ya Indonesia bisa hancur kalau memang kita budak barang impor, bisa hancur kalau memang Indonesia budak dolar. tidak bisa melepaskan ketergantungannya dari dolar. Tapi kalau lu lihat sebetulnya Indonesia juga enggak perlu takut rupiah itu melemah dan dolar itu menguat. Kenapa? Contoh paling gampang sektor pariwisata, Guys. Sektor pariwisata senang loh kalau rupiah melemah dan dolar menguat. Kenapa? Karena buat wisatawan asing jadi lebih murah liburan ke Indonesia dibanding liburan ke Malaysia. Makanya teman-teman jangan heran ketika rupiah terus melemah ini jadi daya tarik buat sektor pariwisata di Indonesia. akan makin banyak wisatawan-wisatawan dari luar negeri yang datang ke Indonesia buat spending. Dan makanya lu enggak usah heran ya, udah dalam beberapa bulan terakhir makin banyak turis-turis dari Singapura dan Malaysia yang berbelanja ke Indonesia khususnya ke Batam. Kenapa? Karena nilai tukar Indonesia terhadap ringgit Malaysia terhadap dolar Singapura terus melemah. Kabar buruk tergantung Indonesia itu mayoritas negara ekspor atau impor terhadap Singapura. Maksudnya apa sih, Pak? Gini loh gampang guys. Lu lihat meja di depan gua nih. Kalau dulu RM1 Malaysia harganya Rp3.000. Meja ini gua jual seharga R.000 artinya meja ini mendatangkan duit buat gua senilai Rp3 juta. Nilainya RM1000, R1-nya Rp3.000. Nah, kalau rupiah terus melemah menjadi RM6.000, kabar baik atau kabar buruk? Tergantung lu mau jadi negara budak atau negara yang kaya raya. Kenapa, Pak? Karena kalau satu meja ini harganya tahun depan jadi RM1.000 R000 juga tetap, tapi rupiahnya sudah berubah. Tadinya RM13.000 perak, sekarang jadi 6.000 perak. Artinya barangnya sama, biaya produksinya sama, ringgitnya pun sama. Sama-sama nilai meja ini RM1000. Tapi kalau dulu RM1000 gua dapat Rp3 juta, tapi karena rupiah melemah RM1000 jadi R juta, gua tambah kaya atau tambah miskin? Gua tambah kaya raya. Jadi negara-negara yang berbasis ekspor pasti diuntungkan. Ngerti lu maksudnya? Jadi kalau lu pengin Indonesia menjadi negara kaya raya, Indonesia harus jadi negara berbasis ekspor. Bukan Indonesia menjadi negara budak, barang impor. Artinya kalau lu punya kewarasan yang cukup, lu akan lihat, eh ternyata pelemahan rupiah itu kabar baik. Karena pengusaha furniture tadinya cuannya cuman Rp3 juta satu meja, sekarang jadi Rp6 juta satu meja. Harganya sama-sama RM1.000. Masuk akal enggak lu? Nah, inilah namanya logika berpikir yang gua mau teman-teman pahamin. Ketika dolar menguat, itu kabar baik buat Indonesia ketika Indonesia sudah menjadi negara berbasis ekspor. Karena harga barang-barang ekspor kita di dalam dolar menjadi lebih murah. Contoh komoditas kita seperti nikel, seperti sawit, seperti tembaga, bahkan barang-barang Indonesia akan semakin laku di luar negeri. Makanya makin banyak orang Singapura dan Malaysia yang akan ke sini memperkaya orang Indonesia. Ujung-ujungnya para pengusaha eksportir Indonesia akan cuannya bertambah-tambah. Penerimaan dia dalam rupiah, melonjak tinggi karena dia ekspor nih barang-barang yang penghasilan dia dalam US dollar. Sementara bayar gaji orang Indonesia dalam rupiah, cuannya tambah gede. Artinya semakin besar surplus dagang ya semakin besar cuan mereka. Apalagi lebih cuan lagi, Guys, kalau ternyata produk-produk ekspor kita harganya juga malah naik. Udah dolarnya semakin menguat, rupiah semakin melemah. Kabar baik buat eksportir. E, barang-barang yang kita ekspor ternyata harganya juga naik. Tadinya RM1000 bukan lagi RM1000, tahun depan ternyata naik jadi RM2.000. Double cuan. Ringgitnya dapat lebih banyak, rupiahnya dapat jauh lebih banyak. Kenapa? Karena teman-teman lihat di awal tahun ini udah banyak nih harga komoditas Indonesia yang naik tinggi. Harga nikel itu udah di atas 17.000, Guys, perroy ons harga tembaga sudah naik lebih 1.000 Amerika Serikat. Dari situ lu sudah bisa lihat bahwa apa? Ternyata ketika rupiah melemah, Indonesia diuntungkan. Kalau Indonesia mau jadi negara maju, ya rupiah harus melemah. Simpel aja. Kenapa Cina bisa sedemikian powerful, ekonominya bangkit? Simpel. Karena yuan lemah. Sengaja bahkan dilemahkan sama pemerintahnya. Kenapa sengaja dilemahkan? Supaya barang-barang made in China harganya lebih murah. Kompor made in China lebih murah dibanding kompor made in Amerika Serikat. Sehingga makin banyak orang-orang Amerika Serikat yang kalau belanja kompor, gelas, sendok, baju, celana ke Cina karena mata uangnya sengaja dilemahkan. Jadi kalau lu berpikir waras, lu pengin negara lu maju, mau enggak mau apa? Kita bahkan wajib melemahkan mata uang kita sendiri. Jadi, lu enggak usah panik kalau rupiah naik ke 17.000, 800.000, panik enggak? Enggak, enggak usah panik. Kenapa? Indonesia bisa tambah cuan. Simpel. Itulah yang dilakukan Cina. Itu bahkan yang dilakukan Vietnam. Makanya jangan heran Vietnam GDP-nya bisa 8% karena produk-produk made in Vietnam menjadi kompetitif, jadi lebih murah. Nah, orang Indonesia lu udah harus tahu punya mindset seperti itu. Jangan mau lu ditipu, ditakut-takutin Indonesia bakal bubar, Indonesia bakal hancur ketika rupiah 17.000 nanti 17.000 nanti 18.000. Enggak usah. Kenapa? Karena lu pengin negara lu tambah kaya raya. Ini penting buat kita pahami supaya lu enggak gampang panik. Tapi kalau lu pengusaha, lu orientasi ekspor, lu pasti paham apa yang gua bilang. Dan lu pasti setuju. Makanya negara harus mendukung bisnis-bisnis berbasis ekspor. Kasih bunga yang murah kayak Cina, kayak Vietnam. Bunga cuman 1% 2%. Kenapa? Karena bisnisnya ekspor mendatangkan devisa. Penghasilannya dolar. Double cuan. Kalau negara Indonesia mau maju, kita harus menjadi negara berbasis ekspor. Terus barang-barang impor gimana? Ya harus kita kurangi. Makanya gua sangat setuju Indonesia itu mengurangi subsidi BBM. Tapi nanti rakyat berontak dong. Makanya pelan-pelan lewat apa? subsidi kendaraan listrik. Jangan malah bahan impor kita subsidi. Masa kita mensubsidi rakyat buat beli barang impor, itu namanya mensubsidi rakyat buat membunuh negara sendiri. Enggak benar. Makanya makin berat nih tugasnya Amran. Memang sayang ya Amran Menteri Pertanian kita kalau bisa dibelah empat dikloning kloning deh lu jadi menteri. Jadi menteri energia jadi menteri [tertawa] apalagi? Jadi menteri perdagangan. Iya kalau bisa ya dibelah-belah tuh. Kenapa? Karena dia sudah sukses tuh swembada pangan. Yang belum apa? Wasada energi. Sementara ini kita impor energi nilainya sampai ribuan triliun, Guys. Ngeri. Sekali dolar naik colaps ini barang. Makanya dari kemarin gua bilang harus hati-hati. Begitu harga minyak bumi naik terus rupiah terus melemah, defisit anggaran negara bakal makin melebar. Kenapa? Karena Indonesia dijadikan budak-budak bahan impor. Makanya lu harus berusaha merdeka. Dengan demikian lu ada kontribusi terhadap bangsa negara kita merdeka dari bahan baku impor. Tapi selama itu belum bisa diganti ya siap-siap aja deg-degan nih kalau dolar naik. Tapi syukurnya ya gua melihat negara akan lakukan intervensi karena sekarang negara lagi bukan di skala besar kebun tebu di Indonesia Timur. Kebun jagung yang goalnya apa bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap negara-negara asing itu. Dan ini makanya harus didukung program swasmada pangan skala besar memang harus kita lakukan. Tapi media-media itu penginnya lu jadi budak dolar. Kenapa ya? Bahaya kalau dolar menguat nanti rakyat menderita. Kenapa menderita? Nanti bahan-bahan impor tambah mahal. Hello. Mereka pengin lu jadi budak dolar. Mereka pengin menyelamatkan pengrajin tempe. Mereka pengin menyelamatkan mafia minyak. Mereka pengin menyelamatkan oligarki bakmi. Mereka mau selamatkan itu. Makanya diguyur terus nih media-media. Seolah-olah Indonesia bakal hancur kalau rupiah itu makin melemah. Padahal kalau lu punya kewarasan yang cukup, lu bisa hitung. eh kita bisa untung juga dan memang harusnya diuntungkan. Kenapa? Karena ternyata Indonesia sekarang sudah menjadi negara eksportir. Hmm, menarik nih. Tapi sebelum kita bahas ke situ, kenapa penting buat teman-teman pahamin supaya lu enggak gampang diadu domba sama media-media profesor S3 pengkhianat bangsa ini? Even Donald Trump aja pengin dolar itu melemah, Guys. Lu lihat Wall Star Jurnal, Trump itu pengin dolar tambah melemah. Kenapa lu disuruh penginnya dolar menguat? Karena lu kena tipu media, lu kena tipu dosen lu, lu kena tipu guru-guru sekolah lu. Hoak semua dibilang Indonesia bakal hancur. Enggak. Donald Trump aja pengen guys yang namanya dolar itu melemah supaya apa? Pabrik-pabrik di Amerika Serikat kompetitif, produk-produk buatan Amerika Serikat jadi lebih murah. Berarti dia pengin, Guys. Tapi enggak bisa. Kenapa? Simpel aja. Karena Cina udah lebih dulu melakukan apa? Pelemahan mata uangnya secara masif. Lu bayangkan sampai Donald Trump itu kesal dia nunjuk-nunjuk Cina, "Lu sudah melakukan manipulasi keuangan. Kok bisa sih Cina mata uangnya lemah terus? Lemah terus makin lama makin lemah. Ujung-ujungnya Amerika bisa bangkrut. Ujung-ujungnya orang Amerika demennya ketagihan sama barang made inin Cina karena murah. Padahal sengaja dilemahkan mata uangnya." Itu yang dilakukan Amerika Serikat. Dia tahu enggak bisa diatur nih Cina nih. Karena bank sentralnya bukan budak IMF. Bank sentralnya setia sama partai, setia sama negara. Enggak gampang di odok katuk. Dia tinggal bilang mata uang kita bikin lemah. Lemah, Bro. Bangkit industri, bangkit manufacture, ekspor gila-gilaan. Kompetitif harganya. Karena apa? Mata uangnya lemah. Vietnam GDP 8% cita-cita Prabowo kok bisa? Simpel aja. Simpel aja. Karena dia melemahkan juga mata uangnya, Guys. Sampai Amerika Serikat itu mau investigasi Vietnam. Eh, lu pakai jurus Cina ya, lu sengaja ya lemahin mata uang lu, ya? Lu sengaja ya bikin dolar menguat dan Vietnamis dong. Mata uang Vietnam terus melemah. Sengaja ya? Gua tahu loh, lu pakai jurusnya Cina ya. sengaja biar harga barang-barang made in Vietnam makin murah ya. Oh, hati-hati lu. Jadi, lu bisa bayangkan sampai Donald Trump mau menghukum Vietnam dan China karena terlalu murah mata uangnya. Takut Amerika, tapi Indonesia kok lain ya. Kita malah dibikin goblok, malah dibikin seolah-olah rupiah itu harus menguat. Padahal bukan begitu. Indonesia kalau mau jadi negara maju, wajib rupiah itu melemah. Supaya kita bebas dari barang-barang impor. Supaya barang-barang impor makin mahal. supaya orang-orang di Indonesia makin pengin berinovasi, bikin bibit-bibit baru, bikin gandum yang bisa tumbuh di Indonesia, bikin kedela yang bisa tumbuh di suhu Indonesia, inovasi, substitusi, barang impor. Kan begitu dong mindsetnya. Tapi kenapa kita tetap dimanipulasi untuk takut dengan pelemahan rupiah, Guys? Menurut lu kenapa, Guys? Nah, pertanyaannya buat teman-teman sekarang, sebetulnya Indonesia itu udah siap belum sih jadi negara eksportir? Sebetulnya posisi Indonesia hari ini lebih banyak impor atau ekspor sih? Dan sejujurnya, mana sih yang lebih baik buat Indonesia? Rupiahnya menguat atau dolarnya yang menguat? Lu setuju enggak kalau kita bahas lebih detail lagi di next video tentang posisi Indonesia hari ini? Apakah Indonesia masih jadi negara budak atau sudah siap menjadi negara eksportir? Karena kita akhirnya punya beberapa menteri yang oke nih, Guys. Lu penasaran enggak? Lu setuju enggak kalau kita bahas lebih detail di video selanjutnya? Dan buat teman-teman sendiri juga sama, kalau menurut lu lebih baik yang mana? Rupiah terus melemah atau rupiah terus menguat? Yuk, segera berikan pandangan kalian di kolom komentar di bawah ini. Segera like video Benix and share video ini sebanyak-banyaknya. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik] [musik]