File TXT tidak ditemukan.
CALLED ENVIRONMENTAL DAMAGE! ⚠️ Bennix INVESTIGATES in MALUKU, Here are the Real Facts About Indo...
mDV72gCWRsk • 2026-01-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, dari kemarin tuh kayaknya dunia
pertambangan Indonesia diserang terus
loh. Mulai dari kemarin tuh dituduh
katanya menyebabkan kerusakan
lingkungan, bahaya buat alam. Bener
enggak sih? Bahkan sampai kemarin tuh
ada haters tuh nyerang gua di Instagram.
Wah, Benix tuh bahaya pakai nikel. Nikel
itu baterai mobil listrik merusak
lingkungan tuh. Ini orang kayaknya
enggak ada otak juga. Karena apa? Mobil
listrik yang beredar di Indonesia
baterainya itu, Guys, pakai LFP lithium
feropospat. Bukan pakai nikel. No.
Kemahalan mobilnya kalau pakai nikel.
Jadi itu hox. Kenapa? Apalagi ya? Nikel
itu sebetulnya dipakai untuk stainless
steel industri yang dipakai lu buat
makan, bikin sendok, handphone, mobil,
semua pakai stainless steel. Justru
nikel yang jadi baterai eh jumlahnya
dikit, Guys. Enggak nyampai 20%. Tapi
apa memang sebetulnya semerusak itu ya
sampai orang-orang itu banyak banget
bikin berita-berita hoaks tentang
tambang Indonesia. Makanya gua penasaran
nih, gua pengen berangkat nanti malam
nih, gua udah beli tiket, kita cek
langsung yuk ke tambang nikel yang ada
di Indonesia Timur. Sebetulnya mereka
merusak lingkungan atau justru sangat
ramah lingkungan sampai warga cinta
banget sama mereka. Oke, guys. Sampai
ketemu, yuk.
[musik]
Perhatian terakhir [musik]
Indonesia. Guys, kita masuk dulu, Guys.
Kita mau berangkat pesawatnya. Sekarang
jam menunjukkan jam . pagi, Guys. Luar
biasa, Guys. Ini investigasi side visit
yang paling jauh karena ini butuh
perjalanan 20 sampai 21 jam. Seru nih,
Guys. Makanya langsung aja yuk kita
berangkat. [musik]
Gimana, Mas Bro?
Kita mau ke mana nih, Pak?
Kita mau pergi ke Indonesia Timur, ke
pulau yang paling cantik yang katanya
kemarin tuh lagi heboh, katanya
lingkungannya rusak, katanya airnya kena
limbah. Kita bakal buktikan langsung,
betul enggak di situ polusi? Betul
enggak sih di situ masyarakatnya
dirugikan? Betul enggak dia enggak ada
kasih dampak positif buat lingkungan?
Masa sih? So, kita mau cek langsung real
ke lapangan seperti apa sih di sana
ekonominya, lingkungannya, sosialnya.
Tapi harus sabar, Guys. 20 jam lagi baru
nyampai gua. Rela-rela bangun tidur, Om.
Kita berangkat hari ini 20 jam, Guys.
Sampai ketemu di Maluku. [musik]
[musik]
Oke, guys. Kita udah sampai di Ternate.
Ingat ya, ini masih sebagian dari
perjalanan. Jadi dari tadi naik pesawat
gua kira mendarat langsung nyampai.
Ternyata enggak, Guys. Kita masih mampir
dulu dari Jakarta ke Ternate. Nanti dari
Ternate kita naik pesawat kecil harus
tunggu transit
8 jam lagi. Kita bakal berangkat jam .
siang naik pesawat kecil ke Labuhan.
Nanti dari sana kita nyambung lagi,
Guys. Naik kapal. Dan jangan khawatir
nanti dari naik kapal nyambung lagi
lewat darat. Total pokoknya minimal 20
jam perjalanan. Sekarang kita mau lanjut
cari sarapan yuk yang enak-enak. di kota
Rempah, Ternate. Seru nih, Guys.
[musik]
Terus mata pencarian di sini apalah
kalau bertanya
kala sini itu nelayan sama kebon.
Kebon apa?
Kepala sama cengkeh.
Di sini lahan udah mahal ya, Bang?
Mahal.
Berapa harganya semeter?
Satu kavling aja udah ratusan.
rumah. Iya.
Satu cavling itu berapa kali? Berapa?
10* 15. So lebih mahal lagi apa enggak?
Kalau sho kayaknya enggak jauh beda sih.
Tapi di sovif belum ada bandara ya.
Ini kan rencananya mau di
bangun di yang di Laleo itu.
Oke guys, kita sudah sampai nih di rumah
makan Alhikmah. Belakang ada gunung,
gunung Gamalama nih. Jadi ini asli ya
kita di Ternato bukan pakai efek AI.
Jadii mampir dulu.
Tapi ini emang lontongnya enak banget,
Guys. Lontong pakai ikan tuna. Enak
banget, Guys. Makan lontong pakai ikan
tuna cuma di ternak.
Masakannya gimana?
Luar biasa. Lontongnya enak banget. Kita
mau ke mana sekarang, Mbak? Danau
Ngade.
Danau Ngade itu yang ada di mata uang
Patimura Rp1.000 R.000 yang legendaris
itu, Guys. Ternyata lokasinya enggak
jauh dari sini. Jadi, kita hari ini mau
ke sana dulu mampir sebelum balik ke
hotel. Yuk.
Asli, Guys, lu harus lihat ini, Guys.
Keren banget.
Wah, gila. Rugi lu, makanya lu enggak
ikut buat teman-teman. Makanya lu buruan
segera daftar deh BX Investor Grup.
Kalau lu gak bisa lihat pemandangan
begini sama teman-teman semua, ya.
Enggak, Guys. Yo, y
gil.
Jadi, lu tahu enggak nih, Guys, ini
pemandangan legendaris ini udah gua
kantongin nih. Duit lu juga ada pasti
dompet lu. Ya, enggak salah loh. Duit
Rp1.000 Patimura ini kalau lihat di
belakangnya ada
Pulau Tidore sama Pulau Maitara.
Ternyata lebih bagus aslinya ya
dibanding yang di duit lu. Beneran,
Guys. Bagus banget aslinya. Jadi, kalau
lu lihat tempat gua berdiri sekarang ini
adalah benteng pertahanannya orang
Portugis di sini. Jadi kita di Ternate
hari ini, ini bagian Portugis. Kalau
lihat ada pulau di situ di seberang itu
pulau milik Spanyol yang sekarang jadi
Tidore. So, kalau teman-teman lihat di
sini di pinggiran-pinggiran
benteng-bentengnya ngadap ke sana dengan
meriam-meriamnya ya. Sebelah sana juga
ada benteng yang sama mengarah ke sini.
Jadi mereka tembak-tembakan pas lah. Ini
kayak Taiwan sama Cina. Nah, jadi zaman
dulu mereka itu kan udah bikin wilayah
bagi dua. Lu jalan ke kiri, kekuasaan
Spanyol, ke kanan kekuasaan Portugis.
Ketemu titik tengah ya di titik ini,
Guys. Pertemuan mereka membagi wilayah
Portugis dan Spanyol berhadap-hadapan.
[musik]
Guys, kita makan dulu, Guys. Lengkap
banget nih menunya. Ada sagu.
Hmm. Sagu pakai udang. Ada ikan kerapu
tapi ketan. Ada piting surya.
Ada dendeng rusa, Guys. Mantap nih. Gua
baru tahu di Maluku banyak rusa ya. Ada
dendeng rusa. Ini enak banget nih
kepitannya. Asli, Guys. Lu mesti cobain.
Mantap. Sebelum kita berangkat berlabuh
ke Pulau Labuhan naik pesawat di
Ternate. Kita mau perpisah dulu nih sama
Ternate sebentar ya. Kita makan dulu di
restoran Royal. Jadi dia terkenal karena
kepitingnya nih. Enak banget. Jangan
khawatir gua cobain buat dulu mewakili
kalian ya. Enak banget guys. Fresh
banget lu ikannya. Sini seafoodnya enak.
[musik]
Sekarang kita on the way mau ke bandara
lagi ya. Kita mau kejar pesawat yang
terakhir mungkin hari ini. Jadi sehari
cuman ada dua pesawat. Betul ya?
Sehari sekali.
Oh sehari cuman ada sekali guys. Jadi
kalau lu telat selesai tunggu lebaran
haji lu bisa naik. Jadi, Bapak 10 tahun
lebih di Maluku nih.
Iya.
Melihat Maluku dari sebelumnya sepi
dong. Merasakan enggak?
Merasakan juga.
Beda enggak sama yang hari ini?
Beda jauh.
Contohnya
ya contohnya dari kondisi perjalanan aja
udah makin padat untuk saat sekarang. H
dari sebelumnya belum.
Terus dari segi ekonomi terasa tumbuh
enggak? Untuk segi ekonomi, ekonominya
di sini bagus untuk kayak toko makin
menambah terus
dan kayak untuk tempat usaha yang
lain-lainnya juga seperti kayak kafe dan
sebagainya sekarang sudah makin banyak.
Jadi sebetulnya kayak program
pertambangan smelter ini memberikan
dampak positif apa dampak negatif nih
buat perekonomian di situ?
Kalau untuk menurut saya sih menampaknya
positifnya
karena Iya. Karena untuk yang nganggur
juga kalau memang dia berminat untuk
kerja bisa kerja. Jadi sebetulnya kerja
enggak mungkin ada pengangguran ya.
Iya.
Malah susah kali cari orang
ya. Sebenarnya sih makanya cari dari
luar-luaran untuk lokal kayaknya
benarnya mungkin kurang ya.
Makanya bawa dari luar kan.
Iya.
Kalau driver Rexa berapa gajinya, Bang?
Ya mungkin rata-rata kalau kayak untuk
operator ya 8 sampai 9an lah ya. Wih.
Wih.
Tuh, guys. Lu makanya jangan manja lu di
Jakarta lu. Lu pindah lu ke Maluku nih.
Butuh banyak tenaga lu dibanding lu
malas-malesan lu. Tidur-tiduran aja
kerjaan lu.
Kerja yang benar nih. Pergi lu kerja di
tambang nih. Hilirisasi. Ya, Bang. Ya,
benar ya.
Betul.
Jauh-jauh dari Bandung. Asli loh nih
orang tenggal.
[musik]
Oke, Guys. Kita udah nunggu 3 jam lebih,
akhirnya pesawat kita datang juga. Kita
akhirnya berangkat ke pemberhentian
selanjutnya di Labuhan.
Jadi di Labuhan kita bakal transit di
Labuhan selama kurang lebih 5 jam untuk
nunggu kapal jemputan. Habis itu naik
kapal 5 jam lagi di kapal. Jadi
seharusnya jam 11.00 malam kita udah
tiba di hotel di sana kita berangkat
dulu. Oke, bye bye.
[musik]
[musik] Guys, akhirnya kita sampai juga
nih ya. Bukan di lokasi, belum, masih
ada lagi nyambung. Kita dari sini harus
ke pelabuhan. Sekarang kita di lapangan
terbang perintis Utsman Saddiq di
Labuhan. Jadi dari sini pesawat terbang
udah mendarat. Akhirnya kita jalan lagi
setengah jam ke pelabuhan. Terus di
pelabuhan tunggu lagi 5 jam. Nunggu
kapalnya datang. Terus dari situ naik
kapal 5 jam lagi ke lokasi. Jadi sampai
ketemu, Guys. Sampai kita betul-betul di
lokasi. Stay tune terus, Guys. Seru nih.
Oke, Guys. Jadi, kita sudah sampai di
pelabuhannya. Labuhan,
pelabuhan-labuhan.
Jadi di sini kapalnya udah sampai nih.
Kita tinggal tunggu sampai penuh. Jadi
kalau lu kayak naik angkot ya, microlet
di Jakarta juga kalau isinya satu orang
enggak mau berangkat dia, Guys.
[tertawa] Jadi kita sambil tunggu
teman-teman lagi pada persiapan. Lu di
sini bisa lihat pantainya bagus banget.
Jadi perjalanan kalau lihat di sana itu
udah kayak Jurassic Park, Guys. Bagus
gugus-gugus pulaunya tuh bagus banget.
Jadi sabar-sabar. Masih butuh berapa jam
lagi kita? Sampai 3 seteng jam lagi,
Guys. Good news. Jadi masih panjang
perjalanan. Semoga harapannya jam 11.00
sudah bisa masuk hotel. 30. Kalau 10.30
5 jam sebenarnya [tertawa]
soalnya sekarang jam 0.30, Guys. Jadi
mantap nih. Sebelum naik memang harus
banyak berdoa karena pasti loncat-loncat
di jalan ini speed boot. Dan yang gua
senang sih sejauh ini bagus banget sih
pemandangannya. Benar-benar Maluku the
best deh. The best. The best. Maluku
cakep banget. Oke, nanti sampai ketemu
di dalam kapal ya.
[musik]
Oke, mantap, Guys. Akhirnya kita naik di
kapal juga. 4 jam lagi kita harusnya
sudah tiba nih. Semoga selamat sampai di
tujuan.
Udah full nih dari depan sampai belakang
terima itu [tertawa]
dengan ini saya mengucapkan
oke, Pak.
Hal
halal
sah. Halal
sahamana saksi?
Alhamdulillah.
[tertawa]
Akhirnya sampai juga di pulau istimewa
ini, Guys. Pulau harta karun.
5 jam loncat-loncat, Guys, di laut.
Udah setengah mabok, setengah sadar nih.
Wow, keren. Lu lihat enggak tuh di
belakang?
Keren keren hoing. Lu enggak bakal
pernah menyangka di tengah ujung lautan
sejauh ini yang jadi pusat peperangan
Portugis sama Spanyol. Eh, terus
kemudian Inggris ikut-ikutan juga perang
sama Belanda memperebutkan daerah ini.
Ternyata kita udah punya port dengan
teknologi secanggih itu dan
sangat-sangat modern. Wah, gua gak
penasaran sih siang-siang kayak apa ya.
Tapi kita harus tancep dulu, Guys.
Lanjut lagi jalan ke lokasi pemukiman
penduduk. Let's go.
[musik]
Guys, akhirnya kita sampai di Hotel Obi.
Setelah tadi muter-muter lihat Edge Pal,
lihat smelter dan kita akhirnya tiba di
sini setelah
berapa jam kita?
Total 21 jam.
L delay 22 jam kita berangkat jam 12.00
malam kalau masih ingat.
12 malam
jam 12.00 malam. Hari ini jam 10. malam,
Guys. Total 22 jam untuk sampai ke titik
ini dan luar biasa. Oke, Guys. Sekarang
kita mau istirahat dulu biar besok bisa
lanjut nih. Soalnya dari pagi udah padat
schedul-nya. Oke, see you guys.
Jadi, dari sini kita bisa lihat semua
ini kayak menara jaga, Guys. Jadi dari
sini kita lihat ke bawah pelabuhannya
kelihatan ada krin ada RKF kita, ya.
Killnya kita
jadi ditutupin, Guys, sampai
diselimutin. Jadi bukan orang doang yang
selimutin. Batu bara di sini
diselimutin. Lu bayangin.
Betul. Gila, itu mahal banget tuh
kayaknya tuh. Bahkan tanaman ya hampir
enggak merasakan bedanya alam liar sama
di ruangan ini. Karena penyiramannya
begitu lembut seperti kabut alami di
pagi hari. Lu penasaran enggak cara
kerjanya gimana? Kita hitung aja. 1 2 3.
[musik]
Mantap.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:07:06 UTC
Categories
Manage