File TXT tidak ditemukan.
AMERICA SHOCKS BY HUGE DEMOS!! 1 MILLION LAYOFFS, TRUMP THREATENED OF IMPEACHMENT?!
GkngftjmKVY • 2026-01-29
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Lagi-lagi ramalan pedukti benar, Guys. Amerika Serikat bentar lagi menuju perang saudara. Karena per hari ini udah resmi ya terjadi demo besar diapolis, di Minnesota itu ribuan orang turun ke jalan bertarung nih sama agen-agen pemerintah, sama agen federal karena petugas federal kembali membunuh warga negara Amerika Serikat sendiri. Dan lagi-lagi yang dibunuh ini warga sipil yang berprofesi sebagai seorang perawat. bukan preman bu tapi perawat yang namanya Alex Pretty. Dia menjadi korban kekerasan oleh agen imigrasi Pemerintah Federal Amerika Serikat dan ini mengakibatkan timbulnya protes skala besar dari warga Amerika Serikat. Dan akibatnya apa? Banyak toko-toko yang tutup. Orang-orang enggak bisa pergi kerja, orang enggak bisa pergi ke kantor, bahkan anak-anak sekolah juga diliburkan, Guys. Dan ini membuktikan kebenaran ramalan Benix. Bahwa apa? Bentar lagi memang ibu-ibu rumah tangga ujung-ujungnya pada komplain. Anak-anak enggak bisa sekolah, enggak bisa belanja ke warung, dan akan makin banyak rakyat Amerika yang dibunuh sama pemerintahnya sendiri. Seperti video ini. Yakin next akan makin banyak lagi ibu-ibu rumah tangga, rakyat-rakyat Amerika yang dibunuh sama petugas polisi, petugas tentara yang ada di Amerika Serikat sendiri. So, kalau teman-teman penasaran gimana sih skenarionya ya, Amerika Serikat akan hancur dari dalam. Lu pengen tahu alasannya dan gimana dan kapan itu akan terjadi? Lu jangan skip video ini. Let's check this. Jadi, satu hal yang menarik, Guys, dari peristiwa demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat yang mewujudkan kebenaran ramalannya Benix itu sebetulnya sesuatu yang mudah diprediksi ketika lu melihat bank sentral di Amerika Serikat sedemikian ganasnya membu warganya sendiri. Nah, sebelum kita berangkat ke sana, lu udah tahu belum sih apa aspek yang menarik? Karena ini namanya juga channel ekonomi kita, channel bisnis dan investasi. Kita membahas kejadian manyiap polis ini dari sudut pandang pengusaha. Ya, teman-teman tahu demo ini udah terjadi berhari-hari dan demo ini sebetulnya di belakang layar didukung sama pengusaha-pengusaha perusahaan besar yang ada di Minnesota. Jadi, CEO perusahaan besar ada 60-an CEO lah. Mereka bersatu padu di belakang demonstran. Jadi, diam-diam mereka membiayai demonstran. Kenapa? Karena ujung-ujungnya mereka itu pengin pemerintah itu bekerja sama untuk menurunkan ketegangan. Mereka juga pengin pemerintah menutup departemen-departemen federal yang brutal. Mereka juga pengin ada solusi nyata supaya ekonomi dan bisnis bisa kembali stabil. Kenapa ini penting? Jadi udah banyak nih CEO-CEO yang minta supaya ketegangannya diturunkan. Salah satunya kalau lu suka pakai plaster yang bagus merek 3M, perusahaan kimia sebetulnya. CEO-nya 3M namanya William Brown itu udah sampai bikin petisi untuk meminta segera dibikin solusi kedamaian buat rakyat Amerika. Lu bayangin CEO-nya 3M ini salah satu perusahaan kimia terbesar di dunia loh sampai bikin petisi seperti itu. Nah, petisi ini juga ditandatangani oleh CEO-nya Target. Target ini ya toko supermarket lah kalau kayak di Indonesia. Bukan cuma CEO-nya Target. CEO-nya General Mills juga tanda tangan. CEO-nya Best Buy itu toko retail barang-barang diskon. Best buy elektronik lu belanja di situ itu juga tanda tangan. Bahkan CEO-nya United Health itu juga ikutan tanda tangan, Guys. Intinya mereka mayoritas pengusaha-pengusaha yang takut kalau bisnisnya bakal collabs. Kalau makin banyak orang demo, makin sedikit orang yang bisa ke kantor, makin sedikit orang yang pergi berbelanja, ujung-ujungnya Omzet mereka turun. Apalagi banyak dari mereka ya pengusaha retail seperti Best Buy atau Target itu perusahaan retail. Takut mereka kalau orang enggak belanja lagi laptop baru, printer baru di tokonya mereka. Makanya gak heran juga kalau mereka itu yang paling pengin segera ada solusi nyata nih supaya ekonomi dan bisnis di Minnesota, di Minapolis bisa kembali stabil, Guys. Kenapa? Karena sejak demo ini terjadi, Omz perusahaan sudah drop 80% lebih. Wah, sadis ya. Brutal nih pengusaha pada ketakutan nih di Amerika Serikat karena ramalan Benix terbukti benar. Kenapa? Karena di tahun 2025 itu sudah tercatat ada lebih dari 700 perusahaan di Amerika Serikat yang bangkrut, cololaps, tutup mewujudkan ramalannya Benix. Seperti yang lu lihat di sini, tsunami PHK menghantam Amerika 700 lebih perusahaan bangkrut. Rutter sampai bilang bahwa tingkat kebangkrutan ya, jadi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang bangkrut itu berada di titik tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Dan ini terjadi karena ada kredit cheaters, Guys. Nah, ini penting. Apa itu kredit cheaters? Kenapa jadi banyak orang yang collaps? Credit cheatters itu kepanikan. Orang-orang pelaku pasar, pengusaha itu deg-degan karena ada utang kredit. Lu tahu yang kerok dari seluruh permasalahan ekonomi ini sebetulnya adalah bank sentral. Kenapa terjadi crediters? Kenapa banyak pengusaha ketakutan termasuk di Indonesia, UMKM, pelaku usaha takut mereka? Kenapa? Karena banyak investor dan pelaku usaha itu takut ya. Apakah perusahaan-perusahaan ini mampu membayar utangnya? Kenapa jadi takut? Karena pinjaman semakin mahal, bunga naik. Syarat kredit diperketat di Amerika Serikat. Lu ngerasa sama enggak polanya dengan di Indonesia? Syarat kredit diperketat mau minjam makin susah, makin mahal, bunganya juga naik. Mirip ya sama di Indonesia ya. Akibatnya apa? Akses untuk mendapatkan pendanaan utang itu semakin sempit. Ujung-ujungnya apa? Perusahaan susah refinancing. Mereka cuma jadi korban gali lubang, tutup lubang. Ujung-ujungnya perusahaan ikut jadi member pinjam online alias pinjol. Nah, karena pinjol bunganya gede, artinya apa? Resiko gagal bayar utang itu juga jadi naik. Dan di Amerika Serikat ujung-ujungnya apa? Karena banyak yang gagal bayar utang, ujung-ujungnya banyak perusahaan yang bangkrut, Guys. Semoga lu paham nih pentingnya suku bunga nih. Nah, biasanya kredit cheaters ini muncul gara-gara apa? Ada empat alasan, Guys. Yang pertama, karena suku bunga itu udah terlalu tinggi dalam periode yang sangat lama. Contoh kayak The Fed, mereka nahan bunga tinggi banget. Akibatnya apa? Yang kedua, ekonomi melambat, terjadi resesi. Nah, yang ketiga, artinya akan semakin banyak utang jatuh tempo yang enggak bisa dibayar karena kondisi bisnis semakin melemah. Yang ujung-ujungnya karena banyak utang yang jatuh tempo sementara bisnis semakin lemah, terjadilah hal yang keempat. kasus perusahaan gagal bayar semakin besar dan ini ujung-ujungnya menciptakan efek domino. Jadi krediters ini sesuatu yang bahaya, Guys. Karena makin banyak pengusaha yang deg-degan karena digencet sama banker-banker sialan ini, ujung-ujungnya apa? Lu bakal menyaksikan lonjakan kebangkrutan perusahaan Amerika Serikat akan terus bertambah karena pasar kredit, pasar utang di sana dalam kondisi tegang, Guys. Deg-degan nih, ketakutan. Dan ini bukan gara-gara perusahaannya itu salah urus, bukan gara-gara manajemennya jelek, internal perusahaannya bobrok. Enggak, enggak, enggak ada hubungan sama itu. Bahkan perusahaan-perusahaan yang tidak berdosa pun banyak yang jadi korban gara-gara apa? Bank sentral biadab, Guys. Nah, ini dibuktikan dengan apa? Semakin ditahan bunga tinggi, lu lihat sekarang makin banyak perusahaan yang bangkrut. Per hari ini di Amerika Serikat sudah ada 700 perusahaan yang bangkrut. Ini sejalan dengan tingkat PHK yang juga makin tinggi dong karena perusahaannya tutup. Karena ada 700 perusahaan yang bangkrut, lu bisa lihat terjadi lonjakan tinggi PHK di tahun 2025. PHK di 2024 cuma 660.000 orang, tapi di tahun 2025 udah lebih dari 1 juta orang kena PHK di Amerika Serikat. Brutal. Lu lihat di layar kaca itu pemerintah, government itu sudah nge-cut lebih dari 300.000 orang. Sektor teknologi sudah ngekut 140.000 orang. Sektor pergudangan sudah ngekut lebih dari 90.000 orang. Next, selanjutnya adalah bisnis retail yang sudah memecat lebih dari 80.000 orang. Jadi, lu bisa bayangkan ya, begitu banyak pengusaha bakal bangkrut gara-gara apa? Salah urus bank sentral mereka, pengkhianat bangsa, Guys. Dan akibatnya apa? Ya, makin banyak perusahaan yang bangkrut, makin banyak pengangguran yang tinggi, makin banyak pengangguran yang enggak punya kerjaan. Ujung-ujungnya apa? Per November 2025 udah lebih dari 7,8 juta warga Amerika Serikat yang nganggur. Ini ngeri, Guys. Orang-orang pintar S1, S2, S3 pengangguran di sana. Nah, ujung-ujungnya apa? Donald Trump did demo. Lu enggak bisa becus urus ekonomi lu Donald Trump, lu gulingkan Donald Trump. Wah, habis Donald Trump dijadikan kambing hitam. Padahal kalau lu ngerti makroekonomi ini enggak semuanya salah Donald Trump. Ini bukan 100% tanggung jawab Donald Trump, Guys. Tapi sebetulnya ini kesalahan The Fed. Kenapa lu tahu mandatnya The Fat? The Fat itu sejak tahun 1970 itu punya double mandat. Yang pertama, mereka harus maintain maximum employment. Artinya apa? mereka harus memaksimalkan penyerapan lapangan kerja. Nah, yang kedua target mereka adalah menjaga harga-harga tetap stabil dan suku bunga tetap berada di angka yang masuk akal. Jadi, bank sentral Amerika Serikat memang tidak wajib menghilangkan pengangguran karena mereka targetnya bukan 100% employment, tetapi maksimum employment. yang artinya kalau menurut The Fat, "Ah, ini udah maksimal nih serapan tenaga kerja, gua gak mau deh turunin suku bunga." Udah terserah. Walaupun ada 7 juta orang yang nganggur, tutup mata aja. Karena target dia bukan 100% orang kerja. Enggak. Target dia bukan enggak ada pengangguran, bukan. Target dia maksimum employment. Maksimum itu seberapa ya? Seberapa yang baik di kacamata dia, Guys. Ngeri enggak? Rela dia melihat jutaan orang nganggur. Rela dia. Rela. The fat. Sadis. Dan ini lu bisa lihat bakal gak sejalan dengan visi misi Donald Trump yang pengin membangun Amerika Serikat. The Fed dan Trump memang secara resmi tidak sejalan. Ngeri ya, bisa ada banker lebih tinggi dibanding konstitusi, lebih tinggi dibanding presiden Amerika Serikat. Dan ini makin complicated karena terjadi perang dagang. Lu tahu kan ketika terjadi perang dagang Indonesia kena tarif 19%. Barang-barang Indonesia yang masuk Amerika Serikat itu kena tarif 19%. Jadi lebih mahal. Iya. Yang bayar siapa? Rakyat Amerika Serikat. Akibatnya apa? Harga-harga naik di sana. Ketika harga naik artinya terjadi inflasi. Inflasi tambah tinggi, Guys. Nah, kalau inflasi tambah tinggi, lu tahu dong sebagai bank sentral lu kan pengin inflasi itu turun, stabil. Bahaya nih kalau terlalu tinggi. So, apa yang lu lakukan? Lu enggak mau nurunin suku bunga. Lu akan pertahankan suku bunga supaya naik tinggi. Bahkan naikin lagi lebih tinggi supaya inflasi turun. Kan begitu teorinya. Padahal Donald Trump visi misinya apa? Membangun negara. Tapi ketika suku bunga terus tinggi, apa yang terjadi? Akan makin banyak perusahaan yang bangkrut, Guys. Ini Donald Trump enggak setuju. Namanya juga pengusaha. Donald Trump kan penginnya kalau minjam ke bank bunganya kecil. Kok The Fat malah naikin suku bunga terus. Memang si Trum ini enggak sinkron juga nih. Kalau lu enggak pengin suku bunganya tinggi, lu enggak usah bikin perang tarif dong. Karena konsekuensinya ya mau enggak mau harga barang-barang bakal naik, inflasi bakal naik ujung-ujungnya ya suku bunga harus tinggi. Nah, makanya lu enggak heran kalau The Fed enggak sejalan dengan Donald Trump. Tapi lu tahu enggak sebetulnya ada rahasia di belakang itu semua. Ini bukan cuma murni permasalahan makroekonomi, tapi memang ada kepentingan politik mafia, mafia kredit tingkat dunia. Nanti gua bakal jelasin di akhir video ini. Makanya lu jangan skip video ini karena apa? Kita sekarang mau bahas. Makanya lu enggak usah heran ketika Donald Trump mau mengkriminalisasi gubernur bank sentral Amerika Serikat, si Jerome Powell. Gua di sini melihat, "Wah, Donald Trump ini baik juga ya. Kalau lu di negara lain ditembak mati tuh the fat ini bosnya, gubernurnya ini karungin selesai lu. Kalau di Cina, di Vietnam hilang lu kelar lu. Tapi Jerem Powell sampai hari ini masih berdiri koko, Guys, di Amerika. Artinya backing-nya lebih powerful dibanding Donald Trump. Lu pernah berpikir enggak seperti itu? Dan ini yang bikin the fight pede-pede aja. Mau terjadi demonstrasi malal kek, mau terjadi PHK masal kek, jutaan orang kehilangan lapangan pekerjaan peduli setan. Yang penting dia tambah kaya raya bersama gengnya yang lebih powerful daripada Donald Trump. Mengeri, Guys. Kenapa? Karena kalau lu lihat ya, APBN Amerika Serikat buat tahun fiskal 2025 pendapatan negaranya itu cuman Rp80.600 triliun. Tetapi belanja negaranya itu sudah naik sampai Rp108.000 triliun. Gila enggak? Ini jauh lebih besar dibanding Indonesia. Indonesia PBN kita cuma R3.000 triliun, Guys. Amerika Serikat penghasilannya Rp80.600 triliun. pengeluarannya wah jauh lebih gede lagi lebih dari 100.000 triliun. Sadis artinya ada defisit. Defisitnya berapa? Defisitnya 27.900 triliun. Artinya pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan duit jauh lebih banyak dibandingkan duit yang dia peroleh. Artinya Amerika Serikat running on the deficit. Tekor tekor tekor tekor. Lebih besar pasak daripada tiang. Bahaya enggak, Pak? Indonesia aja juga defisit kok. Beda. Indonesia defisit tapi nilai defisitnya cuma sekitar 2,9% dari GDP kita. Tapi Amerika Serikat ngeri kenapa lu lihat layar kaca? Good news guys. Ada kabar spesial buat kalian semua karena sekolah Sambenix season 9 akan segera dimulai kembali dan tema kali ini sangat menarik khususnya buat teman-teman investor pemula di IASG yang masih belum tahu gimana sih saham-saham yang bagus, gimana sih cara melakukan perhitungan analisis laporan keuangan secara fundamental. Ini saat yang baik untuk pendaftarkan diri kalian sekarang juga. Karena di sini kita bakal belajar gimana cara menilai suatu saham, cara menilai suatu emiten baik dari segi bisnisnya maupun dari segi catatan keuangannya sampai menghubungkan itu semua dengan analisis ekonomi makro. Dan yang bikin lebih seru lagi di tema kali ini kita bakal bahas proyek Danantara. Gila nih duitnya triliunan guys. Dan kita bakal bahas ini dengan lebih detail lagi di sekolah Sambenix season 9. Dan buat kamu yang masih bingung gimana sih caranya profit di ISG, kenapa sih penting untuk menjadi investor saham, lu bisa pakai kalkulator investasinya Benix yang ada di www.skolasambenix.com. Di situ lu bisa tentukan target investasimu berapa. Lu pengin jadi miliarder di usia berapa, lu pengin jadi triliuner di tahun ke berapa. Dan dari sana lu bisa hitung gimana caranya bisa mendulang profit dari cuan di IG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini adalah kesempatan langka karena sekarang harganya diskon jadi R jutaan saja alias diskon 25% guys. Ingat ya, ini diskon 25% hanya untuk 25 pendaftar pertama. Jadi tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. 0811868959 atau bisa juga kunjungi website sekolahsambenix di www.sambenix.com. Yo, segera daftaran dirimu sekarang juga sampai ketemu ya di Sekolah Sambenix Season 9 yang akan segera dimulai di tanggal 7 Maret 2026. Oke, guys. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sampai ketemu, ya. Kenapa lu lihat layar kaca? Di tahun 2025 pendapatan negara itu cuma Rp80.600 triliun, pengeluarannya R8.500 triliun. Tapi dari R8.500 triliun, belanja militernya itu udah R.900 triliun alias 12,8% anggaran negara belanjanya udah habis buat perang, buat militer, buat gaji tentara. Sadis, Guys. Ngeri. Hampir 13% loh belanjanya itu fokusnya ke militer. Tapi ada yang lebih ngeri lagi. Dan ini yang diinginkan oleh the fat and the gang. Apa itu? Amerika Serikat hari ini penghasilannya setahun cuman Rp80.600 triliun, tapi dia bayar bunga udah lebih dari Rp15.000. R000 triliun, Guys. Ngeri enggak? Penghasilannya cuman Rp80.000 triliun, tapi bayar bunga hutangnya udah 15.000 triliun. Artinya hampir 20% penghasilan negara sudah pergi untuk bayar bunga hutang. Lu paham enggak sih? Ini begitu mengerikan dalam konteks bernegara. Dalam perhitungan kita ini bakal makin naik lagi. Tahun 2030% penghasilan negara akan pergi untuk bayar bunga hutang. Bukan bayar pokok hutang loh, Guys. Bayar bunga hutang. Satu per3a dari penghasilan mereka akan habis buat bayar bunga hutang di tahun 2030. Artinya enggak ada lagi cukup hutang nih buat kasih bantuan USA menolong orang-orang menderita di Afrika Selatan. Enggak ada duit lagi buat bangun jembatan, perbaikin sekolah, kasih makan rakyatnya MBG. Di enggak ada duit mereka. Kenapa? Buat bayar hutang aja udah ngap-ngapan. Bayar bunga utang aja. Bayar bunganya loh, bukan pokoknya. Bunga utangnya aja udah 15.000 R triliun. Pengeluaran buat militer cuma 13.000an triliun. Artinya bayar bunga udah lebih besar dibanding bayar militer. Ini negara udah dalam kondisi kritis, Guys. Ini kita melihat titik-titik nadir kematian sebuah negara, Guys. Lu jadi saksi. Lu beruntung hidup di abad ini karena lu akan menyaksikan keruntuhan sebuah imperium yang namanya Amerika Serikat. Dan makanya jangan heran ketika makin banyak orang susah, makin banyak pengangguran, makin banyak perusahaan collaps, the fight makin kaya raya. Dan siapa yang makin kaya raya lagi? perusahaan pengusaha-pengusaha senjata di Amerika Serikat. Ketika banyak orang-orang demonstrasi di sana, tapi pengusaha senjata semakin cuan. Lu bisa lihat di layar kaca nih, sahamnya RTX, perusahaan militer Amerika Serikat dalam 1 bulan udah naik 5,8%. Laba bersihnya naik 30% lebih. Northrop Gruman juga sama dalam 1 bulan sahamnya udah naik lebih dari 16%. Kratos Defense sahamnya dalam 1 bulan naik 42%. Ngeri, Guys. Lock hit Martin ini pabrik pesawat jet nomor wahid Amerika Serikat sahamnya dalam 1 bulan udah naik lebih dari 22%, Guys. Ganas, Guys. Luar biasa, Guys. Tapi ini juga membuktikan bahwa di setiap krisis selalu ada kesempatan. Di setiap kesulitan, di setiap demonstrasi selalu ada pihak yang diuntungkan. Apalagi ya, Donald Trump itu berencana menaikkan anggaran militer dia di tahun 2027, tahun depan itu bakal naik lagi. Ingat ya, tahun 2025 kemarin anggarannya 1.000an triliun. Tahun 2027 besok nih anggaran bakal naik jadi 25.000 triliun. Berarti naiknya hampir dua kali lipat, Guys. Gila nih. Gila hancur-hancuran defisit bakal makin hancur. Kenapa? Karena sekarang defisit mereka sudah lebih dari 6% GDP mereka. Indonesia berapa? Indonesia di bawah 3% dari GDP kita. Ya, sesuai amanat undang-undang lah. Tapi lu tahu enggak sih rahasianya ni sebelum kita berpisah? Kenapa The Fight ngotot banget ya mempertahankan suku bunga tinggi? Kenapa The Fight kayaknya berani banget bertarung sama Donald Trump? Pede banget ya? Kenapa The Fat tetap ngotot menciptakan pengangguran? Kenapa The Fat sampai detik ini enggak mau turunin suku bunga? Kalau lu bikin analisa secara holistik, lu akan lihat karena ini ada hubungannya dengan politik, Guys. Teman-teman tahu Amerika Serikat itu memang sudah ditakdirkan menjadi negara gagal karena mereka tiap 2 tahun sekali selalu ada pemilu. Kemarin pemilu pemilihan presiden. Sekarang bentar lagi nih tahun 2026 akan ada pemilu pemilihan anggota kongres. Lu bayangin di sana tiap 2 tahun sekali ada pemilu. Pemilihan anggota senat, pemilihan anggota DPR, pemilihan presiden. Tiap 2 tahun selalu ada pemilu. Akibatnya tidak ada kestabilan politik di sana. Dan ini akan berbuah kepada kehancuran mereka. Dan ini menciptakan celah buat oligarki bermain. Setiap 2 tahun sekali bisa menciptakan kekacauan. Dan the fight udah lihat ini. Gua mah PD aja, enggak usah dengerin Donald Trump. Kenapa? Karena politik. Sebentar lagi pemilu. Pemilu kongres. Kalau Fed menurunkan suku bunga sesuai kehendak Donald Trump, apa yang terjadi? Kredit bakal jadi lebih murah, Guys. Pengusaha-pengusaha bakal banyak pinjam ke bank ekspansi bisnis. Bisnis akan bertumbuh. Ekonomi kelihatan membaik. Banyak tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan-perusahaan yang ekspansi bisnisnya. Artinya apa? Pasar saham bisa naik, ekonomi makin bagus, pengangguran berkurang, bursa efek naik. Artinya ini bisa menguntungkan petahana, ini bisa menguntungkan pemerintahan Donald Trump. Partai Republik bisa menang lagi. Enggak bagus bagi oligarki. Enggak suka mereka. Mereka pengin punya presiden yang bisa diperbudak, yang bisa dikontrol. Makanya sistem demokrasi itu hanya memperkaya oligarki. Oh, dia enggak mau nurut sama gua. Dia dari partai mana? Partai hijau. Oke, besok gua bayar partai kuning. Partai kuning enggak bisa nurut sama gua. Besok gua bayar partai biru. Partai biru enggak nurut. Kas gua barai partai ungu bisa diadu domba. Indonesia tiap 5 tahun sekali diadu domba. Amerika Serikat setiap 2 tahun sekali diadu domba. Tinggal menunggu waktu hancur lebur ini bangsa. Dan dari sini lu bisa lihat kenapa The Fat enggak bakal mau nurunin suku bunga di tahun pemilu. Kenapa? Karena nanti bohirnya kalah. Semakin dijaga Amerika semakin rusuh, semakin kacau. Demonstrasi di mana-mana, suku bunga ditahan tinggi. Bohir jadi punya daya tawar buat dagang politik melawan pemerintah Amerika Serikat. Ngeri ya, Guys. So, menurut kalian gimana, Guys? Menurut kalian demonstrasi massal di Amerika Serikat ini murni enggak hanya kesalahan Trump? Atau memang the fat, bank sentral mereka juga harus bertanggung jawab? Tapi yang paling penting, Guys, sebetulnya siapa sih yang gua omongin dari tadi yang paling diuntungkan dengan kerusuhan ini? Lu penasaran enggak sih siapa pihak yang paling bertanggung jawab? Kalau lu setuju, kita bahas lebih detail lagi di video selanjutnya. Yuk, segera pencet tombol like. Karena begitu mencapai 24.000 likes, kita akan bahas lebih detail siapa penguasa The Fat? Siapa bosnya The Fat? Apa betul dia bank sentral yang independen? Jawabannya tidak. Kalau lu setuju, segera like video ini. Begitu mencapai 24.000 likes, kita akan bahas di video selanjutnya. Dan segera jawab pertanyaan gua di bawah ini. Menurut kalian Indonesia sebaiknya bank sentralnya sama seperti Cina dan Vietnam enggak ada di bawah kendali pemerintah atau sebaiknya independen? Independen seperti siapa? Independen seperti The Fat. Lu kira The Fat independent? Oke, guys. Kalau lu setuju segera like video ini dan share video ini sebanyak-banyaknya. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye.
Resume
Categories