Transcript
tRBcaDP7doY • Alasan Makin Banyaknya Soft P*rn Di Dunia Entertainment
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0791_tRBcaDP7doY.txt
Kind: captions
Language: id
Sekitar 2 tahun yang lalu, 1% pernah
ngerilis sebuah video investigasi yang
ngebongkar industri pornografi. Di video
itu kita ngebahas tentang sisi gelap
industri dan juga dampak psikologis dari
konten-konten pornografi. Fast forward
ke 2025, kita nemuin satu fenomena baru.
Dia ada di mana-mana, tapi seringnya
bikin kita enggak sadar. Namanya adalah
softp. Soft porn adalah konten
komersial. mau itu film, foto, atau
video yang punya elemen erotis atau
pornografis, tapi dibuat enggak terlalu
gamblang. [musik] Tujuannya sama, tetap
buat seksually arousing, bikin hasrat
kita itu naik ya, tapi didesain [musik]
sedemikian rupa biar lolos dari regulasi
sensor atau aturan yang sangat ketat.
Contohnya ada di mana-mana, misalnya
dari gaya fashion yang terbuka di
acara-acara gala atau acara-acara yang
mewah. Ada juga musisi yang buka baju di
atas panggung sampai ke influencer
crypto yang bajunya seksi-seksi.
Sebenarnya sih ini umum ya di industri
kripto karena kan kripto emang industri
yang mayoritasnya tuh laki-laki. Cuma ya
emang jadi makin banyak aja gitu
sekarang investor crypto yang bajunya
semakin terbuka. Menariknya market
konten dewasa ini terus meningkat setiap
tahunnya. Bahkan diprediksi naik
berkali-kali lipat. dari 60,5 miliar US
Dar di tahun 2024 bisa naik sampai ke
2011 miliar US Dar di tahun 2032.
Nah, pertanyaannya kenapa makin banyak
orang yang pakai strategi ini? Ini tuh
asalnya dari mana sih? Dan yang paling
penting apa dampaknya buat kita semua?
Welcome to Jurnal Investigasi by 1%.
Hari ini kita bakal bahas softp. Enjoy.
[musik]
Pertanyaan pertama, dari mana asalnya
ini? Nah, kenapa tontonan kita
yang tadinya aman tiba-tiba [musik] bisa
jadi kayak sekarang? Kategori
ini lahir bukan dari dorongan seni. Dia
lahir sebagai strategi pasar. Dulu di
era pertengahan abad ke-20, sensor film
di Amerika itu ketat banget dan ini
disebut sebagai H code. Aturannya tuh
kaku, enggak boleh ada nudity, enggak
boleh ada adegan sugestif, bahkan ciuman
yang terlalu nafsu aja itu dilarang.
Nah, dari sinilah softp itu lahir. Dia
adalah produk yang sengaja didesain buat
mengakali aturan. Misalnya ada filmmaker
yang nampilin New DT tapi ditutup gitu
ya pakai tirai. Atau misalnya ada yang
nampilin adegan mesra tapi enggak
terlalu eksplisit gitu, enggak terlalu
gamblang. Nah, ini bikin dia lolos dari
sensor dan bisa tayang di bioskop dengan
rating air. Soft ini sebenarnya
mengalami dua revolusi besar yang bikin
akhirnya industrinya tuh besar kayak
sekarang. Revolusi pertama adalah
pergeseran model bisnis. Selama puluhan
tahun dari tahun 1950 sampai 1970-an, TV
itu adalah media yang paling bersih dari
konten-konten pornografi. TV itu sopan
banget karena ya mereka itu mengandalkan
bisnis model yang bergantung sama iklan.
Ibaratnya para pengiklan ini kan bayar
TV buat [musik] mempromosikan produknya.
Nah, dan mereka enggak pengin produknya
ini terasosiasi sama konten-konten
pornografi. Jadi, makanya TV itu harus
bersih. TV itu harus sopan. Karena kalau
enggak sopan, enggak ada brand yang mau
beriklan di TV. Nah, lalu datang HBO
dengan model bisnis yang baru, yaitu
subscription driven. Yang awalnya tuh
kita nonton TV bisa gratis, tapi
sekarang kita bisa nonton TV tanpa
iklan, cuma harus bayar biaya bulanan.
Dan tiba-tiba konten dewasa, konten
kekerasan, bahkan seksualitas itu bukan
lagi dipandang sebagai Ayib yang harus
dihindari. Sebaliknya itu jadi jualan
utama yang dipakai buat menarik
pelanggan. Itulah kenapa konten-konten
serial kayak 365 Days yang tujuannya
buat ngasih lihat hubungan seksual itu
bisa makin banyak di Netflix dan
berbagai streaming platform lainnya.
Revolusi bisnis ini kemudian dipercepat
gila-gilaan sama revolusi kedua yaitu
digitalisasi. Pertama ada teknologi VCR
di tahun -an yang memungkinkan tayangan
bioskop di publik itu bisa pindah dan
ditoton di ruang pribadi kayak kamar
misalnya. Yang kedua itu MTV yang datang
tapi dia enggak ngejual film. Dia
ngejual lifestyle. dan seksualitas itu
jadi brand yang dikonsumsi anak muda.
Dan ketiga, internet datang
menghancurkan semua penjaga gerbang
moral yang tradisional mulai dari
[musik] studio, stasiun TV sampai
lembaga sensor. Algoritma Netflix,
YouTube, TikTok atau Instagram itu
enggak punya moral. Dan misi mereka itu
cuma satu yaitu engagement. [musik]
Gimana caranya mereka tuh nahan mata
kita buat selama mungkin di platform
itu. Dan coba tebak, konten apa yang
paling jago nahan perhatian manusia?
Yes, konten yang provokatif baru
kontroversial. dan juga ada soft
porn-nya. Bahkan di Netflix sudah banyak
banget ya film-film semi dengan tema
dewasa. Di Indo juga udah mulai muncul
beberapa. Di platform kayak FIFA Max di
Philippines juga udah banyak. Lu bisa
coba search sendiri juga ya
contoh-contoh lainnya karena udah banyak
banget sekarang di internet.
Pertanyaan kedua, kenapa makin banyak
yang pakai strategi [musik] softp?
Jawabannya sebenarnya simpel, because
it's so damn profitable. itu bikin cuan
banget sih softp ini. Kita bakal coba
bahas dua studi kasus yang bisa
ngejelasin kenapa akhirnya itu
bisa menghasilkan banyak cuan. studi
kasus pertama yaitu Only Fans. Di fiskal
2024, platform ini memproses transaksi
senilai R,22
miliar US Dollar atau setara Rp119
triliun total pembayaran dari fans keor.
Dari angka segitu, Only Fans berhasil
mengambil komisi senilai 20% dan dapat
net revenue sekitar 1,41 miliar [musik]
US. Nah, selain itu orang-orang yang
jadi kreator di Only Fans itu cuan
banget. Total Only Fans itu membayar 5,8
miliar US dar ke kreatornya. Tapi uang
ini itu enggak dibagi rata. 1% kreator
teratas itu [musik] dapat 33% ya dari
semua pendapatan dan 10% kreator atas
itu mengambil 73% pendapatan. Salah satu
contohnya adalah influencer only fans
yang namanya adalah Shopee Rain. Di
tahun pertamanya dia claim dapat 43,4
juta US dar. Sampai September 2025 total
pendapatannya itu dikabarkan tembus 85,4
juta US dar manajemennya ngeproyeksiin
dia bisa tembus 110 juta US dar di akhir
2025. Ini yang menarik dari kasus
Hopirain ini adalah model bisnisnya. Dia
gak punya kolaborasi dengan brand besar
kayak Chanel atau Dior. Model bisnisnya
itu 100% direct to consumer. Dia ngejual
personal brandingnya langsung ke fans.
Setelah duitnya terkumpul banyak, dia
pakai duit itu buat donasi amal. Dia
donasi 1 juta dolar ke Tim Water,
program amalnya Mr. Beast, dan berbagai
donasi-donasi lainnya. Dan donasi ini
bikin banyak fans yang berpikir kalau oh
enggak apa-apa deh gua bayar Shopey Rain
ini di Only Fans karena uangnya dipakai
buat donasi. [musik] Jadi ini semacam
justifikasi ya buat membenarkan
konten-konten soft porn dalih kalau uang
yang dikumpulkan itu dikasih ke donasi.
Dan yang lebih gokilnya lagi adalah
perusahaan Only Fans ini berhasil
generate 115 triliun dalam 1 tahun hanya
dengan 46 karyawan doang. Kalau kita
bandingin sama perusahaan lain, Only
Fans itu jauh mengungguli Nvidia, Apple
atau Meta dari sisi efisiensi. Lu juga
bisa coba lihat ya di layar
perbandingannya tuh berpuluh-puluh kali
lipat gitu Only Fans dengan
perusahaan-perusahaan besar lainnya.
Sekarang kita masuk ke studi kasus kedua
yaitu K-pop crossover ke mainstream.
Kalau Only Fans adalah mesin di jalur
khusus, K-pop adalah bukti gimana mesin
ini crossover dan menguasai mainstream.
Soft porn sebenarnya tuh udah jadi salah
satu strategi inti dari bisnis K-pop. Di
pasar K-pop yang super jernih ada
ratusan grup yang debut ya setiap tahun.
Konsep visual adalah segalanya. Dan
konsep yang ada unsur seksual yang
sering disebut sebagai girl crash
terbukti [musik]
paling laku di pasar. Konsep softmborne
ini dipakai buat dua hal. Yang pertama
adalah album fisik. Di era digital K-pop
itu masih jualan CD sebenarnya. Tapi
fans itu beli CD bukan buat dengerin
musiknya. Mereka itu beli karena
albumnya itu sebagai collectible item
yang isinya itu adalah photobook dan
foto card dari idola mereka. Konsep
visual yang seksual secara langsung
meningkatkan nilai koleksi dari fotocard
ini dan bikin fans itu mau ya beli
puluhan album cuma buat ngumpulin semua
fotonya. Dan yang kedua adalah
endorsement luxury brand. Ini adalah
puncak kesuksesannya. Grup seperti
Blackpink menggunakan citra high fashion
seksual mereka untuk jadi brand
ambasador global dari brand paling mewah
di dunia. Misalnya Jenny untuk Chenel,
Jiso untuk Dior, Rose untuk YL dan Tifan
dan Lisa untuk Sheline dan Bulgari.
Estetika seksual mereka menjadi jembatan
yang sempurna bagi brand mewah ini untuk
nyambung ke pasar anak muda global.
Contohnya ada The Jenny effect reset MIV
media impact value mengukur berapa nilai
exposure media yang dihasilkan seorang
public figure kayak Jenny ini. Nah,
hasilnya satu kemunculan Jenny di
fashion show channel itu nilainya bisa
sampai 3,6 juta US. Kampanye Coco Crush
Channel bersama Jenny itu nilainya juga
bisa sampai 1,7 juta US Do. Dan
kolaborasinya dengan Calvin Klein yang
estetikanya itu sangat seksual
dilaporkan bikin website Calvin Klein
itu crash saking banyaknya traffic yang
dihasilkan sama kolaborasi Jenny ini.
Jadi kita bisa lihat ya seksualitas
[musik] ketika dikemas dengan tepat
dalam tanda kutip punya nilai ekonomi
yang sangat spesifik dan bisa
dikalkulasi.
Oke, Guys. Sebelum lanjut, gua mau
ngasih tahu info buat lu yang lagi
ngerasa bingung, ngerasa stuck sama
hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal
karir, pendidikan, hubungan, keluarga,
pernikahan, atau hal-hal personal
lainnya, sekarang 1% tuh nyediain
psikotes premium. Di dalam psikotes
premium ada berbagai pilihan tes yang
dirancang buat ngebantu lo lebih paham
siapa sih diri lo sebenarnya supaya lo
bisa ngambil keputusan hidup lu dengan
lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin
berbagai jenis tes psikologi
profesional. Jadi setiap lu beli, lu
bakal dapat beberapa psikotes disatuin
reportnya jadi puluhan halaman untuk
hasil yang akurat dan personal. Lu bisa
baca puluhan halaman ini. Dan yang
paling keren kalau lu enggak ngerti atau
lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight
lanjutan lewat konsultasi bareng expert
dari 1% langsung berdasarkan hasil tes
lu. Langsung aja kunjungi
1.bio/psikotespremium
buat info lebih lanjut.
[musik]
Nah, sekarang pertanyaan terakhir. Apa
dampaknya softborn ini buat kita semua?
Dampak pertama, pornification. Ini
adalah proses di mana estetika, gaya,
dan skenario dari industri seks diserap
mentah-mentah ke dalam budaya
mainstream. Akibatnya, batas antara
video klip, iklan parfum, dan konten
pornografi itu jadi super tipis bahkan
kabur. Standar kita pun bergeser ya. apa
yang 30 tahun lalu dianggap sebagai
hardcore, sekarang mungkin cuma dianggap
biasa aja atau masuk ke kategori
softcore di serial Netflix. Dampak
kedua, level makro. Paparan konstan ini
akhirnya menanamkan fantasi seksual di
kepala kita yang sayangnya seringki
negatif dan juga enggak realistis. Jadi,
jangan heran ya kalau angka nikah itu
makin [musik] dikit dan orang cerai
bakal tetap banyak karena standar dalam
relationship dunia bakal makin tinggi
dengan berbagai ekspektasi tertulis
maupun tidak tertulis yang harus
dipenuhi si cewek. maupun si cowok.
Dapat ketiga di level individu. Paparan
konstan terhadap gambaran tubuh yang
sempurna dari media dan medsos punya
korelasi langsung dengan bodyction,
yaitu kita enggak puas ya sama badan
kita sendiri, anxiety atau kecemasan,
dan juga depresi. Dan ini itu memicu
self objectification di mana kita jadi
terbiasa melihat diri sendiri sebagai
objek yang harus dinilai dari
penampilannya. Dan ini enggak cuma
berlaku buat perempuan, laki-laki juga
kena paparan standar tubuh ideal yang
harus lin atau berotot yang juga jadi
terbukti meningkatkan depresi dan juga
ketidakpuasan sama diri sendiri. [musik]
Selain itu, konten-konten softb juga
bikin otak kita terbiasa sama stimulus
seksual yang super intens yang akibatnya
bikin seks di dunia nyata itu terasa
kurang nendang dan bikin respon fisik
kita juga menurun. Bahkan lebih parahnya
lagi, anak-anak muda usia 8 sampai 9
tahun sekarang udah terekspos konten
yang eksplisit. Dan paparan sedini ini
memprediksi kemungkinan problematik
pornography use atau kecanduan di masa
dewasanya. [musik] By the way, kita juga
punya ya psikotes PMO. Buat lo yang
merasa ada gejala kecanduan pornografi
dan masturbasi, buat lo yang [musik]
tertarik langsung aja cek di website
kita satops.net atau cek di link
description box. Udah gue taruh ya
linknya di sana. At the end of the day,
apa yang kita lihat di layar setiap hari
itu adalah produk akhir yang udah
dikalkulasi. Produk dari mesin ekonomi
multimiliar dolar yang sangat efisien.
[musik] Mesin yang didesain untuk satu
hal, memonetisasi hasrat, atensi, dan
rasa insecure kita. Gimana menurut lo?
Apakah ada pendapat lain soal isu ini?
Coba sampaiin pendapat lo di kolom
komentarnya. Buat lo yang penasaran
gimana sama industri pornografinya, lu
bisa cek video kita yang ini ya sebelah
kiri. Atau lu juga bisa cek video
rekomendasi kita yang ada di sebelah
kanan. That's all for this video. Sampai
jumpa di video selanjutnya. Gue Danang
dari 1%. Jangan lupa buat bahagia dan
jangan lupa buat hidup seutuhnya.
Thanks.