Transcript
y-b58rav_9g • Jangan Putus Asa Dari Rahmat Allah - UStadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2556_y-b58rav_9g.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
lni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh da ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali
ini kita akan bahas salah satu
ee
amal ibadah, yaitu tidak berputus asa
kepada rahmat Allah yang sekaligus
mengingatkan kita akan salah satu dosa
besar, yaitu berputus asa dari kasih
sayang Allah Subhanahu wa taala.
Sesungguhnya di antara ciri
ibadah orang-orang saleh adalah
menggabungkan antara raja dan alkhauf.
Ya, seperti firman Allah Subhanahu wa
taala.
wasilah ayuh aqrajuna rahmatahuakabah
inabika mahdur kata Allah subhanahu wa
taala mereka itu yang diibadahi oleh
orang-orang musyrikin yaitu orang-orang
saleh jadi orang-orang musyrikin
menyembah orang-orang saleh orang saleh
yang diibadah itu sendiri mereka
ternyata mencari kedekatan kepada
Allahzina yadun yaitu orang-orang yang
disembah oleh orang musyrikin Arab
Ternyata mereka mencari kedekatan kepada
Allah. Mereka sendiri beribadah kepada
Allah. Harusnya kalian nyembah Allah,
jangan nyembah mereka. Ya, ini di antara
dalil bahwasanya sesembahan orang
musyrikin juga bukan sekedar batu saja
atau pohon. Di antara mereka ada juga
yang orang-orang saleh yang disembah.
Seperti Nabi Isa, Lata, kemudian ee
Uzair dan yang lainnya ya.
Ayyuhum aqrab. Ternyata mereka juga
mencari kedekatan kepada Allah. Mana di
antara mereka yang dekat dengan Allah?
Yang lebih dekat kepada Allah.
Waarjuna rahmatahu wa yakhaufuna adzaba.
Dan mereka berharap rahmat Allah dan
mereka takut dengan azab Allah.
Inna adzab rabbika kana mahdurah.
bahwasanya memang azab Allah itu patut
untuk ditakuti. Ya, di sini Allah
sebutkan ciri-ciri orang saleh ketika
beribadah menggabungkan antara berharap
rahmat Allah dan takut dengan azab
Allah. Demikian juga ketika Allah
Subhanahu wa taala berfirman tentang
para anbiya, kata Allah subhanahu wa
taala, "Uika yusariuna khairatiunana
waahaba wu lana khosiin." Mereka itulah
para nabi yang bersegera dalam beramal
saleh.
Wadunana dan mereka beribadah kepada
kami atau diartikan berdoa kepada kami
ragoba warhaba. Ragaban maksudnya
berharap rohaban maksudnya takut.
Jadi para anbiya mereka ketika beribadah
mereka berharap dan takut. Ini disebut
dengan arkan a'mal qulub yaitu rukun
amal hati. Bahwasanya seorang kalau
beribadah dia hendaknya menggabungkan
antara berharap dengan takut. Demikian
juga ketika Allah memuji orang-orang
yang berilmu. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Amuaili
waqahina
yamun innama yatakar ulul albab."
Kata Allah, "Apakah sama orang-orang
yang kafir dengan orang yang di malam
hari qunut?" yaitu khusyuk beribadah.
Ana allaili di tengah malam sajida
waqimah sujud dan berdiri itu sedang
salat ya
yang berharap rahmat Allah dan takut
dengan azab Allah.
Jadi Allah bercerita tentang orang-orang
yang berilmu. Kemudian di akhir ayat
kata Allah ya qul hal yastawilladzina
ya'lamuna walladzina la yal'lamun.
Apakah sama orang berilmu dengan orang
tidak berilmu? yaitu Allah yang ingin
jelaskan orang berilmu itu mereka
terapkan ilmunya di antara mereka salat.
Di antaranya mereka salat malam. Dan
kalau mereka salat malam mereka
menggabungkan antara raja dan khauf,
berharap dan takut.
Maka
di antara kesempurnaan ibadah adalah
seorang ketika beribadah dia
menggabungkan antara alkhauf dan arraja,
takut dan berharap.
Ditambah lagi kalau dia disertai dengan
almahabbah, yaitu cinta kepada Allah
subhanahu wa taala. Maka kata para
ulama, ibarat tiga ammalul qulub ini
ibarat seperti burung yang kepalanya
adalah mahabbah, cinta kepada Allah dan
dua sayapnya adalah alkhauf dan arraja.
Siapa yang kemudian
ee hilang dari tiga amal ini hilang
salah hilang salah satunya seperti dia
hanya beribadah kepada Allah hanya roja
saja tidak ada khauf sama sekali maka
dia akan terjatuh dalam dosa besar
namanya alamnu min makrillah merasa aman
dari makar Allah subhanahu wa taala dan
sebaliknya siapa yang hanya takut kepada
Allah
dan tidak berh berharap kepada Allah
subhanahu wa taala maka dia akan
terjatuh dalam
al-qunut atau alyau min rahmatillah. Dia
hanya takut, dia tidak berharap sehingga
dia terjerumus dalam dosa besar yang
lain, yaitu putus asa dari rahmat Allah
subhanahu wa taala. Dalam hadis
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda, "Alkabair dosa-dosa besar.
Asyirku billah, syirik kepada Allah. Wal
iyasu minuhillah.
Putus asa dari pertolongan Allah.
Walnutu rahmatillah. Sama putus asa dari
kasih sayang Allah subhanahu wa taala.
Ada yang membedakan antara alias
miruhillah. Rauhillah maksudnya
putus asa dari pertolongan Allah dalam
menghilangkan kesusahannya.
Adapun alqut mir rahmatillah itu putus
asa dari harapan yang ingin dia dapatkan
kebaikan-kebaikan. Jadi rauh biasanya di
ee maksudkan adalah kesulitan yang
dihadapi. Dia ingin terhindar dari
kesulitan tersebut.
Seperti perkataan Nabi Yakub alaih
salam, "La taiasu miruhillah." Janganlah
kalian putus asa dari pertolongan Allah
dalam menghilangkan kesulitan kalian.
Ya, maka ini termasuk dosa besar.
Demikian juga dalam perkataan Ibnu
Mas'ud radhiallahu anhu, beliau berkata,
"Akbarul kabair, dosa paling besar di
antara dosa-dosa besar, alisyru billah,
yaitu syirik kepada Allah. Wal amnu min
makrillah, merasa aman dari makar Allah.
Walnutu mir rahmatillah, putus asa dari
rahmat Allah, kasih sayang Allah. Walya
miruhillah, putus asa dari pertolongan
Allah subhanahu wa taala." Nah, di sini
Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu menyebutkan
di antara dosa besar adalah al-amnu mim
makrillah, merasa aman dari makar Allah.
Yang satunya putus asa rahmat Allah
subhanahu wa taala. Apa yang dimaksud
dengan alamnu mrillah?
Merasa aman dari makar Allah itu dia
tidak ada takutnya kepada Allah.
Rajaknya berlebihan. Sehingga ketika dia
maksiat dia tidak merasa takut
sewaktu-waktu Allah bisa turunkan azab
kepadanya sehingga dia bermaksiat dengan
nyaman dan tentram.
Tidak ada kekhawatiran sedikit pun.
Orang beriman pasti ada rasa rasa takut.
Kalau dia bermaksiat dia pasti rasa
khawatir. Namun ketika seorang terlalu
bermaksiat terus-menerus sementara Allah
tidak kasih teguran sehingga dia
mengalami istidraj sehingga bermaksiat
nyaman, bermaksiat nyaman, bermaksiat
nyaman, akhirnya hatinya tidak ada takut
sama sekali. Di situlah dia mengalami
alamnu mim makrillah. Dan itu dosa dosa
besar
lawannya ketika seorang
takut dan tidak berharap sama sekali
atau tidak punya harapan dia takutnya
terlalu berlebihan sehingga dia terjatuh
pada alqut mir rahmatillah putus asa
dari rahmat Allah subhanahu wa taala.
Dan ini juga dosa besar. Seorang mukmin
dalam kehidupannya sehari-hari
menggabungkan antara
berharap dan khauf. tidak merasa aman
dari hukuman Allah dan tidak putus asa
dari rahmat Allah Subhanahu wa taala.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Pembahasan ini
penting dalam kehidupan kita
sehari-hari.
Kenapa?
Terutama terkait dengan putus asa di
rahmat Allah Subhanahu wa taala.
Sebagian kita mengalami ujian hidup
sehingga dia putus asa.
Dia merasa tidak akan ditolong sama sama
sekali.
Dan ini biasanya muncul karena suudan
kepada Allah Subhanahu wa taala. Susah
bagi dia untuk husnudan kepada Allah
subhanahu wa taala. Makanya di antara
kisah yang Allah sebutkan dalam
Al-Qur'an yang menarik adalah kisah Nabi
Ibrahim Alaih Salam di surat Al-Hijr
kata Allah, "Nabbi ibadi anni analofurur
rahim wazabi hualzabul alim."
Kabarkanlah kepada hamba-hambaku wahai
Muhammad. Nabi yaitu kabarkanlah berita
penting ini. Karena naba maksudnya
adalah berita penting. Wahai Muhammad,
kata Allah kabarkanlah kepada
hamba-hambaku nabib ibadi dengan berita
penting ini. Apa berita penting
tersebut? Anni analofurur rahim.
Sesungguhnya aku adalah zat yang maha
pengampun lagi maha penyayang. Dan ini
menimbulkan raja. Tetapi ingat wa
annazabi hualzabul alim. Bahwasanya
azabku adalah azab yang pedih. Dan ini
menimbulkan khauf, rasa takut. Yaitu
Allah suruh Nabi mengabarkan kepada
hamba-hambnya agar menggabungkan antara
rajak dengan khauf. Anni analofurur
rahim. Aku maha pengampun lagi maha
penyayang. Namun ingat wa annazabi
hualzabul alim. Dan azabku adalah azab
yang pedih. Setelah itu Allah suruh
Rasulullah mengabarkan tentang kisah
Ibrahim alaihi salam. Kata Allah
wabbihum an diifi Ibrahim.
Dan kabarkanlah kepada mereka tentang
kisah tamu-tamu Ibrahim. Bagaimana
kisahnya? Kata Allahumiraka
bilhaq w minal qahmatiun.
Kabarkanlah kepada mereka tentang kisah
tamu-tamu Ibrahim. Tatkala tamu-tamu
tersebut yang datang dalam bentuk
malaikat datang bertamu kepada Ibrahim
alaihi faqalu salama. Kemudian mereka
mengucapkan salam. Ibrahim pun takut. Q
inna minkum wajilun. Kenapa Ibrahim
hadirkan makanan mereka tidak makan? Ini
tamu-tamu kau tidak makan. Biasanya
kalau tamu tidak mau dilayani, tidak mau
dijamu niat buruk. Inna minkum wajilun.
Ibrahim takut, kami takut. Kata malaikat
quajal. Jangan takut. Kami datang ke
sini buat apa? Inna nubasyirukain alim.
Sesungguhnya kami kabarkan kepada engkau
tentang anak yang sangat berilmu.
Maksudnya Ishak.
Ibrahim heran. Kenapa heran? Karena
Ibrahim ketika itu umurnya sudah hampir
100 tahun.
Dan istrinya Sarah dikatakan umurnya
sudah 90 tahun.
Dan istrinya ketika masih muda saja
mandul, apalagi sudah tua. Makanya dalam
ayat yang lain dia berkata, "Ajuzun
akim." Saya sudah tua lagi mandul.
Muda saja kalau mandul enggak bisa punya
anak apalagi tua. Ya.
Ya. Dalam ayat yang lain, ya wailata
aalidu wa ana ajuzu w
inna hadaiun ajib. Berkata Sarah,
"Bagaimana
saya bisa punya anak?" Wa ana ajuz, saya
sudah sangat tua 90 tahun.
W ba'ha. Sementara suamiku juga sudah
tua. Lelaki semakin tua semakin
produktivitas air maninya semakin
kurang. Jadi bagaimana bisa punya anak?
Ibrahim juga bertanya. Bukan istrinya
saja yang heran. Dia juga bertanya.
Kata dia, "Abasyartumuni
ala amanial kibaru." Apa kalian beri
kabar gembira kepadaku? Saya bakalan
punya anak sementara saya sudah tua.
Masanial kibar itu tua sudah mengenaiku.
Benar-benar aku sudah tua. Fabima
tubasyirun. Bagaimana caranya kabar
gembira tersebut? Kata para malaikat,
"Qu basyarnaka bilhaq." Kami beri kabar
gembira kepada engkau dengan kebenaran.
Fala takum minalqonitin. Maka janganlah
kau termasuk orang-orang yang berputus
asa. Apa kata jawaban jawaban Ibrahim
Alaih Salam? Q wqnatu rahmatihi illadun.
Tidak ada yang putus asa dari rahmat
Allah kecuali orang-orang yang sesat.
Ibrahim ingin bilang, "Saya sudah tua
begini, saya tidak putus asa."
Ibrahim Alaih Salam
dia ketika menikah dengan Sarah dia
masih muda. Makanya dalam Al-Qur'an
dikatakan qu sam fatan ykurum Ibrahim.
Masih muda. Kemudian dia menikah dengan
Sarah ketika dia pergi dari Babilonia
meninggalkan Iraq menuju Palestina.
Kemudian walhasil akhirnya dia sudah
nikah bertahun-tahun tidak punya anak.
Akhirnya Sarah mengizinkan dia untuk
menikah dengan pembantunya itu Hajar.
Dan akhirnya dia menikah dengan Hajar.
Akhirnya punya anak siapa? Is Ismail.
Disebutkan Ibrahim ketika itu usianya
80-an tahun. 80 lebih.
Kemudian akhirnya Sarah cemburu.
Akhirnya Ibrahim bawa Hajar dan putranya
Ismail ke Makkah dengan hikmah dari
Allah Subhanahu wa taala. Setelah itu 13
tahun kemudian atau lebih dari belasan
tahun kemudian Sarah punya anak.
Tetapi selama Ibrahim nikah dengan
Sarah, ternyata Ibrahim tidak pernah
putus asa.
Dia tetap berharap suatu saat akan
dikasih anak oleh Allah lewat Sarah.
Karena Sarah ini wanita salehah yang
menemani dia dalam keimanan. Bukankah
ketika Ibrahim lewat Mesir dia berkata,
"Wahai Sarah, kalau saya saya ditanya
siapa engkau?" Saya akan berkata, "Hadi
ukhti.
Engkau adalah saudariku. Kenapa saya
tidak mengetahui di atas bumi ini
seorang mukmin kecuali saya dan engkau
saja. Subhanallah. Teman bersafar, teman
berdakwah. Maka dia pengin punya anak
dari Sarah. Meskipun istrinya mandul
ketika masih muda sudah mandul. Sekarang
sudah tua 90-an. Ibrahim juga sudah
hampir 100 tahun tetap dia tidak putus
asa. Makanya dia ketika bertanya,
"Fabima tubasyirun?" Bagaimana caranya
punya anak? Yaitu bagaimana kalian
mengabarkan aku akan punya anak? Dia
bukan mengingkari qudratullah, tetapi
dia pengin tahu gimana. Ya,
makanya para malaikat berkata, "Ya,
basyarnaka bilhaq fala takum
minalqonitin." Jangan kau putus asa
wahai Ibrahim. Kata Ibrahim, "Saya
enggak putus asa.
Wqnatu mirahmati illun." Karena yang
putus asa itu orang sesat. Jadi,
ternyata Ibrahim puluhan tahun tidak
pernah putus asa. Tetap ada harapan
darinya bahwasanya dia masih mungkin
punya anak dari siapa? Sarah padahal
istrinya sudah tua mandul dan dia masih
husnudan kepada Allah. Ini menakjubkan
sifat Ibrahim Alaih Salam.
Kita kalau di posisi Ibrahim sudah putus
asa dari dulu-dulu.
Subhanallah. Dia bilang, "Saya tidak
pernah putus asa. Yang putus asa itu
orang sesat. Saya enggak. Saya enggak."
Jadi ini menakjubkan bahwasanya ya
meskipun waktu yang lama ya Ibrahim
tidak pernah putus asa dari kasih sayang
Allah Subhanahu wa taala. Mungkin suatu
saat Allah akan kasih anak cepat atau
lambat dia senantiasa husnudan kepada
Allah subhanahu wa taala.
Dan itulah juga yang Allah sebutkan
tentang kisah Nabi Yakub Alaih Salam
yang ketika di puncak-puncak kesulitan
dia hadapi, justru dia menasehati
anak-anaknya agar tidak putus asa.
Sebagaimana Allah sebutkan dalam kisah
dalam surat Nabi Yusuf Alaih Salam
ketika dikabarkan ternyata Benyamin
tertangkap dituduh mencuri. Yusuf hilang
ke mana entah ke mana. Kakaknya yang
tertua juga tidak mau pulang.
Maka dia mengatakan,
"Sobrun jamil asallahu ayati bihim
jamia." Semoga Allah mendatangkan mereka
bertiga kepadaku.
Justru dia mengucapkan demikian ketika
di puncak kesulitan yang sebelumnya
tidak pernah terlupas terucap ucapan
tersebut.
Tetapi ketika kesulitan semakin memuncak
setelah Yusuf hilang, dia cinta kepada
saudara kandungnya Yusuf yaitu Benyamin.
Ternyata Benyamin juga hilang dituduh
mencuri. Ternyata kakak paling tua juga
enggak mau pulang
karena malu. Ternyata Benyamin tidak
bisa di
dikembalikan kepada ayahnya. Ya. Maka di
puncak kesedihan tersebut sampai matanya
buta ya. Dia berkata, "Asallahu ayati
bihim jamia." Semoga Allah mendatangkan
mereka kepadaku seluruhnya. Bukan Yusuf
saja, bukan Benyamin saja, bukan
kakaknya saja, tiga-tiganya.
Innahu hual alimul hakim. Karena Allah
itu maha berilmu dan maha bijak. Itu dia
tahu. Allah melakukan ini di atas ilmu.
Dan Allah melakukan ini semua
mentakdirkan ini semua. Karena Allah
maha bijak. Kata Allah watwallahum
waq ya asfa yusuf wahu
minal huzni fahuaim. Maka dia pun
berpaling dari anak-anaknya yang lain.
Ya. Kemudian
dia ingat lagi Yusuf
kemudian wabyadat ainah. Kemudian
matanya menjadi putih yaitu buta. Tidak
bisa lagi melihat karena saking
sedihnya.
Kemudian anak-anaknya mencela dia.
Yusuf
ayah engkau ingat-ingat Yusuf lagi.
Ingat Yusuf lagi sampai mau mati sampai
sakit parah. Q inallah.
Aku hanya mengadukan kesidihanku hanya
kepada Allah. Waam minallahi laamun. Aku
tahu apa yang kalian tidak ketahui.
Kemudian dia berkata, "Ya bani yadhabu,
wahai putra-putraku, pergilah.
Fatahassasu mi Yusuf akhi wala tayasu."
Carilah kabar-kabar tentang Yusuf.
Sudah berapa lama berpisah dengan Yusuf?
Khilaf di kalangan para ahli tafsir. Ada
yang mengatakan 15 tahun, ada yang
mengatakan 40 tahun sudah terpisah. Tapi
dia tidak putus asa. Dia mengatakan,
"Fatahasu mi Yusuf wa akhi." Cari kabar
tentang Yusuf dan Benyamin. Adapun
kakaknya jelas kakaknya ada cuma enggak
mau pulang. Fatahasasu min Yusuf
akhiasuillah.
Dan jangan pernah putus asa dari
pertolongan Allah. Ini seb ulama
mengatakan rauh artinya pertolongan
Allah karena kesempitan yang dihadapi.
Innahu la yayasu miruhillahi illalmul
kafirun. Sesungguhnya tidak ada yang
putus asa dari rahmat Allah kecuali
orang-orang kafir.
Maka ini adalah contoh yang Allah
sebutkan dalam Al-Qur'an. Bagaimana
seorang dalam kondisi apapun tetap
husnuzan kepada Allah Subhanahu wa
taala.
Dan seorang mukmin hendaknya demikian
tidak suudan kepada Allah subhanahu wa
taala. Namun saya katakan sulit bagi
seorang untuk berhusnudan
kalau dia bergelimang kemaksiatan.
Sulit. Dan ini dijelaskan oleh Ibnu
Qayim dalam kitabnya Add Waddawa atau
Aljawabul Kahfi. Semakin seorang
bermaksiat, hatinya semakin hitam dia
susah untuk husnudan. Dia senantiasa
bersuuzan
dan semakin sulit ketika dia akan
meninggal dunia.
Makanya Rasul sahu al wasallam bersabda,
"La yamutanna ahadukum illa wahua
yuhsinudna billahi azza wa jalla."
Janganlah salah seorang dari kalian
meninggal dunia kecuali dia berbaik
sangka kepada Allah. Namun tidak mudah,
tidak semudah yang dibayangkan.
Kalau dia senantiasa bermaksiat agak
sulit dia husnudan. Seringnya suudan.
Makanya orang yang biasanya putus asa
bisa jadi hubungan dia dengan Allah
kurang baik sehingga dia suuzon kayaknya
tidak bakalan ditolong oleh Allah
subhanahu wa taala. Kayaknya beginilah
nasib saya sampai selesai. Tidak ada
harapan kepada Allah Subhanahu wa taala.
Tapi orang beriman dia pasti punya
harapan. Pasti ada hikmahnya. Pasti ada
pertolongan cepat atau lambat. Allah
yang lebih tahu kapan Allah kasih
pertolongan. Bagaimana Yaakub Alaih
Salam 40 tahun tetap husnudan kepada
Allah. Bagaimana Ibrahim 60 tahun,
mungkin 70 tahun tetap berhususan
bakalan punya anak dari Sarah. Waana
abdi kata Allah subhanahu wa taala, ana
indoni abdi bi. Aku berdasarkan
persangkaan hambaku kepadaku. Falyadunna
bi abdiyaa. Hendaknya hambaku
berprasangka kepadaku dengan yang dia
sukai. Inna khairon falahu. Kalau dia
berprasangka baik bagi dia kebaikan.
Waar falahu. Kalau dia berprasangka
buruk, baginya keburukan. Maka nasihat
untuk pribadi, saya pribadi dan hadirin
hadirat jangan putus asa. Jangan
berburuk sangka kepada Allah. Berbaik
sangka aja.
Ada orang anaknya
nakal, dia putus asa. Kayaknya enggak
bisa baik lagi nih.
Jangan putus asa. Kalaulah nanti dia
meninggal dalam kondisi bejat, tetapi
kau berbaik sangka, berbaik sangka,
berharap kebaikan itu ibadah.
Engkau mengharapkan rahmat Allah
meskipun tidak terkabulkan tetap adalah
ibadah.
Tetapi kalau kau putus asa, ternyata
anakku baik, kau sudah berdosa karena
kau sejak awal putus asa. Masalah hasil
urus serahkan kepada Allah. Allah lebih
tahu. Tetapi kita husnuzan.
Apa susahnya bagi Allah memberi hidayah
kepada anak saya? Apa susahnya? Apa gak
ada susahnya. Tetap aja berbaik sangka.
Mungkin belum saatnya Allah pilih saat
yang tepat agar
diperbaiki oleh Allah subhanahu wa
taala.
Ya, makanya Nabi Yakub mengatakan innahu
huwal alimul hakim. Ketika dia sedih
luar biasa. Ketika dia menangis sampai
matanya buta, dia mengatakan, "Innahu
huwal alimul hakim." Sesungguhnya Allah
maha berilmu dan maha bijak.
Dan ternyata Allah Subhanahu wa taala
memang mempertemukannya setelah Nabi
Yusuf menjadi bangsawan. Kalau hilang
siang hari, sore sudah balik, Yusuf
enggak jadi apa-apa.
Jadi apa? Enggak cuma pulang ke rumah
bapaknya, selesai. Paham? Tapi ternyata
hilang 40 tahun tadi ada hikmahnya. Akan
dijadikan bangsawan oleh siapa? Allah
Subhanahu wa taala.
Ibrahim Alaih Salam pengin punya anak
dari Sarah. Allah tidak kasih. Kalau
kasih langsung
problem.
Saya sering sampaikan hal ini. Coba
kalau Ibrahim nikah dengan Sarah
langsung punya anak, Ibrahim tidak
bakalan nikah dengan Hajar. Mana mau
Sarah kasih hajar sama Ibrahim kalau dia
punya anak. Kenapa Sarah kasih hajar
kepada Ibrahim? Karena dia kasihan sama
suaminya, pengin suaminya punya anak.
Sehingga akhirnya punya anak dari Hajar
Ismail. Kemudian Sarah cemburu. Kemudian
Hajar dan Ismail dibawa ke mana? Ke
Makkah. Akhirnya lahir Quraisy, akhirnya
lahir Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Kalau sejak awal Sarah punya
anak tidak ada Zamzam tower,
kenapa enggak akan ada Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam? Jadi, ada
waktunya Allah kabulkan di saat yang
tepat yang lebih bermanfaat bagi sang
hamba. Maksud saya bagaimana Ibrahim
Alaih Salam husnudan puluhan tahun
ketika dikatakan oleh malaikat fala
takum minalqonitin. Jangan kau putus
asa.
Kata Ibrahim, siapa yang putus asa?
Wun. Tidak ada yang putus asa kecuali
yang sesat. Saya bukan orang sesat. Saya
tidak pernah putus asa. Saya tidak
pernah putus asa dari kasih sayang
Allah, dari rahmat Allah Subhanahu wa
taala. Ya,
Yakub ketika disusah-susahnya dalam
kondisi genting-gentingnya justru
menasihati anak-anaknya. Wala tayasu
miruhillah. Kalian jangan putus asa dari
pertolongan Allah. Innahu la yasu
miruhillahul kafirun. Tidak ada yang
putus asa rahmat Allah kecuali
orang-orang kafir. Tib. Ikhwan dan
akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
taala. Saya akan bacakan beberapa ayat
yang terkait dengan ee keputusasaan
yang Allah singgung dalam Al-Qur'an. Ya,
di antaranya
Allah berfirman
dalam surat Fussilat ayat 49.
La yasamul insanu min duail khair
waahusarru
fayausun qonut. Kata Allah, manusia itu
tidak pernah bosan minta kebaikan kepada
Allah. minta pengin harta, minta punya
rumah yang bagus, punya anak saleh,
pengin punya anak, minta kebaikan selalu
minta kepada Allah. Tetapi waimahyar
ketika Allah berikan keburukan, ternyata
dia enggak punya anak misalnya, ternyata
dia miskin rupanya fayausun qanut, maka
dia pun segera putus asa. Ya. Dan ini
Allah cela sifat seperti ini. Biasanya
Allah kasih kau kebaikan oke-oke saja.
Begitu Allah uji dengan suatu keburukan,
kau putus asa. Ya, apakah lupa dengan
kebaikan Allah selama ini? Allah kasih,
Allah kasih, Allah kasih. Ketika Allah
tidak kasih pasti ada hikmahnya. Mungkin
Allah tunda, mungkin Allah tidak kasih.
Yang lebih tahu siapa? Al. Maka jangan
putus asa. Mungkin Allah tunda. Betapa
banyak Allah kasih kenikmatan dengan
ditunda. Banyak sekali t Nabi Yakub
contohnya Nabi Ibrahim alaihialam. Maka
Allah ee mencela sifat seperti ini.
Kalau minta kebaikan tidak pernah bosan.
Begitu dikasih keburukan langsung
fayausun qanut. Yaas dan qunut. Ada yang
mengatakan yaas adalah bidayatul qunut.
Qunut adalah puncak daripada yaas. Yaas
itu mulai putus asa. Qunut benar-benar
putus putus asa.
Ada yang mengatakan
eh makna dari yasum rahmatillah an
yastabid rahmatallah.
matlub. Dia merasa rahmat Allah susah.
Dia merasa permintaan dia tidak bakalan
dikabulkan. Ini namanya putus asa.
Kayaknya enggak bisa. Kayaknya itu sudah
putus asa. Tapi awal dari putus asa.
Kalau putus asa yang parah yang kata
para ulama sampai derajat kafir itu
tidak ada harapan sama sekali, tidak ada
rojak sama Allah sama sekali.
Maka sampai derajat ini maka seorang
menjadi kafir. Tapi selama dia masih ada
harapan cuma dia kayaknya susah susah
itu dia sudah berdosa. Enggak boleh
harusnya demikian enggak boleh begitu
harusnya ya mudahlah Allah mudah ya
kalau terserah Allah lah. Tapi mudah
bagi Allah dia tetap khusus kepada Allah
subhanahu wa taala. Tapi kalau dia tidak
punya harapan sama Allah sama sekali
maka ini kata para ulama sampai derajat
kafir. Karena dia mendustakan ayat-ayat
Allah yang menunjukkan Allah maha kuasa,
Allah maha penyayang. Allah berhak untuk
ahlur raja dimintai oleh diminta ya.
Namun dia suudan kepada Allah subhanahu
wa taala. Ayat berikutnya
Allah berfirman dalam surat arrum ayat
36. Waidzaqanasa rahmatan farhu biha.
Jika manusia kami berikan rahmat
diberikan kebaikan farihu biha. Senang
kadang sombong dan bangga. Wausibum bima
qamat aidihim. Dan kalau mereka ditimpa
dengan keburukan akibat ulah perbuatan
mereka itu akibat dosa. Id hum yaqnatun.
Tiba-tiba mereka putus asa. Ini Allah
mencela sifat sebagian orang seperti
itu. Dikasih kekayaan, sombong angkuk.
Ketika dicabut kebaikan, diberikan
kesulitan, putus asa. Ya,
putus asa.
Tib.
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala.
Ee
putus asa
kalau kita lihat dalil-dalil yang datang
terkait dalam dua kondisi.
Pertama putus asa
dari pertolongan Allah Subhanahu wa
taala. Yaitu apa yang dia minta
seakan-akan tidak bakalan dikabulkan.
Yang kedua, kesulitan yang diapi
seakan-akan tidak akan ada solusi.
Ini putus asa pertama. Ini juga
dilarang.
Putus asa kedua, saya ulangi. Putus asa
yang pertama adalah terkait dengan
pertolongan Allah. Yaitu putus asa dari
permohonan dia seakan-akan permohonannya
tidak bakalan dikabulkan. Dia putus asa
atau kesulitan yang dia hadapi
seakan-akan tidak akan pernah ada
solusinya. Dia putus asa. Ini tercela.
Putus asa yang kedua adalah terkait
dengan tobat
dari dosa yang dia lakukan.
Yaitu dia merasa bahwasanya
tobatnya tidak akan di diterima.
Percuma dia bertobat tidak akan diterima
karena terlalu parah dosa-dosanya. Maka
ketika dia putus asa seperti ini, dia
terjerumus dalam dosa dosa besar. Ini
dua model putus asa yang mungkin menimpa
seorang hamba.
Model yang pertama, putus asa bahwasanya
permintaan kita tidak bakalan
dikabulkan.
Ini kadang menimpa kita
atau menimpa sebagian kita.
Maka sas saya pribadi jangan pernah
seuzun sama Allah.
Apapun yang kita minta-minta aja
dan tetap husnuzan kepada Allah, tidak
ada susahnya bagi Allah mengabulkan
permintaan kita.
Dan kita bilang kalau Allah tidak
kabulkan dunia, Allah akan kabulkan di
akhirat. Allah akan kabulkan. Pasti
Allah kabulkan. Datang dalam hadis,
siapa siapa yang berdoa dengan suatu
doa, laisa fihi itmun wala qatiah,
selama dosanya, selama doanya tidak
terkait dengan dosa dan tidak memutuskan
silaturahmi. Yaitu misalnya dia berdoa,
"Ya Allah, jauhkan aku dengan
kakak-kakakku." Itu namanya doa untuk
memutuskan silaturahmi. Ya Allah, semoga
anakku cepat mati. Ini namanya dosa
memutuskan apa? silaturahmi ya.
Atau doa terkait dosa, "Ya Allah
mudahkan aku untuk maksiat." Misalnya
mudahkan aku untuk minum khamar. Ini doa
minta dosa. Selama doanya tidak terkait
dengan qati rahim dan dosa, maka akan
Allah kabulkan dengan salah satu dari
tiga model pengkabulan. Yang pertama
dikabulkan di dunia cepat atau lambat?
Bisa cepat bisa lambat. Bisa tertunda
sampai puluhan tahun bisa atau tidak?
Bisa. tadi Nabi Ibrahim puluhan tahun,
Nabi Yakub puluhan tahun terserah Allah.
Allah yang lebih tahu. Tapi akan
dikabulkan.
Kalau tidak dikabulkan di dunia akan
dikabulkan di akhirat. Dan dikabulkan di
akhirat lebih afdal karena diganti
dengan kenikmatan surga. Dan kenikmatan
surga tidak ada bandingnya dengan
kenikmatan dunia. Tapi kalau kita
disuruh pilih, kita pasti pilih
dikabulkan di dunia. Iya enggak? Iya
atau tidak? Kalau ada pilihan dikabulkan
dunia atau di akhirat? Di dunialah. di
akhirat urusan lain. Padahal di akhirat
kalau dikabulkan di akhirat pasti lebih
afdal.
Yang ketiga,
minuh atau dipalingkan darinya keburukan
yang semisal apa yang dia minta.
Dijauhkan darinya keburukan-keburukan.
Dalam sebagian riwayat disebutkan oleh
Ibnu Rajab al-Hambali atau diampuni
dosa-dosanya atau diampuni dosa-dosanya
maka tidak ada ruginya kita berdoa dan
senantiasa huznudan.
Ketika Allah mentakdirkan kita untuk
berdoa, berarti Allah sayang sama kita.
Buktinya kita masih terpanggil untuk
apa? Berdoa. Banyak orang sudah tidak
berdoa. Malas
ya. Maka ini ee
jangan putus asa. Siapa yang putus asa
bahwasanya permohonannya tidak bakalan
dikabulkan? Ah, enggaklah minta gini.
Allah mana mau kasih saya? Ahah. Ini ini
sudah dosa. Meskipun nanti dikabulkan
perasaan dia seperti itu sudah dosa
tersendiri.
atau kesulitan dia hadapi, enggak akan
ada solusi. Ini juga suudan ya, akhi
solusi mungkin datang cepat atau kita
enggak tahu. Kita menghadapi ujian-ujian
ternyata sekian tahun baru keluar
solusinya kita enggak tahu. Dan Allah
pilihkan solusi yang paling tepat di
waktu yang paling apa? Tepat. Kita
enggak tahu. Kita ini mana tahu
kemaslahatan diri kita. Yang lebih tahu
kemaslahatan diri kita adalah Allah,
bukan kita. Banyak kesenangan yang kita
sukai ternyata mudarat bagi kita. Kita
enggak tahu
berdoa, "Ya Allah, kayakan aku, kayakan
aku." Enggak dikasih kaya-kaya. Karena
kalau kaya enggak mau ngaji lagi.
Ya Allah, lunasi hutangku. Lunasi gak
pernah dilunasin sama Allah. Nanti 20
tahun lagi baru dilunasin. Kenapa? Kalau
dilunasin enggak pernah salat malam
lagi. Allah yang lebih tahu. Ya, Allah
yang lebih tahu. Gak tahu fitnahnya
harta, fitnahnya dunia, fitnahnya luar
biasa. Fitnah luar biasa
TB. Oleh karena kita waspada, jangan
sampai kita suudon sama Allah. Kapan
kita timbul seuzon, kita tepis. Apa
susahnya? Allah buat saya berdoa,
berarti Allah sayang sama sama saya.
Allah buat saya berharap sama Allah
ibadah, berarti Allah menghendaki saya
beribadah kepada Allah. Tidaklah Allah
menggerakkan hatiku kecuali Allah ingin
mengabulkan. Tapi kabulkannya kapan?
Terserah Allah subhanahu wa taala. Di
dunia, di akhirat terserah Allah
Subhanahu wa taala. Tapi jangan pernah
suan. Tinggal berdoa a berdoa aja,
berdoa aja, berdoa, berdoa terus. Tib
putus asa yang kedua.
putus asa dari ampunan Allah Subhanahu
wa taala.
Dan tentunya ini ee
adalah bentuk ya mengingkari
nama Allah alghfur arrahim.
Allah menamakan dirinya alghfururah maha
pengampun lagi maha penyayang.
Dan dosa sebesar apapun jika seorang
bertobat pasti diterima oleh Allah
subhanahu wa taala.
Makanya Allah mengatakan dan ini di
salah satu ayat disebut arja ayatin fi
kitabillah. Ayat yang paling memberi
harapan kepada seorang hamba, kepada
pendosa. Kata Allah di surat azzumar,
qul ibadiina asro anfusqahmatillah
innallaha yagfirudun jamian innahu hual
gfurur rahim.
Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Katakanlah, qul ya ibadi." Katakanlah
siapa? Wahai Muhammad,
katakanlah kepada hamba-hambaku.
Dalam surat Azzumar 53, qul ya ibadi.
Katakanlah siapa yang disuruh
diperintahkan? Nabi. Qul maksudnya, "Ya
Rasulullah, sampaikanlah." Qul ya
ibadialladzina asrofu. Ini nidaun ilahi.
Wahai hamba-hambaku
yang
melampaui batas dalam maksiat. Di sini
Allah masih menyandarkan para pendosa
tersebut kepada dirinya. Allah masih
menamakan mereka hamba-hambaku.
Berarti masih ada kasih sayang Allah.
Sebagian kita kalau sudah marah bilang
sama anak, "Kau bukan anakku sana. Kau
anak ibumu."
Kadang saya pun kalau marah saya bilang
sama istri saya, "Itu anakmu anakmu."
Padahal anak bersama.
J marah kita tidak nisbahkan anak kita
kepada kita. gitu anakmu anakmu. Padahal
anak hasil kerja sama ber bersama
Allah ini orang pelaku dosa. Allah masih
mengatakan ibadi hamba-hambaku
qul ya ibadialladzina asrofu yaitu
hamba-hambaku yang asrofu. Yaitu israf
dalam maksiat. Berlebih-lebihan dalam
maksiat. Bukan maksiat biasa,
berlebih-lebihan. Tenggelam dalam
kemaksiatan, melampaui batas. Israf itu
artinya apa? Melampaui batas. Yang Allah
sedang berbicara bukan orang yang
dosanya biasa-biasa saja. Dosanya
berlebih-lebihan, turah-turah dosanya.
Ala anfusihim kata Allah, "La taqnat
rahmatillah." Janganlah kalian putus asa
dari rahmat Allah. Jangan pernah putus
asa. Kenapa? Innallaha yagfirudun jamia.
Allah menegaskan dengan inna yang
artinya sesungguhnya innallaha
yagfirudunuba.
Allah mengampuni dosa-dosa seluruhnya.
Adzunub sendiri adalah lafal jamak yang
memberikan keumuman. Sesungguhnya Allah
mengampuskan seluruh dosa. Allah tambah
lagi dengan takid jamian seluruhnya.
Yaitu Allah sungguh-sungguh benar-benar
mengampuni seluruh dosa tanpa
terkecuali.
Yagfir dzunuba jamian. Setelah itu Allah
tutup lagi. Innahu hual gofurur rahim.
Sesungguhnya Allah itu maha pengampun
dan konsekuensi maha pengampunnya dia
akan menghapuskan dosa-dosa.
Setelah itu digandingkan lagi dengan
arrahim yang maha penyayang. Allah maha
penya penyayang. Apalagi yang mau kita
cari jika digandingkan maha pengampun
dengan maha penyayang. Sangat mudah
mengampuni, sangat mudah menyayangi.
Maka jangan putus asa dari rahmat Allah
Subhanahu wa taala. Allah kasih contoh
dalam Al-Qur'an. Bagaimana Allah masih
mau mengampuni gembong-gembong para
pendosa. Firaun. Siapa yang lebih jahat
dari Firaun? Enggak ada yang ngalahkan
kejahatan Firaun. Sombongnya luar biasa.
Ya. Waunail autat. Di antara tafsiran
Firaunil Autad, yaitu Firaun pemilik
tali. Yaitu Firaun kalau nyiksa orang,
dia tarik tali kanan kiri, kaki kanan,
kaki kiri ditarik sampai lepas. Nyiksa.
Firaun sudah penyiksa memperbudak Bani
Israil ngaku sebagai Tuhan lagi. Ya,
ngaku sebagai Tuhan.
Ternyata Allah masih kasih kesempatan
dia untuk bertobat. Buktinya Allah kirim
dua nabi, bukan satu nabi. Kata Allah
kepada Musa dan Harun, idhaba ila
Firauna innahu tha faqu lahu laallahu
yatadakaru yaksya. Pergilah engkau wahai
Musa dan Harun kepada Firaun.
Sesungguhnya dia telah melampaui batas.
Faqula lahu. Ucapkanlah kalian berdua
kepadanya dengan perkataan yang lembut.
Siapa tahu dia ingat, siapa tahu dia
takut, siapa tahu dia sadar.
Seandainya kalau Firaun bertobat,
diterima enggak tobatnya? Diterima.
Nah, buat apa kalau tidak diterima?
Dikirim Musa dan Harun. Tapi Firaun
tidak mau bertobat. Bahkan begitu
lembutnya Musa sampai Musa memberi
tawanan. Hallaka ila anazakka.
Firaun tidak bilang, "Eh, tobat, tobat
kau Firaun." Enggak. Musa gak bilang,
"Eh, tobat Firaun enggak." Musa bilang,
"Hallaka anaka maukah engkau mensucikan
dirimu?" Tawaran bukan perintah.
Faahdiakbika fatya. Kalau kau mau
menyucikan dirimu, aku akan arahin
kepada Rabbmu, maka kau akan khusyuk,
akan takut.
Kata yang sangat lembut. Tetapi Firaun
tidak bertobat. Seandainya dia bertobat,
dia akan diampuni oleh Allah subhanahu
wa taala. Allah kisahkan lagi para
penyihir Firaun.
Dosa apa yang lebih parah daripada
syirik? Sihir ini syirik luar biasa.
sihir. Kerjaan mereka bertahun-tahun
sebagai musyrik, penyihir. Cari nafkah
dengan praktik sihir.
Bahkan ingin berdual melawat melawan
utusan Allah. Diundang oleh Firaun.
Inak inana laajron inuna nahnul golbin.
Kami dapat duit wahai Firaun. Kalau kami
menang lawan Musa. Iya. Wa innakum
laminal muqarabin. Bukan cuma dapat duit
saja dikasih jabatan fulus. Ada jabatan.
Oke. Mereka datang dengan semangat untuk
berduel dengan utusan Allah. Dosanya
kayak apa? Sudah penyihir ingin ngalahin
utusan Allah. Tetapi subhanallah
mereka bertobat di akhir hayat.
Ada yang mengatakan gara-gara Musa
nasihati mereka sebelum mereka berduel.
Waakumahianum.
Sebelum duel Musa kasih nasihat, celaka
ciloko ciloko. Jangan berdusta sesama
Allah kalian akan kena azab. Sungguh
merugi orang yang berdusta.
Fatanau bainahum amrahumasarun najwa.
Mereka jadi bingung, gelisah. Eh,
ngomong begitu. Rupanya nasihat sedikit
itu membuat masuk ke dalam hati mereka.
Karena Firaun Musa ketika berbicara dari
hati yang dalam, kalian celaka
sehingga masuk dalam hati hati mereka.
Akhirnya ketika duel, mereka lihat
mukjizat Nabi Musa. Akhirnya mereka pun
masuk Islam. Faulqiasa saharatu sujada.
Mereka pun sujud. Ketika mereka sujud,
akhirnya Firaun bunuh mereka, salib
mereka, kemudian mereka masuk surga.
Subhanallah.
Islam cuma sebentar, puluhan tahun dalam
kesyirikan. Beriman cuma sebentar,
meninggal masuk surga. Allah maha
pengampun lagi maha penyayang.
Siapa lagi? Allah sebutkan tentang
orang-orang Ashabul Ukhdud. Allah
berfirman, "Innalladzina fatanul
mukminina wal mukminati tumma lam yatubu
falahumzabu jahannama walahumzabul
harq." Sesungguhnya orang-orang yang
membakar kaum mukminin, fatanus ini
maksudnya membakar, membakar kaum
mukminin, membakar kaum mukminat, mereka
kumpulkan ada mengatakan ribuan orang
tidak mau beriman, tidak mau beriman
kepada sang raja, maka dibakar
hidup-hidup. Dibakar hidup-hidup ini
kejahatan kayak apa? Seperti ini.
Kemudian mereka
syuhud, quud ketika mereka bakar, mereka
saksikan, mereka nongkrong menikmati
siksaan tersebut. Ini luar biasa. Jadi
bukan sekedar bakar, mereka nonton
mereka nikmati pembakaran tersebut.
Kira-kira kalau ada zaman sekarang ada
seorang misalnya membakar ulama,
kira-kira kita bilang apa? Wah, enggak
bakalan diampuni. Ini bukan satu orang
yang dia bakar. Ribuan.
Ternyata Allah masih kasih kesempatan
untuk bertobat. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "TMam yatubu." Sesungguhnya
orang-orang yang telah membakar
kaum-kauminat kemudian tidak bertobat.
Maka bagi mereka azab yang pedih dan
azab yang membakar. Maksudnya kalau
mereka bertobat berarti mereka tidak
diazab.
Qatalu aulia Allah. Mereka telah
membunuh wali-wali Allah. Kemudian Allah
masih memberi kesempatan mereka untuk
bertobat.
Jadi Allah kasih gambaran tentang orang
yang paling bejat seperti Firaun, orang
yang paling dahsyat siksaannya seperti
raja-raja tersebut ternyata masih
dikasih kesempatan untuk bertobat
menunjukkan bahwasanya Allah maha
pengampun lagi maha penyayang.
Rasulullah juga kasih contoh tentang
pembunuh 100 nyawa. Setelah dia membunuh
99 nyawa, dia mencari a'lamu ahlil ard.
Mana orang paling berilmu di atas muka
bumi. Qadarulu dia mendapati orang yang
rajin ibadah, bukan berilmu. Dapat orang
rajin ibadah, dia tanya, "Wahai ahli
ibadah, saya sudah bunuh 99 orang.
Apakah Allah masih bisa menerima
tobatku?" ahli ibadah enggak punya ilmu,
dia berfatwa pakai perasaan. Kayak kamu
ini gimana mau diampuni? Enggak bisa
diampuni. Maka dia berfatwa pakai
perasaan bukan pakai ilmu. Maka
dipenggalah jadi 100.
Setelah dia bunuh 100 orang, dia cari
orang ahli ilmu. Dapatlah orang ahli
tersebut. Maka dia tanya, "Saya masih
bisa bertobat?" Maka ahli berjawab,
"Siapa yang bisa menghalangi engkau dari
tobat?" Allah subhanahu wa taala.
Pergilah ke negeri yang lain. Tinggalkan
negerimu. Fainnaha ardus. Itu negeri
yang buruk. Pergilah ke negeri yang
baik. Beribadahlah kepada orang-orang
saleh di sana. Maka dia pun berjalan
menuju negeri yang baik. Dia belum
beribadah. Di tengah jalan dia meninggal
tapi dia sudah bertobat. Akhirnya dia
masuk surga.
Saya rasa
ya
tidak ada di antara kita yang maksiatnya
lebih daripada orang-orang ini. Kalau
orang ini saja bisa diterima tobatnya,
bagaimana dengan yang selainnya? Maka
jangan pernah putus asa dari bertobat
kepada Allah. Setan ingin kita putus
asa.
Maka di antara riwayat yang menarik,
riwayat dari Hajjaj bin Yusuf Atsqafi.
Hajaj bin Yusuf Atsqafi terkenal kejam
membunuh. Dia bunuh Abdullah bin Zubair,
dia bunuh
Said bin Zubair, dia bunuh sahabat, dia
bunuh tabiin.
Kejam.
Disebutkan ketika dia mau meninggal, dia
berdoa,
"Allahumfirli
fainnanaka
taf'al." Dia mengatakan, "Ya Allah,
ampunilah aku." Orang-orang bilang, "Kau
tidak akan ampuni aku, ya Allah."
Ya, sudah jahat kayak begitu dia masih
husnuzan kepada Allah. Dia bilang, "Ya
Allah, Allahumagfirli. Ya Allah,
ampunilah aku." Sesungguhnya mereka
mengatakan, "Kau tidak akan mengampuni
aku. Ampuni aku, ya Allah." itu seketika
dia akan meninggal meninggal dunia.
Apa kata Abu Nawas dalam syairnya? Ya
yaqaruka
muhsinudir
mujribi
kama amartani
waadihamu
maika wasilatun illa wamilu
anni muslim kata Abu Nawas disebutkan
dia punya punya syair. Dia mengatakan,
"Ya Allah, meskipun dosa-dosaku sangat
banyak, tetapi saya tahu ampunanmu lebih
banyak daripada dosa-dosaku.
Kalau yang hanya bisa berharap kepada
engkau orang-orang baik, terus para
pendosa mau berharap kepada siapa?
Saya berdoa kepada engkau sebagaimana
kau perintahkan kepadaku. Saya angkat
tanganku. Kalau kau tolak tanganku,
terus siapa yang mau merahmati saya?
Saya tidak punya andalan untuk minta
ampunanmu kecuali harapan."
dan indahnya ampunanmu kemudian aku
pasrah dengan keputusanmu.
Oleh karenanya seorang jangan putus asa.
Betap pun besar yang dosa yang dia
lakukan jangan dia putus asa. Bahwasanya
Allah maha mengampuni dosa. Meskipun dia
berulang-ulang melakukan dosa, jangan
pernah putus asa. Makanya di antara
perbedaan sifat nama Allah, algfur
dengan alghffar, ada yang mengatakan
alghfur terkait dengan ulang-ulang.
Seorang melakukan dosa ulang-ulang.
Allah alghfur yaitu Allah mengampuni
dosa-dosa meskipun diulang sejuta kali.
Al-ghffar yaitu Allah mengampuni dosa
sebesar apapun dosa tersebut. Jadi gfur
terkait dengan kuantitas doa dosa.
Al-ghffar terkait dengan kualitas dosa.
Maksudnya dosa kuantitasnya sebanyak
apapun Allah akan ampuni. Alghffar dosa
kualitasnya sebesar apapun akan Allah
ampuni. Yang penting kamu bertobat.
Jangan pernah putus asa.
Ibnu Taimiyyah menjelaskan dari mana
seorang bisa putus asa dari bertobat.
Kenapa dia tidak putus asa? Kenapa dia
putus asa sehingga tidak mau bertobat?
ee dua kemungkinan
beliau berkata, "Walqut yakunu
biqallahafiru
lahu imunbalahuahu
waqu
maahaya
qahwai fahua
nafsihi.
Yang pertama dosanya terlalu besar
sehingga dia bilang, "Saya bertobat pun
Allah tidak akan ampun. Terlalu besar
dosa saya terlalu besar. Saya bajingan,
saya penjahat, semua kejahatan sudah
saya lakukan. Gimana Allah ampuni saya?"
Maka ini salah satu bentuk putus asa
karena dia merasa dosanya terlalu besar.
Yang kedua, dia tidak mau bertobat.
Karena dia bilang bertobat, aduh jiwa
dia tidak tertarik untuk bertobat. Saya
enggak bisa bertobat terus. Saya terbawa
dengan hawa nafsu. Saya tobat gimana?
Saya maksiat terus. Sehingga dia sulit
untuk bertobat.
Ibnu Taimiyah mengatakan,
"Wah ya minanas ini banyak menimpa
banyak orang. Walut yahsul.
Terkadang orang putus asa gara-gara
pertama, kadang-kadang kedua. Fal awal
karhib. Adapun yang pertama seperti
rahib tadi ahli ibadah yang berfatwa
kepada pembunuh 99 nyawa. Dia melihat
dosanya terlalu besar. Orang seperti
kamu enggak bakalan diampuni ngapain
bertobat. Sehingga dia akhirnya putus
asa. Mengajari orang untuk putus asa
karena memandang dosa terlalu apa?
Besar. Sebagian orang tidak mau
bertobat. Kenapa? Dosanya terlalu besar.
Percuma Allah tidak akan ampuni.
Ya,
yang kedua tadi ya seperti orang yang
ingin bertobat
tapi dia bilang, "Waduh, berat jiwa saya
sulit untuk bertobat." Kenapa? Syarat
tobat susah. Harus meninggalkan. Saya
enggak bakalan meninggalkan. Menyesal
kayaknya saya tidak menyesal. Saya masih
pengin lagi
bertekad tidak mengulangi. Saya masih
pengin lagi.
Sehingga dia tidak jadi tobat.
Syaratnya tidak b saya penuhi. Syarat
tobat terlalu berat. Nanti ajaalah nanti
aja. Nanti aja nanti. Kalau saya laku
tobat sekarang enggak bakalan diampuni.
Kenapa? Syaratnya tidak terpenuhi.
Akhirnya dia tidak bertobat. Putus asa
akhirnya meninggal dunia. Itu yang setan
ingin
seorang terkadang terjatuh yang pertama,
terkadang jatuh yang kedua. Makanya di
antara di antara zikir yang kita
berzikir sekaligus berdoa kita berdoa
rabbigfirli watuba alaiya innaka anta
tawwabur rahim.
Ya Allah ampunilah aku. Watuba alai. Apa
maknanya tuba alaiya? Maknanya ya Allah
kalau aku bertobat terimalah tobatku.
Kalau aku belum bertobat ilhamkanlah aku
untuk bertobat.
Watub alai bisa dua makna. Watuba alai.
Kadang kita susah untuk bertobat karena
masih hobi dengan maksiat tersebut.
Riba mau keluar. Waduh masih butuh.
Gimana? Nanti ajaalah.
Cara tobat meninggalkan. Gimana sih mau
meninggalkan?
Nyaman nih di riba. Gaji banyak bisa
punya ini, bisa punya anu, tidak mau
tobat. Maka berdoa, "Rabbighfirli watuba
alaiya innaka anta tawwaburim." Maka
putus asa bisa datang dari salah satu
dari dua model ini. Nah, orang seperti
ini maka dia tinggal ingat baca
bagaimana kisah Firaun Allah tawarkan
tobat. Bagaimana pemyihir Firaun Allah
tawarkan tobat. Bagaimana para penyiksa
pembakar orang-orang beriman Ashabul
Ukhdud Allah masih tawarkan tobat kepada
mereka.
Tib. Di antara bentuk-bentuk
al-qunut mir rahmatillah selain yang
kita sebutkan tadi ya,
seperti tadi ee
sebagian orang tua putus asa ya
bahwasanya anaknya dan putrinya akan
saleh. Dia lihat anaknya nakal, putrinya
nakal dia enggak ada solusi, enggak
bakalan baik. Ini putus a putus asa.
Seorang misalnya terkena sihir di sihir
dia sudah berobat-berobat enggak
sembuh-sembuhya enggak bakalan sembuh.
Ini putus asa.
Sampai saya dengar ada seorang disihir
sampai 20 tahun baru akhirnya apa?
Akhirnya sembuh. Setelah 20 tahun
dia bersabar, bersabar, bersabar. Allah
mungkin kasih pahala ketika dia disihir.
Dia menderita sakit. Pahala banyak
sekali. Dosa-dosa berguguran, derajatnya
naik. Allah lebih tahu.
Tapi dia tidak putus asa. Setelah 20
tahun baru akhirnya apa? Sem sembuh.
Ini
dan saya katakan taruhlah tidak sembuh,
taruhlah meninggal karena sakit maka
selama kita husnudan kita dapat paha
pahala dan keputusan Allah pasti yang
terbaik. Siapa yang husnuzan kepada
Allah, beramal saleh, pasti kesudahannya
itu yang terbaik bagi dia. Lebih baik
dia meninggal dalam kondisi demikian
daripada dia sembuh. Allah yang lebih
tahu serahkan kepada Allah subhanahu wa
taala. Terakhir yang in sampaikan ikhwan
dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala agar kita berharap
selalu kepada Allah. Ketahuilah
bahwasanya Tuhan kita Allah Subhanahu wa
taala lebih sayang kepada hamba-hambanya
daripada seorang ibu kepada anaknya
sendiri. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Lallahu arhamu biibadihi min
had biwaladiha." Allah lebih sayang
kepada hamba-hambanya daripada seorang
ibu kepada anaknya. Hadis ini Rasulullah
sebutkan ketika Rasulullah melihat ada
seorang ibu yang kehilangan anaknya.
Kemudian dia cari-cari akhirnya dia
dapat anaknya tersebut dalam peperangan
dia kehilangan anaknya. Dia cari-cari
akhirnya dia dapat langsung dia susui
anaknya tersebut. Dan ini adalah bentuk
kasih sayang yang paling tinggi di
kalangan manusia. Kasih sayang paling
tinggi seorang ibu kepada anak. Terutama
ketika dia baru kehilangan apa? Anaknya
dan dia cari-cari dengan penuh
kesedihan. Ketika dia dapat, maka
kecintaannya di puncak-puncaknya. Maka
Rasulullah berkata kepada para sahabat,
"Menurut kalian apakah ibu ini akan
melemparkan anak-anaknya ke api?" Kata
para sahabat, "Bagaimana?"
Ya, dia tidak akan melemparkannya
sementara dia mampu untuk tidak
melemparkannya, menyelamatkannya. Maka
Rasulullah berkata, "Wallahu arhamu
biibadihi min had biwaladiha." Allah
lebih sayang kepada hambanya daripada
seorang ibu kepada anaknya. Dan ini
benar.
Maka jangan pernah seuzon. Sedekah
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Benar.
Kenapa ibu kenapa sayang sama anaknya?
Karena anak itu pernah dalam perut
perutnya, pernah mengambil makanan dari
perutnya. Anak itu pernah dia susui,
anak itu pernah keluar dan dia bertarung
dengan kematian ketika melahirkan anak
tersebut. Tetapi Allah lebih sayang.
Kenapa? Sang kreator pembuat anak itu
siapa? Al Allah. Ibu cuma tempat
numpang. Yang bikin anak itu sebenarnya
siapa sih?
Allah. Dan sangat mungkin sang kreator
menyayangi hasil apa? Kreasinya, hasil
ciptaannya.
Tergantung kita bagaimana berprasangka
baik kepada Allah Subhanahu wa taala.
Alladzi khalaqoka fasawaka faadalak
fi ayyi suratin masyaakabak. Dialah yang
telah menciptakan engkau dan
menyempurnakan bentukmu dan seimbangkan
bentukmu. Fiyi surati masyaarabak. Dan
dia menyusunmu dengan bentuk yang dia
sukai. Allah musawir yang memberi
bentuk. Allah khaliq yang mencipta.
Kita ini semua ciptaan Allah dan Allah
lebih sayang kepada ciptaannya daripada
seorang ibu kepada anaknya yang pernah
numpang di perutnya.
Kita dapati betapa banyak ibu yang tidak
memaafkan anaknya. Banyak atau tidak
banyak? Anaknya marah diusir anaknya
jengkel sama dendam sama anaknya. Allah
kita maksiat berulang-ulang. Kalau kita
kembali Allah akan terima.
Kemudian juga Nabi kabarkan bagaimana
jangan putus asa. Allah sangat gembira
dengan bertobatnya seorang hamba. Kata
kata Nabi sallallahu alaihi wasallamahu
asaduhan bubbati abdihi
hina yatubu ilaihi min ahadikum
biardi falatin maahilatihifat
minhu. Allah lebih gembira ada orang
yang bertobat kepada Allah daripada
seorang yang sedang membawa untanya di
tengah padang pasir ada bekalnya makan
dan minumnya. Kemudian unta tersebut
ucul kabur bersama makanannya sehingga
dia putus asa. Kemudian dia berbaring di
bawah sebuah pohon di tengah padang
pasir menunggu kematian yang datang
secara bertahap.
Kehausan, kekeringan mulai pandangan
kabur mulai enggak jelas semua. Siap
mati. Tiba-tiba untanya datang lagi.
Tiba-tiba untanya muncul dan masih ada
makanannya. Maka dia segera memegang
tali kakang unta. Dia berkata,
"Allahumma anta abdi wa ana rbuk." Ya
Allah, sungguh benar Engkau adalah
hambaku, aku Tuhanmu. Kata Nabi, "Akt
min syiddatil farah." Saking gembira
sehingga dia salah ngomong. Ini orang
saking gembiranya masih kalah gembiranya
Allah kalau ada hambanya bertobat.
Berarti Allah sangat sayang kepada kita.
Kita kalau saya punya anak nakal, saya
mungkin ngomel, saya mungkin cubit, saya
mungkin gampar. Tapi kalau dia balik
saya senang enggak? Senang. Walillahil
matsalul a'la. Perumpamaan bagi Allah
lebih tinggi. Karena Allah lebih sayang
kepada hamb-Nya, maka kalau hambanya
balik, Allah lebih gembira. Sederhananya
demikian.
Semakin kita sayang, kalau dia kembali
sadar semakin gembira. Enggak gembira.
Dan karena Allah lebih sayang kepada
hambanya lebih daripada seorang ibu
kepada anaknya, maka kalau ada orang
bertobat Allah sangat gembira.
Oleh karena jangan putus asa. Kalau kita
kembali kepada Allah senang. Ya.
Jadi
semuanya mudah bagi Allah. Jangan pernah
putus asa kepada Allah subhanahu
semuanya kalau Allah tinggal kehendak
tinggal kun fayakun. Ya. Tib mungkin ini
saja yang bisa saya sampaikan. Para
hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala.
Ee jangan lupa melatih diri untuk
senantiasa husnudan kepada Allah karena
awal dari putus asa karena suuzon kepada
Allah. Dan di antara sebab suudon karena
kurang dekat dengan Allah. Di antara
sebab kurang dekat dengan Allah karena
kita banyak maksiat atau kita kurang
mendekat. kurang baca Quran, kurang
ngaji, kurang belajar atau kita
bermaksiat sehingga kita mulai suudon
sama Allah subhanahu wa taala. Kalau
hubungan kita baik dengan Allah, mudah
untuk kita berhusnudan. Mudah sekali.
Tapi kalau hubungan kita buruk dengan
Allah, agak sulit kita berhusnudan. Tapi
tetap berusaha hus husnudan ya. Dan
tentunya namanya raja berharap bukan
hanya berharap saja tapi harus disertai
dengan amal saleh. Innalladzina amanu
walladina hajaru wahadu fiabilillah
ulaika yarjuna rahmatallah. Sesungguhnya
orang yang beriman dan beriman kemudian
berhijrah dan berjihad mereka itulah
orang-orang yang berharap dengan rahmat
Allah. Namanya raja bukan sekedar hati
aja tapi harus ada usaha dengan berusaha
mendekat kepada Allah subhanahu wa
taala. Bab demikian saja kajian kita
mohon maaf segala kekurangan.
Subhanakallah bihamdika asadu ila
analamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.