File TXT tidak ditemukan.
Transcript
XxqL9a5jW-A • Tafsir Juz 24: Surat Ghafir #1 Ayat 1-3 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2558_XxqL9a5jW-A.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman lnih. Wa
asyhadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Ibu-ibu yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Insyaallah pada
pertemuan kita kali ini kita akan
belajar tafsir dari surah ke-40 surah
Ghafir. Ya, surah ini memiliki dua nama
yang ee terkenal. Yang pertama disebut
dengan surah Ghafir. Kenapa disebut
surah Ghafir? Karena di awal surat Allah
Subhanahu wa taala itu pada ayat yang
ketiga Allah berfirman, "Gofirambi
waqobil syadidil iqab zul." Yaitu Allah
buka dengan gofiri dambi. Setelah ha mim
tanzilul kitabi minallahil azizil alim.
Kemudian Allah berfirman, "Gofiri dambi,
yaitu ee yang maha mengampuni
dosa-dosa." Maka namanya dikenal dengan
surah Alghafir, ya surah Ghafir karena
di awalnya ada gofiri dzambi. Dan nama
ini menunjukkan tentang nama Allah yang
sangat mulia, yaitu yang maha memberi
magfirah, gofiri dzambi. Kemudian juga
dikenal dengan surah almukmin. Kadang
ditulis surah almukmin. Kenapa disebut
dengan surah almukmin? Karena dalam
surat ini dikisahkan tentang seorang
yang saleh yang tidak disebut namanya
cuma disifati dengan sebuah sifat yaitu
mukminu ali Firaun. Yaitu seorang dari
keluarga Firaun dari suku Kibti. Ya,
tetapi dia beriman kepada Nabi Musa
Alaih Salam dan dia menyembunyikan
imannya. Ya. Kata Allah, waqala rajulun
mukminun min ali firaun.
Berkata seorang lelaki yang beriman
kepada Nabi Musa, beriman kepada Allah,
min Ali Firaun, dari keluarga Firaun,
yaitu dari keluarga dekat Firaun,
kerabat Firaun. Yaktumu imanahu. Dan dia
menyembunyikan imannya. Dan banyak nanti
ayat terkait dengan ee bagaimana nasihat
dia kepada ee Firaun dan para
pengikutnya
yang menjelaskan tentang seorang yang
semangat berdakwah. Namun Allah tidak
menyebutkan siapa namanya ya. Maka
disebut dengan surah Al-Mukmin, yaitu
surah si mukmin tersebut. Ini di antara
dua nama yang ee terkenal pada ee surat
yang akan kita bahas ini. Demikianlah
kalau para ulama memberi nama biasanya
mereka mencari suatu yang spesifik yang
mencirikan surah tersebut seperti surah
Al-Baqarah. Karena dalam surat Albaqarah
ada kisah tentang perintah kepada Bani
Israil untuk menyemb apa nam menyembelih
seekor sapi betina ya. sehingga disebut
surah Al-Baqarah. Demikian juga surah
Ali Imran. Kenapa? Karena dalam surat
tersebut ada cerita tentang Ali Imran,
tentang keluarga Imran. Jadi demikian
penamaan surat biasanya dicari suatu
kalimat atau kata yang mencirikan surat
tersebut. Entah dari awal surat atau
tentang apa yang dikandung oleh surat ee
tersebut. Ini terkait dengan nama surat.
Adapun ee surat ini adalah surah ee
Makkiah. Surat Makiyah. Surah Ghafir,
surat Makkiyah. Apa yang dimaksud dengan
surat Makkiah? Surat Makkiyah itu surat
yang turun sebelum Nabi berhijrah.
Adapun surat madaniyah itu surat yang
turun setelah Nabi berhijrah ke Kota
Madinah. Kita tahu, Ibu-ibu yang
dirahmati Allah Subhanahu wa taala, Nabi
berdakwah di Makkah kurang lebih 13
tahun. Baru kemudian beliau berhijrah.
Jadi Rasulullah lahir di Makkah sampai
usia 40 tahun kemudian diangkat menjadi
seorang rasul. Setelah itu beliau
berdakwah selama 13 tahun di kota
Makkah. Setelah itu beliau terusir atau
diusir oleh orang-orang Quraisy hingga
beliau pun pergi ke Madinah yang setelah
itu beliau berhijrah kota Madinah. Nah,
semua surat yang turun kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam sebelum Nabi
berhijrah selama 13 tahun itu maka
disebut dengan surah Makkiyah. Dan semua
surat yang turun setelah Nabi berhijrah
kota Madinah namanya surah Madaniyah.
Bedanya apa? Bedanya kita mengetahui
nuansa nuansa surat-surat Makiyah itu
Nabi masih di Makkah dan Nabi masih di
Makkah biasanya terkait dengan akidah
tentang tauhid, tentang adanya surga dan
neraka, tentang Al-Qur'an adalah firman
Allah Subhanahu wa taala. Ee kemudian
misalnya tentang kenabian Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam, tentang
adanya hari kiamat. Ini nuansa isi dari
surah ee Makkiyah ya. Ya, berbeda dengan
surat madaniyah. Surat Madaniah biasanya
tentang hukum-hukum. Karena ketika itu
kaum muslimin sudah pindah ke Madinah,
sudah membuat negara Islam sehingga
biasanya terkait dengan orang-orang
beriman. Makanya dalam surat Makiyah
sering ya ayyuhannas, ayyuhannas, wahai
manusia sekalian. yaitu biasanya
ditujukan kepada orang-orang kafir
Quraisy. Adapun setelah Rasulullah
berhijrah ke Madinah maka biasanya ya
ayyuhalladzina amanu ya ayyuhalladzina
amanu. Maksud saya ketika kita
mengetahui surat ini Makkiah, kita
ngerti nuansa surat Makiyah. Berarti
Nabi masih di Makkah. Turun surat ini.
Nabi masih di Makkah yang dihadapi
kebanyakan adalah orang-orang kafir
Quraisy. Ya, sehingga kita tahu isi
nuansa surat-surat ini. Kemudian ee di
antara
ee
di antara keut tujuan surat ini
disebutkan oleh para ulama, tujuan surat
ini adalah untuk membantah orang-orang
yang menolak Al-Qur'an. Ya, mereka
menolak Al-Qur'an turun dari Allah
Subhanahu wa taala dan dengan demikian
mereka juga menolak Nabi Muhammad
sebagai seorang nabi. Dan saya sudah
katakan tadi, demikian nuansa
surat-surat makiyah. Biasanya terkait
akidah, terkait pengingkaran kaum
Quraisy terhadap hari akhirat, terkait
pengingkaran
Al-Qur'an adalah firman Allah turun dari
Allah kepada Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam terkait kenabian Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan
biasanya mihw atau poros dari topik
pembahasan surat makiyah adalah untuk
membantah mereka orang-orang musyrikin
yang mengingkari akidah-akidah Islam.
Adapun keutamaan surat ini maka tidak
ada dalil khusus tentang keutamaan surat
ini. Tetapi para ulama menyebutkan surat
ini adalah surat pertama yang dibuka
dengan Him. Dengan Him. Di sana ada
sekelompok surat-surat Al-Qur'an yang
dibuka dengan Hamim. Sehingga
surat-surat kelompok surat-surat ini
disebut dengan al-Hawamim atau Alu
Hamim. Ya, Al-Hawamim atau Alu Hamim.
Surat-surat tersebut mulai dari ee surah
Ghafir dibuka dengan Hamim, surah
Fussilat, surah Asyura, surah Azzukhruf,
surah Ad-Dukhan, surah Aljasiyah, surah
Al-Ahqaf. Ini surat-surat yang dibuka
dengan Hamim, Hamim, Hamim ya. Ee dan
yang surat pertama dibuka dengan Hamim
adalah ee surat ini yaitu surah Ghafir
bab. Ini semua mukadimah, Ibu-ibu yang
dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
kita akan ee berusaha memahami isi
kandungan surat ini. Ibu-ibu kalau bawa
Al-Qur'an terjemah atau aplikasi
Quran tadabbur ya silakan ee membuka
surah tersebut surah ke-40 surah Ghafir.
Kita mulai ibu-ibu yang dirahmati Allah
Subhanahu wa taala. Dan sebelum saya
mulai saya berharap Ibu-ibu ee berusaha
serius ya. Kita kali ini mengaji ee
berpikir ya yang kita pikirkan ayat-ayat
Allah Subhanahu wa taala. Ini di antara
amal ibadah yang agung tadabur ayat-ayat
Allah. Allah berfirman, "Afala
yatadabbarunal Quran?" Apakah mereka
tidak mentadabbari Al-Qur'an? Allah
berfirman, "Yadabbaru ayatihi waliatakar
ulul albab." Sesungguhnya Al-Qur'an itu
untuk ditadaburi ayat-ayatnya. Makanya
Imam Al Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu
taala e berkata, "Qiroatu ayatin
wahidatin bitadabburin wa taakulin wa
tafahuminirun min kil quran bila
tadabbur ya kamaqala beliau berkata baca
satu ayat saja dengan memahami maknanya
dengan tadabbur berusaha memahami
maknanya kandungannya itu lebih baik
daripada khatam Quran tapi tidak
dipahami kandungannya
banyak orang hanya membatasi diri dengan
baca Quran Quran tapi tidak berusaha
memahami maknanya. Mereka menyangka baca
Quran itu suatu tujuan akhir. Padahal
itu hanyalah sarana untuk tahapan
berikutnya yang lebih tinggi itu
mentadaburi. Dan tadaburi adalah sarana
untuk pengamalan. Makanya Fudhail bin
Iyad ee berkata eh unzilal Quran
liyummal bih fattakasu qiroatahu amala.
Alquran itu diturunkan untuk diamalkan.
Tetapi orang-orang hanya mencukupkan
diri. Mereka menyangka mengamalkan
Al-Qur'an hanya dengan dibaca. Padahal
dalam Al-Qur'an itu ada qiraah dapat
pahala. Berikutnya tadabur, pahalanya
lebih besar lagi. Berikutnya amal,
beramal. Maka jangan sampai kita hanya
berhenti pada tahapan pertama yaitu
tahapan qiraah saja. Hanya sibuk belajar
tajwid, tahsin. Ya, tidak. itu hanya
sarana awal untuk berpindah pada
berikutnya tadabur. Setelah tadabur baru
kemudian mengamalkan isi Al-Qur'an.
Oleh karena kita akan bahas ee di awal
pertemuan kita ini tentang surah Ghafir
ya. Dan saya menyemangati Ibu-ibu untuk
semangat belajar ya.
Ee kita buka tadi sudah kita katakan
Gfir adalah surat pertama yang dibuka
dengan Hamim dan dia adalah surat
pertama dari Al-Hawamim dari surat-surat
yang dibuka dengan Hamim. Apa maknanya
hamim? Sederhananya hamim adalah disebut
dengan huruf muqat'ah. Huruf muqatah itu
huruf-huruf yang diletakkan oleh Allah
di awal ee di sebagian ee awal sebagian
surat dengan dibaca sebagai huruf bukan
sebagai kata seperti ha mim. Jangan
dibaca ham ya. Jangan dibaca ham karena
dia tidak dimaksud dibaca sebagai kata
dibaca per huruf ha mim.
Sama seperti alif lam mim maka dibaca
perkata alif lam mim. Yasin sama dibaca
per huruf ya sin jangan dibaca yas ya.
Kemudian alif lam mim shad dibaca alif
lam mim shad. Kaf ha ya ain shad. Awal
dari surat Maryam. Kaf ha ya ain shad
misalnya alif lam ro ya. Kemudian juga
ee misalnya nun qof shad. ini semua ee
dalam sebagian surat dibuka dengan ee
potongan-potongan ya thos sinin mim ya
thosin dan seperti itu itu dibuka dengan
ee
huruf-huruf yang di beberapa huruf yang
dibaca dengan per huruf bukan sebagai
kata ya bukan sebagai kata apa hikmahnya
adapun maknanya wallahuam Allah yang
lebih tahu tentang maknanya tetapi
hikmahnya disebutkan oleh beberapa ulama
seperti Ibnu Katsir kemudian sebelumnya
lagi Zamaksyari dan kemudian disetuju
oleh ee atau disebutkan juga oleh Ibnu
Taimiyah rahimahullahu taala. Makna dari
huruf muqatah ini hikmahnya maknanya
kita enggak tahu. Tapi hikmahnya apa?
Hikmahnya Allah ingin menjelaskan kepada
orang-orang Arab di zaman itu bahwasanya
Al-Qur'an ini turun dengan bahasa Arab
ya.
Nazala bihi ruhul amin. Ya. Kemudian
kata Allah bilisanin arabiyin mubin.
Dengan bahasa Arab yang jelas. bilisanin
arabi mubin. Inna jaalnahu quranan
arabiyan. Kami jadikan Al-Qur'an dengan
bahasa Arab. Ya, dengan bahasa Arab itu
bahasa yang kalian ucapkan sehari-hari
wahai kaum Quraisy, wahai orang-orang
Arab yang bahasa Arab tersebut terdiri
atas huruf hijaiyah. Huruf hijaiyah itu
alif, ba, ta, tsa, jim, ha, k, dan
seterusnya. Di antara huruf-huruf
hijaiyah tersebut adalah ha mim, di
antaranya alif lam mim, di antaranya
shad, di antaranya qof, di antaranya
nun, di antaranya kaf, ha, ya ain, shad.
Sehingga seakan-akan Allah berkata
kepada mereka, "Wahai orang-orang
Quraisy, wahai orang-orang Arab yang
berbangga-bangga dengan bahasa Arab,
yang kalian bangga dengan syair-syair
kalian, kalian bangga dengan
qasidah-qasidah kalian, kalian
berbangga-bangga dengan balagah-balagah
kalian, lihatlah Al-Qur'an."
Kalian bisakah datangkan seperti
Al-Qur'an? Kalian tidak bakalan mampu.
Ini menunjukkan Al-Qur'an bukan karangan
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Karena Al-Qur'an kalau Al-Qur'an adalah
karangan Muhammad, kalian tentu bisa
Muhammad hanyalah satu orang dari sekian
ribu orang Arab. Kalau Al-Qur'an di
karangan Muhammad, kalian tentu bisa
mengungguli Muhammad. Kalian tinggal
kerja sama 10 orang, 100 orang, bikin
yang lebih hebat dari Al-Qur'an.
Tetapi tatkala kalian tidak mampu
mendatangkan semisal Al-Qur'an, jangan
semisal Al-Qur'an, 10 surat kalian tidak
mampu mendatangkan semisalnya, jangankan
10 surat, satu surat kalian tidak bisa
buat. menunjukkan Al-Qur'an itu bukan
karangan Muhammad, tapi dia adalah
firman Allah Subhanahu wa taala. Dari
sini kita tahu kenapa Allah hikmahnya
Allah menjadikan Muhammad ummi nabiyil
ummi. Nabi yang tidak bisa baca, tidak
bisa tulis. Ya. Sehingga ketika malaikat
Jibril datang mendiktekkan
surah al-Alaq, "Iqra bismi rabbikalladzi
khalaq." Kata malaikat Jibril kepada
Nabi, "Iqra bacalah." Kata Nabi, "Ma an
biqari?" "Saya tidak bisa baca sama
sekali." Sampai diulang tiga kali, "Iqra
bacalah." Kata Nabi, "Ma ana biqori."
Saya tidak bisa baca sama sekali. Kata
malaikat Jibril, "Iqra bacalah." Kata
Nabi, "Ma ana biqori." Tidak bisa baca.
Akhirnya Jibril Alaih Salam mendiktan,
"Iqra bismialladzi khalaq khalaqal
insana min alaq. Iqra warabbukal akram
dan seterusnya.
Sehingga dari sini kita tahu hikmah
kenapa Nabi tidak bisa baca, tidak bisa
tulis untuk menguatkan bahwasanya ee
Al-Qur'an itu bukan karangan Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam ya,
bukan karangan Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Karena kalau Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bisa baca,
bisa tulis, maka orang-orang kafir akan
berkata, "Muhammad pernah baca literatur
sebelumnya. Mungkin dia baca dari orang
Nasra, baca dari orang Yahudi, atau baca
dari peradaban-peradaban sebelumnya.
Sehingga kemudian dia punya banyak
bacaan, banyak mutalaah, banyak ittila,
kemudian dia menyimpulkan Al-Qur'an, dia
bikin dari dirinya sendiri. Tapi Allah
menjadikan Nabi tidak bisa baca, tidak
bisa tulis. Sampai Nabi meninggal tidak
bisa baca, tidak bisa tulis. Dan ini
tidak bisa bacanya Nabi, tidak bisa
tulisnya Nabi, ini adalah kemuliaan bagi
Nabi. Beda kalau kita tidak bisa baca,
tidak bisa tulis, kekurangan. Makanya
Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh
orang belajar baca. Ya, Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam bahkan memerdekakan
ee tawanan-tawanan yang bisa ngajarin
baca ya. Dan ayat pertama turun, "Iqra,
bacalah." Tuntunan untuk bisa baca.
Tetapi Nabi Muhammad sendiri tidak bisa
baca. Kenapa Allah menjadikan Nabi tidak
bisa baca? Ya. Ya. Karena tadi untuk
menjaga memastikan keotentikan Al-Qur'an
bahwasanya Al-Qur'an bukan karangan
Muhammad. Dalam surat Al-Ankabut
ayat 48 Allah berfirman, "Wta tatlu
minqoblihi min kitabi wuhu w tatlu
minqhi min kitabin w taku biyamikal
mubtilun." Engkau tidak pernah bisa baca
sebelumnya dan kau tidak bisa ee menulis
sesuatu pun. Kau tidak bisa baca, tidak
bisa tulis sebelumnya. Kalau kau bisa
tulis dan bisa baca alilun, maka ahlil
batil akan meragukanmu. Mereka akan
menduduk engkau pernah ee belajar
sebelumnya kemudian kau ngarang
Al-Qur'an. Jadi, Ibu-ibu yang dirahmati
oleh Allah Subhanahu wa taala, inilah
hikmah ee sebagian surat dibuka dengan
huruf muqatah. Itu huruf-huruf yang
dibaca per huruf, bukan sebagai kata. Ha
mim, shad, qof, nun, alif lam mim, alif
lam mim shad, alif lam ro.
dan seterusnya untuk menjelaskan kepada
orang kafir Quraisy bahwasanya Al-Qur'an
ini mukjizat dari Allah bukan karangan
Muhammad
ya meskipun dia bahasa Arab dia bukan
karangan Muhammad. Muhammad tidak bisa
baca, tidak bisa tulis Al-Qur'an ini
dengan huruf-huruf hijaiyah yang kalian
tiap hari bisa berbicara dengan
huruf-huruf tersebut. Tidak ada huruf
baru, huruf-hurufnya itu-itu aja. Tapi
kalian ternyata tidak mampu mendatangkan
semisal Al-Qur'an. Kalau Quran karangan
Muhammad tentu kalian bisa melebihi
Al-Qur'an.
Dan ini isyarat tentang mukjizat
Al-Qur'an yaitu Al-Qur'an adalah wahyu
dari Allah Subhanahu wa taala. Kita
lanjutkan Hamim. Setelah itu Allah
berfirman, "Tanzilul kitabi
minallahi
ee alazizil alim." Al-Qur'an tanzilul
kitab. Dia adalah kitab yang diturunkan
dari siapa? Dari Allah.
bukan dari yang lainnya. Al-Qur'an
firman Allah. Jadi Allah yang turunkan
melalui malaikat Jibril kemudian
diberitahu kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Allah berbicara dengan ee
bacaan ini. Allah dikekan kepada Jibril.
Jibril mendengar memahami Jibril
diktikan kepada Alaih Salam. Diktikan
kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Dan ini
merupakan akidah ahlusunah wal jamaah.
bahwasanya Allah berbicara dengan bahasa
yang Allah kehendaki. Allah berbicara
dengan Nabi Musa dengan menurunkan
Taurat dengan bahasa Ibrani. Allah
berbicara dengan Nabi Isa dengan
menurunkan Injil dengan bahasa Syriyani.
Dan Allah berbicara dengan Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dengan bahasa
Arab dengan suara yang didengar oleh
Jibril dengan huruf dengan bahasa yang
kemudian Jibril mendengarnya. Kemudian
Jibril menyampaikan kepada Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Allah
berbicara dengan apa yang Allah
kehendaki. Maka tanzilul kitabi
minallah. Alkitab atau Quran ini
diturunkan dari Allah Alaziz Alhakim.
Kemudian Allah mensifati dirinya dengan
Alaziz dan Al-Hakim. Alaziz maksudnya
adalah maha perkasa atau maha kuat.
Aaziz. Ibu-ibu yang dirahmati Allah
Subhanahu wa taala. Kalau Allah disebut
dengan Aiz, maka Aiz itu yaitu maha di
ditafsirkan dengan tiga sifat, yaitu
namanya ee izzatul qadr, kemudian yang
kedua izzatul qahr, dan ketiga izzatu
alimtina. Jadi kalau kita dengar nama
Allah Aaziz, apa maknanya Al-Aziz?
Secara sederhana. Alaziz yaitu Allah
yang maha pertama izzatu al-qadar yang
maha perkasa, maha tinggi
sifat-sifatnya. Aziz. Aziz itu hebat ee
maha perkasa, maha maha kuat. Jadi
pertama izzatul qadar. Bahwasanya
sifat-sifat Allah semuanya izzah. Ada
izat apa? Kemuliaan. Izzatul qadar.
Seluruh sifat-sifat Allah bersifat
izzah. Yaitu aziz. Yaitu sifat-sifat
Allah semuanya adalah mulia. Kemudian
izzatul qahar. Maksudnya Allah ee
al-qahr itu mendominasi semua keputusan
Allah itu yang berjalan di atas alam
semesta ini. Tidak ada yang bisa menahan
kehendak Allah Subhanahu wa taala. Apa
yang terjadi di atas muka bumi ini, di
alam semesta ini adalah dengan koher,
dengan paksaan Allah, dengan ee
kekuasaan Allah. Tidak ada yang bisa
melawan kekuasaan Allah Subhanahu wa
taala. Yang ketiga disebut izzatul
imtina, yaitu Allah subhanahu wa taala
terjauhkan dari segala kekurangan. Ya,
tidak ada kekurangan yang bisa mengenai
Allah, tidak ada yang bisa menzalimi
Allah subhanahu wa taala, tidak ada yang
bisa ee menjadikan ee Allah apa namanya?
Kekurangan. Tidak, tidak menjadikan
Allah letih, tidak menjadikan Allah
ngantuk, tidak menjadikan Allah tidur.
Gak ada. Karena Allah memiliki izzatul
imtina. Tidak ada yang bisa mengganggu
Allah Subhanahu wa taala. Jadi itulah
makna al-Aziz. Alaziz disebutkan oleh
Ibnu Qayyim rahimahullahu taala maknanya
kepada izzatul qadr, izzatu alqhar dan
izzatu al-imtina. Dan ini disebutkan
oleh Syekh Utsimin rahimahullahu taala
dalam tafsirnya. Kemudian Allah
gandengkan alalim. Allah yang maha
mengetahui. Allah maha mengetahui. Maha
mengetahui segala sesuatu yang telah
terjadi,
yang sedang terjadi, yang akan terjadi,
dan yang tidak terjadi. Kalau terjadi
seperti apa Allah tahu. Jadi kalau kita
bilang Allah alalim, Allah maha
mengetahui, mengetahui segala sesuatu.
Segala sesuatu Allah ketahui. Kenapa
segala sesuatu Allah ketahui? Karena
segala sesuatu ciptaan Allah. Allah
mengatakan, "Ala ya'lamu man khalaq."
Ketahuilah bahwasanya yang menciptakan
tahu tentang yang dia ciptakan. Bukankah
kita ciptaan Allah? Bukankah kita kreasi
Allah? Allah sang kreator yang mencipta
kita. Maka Allah tahu tentang diri kita.
Jangankan kita daun yang jatuh, kata
Allah Subhanahu wa taala, "W taskutu
warqatin illa y'lamuha." Tidak ada daun
sedang jatuh kecuali Allah tahu tentang
daun tersebut. Kenapa Allah tahu tentang
daun tersebut? Karena daun tersebut
ciptaan Allah yang menyebabkan atau
mentakdirkan daun itu pun jatuh adalah
Allah Subhanahu wa taala. Itu daun.
Padahal daun tidak dituntut untuk
beribadah. Allah pun tahu. Bagaimana
lagi dengan kita? Jadi Allah maha
mengetahui segala ciptaannya. Ala y'lamu
man khalaq. Tidakkah? Bukankah atau
tidak bukankah yang menciptakan tahu
tentang ciptaannya? Oleh karena
disebutkan ada suatu kisah disebutkan
oleh sebagian ulama ketika ada seorang
ingin membodoh-bodohi anak-anak kecil
dengan mengatakan, "Saya juga bisa
mencipta. Saya juga bisa mencipta." Maka
dia bawa semacam toples. Kemudian dia
isi daging dan dia berkata,
"Sesungguhnya daging ini besok saya
ciptakan dari daging ini ulat-ulat."
Mungkin yang namanya daging kalau busuk
keluar macam ulat-ulat. Kemudian
ternyata besok atau lusa dia datangkan
toples, ternyata banyak ulat. Ternyata
banyak ulat. Maka dia bilang, "Ulat ini
saya yang ciptakan dari daging."
Dia ingin menunjukkan bahwasanya tidak
ada pencipta atau pencipta bukan Allah
saja. Orang bisa mencipta. Akhirnya ada
anak kecil yang bertanya kepada dia. Dia
bilang, "Wahai Pak Guru, kalau benar
Anda yang menciptakan ulat-ulat
tersebut, tentunya Anda tahu ulat-ulat
tersebut jumlahnya berapa, yang jantan
berapa, yang betina berapa. Karena yang
membuat pasti ngerti. Yang membuat pasti
ngerti ya. yang sang kreator pasti
ngerti kreasinya. Kalau itu ulat ciptaan
kamu, tentu kamu tahu tentang berapa
jumlah ulat tersebut. Yang jantan
berapa, betina berapa. Maka dia pun
tidak bisa ee menjawab pertanyaan anak
tersebut. Beda dengan Allah Subhanahu wa
taala. Allah tahu semuanya. Karena semua
selain Allah, Allah yang ciptakan.
Makanya, Ibu-ibu saya tanya sama Ibu.
Bukankah kita ciptaan Allah? Tentu
jawabannya iya. Bukankah hati kita
ciptaan Allah? Iya. Bukankah dada kita
ciptaan Allah? Iya. Berarti apa yang
mengalir dalam dada kita? Allah tahu.
Bukankah mata kita ciptaan Allah?
Berarti apa yang kita lihat Allah tahu.
Bukankah telinga kita ciptaan Allah? Apa
yang kita dengar Allah tahu. Makanya
Allah mengatakan ylamuinatal a'yun wfur.
Allah mengetahui pengkhianatan lirikan
mata. Orang ngelirik melihat
macam-macam. W tukfiur. Dan apa yang
disembunyikan oleh dada-dada manusia
Allah tahu. Wahua alimun bidzti sudur.
Allah mengetahui isi hati manusia.
Kenapa Allah tahu isi hati manusia?
Karena hati ini yang ciptain Allah. Dada
kita yang ciptakan Allah. Oleh karenanya
Allah mengetahui segala sesuatu. Ya. Dan
ini harus kita yakini ibu yangu
dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Dan
Allah mengetahui apa yang telah terjadi.
Allah mengetahui apa yang sedang
terjadi. Daun sedang jatuh. Allah tahu.
Kita sedang ngomong, Allah tahu. Dan
Allah tahu yang akan terjadi meskipun
belum terjadi sekarang tentang masa
depan. Allah juga tahu. Karena Allah
sudah mentakdirkan segalanya dan Allah
telah mencatat di lauhil mahfud. Bahkan
suatu yang tidak terjadi kalau terjadi
Allah pun tahu. Ya, seperti kata Allah
subhanahu wa taala, walau ruddu lau
limuh wa innahum lakadibun. Sesungguhnya
orang-orang kafir yang dimasukkan neraka
kalau mereka dikembalikan ke dunia
mereka akan kembali kafir lagi
sebagaimana kebiasaan mereka. Adapun
pengakuan mereka kalau kami balik ke
dunia kami kanan beriman. Kata Allah
kadibun mereka berdusta.
Wau khaju fikum maadukum illa khala.
Allah berfirman tentang orang munafik.
Orang munafik tidak ikut keluar bersama
kalian. Tapi seandainya mereka keluar
bersama kalian, mereka akan bikin kacau.
Itu Allah mengetahui ini tidak terjadi.
Tapi seandainya terjadi, tentu seperti
apa Allah juga tak tahu. Jadi ilmu Allah
luas meliputi segala sesuatu. Segala
sesuatu. Maka ini penting kita
mengetahui Allah maha mengetahui
sehingga kita lebih ikhlas. Wama taf'alu
min khairin fainnallaha bihi alim. Kata
Allah, "Kebaikan apapun yangau yang kau
lakukan Allah tahu."
Fainnallaha yalamu. Sesungguhnya Allah
mengetahui. Ylamhullah. Allah tahu.
Jadi, seorang kalau berbuat baik dia
enggak perlu validasi dari netizen. Dia
tidak perlu diketahui oleh orang-orang.
Dia bilang Allah sudah tahu, selesai.
Karena Allah maha mengetahui.
Allah maha mengetahui.
Sehingga ketika berbuat amal saleh
apapun, dia enggak perlu validasi. Tidak
perlu like dari orang-orang, tidak perlu
validasi pengakuan dari orang-orang,
tidak perlu dipuji oleh ibu-ibu. Enggak
perlu. Dia bilang Allah tahu. Selesai
karena Allah tahu apa yang saya lakukan.
Sebaliknya kalau dia punya niat jahat
Allah tahu. Jangankan sebelum dia
berbuat dia punya niat jahat terbetik
dalam hatinya Allah tahu. Kenapa dada
kita yang ciptain siapa? Allah. Allah
tahu isi hati kita. Maka ini penting
ibu-ibu mengenai nama alalim. Jadi Allah
Alaziz alalim. Tib ibu dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Apa kaitannya dengan
di awal Allah bawakan Alaziz alalim
dengan Hamim Tanzilul Kitabi alaziz
Alim? Apa munasabah atau kaitannya? Kata
para ulama, Allah buka surat ini dengan
H mim. Tadi isyarat bahwasanya Al-Qur'an
adalah
ee mukjizat dari Allah, bukan dari
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Kemudian Allah tekan, tanzilul kitabi
minallah. Al-Qur'an itu turun dari
Allah, bukan bukan karangan Muhammad.
Bikin sendiri ngajak teman-temannya
diskusi ya sebagaimana tuduhan orang
musyrikin. Ya. Ya. Bahwasanya ee
apa namanya? Ada orang-orang yang
bekerja sama dengan Muhammad bikin
Al-Qur'an. Maka Allah bantah. Allah
mengatakan tanzilul kitab. Ya Allah yang
menurunkan Al-Qur'an. Kemudian Allah
mengatakan al-Aziz alalim untuk
menunjukkan Allah maha perkasa. Ya,
kalian tidak bisa mendatangkan semisal
Al-Qur'an.
Allah maha perkasa. Kalian tidak akan
menyampai sampai kepada kemampuan Allah
untuk bikin seperti Al-Qur'an. Karena
kenapa Al-Qur'an begitu hebat? Karena
turun dari zat yang maha perkasa yang
bisa bikin Al-Qur'an menurunkan
Al-Qur'an dengan luar biasa yang kalian
tidak bakalan mampu. Kemudian Allah akan
mendominasi kalian. Ya, sifat Allah
mulia, sifat kalamullah sangat mulia.
Kemudian di antara maknanya, kalian
sekarang mengejek-ejek Al-Qur'an. Kalian
tidak percaya sama Al-Qur'an, kalian
akan terdominasi.
Kalian akan kalah wahai Abu Jahal, CS
dan yang lainnya.
Dan alalim. Dan Allah maha mengetahui
seluruh perkataan kalian, seluruh
tuduhan kalian, seluruh kalian, seluruh
perbuatan kalian. Allah tahu. Ya,
seakan-akan ini ancaman bagi orang-orang
Quraisy, orang-orang musyrikin Arab
ketika itu yang mendustakan Al-Qur'an,
menyatakan Al-Qur'an adalah karangan
Muhammad, bukan dari Allah Subhanahu wa
taala. Tib.
Setelah itu baru Allah masuk pada ayat
ketiga. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Gofiri dzambi
ya." Allah tadi alaziz alalim. Allah
maha perkasa lagi maha mengetahui. Dan
Allah punya sifat berikutnya kata Allah
gofiri dambi yang maha mengampuni
dosa-dosa.
Waqabilit yang maha menerima tobat.
syadidil iqobi. Akan tetapi sangat
dahsyat
siksaannya. Zul dan pemilik ee karunia
lailahailla hua. Tidak ada yang berhak
disembah kecuali Allah. Ilaihil masir.
Kepadaalah
semua dikembalikan.
KepadaNyaalah tempat kembali seluruh
makhluk. Tib. Kita akan bahas pertama di
sini di antara metode Allah
ee atau sebelumnya kita akan bahas makna
gofir. Gofirudam. Apa makna gofir? Gofir
dari gofar dan kata gofarah dari kata
mikfar. Kalimat almikfar. Almikfar itu
apa? Almikhfar itu bahasa Arabnya adalah
helm yang dipakai oleh prajurit.
Memiliki dua fungsi. Fungsi pertama
adalah menutup kepala. Fungsi kedua
adalah mencegah dari hantaman pedang.
Sehingga tidak semua tutup kepala
disebut migfar. Contoh songkok tidak
disebut migfar. Kenapa songkok tidak
disebut mikfar? Karena fungsinya cuma
satu, menutup kepala tapi dia tidak
menyelamatkan kepala. Kalau ada pedang,
maka tidak ada faedah songkok ini. Tidak
bisa menahan hantaman pedang. Sama
sorban disebut adalah menutup tetapi
tidak bersifat melindungi. Tidak
bersifat melindungi.
Adapun migfar kata Ibnu Qayyim
rahimahullahu taala, migfar memiliki dua
sifat. Sifat menutup dan sifat
melindungi seperti helm disebut migfar.
Makanya helm prajurit itu menutup
kepalanya. Dan kedua, kalau ada hantaman
pedang atau anak panah maka tidak akan
tembus. Kenapa? Ada mikfar tersebut, ada
helm tersebut. Dan kata ulama,
demikianlah gofiruz dzambi diambil dari
kata migfar. Yaitu apa makna gofiri
dzambi? Maknanya Allah
ee maha menutupi dosa-dosa hamba dan
maha melindungi hamba dari dampak buruk
dosa-dosa tersebut.
Sehingga kita tahu bahwasanya setiap
dosa itu kapan saja Allah bisa bongkar.
Sudah banyak orang-orang kita lihat
terbongkar aibnya. Dia sudah tutup
dengan erat-erat dosa-dosanya. Tahu-tahu
Allah bongkar. Yang kita tidak duga
ternyata Allah bongkar aibnya. Banyak.
Banyak sekali. Apalagi berita-berita
santar begitu luar biasa sekarang.
Banyak orang aibnya dibuka. Setelahnya
ditutup langsung dibuka oleh Allah
subhanahu wa taala. Allah bisa buka aib
kita kapan saja. Allah bisa buka maksiat
kita kapan saja. Tetapi Allah nutupi
aib-aib kita, sayang kepada kita agar
kita kembali kepada Allah. Seandainya
Allah buka aib kita, enggak ada yang mau
duduk dengan kita.
Ya, tetapi Allah menutupi aib-aib aib
kita. Itulah sifat gufron. menutupi. Ya,
makanya kalau kita berdoa Allah
magfirli. Ya Allah tutuplah dosa-dosaku,
tutuplah aib-aibku di dunia maupun di
akhirat. Kemudian makna kedua dari
gufran, dari magfirah,
dari migfar yaitu melindungi. Ya Allah
saya tahu dosa dosa saya ini pasti ada
dampaknya. Gak mungkin ada dosa, enggak
ada dampak. Minimal dampak dosa adalah
menyerang hati di mana hati menjadi
hitam. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam,
ana abduamban nuqitbi nuktatan sauda.
Nuktatun sauda. Jika seorang hamba
melakukan dosa, maka dibuat coreng hitam
di hatinya. Semakin dia banyak dosa,
semakin banyak coreng hitam sampai
menjadi ron, yaitu hitam menutupi
seluruh kalbunya. Makanya seorang
terkadang susah untuk khusyuk, malas
ibadah, semangat maksiat, dengar
pengajian ngantuk seperti ibu-ibu
sekarang. Iya. Enggak? Enggak ya? Dengar
pengajian ngantuk, tapi kalau dengar
acara gibah semangat. Kenapa? Ada
masalah di hati. Kenapa kok semangat
maksiat, tidak semangat beribadah, hati
sudah hitam? Sehingga kata Ibnu Qayyim
dalam kitabnya Aljawabul Kahfi,
bahwasanya dosa itu pasti berdampak.
Fala buddha, pasti punya dampak. Enggak
mungkin enggak ada dampak. Dan dampak
yang pertama adalah mencoreng, mengotori
keimanan, membuat seorang salat untuk
sulit khusyuk. Ibu-ibu kalau sering
nonton film Korea enggak bisa khusyuk
salat, susah.
Mau baca Quran nangis enggak bakalan.
Tiap hari nonton film Korea, nonton
acara gibah. Kenapa dosa?
Tiap hari apa namanya? Bentak-bentak
suami gimana? Susah. Tiap hari dosa.
Tiap hari dosa. Sehingga kalau kita
mengatakan, "Rabbig gfirli, ya Allah
ampunilah aku. Allahumagfirli ya Allah
ampunilah aku. Gufrana keampunanmu ya
Allah." Kita bilang, "Ya Allah, tutuplah
aib-aibku. Jangan sampai maksiatku,
aibku terbongkar di dunia, apalagi di
akhirat." Yang kedua, "Ya Allah,
lindungilah aku. Jangan sampai dampak
maksiatku menyerangku. Memang saya
bermaksiat, ya Allah. Saya belum bisa
tinggalkan. Saya masih terjurumus dalam
maksiat. Tapi hapuskanlah
dampak maksiat tersebut. Jangan
mengenaiku." Itu makna magfirah. Gofiri
dambi. Maknanya Allah senantiasa
menutupi aib-aib hamba dan mengampuni
dosa-dosa. Maksudnya melindungi hamba
dari dampak dosa-dosa tersebut.
Sebagaimana makna migfar sehingga
dosanya seakan-akan tidak ada. gofiri
dambi.
Dan
kalau kita lihat nama Allah ada tiga.
Ada gfir seperti dalam ayat ini, gofiri
dzambi dan ada gfur. Dan ini paling
sering wahuwal gofurur rahim. Paling
sering. Dan ada goffar. Goffar. Innaka
kunta goffaro.
Ya faqulufbakum
innahuana goffar. Aku berkata kata Nabi
Nuh kepada kaumnya istagfirakum.
Istigfarlah kepada Rabb kalian.
Innahuana goar. Sesungguhnya Allah
garsilikum.
Maka niscaya Allah akan turunkan hujan
berkah yang banyak. Jadi ada gofir, ada
gfur, ada gfar. Apa bedanya? Gofir
maknanya umum. Yaitu Allah memberi sifat
memiliki sifat magfirah, menutupi aib
dan melindungi hamba dari dampak
maksiat. Kalau gfur wallahuam lebih
kepada kuantitas. yaitu orang melakukan
dosa sebanyak apapun, Allah gfur. Yaitu
Allah maha mengampuni dosanya sebanyak
apapun. Sebanyak bintang-bintang di
langit, sebanyak buih di lautan, kalau
dia istigfar Allah akan ampuni.
Kemudian gffar, kalau gffar terkait
dengan kualitas itu dosa. Sebesar
apapun, sejahat apapun,
serusak apapun dosanya, kalau dia
bertobat, kalau beristigfar kepada Allah
akan ampuni. Dari nama Allah saja. Ini
menunjukkan bagaimana rahmat luas
luasnya rahmat Allah. Allah gfir, Allah
gfur, Allah gfar. Kemudian Allah
mengatakan gofiri dzambi. Dialah Allah
yang mengampuni dosa. Segala dosa tanpa
terkecuali.
mencakup seluruh dosa. Mencakup seluruh
dosa.
Setelah itu Allah berkata waqili
dan yang menerima tobatallah
alam yamallah yaqbal ibadihi. Tidakkah
mereka mengetahui Allah yang menerima
tobat dari hamba-hambnya? Ya Allah maha
menerima tobat. Tobat. Apa bedanya tobat
dengan istigfar, Ibu-ibu? Apa bedanya
tobat istigfar? Kalau tobat, kalau
istigfar, istigfar adalah kita mohon
magfirah dari Allah, yaitu mohon ditutup
aibnya dan mohon dihapuskan dosa-dosanya
supaya tidak berdampak. Kalau tobat
menunjukkan ada suatu pengkabaran kepada
Allah, "Ya Allah, saya sudah bertobat."
Kalau bertobat ada syarat-syaratnya. Apa
syarat tobat? Ibu-ibu yang dirahmati
Allah Subhanahu wa taala. Syarat
pertama, alikla anidzam. Meninggalkan
dosa yang kita tobat darinya. Itu
namanya kita bertobat. Misalnya seorang
bertobat dari seorang laki-laki bertobat
dari merokok misalnya. Maksudnya ketika
dia bilang saya bertobat dari rokok
berarti saya sudah tidak merokok lagi.
Saya sudah meninggalkan. Yang kedua,
syarat kedua dia anadam menyesal. Dulu
saya merokok menyesal. Yang ketiga,
syarat ketiga, alazmu ala adamil auda.
Bertekad untuk tidak merokok lagi. Kalau
siapa yang bertobat dari suatu dosa
dengan memenuhi tiga persyaratan ini,
meninggalkan,
menyesali, bertekad, tidak mengulangi,
maka dosanya telah diampuni oleh Allah
dan tobatnya diterima. Sehingga tobat
itu adalah pengkabaran. Saya sudah
meninggalkan. Beda dengan istigfar.
Istigfar bisa jadi seorang tetap
melakukannya tapi dia beristigfar. Hari
ini dia maksiat, istigfar, tapi dia
belum tobat. Kenapa dia masih melakukan?
Pagi dia melakukan dia istigfar, sore
dia lakukan lagi istigfar lagi. Ya,
oleh karena istigfar hanya sekedar
permohonan kepada Allah. Permohonan doa
kepada Allah agar doa agar dosa
diampuni, ditutupi. Ya terserah Allah
terima atau tidak, Allah ampuni atau
tidak. Tapi kalau tobat itu pengkabaran.
Ya Allah, saya sudah bertobat, saya
meninggalkan, saya kembali kepada
Engkau. Karena taba maknanya kembali
rujuk
ya. kembali rujuk. Maksudnya setelah
saya meninggal, saya akan rujuk kepada
engkau. Saya kembali kepada engkau. Maka
terimalah sikapku kembali kepadamu. Dan
kita tahu maksudnya tobat lebih tinggi
daripada istigfar. Istigfar, permohonan
untuk diampuni, tobat, pengkabaran
bahwasanya saya sudah meninggalkan dosa,
saya sekarang kembali kepada engkau dan
terimalah sikapku yang kembali kepadamu.
Dari sini sebatakan Allah tidak, Allah
menambah huruf wau, Allah tidak
mengatakan gofiri dzambi qobil taubi.
Tapi Allah mengatakan gofiri dzambi
waqobili tubi. Allah maha mengampuni
dosa dan Allah maha menerima tobat.
Karena dua ini dua perkara yang berbeda.
Dua perkara yang berbeda. Ada orang
istigfar tapi dia belum tobat. Ada atau
tidak? Ada. Misalnya dia
masih kerja di
instansi ribawi. Dia istigfar tiap hari
tapi dia masih kerja.
Istigfar. Entah diterima atau tidak tapi
dia istigfar tiap hari. Kalau tobat dia
sudah tinggalkan. Saya sudah lagi tidak
lagi riba. Itu namanya tobat. Allah
mengatakan kamu beristigfar. Allah maha
menerima. Allah maha memberi magfirah.
Kalau kamu tobat, kamu kembali kepada
Allah. Maha menerima hamb-Nya yang
kembali kepada Allah.
Satu, penghapusan dosa. Yang kedua, amal
baik yaitu kembali kepada Allah. Dan
kalau kamu kembali kepada Allah, tentu
Allah sangat senang.
Ya, makanya dalam hadis kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, asadu faran
bubati abdiu ilaihi ahadikumfal
minu. Sesungguhnya Allah lebih gembira
dengan tobatnya seorang hamba yang
bertobat kepada Allah daripada
gembiranya salah seorang dari kalian.
Tadinya dia bersama untanya di tengah
padang pasir. Kemudian sudah sampai di
tengah padang pasir, tiba-tiba untanya
kabur. Wa alaiha thaam wararabu.
Sementara bekalnya, makannya dan
minumannya di di unta tersebut. Dia unta
tersebut pergi meninggalkan dia tanpa
ada bekal sama sekali. Qisahilati dan
dia sudah pasrah kayaknya untanya enggak
bakalan kembali.
Maka fatja syajar. Maka dia pun
berbaring di bawah sebuah pohon ya
menunggu kematiannya datang secara
bertahap.
mulai dia dehidrasi, mulai dia mungkin
matanya mulai kabur, mulai mulai
tanda-tanda kematianamazalik.
Tatkala dia sedang menanti kematian yang
pasti dia merasa akan mati, pasti mati
hua biha qoimah, tiba-tiba untanya tadi
datang lagi
dan bekalnya masih lengkap.
Maka dia pun segera memegang tali kekang
unta dan dia berkata, "Allahumma anta
abdi wauktilah.
Dia saking gembiranya, bersyukurnya, dia
salah ngomong. Dia bilang, "Ya Allah,
sungguh aku adalah Tuhanmu. Engkau
adalah hambaku." Dia salah ngomong. Ini
orang sangat gembira. Kata Nabi, "Ini
orang yang gembiranya luar biasa. Masih
kala gembira dengan gembiranya Allah
jika ada seorang hamba kembali kepada
Allah bertobat."
Ini suatu yang sangat logis. Kenapa?
Karena Allah lebih sayang kepada
hambanya daripada seorang ibu kepada
anaknya. Kita sering bilang kalau
seorang ibu anaknya nakal, mungkin dia
jewer, mungkin dia marah, mungkin dia
ngomel, terus anaknya diusir, anaknya
pergi. Tapi kalau anaknya kembali, ibu
itu pasti sayang sekali sama anaknya.
Ini yang dia nanti-nanti selama ini.
Anaknya sadar. Kapan kamu sadar, Nak?
Ini yang ibu ibu nantikan selama ini.
Maka ibunya sangat sayang kepada dia.
Nah, bagaimana dengan Allah Subhanahu wa
taala yang kita ini adalah hasil
ciptaannya, kita inah hasil kreasinya.
Dialah yang membentuk janin kita. Jadi
apa ya? Yang meniupkan ruh dalam perut
ibu kita. Siapa? Allah subhanahu wa
taala menyuruh malaikat tiupkan ruh fi
ay surat masyaabak dan Allah bentuk
dengan bentuk yang Allah sukai. Allah
tentungkan jenis kelamin. Allah tentukan
bentuknya. Kita ini kreasi Allah
subhanahu wa taala. Maka Allah lebih
sayang kepada makhluknya, kepada
hambanya daripada seorang ibu kepada
anaknya. Nah, kalau ternyata hambanya
tadi kembali setelah bergelimang dengan
maksiat kembali kepada Allah, maka Allah
sangat gembira dengan kembalinya sang
hamba. Karena Allah qobilit taubi. Allah
maha menerima taubat. Jadi ayat ini, Ibu
yangu dirahmati Allah Subhanahu wa taala
menjelaskan bahwa hukum asal tobat itu
diterima oleh Allah. Seorang bertanya,
"Ustaz, apakah tobat saya diterima?"
Kita bilang hukum asal Allah maha
menerima tobat. J dia tawab dan dia
qabil taub. Dia adalah maha menerima
tobat. Tinggal apakah kau sudah memenuhi
persyaratan tobat? Seorang yang sudah
memenuhi persyaratan tobat pasti
tobatnya diterima. Apa syarat tobat?
Meninggalkan dosa yang sedang dia tobat
darinya. Yang kedua, menyesali. Dan yang
ketiga, bertekad untuk tidak mengulangi.
Jika terpenuhi tiga syarat ini, pasti
tobatnya diterima dan dia bertobat
karena Allah, bukan karena ri. Bukan
karena ria. Ada orang tobat tapi ri
pengin dipuji, disanjung.
Namun kemungkinan seorang tobatnya tidak
diterima bukan karena Allah tidak terima
begitu, tapi karena mungkin syarat
tobatnya tidak terpenuhi.
Tapi saya katakan konsekuensi dari nama
Allah atau sifat Allah qobiliti. Dialah
Allah yang maha menerima tobat. Maka
seorang seharusnya kalau memenuhi
persyaratan tobat, tobatnya pasti
diterima. Pasti diterima. Maka
bergembiralah orang-orang yang bertobat
kepada Allah Subhanahu wa taala. Bukan
cuma diterima, Allah cinta kepadanya.
Innallaha yuhibbut tawwabin. Allah
mencintai orang-orang yang bertobat.
Subhanallah. Betapa baiknya Rabb kita,
betapa agungnya Rabb kita. Seorang sudah
bergelimang dalam maksiat, kemudian dia
bertobat menjadikan Allah senang
dengannya dan Allah mencintainya.
Allah mencintainya karena dia kembali
kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka
dialah Allah waqabilit tubi yang maha
menerima tobat. Ya, oleh karena dalam
Islam kalau bertobat langsung kepada
Allah, bukan dalam seperti agama lain.
Datang ke
ee pastornya kemudian mengajukan
ee dosa-dosanya, cerita, diskusi, ya.
Kemudian turun ee sertifikat diterima
dosa, yang penting bayar sekian. Gak
ada. Tobat langsung kepada siapa? Allah.
Dialah yang penerima tobat, bukan
makhluknya. makhluknya berdosa. Yang
menerima tobat adalah Allah Subhanahu wa
taala.
Tiba itu Allah berfirman,
"Syadidil iqab." Selain Allah maha
menerima, maha memberi gufran dan Allah
maha menerima tobat, ternyata Allah
syadidil iqab. Siksaannya sangat keras.
Siksaannya sangat keras.
Dan ini dalam Al-Qur'an sering Allah
menggabungkan antara sifat-sifat Allah
yang menunjukkan kasih sayang dan juga
menunjukkan bagaimana kerasnya
siksaannya.
Supaya apa? Supaya seorang hamba selalu
dalam dirinya bergabung antara alkhauf
dan arraja. Berharap dan takut.
Harap-harap cemas kalau bahasa kita ya.
Harap-harap cemas. Berharap dikabulkan
tapi khawatir tidak dikabulkan. berharap
ampunan Allah tapi takut dengan
dosa-dosa.
Dan selalu dalam seorang hamba ketika
dia beribadah bergabung dalam dirinya
dua sifat ini berharap dan takut. Dan
ini dalam Al-Qur'an banyak Allah memuji
para nabi kata Allah Subhanahu wa taala
eh wayadunana ragoba wahaba wanau lana
khasiin. Para nabi itu mereka berdoa
kepada kami ragaban dengan harapan
rahaba dalam kondisi takut.
Enggak mungkin takut dan cemas.
Allah berfirman, "Ulaika
eh
apa namanya? Eh
eh dalam dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu
wa taala berfirman juga amanitunjid
waqimah
akir rahm." Ketika berbicara tentang
e orang yang sedang salat malam, yahul
akhirata warjur rahmat, dia berdiri, dia
sujud di malam hari. Yahzdarul akhirah,
takut dengan hari akhirat, takut hisab.
Takut mizan, takut neraka. Wararju
rahmati dan dia berharap rahmat Allah.
Dia menggambar rasa takut dan berharap.
Ya.
Ayuhum aqrabuarjah
rahmatuna. Allah juga sebut tentang
orang-orang orang-orang saleh yarjunjuna
rahmatahuakaba.
berharap rahmat Allah dan takut dengan
azab Allah Subhanahu wa taala. Maka
seorang mukmin atau mukminah dalam kesan
ketika dia salat dia ada harap-harap
cemas. Berharap tapi juga takut.
Berharap ampunan Allah tapi juga takut
dengan azab Allah Subhanahu wa taala.
Ya, sehingga ibadahnya sempurna. Makanya
dalam Al-Qur'an saya sebutkan
beberapa ayat-ayat di mana Allah
menggabungkan di antara keduanya
itu antara
mengkabarkan tentang Allah maha
pengampun tapi diin sisi Allah juga
mengabarkan bahwasanya Allah hukumannya
siksaannya berat. Di antaranya ayat ini,
gofiri dzambi waqobili syadidil iqab.
Allah maha memberi gufran, Allah maha
mengampuni dosa, Allah maha menerima
tobat. Tapi ingat syadidil iqab
siksaannya sangat keras.
Syadid Allah siksaannya sangat keras.
Sambil Allah mengatakan
yadibahu ahad. Pada hari itu di neraka
jahanam tidak ada yang bisa mengazab
seperti azabnya Allah. Wqahu ahad. Dan
tidak ada yang bisa membelenggu seperti
belenggunya Allah. Kita bayangkan
siksaan yang paling ngeri di dunia ini
masih kalah dengan siksaan di neraka
jahanam. Mungkin kalau dunia ini kita
bayangkan ada orang mungkin
disilat-silat tubuhnya mungkin dikasih
ee merica atau dikasih jeruk sehingga
sakit kesakitan luar biasa. Mungkin
dibor, mungkin itu semua ngeri masih
kalah dengan azab neraka jahanam. Kita
mungkin dengar ada orang dibakar,
dipakai bensin, kita lihat ngeri masih
kalah dengan azab Allah. Allah
mengatakan, "Fayaumaidin la yuibuabahu
ahad." Pada hari tersebut tidak ada yang
bisa mengazab seperti azabnya Allah.
Kita lihat orang dibelenggu, disiksa.
Tidak ada yang bisa belenggu seperti
belenggunya Allah. Maka hari kiamat
sangat dahsyat. Di surga Allah kasih
kenikmatan di luar khayalan yang sangat
indah, di luar daripada nalar seseorang.
di neraka Allah kasih azab juga di luar
nara seorang
sampai Allah berfirmadulani
orang pelaku dosa pada hari kiamat kelak
tatkala dia diazab dia berangan-angan
dia pengin tebus agar dia selamat dari
azab neraka jahanam bibaknya semua yang
penting penting dia selamat anak semua
masuk neraka yang penting dia selamat
Istrinya masuk neraka, kakak adiknya
semua masuk nerakawi
kabilahnya semua masuk neraka yang
penting dia selamat ardi jamian bahkan
seluruh di manusia muka bumi masuk
neraka yang penting saya selamat saking
ngerinya kita di dunia biasanya orang
berkorban mending saya mati daripada
anak-anak saya seorang berkorban mending
saya mati daripada istri saya mending
saya mati membela kabilah saya di
akhirat enggak saking dahsyatnya hari
kiamat amat dahsyatnya neraka jahanam
sampai orang sebaliknya berkeinginan
berangan-angan anaknya, istrinya,
kerabatnya, kabilahnya, semua satu dunia
masuk neraka. Yang penting dia selamat
saking otaknya sudah enggak waras karena
saking pedihnya hari kiamat. Makanya
Allah mengatakan syadidul iqab. Allah
itu azabnya sangat pedih. Makanya jangan
coba-coba. Jangan coba-coba. Ibu-ibu
yang dirahmati Allah. Subhanallah.
Syadidul iqab. Di sini Allah gabungkan
gofiriambi waqobili. Maha menghapuskan
dosa, maha menerima tobat. Timbul
harapan. Tapi ingat syadidil iqab
siksaannya sangat dahsyat. Timbul rasa
takut. Timbul rasa takut.
Ayat-ayat seperti ini banyak. Di
antaranya disebutkan oleh Syekh Muhammad
Alamin Shinqiti dalam tafsir Ad Al
Bayan. Saya sebutkan di antaranya, di
antaranya juga dalam surat Alhijr,
nabadi anni analofurur rahim wazabi
huwal adzhaabul alim. Wahai Rasulullah,
kabarkanlah kepada hamba-hambaku. Anni
analofurur rahim. Sesungguhnya aku itu
maha pengampun lagi maha penyayang. Ini
memberikan harapan. Tapi ingat wa anna
adzabi hualzabul alim. Tapi ingat azabku
adalah azab yang sangat pedih. Ini
memberikan rasa takut. Demikian juga
dalam ayat yang lain surat Ala'raf kata
Allah qabi usibu bihi asya. Sesungguhnya
azabku akan aku timpakan siapa yang aku
kehendaki. Warahmati wasiat. Adapun
rahmatku meliputi segala sesuatu. Kalau
dibilang aku menimpakan azabku kepada
siapa yang aku kehendaki, timbul rasa
takut. Tapi k Allah berfirman,
"Warahmati wasiat." Rahmatku meliputi
segala sesuatu timbul rasa harap.
Demikian dalam surat Al-An'am ayat 165
kata Allah, "Inna rbaka sariul iqobi wa
innahu gofurahim." Sesungguhnya Rabbmu
begitu cepat mengazab. Allah kalau ingin
menyiksa cepat. Allah bisa siksa seorang
kapan saja tanpa dia duga. Syariul iqab.
Mudah menyiksa dengan cepat tapi ingat
wa innahu la gofurahim. Tapi Allah maha
pengun lagi maha penyayang. Sehingga
timbul khauf dan raja.
Dalam surat Ala'raf juga Allah berkata,
"Innabakaariul
iqobi wa innahu gofururah rahim."
Sungguhnya Allah sangat cepat siksaannya
dan sungguhnya Allah maha pengampun lagi
maha penyayang. Kemudian kata Syekh
Muhammadinqiti, "Walatu bimliikaun
ma'rufah." Dan ayat seperti ini sangat
banyak dalam Al-Qur'an sudah diketahui,
yaitu menggabungkan antara sifat yang
memberikan rasa harapan dan memberi rasa
takut. Seperti dalam ayat ini. Seperti
dalam ayat ayat ini. Subhanallah.
Setelah itu Allah berfirman, zul
gofiri dzambi waqobil taubi. Dialah yang
mengampuni dosa-dosa dan dialah yang
menerima tobat. Syadidil iqab yang
siksaannya sangat berat. Zul yang maha
pemberi karunia.
Subhanallah. Kata para ulama ini
menunjukkan bagaimana rahmat Allah lebih
luas daripada kemarahan Allah. Dalam
hadis, "Inna rahmati sabaqat gadobi."
Sesungguhnya rahmatku." Dalam hadis
qudsi Allah berkata, "Inna rahmati
sabaqat gabi." Sesungguhnya rahmatku
mendahului kemurkaanku. Dan dalam ayat
ini Allah sebutkan
dua pemberi harapan kemudian satu
memberi rasa takut kemudian terakhir
ditutup dengan pemberi harapan yaitu
gofiri dambi. Gofiri dambi memberi
harapan. Kemudian qobil tubi juga
memberi harapan. Ketika syadidul iqab
memberi rasa takut. Allah tutup lagi zul
pemberi karunia, memberi harapan lagi.
Sehingga jadilah yang memberi rasa takut
di tengah di di apa namanya? Diliputi
oleh pemberi kabar, pemberi harapan
gofiriqbi dengan tul. Maka meskipun
siksaan Allah sangat keras, namun dia
sangat maha pengampun lagi maha
penyayang. Allah berfirman, "La
ilahailla hua." Tidak ada yang berhak
disembah kecuali Allah.
Jangan menyembah kepada selain Allah.
Jangan berbuat kesyirikan. Ya, siapa
pemberi karunia? Allah Subhanahu wa
taala. Siapa pencipta alam semesta?
Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang
menidupkan matikan? Allah Subhanahu wa
taala. Siapa pencipta para nabi? Allah.
Bukan nabi yang disembah. Siapa pencipta
para malaikat? Allah pencipta malaikat.
Bukan malaikat yang disembah.
Siapa pencipta langit dan bumi? Siapa
pencipta matahari? Allah. Bukan bukan
ciptanya yang disembah.
La ilahailla hua. Tidak ada yang berhak
disembah kecuali Allah subhanahu wa
taala. Ilaihil masir. Dan kepadanyaalah
segala tempat kembali. Kalian akan
kembali seluruhnya kepada Allah.
Kalian akan kembali seluruhnya kepada
Allah subhanahu wa taala. Kalau kalian
berbuat kebaikan maka akan ada
balasannya. Kalian berbuat keburukan
akan ada balasannya.
Karena tidak ada kembali ke tempat lain.
Kalian tidak kembali ke tempat lain.
Kalian kembali kepada Allah semuanya.
semuanya akan dikumpulkan. Qul innal
awalina wal akhirina lajmuuna miqati
yaumin maum. Seluruh semua yang dari
awal sampai akhir manusia dan jin akan
dikumpulkan untuk kembali kepada Allah
di hari yang telah ditentukan.
Tidak kembali ke hakim ke qadi yang lain
kembali kepada Allah. Bukan kembali ke
kantor persidangan, kantor polisi kata
dak. kembali kepada Allah.
Cepat atau lambat akan kembali kepada
Allah. Pastikan kalian kembali dengan
bawa kebaikan. Kalau kalian bawa kembali
kepada Allah dengan bawa keburukan, maka
akan ada hasilnya. Akan ada hasilnya.
Bab ada cerita menarik disebutkan oleh
ee Ibnu Katsir rahimahullahu taala dalam
tafsirnya
tentang ayat ini.
Saya bacakan.
Qala Ibnu Abi Hatim haddasani haddasana
Abi qala haddasana Musa ibnu Marwan
Arriqi. Qala haddasana Umar yakni ibna
Ayyubin ibnu Ayyuba. Qala akhbarana
Jafar
ibni eh Barqan an Yazid bin Asam. Dari
Yazid bin Asam, beliau berkata, ini
disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam
tafsirnya, kana rajulun min ahli syam du
basin.
Ada seorang dari penduduk negeri Syam,
yaitu ini di zaman pemerintahan Umar bin
Khattab. Umar bin Khattab ibu kota Islam
di Madinah dan biasanya kalau perang
mereka mendatangkan pasukan dari
mana-mana. Dan kaum kaum muslimin sudah
ee ekspansi sampai ke Syam. ke Syam itu
maksudnya Yordan ya, ee Palestina ya, ee
apa namanya? Ini semua daerah Syam,
Lubnan, Libanon ini semua namanya daerah
Syam ya. Suriah ya ee Palestina,
Libanon,
Suriah, Yordan. Ini semua Syam. Israel
baru belakangan ya. Ini namanya daerah
Syam. Daerah Syam.
Dahulu kata kata sang perawi yaitu eh
Yazid bin Asam kana rajul min ahli Syam
bin dulu ada seorang dari penduduk
negeri Syam du bas ya itu orang yang
kuat mungkin prajurit yang kuat patriot
pendekar hebat
wana yafidu ila Umar bin Khattab
radhiallahu anhu. Dan dia selalu datang
menyenguk Umar, yaitu datang e utusan
atau datang kepada Umar.
Fafaqadahu Umar. Suatu hari Umar
kehilangan dia kok tidak datang, tidak
ketemu saya. Ada apa? Maka Umar
bertanya, "Umar bin Khattab, ma fa'ala
fulan bin fulan?"
Ketika itu Umar jadi penguasa kaum
muslimin apa? Khalifah atau amirul
mukminin. Maka Umar berkata, "Bagaimana
kondisi si fulan bin fulan, yaitu orang
yang hebat tadi, sang patriot tadi atau
sang pendekar tadi?"
faqalu ya amirul mukminin. Maka orang
mengabarkan ya amirul mukminin wahai
Umar yutabiu fi syarab yaitu dia lagi
hobi minum khamar ngikutin ada khamar
ini, khamar ini, minum khamar. Artinya
lagi futur orang yang hebat yang
pendekar patria tersebut yang mungkin
dia juga mujahid lagi futur. Manusia
bisa ditimpa dengan kefuturan, kemalasan
bahkan cuma bukan futur dosa. Ini orang
sekarang lagi hobi minum khamar.
Qala fadaa Umar katibahu. Maka Umar
panggil sekretarisnya
untuk nulis.
Faqala ukttu. Kata Umar, "Wahai
sekretaris, tulislah.
Itu tukang tulisnya." Min Umar bin
Khattabi ila fulan bin fulan. Dari Umar
bin Khattab untuk si fulan dan si fulan.
Ya, yaitu dia tulis surat dari Umar buat
engkau. Salamun alaik. Isi suratnya
salamun alaik. Amma ba'du.
Fa inni ahmadu ilaikallahadzi la ilaha
hua. Aku muji Allah di hadapanmu yang
Allah Subhanahu wa taala tidak ada yang
berhak disembah kecuali dia. Gofirambi
waqil thadidul iqobi
gofiriambi waqiliidilq
yang Allah adalah pengampun dosa. Dia
bacakan ayat ini. Gofiriambi waqilbi
syadidil iqobi
penghapus dosa. Maha penerima tobat,
siksaannya keras, dan pemilik karunia.
La ilahailla hua ilaihil masir. Ayat ini
ayat surah dalam surah Kafir yang kita
baca tadi itu ayat ee ketiga. Tidak ada
yang berhak disembah kecuali kecuali
Allah dan tempatnya dialah tempat
kembali.
Cuma itu aja isi suratnya. Nukil surat
gfirma
qala liashabi. Kemudian Umar berkata
kepada para hadirin udullahakikum
yuqbila biqbihi. Berdoalah untuk saudara
kalian yang sedang minum khamar itu yang
suka minum khamar agar dia kembali
dengan hatinya.
Waatuballahu al dan agar Allah membuat
dia bertobat kepada Allah.
Datanglah surat tersebut. Suratnya
sederhana cuma dari Umar buat kamu
isinya
cuma alalamualaikum amma bau. Aku memuji
Allah di hadapanmu yang tidak ada yang
berhak disembah kecuali Allah.
Suratnya pendek. menukil ayat. Tapi dia
tadi bilang sama teman, "Doain dia
supaya dia sadar." Falamaagula kitabu
Umar. Tatkala surat Umar tadi sampai
kepada laki tersebut yang lagi hobi
minum khamar, jaala yaqrau wauradidu,
maka dia baca surat Umar dan dia
ulang-ulang wqul dia baca dia bilang
gofiriambi waqilbiadidil
iqob
kata dia
qod hadani uqubatahu waadanifir
Allah telah memperingatkan aku tentang
hukumannya yang keras dan Allah
menjanjikan untuk mengampuniku
terus
Dia ulang-ulang
kemudian dia menangis.
Kemudian saking takutnya dia nangis
akhirnya dia pun meninggal dunia.
Orang pemabok tadi sadar tobat meninggal
meninggal. Umar radhiallahu anhu tatkala
sampai kabar kepada Umar bahwasanya
orang ini telah bertobat kepada Allah
dan meninggal dunia dengan
mengulang-ulangi ayat ini.
Qala falam balag umar khabar qad fasna.
Demikianlah kalian lakukan yaitu nasihat
kawan.
Jangan buat dia putus asa. Nasihati dia
agar dia kembali. Idza roitum akakum
zalla zallatan fasadiduhu
waquuhu. Kalau kalian melihat ada
saudara kalian yang terjatuh, maka
luruskan dia dan tunjukkanlah dia,
bimbinglah dia. Wadullaha
lahu anyatuba alaih. Dan berdoalah agar
Allah mengilhamkan dia agar dia bisa
bertobat. Wala takunu awanan lyaitani
alaihi. Dan jangan kalian menjadi teman
penolong setan untuk semakin
menjerumuskan dia. Nasihat kepada kita
semua jangan sampai kita menjadikan
orang putus asa.
Nasihatnya ada saudara kita terjatuh
terjunum seperti ini. Bayangkan patriot
jadi pemabuk. Zuba dia miliki kekuatan.
Mungkin dia patriot mungkin pejuang jadi
pemabuk. Maka Umar bilang jangan jadi
penolong setan. Kita maki-maki dia
semakin menjadi-jadi. Kita bilang takut.
Takut takut. Akhirnya dia tidak berani
bertobat.
Tetapi beri rasa takut dan beri harapan
agar dia kembali. Jangan jadi penolong
setan. Tapi berdoa kepada Allah agar
Allah mengilhamkan dia untuk bertobat.
Maka ini pelajaran bagi kita. Semoga
kawan kita terjatuh, kita dekati,
nasihati,
nasihati dengan ayat-ay hadis-hadis agar
dia kembali kepada Allah subhanahu wa
taala. Ya, semoga Allah kumpulkan kita
di surganya kelak. Amin ya rabbal
alamin. Wabillahi taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.