File TXT tidak ditemukan.
Transcript
eq31vCsJT1w • Tafsir Surat Ali Imran #19 Ayat 113-119 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2579_eq31vCsJT1w.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukr lahu ala taufiqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul daila ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan bahasan kita dari surat Al Imran. Kita masuk pada ayat ke-113. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Laisu sawaa." Mereka itu tidak sama, yaitu ahlul kitab tidak sama. Maksudnya setelah Allah menyebutkan tentang bagaimana keburukan mereka, bagaimana bejatnya mereka dan itu adalah kebanyakan mereka. Ya, kebanyakan mereka seperti itu. Sebagaimana Allah sebutkan pada ayat 110 kata Allah eh eh walau anna walau amana ahlul kitabi lakana khair lahum. Seandainya ahlul kitab beramal tentu baik bagi mereka. Minhul mukminun di antara mereka ada yang beriman. Wa aksaruhumul fasikun. Namun kebanyakan mereka fasik. Artinya yang beriman dari ahlul kitab, dari Yahudi menjadi muslim atau dari Nasrani menjadi muslim di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam sedikit tidak tidak banyak. Tidak banyak. Tetapi setelah Allah menyebutkan rusaknya mereka kebanyakan mereka maka Allah dengan insaf, dengan keadilan menyebutkan ada di antara mereka yang beriman. Ada di antara mereka yang beriman seperti Abdullah bin Salam dan yang lainnya. Allah berfirman, "Laisu sawa." Mereka tidak sama, tidak semuanya kafir, tidak semuanya bejat. Min ahlil kitabi ummatun qoimatun yatluna ayatillahi ana allaili wahum yasjudun. Di antara ahlul kitab ada golongan yang mereka lurus, qaimah, tegak. Yatluna ayatillahi. Mereka membaca ayat-ayat Allah. Ana allail di waktu-waktu malam. wahum yasjudun dan mereka dalam kondisi sujud. Mereka ini ee kemudian Allah sebutkan sifat mereka lagi pada ayat berikutnya 114. Bukan cuma mereka baca ayat Allah di malam hari, bukan cuma sujud. Mereka juga ayat ke-14, yukminuna billahi wal yaumil akhir. Mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Wauruna bil ma'ruf. Mereka menyeru kepada kebajikan munkar dan mereka mencegah melarang dari kemungkaranirat dan mereka cepat dalam melakukan kebajikan. Waulaika minihin dan mereka itulah orang-orang yang saleh. Syekh Alamin Syinqiti dalam kitabnyaul Bayan menyebutkan ayat-ayat semisal dengan ayat ini yang memuji sekelompok ahlul kitab yang mereka beriman. Ya, seperti firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah Albaqarah 121. Alladzina atainahumul kitaba yatlunahu haqqo tilawatih ulaika yminuna bih. Dan orang-orang yang kami berikan Alkitab yaitu Taurat atau Injil yatlunahu haqqo tilawatih. Mereka membaca Taurat dan Injil dengan pemb pembacaan yang benar atau maknanya mereka mengikuti. Karena tilawah bisa maknanya membaca, tilawah bisa maknanya mengamalkan. Dan mereka mengamalkan Taurat dan Injil dengan benar. Ulaika yukminun bih. Mereka itulah orang-orang yang beriman kepada kitab Allah Subhanahu wa taala. Sama yang dipuji sama sekelompok ahlul kitab yang beriman. Kemudian juga dalam surat Al Imran 199 Allah berfirman, "Wa inna min ahlil kitabi lama yminu billahi w unzila ilaikum w unzila ilaihim khina lillah la yaruna biayatillahi qil." Sesungguhnya di antara ahlul kitab sungguh ada orang yang beriman kepada Allah. W unzila ilaikum yang dan juga beriman kepada Al-Qur'an w unzila ilaihim dan juga beriman kepada kitab mereka yaitu Taurat maupun Injil. Khina lillah mereka tunduk kepada Allah. La yarun biayatillahian qila. Mereka tidak pernah menjual ayat-ayat Allah dengan dunia yang sedikit. Yaitu mereka akhirnya masuk Islam. Mereka akhirnya masuk Islam karena beriman. Mereka beriman kepada Taurat, kepada Injil dan juga kepada kitab yang diturunkan kepada kalian itu Al-Qur'an. Demikian dalam surat arraad ayat 36 Allah berfirman, "Walladinaahumul kitaba yafrahuna bima unzila ilaik." Dan orang-orang yang kami berikan kitab suci kepada mereka, mereka gembira dengan Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu. Yaitu mereka senang dengan Al-Qur'an dan mereka akhirnya masuk Islam. Kemudian dalam ayat yang lain dalam surat Alanam 114 kata Allah, "Walladina atainahumul kitaba y'lamun annahum naazzalumika bilhaq." Dan orang-orang yang kami turunkan Taurat atau Injil, mereka mengetahui bahwasanya Al-Qur'an itu diturunkan dari Allah, dari Rabbmu dengan kebenaran. Kemudian juga dalam ayat yang lain Allah menyebutkan mereka ahlul kitab mereka ee juga beribadah, mereka sujud. Kata Allah, innalladzina utul ilma minqoblihi id yutla alaihim yakiruna lilqani sujada. Sesungguhnya orang-orang yang diberikan ilmu sebelumnya jika dibacakan ayat-ayat Allah maka mereka pun sujud. Wquuluna subhana rabbina inana waun wa'du rabbina la maf'ulairuna lilqoni yabquun waziduhum khyuan. Dan mereka sujud sementara mereka menangis dan mereka bertambah kekhusyukan. Ini menunjukkan bahwasanya mereka bahkan di antara mereka ada yang jika dibacakan Taurat, Injil mereka menangis. ya, orang-orang salihin di zaman sebelum kita dari kaum Nabi Musa ataupun Nabi Isa alaihi salam. Demikian juga dalam ayat yang lain menunjukkan mereka menangis tatkala dibacakan eh ayat-ayat Allah. Waidza samiu ma unzila il rasuli tar a'yunahum tafidu minadami mimma aru minal haq. Dan jika mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasulullah, yaitu Nasra atau Yahudi yang mendengar atau ini Nasra yang di mendengar Al-Qur'an dibacakanahumid minami. Kau melihat mereka menangis mimma aru minal haqq karena mereka tahu akan kebenaran. Dan ini sama seperti yang dialami oleh Najasyi ketika eh Jafar bin Abi Thalib membacakan surah Maryam, maka Najasyi pun menangis dan akhirnya dia pun masuk masuk Islam karena dia tahu kebenaran yang ada dalam Al-Qur'an. Demikian juga dalam surat Qasas ya Allah berfirman, "Alladinaahumul kitab minqli hum bihiun." Kemudian inim kata Allah, "Dan orang-orang yang kau memberikan Alkitab, yaitu Taurat maupun Injil sebelumnya." Dan mereka beriman dengan Taurat dan Injil tersebut mereka beriman juga dengan Alquran. Jika dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, mereka berkata, "Amanna bih." Kami beriman kepada Al-Qur'an. Innahul haqquina. Ini adalah kebenaran Rabb kami. Yaitu mereka beriman kepada Al-Qur'an. Inna kunna minqli muslimin. Dan kami sebelumnya telah Islam yaitu tunduk kepada Taurat maupun Injil. Kata Allah setelah itu, "Uika yuna ajrahum marrata bima sharu." Mereka itulah orang-orang yang diberi ganjaran dua kali karena kesabaran mereka. Ini ayat-ayat dibawakan oleh Syekh Muhammad Almininqiti rahimahullah tentang ayat-ayat semisal dan ini namanya tafsir Quran dengan Quran yang di mana ayat-ayat tersebut memuji sekelompok golongan ahlul kitab yang ternyata mereka beriman kepada Allah, mereka beriman kepada hari akhirat, mereka salat malam, mereka beramar makruf, mereka bernahi mungkar, mereka ba menangis kalau dibacakan Taurat dan Injil. Dan mereka juga menangis dibacakan Al-Qur'anul Karim. Dan dan mereka bersabar untuk meninggalkan kaum mereka untuk masuk Islam. Maka mereka ini dapat ganjaran dua kali. Maka kata Allah, ulika yuna ajrohum marrota bima sharu. Mereka itu dapat ganjaran dua kali karena kesabaran mereka. Tidak mudah untuk bersabar meninggalkan agama mereka, agama Yahudi atau agama Nasrani. Kalau ninggalkan agama Yahudi pasti dikucilkan. Karena Yahudi menganggap mereka adalah satu-satunya suku yang dicintai oleh Allah. yang lainnya adalah suku-suku seperti hewan aja. Bagaimana dia keluar dari suatu suku yang dipilih oleh Allah kepada suku orang awam. Sehingga ini perlu kesabaran untuk meninggalkan suku-sukunya. Demikiannya Nasra tidak mudah meninggalkan Nasra karena meninggalkan mungkin hidup kekeluargaan, kenyamanan, kesenangan, kemudian berpindah pada agama yang baru. Tapi mereka akan mendapatkan dua ganjaran. Ganjaran selama mereka di atas agama mereka Yahudi atau Nasrani. Kemudian ganjaran setelah mereka masuk apa? Islam. Itulah yang Rasulullah tawarkan kepada Heroklius. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Aslim taslam yutikallahu ajraka marratain." Wahai Heroklius, masuklah Islam. Allah akan berikan kau ganjaran dua dua kali. Double di antara di antara kebaikan yaitu engkau akan mendapatkan ganjaran dua dua kali. Wa in tawallait fainnama alikaul arisiin. Tapi kalau kau berpaling, kau akan menanggung dosa rakyatmu. Ternyata Hercris memilih dunia. Dia milih jabatannya sehingga dia tidak mau beriman. Sehingga dia akan menanggung dosa rakyatnya Romawi semua yang tetap Nasrani gara-gara dia tidak masuk masuk Islam. Ancaman keras dari Nabi. Tapi kalau kau masuk Islam, kau dapat ganjaran dua dua kali. Oleh karena seperti saya pernah sampaikan suatu riwayat kalau tidak salah ee Khalid bin Walid ketika dia mendakwahi seorang pembesar Romawi, panglima Romawi. Kemudian didiskusi bersama Khalid bin Walid kemudian dia berkata panglima tersebut, "Wahai Khalid, apa benar kalau saya masuk Islam saya akan bisa derajatnya tinggi?" Ya, atau saya masuk Islam. Maksudnya dia bilang, "Saya masuk Islam mulai dari nol. Saya rendah, gak punya pahala apa-apa." Kata Khalid, "Kau siapa bilang kau kalau kau masuk Islam derajatmu tinggi." Kenapa derajat bisa tinggi? Karena semua kebaikan yang pernah dia lakukan juga dinilai apa? Pahal. Akhirnya dia masuk Islam, akhirnya membelot. Akhirnya bela Islam lawan Roma Romawi. Karena benar kalau orang Nasrani masuk Islam dapat pahala berapa kali? Dua kali. Pahala dua. Dua kali. Tib. Di sini ee Allah berfirman memuji sekelompok ahlul kitab. Mereka sedikit karena Allah minhum minhumul mukminuna wafarumul fasquun. Segelintir mereka beriman namun mayoritas mereka kafir. Allah sebutkan sifat mereka. Min ahlil kitabi ummatun qoimatun yatluna ayatillah ana alailul kitab yang mereka berdiri mereka tegak mereka membaca ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Ana allail yaitu di tengah malam. ya. Anak bisa jamak dari ee iny atau jamak. Jadi ee anak itu adalah maksudnya potongan-potongan waktu. Potongan-potongan waktu ya. Ee jamak dari ee ana adalah jamak mufradnya bisa inyun, bisa inan. ya, yaitu suatu waktu dari zaman, yaitu mereka membaca berwaktu-waktu di malam hari ya untuk baca kitab mereka, Taurat atau Injil. Sini ada dua pendapat tentang ayat ini. Apakah ini ayat maksudnya bercerita tentang ahlul kitab yang sudah masuk Islam kemudian mereka salat malam ataukah menceritakan tentang mereka ketika masih dalam agama Yahudi atau Nasrani mereka salat malam? Ya. Ataukah cerita tentang mereka setelah masuk Islam. Dua pendapat di kalangan para ahlu tafsir. Dua-duanya benar. Maksudnya salat malam bukan hanya berlaku pada kita. Umat terdahulu juga ada salatnya. Hanya sekarang. Hanya saja sekarang salatnya ditinggalkan. Kata Allah baim khfun watabus syahwat. Maka setelah itu muncul generasi setelah ee generasi yang rusak adus salat yang mereka meninggalkan salat watabaus syahwat dan mereka mengikuti hawa nafsu sehingga salat mereka lupakan sama sekali sehingga hilang ee salat dari Yahudi maupun Nasrani. Saya enggak tahu Yahudi apa masih ada sisa-sisa salat. Kalau Nasrani yang kita lihat selama ini tidak ada sisa-sisa apa salat. Mungkin ada sekelompok sedikit yang mas salat mungkin masih ada. Tapi secara umum salat sudah mereka lupakan. Padahal syariat salat sudah ada sejak zaman-zaman Nabi ter sebelumnya, terdahulu. Makanya Rasul sahu al wasallam mengatakan, "Alaikum biqiamil fainnahusihina eh qoblakum." Hendaknya kalian salat malam karena itu kebiasaan orang-orang saleh sebelum apa? Kalian. Nabi Daud alaihi salam Rasulullah bersabda, "Afdolusat shatu Daud." Sebaik-baik salat malam salatnya Daud. Kanaamu nisfail. Nabi Daud salat setengah malamusulahu. Dan dia salat sepertiga malam. Dan dia tidur lagi sepernah malam. Jadi, Nabi Daud salat malam enggak? Salat malam. Jadi, ahlul kitab mereka di antara mereka salat malam. Dan disebutkan sebagian ulama menetapkan ini cerita tentang mereka sebelum masuk Islam. Memang mereka orang-orang saleh dan mereka sering salat malam dan mereka sering salat malam di ee tempat-tempat kuil-kuil mereka dan itu kebiasaan mereka. Dan mereka tadi sudah kita bacakan, mereka sujud, mereka menangis. Ayat-ayat tadi kita bacakan tentang bahwasanya salat malam bukan cuma kita aja. Dulu orang-orang terdahulu juga di antara mereka ada yang salat malam. Menangis ketika mendengar ayat-ayat Allah. Bukan cuma orang Islam saja. Orang terdahulu juga mendengar Taurat dan Injil. Mereka juga mena menangis. Yakirq sujada. Ya yabqukun waziduhum khusyua. Mereka sujud, mereka menangis dan mereka bertambah khusyuk. Ya wallahuam bab. Ini pendapat pertama. Pendapat kedua maksudnya kondisi mereka setelah masuk Islam mereka rajin i ibadah ya karena mereka masuk Islam di atas ilmu. Sebelumnya mereka sudah menanti-nanti kedatangan seorang nabi kemudian mereka Islam di atas ilmu. Jadi bukan seperti mualaf yang tidak ngerti apa-apa gak. Mereka ini cerita tentang sekelompok ahlul kitab yang mereka sudah punya ilmu sehingga ketika mereka masuk Islam mereka langsung semangat ber beribadah. Wallahuam bab. Ini dua pendapat. Dua-duanya benar ya. Artinya mereka sebelum masuk Islam juga mereka rajin ibadah. Setelah masuk Islam mereka juga rajin ibadah. Ya. Min ahlil kitabi ummatun qoimatun yatluna ayatillah ana allail. Mereka baca Al-Qur'an di malam hari ini atau baca Taurat dan Injil di malam hari. Ini di antara dalil tentang keutamaan membaca Al-Qur'an di malam hari. Ya, baca Quran di siang hari juga bagus, tapi di malam hari lebih afdal. Ya. Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya ayuhalamil illa qilai qurila ya qurartila." Kata Allah, "Bangunlah di malam hari sungguhnya." Dan bacalah Quran di malam hari. inulika inatili asaduqil. Dan sesungguhnya baca Quran di malam hari, salat di malam hari lebih mengena, lebih mengena ya. Jadi kalau kita ada waktu bangun malam tidak harus salat malam. Kalau bisa salat malam sambil baca Quran bagus. Kalau bangun untuk baca Quran aja juga bagus. Baca Quran di malam hari dianjurkan. Dan sebaik-baik waktu baca Quran adalah ketika sedang salat. Tapi kalau sekedar baca lebih bagus malam hari daripada siang siang hari karena lebih mengena. Makanya dalam hadis kata Rasulullah alaihi wasallam Al-Qur'an wasum yusyafa'ani atau yasyfa'ani. Sesungguhnya salat dan puasa eh sesungguhnya Quran dan puasa memberi syafaat. Maka Al-Qur'an berkata, "Ya Rbi manau minanum fasyafihi." Ya Allah, aku telah mencegah dia dari tidur malam. Berilah izin kepadaku untuk memberi syafaat kepada orang ini. Al-Qur'an berkata demikian. Karena orang ini kurang tidurnya karena baca Al-Qur'an. Kita kurang tidur atau sebagian kita kurang tidur karena baca berita, baca YouTube. Apakah YouTube akan memberi syafaat? YouTube, Google, apalagi eh dan lain-lain. TikTok apalagi? TikTok, YouTube, Google, ee apa? Instagram terus Twitter. dan lain-lainnya teman-temannya. Wa akhawatuha dan teman-temannya dapat syafaat baca Quran di malam hari. Kata Al-Qur'an, "Rabbi manuhu minanum fasyafi'ni fih." Ya Rabbku, aku telah mencegah dia dari tidur malam. Bila kesempatan untuk memberi syafaat kepadanya, maka di antara sifat mereka, mereka baca Quran di malam hari atau baca kitab mereka di malam hari tergantung tafsirnya. yatluna ayatillahi ana allail. Mereka baca alkitab atau injil atau al-Qur'an di tengah malam. Wahum yasjudun. Dan mereka juga su sujud, mereka juga salat. Ya, mereka juga salat. Adapun ee waktu ter jadi dalam salat mana yang lebih terbaik? Apakah berdiri atau sujud? Khilaf di kalangan para ulama. Mana yang lebih afdal dalam salat? Berdiri atau sujud? Maka Ibnu Taimiyah rahimahullah taala mengatakan, "Tergantung dua-duanya mulia. Berdiri terbaik ditinjau dari itulah tempat baca Quran." Tempat baca Quran. Karena enggak boleh kita baca Quran ketika rukuk maupun sujud. Tetapi sujud terbaik dari sisi karena dia terdekat, kondisi terdekat dengan Allah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Aqrabu ma yakunul abdu mirabbihi wahua sajid." Kondisi seorang paling dekat dengan Allah ketika sedang sujud. Jadi, dua-duanya afdal ya. Ada yang dengan memperpanjang salat malam dengan memperpanjang berdiri. Memperpanjang berdiri sehingga dia sering baca Quran dalam berdiri tersebut. Ada yang salat malam dengan perbanyak sujud. Dengan perbanyak apa? Sujud. Dua-duanya ada sisi kelebihan. Dan inilah dua rukun yang paling terbaik dalam salat. Berdiri dan su sujud. Berdiri karena ada baca Quran, sujud karena dekat dengan Allah Subhanahu wa taala. Maka Allah sebutkan dua-duanya di sini ya. Yatluna ayatillahi ana allaili. Wahum yasjudun. Mereka baca Quran di malam hari. Wahum yasjudun maksudnya mereka sedang salat. Yaitu mereka baca Quran ketika sedang berdiri. Kemudian juga mereka su sujud. Wahum yasjudun. Maksudnya mereka sedang sujud. Maksudnya mereka dalam kondisi salat. Mereka juga bersujud. Jadi mereka ee berdiri dan sujud. Makanya kalau kita baca cerita tentang Heroklius memang kisah tragis ya. Sudah ada ceramah khusus ya. Kisah tragis Heroklius bagaimana dia berilmu, sudah menanti-nanti kedatangan Rasulullah. Ketika datang Nabi yang dia nanti-nantikan sesuai dengan ilmu yang dia dapati, dia malah tidak beriman gara-gara dunia. Gara-gara dunia. Karena dia takut dia dilengserkan oleh rakyatnya dari singgahsanya. Dia takut. Akhirnya dia pilih dunia. Akhirnya pilih dunia. Tib. Allah berfirman setelah itu tentang sifat mereka. Ayat 114. Yumminuna billahi wal yaumil akhir. Mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Waamuruna bil ma'ruf wanil munkar. Dan mereka tidak mencukupkan diri mereka hanya sekedar beriman kepada Allah dan hari akhirat saja. Tapi mereka juga ingin menularkan kebahagiaan mereka kepada orang lain. Wuruna bil marruf. Dan mereka menyeru kepada kebaikan. Wahaunail munkar. Dan juga mereka mencegah dari keburukan. Ini harusnya kita berusaha memiliki sifat ini juga. Allah telah berfirman pada ayat sebelumnya sudah kita bahas umat ukatuna billahi munkar billah. Kalian adalah umat terbaik yang Allah keluarkan bagi manusia. Apa sikap sifat kalian? Munkar beramar makruf nahi mungkar wauna billah dan kalian beriman kepada Allah. Ternyata ahlul kitab mereka juga dahulu demikian. Maka seorang jangan batasi untuk dinis dia berusaha semaksimal mungkin. seoptimal mungkin yang dia bisa dilakukan. Paling tidak buat anak istrinya dia bagi kebaikan. Kalau bisa tetangganya, kalau bisa karib kerabatnya, kalau bisa kawannya. Berusaha kalau ada kemungkaran dia tegur dengan baik. Ya, dua-duanya dilakukan ya. Wuruna bil ma'ruf wanilkar. Menyengaj kepada kebaikan, menyeruh kepada kemungkaran. Sampai kalau memang sudah tidak bisa lagi manfaat, ya sudah. Ya Allah berfirman, "Laikum anfusakum laadurukumitum." Kalau kalian sudah berusaha berusaha ternyata enggak ada yang mau dengar, gak ada faedahnya diejek-ejek di sudah. Alaikum anfusakum sibuk diri kalian sendiri. Itum mereka sesat tidak akan beri mudarat kepada kalian. Ini kalau sudah kita berusaha. Ada kondisi di mana kita ngomong pun enggak ada yang dengar. Percuma sampaikan juga. Orang sudah hawa nafsu mau disampaikan pun percuma ya. Percuma kalau sudah bertanya hawa nafsu, mau bilang apapun enggak dipedulikan. Kalau sudah begitu ya sudah ee jaga diri ya. Tapi selama masih bisa ada yang mendengar, masih bisa ada yang dinasihati, sampaikan. Sampaikan sehingga maziratan ila rabbikum. Dan kita punya uzur di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Makanya ketika terjadi di zaman di Bani Israil di antara nenek moyang mereka ada yang melakukan pelanggaran mengambil ikan pada hari Sabtu mereka sebagian nangkap ikan dengan pasang jaring pada hari Jumat atau gali-gali lubang pada hari Jumat. Hari Sabtu ikannya masuk jaring, hari Ahad mereka ambil. Ini suatu trik menipu Allah Subhanahu wa taala. Allah bilang, "Jangan ambil ikan hari Sabtu." Kata mereka, "Enggak, hari Sabtu kita libur, tapi pasang jaringnya hari apa?" "Hari Jumat. Ngambil ikannya hari ahad." Akhirnya ada yang tegur. "Kenapa kalian begini?" Ada yang tegur. Yang yang menegur ditegur lagi sama yang tidak menegur. Mereka tiga kelompok. Satu yang melakukan, satu yang menegur, satu mendiamkan. yang mendiapkan menegur yang menegur limau muumumanikum. Kata mereka yang diam ini ngapain tegur-teugur mereka? Ngapain enggak akan dengar coba? Enggak akan dengar. Apa kata yang mendugur? Maziratun ilaikum. Agar saya punya uzur di hadapan Allah. Yang penting sudah sampaiin. Sudah sampaiin. Jadi kita sampaiin baik-baik bukan berarti kita harus lebih baik daripada orang yang kita sampaikan. Bisa jadi orang melakukan kesalahan lebih baik daripada kita. Cuma kita fungsinya nyampein. Yang penting kalau Allah hisab kita sudah pernah nyam nyampaikan. Kita ini siapa? Banyak kekurangan. Ya, makanya kadang saya tegur orang, saya bilang sama dia, "Bukan berarti saya lebih alim dari engkau. Engkau lebih alim, lebih baik, kau lebih banyak mungkin lebih banyak ee dakwahnya. Tapi sekedar saya punya uzur di hadapan Allah Subhanahu wa taala." Sudah sampaikan sudah mau ikut silakan, enggak juga enggak enggak apa-apa ya. Tayib. Jadi selama kita bisa beramal nahi mungkar maka lakukanlah sampai kalau sudah tidak ada yang dengar baru kita amalkan firman Allah. Alaikum anfusakum. Sibuklah diri kalian, pikir diri kalian. La yadurukum manzaadaitum. Yang sesat setelah itu tidak akan beri mudarat kepada kalian. Bab jadi ciri mereka tidak bukan hanya beriman kepada Allah dan akhirat, tapi mereka juga mikir orang sekitarnya. Mereka dakwah filhairat dan mereka cepat dalam kebaikan. Seharusnya kalau kita lihat secara bahasa fi artinya pada kalau kita artikan wausariuna filhairat mereka bersegera pada kebaikan seharusnya kalau kita ikut bahasa itu ila wausariuna ilal khairat mereka bersegera menuju kebaikan harusnya kan gitu seperti firman Allah wasariu magfirbikum jannah bersegeralah ila menuju ampunan Allah dan menuju surga jadi syariu itu pasangannya ila tapi dalam ayat ini Allah pasangkan dengan ini kayaknya ada tadmin ya maknanya ada mengandung makna dan ini metode dalam Al-Qur'an ee ada kandin. Jadi kata Syekh Ibnu Utsim rahimahullah wusariuna fil khairat mereka cepat pada kebaikan. Maksudnya mereka punya sifat orang ahlul kitab ini yang beriman ini mereka kalau ada kebaikan mereka cepat menujunya sekaligus ketika mereka sudah masuk dalam kebaikan mereka juga cepat melakukannya. Bukan cuma semangat ngaji aja sampai tempat pengajian tidur. Enggak. Di luaran paling duluan sampai tempat pengajian tidur. Enggak. Bukannya nyindir cuma mau kasih tahu. Jadi semangat menuju ke sana ketika sudah masuk dalam ibadah juga semangat. Itu maksudnya. Heeh. Bukan semangat semangat semangat mau haji haji semangat semangat sampai haji sana ternyata hajinya enggak benar. ngobrol melulu, hajian Instagram melulu save apa save eh selfie selfie selfie melulu gak kau cepat dalam melakukan kau cepat menuju kebajikan dan ketika sudah melakukan kebajikan juga cepat dalam melakukan apa kebajikan semangat makanya mereka disifati dengan fi wausariuna fil khairat mereka cepat dalam melakukan apa kebajikan semangat menuju kebajikan dan juga bersegera ketika melakukan apa? Kebajikan. Maka seorang berusaha mengumpulkan keduanya. Waulaika minasaliihin. Dan mereka itulah orang-orang yang saleh. Mereka orang-orang yang yang saleh. Orang saleh. Subhanallah. Orang saleh masuk surga. Orang yang baik. Orang saleh itu adalah orang yang secara singkat. Apa definisi saleh? Definisi saleh adalah orang yang menunaikan hak Allah dan menunaikan hak manusia. Itu orang saleh. Saya sering sampaikan orang saleh itu itu menunaikan hak Allah, menunaikan hak manusia. Kalau ada orang hanya menunaikan hak Allah, ternyata hak manusia, hak istri, hak anak tidak tunaikan. Bukan orang saleh. Kalau ada orang hanya menunaikan hak istrinya, menunaikan hak suaminya, menunaikan hak orang tuanya, tapi di hak Allah tidak dia tunaikan. Maka bukan orang saleh. Makanya ketika Allah menyebutkan wanita salhat, Allah sebutkan dua-duanya. bimfidullah. Wanita salehah itu wanita-wanita yang taat dalam ibadah kepada Allah. Hak Allah hafidatunil ghaib dan menjaga hak sua suami. Rasulullah bersabda, "Lan tuaddiya haqqallah hatta lan tuaddial maratu haqq rabbiha hatta tuaddiya haqq zaujiha." Tidak mungkin seorang wanita menunaikan hak Rabbnya sampai dia menunaikan hak suaminya. Dengar ibu-ibu? Bapak-bapak sudah dengar dari tadi? Ibu-ibu saya ulangi lagi. Saya tegakkan hujah uzur di hadapan Allah. Mau kerjakan enggak kerjakan terserah ibu-ibu. Wanita saleh itu wanita yang menunaikan hak Allah dan hak manu manusia. Lan tuaddial maratu haqqabbiha hatta tuaddiya haqq zaujiha. Seorang wanita tidak akan bisa menegakkan hak Allah, menunaikan hak Allah sampai menunaikan hak sua suaminya. Jadi mereka ini disifati dengan wa ulaika minasaliihin. Mereka orang-orang yang saleh mengisyaratkan mereka hak Allah mereka tunaikan dengan salat malam iman dan mereka juga hak manusia beramal rahu nahi mungkar dalam kebaikan mereka kerjakan sehingga mereka termasuk orang-orang yang saleh. Kemudian Allah berfirman, "Wama yaf'alu min khairin fala yukfaruh." Dan apapun kebajikan yang mereka lakukan maka tidak akan diingkari oleh Allah. Wallahu alimum biltaqin. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Di sini menakjubkan. Di sini ada dua qiraat. Qiraat pertama pakai ya. Wama yaf'alu. Dan apapun yang orang-orang ahlul kitab tadi yang beriman tadi lakukan min khairin kebaikan apapun. Karena di sini nakirah dalam konteks ee apa namanya? Ee syarat ya memberikan faedah keumuman. Jadi kalau nakirah dalam konteks syarat, dalam konteks nafi dalam kaidah ushul fikih memberikan faedah keumuman. Kalau kita artikan wama yaf'alu min khairin fala yukfaruh. Apapun kebaikan apapun besar maupun kecil terlihat maupun tidak terlihat ya terang-terangan atau dilakukan sembunyi-sembunyi. Sekecil apapun apapun kebaikan terkait perkataan, perbuatan, kebaikan hati, apapun kebaikan dilakukan falay yukfaru. Tidak bakalan diingkari oleh Allah subhanahu wa taala. Dalam qiraat yang lain pakai ta wama taf'alu apa yang kalian Jadi Allah bicara tentang kita yang sedang baca Quran. W tafalu min khairin tukfar kebaikan apapun yang kalian lakukan wahai kaum muslimin, wahai para pembaca Al-Qur'an falan tukfaru kalian maka kalian tidak akan di ee diingkari. Tidak akan diingkari. Yaitu Allah akan memberi balasan. Di sini kata Thair bin Asyur dalam tafsirnya Tahrir w Tanwir, dia menyebutkan Allah Subhanahu wa taala di antara untuk menenangkan para pelaku kebaikan dan dalam rangka untuk ee menenangkan hati mereka, memotivasi mereka, Allah terkadang mensifati perbuatan mereka seperti hutang. Kata Allah, "In tuqridullaha qardan hasana yudifu lakum wagfir lakum wallahu syakurun halim." Dalam surat Tagabun kata Allah, "Kalau kalian memberi hutangan kepada Allah dengan hutang yang baik, hutang yang baik maksudnya kalian ikhlas, tidak ambil riba ya. Ya, tidak ngungkit-ngungkit, itu namanya memberi hutang yang baik. Nanti ada ada apa itu namanya hutang yang baik ya. Memberi hutang bukan untuk mencari keuntungan duniawi. Ada program Qordun Hasan ternyata cari di untung ini qordun Hasan. Ini qardun qardun sayiun ya. Qardun hasan tuh tadi kata Allah inqridullaha qardan hasanan. Kalau kalian memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik. Maksudnya kalian itu memberi bantuan, kalian membantu orang susah. Allah menganggap perbuatan kalian tersebut sedekah. Allah anggap bagi dia hutang supaya kalian tenang. Kalau hutang pasti dibalas atau tidak? Pasti dibayar atau tidak bayar. yang karena yang berhutang kepada kalian adalah yang maha kaya. Jadi Allah anggap sedekah kita yang kita berikan sebagai hu hutang yang harus harus Allah ba bayar. Makanya terkadang Allah namakan dengan ee hutang yang harus saya bayar. Terkadang Allah menamakan dengan ujur upah, yaitu kalian beramal saleh. Ini upah yang harus saya upahin. Padahal tidak ada kewajiban bagi Allah. Cuma Allah menamakan dengan nama-nama tersebut supaya kalian tenang bahwasanya akan ada bala balasannya. Sama seperti ini. Makanya Allah mengatullahum kalau kalian beri pinjaman kepada Allah, Allah akan ganti pinjaman tersebut. Bahkan Allah berlipat-lipat Allah bayar dengan riba. Allah bayar dengan apa? Riba. Riba syari. Hari kiamat nanti. Di dunia juga Allah ganti berlipat-lipat. Yudakum. Allah akan lipat gandakan untuk kalian. Wagfir lakum. Bukan cuma dibalas kebaikan. Allah ampuni dosa-dosa kalian. Allah mengatakan wallahuakunim. Allah syakur. Apa itu syakur? Yang maha memberi kebaikan yang banyak dengan sebab sedikit. Yang membalas kebaikan yang banyak dengan amal yang sedikit. Makanya Allah disebutkan syakur. Maka di sini Allah ingatkan, "Apapun yang kalian lakukan falan yukfar tidak akan kufur." Allah tidak kufur. Di antara sifat buruk adalah kufur nikmat. Lupa dengan kebaikan orang, mengingkari kebaikan orang. Allah seakan-akan posesikan dirinya. Kalau saya sampai tidak beri balasan kepada kalian, saya seperti kufur nikmat. Padahal tidak ada kufur nikmat bagi Allah. Karena semua kenikmatan juga dari siapa? Allah. Jadi, sekedar Allah memposisikan agar kita tenang bahwasanya apapun yang kita lakukan atau yang mereka lakukan sekecil apapun tidak akan dilupakan oleh Allah dan pasti akan dibalas oleh Allah. Ini metode Allah Subhanahu wa taala. Makanya Allah menakan qardun hutang. Allah namakan ajar apa ee upah gaji. Allah namakan kalau dia tidak membeli balasan kufrun nikmah seperti kufur. Falan yukfaru. Maka sifat adalah asyakur maha membalas kebaikan yang banyak. E memba amal sedikit dengan kebaikan yang yang banyak. Kemudian kata Allah wallahu alimun bil muttaqin. Dan Allah maha mengetahui siapa yang bertakwa. Isyarat kalau kalian melakukan kebajikan harus dengan takwa. Usahakan dengan takwa. Ada orang melakukan kebajikan tapi tidak dengan bertakwa. Niatnya enggak benar. Allah tahu mana yang bertakwa, mana yang tidak bertakwa. Allah tahu. Terkadang suatu yang sedikit menjadi besar gara-gara tak takwa. Terkadang suatu yang besar tidak ada nilainya gara-gara tidak ber bertakwa. Dan ini syarat untuk kita ikhlas dalam beramal saleh. Yang penting Allah sudah tahu selesai. Yang penting enggak tahu niat saya sudah selesai. Tidak perlu kita menanti pengakuan netizen, tidak perlu menanti validasi dari netizen. Bikin opini supaya kita seakan-akan orang yang wow. Gak perlu bikin opini sama Allah, bukan sama netizen. Gak perlu dari netizen. Enggak perlu. Wallahu alimun biluttaqin. Allah maha mengetahui siapa yang bertakwa. Tib ayat berikutnya kata Allah Subhanahu wa taala 116. Innalladzina kafaru lan tuqini anhum amwaluhum wala auladuhum minallahi sa seperti biasa metode Allah setelah menyebutkan subhanallah. Jadi demikian metode Allah kalau sebut neraka Allah sebut surga. Kalau sebut orang mukmin, Allah sebut orang kafir. Tadi setelah menyebut ciri-ciri orang ahlul kitab yang bejat dan kurang ajar, Allah sebutkan ciri ahlul kitab yang baik dan saleh yang akhirnya masuk apa? Islam. Tadi Allah telah menyebutkan tentang orang-orang beriman bagaimana ciri-ciri mereka, sifat-sifat mereka dan Allah akan membalas ganjaran mereka. Allah tidak akan lupakan kebaikan mereka dan Allah akan balas dengan yang lebih banyak. Setelah itu Allah sebutkan tentang orang kafir. Yang kafir kata Allah, "Innalladzina kafaru lan tugum amwalum wuladum minallahi sesungguhnya orang-orang kafir tidak akan bermanfaat anak-anak mereka, harta mereka dan anak-anak mereka kepada Allah sama sekali." Mereka tidak akan bisa menolak azab Allah sama sekali. Wa ulaika ashabunar. Dan mereka adalah penghuni neraka jahanam. Hum fiha khalidun. Dan mereka kekal dalam neraka jahanam. Ya, orang kafir di sini Allah sebutkan tentang harta dan anak. Karena ini adalah dari kepemilikan yang paling diandalkan dalam hidup ini adalah harta dan apa? Anak. Kalau punya harta misalnya kita ditawan, kita bisa tebus dengan harta. Kalau kita punya anak, kita mau ditawan, kita bisa dibela sama anak. Dan itu yang terjadi di dunia. Apalagi ketika pembicanaan terjadi di kalangan Arab. Di kalangan Arab terjadi perang-perang ya. Kalau perang yang bisa nyelamatkan mereka dua. Kadang anak mereka menyelamatkan ya dengan berlawanela rela mati untuk bapaknya dan itu terjadi di dunia atau kalau mereka sudah ketangkap mereka bisa tebus dengan apa? Harta. Tapi kalau di akhirat percuma. Innalladzina kafaru. Sungguh orang kafir masih hartanya banyak, anaknya banyak. Itu zaman dulu orang kafir. Zaman dulu orang kafir sekarang anaknya enggak ada. Enggak mau punya anak malah. Orang kafir dulu mereka bangga-bangga dengan banyak anak. Sekarang mana mau punya anak? Takut anaknya durhaka. Kenapa? Karena dia juga dulu durhaka. Di luar negeri sana kalau anak marah sama orang tuanya, dia lapor ke negara. Jadilah anak negara. Benar atau tidak benar? Yang sudah ibunya sudah ngelahirkan, sudah nyusuin, sudah urus repot-repot, dia lapor ke negara, "Orang tua saya gini-ginikan saya." Anak itu diambil. Jadi bin negara jadi anak negara. Terus saya ngapain punya anak kalau ujungnya seperti itu? Dia lihat teman-temannya begitu begitu terus ngapain saya punya anak? Akhirnya enggak punya anak. Di antara mereka banyak yang enggak punya anak. Mau kawin juga takut kawin nanti repot urusannya. Nanti kalau cerai ada gono gini gini gono. Repot. Mending kumpul kebo. Akhirnya banyak di antara mereka kumpul apa? Kumpul kebo. Kumpul kebo lapor ke Pak RT. Pak, ini keboh bosan ganti kebo. Lupa lagi, Pak. Saya tukar kebo. Saya kumpul kebo. Itu terjadi. Ya Allah. Bicara tentang orang kafir dahulu anak mereka banyak. Sekarang orang kafir mana? Mau punya anak, enggak mau punya anak. Mereka khawatir tersiksa kalau punya punya anak. Kecuali segelintir mereka. Tapi dahulu anak-anak itu luar biasa andalan. Kalau perang mereka maju paling depan. Mereka rela mati demi bapak mereka. Mereka rela mati, bangga kalau mati membela orang tua mereka. Itu orang kafir dulu seperti itu di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam, harta mereka. Ya, maka Allah ingatkan, "Wahai orang kafir, kalau kalian punya anak banyak, punya harta banyak, tidak bermanfaat, tidak bisa menolak siksaan Allah sedikit pun." Innalladzina kafaru lan tugahum amwalum w auladuhum minallahi tidak akan bisa menolak azab Allah sedikit pun. Sedikit azab pun tidak bisa ditolak. harta sebanyak apapun. Enggak usah kita lihat di akhirat, di dunia saja. Kalau Allah sudah kasih musibah, harta sebanyak apapun, anak sebanyak apapun tidak bisa menghalangi. Enggak bisa. Enggak bisa. Waktunya sakit, sakit. Waktunya mati, mati. Sampai saya dengar ada orang kaya raya di satu suatu daerah sangat kaya disebut namanya. Tapi saya enggak pengin sebut namanya. Intinya waktu musim COVID sampai dia siapkan helikopter pribadi di samping rumahnya. Pokoknya ada apa-apa tinggal apa berangkat. Sampai didatangkan seorang pakar yang saya juga tahu namanya disebutkan namanya untuk merawat dia. Akhirnya dirawat sambil standby apa helikopter apa pribadi. Ketika parah akhirnya dinaikkan di helikopter akhirnya mati di atas. Enggak helikopter mau helikopter mau helikopter mau apa kopter-kopter apa. Kalau sudah waktunya mati tidak ada faedahnya. Mati-mati itu di dunia apalagi di akhirat. Minallahi tidak akan bisa menolak azab Allah, hukuman Allah, siksaan Allah, musibah dari Allah sedikit pun. Waika ashabunar. Dan mereka itulah penghuni neraka jahanam. Hum fiha khidun. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Kemudian Allah berfirman tentang bagaimana sialnya mereka di akhirat. Mereka di dunia beramal baik, membantu orang, berbakti sama orang tua, mungkin kasih anak yatim, ngurusin sosial, tapi percuma enggak ada faedahnya. Kata Allah, matalu ma yunfiquil hayatid dunya. Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan dalam kehidupan ini untuk urusan dunia mereka, untuk sosial mereka, untuk kebaikan mereka seperti apa? Perumpamaan yang mereka, amal saleh yang mereka kerjakan, harta yang mereka keluarkan seperti angin yang di dalamnya angin kencang, dalamnya sir. Sir itu ada tafsiran, ada tafsiran mengatakan sir maksudnya angin yang dingin, sangat dingin. Ya sarsaron fi yaumi nahsin mustamir ya. Ssar seperti angin yang menimpa ee kaum Ad. Angin sangat dingin. Sangat dingin. Dicabut kaum Ad, dibawa ke udara, dihantam angin sangat dingin. Dan itu orang sakit bisa dengan panas, bisa juga dengan dingin. Kalau panas mungkin langsung habis, kalau dingin bertahan tapi sakitnya luar biasa. Menusuk ke tulang-tulang dan dia bertahan lama sampai mereka dibawa oleh Allah 7 hari. Tujuh sabti ayamin husuma 7 malam 8 hari diangkat di udara dengan angin yang sangat dingin. Jadi kesakitan mereka rasakan la lama. Kalau angin panas langsung ma mati cepat. Terlalu cepat. Kurang lama ya. Nah di sini sirrun dua makna atau dua tafsiran. Ada yang menafsirkan sirrun maksudnya angin yang sangat dingin. Ada yang menafsirkan sirun. Sirun itu maksudnya suara suara yang menggelegar dalam angin tersebut. Ada yang mengatakan suara api yang menggelegar. Jadi angin tersebut bawa api. Kita sudah lihat kemarin ternyata angin bisa bawa apa? Api. Kejadian di Amerika kemarin kan gitu. Angin bawa apa? api. Jadi ada dua tafsiran. Maksudnya angin membawa hawa yang sangat dingin atau api. Angin bawa api. Asobat harta kaumin yang angin tersebut menimpa ee tanaman orang-orang dolamu anfusahum yang menzalimi diri mereka sendiri itu mereka berbuat kesalahan atas diri mereka sendiri. Faahlakat maka tanaman mereka hancur seluruhnya. Bisa diartikan angin dingin. Angin dinginnya. Jadi mereka sudah waktunya panen tahu-tahu angin dingin menimpa sehingga merusak merusak tanaman-tanaman mereka. Daun-daunnya rusak, buah-buahnya rusak karena dingin yang luar biasa menimpa ee dan saya sempat kemarin ke Dieng saya tanya, "Iya kalau musim dingin, Ustaz bisa sini tanaman rusak?" Oh, jadi tanaman bisa rusak kalau sangat di dingin bisa rusak bukan angin, cuma hawa doang mereka petani di Diengang. Kalau sudah sampai minus-minus itu bisa merusak apa? Tanaman. Artinya tanaman bisa bisa rusak. Jadi tanaman bisa rusak dengan api, bisa rusak juga dengan angin yang di dingin. Tergantung tafsir dari ayat ini. Faahlaqat. Maka akhirnya angin tersebut menghancurkan hasil panen mereka. Walamahumullah. Allah tidak menzalimi mereka. Walakin anfusahum yadlimun. Tapi mereka menzalimi diri mereka sendiri. Di sini Allah menggambarkan tentang bagaimana nasib buruknya orang-orang kafirin yang di mereka di mana mereka ketika di dunia mereka mungkin berinfak, mengeluarkan sedekah untuk melakukan kebaikan. Tapi karena mereka syirik kepada Allah tidak ada faedahnya. Mereka merasa ketika di akhirat akan mendapatkan panennya, mendapatkan ganjaran yang banyak. Ternyata di saat di saat yang waktu mereka harapkan untuk mendapatkan panen, justru di situlah mereka dihinakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Sama seperti orang yang ri kata Allah manam dalam hadis sahih Bukhari kata Rasulull sahu alaih wasallam man samma samma Allahu bih wurah bih siapa yang beramal saleh untuk sumah cerita-cerita saya begini saya begini cerita sama orang atau yuroi memperlihatkan dia kelihatan saya amal saleh ini publish ke sana ke sini biar orang kasih jempol ya jempol tangan maupun jempol kaki ya kemudian dia ketika di hari akhirat dia diperlihatkan pahalanya Allah perlihatkan pahalanya Jadi dia sudah senang, dia pikir dapat pahala banyak. Di saat dia sangat berharap dengan pahala tersebut, tiba-tiba Allah hancurkan pahala tersebut. Itu kondisi yang paling mengenaskan. Saatnya memanen, di depan mata sudah ada panen, tahu-tahu dihancurkan. Seperti Allah gambarkan seperti para petani yang sudah bikin tanaman, sudah waktunya panen, tinggal petik, tiba-tiba datang angin dingin menghancurkan semuanya. atau datang angin yang ada apinya menghancurkan seluruh panen. Seperti orang-orang kafir ya. Mereka berinfak tapi tidak ada faedahnya. Tidak ada faedahnya. Kalau di dunia mereka dikasih orang-orang kafir yang baik di dunia Allah balas di dunia. Lihat orang kafir kalau rajin sedekah pasti kaya. Orang kafir kalau rajin sedekah pasti kaya. Banyak orang kafir rajin dermawan sosial. Allah bukakan harta bagi Allah balas di dunia. Orang mukmin setengah mukmin jadi mau sedekah takut-takut. Jadi akhirnya kaya pun takut-takut. Ada sebagian teman saya, dia punya bos orang kafir. Kata, "Eh, eh kau muslim nih kasih anak yatim. Eh kamu ini." Jadi dia orang kafir tapi dia bagi-bagi. Dia yakin kalau dia berbuat saleh, usaha dia dijaga. Orang kafir aja beriman karena dia merasakan dampaknya di dunia. Kita orang Islam kadang masih ragu-ragu. Intinya kalau orang kafir beramal saleh dibalas di mana? Di di dunia. Di akhirat enggak. J dia seperti ini. Di saat-saat dia berharap pahala, tahu-tahu Allah hancurkan. Kata Allah, kenapa dihancurkan mereka? Karena mereka menzalimi diri mereka sendiri. Wamaahumullah. Allah tidak menzalimi mereka. Walakin anfusahum yadlimun. Tapi mereka menzalimi diri mereka sendiri. Dengan berbuat kesyirikan mereka menzalimi diri mereka sendiri. Dengan mereka menyembah selain Allah, mereka telah menzalimi diri mereka sendiri. Sehingga sebagian ulama mengambil faedah sebagan ahli tafsir kalau tidak salah Syekh Utsim atau yang lain saya lupa ya. Bahwasanya jiwa itu harus diperhatikan. Jiwa itu harus diberikan haknya. Jangan dizalimi. Ya, bahkan kalau dalam nafkah, urutan nafkah, kalau kita punya makanan cuma satu porsi buat satu orang, maka kita harus dulu. Kata Nabi, "Ibda binafsik kau dulu baru kemudian keluargamu." Ya, jangan kasih orang terus kau mati. Kalau kau kasih orang kau mati, berarti kau tidak menunaikan hak apa? Dirimu. Makanya gak boleh bunuh diri. Bunuh diri kenapa? Bunuh diri membunuh jiwa sendiri. Gak boleh. Jadi jiwa itu punya hak. Jangan zalimi dirimu sendiri dengan berbuat syirik. Makanya Allah mengatakan, "Qul ya ibadiina asrofu ala anfusim." Wahai orang-orang yang berlebihan terhadap diri mereka, yaitu yang bermaksiat itu sebenarnya berbuat berlebihan kepada dirinya sendiri. Jiwa harus diperhatikan. Maka Allah mengatakan, "Allah tidak menzalimi mereka dengan menyikapi mereka pada hari kiamat dengan demikian, tetapi karena mereka zalimi diri mereka sendiri." Setelah itu Allah berfirman, "Ya ayuhina amanu akbarum." Wahai orang yang beriman, janganlah kamu ambil tem ambil menjadi teman kepercayaanmu. Jangan jadikan teman-teman kalian dari orang-orang yang di luar kalanganmu, ya, yaitu orang-orang kafir. Karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat kami jika kamu memahaminya. Ayat ini terkait dengan muamalah. Seb ulama menafsirkan jika di di apa? Di negara Islam kemudian ada kafir zimmi zaman dahulu ada banyak negara Islam kemudian ada orang-orang kafir zimi. Orang kafir zimmi orang kafir yang tinggal di negeri Islam kemudian mereka melakukan ee membayar jizah. Jiziah itu sebagai bukti ketaatan dan ini ee adalah kebaikan dari negara Islam. Sebagaimana orang Islam juga bayar zakat. Mereka juga bayar tapi bukan disebut zakat. Namanya apa? jiziah. Dan sebagaimana kalau mereka pun sudah tua, sudah enggak mampu, maka tidak perlu bayar jiziah. Tapi mereka harus bayar. Bagaimana orang Islam yang orang Islam asli suruh bayar, mereka tidak bayar. Yang bilang ini kezaliman. Ya, ini bukan kezaliman. Setelah mereka bayar jizah, mereka diberikan hak mereka untuk beribadah sesuai dengan agama mereka, untuk berdagang, berjualan, dan seterusnya. Tapi Allah mengingatkan kalau kalian pun bermuamalah sama orang kafir, apakah dalam waktu zaman dahulu di negeri Islam dengan orang kafir zimmi atau dalam kondisi seperti sekarang ya, di mana orang Islam, orang kafir hidup bertetangga kemudian mengadakan ee hal-hal kerja sama, maka kata Allah, "La tattaku bitatan minunikum." Jangan kalian menjadikan orang-orang nonmuslim sebagai teman dekat kalian. Karena kalau teman terlalu dekat bisa mengetuai segala rahasia. Ibnu Katsir membawakan ini pada urusan kenegaraan. Kalau kalian menjadi penguasa, jangan masalah penulisan, surat-menyurat yang nulis orang kafir. Enggak boleh kata Ibnu Katsir. Karena kita tidak aman. Bisa jadi dia bocorkan rahasia. Oh, ternyata raja kirim surat ke siapa? Raja kirim surat biasanya isi surat biasanya rahasia zaman dahulu ya. Maka tidak boleh karena bisa membongkar rahasia meskipun kelihatannya pun baik. Kenapa? Launakum khobala. Mereka senantiasa tidak henti-hentinya ingin memberi kemudaratan kepada kalian. Khabala maksudnya carut-marut. Tercampur antara mudarat dan kemaslahatan. Mereka ingin bikin kekacauan, bikin kerusakan dan mereka berusaha kapan ada kesempatan mereka lakukan. Orang seperti ini baik kelihatan maupun tidak kelihatan jangan jadikan teman dekat. Bitanah maksudnya teman dekat. Bitonah dalam bahasa Arab adalah baju yang di balik baju. Yaitu seperti kita baju dalam yang langsung lengket pada kulit. Bahasa lainnya syiar. Baju yang luat namanya ziharah. Dan ini perkataan Thauhir bin Asur dia jelaskan bitanah secara bahasa Arab arti baju yang langsung lengket-lengket ke kulit atau namanya syiar. Baju yang dobble yang kedua namanya ditar atau ziharah. Jadi jangan jadikan teman nonmuslim seperti dekat sekali sehingga tahu semua hal-hal yang terkadang membawa kemudaratan kepada kaum muslimin. Tidak semua harus hati-hati. Kan namanya rahasia-rahasia tidak boleh diketahui oleh nonmuslim khawatir memberi kemudaratan kepada kaum kaum muslimin. Demikian juga kalau zaman sekarang kita punya teman terlalu dekat, orang kafir, tidak bisa jadi dia mempengaruhi kita karena dia punya pola hidup yang berbeda, punya akidah yang berbeda, punya gaya hidup yang berbeda. Kita kalau terlalu dekat dia mungkin nonton macam-macam, mungkin dia dengar macam-macam, kita ke bawa kalau teman dekat. Kalau teman dekat, kita akan ke bawah. Maka tidak mengapa bermuamalah tapi tidak dijadikan apa? Teman teman dekat. khawatir kita terpengaruh atau kadang-kadang ada hal-hal yang rahasia mereka pun tahu ya enggak tahu kita ada masalah terus kita bicarakan dia dengar dia sampaikan ke komunitasnya kan bahaya enggak bagus atau ada di antara kita misalnya kaum muslimin antara urusan dakwah harus kemudian dengar oleh mereka bisa jadi bahan digoreng oleh komunitas mereka maka seorang waspada kata Allah waddu ma anum mereka ingin kepayahan bagi kalian. Mereka ingin kalian susah dan sudah nampak bagaimana kebencian dari mulut mereka. Ya mereka ungkapkan tidak suka dengan syariat, tidak suka dengan Islam, tidak suka akbar. Dan apa yang mereka sembunyikan dalam dada mereka yang belum mereka ungkapkan lebih besar lagi, lebih dahsyat. Q bayakumul ayati intuntumilun. Sungguh kami telah jelaskan bagi kalian ayat-ayat jika kalian memahaminya. Setelah itu Allah berfirman, "Ha antum ulai tuhibbunahum." Kalian mencintai mereka wala yuhibbunakum. Sementara mereka tidak mencintai kalian. Ini Allah mencela sebagian orang beriman yang cinta kepada nonmuslim sementara mereka tidak cinta. Cari-cari muka kemudian dekat-dekat dengan mereka padahal mereka enggak. Ada orang mukmin seperti itu ya. Terlalu cinta sama nonmuslim. Nonmuslimnya biasa-biasa aja. bil kitabi kullih. Lihatlah kalian beriman kepada seluruh Alkitab. Kalian beriman kepada Taurat, kalian beriman kepada Injil, kalian beriman kepada Al-Qur'an. Mereka tidak. Mereka hanya beriman kepada Taurat mereka atau mereka sebagian mereka hanya beriman kepada Injil mereka. Waquum qu amanna. Kalau ketemu kalian, mereka ngomong kami beriman. Tapi ingat wa khau tatkala mereka bersendirian di antara mereka alikum anamil minal. Ya, mereka menggigit ujung jari lantaran marah kepada kalian. J kalau mereka lihat kaum muslimin berhasil, mereka jengkel. Mereka gigit gigit jari. Ini ungkapan bahwasanya mereka jengkel tapi mereka pendam ya. Mereka pendam. Kata Allah, qul mutu bighidikum. Silakan kalian mati dengan kebencian kalian. Innallaha alimun bidzati sudur. Sesungguhnya Allah mengetahui isi hati manusia. Ya, ini Allah ingatkan ya hati-hati dengan ayat ini. Sebagian mengatakan terkait orang kafir mengatakan termasuk juga orang munafik. Dan orang munafik hati-hati meskipun kata pya Islam tapi mereka terlihat dari lisan mereka ketahuan mereka tidak suka dengan Islam. Mereka tidak suka dengan syariat apa? Islam. Mereka tidak suka yang namanya azan dikumandangkan. Mereka tidak suka namanya pengajian. Mereka tidak suka tentang nilai-nilai keislaman. Maka hati-hati ungkapan mereka menunjukkan mereka tidak suka yang apa mereka sembunyikan dalam dadas lebih besar daripada itu semua. Kalau depan kalian saja mereka bermanis muka, tapi kalau di belakang mereka jari karena jengkel mutuikum. Silakan kalian begitu terus jengkel terus sampai mati. Kata Allah subhanahu wa taala. Innallah alim bti surut. Allah menget isi hati kalian wahai orang-orang munafik, wahai orang-orang kafir. Demikian wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.